RADAR LAMPUNG | Rabu, 29 Januari 2014

Page 1

28 HALAMAN/Rp3.000,-

SSatu atu uuntuk ntuk SSemua emua

RABU, 29 JANUARI 2014

Ferrari, Lamborghini, dan Bentley

Sesaki Parkir KPK Koleksi Supercar Wawan dan Akil

DISITA KPK

FOTO AGUS WAHYUDI/JPNN

Mobil Rolls Royce milik Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di halaman KPK setelah disita kemarin (28/1). Kemarin, KPK menyita empat mobil berjenis Lamborghini Aventador, Ferrari, Bentley, dan Rolls Royce. Total, KPK telah menyita 17 mobil terkait dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu.

JAKARTA – Parkiran mobil gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belakangan makin mirip showroom mobil mewah. Ini setelah lembaga antirasuah itu menyita lagi empat mobil mewah milik Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Penyitaan mobil itu melengkapi 15 mobil yang sebelumnya telah disita karena diduga sebagai pencucian uang adik Ratu Atut Chosiyah tersebut.

Empat mobil mewah yang disita itu, yakni Lamborghini Aventador putih B 888 WAN, Ferrari Spider merah B 888 CNW, Rolls Royce Ghost hitam B 888 CHW, dan Bentley Flying Spur hitam B 888 GIF. Empat mobil mewah ini ditemukan KPK di sebuah rumah yang difungsikan seperti diler di kawasan Tanah Abang. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengungkapkan, supercar itu melengkapi 17 mobil dan 1 motor gede (moge) Harley Davidson yang sebelumnya sudah dikandangkan KPK. Baca FERRARI Hal. 4

Impor Beras Vietnam Dilidik FOTO DONI KURNIAWAN/JPNN

JAKARTA – Surplus beras sebanyak 5,4 juta ton pada 2013 tidak membuat keran impor tertutup. Bahkan banyak beras impor kategori medium dari Vietnam beredar di pasaran. Padahal izin impor hanya diberikan untuk beras khusus dengan kuota 16.900 ton. Ini hasil temuan Direktorat Jenderal Bea dan

Cukai. Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai Susiwiyono menyatakan bahwa sepanjang 2013 memang dikeluarkan izin impor, namun untuk kategori beras khusus. ’’Beras medium yang ada di pasaran memiliki surat perizinan impor (SPI) sah dan dikeluarkan secara resmi oleh Kemen-

terian Perdagangan (Kemendag). Beras dengan kode HS (harmonyzed system) 1006.30.99.00 itu juga dilengkapi laporan surveyor,’’ ujarnya kemarin (28/1). Pihaknya mengakui ada kesamaan kode HS untuk beras kategori khusus dan medium. Karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Pasalnya, berdasar catatan Bea dan

Cukai, beras dengan kode HS 1006.30.99.00 telah masuk sebanyak 83 kali oleh 58 importir sepanjang 2013. ’’Kita sedang mengadakan penyelidikan dan investigasi terkait dengan pelanggaran importasi beras ini,’’ ungkapnya. Baca IMPOR Hal. 4

KUE KERANJANG Pekerja di Jl. Tirtayasa, Kebon Sayur, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Serang, Kota Serang, kemarin mengemas kue keranjang sebelum dipasarkan ke wilayah Banten, Bogor, Jakarta, Tangerang, dan Bandung. Menjelang perayaan Imlek 2565, permintaan meningkat hingga 70 persen.

Somasi SBY Salah Alamat

DANA HAJI

Setahun Naik Rp12 T KEMENTERIAN Agama (Kemenag) baru saja menuntaskan penyusunan laporan keuangan angan haji periode 2013. Hasilnya, selama elama kurun waktu 2013 terjadi adi peningkatan dana haji sebesarr Rp12 triliun. Hingga tutup buku 2013, dana haji yang tersimpan di rekening Menag mencapai Rp67 triliun. Direktur Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Anggito Abimanyu menjelaskan bahwa dalam rekapitulasi laporan keuangan haji 2012 ditetapkan bahwa dana yang tersimpan berjumlah Rp55 triliun. “Sedangkan outstanding aset Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) per Desember 2013 adalah Rp67 triliun. Ada peningkatan signifikan,” katanya kemarin. Anggito menjelaskan, Kemenag menggunakan istilah aset karena tidak seluruhnya berbentuk uang. Tapi, juga ada yang berupa aset haji yang dikenal dengan barang milik haji (BMH). Sejak 2012, laporan keuangan haji Kemenag ini selalu mendapat penilaian wajar dengan pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

FOTO TEDY KROEN/JPNN

TANGGAPAN SOMASI SBY: Anggota Komisi III DPR yang juga Wasekjen PKS Fahri Hamzah (kiri) memberikan keterangan pers di gedung parlemen, Jakarta, kemarin (28/1).

Baca SETAHUN Hal. 4

JAKARTA – Somasi yang diajukan tim pengacara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarga kepada Fahri Hamzah tak digubris. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dipersoalkan karena statement-nya di media tentang dorongan agar putra Presiden SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), segera diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dianggap salah alamat. ’’Ibarat lagu Ayu Ting-Ting, pengacara Pak SBY sudah salah alamat,’’ kata Fahri saat menggelar konferensi pers di kompleks parlemen, Jakarta, kemarin (28/1). Menurut dia, sebagai anggota DPR, pihaknya memiliki hak imunitas yang diatur konstitusi.

Intinya, anggota DPR tidak dapat dituntut di depan pengadilan karena pernyataan, pertanyaan, dan/atau pendapat yang dikemukakannya sepanjang berkaitan dengan fungsi serta tugas dan wewenang DPR. Dia menegaskan, pernyataannya tentang KPK yang perlu pula segera memeriksa Ibas berkaitan langsung dengan tugasnya sebagai salah satu anggota Komisi Hukum dan HAM DPR. Dia menyatakan, dorongan agar KPK bertindak imparsial adalah spirit yang menjadi tolok ukur keadilan. “Kantor hukum (SBY, Red) ini perlu belajar hukum lagi,” ungkap Fahri, lantas tersenyum. Baca SOMASI Hal. 4

Akil Mengaku Menangkan Khofifah Akui Minta Uang karena Didesak Menangkan Karsa

Akil Mochtar

JAKARTA – Menjelang pelimpahan berkas perkara, Akil Mochtar membuat manuver. Dia mengaku pada sengketa Pilgub Jawa Timur, sebenarnya memenangkan pasangan Khofifah-Herman S. Sumawiredja. Dia juga mengaku didesak

partai politik untuk memenangkan pasangan Karsa (Soekarwo-Saifullah Yusuf). Hal itu diungkapkan pengacara Akil yang juga pengacara Khofifah, Otto Hasibuan. Dia mengaku, usai membesuk kliennya untuk membahas pesan BlackBerry

Messenger (BBM) yang menyebutkan Akil meminta uang Rp10 miliar untuk memenangkan pasangan Karsa. “Saya menemui beliau untuk mengonfirmasi soal itu. Saya menyatakan akan mundur jika memang Pak Akil Baca AKIL Hal. 4

Khofifah

Pingkan Irwin dan Abdul Qowi Bastian, Pencetus Gerakan Ayo Vote

Gandeng Stand Up Comedian, Uji Wawasan lewat Video Blog Di tengah apatisme anak muda terhadap politik, inisiatif dua anak muda ini patut diacungi jempol. Mereka mengajak generasi muda melek politik agar tidak salah dalam menentukan pilihan. Laporan Naufal Widi A.R., JAKARTA PEMANDANGAN berbeda tersaji di Mal F.X. Sudirman, Jakarta, akhir pekan lalu (25/1). Atribut partai politik peserta Pemilihan Umum 2014 menghiasi stan-stan di lantai dasar mal yang biasa dijadikan tempat hangout anak muda itu. Ada tujuh booth dengan alat peraga partai masing-masing sebagai penanda. Sebuah kegiatan yang diberi

http://www.radarlampung.co.id

tajuk Kampung Politik hari itu tengah berlangsung. Di booth, pengunjung bisa berinteraksi dengan perwakilan parpol. Pengunjung juga bisa menanyakan ini dan itu terkait keberadaan partainya. Tidak jauh dari stan parpol terdapat ministage dengan tinggi sekitar 50 sentimeter. Di panggung kecil itu dilangsungkan

FOTO NAUFAL WIDI A.R/JPNN

SADAR POLITIK: Pingkan Irwin dan Abdul Qowi Bastian menunjukkan toolkit Ayo Vote, sebuah gerakan edukasi politik bagi pemilih muda yang mereka gagas.

diskusi. Hadir para calon anggota legislatif (caleg) dengan usia relatif muda. Suasana diskusi pun lumayan gayeng. Bukan tanpa alasan jika Kampung Politik diadakan di F.X. Sudirman yang didatangi banyak anak muda. Begitu juga narasumber yang terlibat dalam diskusi yang semuanya para caleg muda. Itulah aktivitas yang diinisiasi Ayo Vote bekerja sama dengan Gerakan Parlemen Muda yang menyasar pengunjung anak-anak muda. Adalah Pingkan Irwin dan Abdul Qowi Bastian, dua anak muda yang menjadi aktor di balik gerakan Ayo Vote. Baca GANDENG Hal. 4

Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.