Satu untuk Semua
JUMAT, 29 NOVEMBER 2013
28 HALAMAN/Rp3.000,-
Demo, Balita Sakit Diusir
Perampok Lampung Dihujat Komplotan Tilap Jarahan, Satu Pelaku Caleg PPP TUBAN - Kekompakan komplotan perampok asal Palembang dan Lampung yang tertangkap merampas tas berisi Rp100 juta di depan gedung Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Lohjinawe, Tuban, Jawa Timur, terbelah. Saat konftrontasi antaranggota komplotan ini, terungkap ada pengkhianatan yang dilakukan Devin alias Erik (23). Dia merupakan eksekutor utama yang memotong tas korban saat berjalan menuju kantor KSP Lohjinawe. Ketika kabur membawa uang hasil kejahatan itu, dia mengambil dua dari sepuluh bundel. Jumlahnya Rp20 juta. Uang itu disembunyikan di dalam celananya. Warga Kecamatan Panjang, Bandarlampung, ini bisa menilap karena posisinya dibonceng. Jokinya Bambang Irawan alias Asra. Devin dalam konfrontasi di ruang penyidik tak bisa mengelak. Itu setelah korban memastikan uang dalam tas yang digondol Rp100 juta. Begitu tahu Devin berkhianat, empat tersangka lainnya bergantian menyumpah serapah pria ini. Baca PERAMPOK Hal. 4
Buruan Ambil T-Shirt Keren!
Ganggu Hak Publik, IDI Dipanggil
Motor Santai Radar Lampung BANDARLAMPUNG – Even Sepeda Motor Santai terunik dan pertama di Indonesia Indo tinggal menghitung hari. Terobosan Radar Lampung dan Ditlantas Polda Lampung ini digelar Minggu, 1 Desember 2013, di Lapangan Radar Lampung. Bagi peserta yang telah mendaftar, t-shirt keren Sepeda Motor Santai sudah bisa diambil di Graha G Pena Lampung, Jalan Sultan Agung No. 18, Kedaton, Bandarlampung. Untuk yang belum ikutan, dapat mendaftarkan diri dengan membayar uang pendaftaran sebesar Rp50.000 mendapatkan t-shirt keren, kartu perdana AS, snack, dan kupon doorprize. Manager Event Organizer Radar Lampung Liris Vawina mengatakan, peserta kegiatan ini dibatasi, mengingat keselamatan dan kenyamanan para peserta di jalan raya.
SAATNYA MEMBANTU: Tulasmi memeluk Aqilah, bayi 10 bulan yang sempat diusir RSCM. FOTO KESUMA YUDA
Baca BURUAN Hal. 4
Suap Migas Sasar Istana Rudi Juga Akui Beri THR DPR JAKARTA - Kasus suap SKK Migas tidak menutup kemungkinan menyeret sejumlah pihak dari DPR. Bahkan, istana dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono juga disebut-sebut. Dalam persidangan kasus itu akhirnya terungkap kalau mantan Rudi Rubiandini Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini memang pernah dimintai uang tunjangan hari raya (THR) oleh Komisi VII DPR. Pernyataan ini diungkapkan langsung Rudi ketika ia menjadi saksi untuk penyuapnya, Simon Gunawan Tandjaya. ’’Ada permintaan seperti itu dan ada orang yang menawarkan memberi bantuan USD200 ribu,” ujar Rudi di pengadilan tipikor kemarin Edhie Baskoro (28/11). Uang dengan embelembel THR itu akhirnya diserahkan kepada anggota DPR bernama Tri Yulianto.
’’Ringankan Beban Mereka!’’ PENDERITAAN yang dialami Aqilah perawatan maksimal,’’ ujarnya. dan keluarganya membuat miris semua Ia menambahkan, berdasar laporan yang orang. Termasuk institusi di diterima dari Puskesmas BuPemkab Pringsewu. Bupati Hi. miratu, Kecamatan Pagelaran, Sujadi Saddat pun menginstrukkeberangkatan Aqilah ke RSCM sikan jajarannya bertindak. menggunakan pelayanan jam’’Dinas terkait segera ambil kesmas. ’’Pengobatannya ke sikap. Ringankan beban mereka Jakarta melalui program jamselama proses menunggui di kesmas,’’ ungkap Endang. RSCM,” jelasnya. Camat Pagelaran Masykur Tetapi, jajaran Pemkab Pringmembenarkan bila pengobatan sewu melalui Dinas Kesehatan warganya itu ke RSCM meng(Diskes) setempat tak dapat gunakan jamkesmas. ’’Pengolangsung mengambil langkah batannya memang pakai jamfrontal menyikapi hal ini. ’’Kami kesmas, dan prosedural pengumemang tidak bisa langsung rusannya,” terang dia. SUJADI SADDAT intervensi menyikapi apa yang Senada dikatakan Kepala dialami Aqilah dan keluarPekon Pamenang Suroto. Meganya,” aku Kepala Diskes Pringsewu nurutnya, Aqilah memang berasal dari dr. Endang Budiarti. keluarga tak mampu. ’’Mereka mengurus Namun, menurutnya, Diskes juga tak akan surat keterangan miskin sehingga tinggal diam. ’’Tetap akan kami upayakan pengobatannya bisa pakai jamkesmas,” melakukan pendekatan agar Aqilah mendapat katanya. (sag/p5/c1/ary)
JAKARTA – Sadar dengan kekeliruannya, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta cepat-cepat menyediakan ruangan untuk Aqilah Zaneta, bayi 10 bulan asal Pringsewu, Lampung, Kamis (28/11) dini hari. Sebelumnya, bayi penderita atresia bilier ini ditolak RSCM. Alasannya, rumah sakit tidak punya ruangan untuk menampung. Saat itu, petugas medis RSCM tengah turun ke jalan menggelar aksi solidaritas untuk dr. Ayu.
Atresia bilier adalah kondisi bawaan (kongenital) di mana terjadi penyumbatan pada tuba (saluran) yang membawa cairan empedu dari hati ke kandung empedu. Atresia bilier terjadi ketika saluran empedu di dalam atau luar hati tidak berkembang secara normal. Indikasinya kekurangan cairan, demam, perut membucit, dan kesulitan makan. Baca DEMO Hal. 4
Farhat Abbas v El Jalaluddin Rumi
Kalah-Menang, Malu! PERSETERUAN keluarga Ahmad Dhani dan Farhat Abbas kian meruncing. Sangat aneh jika pria yang pernah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden ini meladeni anak-anak. Wajar jika oleh sebagian kalangan, Farhat dinilai lebay (berlebihan) dan nyinyir. Tak pelak, reaksi keras dari anak sulung Ahmad Dahni, Al Gazali, dan anak kedua El Jalaluddin Rumi Baca KALAH Hal. 4
Baca SUAP Hal. 4 ILUSTRASI HANDOKO/RADAR LAMPUNG
Tiga Tahun Pasca Meninggalnya Julia Fransiska Makatey, Korban Malapraktik dr. Ayu
Bayi yang Selamat Itu Jadi Bocah Mungil yang Lucu Tiga tahun berlalu, tetapi kejadian pilu itu masih meliputi keluarga Makatey-Julin Mahengkeng. Anak perempuannya, Julia Fransiska Makatey, yang melahirkan melalui bedah caesar, meninggal dunia saat ditangani dr. Dewa Ayu Sasiary, Sp.O.G. dan dua rekannya. Jiwa bayinya tertolong, dan kini Flora Notanubun, nama bayi itu, tumbuh menjadi bocah yang lucu. Laporan Foggen Bolung, MANADO PEREMPUAN berkaus oblong oranye yang dipadu dengan celana selutut warna cokelat muda itu menyambut kedatangan wartawan Manado Post (grup Radar
http://www.radarlampung.co.id
Lampung) di rumah keluarga mendiang Julia Fransiska Makatey (Siska), Senin pekan lalu. Dengan ramah, perempuan 50-an tahun itu mempersilakan wartawan duduk di ruang tamu rumahnya yang resik di Desa Tateli Weru, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. ’’Silakan duduk,” kata Julin Mahengkeng, perempuan yang tak lain ibunda mendiang Siska. Saat itu, Julin didampingi kakak Siska, Grace Makatey. Tak berselang lama, seorang bocah perempuan dengan baju terusan merah bermotif polkadot putih masuk ruang tamu. ’’Nah, ini anak mendiang. Ayo, beri salam Om,” ujar Julin sambil menarik tangan Flora Notanubun, cucunya dari Siska.
Anselo dan Flora, anak Julia Fransiska Makatey, korban malapraktik dr. Ayu.
TINGGAL KENANGAN: Julia Fransiska Makatey, korban malapraktik dr. Ayu.
FOTO-FOTO JPNN
Baca BAYI Hal. 4
Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327