RADAR LAMPUNG | Sabtu, 30 November 2013

Page 1

SSatu untuk Semua

SABTU, 30 NOVEMBER OVEMBER 2013

28 HALAMAN/Rp3.000,-

Lampung Luar Biasa

PUASKAN PENGGEMAR Parto, Sule, Nunung, dan Azis saat meet and greet OVJ di Hotel Amalia, Bandarlampung, kemarin.

Kerinduan penggemar bertemu dalang dan wayang Opera Van Java (OVJ) terbayar sudah. Ini setelah rombongan Parto, Sule, Nunung, dan Azis, minus Andre, menggelar meet and greet di Hotel Amalia, Bandarlampung, kemarin. Laporan Nur Jannah, BANDARLAMPUNG RUANG meeting Hotel Amalia tampak padat kemarin. Wajar saja, sebab di

FOTO ALAM ISLAM

hotel tersebut tengah digelar meet and greet dalang dan wayang OVJ.

Tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada, puluhan penggemar setia OVJ yang telah memadati ruangan tersebut langsung menghujani berbagai pertanyaan serta mengajak foto bersama rombongan dalang dan wayang yang sudah dinantikan kedatangannya itu. Baca LAMPUNG Hal. 4

Perang Yaman, Santri Tewas JAKARTA - Situasi memanas kembali terjadi di Dammaj, Yaman, tempat beberapa warga negara Indonesia (WNI) nyantri nyantri.. Pertempuran antara Syiah Houthi dan Sunni Salafi pecah. Karena pertempuran itu, satu santri asal Indonesia tewas. Baca PERANG Hal. 4 FOTO AFP

KECOLONGAN: Di saat pemerintah menyoroti keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di konflik Thailand yang sedang memanas, Kementerian Luar Negeri justru kecolongan. Satu santri WNI tewas di Yaman.

Stres, Keluarga Aqilah Keluar Kos Rp800 Ribu Sebulan

JAKARTA - Baru dua hari mendapat kamar di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Aqilah Zaneta (10 bulan) akhirnya keluar. Sang ayah, Tri Setyo Cahyono, memilih

kos tak jauh dari RSCM. Kamar kos sederhana bernuansa biru itu hanya berukuran 3 x 4 meter dan terletak di Jalan Kenari 2 No. 9, Jakarta Pusat. Di sinilah Aqilah akan menghabiskan hari-harinya menunggu waktu operasi p tiba. Tri membantah ntah bila kepindahannya itu

atas tekanan RSCM. Tinggal di kosan adalah kemauannya sendiri. ’’Kami stres di rumah

sakit. Tidak ada tekanan, cuma memang sudah ada penjelasan dari RSCM, tetapi ya sudahlah,” katanya. Tri menolak memberikan keterangan saat didesak penjelasan apa yang diberikan RSCM. ’’Saat ini, saya y lebih fokus untuk menunggu gg operasi anak saya saja,” ujarnya saat ditemui

SUAP SKK MIGAS

Raih Rp15 Juta Cash!

PENGUSUTAN kasus suap di SKK Migas dengan tersangka Rudi Rubiandini kembali memunculkan daftar cegah. Ada dua orang lagi yang dilarang bepergian ke luar negeri selama enam bulan. Mereka adalah Isyanto Muchi yang disebut KPK sebagai staf ahli anggota DPR dan Ayodhia Bellini Hendriono dari SKK Migas. Tidak banyak yang disampaikan Rudi Rubiandini Juru Bicara KPK Johan Budi S.P. tentang pencegahan itu. Yang jelas, keduanya dicegah supaya sewaktu-waktu dibutuhkan keterangannya oleh KPK, mereka tidak sedang di luar negeri. ’’KPK mengirimkan surat pencegahan ke Imigrasi pada 28 November,” terang Johan kemarin (29/11). Baca STAF Hal. 4

KOMISIONER OMBUDSMAN JANJI Majelis Kehormatan (MK) menyelesaikan pemeriksaan kasus penamparan staf bandara yang dilakukan Wakil Ketua Ombudsman RI Azlaini Agus akhirnya ditepati. MK merekomendasikan Azlaini diberhentikan dari jabatan di Ombudsman karena terbukti melakukan kekerasan. Rekomendasi itu diumumkan MK dalam konferensi pers di gedung Ombudsman, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Azlaini Agus Jumat siang (29/11). Ketua MK Ombudsman Masdar Farid Mas’udi mengungkapkan, Azlaini terbukti melakukan penamparan terhadap karyawan PT Gapura Angkasa Pekanbaru, Baca DIPECAT Hal. 4

Baca STRES Hal. 4

SEPEDA MOTOR SANTAI SE

Staf Ahli DPR Dicegah

Dipecat, Azlaini Melawan

Radar Lampung di kosannya kemarin (29/11). Masih menurut Tri, RSCM juga menyatakan proses transplantasi hati memang butuh tahapan dan waktu yang lama. Terlebih, rumah sakit menyatakan Aqilah sudah bisa berobat jalan.

SALUT JENDERAL! Minta Mobil Dinas Innova JAKARTA - Beberapa tahun lagi, bukan tidak mungkin Mabes Polri melepas image-nya sebagai lokasi showroom mobil mewah. Mobil

dinas pejabat Polri tidak akan lagi semewah saat ini. Kapolri Jenderal Sutarman mengawali kebijakan itu kemarin (29/11). Baca SALUT Hal. 4

SUTARMAN

BANDARLA BANDARLAMPUNGHadiah uang ttunai Rp15 juta telah m menanti peserta Sepeda Motor SanSeped tai yang ya menang besok (1/12) di Lapangan Radar Lampanga pung. Puluhan hadiah Pulu lainnya, be berupa sepeda es, mesin cuci, motor, lemari es ci, kompor gas, dan magic com, m, juga bisa diraih p peserta yangg beruntung. Manager Event Even Organizer Radar Lampung Liris Vawina mengatakan, mengatakan peserta hanya berhak mendapatkan satu hadi hadiah. ’’Jika ditemukan pese peserta memiliki lebih dari satu s tiket, dan semuanya m mendapatkan hadiah, maka m dia hanya berhak mem memilih satu hadiah,” tegasnya. tegasny ini, lanjut Peserta kegiatan kegia Liris, dibatasi mengingat me keselamatan dan kenyamanan keny para peserta di jalanan. jalana Karenanya, tiket hanya bisa d didapatkan di Graha Pena Lampung, Lam dengan membayar uang pendaftaran sebesar Rp50 ribu ri dan mendapatkan t-shirt keren, snack, kartu perdana, serta kupon doorprize. Dan untuk kes keselamatan para peserta, pihaknya telah berkoor-

dinasi dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung. Karena memang kegiatan ini juga bekerja sama dengan ditlantas untuk mengampanyekan gerakan pelopor keselamatan berlalu lintas. Even yang disponsori Radar TV, Crystal (World Class Electronics), Bank Utomo, Bank Agris, Telkomsel, Clas Mild, Mal Kartini,

Optimus (Sound System), Alfamart, PT Tunas Dwipa Matra, PT Lautan Teduh (Yamaha), Suzuki Center, PT SML TVS, RSIA As Syifa, dan Teh Pucuk Harum ini akan berbeda dari sebelumnya. Di mana pada acara ini bakal ada peragaan safety riding oleh polisi wanita lalu lintas dan atraksi para polisi cilik. Baca RAIH Hal. 4

ILUSTRASI HANDOKO/RADARLAMPUNG

Artidjo Alkostar, Hakim Agung MA dengan Putusan-Putusan Fenomenal

Dari Soeharto, Angie, hingga dr. Ayu Nama hakim agung Artidjo Alkostar kembali jadi perbincangan karena putusan-putusan besarnya. Yang baru, dia menambah berat vonis Angelina Sondakh dalam kasus suap wisma atlet, Palembang, serta vonis sepuluh bulan untuk dr. Ayu cs dalam kasus malapraktik saat menangani pasien yang melahirkan di Manado. Laporan Dody Bayu P., JAKARTA

FOTO REUTERS

UPS, JANGAN DITIRU! Yegor Konkin, penakluk binatang berbisa, memamerkan laba-laba koleksinya. Warga Kota Minusinsk, Rusia, itu mulai turun ke jalan dengan berbagai koleksi uniknya sebagai pertanda perayaan tahun baru 2014 sudah dekat. http://www.radarlampung.co.id

BERMULA sebagai aktivis di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jogjakarta, pria kelahiran Situbondo, 22 Mei 1948, tersebut terus menjadi sosok pengadil yang disegani di negeri ini. Betapa tidak, sejak ditetapkan sebagai hakim agung di Mahkamah Agung (MA) pada 2000, Artidjo Alkostar telah menghabiskan waktu dengan menangani sekitar 10 ribu perkara pidana. Kebanyakan perkara terkait pelanggaran

HAM dan kasus korupsi. Sebagai hakim agung yang berada di formasi Tim Garuda (pidana), Artidjo telah menyelesaikan banyak perkara besar. Di antaranya kasus korupsi BLBI Bank Bali yang melibatkan Djoko S. Tjandra pada 2009, kasus korupsi mantan Presiden Soeharto pada 2008, dan perkara bom Bali. Bahkan untuk kasus korupsi yang melibatkan mantan Presiden Soeharto,

Artidjo mengaku telah mengeluarkan putusan yang menimbulkan gelombang protes dari masyarakat. Putusan yang dimaksud, antara lain, membebankan biaya perawatan presiden kedua RI tersebut kepada negara. ’’Argumen saya, Soeharto itu kesatria, namun harus diadili. Hal itu agar kita tidak menanggung beban sejarah nantinya,” kata Artidjo saat ditemui Jawa Pos (grup Radar Lampung) di ruang kerjanya, kantor Mahkamah Agung, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (27/11). Artidjo juga pernah terlibat dalam menangani kasus-kasus besar lainnya. Baca DARI Hal. 4

Artidjo Alkostar FOTO JPNN

Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
RADAR LAMPUNG | Sabtu, 30 November 2013 by Ayep Kancee - Issuu