RABU, 27 AGUSTUS 2014
36 HALAMAN/Rp4.000,-
Densus Gerebek Pemasok Senjata Perampokan CIMB SERANG - Para anggota Densus 88 Mabes Polri kembali beraksi. Hasilnya, tiga orang terduga teroris diamankan dari sebuah ruko di Jl. Kolonel Tb. Suwandi Lingkar Selatan, Ciracas, Kota Serang, kemarin (26/8). Mereka diduga terlibat jaringan pelatihan teroris di pegunungan Junto, Nanggroe Aceh Darussalam, dan perampokan CIMB Niaga, Medan, Sumatera Utara, sebagai pemasok senjata. Tiga terduga teroris itu berinisial I alias D, Z, dan H alias B. Ketiga terduga teroris asal Solo, Serang, dan Surabaya itu langsung dibawa ke Mabes Polri setelah transit di Mapolres Serang. Sedangkan istri terduga utama H berinisial SF yang juga diamankan dari dalam ruko itu diserahkan Densus 88 Mabes Polri ke Mapolres Serang. Informasi yang dihimpun Radar Banten (grup Radar Lampung), operasi satuan khusus antiteror itu dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelum operasi penggerebekan berlangsung, anggota Densus 88 Mabes Polri melakukan sterilisasi. Sekitar 30 menit arus lalu lintas yang menuju lokasi penggerebekan Baca | DENSUS | Hal. 8
ILUSTRASI HANDOKO/RADAR LAMPUNG
Tiga Tokoh Lampung Masuk Bursa Menteri
FOTO JPNN
DIAMANKAN: Salah satu dari tiga terduga teroris ketika akan dinaikkan ke mobil oleh anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri kemarin (26/8).
JAKARTA – Rakyat Indonesia kini menunggu-nunggu nama menteri yang dipilih Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu tugasnya memimpin pemerintahan hingga 2019. Dari nama yang dipilih dan struktur kabinet yang dite-
tapkan itulah, rakyat bisa menilai apakah Jokowi berkomitmen dengan janji-janjinya selama kampanye atau tidak. Sadar atas harapan itu, Jokowi menyatakan sedang menyeleksi sekitar seratus orang sebagai calon menteri dalam
pemerintahannya. Jokowi yang masih menjadi gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan, sebuah lembaga rekrutmen profesional (head-hunter) swasta telah memberikan masukan kepada dirinya untuk memilih calon-calon menteri.
Pemohon Tarik Gugatan ke MK
Baca | PEMOHON | Hal. 8
head-hunter untuk didalami. Dia mengungkapkan, masukan dari lembaga head-hunter itu berupa nama, pendidikan, riwayat pekerjaan, rekam jejak, dan foto. Baca | TIGA | Hal. 8
Sang Ratu Tilang Terancam Miskin
SUNTIK MATI
MASIH ingat dengan Ignatius Ryan Tumiwa, pemohon legalisasi euthanasia atau suntik mati yang sempat menangis saat menjalani persidangan perdana di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu? Alumnus jebolan program pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini akhirnya mencabut permohonan uji materi (judicial review) terhadap pasal 344 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang melarang penghilangan nyawa atas kemauan sendiri. Melalui kuasa hukumnya, Fransisca Indrasari, Ryan mencabut seluruh permohonannya itu dalam sidang perbaikan permohonan yang digelar kemarin (26/8) di ruang sidang pleno lantai 4 Gedung MK. Ryan sendiri tidak dapat hadir di dalam persidangan yang dibuka pukul 13.40 WIB itu karena masih menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Duren Sawit, Jakarta Timur. ”Mohon maaf, Yang Mulia. Kebetulan dari klien kami ingin mencabut permohonannya, Yang Mulia,” kata Fransisca saat menjawab pertanyaan dari Ketua
’’Head-hunter itu sudah memberikan input kepada kami berupa nama-nama. Jumlahnya masih ratusan. Tapi, masih dikerucutkan,’’ katanya belum lama ini. Menurut Jokowi, setelah diseleksi, nama-nama itu dikembalikan kepada lembaga
Divonis Lima Tahun Penjara Plus Denda Rp100 Juta dan UP Rp1,4 M
GRAFIS HANDOKO/RADAR LAMPUNG
Lamteng Terancam Mundur Awas Website Palsu Merebak!
GUNUNGSUGIH – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah terancam menyusul Lampung Timur dan Lampung Barat yang sebelumnya telah menyatakan diri batal melaksanakan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini. Kondisi ini terjadi lantaran berbagai persoalan yang membelit Pemkab Lamteng. Hal ini diutarakan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lamteng Adi
Erlansyah kemarin (26/8). Pejabat karir nomor satu di Lamteng ini menyatakan, persoalan utama yang dihadapi pemkab terkait rekrutmen CPNS adalah tidak adanya anggaran untuk tes dan honor tes. ”Kita memang tidak ada anggaran untuk tes CPNS,” kata nya
BANDARLAMPUNG – Mantan Bendahara Khusus Kejaksaan Negeri Bandarlampung Rika Aprilia akhirnya kena batunya. Terdakwa kasus penyimpangan dana tilang ini dihadiahi vonis lima tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang kemarin.
Tidak hanya itu. Ratu Tilang ini pun dijatuhi denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan. Selain itu, warga Jl. Imam Bonjol, Gg. Tirta Kencana, Langkapura, Bandarlampung, ini juga diharuskan membayar uang pengganti (UP) Rp1,4 miliar. Baca SANG Hal. 8
kepada Radar Lamteng (grup Radar Lampung) di kantor pemkab setempat kemarin. Hingga kemarin, lanjut dia, pihaknya masih berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Pasalnya, selain tidak memiliki anggaran, Pemkab Lamteng juga belum siap melaksanakan tes CPNS yang kini menggunakan sistem computer assisted test (CAT). ”Pemkab Lamteng nampaknya juga belum siap melaksanakan sistem CAT. Namun,
FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADAR LAMPUNG
Baca | LAMTENG | Hal. 8
LESU: Terdakwa Rika Aprilia saat mendengarkan vonis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungkarang kemarin.
Mengikuti Festival Budaya Tua Buton yang Mulai Dihidupkan Lagi
Ribuan Bayi Diguling-gulingkan, Para Pemuda Minta Disuapi
BADAI CRISTOBAL
FOTO REUTERS/NASA
Badai tropis Cristobal digambarkan satelit NASA dekat Kepulauan Turks dan Caicos pada 25 Agustus 2014. Cristobal telah menjadi badai ketiga di Atlantik pada tahun ini. http://www.radarlampung.co.id
Kemeriahan Sail Raja Ampat 2014 di Papua ternyata bergema hingga Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Para peserta sempat mampir di pulau itu untuk menyaksikan festival budaya yang sengaja diadakan untuk menyambut mereka. Wartawan Jawa Pos (grup Radar Lampung) Bayu Putra ikut menyaksikan festival budaya yang tergolong tua itu. VERLI Salsabila tampak terkejut ketika tiba-tiba ada tangan keriput yang mengambil dirinya dari gendongan Marlina, ibunya. Bayi setahun itu kemudian ber-
FOTO BAYU PUTRA/JPNN
hadapan muka dengan Ina (Nenek) Woe, salah seorang sesepuh di Kecamatan Batauga, Buton, yang akan ”meruwat”-nya. Sejurus kemudian, Ina Woe membalik badan Verli. Wajah bayi itu lalu didekatkan ke tungku arang kelapa yang masih mengeluarkan asap. Sontak, Verli menangis kencang dan memberontak karena kepanasan. Namun, perempuan 85 tahun itu tidak peduli. Setelah beberapa kali mendekatkan wajah si bayi ke tungku, dia merebahkannya dalam posisi tengkurap di atas selembar daun pisang yang telah diolesi minyak kelapa. Dia juga memercikkan air ke punggung bayi itu dengan tangkai-tangkai tanaman yang masih berdaun.
FESTIVAL LANGKA: Para turis asing peserta Sail Raja Ampat 2014 mampir ke Buton untuk menyaksikan festival budaya tua di pulau itu.
Baca | RIBUAN | Hal. 8 Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327