RABU, 20 0 NOVEMBER NOV NOV NOVE NO OVEM EM EMB MB BE ER R 2013 201 20 201 01 3
28 HALAMAN/Rp3.000,-
SSatu atu uuntuk ntuk Semua Semua
BANDARLAMMMPUNG – Nasib Lam-pung FC (LFC) membuat miris. Tampil apik dan merengkuh runner-up musim kompetisi Divisi Utama LPIS 2013, toh tetap harus menunggu kepastian naik kasta. Tidak hanya itu. Skuad Gajah Beringas –juulukan LFC– harus kehilangan sosok penting yang ang menjadikan tim ini disegani. Siapa lagi kalau bukan pelatih M. Nasir. Pria asal Bengkulu ini tidak lagi menangani LFC pada musim kompetisi 2014. Ini sebuah keputusan men g e ju t k a n yang di-
aambil manajemen. Pemutusan kontrak dilakukan dalam rangka penyegaran di tubuh LFC. Dalihnya, pada kompetisi mendatang, LFC akan memberdayakan potensi asli daerah mulai dari pelatih maupun pemain. ’’Motivasinya adalah hanya untuk penyegaran sekaligus memperdayakan putra n asli Lampung. Sebab, banyak pemain asl berbakat di Lampung. Nah, inilah waktu ber yang pas untuk memperdayakan potensi daerah,’’ kata CEO LFC Suhardi saat ditemui Stadion Pahoman, Bandarlampung, kemarin. Pria yang akrab disapa Buyung itu menambahkan, manajemen sedang mencari pengganti M. Nasir. Ada beberapa calon pelatih kepala yang sudah dilirik. Di antaranya mantan pelatih Persija Baca THANKS Hal. 4
ILUSTRASI HANDOKO/RADAR LAMPUNG
Australia Tolak Minta Maaf JAKARTA – Aksi penyadapan yang dilakukan intelijen Australia memicu hubungan Indonesia dan Australia makin memanas. Parahnya lagi, Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott menolak meminta maaf kepada Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun menyesalkan sikap Australia itu. ’’Bapak Presiden mengikuti perkembangan terakhir, di mana kami
mendengar bahwa tidak ada permintaan maaf atau klarifikasi dari mereka (Australia, Red). Presiden menyayangkan atas sikap PM Australia yang tidak meminta maaf atau memberi klarifikasi yang jelas mengenai hal ini,’’ ujar Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin. Julian melanjutkan, sejauh ini pemerintah Indonesia telah
menunjukkan reaksi keras menyikapi aksi penyadapan itu. Di antaranya, pemerintah telah menarik Dubes RI di Australia dan telah mengirimkan nota protes terhadap pemerintah Australia. Dengan langkah-lang-
BERJAGA-JAGA: Personel keamanan berjaga-jaga di luar gedung Kedubes Australia di Jakarta kemarin.
kah itu, pemerintah berharap pihak Australia menunjukkan iktikad baik untuk menangani persoalan ini. ”Yang jelas, nota protes keras atas hal ini telah kita sampaikan melalui Menlu. Kami kira bahwa taruhan ini sangat besar bagi kedua negara karena kita ingin bahwa kepentingan nasional kita di satu sisi dan kepentingan nasional mereka (Australia, Red) di sisi lain dalam kerja sama
strategis harusnya bisa didahulukan,” ujarnya. Namun, lanjut Julian, pemerintah Indonesia masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pemerintah Australia. Pihaknya meyakini, sikap yang ditunjukkan pihak Australia sekarang ini belum final. ”Presiden masih menunggu langkahlangkah lebih lanjut. Baca AUSTRALIA Hal. 4
FOTO AFP
MENTERI BUMN
Bapak Pangan Alternatif
Baca BAPAK Hal. 4
Baca POLWAN Hal. H 4 IZINKAN POLWAN BERJILBAB: AB: Bripda Hadyati dari Satuan Sabhara hara a Polrestabes Surabaya mengenakan fashion an fa ashion busana muslim pada acara HUT di UT Polwan P Gedung Bharawira Polrestabes. es. FOTO HERU PUTRANTO/JPNN
DIALOG: Menteri BUMN Dahlan Iskan saat berdialog dengan ribuan mahasiswa di kampus Unej kemarin.
LETUSAN BESAR
Sinabung Makin Gawat GUNUNG api Sinabung meletus besar pukul 21.55 tadi malam. Pada erupsi itu, Sinabung melontarkan debu setinggi 10 km yang mengarah ke barat, barat daya, dan selatan. Sedangkan awan panas meluncur 500 meter ke tenggara. Hingga terakhir, belum ditemukan adanya korban atas letusan bergetaran sejauh 15 km itu. Menurut petugas pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Sinabung, erupsi terjadi dengan diawali adanya kilatan petir di puncak, baru kemudian diikuti dengan erupsi bergetaran tinggi. Getaran yang cukup kuat itu bahkan terasa hingga Berastagi yang berada di radius 16 km dari kawah aktif Sinabung. ’’Terasa kali getarannya sampai rumah kami. Rumah pun agak bergerak-gerak sepertinya,’’ ujar Yoga, warga Kecamatan Merdeka. Dari catatan yang ada di PPGA Sinabung, getaran kuat itu berlangsung selama 3 menit hingga kemudian Baca SINABUNG Hal. 4 http://www.radarlampung.co.id
NN /JP NG ILA UM NG SLA GU
Dahlan menuturkan, problem petani tebu bukan hanya menaklukkan lahan kering seperti di Madura dan beberapa daerah luar Jawa. Tren anomali cuaca yang cenderung basah sepanjang tahun membuat petani tebu harus merugi karena rendemen yang rendah. Curah
JAKARTA – Polemik tentang tang boleh-tidaknya polisi perempuan alias polwan n mengenakan mengenakan jilbab menemukan titik terang. Kapolri ri Je Jenderal nderal Sutarman memberikan izin bagi para ra polwan p untuk mengenakan jilbab. Meski masih berupa ucapan apan n lisan, pernyataan Kapolri itu memberikan erik kan angin segar pagi para polwan yangg ing ingin gin mengenakan jilbab saat berdinas. as. Izin itu disampaikan Sutarman rmaan setelah beramah-tamah dengan gan wartawan di Mabes Polri kemarin. Menurut dia, mengenakan an jilbab merupakan hak asasi setiap ap perempuan muslim apa pun profesinya. ”Saya sudah sampaikan aikaan kepada anggota, kalau misalnya nya ada anggota yang mau pakai (jilbab, ab, Red), R silakan,” ucapnya. Polwan yang ingin berjilbab ab harus h menyediakan sendiri. Mabes bes Polri belum menyediakan anggaran an untuk u pengadaan jilbab. Sebab, padaa dasarnya dassarnya penggunaan jilbab memangg be belum lum
TO
temuan-temuan baru. ”Saya minta peneliti Unej menemukan varietas tebu tahan basah,” katanya.
BERJILBAB
FO
KUNJUNGAN Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan ke Universitas Jember (Unej) kemarin dimanfaatkan pihak kampus untuk menunjukkan berbagai produk penelitian di bidang pertanian dan pangan alternatif. Dahlan juga berdialog dengan sekitar 3.000 mahasiswa. Radar Jember (grup Radar Lampung) melaporkan, salah satu isu yang diangkat dalam dialog itu adalah pembangunan pergulaan nasional. Sebelum itu, Dahlan dipameri varietas tebu transgenik tahan kering yang ditemukan Prof. Bambang Sugiharto, peneliti Unej. Dahlan pun menantang Unej untuk melahirkan
Polwan Boleh
FOTO ILUSTRASI
Briptu Brip p Triandi Sakit Hati Dipicu D ipi Harta dan Pernikahan Tak Direstui BANDARLAMPUNG - Pe P nyidik Polresta Bandarlampung da ar menemui jalan laa buntu mengungkap motif mo o penculikan dan pem pe mbunuhan Agung Budi Bu d Wibowo (11), siswa SD Persit Kartika II. Meski sudah meneM tap pkan Briptu Triandi yang yan n tak lain kakak tiri korban kor rb sebagai tersangka dan n menahannya, Triandi tetap teta a bungkam. ’’Kami beelum l tahu siapa yang membunuh, termasuk me m apa ap p motifnya, karena Triandi Trian n masih tutup mulut,’’ ungkap u Kapolresta Bandarlampung darrl Kombes Dwi Irianto kemarin. k
Namun, penelusuran Radar Lampung menyebutkan motif penculikan yang berakhir dengan terbunuhnya Agung dipicu perebutan harta gonogini dan rasa sakit hati Triandi karena pernikahannya tak direstui. ’’Keluarga besar mereka sempat berselisih. Sebab, ada kecenderungan harta orang tua Triandi akan diwariskan semua kepada adik tirinya. Tidak hanya itu. Ketika Triandi menikah, keluarga mereka tidak merestui hubungan Triandi dan istrinya. Ini yang saya tahu,’’ tutur salah satu kerabat Triandi yang enggan identitasnya disebutkan. Baca BRIPTU Hal. 4
Nonton Formula rmula l 1 di Austin A i Tidak Tid k Lagi L iM Macet, M Mahal, Mah h maupun Repot
Paling Enak Menginap di Camping Ground Nonton Formula 1 di Austin tahun lalu harus menghabiskan banyak tenaga dan uang. Tahun ini, semua serba lebih enak dan lebih murah.
FOTO DEWO PRATOMO/JPNN
COTA bersama pemerintah setempat melakukan banyak gebrakan. Salah satu fokusnya adalah transportasi yang memang menjadi masalah utama. Jika tahun lalu terjadi banyak kekurangan kendaraan bagi orang yang akan meninggalkan sirkuit, tahun ini mereka menyediakan lebih banyak bus. Bus-bus itu didatangkan dari Dallas, San Antonio, maupun kota-kota lain di sekitar Austin. Bahkan, bus sekolah berwarna kuning seperti yang biasanya kita lihat di film-film Amerika difungsikan untuk mengangkut penonton F1. Saking banyaknya bus, yang antre bukan penumpangnya. Yang antre malah bus untuk menunggu giliran dinaiki setelah bus lain penuh dan berangkat.
CAMPING GROUND: Karavan di camping ground, tempat murah dan menyenangkan bagi penonton Formula 1 di Austin.
Baca PALING Hal. 4
Laporan Nanang PriantoDewo Pratomo, AUSTINN TAHUN lalu, antrean untuk naik bus pada jam pulang dari Circuit of The Americas (COTA) mencapai 2 kilometer. Tahun lalu, biaya sewa hotel di Austin semalam paling murah USD400 (sekitar Rp4 juta). Kini pada tahun kedua COTA menjadi tuan rumah Formula 1, semua terasa lebih enak. Antrean untuk mendapatkan bus nyaris tidak ada. Harga kamar hotel pun murah meriah. Setelah tahun lalu penuh keruwetan,
Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327