28 HALAMAN/Rp3.000,-
Satu untuk Semua
SABTU, 25 JANUARI 2014
BUTUH 12 TIANG PANCANG Setiap Tiang Sebesar Lapangan Sepak Bola BANDARLAMPUNG - Menggantungnya megaproyek Jembatan Selat Sunda (JSS) membuat gerah semua pihak. Termasuk Pemerintah Provinsi Lampung. Momentum ini tidak disia-siakan Wakil Gubernur Lampung Joko Umar Said untuk menumpahkan Baca BUTUH Hal. 4
RESMIKAN DERMAGA Dahlan Iskan menghadiri peresmian dan pengembangan Pelabuhan Panjang dalam mendukung program nasional MP3EI koridor Sumatera.
FOTO ALAM ISLAM
SIM dan Nopol Digarap BUMN CEGAH KORUPSI, WACANAKAN ALMATSUS JAKARTA - Wakapolri Komjen Oegroseno geram dengan kemenangan perusahaan milik Budi Susanto dalam pengadaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) tahun lalu. Selain meminta tender diulang, Oegros mewa-
canakan untuk menjadikan SIM (surat izin mengemudi) dan TNKB sebagai alat material khusus (almatsus). Wacana tersebut saat ini sedang digodok di internal Polri, antara Asrena, Assarpras, dengan Korlantas. Dengan menjadikan SIM dan nomor polisi (nopol) atau TNKB sebagai almatsus, mau tidak mau produksinya harus dilakukan sendiri
PUTUSAN MK
Dahlan-Pramono Sengit
ILUSTRASI HANDOKO/RADAR LAMPUNG
JUDICIAL review atau uji materi terhadap UndangUndang (UU) Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden (Pilpres) yang usai dibacakan hakim konstitusi telah mengubah paradigma hakim konstitusi selama ini dalam mengambil keputusan. Pasalnya, putusan UU Pilpres itu tergolong unik karena tidak diberlakukan seketika, namun baru berlaku pada 2019. Hal tersebut disampaikan salah satu hakim konstitusi Harjono di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin (24/1). Baca PARADIGMA Hal. 4
Pengumuman CPNS K2 Molor Lagi FOTO REUTERS
Seniman Tiongkok Li Hongbo menggunakan jarum besi untuk menghilangkan debu dari sebuah karya patung dari bongkahan kertas di studionya di pinggiran Beijing. Li mengatakan selalu mencintai segala sesuatu dari kertas.
Baca SIM Hal. 4
Seri II Debat Capres Konvensi di Palembang
Paradigma Hakim Berubah
PATUNG KERTAS
oleh negara. Dalam hal ini, BUMN yang bakal ketiban getah. ’’SIM dan TNKB itu barang milik negara, bukan milik Polri. Jadi yang kami ciptakan itu dokumen negara,” ujar Oegros usai salat Jumat di Mabes Polri kemarin.
JAKARTA - Pengumuman hasil tes kompetensi dasar (TKD) CPNS dari jalur honorer kategori dua (K2) bakal mundur dari jadwal yang ditentukan pemerintah. Badan Kepegawaian Negara (BKN) beralasan ada masalah teknis yang memerlukan waktu untuk menyelesaikannya. ’’Pengumumannya kemungkinan sedikit mundur. Apalagi ini sudah tanggal 24 Januari,” kata Kepala BKN Eko Sutrisno
PALEMBANG - Debat calon presiden konvensi Partai Demokrat seri kedua di Palembang Sport Convention Center (PSCC) kemarin (24/1) berlangsung lebih panas. Lewat pembahasan masalah yang lebih menjurus, mulai terlihat keragaman pandangan dari masing-masing peserta. Di antaranya ketika disinggung mengenai cara paling efektif menangani persoalan pemberantasan korupsi di tanah air. Dari pertanyaan itulah, terlihat perbedaan pandangan antara Dahlan Iskan dan Pramono
Edhie Wibowo. Awalnya, Dahlan yang mendapat kesempatan menanggapi lebih dahulu menyampaikan pan dangannya bahwa penyempurnaan sistem yang bisa menekan dan membatasi perilaku korupsi harus lebih diutamakan. ’’Iya, saya (kalau jadi presiden) lebih mengutamakan penyempurnaan sistem,” kata menteri BUMN ini. Dia memaparkan, selama ini publik masih kerap dibuat terperangah ketika korupsi terus terjadi, meski di sisi lain aparat begitu kuat melakukan upaya pemberantasan. Termasuk, lanjut dia, Baca DAHLAN Hal. 4
kemarin. Ia menjelaskan, saat ini konsorsium perguruan tinggi negeri (PTN) masih bekerja. Beberapa teknisi yang habis penugasannya harus diperpanjang oleh rektor. Itu sebabnya waktu pengumumannya bergeser dari jadwal yang sudah ditetapkan, yaitu akhir Januari. Baca PENGUMUMAN Hal. 4
Pramono Edhie
Cara Dridikus Kelana Pertahankan Kekunoan Tip Top Restaurant Medan
Jadi Jujukan Turis Eropa untuk Nostalgia Kota Medan, Sumatera Utara, memiliki banyak tempat wisata bersejarah. Salah satunya Tip Top Restaurant and Lunch Room, restoran bernuansa jadul (jaman dulu) di kawasan pecinan Kesawan. Restoran yang berdiri sejak 1934 itu mampu menjaga orisinalitas bangunan maupun menu masakannya. Laporan Gunawan Sutanto, MEDAN LIVE music dengan lagu-lagu nostalgia menyambut para pengunjung yang datang ke Tip Top Restaurant and Lunch Room siang itu. Foto-foto hitam putih yang menghiasi dindingdindingnya semakin menegaskan bahwa Tip Top adalah rumah makan yang berusaha mempertahankan nilai-nilai kesejarahannya. http://www.radarlampung.co.id
FOTO GUNAWAN SUTANTO/JPNN
BERSEJARAH: Dridikus Kelana di depan restorannya yang masih mempertahankan orisinalitas bangunan dan menu-menu masakannya.
Tampak di antaranya foto tentara sekutu yang sedang berbaris dengan latar belakang bangunan restoran di Jalan Kesawan (kini Jalan Ahmad Yani) tersebut. Konon, foto itu dijepret pada tahun 1947. ’’Bangunan ini masih orisinal semuanya. Hampir tidak ada yang berubah meski pernah direnovasi beberapa kali,’’ ujar Dridikus Kelana, generasi ketiga pemilik Tip Top, ketika ditemui Jawa Pos (grup Radar Lampung), Sabtu siang (18/1). Dridikus lalu mengajak koran ini menikmati cuilan-cuilan sejarah Medan masa lalu yang berkaitan dengan restoran tua itu. Wisata sejarah tersebut dimulai dari foto-foto kuno yang dipajang sebagai hiasan interior restoran. ’’Coba lihat foto ini dan bedakan dengan yang sekarang. Nyaris tidak ada yang berubah, bukan?’’ kata Dridikus sambil menunjuk foto bangunan Tip Top pada 1940-an dan Baca JADI Hal. 4 Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327