Satu untuk Semua
SELASA, 21 JANUARI 2014
28 HALAMAN/Rp3.000,-
Lapas Anak Rusuh Dipicu Penemuan Sajam dari Sendok
KOTABUMI – Aksi kekerasan yang terjadi di lembaga pemasyarakatan (lapas) kian panjang. Bahkan, kerusuhan sudah menjalar ke Lapas Anak Kelas IIA Kotabumi, Lampung Utara. Tepat pukul 16.00 WIB Minggu (19/1), enam jendela kaca di lapas itu hancur berkeping-keping. Belum diketahui pasti pemicu kerusuhan tersebut. Namun informasi yang beredar, aksi ini dilatarbelakangi perlawanan napi anak-anak yang tidak suka dirazia. Informasi yang diperoleh Radar Kotabumi (grup Radar Lampung), sempat terjadi bentrok fisik antara sipir dan napi yang berusia di bawah umur. Meski tidak ada korban jiwa, sipir yang meminta bantuan Polres Lampura sudah mengamankan enam napi anak yang memprovokasi aksi. Saat dikonfirmasi, Kepala Lapas Anak Kelas IIA Kotabumi Supriyono membenarkan insiden tersebut. Namun, dia menolak membeberkan kerusuhan. ’’Suasananya sudah kondusif. Nanti saja, saat ini kami sedang sibuk,” singkatnya bergegas meninggalkan Mapolres Lampung saat ditanya kronologis kerusuhan.
SBY Panen Kecaman Bencana Melanda, Sibuk Urus Partai JAKARTA - Selama dua hari lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengunjungi Pulau Dewata untuk melakukan kunjungan kerja (kunker). Di sela-sela kunker tersebut, SBY menyempatkan untuk menghadiri acara internal Partai Demokrat. Tidak hanya itu, pada rencana kunjungannya ke lokasi letusan Gunung Sinabung, agenda partai juga diselipkan. Tak ayal, reaksi dan kecaman muncul dari berbagai pihak. Namun, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga membantah bahwa Presiden SBY lebih mengutamakan kepentingan partai dibanding rakyatnya, khususnya para korban bencana. Daniel menuturkan, SBY selalu memantau perkembangan penanganan tiga bencana yang terjadi di tanah a i r. Yakni di Provinsi Sumatera Utara, DKI Jakarta, dan Sulawesi Utara. ’’Presiden memimpin sendiri langkah koordinasi penanganan bencana di tingkat kabinet,” ungkapnya kepada koran ini kemarin (20/1). Daniel melanjutkan, presiden 64 tahun itu telah menginstruksikan sejumlah pihak terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),
Baca LAPAS Hal. 4
Baca SBY Hal. 4
SBY
CALO PEMONDOKAN HAJI
Bom Gagal Diledakkan
Harga Sengaja Digelembungkan
Densus Bekuk Dua Teroris
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mulai membahas besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2014 bersama DPR. Di antara butir yang krusial adalah penetapan rata-rata biaya sewa pemondokan. Terungkap, selama ini pemerintah menggunakan jasa calo untuk mencari pemondokan. Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenag Mochammad Jasin mengakui tahun lalu Kemenag masih menggunakan jasa calo untuk menyewa pemondokan jamaah haji. Baca HARGA Hal. 4
FOTO GUSLAN GUMILANG/JPNN
AMANKAN TKP: Tim Densus 88 Antiteror Polri dan Polda Jawa Timur meringkus dua terduga teroris di Surabaya tadi malam. Kapolda Jatim Irjen Unggung Cahyono (depan) dan anggota pun langsung mengamankan TKP (tempat kejadian peristiwa).
SURABAYA – Aksi terorisme mengancam Surabaya. Tadi malam (20/1), tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri meringkus dua terduga teroris di ibu kota Jawa Timur tersebut. Keduanya adalah Isnaini Ramdhoni dan Abdul Majid. Mereka ditangkap di dekat SPBU Kedung Cowek, Surabaya, sekitar pukul 19.55 WIB. Isnaini teridentifikasi sebagai warga Kanigaran, Probolinggo. Sedangkan Abdul Majid beralamat di Tanah Merah IV, Kenjeran, Surabaya. Saat ditangkap, g p kedua pelaku sudah udah melengkapi diri dengan bom. om. Keduanya diduga hendak ak meledakkan target tertentu di Kota Pahlawan. Petugas lantas ntas menggiring kedua pelaku kee sebuah rumah kontrakan di Jalan lan Tanah Merah
Sayur I, Kenjeran. Hasilnya, polisi menemukan rangkaian bom di rumah yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari Jembatan Suramadu tersebut. Bom itu berbentuk tabung dengan panjang 30 cm dengan diameter 5 cm. Tabung tersebut berisi paku. Rangkaian bom itu dihubungkan dengan timer. Selain bom aktif, tim Densus menyita sejumlah buku dan bendera hitam dari rumah tersebut. Baca BOM Hal. 4
Keluarga Megawati Ragukan Jokowi FOTO REUTERS
KONTES ELANG Seorang pria Arab siap melepaskan elang dalam kontes elang terbesar di padang pasir dekat Kota Tabuk, Arab Saudi. Para peserta kontes bersaing untuk elang tercepat dalam menyerang mangsanya dan burung yang menjadi pemenang dihargai 200.000 riyal.
Capres Demokrat Jangan Contoh SBY JAKARTA - Politisi PDIP Guruh Soekarnoputra kembali mengutarakan sikap penolakannya jika partainya mengusung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi sebagai
calon presiden (capres). Alasannya, dia mengaku belum tahu arah ideologi yang dianut Jokowi. ’’Dalam hal menata suatu daerah, beliau berpengalaman di Solo. Tetapi, kita belum tahu sejauh mana di bidang politik tata negara. Dan itu, saya juga belum tahu persis ideologinya,” kata Guruh kepada wartawan di DPR, Senin (20/1).
Putra Presiden I RI Soekarno o ini mengatakan, presiden yang ideal harus paham betul dan mengamalkan an isi Pancasila. Pemahaman itu,, lanjutnya, kemudian disandingkan dengan pemahaman Baca KELUARGA Hal. 4
GURUH SOEKAR NOPUTRA
Popzzle, Grup Musik Dewasa yang Menjaga Kemurnian Musik Anak-Anak
Tak Hanya Bersuara Merdu, Vokalis Juga Harus Bisa Mendongeng Hiburan untuk anak-anak semakin tercemari konten dewasa. Tak hanya prihatin, Renny Siregar dan Willy Priyoko memilih beraksi dengan membentuk grup musik Popzzle. Laporan Gunawan Sutanto, JAKARTA DUA cowok dan cewek yang berusia sekitar 25 tahun dengan pakaian warnawarni asyik menari, meloncat sana-sini, dan bergembira bersama anak-anak. Mereka bergerak riang menyanyikan lagu Becak dengan aransemen musik sedikit nge-jazz. Anak-anak muda itulah anggota Pophttp://www.radarlampung.co.id
zzle, grup musik yang beranggota orang dewasa, namun khusus membawakan lagu-lagu anak. Kelompok musik itu didirikan oleh dua sahabat, Renny Siregar (35) dan Willy Priyoko (40). ’’Sejak 10 tahun bersahabat dengan Mas Willy, saya memikirkan hiburan anak yang makin ter-
kontaminasi konten dewasa. Dunia anak yang ceria dan polos disuguhi cinta-cintaan, yang seharusnya konten dewasa,” kata Renny, yang lama berkecimpung di dunia majalah perempuan ini.
FOTO DOK. POPZZLE
SELALU RIANG Personel grup musik Popzzle, (dari kiri) Andra Karna, Natalie, Sarah Jane, dan Ian Saybani.
Dari situ, Willy yang kemudian menekuni industri radio broadcasting terpikir untuk membuat sebuah proyek yang intinya mengembalikan hiburan anak. ’’Kami memilih dunia musik. Awalnya nekat saja karena kami berdua tidak punya pengalaman membentuk grup pop,” katanya. Proyek idealisme dua sahabat ini kemudian mendapatkan dukungan banyak pihak. Support datang dari pelatih vokal, koreografer, psikolog, fashion stylish, sampai seorang life coach. Mereka membantu Renny dan Willy mulai proses audisi sampai workshop untuk talent yang terpilih masuk Popzzle. Proyek itu mulai digarap pada 19 Februari 2011. Mengapa idealisme memurnikan hiburan anak ditempuh lewat jalur musik? Menurut Willy, Baca TAK Hal. 4 Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327