FOTO MOHAMAD QORI/JPNN
SELASA, ELASA, 28 JANUARI 2014
28 HALAMAN/Rp3.000,HALAMAN AN A N/R /Rp3 p .000
Satu untuk Semuaa
TANGGAPI SOMASI PRESIDEN Mantan Menkeu era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Rizal Ramli (tengah), didampingi Tim Hukum Pengawal Demokrasi dan Kebebasan Pendapat usai memberikan keterangan pers.
Transaksi Jabatan Goyang Istana Dibeber Mantan Menkeu Era Gus Dur JAKARTA – Mantan menteri keuangan (Menkeu) era Presiden Abdurrahman Wahid
atau Gus Dur, Rizal Ramli, membeber adanya transaksi jabatan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono sebelum keduanya memenangkan
Pemilu 2009. Tuduhan ini membuat Presiden SBY berang. Melalui pengacara pribadinya, Palmer Situmorang, SBY melayangkan somasi kepada
Rizal terkait pernyataan yang diungkapkannya di sebuah tayangan stasiun televisi swasta. Baca TRANSAKSI
Hal. 4
Pak, Ini Soal Nyawa! BANDARLAMPUNG – Terkuaknya keberadaan ambulans yang diduga membuang pasien renta hingga meninggal dunia tidak membuat DPRD Bandarlampung tergerak. Utamanya komisi D yang membidangi soal kesehatan. Wakil rakyat di komisi ini tak bisa berbuat banyak. Malah, mereka menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. ’’Saya tidak bisa berkomentar banyak kalau
ak DPRD T , k Berkuti n u Polisi p g Bimban
menyangkut soal ini karena sudah masuk ke ranah hukum. Kami menyerahkannya ke aparat saja,’’ kata Ketua Komisi D DPRD Bandarlampung Nandang Hendrawan. Senada, Wakil Wali Kota Bandarlampung Thobroni Harun mengatakan, tidak yakin jika kendaraan yang telah membuang pasien renta hingga meninggal itu milik Rumah Sakit Umum Daerah dr. A. Dadi Tjokrodipo (RSUDDT). Jika benar, pihaknya menyerahkan prosesnya
ke ranah hukum. ’’Biarkan aparat yang menyelidikinya,’’ ungkap Thobroni usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Bandarlampung kemarin (27/1). Menurutnya, perbuatan itu merupakan perbuatan yang sangat tidak terpuji. Sebab, setiap orang membutuhkan hidup yang layak. Jika rumah sakit membuang pasien, sama saja dengan pembunuh. ’’Makanya, kami menyerahkan sepenuhnya
ke ranah hukum. Saya tidak akan panggil direkturnya menyangkut masalah ini. Kan belum bisa dipastikan apakah benar punya rumah sakit atau tidak. Biarkan aparat menyelidikinya,” ujarnya. Di bagian lain, Direktur Utama RSUDDT dr. Indrasari Aulia pun memilih untuk menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada kepolisian. Baca PAK Hal. 4
Densus Gerebek Lamtim Ciduk Pembunuh Briptu Ruslan
FOTO AJI SAKTIYANTO
BEJAT! Deden Heriansyah alias Asep (60), warga Jl. Tirtayasa, Sukabumi, Bandarlampung, tega memerkosa anak kandungnya yang masih berumur 14 tahun.
Bibir Kian Tebal, Bongkar Aksi Cabul
GUNUNGPELINDUNG – Tim gabungan dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, Polda Metro Jaya, Polres Bogor, dan Polda Lampung ’’ m e ngoboko b o k ’’
Kecamatan Gunungpelindung, Lampung Timur, kemarin (27/1). Mereka meringkus Komarudin alias Kokom, warga Desa Negeriagung, Kecamatan Gunungpelindung. Pria 30 tahun ini diduga terlibat dalam komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) yang menembak mati anggota Sabhara Mabes Polri Briptu Ruslan beberapa waktu lalu. Tersangka diamankan ketika sedang berada di Desa Pempen, Kecamatan Gunungpelindung.
Kini tersangka masih diamankan di Mapolsek Matarambaru, Lamtim, guna pengembangan penyidikan lebih lanjut. Baca DENSUS Hal. 4
15 Ribu PNS Dapat Rumah Baru KUOTA CPNS 2014 ADA 100 RIBU KURSI
Gadis 14 Tahun Dicemari 17 Kali
JAKARTA – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menargetkan penyaluran pembiayaan tambahan uang muka rumah bagi PNS yang cukup tinggi tahun ini. Melalui Badan Perimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum PNS), pemerintah optimistis dapat membiayai 15 ribu unit rumah pertama untuk PNS. Kepala Pelaksana Sekretariat
BANDARLAMPUNG Deden Heriansyah alias Asep (60) ditangkap polisi karena merudapaksa anak kandungnya sebanyak 17 kali sejak Oktober 2013. Setiap beraksi, tersangka mengancam korban dengan senjata tajam. Korban yang baru berusia 14 tahun ini merupakan anak kedelapan dari istri keempat yang telah berpisah. Saat ditangkap, Asep berada di rumahnya, Jl. Tirtayasa, Sukabumi, Bandarlampung, bersama istri kelimanya itu. Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Dery Agung Wijaya mengatakan, tersangka memerkosa anaknya Baca BIBIR Hal. 4
Tetap Bapertarum PNS Heroe Soelistiawan mengatakan, sebetulnya target itu tak jauh berubah dibandingkan tahun lalu. Bahkan, ia mengakui realisasi serapan pembiayaan uang muka perumahan bagi PNS itu belum maksimal. Sebab, pada 2013 pihaknya hanya mengucurkan dana untuk 1.000 unit rumah dengan total pembiayaan sebesar Rp15 miliar. Baca 15 RIBU Hal. 4
Profesor Penggagas Alat Penangkap Energi Matahari untuk AC
Satu Alat Bisa Dinginkan Enam Lantai Pemanfaatan energi panas matahari (solar thermal energy) di Indonesia belum maksimal. Umumnya hanya dipakai untuk mesin pemanas atau menjadi sumber aliran listrik. Tapi, di tangan dosen Fakultas Teknik UI Prof. Muhammad Idrus Alhamid dan tim, sinar matahari bisa menjadi AC ramah lingkungan. Laporan Hilmi Setiawan, JAKARTA PELATARAN kompleks Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) di Depok, Jawa Barat, sekarang terlihat sesak. Sebab, seperangkat solar thermal cooling system (STCS) berukuran jumbo didirikan di areal itu. Total lahan yang dipakai guna menempatkan peralatan untuk menangkap sinar http://www.radarlampung.co.id
matahari itu kira-kira seukuran lapangan bola voli. Komponen utama peralatan itu berada di rooftop Manufacturing Research Center (MRC), gedung anyar berlantai enam. Peralatan itu didesain untuk menangkap dan menyimpan panas sinar matahari. Menurut Prof. Muhammad
FOTO HILMI SETIAWAN/JPNN
PENGGANTI ENERGI AC: Profesor Muhammad Idrus Alhamid di depan solar thermal cooling system yang ditempatkan di halaman Fakultas Teknik UI, Depok, kemarin (27/1).
Idrus Alhamid, koordinator tim pembuat, alat yang diletakkan di lantai paling atas gedung MRC itu bernama solar heat panel. Komponennya terdiri atas rangkaian tabung seukuran betis orang dewasa dengan panjang sekitar satu meter. Tabung-tabung itu disusun menjadi 61 rangkaian. Setiap rangkaian berisi 16 tabung kaca. Jadi total tabung penangkap energi matahari itu berjumlah 61 x 16=976 buah. “Di setiap tengah tabung kosong ini ada tembaganya,” kata Idrus saat ditemui Jawa Pos (grup Radar Lampung) di ruang kerjanya kemarin (27/1). Baca SATU Hal. 4 Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327