RADAR LAMPUNG | Jumat, 31 Januari 2014

Page 1

24 HALAMAN/Rp3.000,-

Satu untuk Semua

JUMAT, 31 JANUARI 2014 JU

Gila! RSUD Sudah Sering Buang Pasien LIMA PELAKU KEJI MENGAKU DIPERINTAH BANDARLAMPUNG – Lima pelaku keji pembuang pasien Suparman bin Sariun alias Mbah Edi (63) hingga meninggal akhirnya ditangkap Polresta Bandarlampung di tempat

berbeda kemarin (30/1). Kelimanya adalah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah dr. A. Dadi Tjokrodipo (RSUDDT) Bandarlampung. Yakni Rika Aryadi (31), warga Jl.

Raden Imba Kesuma, Kemiling, Bandarlampung, perawat RSUDDT, dan Andi Febrianto (23), warga Gedongtataan, Pesawaran (cleaning service).

Kemudian Andika (25), warga Gedongtataan, Pesawaran (cleaning service); Rudi Hendra Hasan (38), warga Kedamaian, Bandarlampung (juru parkir); dan Muhaimin (33), warga Jl. Wolter Monginsidi, Pengajaran, Telukbetung Utara, Bandarlampung, sopir ambulans BE 2472 AZ.

Polisi kini juga menyelidiki M, pejabat RSUDDT tempat Edi dirawat, yang memerintahkan pasien dibuang. Informasi ini diperoleh berdasarkan pengakuan lima pelaku di Mapolresta Bandarlampung. Baca GILA

Hal. 2

’’Suami Saya Tak Sekeji Itu’’ PENANGKAPAN Muhaimin (33), sopir ambulans maut BE 2472 AZ pembuang pasien, membuat sang istri Ayu (28) shock. Hingga tadi malam, warga Jl. Wolter Monginsidi, Pe ngajaran, Telukbetung Utara, Bandarlampung, ini terus menangis. Dia masih tak percaya suaminya yang ia kenal sosok suami sekaligus ayah yang baik bagi dua anaknya. Ayu juga mengenal Muhaimin sebagai pegawai yang patuh terhadap atasan. Baca SUAMI

Hal. 2

Disembunyikan Tetap Terbongkar EMPAT menghilang, keberadaan ambulans pembuang Edi (63), pasien renta yang akhirnya meninggal dunia, terkuak lewat penelusuran Radar Lampung, Sabtu (25/1) pukul 16.00 WIB. Ketika itu, kendaraan jenis APV Arena dengan pelat nomor polisi BE 2472 AZ tersebut diparkirkan di pintu masuk bagian belakang gerbang Rumah Sakit Umum Daerah dr. A. Dadi Tjokrodipo (RSUDDT) Bandarlampung. Tepatnya di belakang Dinas Sosial Provinsi Lampung. Dari penelusuran Radar Lampung ketika itu, tulisan ambulans di bagian bodi kanan dan kiri mobil sudah dilepas. Di dalam mobil tampak jelas tempat tidur pasien.

ILUSTRASI HANDOKO/RADAR LAMPUNG

’ Saya Pecat!’’

WALI Kota Bandarlampung Herman H.N. memastikan memecat para pegawai Rumah Sakit Umum Daerah dr. A. Dadi Tjokrodipo (RSUDDT) yang menjadi tersangka pembuang Edi (63). ’’Saya sudah koordinasi dengan Polresta Bandarlampung untuk menangkap pelaku yang sudah membuang bayi itu. Alhamdulillah, pelakunya sudah tertangkap. Saya minta pelakunya dihukum seberat mungkin karena sudah menghilangkan nyawa seseorang,’’ tegas Herman H.N. ketika konferensi pers di ruang kerjanya kemarin (30/1). Baca SAYA

Hal. 2

Baca DISEMBUNYIKAN

Ada Setting-an Jahat SELAMA ambulans disembunyikan dan para pelaku menghilang, terungkap ada pertemuan ’’jahat’’ untuk menghilangkan barang bukti serta kongkalikong. Ini diungkapkan sumber Radar Lampung di Polresta Bandarlampung. Perwira ini membeberkan ada atasan para pelaku yang mengintimidasi agar mereka satu

Dua Mobil Menanti PEMENANG BANDARLAMPUNG – Jalan Sehat Spektakuler (JSS) Radar Lampung 2014 dan Luwak White Koffie berhadiah utama dua unit mobil Agya dan Ayla tinggal menghitung hari. Even yang dihelat di Lapangan Saburai, Enggal, Bandarlampung, Minggu (2/2), ini juga menyiapkan hadiah wah lainnya. Yakni empat unit sepeda motor dan uang tunai Rp100 juta untuk 20 orang pemenang. Tidak hanya itu. Gelaran acara yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-14 Radar Lampung ini masih menyediakan 14 sepeda gunung, 14 LED TV, 14 lemari es, dan 140 hadiah hiburan lainnya. Baca DUA Hal. 2

, 100 Juta , p R h s a C a Motor 4 Seped an Hadiah tus Plus Ra

http://www.radarlampung.co.id

Hal. 2

suara. ’’Mereka ini sudah berkumpul dan berdiskusi membahas langkahlangkah begitu media gencar memberitakan. Di antaranya menyembunyikan ambulans,’’ katanya. Bahkan, kata perwira itu lagi, mereka sudah men-setting jika sewaktu-waktu diperiksa dan ditanya polisi, wajib

menjawab bahwa pasien tersebut tidak dibuang. Tapi, meloncat dari ambulans. ’’Nah, pertemuan ini juga kita selidiki. Karena bukan ide mereka, melainkan gagasan dari atasan mereka. Tinggal kita dalami dari awal,’’ ujarnya. Baca ADA

Hal. 2

FOTO DOKUMEN RADAR LAMPUNG

DISITA: Barang bukti mobil ambulans yang dibidik Radar Lampung belum lama ini saat disembunyikan. Kondisinya sudah dipreteli, rotator dan tulisan ambulans sudah dihilangkan.

Buron Anggoro Tertangkap

Ketika ke Mal, Terdeteksi Gara-Gara Urus Paspor JAKARTA – Berakhir sudah pelarian Anggoro Widjojo selama lima tahun. Buron dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan (Kemenhut) itu ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Shenzhen, Tiongkok, Rabu (29/1). Kemarin, kakak Anggodo Widjojo yang sudah menjadi terpidana di kasus yang sama itu langsung dibawa pulang menggunakan pesawat dari Bandara Guangzhou, ibu kota

FOTO JPNN

LIMA TAHUN BURON: Anggoro Widjojo ketika tiba di gedung KPK, Kamis (30/1) malam, setelah ditangkap di Tiongkok.

Provinsi Guangdong. Anggoro tiba di gedung KPK tadi malam sekitar pukul 22.38 WIB setelah terbang dari Guangzhou pada pukul 16.00 waktu setempat. Pesawat Garuda Indonesia yang digunakan untuk membawa Anggoro pulang ke Jakarta mengalami penundaan (delay) selama 45 menit karena gangguan cuaca. Penerbangan bernomor GA9988 dari Guangzhou itu semula dijadwalkan mendarat pukul 21.15 WIB. Baca KETIKA Hal. 2 Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.