290418

Page 1

20 HALAMAN/Rp4.000

29 APRIL 2018

PASLON UMBAR JANJI PELAYANAN MASYARAKAT

BANDARLAMPUNG – Empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung berkomitmen memperbaiki sektor pelayanan publik di Sai Bumi Ruwa Jurai. Tekad ini mereka ungkapkan dalam acara debat kandidat II di Hotel Novotel Lampung, tadi malam. Sayang, debat kandidat terkesan biasa. Tidak terjadi diskusi menarik antarpaslon menyikapi komitmen paslon satu kepada paslon lainnya. Bahkan, debat berlangsung antiklimaks. Antarpaslon terkesan hanya saling melengkapi jawaban yang telah dilontarkan paslon sebelumnya. Baca | PASLON | Hal. 4

FOTO-FOTO RIZKI PANCHANOV/RADAR LAMPUNG

DEBAT KANDIDAT II: Para paslon saat menghadiri acara debat kandidat di Hotel Novotel Lampung tadi malam. Acara kian semarak dengan kehadiran para pendukung dan simpatisan paslon.

Nunik Paling Bersinar DEBAT kandidat jilid II yang awalnya digadang bakal menyajikan sebuah tontonan menarik malah berakhir mengecewakan. Sejumlah kalangan menilai debat kandidat berjalan biasa tanpa ada kejutan berarti. Salah satu yang menilai demikian adalah Akademisi Fisip Universitas Lampung (Unila) Budi Kurniawan. Baca | NUNIK | Hal. 4

DEBAT BERJALAN DATAR JAUH panggang dari api. Ungkapan itu rasanya pas ditujukan pada acara debat kandidat II yang digelar di Hotel Novotel tadi malam. Keempat pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung kurang berhasil mengoptimalkan pemikirannya membuat terobosan bidang birokrasi dan pelayanan publik. “Jadi debat kandidat II berjalan datar saja,” kata Akademisi Universitas

Lampung (Unila) Dr. Dedy Hermawan, tadi malam. Kepada Radar Lampung dia menjelaskan, keempat paslon tersebut tidak ada yang merujuk kepada pemecahan solusi akar masalah sesuai dengan tema yang diangkat. “Dalam acara tadi, tidak muncul gagasan yang benar-benar menjadi terobosan bagaimana sebuah pelaksanaan birokrasi bisa berjalan,” cetusnya.

Menurut dia, selain tidak ada paslon yang menampilkan solusi, penguasaan materi juga masih belum komprehensif. “Belum terlihat secara jelas langkah strategis apa yang dilakukan untuk perubahan birokrasi daerahnya,” keluhnya. Dia meyakini, kalangan menengah ke atas juga akan men-judge bahwa keseluruhan Paslon juga tidak berhasil

menjadi sosok yang melaksanakan birokrasi. “Yang muncul hanya sekadar rencana untuk menghias acara secara entertaint saja. Tidak ada pemikiran secara signifikan yang muncul dari masing-masing paslon. Begitu pun dengan incumbent yang seharusnya sudah melanglang buana mengenai poin ini,” terangnya. Baca | DEBAT | Hal. 4

Terompet, Angklung Hingga Rebana Meriahkan Kehadiran 4 Paslon DEBAT kandidat jilid II di Hotel Novotel Lampung tadi malam berlangsung meriah. Seperti sebelumnya, pemicu kemeriahan adalah aksi para simpatisan dan pendukung dari masing-masing calon. Paslon pertama yang datang adalah A. Jajuli. Dia datang sendiri tanpa Cagub Mustafa yang saat ini masih berurusan dengan KPK. Baca | TEROMPET | Hal. 4

Tugu Tani, Ikon Daerah yang Tengah Digandrungi

BACA

DESTINASI

10

HAL.

Menulis Juga INDEKS Motivasi Hidup

BACA

INSPIRASI

18

HAL.

Astaga, Pesta Nikah Jadi Ajang Pesta Sabu

BACA

METROPOLIS

HAL.

20

Lambatnya Kereta Cepat Oleh: Dahlan Iskan

http://www.radarlampung.co.id

AMERIKA sudah lebih dulu bangun kereta cepat. Rencananya. Misalnya jurusan Las Vegas–Los Angeles ini. Rencana itu sudah matang sejak tahun 2005. Sejauh sekitar 300 km. Ingin segera mempercepat yang selama ini lambat: empat jam naik mobil. Atau 6 jam naik bus Greyhound. Seperti yang pernah saya lakukan. Sampai hari ini rencana itu belum juga dimulai. Sudah 17 tahun. Padahal

sudah begitu banyak energi dikeluarkan. Di pemerintah pusat maupun daerah. Pemilik proyeknya pun sebenarnya sudah disetujui: Marnell Carrao Associates. Perusahaan swasta terbesar bidang kontraktor dan arsitektur. Tidak ada BUMN di Amerika. Pengalaman Marnell tak terpermanai: membangun berbagai hotel dengan total kamar 70.000. Bahkan saat itu juga sedang membangun hotel casino seluas 32 ha.

Marnell sudah siap dengan modal setor Rp20 triliun. Tepatnya 1,4 miliar dolar. Biaya proyeknya sendiri sekitar Rp100 triliun. Sisanya sudah sangat optimistis. Didapat dari lampu hijau: pinjaman pemerintah pusat. Dari program rehabilitasi dan pengembangan kereta api. Siplah sudah. Proyek bisa dimulai tahun 2012. Tapi urusan-urusan tanah, amdal dan lampu hijau ternyata tidak

mudah. Belum selesai. Maka diundur. Tidak kepalang tanggung: diundur dua tahun. Tapi mulai ada kepastian: proyek akan selesai tahun 2016. Saat itu saya sudah mimpi naik kereta cepat di Amerika. Tidak mau lagi naik kereta ini: lambat sekali. Dari Denver di Colorado ke Salt Lake City selama 14 jam. Baca | LAMBATNYA | Hal. 4 Berlangganan Cukup SMS ke 0811790544


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.