The Salvation Army International Headquarters 101 Queen Victoria Street London EC4V 4EH England Telephone: [44] (20) 7332 8009 Fax: [44] (20) 7332 8010 Email: ihq-wm@salvationarmy.org
OFFICE OF THE W ORLD PRESIDENT OF W OMEN'S MINISTRIES
A Christ ian Church and registered charrty
Yang kekasih wanita-wanita saleh Allah, Sungguh satu kehormatan besar bagi saya untuk dapat menyapa Anda semua! Hari ini saya bersyukur kepada Tuhan untuk Anda sekalian. Tuhan telah begitu setia kepada umat-Nya. Kita menggemakan kata-kata dari Mazmur 103:1-6 'Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali. Tuhan menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas.’ Saya mengucapkan ‘terima kasih’ untuk buku PKW yang kreatif dan sangat memotivasi yang Anda sediakan bagi pemimpin-pemimpin wanita di seluruh teritori. Terima kasih untuk waktu dan usaha yang Anda habiskan dalam mempersiapkan materi yang luar biasa ini dan saya yakin Tuhan akan memberkati dan mamakainya untuk rencana dan kemuliaan-Nya. Kami mengucap syukur untuk para pemimpin wanita yang mendorong dan memberdayakan wanita di seluruh teritori untuk menjadi wanita-wanita yang berharga, berani, dan berpengaruh. Kiranya buku ini yang sudah Anda persiapkan akan menginspirasi, mengedukasi, memperlengkapi dan menguatkan para wanita dan gadis-gadis muda agar mereka merasa dihargai, dicintai, dan dihormati di dunia kita saat ini. Tema tahun ini adalah ‘Saatnya Menjadi Kudus!’ 1 Petrus 1: 15-16 'Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.’ Seruan Jenderal untuk bermisi mencakup panggilan kepada umat Allah untuk menjadi orang-orang kudus, yang menjalani hidup kudus di dunia yang tidak kudus. Panggilan ini adalah bagi kita sebagai wanita agar menjalani hidup yang dipenuhi kuasa Roh Kudus supaya kita menjadi serupa dengan Kristus dalam segala hal. Kiranya Tuhan menolong kita semua di saat kita berupaya untuk menjadi seperti Yesus. Kiranya Tuhan, Allah kita, memberkati Anda semua dengan berkelimpahan saat Anda terus mendengar suara-Nya dan melangkah sejalan dengan Roh Kudus. Komisioner Bronwyn dan tim saya di sini di KPI akan selalu mendoakan Anda dan mengingat Anda dengan kasih. Tuhan menyertai Anda selamanya. Dalam Kristus Yesus,
Rosalie Komisioner Rosalie Peddle Pemimpin Pelayanan Wanita Sedunia
1 WILLIAM BOOTH
Founder BRIAN PEDDLE
General
KATA SAMBUTAN PEMIMPIN PELAYANAN WANITA TERITORIAL
Yang terkasih Para rekan Opsir Wanita Korps/Pos Pelayanan dan Para Opsir Setempat Wanita PKW, Saya memuji Tuhan untuk kepemimpinan rekan Opsir Wanita dan Opsir Setempat Wanita di Korps/Pos Pelayanan di seluruh Teritori. Untuk anugerah yang besar dan luas yang diberikan kepada kita semua, patutlah kita mengagungkan Tuhan. Memasuki tahun 2020, pasti banyak harapan dan doa untuk hari, bulan dan saat-saat yang lebih baik dari tahun yang lalu. Saya berdoa bahwa Tuhan terus melanjutkan pemeliharan-Nya dalam hidup kita. Sebagai wanita yang dikasihi Tuhan, harapan saya bagi Anda sekalian adalah terus memelihara hubungan yang dekat Tuhan dan tentu akan tercermin dengan hubungan kita yang harmonis dengan sesama kita. Tema pelayanan wanita tahun 2020 adalah ‘Saatnya menjadi Kudus” diambil dari 1 Petrus 1:15, 16 “Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus”. Tema yang luar biasa tetapi juga menantang kehidupan rohani kita. William Longstaff (1822-1894) menulis nyanyian “luangkan waktu untuk menjadi kudus’. Dia adalah seorang awam Kristen di Inggris. Dia pernah menjadi rekanan William Booth, pendiri Bala kita. Terlahir dari keluarga kaya, ia menggunakan sumber dayanya membantu orang lain dalam banyak hal. Pada suatu kesempatan, Tuan Longstaff mendengar khotbah tentang I Petrus 1:16, di mana Tuhan berkata, “Kuduslah kamu, sebab Aku Kudus.” Itu sangat mengesankan dia. Setelah itu, ia menetapkan tujuan hidup yang benar-benar saleh. Pada tahun 1882, berdasarkan insipirasi yang diberikan Tuhan kepadanya, ia menulis lagu "Luangkan Waktu untuk Menjadi Kudus." Kata-kata dalam bait pertama adalah “Luangkan waktu menjadi kudus, seringlah berbicara dengan Tuhan; Selalu berdiam di dalam Dia, dan menikmati Firman-Nya, bersahabat dengan anak-anak Tuhan; membantu mereka yang lemah; Tidak sedikitpun melupakan berkat-Nya”. Buku Penuntun ini telah dipersiapkan sedemikian rupa untuk memberkati, menginspirasi, dan mendorong kita sebagai wanita Kristen untuk semakin mengenal Tuhan lebih baik, memiliki hubungan yang dekat dengan Dia setiap waktu. Suatu nasehat yang luar biasa bagi kita untuk menjadi kudus di dalam seluruh hidup kita bukan sebagian, bukan sewaktu-waktu saja, tetapi seluruh aspek hidup kita, setiap saat. Dengan pertolongan, mari, saya mengajak kita untuk mewujudnyatakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tuhan memberkati. Kasih dan doaku, Widiawati Tampai Widiawati Tampai (Kolonel) Pemimpin Pelayanan Wanita Teritorial Bala Keselamatan Teritori Indonesia 2
KATA PENGANTAR SEKRETARIS PELAYANAN WANITA TERITORIAL
Yang terkasih kaum wanita saleh Allah, Betapa bersukacitanya dapat menyambut Anda semua di awal Tahun Baru ini. Ingatkah Anda di mana Anda berada pada awal Milenium ini? Saya masih mengingatnya dengan baik, rasanya hampir seperti kemarin. Bersama anak-anak perempuan kami, saya dan suami memasuki milenium yang baru dengan melayani sebagai opsir korps di Skotlandia – sama sekali tidak menyadari jalan yang Tuhan rancangkan bagi kami, dan tidak pernah dalam mimpi tanpa arah sekalipun kami membayangkan 20 tahun kemudian melayani di Indonesia! Percayakah Anda bahwa kita sekarang memasuki tahun 2020? Ke mana perginya waktu? Pengalaman apa yang telah mengisi hidup Anda selama tahun-tahun tersebut? Salah satu harta yang paling berharga adalah waktu! Waktu untuk bekerja; waktu untuk keluarga; dan waktu untuk diri sendiri. Tema kita tahun ini adalah, ‘Saatnya menjadi Kudus!’ Dalam Pengkhotbah 3:1 kita membaca : Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya: Sekarang kita telah menyaksikan banyak musim datang dan pergi, ini adalah waktu kita, ini adalah musim bagi kita … untuk secara sungguh-sungguh membuat ruang dalam hidup kita, dalam jadwal harian kita di mana dapat bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengetahuan tentang Tuhan kita Yesus Kristus. Saat kita memilih untuk menjadikan ini misi kita, mari kita beroleh dorongan dari Pengkhotbah 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Biar keindahan Yesus nyatalah dalam hidup kita. Di saat Anda meluangkan waktu bersama dengan kaum wanita lainnya saling menolong dan memberanikan, saya berdoa kiranya buku ini bermanfaat bagi Anda.
Tuhan memberkati Anda !
Lyn Hills Letnan Kolonel Sekretaris Pelayanan Wanita Teritorial Bala Keselamatan Teritori Indonesia 3
KATA PENGANTAR Selamat berjumpa kaum wanita yang diberkati Tuhan, disertai dengan rasa syukur dan hormat kepada Tuhan, maka pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan pelayanan Komisioner Jennifer Walker dan Letkol. Margaretha Petrus (P) dalam tugas dan tanggung jawab pelayanan Persekutuan Kaum Wanita (PKW) dan Perhimpunan Kasih (LOM), Family Enrichment Teritorial. Terdapat banyak program dan hal-hal yang penting yang telah dipersiapkan dan dilakukan guna mencapai visi dan melaksanakan misi pelayanan departemen wanita Kantor Pusat Bala Keselamatan, khususnya dalam bidang PKW, LOM dan Family Enrichment. Saya percaya bahwa kuasa Tuhan sedang bekerja khususnya melalui pelayanan PKW, LOM dan Family Enrichment untuk memberi pertumbuhan yang baik atas benih-benih pelayanan yang ditaburkan oleh Komisioner Jennifer Walker dan Letkol. Margaretha Petrus (P) akan menghasilkan buah-buah pelayanan yang memuliakan, menyenangkan hati Tuhan dan tentu menjadi berkat bagi kaum wanita sekalian dalam keseharian sebagai warga masyarakat. Kiranya Tuhan Yesus yang setia dan Maha Penolong akan senantiasa menyertai kehidupan dan pelayanan Komisioner Jennifer Walker di Perth Australia bersama Komisioner Peter Walker dan Letkol. Margaretha Petrus dalam menjalani masa pensiun di Denpasar – Bali bersama Letkol. Made S. Petrus, Fenny dan Priskilla. Kaum wanita sekalian, kita patut bersyukur atas karya dan perkenan Tuhan pada bulan Juli 2019 Pemimpin Pelayanan Wanita dan Sekretaris Pelayanan Wanita Teritorial yang baru, Kolonel Widiawati Tampai dan Letkol. Lyn Hills telah dilantik menjadi pemimpin kita dalam pelayanan di Departemen Wanita dan kiranya para Opsir Korps, Opsir Wanita dan Opsir Setempat yang ada di berbagai Divisi dan Regional akan terus mendukung kedua hamba Tuhan ini dalam mengemban misi pelayanan kaum wanita di teritori kita. Dukungan dapat kita berikan melalui doa dan karya terbaik dalam bidang pelayanan kita masingmasing dan kiranya kita dapat bergandengan tangan, melayani Tuhan Yesus Kristus yang Agung dan mulia ”…dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal kearah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Daripadanyalah seluruh tubuh,- yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota – menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” Efesus 4:15-16 (TB) Saya berdoa, kiranya kaum wanita sekalian akan dibimbing dan dituntun oleh Roh Kudus untuk melihat dan mengalami keagungan Yesus Kristus dalam hidup kita masing-masing serta meneruskan langkah hidup dalam kekudusan sebagaimana yang menjadi Tema Tahunan Persekutuan Kaum Wanita 2020, “Saatnya menjadi Kudus”. Kiranya kita makin dilengkapi dengan kuasa Allah untuk terus setia, giat dan makin bersungguh-sungguh taat kepada perintah dan kehendak Tuhan. Bersama kita membuat komitmen untuk mengambil satu waktu terus menerus dan mengisinya dengan tindakan-tindakan kudus yang memuliakan Allah dan menjadi kesaksian hidup yang saling memberkati diantara kita, kaum perempuan yang mengasihi dan dikasihi Allah.
Salam dan doa,
Elsihariyati Mayor Elsi H. Sarimin Asisten SPWT 4
OPSIR SETEMPAT PERSEKUTUAN KAUM WANITA DAN PERHIMPUNAN KASIH PERIODE 2019 – 2020 OPSIR SETEMPAT PKW YANG BARU No. Divisi/Regional 1. Sulawesi Utara
Korps/PL Korps 2 Manado
2.
Jawa Bali
Korps Taman Kencana
3.
Sumatera Utara
Korps Bunuraya PL Orahili Korps Bawamataluo
4.
Kulawi
Korps Morui
Nama Jane Yurike Tumanduk Irma D.E. Hohoy Risda Sigalingging Sri Mulyani Wijaya Mida Wanti Br. Ginting Hiasenta Br. Sembiring Yunani Haria Cuaca Luahambowo Sanilai Nehe
Jabatan Sekretaris Bendahara Sekretaris Bendahara Sekretaris Bendahara Sekretaris Sekretaris Bendahara
Estie Yoseph Gerohi Masdiana
Sekretaris Bendahara
Nama Jeanny Tanaka Tuti Suherman Asria
Jabatan Sekretaris Sekretaris Sekretaris
OPSIR SETEMPAT PKW YANG DIPERPANJANG No. 1.
Divisi/Regional Jawa Bali
2. 3.
Kulawi
Korps/PL Korps Jepon Korps 1 Jakarta Korps Kangkuro
OPSIR SETEMPAT PERHIMPUNAN KASIH/LOM YANG BARU No. 1.
Divisi/Regional Kulawi
Korps/PL Korps Morui
Nama Jeli Bore
Jabatan Sekretaris
OPSIR SETEMPAT PERHIMPUNAN KASIH/LOM YANG DIPERPANJANG No. 1. 2. 3.
Divisi/Regional Kulawi
Korps/PL Korps Kangkuro
Nama Rismawati
Jabatan Sekretaris
Kiranya Tuhan Yesus akan menolong rekan-rekan opsir setempat yang baru dan yang diperpanjang masa jabatannya dalam melakukan pelayanan untuk Tuhan dan sambutlah mereka dengan dukungan penuh kasih untuk memuliakan Tuhan. “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. (I Korintus 15:58)
5
Hari-hari Istimewa dalam Pelayanan Wanita Bulan Januari Februari Maret April
Tanggal 06 04 06 21 10
Mei Juni Juli
14
Agustus Oktober – November November Desember
17
Acara HUT PKW ke 88 tahun HUT LOM ke 52 tahun Hari Doa Sedunia Jumat Agung/Paskah Hari Kartini Hari Ibu Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga Hari Bapak Hari Keluarga Hari Anak HUT Kemerdekaan RI ke 75 tahun Hari Lansia HUT Bala Keselamatan ke 154 tahun Natal
-
-
-
Beberapa hal yang perlu diperhatikan : Pemimpin Acara dalam ibadah dapat membuat kreatifitas pelaksanaan PKW sesuai dengan kebutuhan dan keadaan setiap korps/pl. Setiap minggu ke lima, acara dan khotbah disusun oleh pemimpin acara yang bertugas. Opsir Korps dan OS PKW dapat membuat kegiatan-kegiatan yang menarik dalam pelayanan di PKW untuk acara-acara khusus sesuai dengan keadaan Korps/PL/PP. Kreatifitas acara dapat dibuat sesuai dengan hari-hari besar kenegaraan dan kalender gereja Bala Keselamatan.
6
BULAN JANUARI Minggu I (Pertama) – PENELAAHAN ALKITAB Tema Nyanyian Ayat Mas
: Time to be holy – Saatnya menjadi kudus : BNBK no. 303, BNBK no. 231, BNBK no. 247 : Ambil/mengambil
Kaum wanita yang diberkati Tuhan, tema PKW pada tahun ini adalah “Time to be holy” – Saatnya menjadi kudus, maka bulan Januari, Februari, Maret, April kita akan menelaah tema ini melalui sebuah nyanyian yang ditulis oleh William D.Longstaff dan lagu ini terdapat dalam Buku Nyanyian Bala Keselamatan berbahasa Inggris nomor 790,”Take time to be holly”. Syair-syair dalam lagu ini berkaitan dengan tema kita, bait-demi bait menuntun kita untuk benar-benar meluangkan waktu, berfokus pada bagaimana kita melakukan sesuatu yang membawa kita pada hidup kudus. Latar belakang penulis nyanyian ini dikutip https://www.umcdiscipleship.org/ sebagai berikut :
dan
diterjemahkan
dari
situs
William Dunn Longstaff (1822 – 1894) adalah seorang berkebangsaan Inggris, dimana ayahnya adalah seorang pemilik kapal yang kaya raya. Dengan demikian, Longstaff memiliki kemampuan finansial yang mapan dan berkecukupan. Ia memiliki cinta kasih dan kedermawanan yang tinggi dan berpengaruh di kalangan Injili. Pendeta Carlton Young, editor majalah United Methodist Hymnal mencatat bahwa dia mengikuti temannya yang membujuk Welsh dan pengkhotbah Arthur A. Rees untuk meninggalkan gereja Anglikan karena berselisih paham dengan pemimpin dan uskup yang ada. Akhirnya Rees mendirikan Bethesda Free Chapel dimana Longstaff melayani sebagai bendahara di gereja tersebut. Pada tahun 1853 ia menikahi Joyce Burlinson dan memiliki tujuh orang anak. Longstaff berteman dengan sejumlah penginjil terkenal, diantaranya William Booth (1829 – 1912), pendiri The Salvation Army (Bala Keselamatan).Beberapa nyanyian Hymne yang diciptakan Longstaff dimuat di majalah War Cry (di Indonesia Majalah Berita Keselamatan) pada tahun 1880-an. Pada tahun 1873, pengkhotbah Amerika yang terkenal D.L. Moody (1837 – 1899) dan musisinya Ira D. Sankey (1840 – 1908) tiba di Inggris untuk mengadakan sejumlah pertemuan penginjilan. Donatur keuangan untuk kebangkitan gereja mereka telah meninggal, meninggalkan sedikit dana untuk melanjutkan pelayanan mereka. Mereka berusaha sedemikian rupa untuk mencari dana, dan Longstaff menjadi penolong mereka, menolong untuk mempertahankan pelayanan dengan menjadi sponsor Moody untuk kebangkitan gereja di London dan Skotlandia. 1.
2.
3.
4.
Take time to be holy, speak oft with thy Lord; Abide in Him always, and feed on His Word. Make friends of God’s children, help those who are weak, Forgetting in nothing His blessing to seek. Take time to be holy, the world rushes on; Spend much time in secret, with Jesus alone. By looking to Jesus, like Him thou shalt be; Thy friends in thy conduct His likeness shall see. Take time to be holy, let Him be thy Guide; And run not before Him, whatever betide. In joy or in sorrow, still follow the Lord, And, looking to Jesus, still trust in His Word. Take time to be holy, be calm in thy soul, Each thought and each motive beneath His control. Thus led by His Spirit to fountains of love, Thou soon shalt be fitted for service above.
Ahli lagu hymne Methodist bernama Robert Guy McCutchan mencatat bahwa Longstaff telah terinspirasi oleh perkataan Grifftith John, seorang Misionari dari China yang diulang dalam sebuah pertemuan di Keswick, England pada awal 1880-an. John mengutip I Petrus 1:16,” sebab ada tertulis : Kuduslah kamu, sebab Aku kudus”, dengan merujuk pada Imamat 11 : 44,”Sebab Akulah TUHAN, Allahmu maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus,…)
7
Dalam bahan Penelaahan Alkitab ini kita akan menggunakan terjemahan lagu ini untuk menjadi refleksi perjalanan kehidupan rohani kita sebagai wanita-wanita yang mengasihi Tuhan dan memiliki peran penting untuk menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah melalui kekudusan di tengah-tengah masyarakat saat ini. Kaum wanita yang diberkati Tuhan, pada bagian pertama ini mari kita akan memerhatikan kalimat- demi kalimat dalam bait pertama nyanyian ini : Ambil waktu menjadi kudus, seringlah bercakap dengan Tuhanmu ; Senantiasa tinggal dalam Dia, dan nikmati firman-Nya. Bersahabat dengan anak-anak Allah, tolong yang lemah, Lupakan yang lain untuk mengejar berkat-berkat-Nya. Jika kita memerhatikan bait pertama dari lagu yang selalu diawali dengan kalimat “ambil waktu untuk menjadi kudus, maka kalimat berikutnya berisi ajakan untuk bersaat teduh, seringlah berbicara dengan Tuhan; ini menyangkut dengan relasi/hubungan kita dengan Tuhan setiap hari. Seberapa banyak kita meluangkan waktu untuk tinggal di hadirat Tuhan dan menikmati firman Tuhan dalam waktu teduh kita. Meluangkan waktu/mengambil waktu untuk menjadi kudus dapat kita lakukan dengan “menambah� frekwensi kita untuk selalu terhubung dengan Tuhan di tengah-tengah kesibukan kita. Dengan cara yang sudah menjadi kebiasaan kita setiap hari, membaca Alkitab, merenungkannya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita setiap hari. Hal berikutnya dari bait ini, bahwa untuk meluangkan/mengambil waktu menjadi kudus adalah dengan kalimat yang menyatakan undangan yang lebih luas tentang kekudusan, yaitu untuk memedulikan anakanak Tuhan dan mereka yang lemah. Hal ini memantulkan perintah Tuhan dalam Injil Matius 22: 36-40, untuk mengasihi Tuhan dan sesama.
Sebelum memulai diskusi dan berbagi, bacalah bagian Firman Tuhan dalam Injil Matius 22: 36-40, diskusikan beberapa pertanyaan di bawah ini : 1. Bagaimana Anda membangun komitmen untuk meluangkan waktu/mengambil waktu menjadi kudus melalui saat-saat doa, perenungan Anda dan pembacaan Alkitab setiap hari? 2. Jika Anda memahami bahwa selalu terhubung dengan Tuhan adalah sebuah kesempatan untuk menjadi kudus, hal-hal baru apa yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas hubungan Anda dengan Tuhan? 3. Bagaimana Anda meluangkan/mengambil waktu menjadi kudus dengan memedulikan sesama yang membutuhkan kasih dan dukungan Anda? Apa yang dapat Anda lakukan untuk membuktikan bahwa Anda mengasihi mereka dengan kasih Tuhan? 4. Jika Anda memahami bahwa mengasihi sesama dan mereka yang lemah adalah sebuah kesempatan untuk menjadi kudus, buatlah satu (1) komitmen perbuatan nyata bagi sesama yang sedang membutuhkan kasih Tuhan melalui Anda. Dua hal yang saling berkaitan dalam memahami bagaimana kita dapat meluangkan/mengambil waktu menjadi kudus, yang pertama adalah dengan mempererat relasi/hubungan dengan Tuhan melalui jam 8
doa, saat teduh dan pembacaan Alkitab setiap hari. Ini adalah salah satu bukti bahwa kita mengasihi Tuhan Allah. Meluangkan/mengambil waktu menjadi kudus dapat kita lakukan dengan memedulikan sesama kita, yang lemah, yang membutuhkan dukungan dan kasih kita. Ini adalah salah satu bukti bahwa kita mengasihi sesama. Catatan : Jika memungkinkan dapat membuka kanal Youtube untuk mengenal lagu “Take time to be holly� sebagaimana yang terdapat dalam Buku Nyanyian Bala Keselamatan berbahasa Inggris.
Mayor Elsi H. Sarimin – Asisten SPWT, KPT Bandung.
9
BULAN JANUARI Minggu II (Kedua) – TAHUN BARU DAN HUT PKW Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Melangkah dalam kekudusan : BNBK no. 234, tiap langkahku diatur oleh Tuhan, BNBK no. 229, lagu “Sejauh timur dari barat” : 1Petrus 1 : 15-16 : langkah/langkah-langkah
Renungan
:
Wouw..tema yang menarik, juga merupakan tantangan. Mampukah, bisakah kita melangkah, berjalan dalam kekudusan ? Kekudusan kata dasarnya KUDUS. Kata kudus berarti suci, murni, tidak bercela. Melangkah dalam kekudusan gampang-gampang susah dan bukan tindakan sesaat saja, tindakan ini butuh proses dan ada harga yang harus kita bayar seumur hidup. Tuhan menghendaki kekudusan/melangkah dalam kekudusan menjadi gaya hidup kita hari lepas hari dimana saja kita berada. Seperti syair lagu yang mengatakan, “Hidup yang suci dipakai Allah dimanapun ku berada”. Kalau kita ingin diperkenan, dihargai dan dipakai Allah kiranya ini menjadi komitmen kita. Kalau kita mengaku hidup didalam Kristus maka mau tidak mau, suka tidak suka kita wajib hidup seperti Kristus. Setiap tahun kita memperingati peristiwa penyaliban Tuhan Yesus di mana Ia mati di atas kayu salib untuk menanggung setiap dosa dan pelanggaran kita, Dia adalah Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Pengorbanan Kristus di kayu salib adalah bukti nyata atas kasih Allah yang sempurna kepada setiap umat manusia yang percaya kepada-Nya. Oleh pengorbanan-Nya itulah kita dibenarkan, dan oleh darah-Nya yang tercurah, kita dikuduskan. Dia mau agar karya-Nya di kayu salib sungguh menjadi nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Itu sebabnya ayat Firman Tuhan tadi menunjukkan perintah Allah bahwa kita yang sudah diselamatkan wajib hidup dalam kekudusan itu. (gambar : dokumentasi pribadi)
Setiap orang percaya harus dipisahkan dari dunia demi dan untuk Tuhan. Dipisahkan, mengandung arti menjadi berbeda dengan yang lain, baik dalam perkataan, perbuatan, pikiran, gaya hidup, cara pandang, hendaknya berbeda dari kebanyakan orang-orang duniawi. Seperti dalam kitab Kolose 3:5. “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.” Sebagai orang percaya, kita diperintahkan untuk mematikan segala sesuatu yang duniawi, halhal yang berlawanan dengan kehendak Allah. Sehebat apa pun hal itu menggoda, seharusnya kita tidak meresponnya lagi. Mengapa? Karena sekarang kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus, pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya. Kita dipanggil untuk melakukan perbuatan-perbuatan kasih dan bukan perbuatan-perbuatan kegelapan. Dengan kekuatan kita sendiri kita tidak akan mampu. Marilah kita terus menyerahkan hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus dan terus diperbaharui didalam pengenalan kita kepada Tuhan yang benar sehingga pikiran, perkataan, perbuatan dan motivasi kita hanya untuk memuliakan nama Tuhan.
10
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kami dapat membedakan mana kehendak Allah; Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna�. Roma 12:2. Meskipun kita masih hidup di dunia ini, namun kita tidak boleh hidup menurut cara orang dunia. Melangkah dalam kekudusan ada harga yang kita bayar, kita dimusuhi, dikatakan sok suci dan dikucilkan namun kita tidak perlu kecil hati ketika sahabat dunia menjauhi, sebab sahabat sejati Tuhan Yesus tetap menerima dan mengasihi kita, itu adalah anugerah terbesar bagi kita. Tuhan memberkati.
Let. Kolonel Mariam Kasaedja – Pemimpin Pelayanan Wanita Divisi Sulawesi Utara.
Syair lagu : Sejauh timur dari barat Sejauh timur dari barat Engkau membuang dosaku, Tiada Kau ingat lagi pelanggaranku, Jauh ke dalam tubir laut Kau melemparkan dosaku, Tiada Kau perhitungkan kesalahanku. Reff:
Betapa besar kasih pengampunanmu Tuhan Tak kau pandang hina hati yang hancur Ku berterima kasih kepada Mu ya Tuhan Pengampunan yang Kau beri pulihkanku.
11
BULAN JANUARI Minggu III (Ketiga) – PELAYANAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: “Kuk yang kupasang itu Enak” : BNBK no. 6, BNBK no.24, BNBK no. 199 : Matius 11: 28 - 30 : Beban
Renungan
: “Marilah kepadaku, semua yang letih lesu dan berbeban berat , Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11: 28) Kalimat yang diucapkan oleh Tuhan Yesus ini kadang menimbulkan pengertian yang salah bagi sebagian orang, sebab dipahami seakan-akan Yesus memanggil semua orang yang menderita. Kaum wanita yang diberkati Tuhan, yang dimaksudkan disini adalah orang Yahudi yang letih lesu karena Taurat. Ahli Taurat telah menetapkan beberapa aturan yang harus diikuti oleh setiap orang yang menaati Tuhan.
Aturan sangatlah penting bagi siapapun, namun seringkali kita ingin melanggarnya. Misalnya ada tulisan”awas lantai basah atau licin” tulisan itu diabaikan bahkan kaki kita pijakan kelantai tersebut untuk membuktikan apakah basah atau tidak. Demikian juga dengan dosa yang cenderung membuat manusia melakukan kesalahan. Sementara aturan yang dimaksudkan adalah untuk membuat kita hidup lebih baik, lebih tertib. Perkataan Yesus disini merupakan undangan Yesus kepada setiap orang yang merasa putus asa karena tidak mampu melakukan apa yang baik, Yesus mengatakan”… Aku akan memberi kelegaan.” Kelegaan disini adalah bahwa setiap pengikut Kristus tidak perlu takut dengan semua peraturan yang membuat kita merasa bersalah. Namun tidak berarti seorang pengikut Kristus boleh hidup liar atau bebas, karena Yesus mengatakan bahwa pengikut Kristus harus hidup tertib. Perhatikanlah perkataan Yesus : Pikullah Kuk yang ku pasang …sebab kuk yang kupasang itu enak dan bebankupun ringan.”(Matius 11:29-30.) Yesus memberikan kuk, kuk biasanya ditaruh diatas pundak sapi agar mampu bekerja sesuai perintah tuannya. Dan kuk yang baik adalah kuk yang tidak mencekik leher sapi, tetapi kuk yang membuat sapi dapat bekerja tanpa rasa sakit. Kuk merupakan kiasan untuk perintah Yesus. Perintah Yesus itu enak dan karena untuk kehidupan. Tuhan Yesus memberi perintah kepada kita untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia. Maka jika kita yakin bahwa perintah Tuhan Yesus itu merupakan hal yang sangat indah dan berguna bagi kehidupan kita, maka pastilah kita akan melakukannya dengan senang hati. Sebab katanya kasih menjadikan setiap beban menjadi ringan, kasih kita kepada sesama tidak lagi menjadi beban karena kita telah merasakan kasih Allah. “Sebab kuk yang kupasang itu enak dan bebankupun ringan.” Amin !
12
Selanjutnya mari kita belajar cara memasak teri medan yang enak. Bahan : Teri Medan yang agak kasar (teri tauge) : teri di cuci terlebih dahulu dengan air hangat sebanyak tiga kali, ditiriskan dan diberi perasan jeruk nipis satu biji untuk menghilangkan bau anyir kemudian taburi tepung maizena sedikit lalu digoreng dengan minyak bimoli. Bumbu : - Bawang Merah 10 Biji - Bawang Putih 5 Biji - Cabe Rawit 1 ons - cabe merah 10 Biji - Tomat 3 buah yang segar - Daun jeruk purut 3 Lembar - Serai 3 batang - Garam secukupnya. Cara membuat : Goreng bawang merah, bawang putih sampai wangi dan sedikit agak kuning lalu angkat dan tiriskan dulu, kemudian tumis cabe rawit, cabe merah yang sudah diulek, masukan garam secukupnya, tomat, daun jeruk purut, serai yang sudah dipotong-potong halus kemudian masukan bawang merah, bawang putih yang sudah ditumis setelah tercampur semua masukan teri nasi atau teri toge yang sudah digoreng, di aduk lagi lalu angkat dan taruh di wadah yang sudah disiapkan. Yakin pasti enak, selamat mencoba dan Tuhan memberkati !
Mayor Orna Kaligis, Opsir Korps Morui – Divisi Kulawi Sulawesi Tengah.
13
BULAN JANUARI Minggu IV (Keempat) – PERSEKUTUAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Sejarah lagu Kudus, kudus, kudus : Koor doa no. 19, BNBK no. 7, BNBK no. 52 : Wahyu 4 : Nyanyian Lagu ini ditulis oleh uskup Reginald Heber, Uskup Gereja Igggris di India. Menurut tradisi Gereja Inggris , delapan minggu setelah hari paskah adalah hari Minggu Tritunggal. Untuk merayakan hari tritunggal itulah Uskup Heber mengarang lagu ini. Dalam pikirannya terbentang Wahyu 4 (suatu penglihatan tentang tahta Allah). Wahyu 4:8 berbunyi : “Dan keempat mahluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan disebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: “ Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang”.
Pada masa Heber, Gereja Inggris hanya menyanyikan Mazmur. Tetapi ia sendiri mencoba membuat pembaruan dengan menulis lagu-lagu Hymn. Ia berhasil mengarang 57 lagu. Heber adalah seorang Utusan Injil yang setia di India. Pada musim panas 1826, Heber meninggalkan keluarganya di Bombay dan menjalani pelayanan meletihkan di Sri Langka dan India Selatan. Pada saat kelelahan dan panas terik itu, ia berendam di sebuah kolam air dingin. Tidak berapa lama, pelayan menemukannya sudah dipanggil Tuhan dalam usia 43 tahun. Kaum wanita yang dikasihi Tuhan, setiap lagu, apakah itu lagu rohani atau lagu apapun, ketika diciptakan itu punya alasan dan tujuannya masing-masing. Ada yang menciptakan lagu disesuaikan dengan pengalaman hidup, ada yang menciptakan lagu karena melihat indahnya alam sekitar, ada juga yang menciptakan lagu bertujuan untuk mengajak semua orang mendekatkan diri pada Tuhan. Lagu “Holy, Holy, Holy (BNBK No. 7) pun sama. Penjelasan diawal tadi menyatakan bahwa untuk merayakan hari Tritunggal iulah Uskup Heber mengarang lagu ini. Dengan terinspirasi dari Kitab Wahyu 4. Kalau kita melihat pun liriknya sungguh indah dan menggambarkan akan kudusNya Tuhan. Begitu juga bagi kehidupan kita. Allah menciptakan kita bukan hanya untuk memenuhi bumi saja tanpa tujuan jelas. Dalam Efesus 2:10 mengatakan “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Jelas berarti Tujuan Allah menciptakan kita adalah untuk melakukan pekerjaan baik. Kita ada dalam dunia ini bukan hanya untuk hadir saja, ada saja, tetapi ada pekerjaan baik yang wajib kita lakukan. Apakah itu? Mengasihi Tuhan, menjaga hubungan baik kita dengan Tuhan, menjaga kekudusan Gereja-Nya, menjaga kekudusan perintah-Nya, menjaga kekudusan keluarga dan rumah tangga kita, menjaga kekudusan berbangsa dan bermasyarakat, menjaga kekudusan diri, hati serta pikiran kita. Kaum wanita, jika Allah sedemikian rupa menciptakan kita dengan maksud mulia, untuk melakukan pekerjaan baik. Lalu sudah sejauh mana pekerjaan baik itu kita lakukan? Atau mungkin ada yang tidak tahu bahwa dirinya diciptakan Allah untuk pekerjaan baik? Mari sama-sama kita evaluasi diri, kemudian lakukan apa yang harus kita lakukan, sesuai dengan tujuan Tuhan menciptakan kita. Selamat melakukan pekerjaan baik, Tuhan Yesus memampukan dan memberkati kita. Amin. Letnan Nona Liliani Tandamusu, Opsir Korps Sibolga – Divisi Sumatera Utara 14
BULAN PEBRUARI Minggu I (Pertama) – HARI VALENTINE – HUT LOM ke 51 Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Memberi dengan kasih yang tulus : BNBK no. 175, BNBK no. 426, Lagu “kasih yang sempurna� : Lukas 7: 47; Yohanes 3:16 : Kasih
Di hari Valentine yang merayakan kasih sayang, banyak orang sibuk dengan mempersiapkan kado yang terbaik dan terindah. Kado yang paling populer adalah bunga mawar dan coklat. Bunga mawar mewakili keindahan. Sedangkan, coklat mewakili rasa manis. Seakan-akan kado itu merupakan ungkapan hati dari yang memberikan bahwa kasih yang dimilikinya untuk si penerima adalah kasih yang indah dan manis, walaupun belum tentu kenyataannya demikian. Dalam pembacaan Firman Tuhan, dikisahkan tentang Tuhan Yesus yang menjadi tamu di rumah seorang Farisi bernama Simon. Pada saat Tuhan Yesus sedang makan bersama tuan rumah, datanglah seorang perempuan yang membasuh kaki Tuhan Yesus. Luar biasanya, perempuan ini membasuh kaki Tuhan Yesus dengan air matanya yang menetes. Lap yang dipakai adalah rambutnya. Kemudian dia meminyaki kaki Tuhan Yesus dengan menuangkan minyak wangi yang mahal harganya. Hal ini sangat menarik. Bayangkanlah keheranan orang-orang yang ada di ruangan itu melihat apa yang diperbuat si perempuan. Dalam keheranan, bau wangi merebak di dalam ruangan. Dalam pembacaan Firman, ada informasi tambahan yang tidak kalah menarik, yaitu bahwa si pemilik rumah, Simon, orang Farisi, tahu siapa perempuan itu. Dan, dalam pikirannya dia berharap bahwa Tuhan pasti tahu siapa perempuan itu. Perempuan itu tercatat sebagai seorang perempuan yang terkenal karena dosanya (ayat 37). Simon merasa bahwa Tuhan Yesus seharusnya menolak berdekatan dengan si perempuan berdosa itu. Ada pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam pikirannya, tapi Simon segan menanyakannya kepada Tuhan Yesus. Sebaliknya, justru sementara peristiwa itu berlangsung, Tuhan Yesus menyampaikan apa yang perlu Simon ketahui, yaitu dasar dari apa yang dilakukan oleh si perempuan berdosa. Tuhan Yesus mulai menyampaikan pesannya melalui perumpamaan tentang 2 orang yang berhutang demgan jumlah yang berbeda. Seorang lebih besar hutangnya dari yang lain. Kemudian mereka dibebaskan dari hutang. Merekapun berterimakasih. Pertanyaan Tuhan Yesus kepada Simon adalah tentang siapa yang akan merasa lebih berterimakasih. Simon menjawab bahwa yang akan lebih berterimakasih adalah yang berhutang banyak. Dasar pemikiran inilah yang kemudian dijelaskan Tuhan Yesus kepada Simon tentang alasan mengapa si perempuan berdosa itu membasuh kakiNya. Ketika kita membicarakan tentang pemberian kasih yang tulus, maka kita ditantang untuk menanyakan apa yang menjadi alasan dari perbuatan itu. Manusia pada dasarnya ingin dan harus mendapatkan alasan yang tepat. Pemberian kado di hari Valentine, contohnya, terjadi karena si pemberi kado mengasihi yang akan menerimanya.
15
Si perempuan yang membasuh kaki Tuhan Yesus dengan air mata dan minyak wangi yang mahal memiliki alasan yang kuat untuk melakukannya, yaitu karena ia berhutang kasih yang besar kepada Tuhan Yesus. Kasih itu muncul kemungkinan karena ia merasa bahwa dosa-dosanya yang besar telah diampuni, dan hal ini ditegaskan kembali oleh Tuhan Yesus (ayat 46-48). Berbanding terbalik dengan Tuhan Yesus. Dalam Injil Yohanes 3:16, Tuhan Yesus menyingkapkan rahasia pemberian terbesar Allah kepada manusia. Pemberian tulus yang didasarkan bukan karena hutang tetapi cinta-Nya yang besar. Allah memberikan kepada setiap manusia pemberian cinta melalui Anak-Nya yang tunggal, yaitu Yesus Kristus. Tindakan radikal Tuhan Yesus dalam mewujudkan kasih Allah Bapa kepada manusia adalah dengan memberikan nyawa-Nya. Ia berkata, "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." (Yohanes 15:13) Jadi, betapa besar kasih-Nya kepada kita sehingga IA memberikan pemberian kasih dengan tulus dan ikhlas. Bagaimana dengan kita? Selamat merayakan hari kasih sayang, selamat merayakan kasih Tuhan yang besar, indah dan tulus.
Mayor Suniati Timonuli, Opsir Korps II dan LKSA Putra Denpasar – Divisi Jawa Bali
Catatan : Sehubungan dengan HUT LOM maka Opsir Korps bersama Opsir Setempat PKW/LOM dapat mengatur kegiatan khusus sesuai dengan kebutuhan dan keadaan setempat.
16
BULAN PEBRUARI Minggu II (Kedua) – PENDIDIKAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Mengenal ISPA – Infeksi Saluran Pernafasan Atas : Bapa kupersembahkan tubuhku, BNBK no. 220 , BNBK no. 344 : Kejadian 2:4-7 : diganggu/gangguan/mengganggu
Pendahuluan Kaum wanita yang dikasihi Tuhan, salah satu hal penting dalam kehidupan kita adalah normalnya fungsi pernafasan kita, sehingga kita dapat menghirup udara segar yang bermanfaat bagi kesehatan kita. Sekalipun demikian ada beberapa tempat di desa/kota kita yang kebersihan udaranya telah tercemar oleh polusi udara baik dari manusia maupun kendaraan yang lalu lalang di sekitar kita. Nah, uraian di bawah ini akan menolong kita untuk memahami salah satu gangguan yang berkaitan dengan pernafasan kita. Apa itu ISPA? ISPA sering kita mendengar jenis penyakit ini dan merupakan salah satu penyebab paling umum saat memeriksakan diri ke dokter, dan merupakan penyakit yang paling umum yang menyebabkan berbagai aktifitas akkhirnya terganggu. ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Atas adalah infeksi akut yang menyerang satu komponen saluran pernapasan bagian atas. Bagian saluran pernapasan atas yang terkena bisa meliputi hidung, sinus, faring dan laring. Bagian sistem pernapasan tersebut mengarahkan udara yang kita hirup dari luar ke trakea dan akhirnya ke paru-paru di mana proses pernapasan berlangsung.
Tanda dan gejala Ada beberapa gejala yang kebanyakan tidak disadari. Gejala umum dari penyakit ISPA adalah: - Hidung tersumbat. - Demam ringan - Sakit tenggorokan - Sakit kepala ringan - Bernapas cepat atau kesulitan bernapas - Gejala sinusitis seperti wajah terasa nyeri, hidung beringus dan kadang rasa sakit dan demam. Anda harus segera ke dokter jika memiliki salah satu dari hal berikut: - Menggigil, demam, sesak napas yang tidak biasa. Pasalnya kemungkinan terdapat adanya infeksi yang berpotensi lebih serius. - Mereka yang berusia dibawah 2 tahun, hamil, atau penderita asma. 17
-
-
Mual, muntah dan diare terjadi pada waktu yang bersamaan dengan infeksi saluran napas atas yang tidak kunjung sembuh. Bayi berusia kurang dari 3 bulan yang mengalami demam, karena kekebalan tubuh mereka belum berkembang dan bisa terjadi infeksi lainnya. Pasien yang mengalami penurunan kekebalan tubuh karena obat atau penyakit lain harus menghubungi dokter jika mengalami demam, meskipun hal itu nampaknya disebabkan oleh infeksi. Pilek umumnya sembuh dalam waktu satu minggu, jika tidak sembuh dalam jangka waktu tersebut, anda harus segera ke dokter.
Penyebab Penyakit ISPA adalah kondisi yang umumnya disebabkan oleh serangan langsung ke saluran pernapasan bagian atas melalui mata,mulut dan hidung. Penyebab ISPA adalah virus atau bakteri. Virus utama penyebab ISPA adalah rhinovirus dan coronavirus. Virus lain yang juga menjadi penyebab ISPA adalah virus parainfluenza, repiratory syncytial virus dan adenovirus. Penularan virus penyebab ISPA dapat terjadi melalui kontak dengan orang yang terinfeksi atau melalui barang – barang kepunyaan mereka dapat menjadi penyebab utama penyebaran virus. Jika anda menyentuh mulut, hidung atau mata setelah menyentuh benda yang terkontaminasi, anda bisa terkena virus penyebab ISPA. Selain itu virus penyebab ISPA sering menyebar dari orang ke orang melalui bersin atau batuk. Faktor-faktor resiko ISPA adalah kondisi yang banyak memiliki faktor resiko. Beberapa hal yang bisa meningkatkan faktor resiko terkena ISPA adalah: - Bayi usia 6 bln atau anak di bawah 1 tahun - Anak –anak yang lahir prematur, atau memiliki riwayat seperti jantung bawaan atau penyakit paru-paru. - Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. - Orang dewasa dengan asma, gagal jantung, atau Panyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK). - Orang dengan sistem imun yang lemah. - Orang-orang di usia pertengahan. - Anda dikelilingi dengan orang – orang yang bersin, batuk tanpa menutup hidung dan mulutnya Pengobatan Penyakit ISPA adalah kondisi yang pengobatannya melibatkan langkah-langkah perawatan di rumah untuk kasus-kasus ringan. Pada kasus yang parah, diperlukan perawatan di RS. Pada kasus ringan, obat ISPA dapat dijual bebas untuk meringankan gejala. Contohnya acetaminofen yang efektif dalam mengurangi demam. Dokter mungkin juga meresepkan antibiotik jika ada komplikasi bakteri. Vitamin C juga bisa menjadi obat ISPA, karena membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu buatlah diri anda merasa nyaman, banyak istirahat dan minum banyak air putih. Dapat diberikan cairan infus dan oksigen pada kasus yang berat. Juga diberikan inhalasi uap untuk membantu meringankan gejala ISPA. Beberapa gaya hidup dan obat ISPA di rumah yang dapat membantu mengatasi ISPA adalah: - Buat udara di sekitar lembab. - Banyak istirahat. - Posisi tegak. Duduk tegak membuat bernapas lebih mudah. - Minum banyak cairan. Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi, dan juga melembabkan hidung dan membran sinus. - Tetes hidung saline, efektif untuk mengurangi hidung tersumbat. 18
-
Penghilang rasa sakit. Obat ISPA yang dijual bebas seperti acetaminofen atau ibuprofen dapat digunakan untuk meredakan demam ringan atau nyeri wajah. Hindari paparan asap rokok.
Pencegahan Ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk menghindari penularan atau menyebarkan infeksi kepada orang lain. 1. Tetap di rumah jika kurang sehat. Istirahat di rumah dapat membantu mengatasi ISPA lebih cepat, ini juga sebagai cara untuk tidak menularkan dan menyebarkan infeksi virus ke orang lain. 2. Vaksin flu. 3. Jaga kebersihan. Obat ISPA atau pencegahan utama penyebab ISPA adalah menjaga kebersihan diri sendiri. - Seringlah mencuci tangan, terutama setelah berada di tempat umum. - Bila hendak bersin atau batuk, jangan gunakan kedua telapak tangan, lebih baik guanakn tisue atau lengan pakaian anda, ini akan memencegah penularan ke orang lain. Bila gejala ISPA semakin parah sebaiknya jangan diobati sendiri segeralah pergi ke dokter dan konsultasikan pengobatan yang terbaik untuk anda.
Letnan Pristiwati, Opsir PL Mapan – Regional Kalimantan Timur
19
BULAN PEBRUARI Minggu III (Ketiga) – PELAYANAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Kudapan sehat bagi keluarga : BNBK no. 23, Lagu “Jangan lelah”, BNBK no. 159 : Matius 9: 9-13 : Sakit/penyakit
Nats : “Lalu kata Yesus kepada mereka, kata-Nya : “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit”. (Matius 9:12) Secara umum kata tabib memiliki arti: orang yang pekerjaannya mengobati orang sakit secara tradisional, atau dapat pula disebut dokter. Sebagai orang percaya kita patut bersyukur karena kita memiliki Tuhan yang bukan hanya mengampuni dosa-dosa kita, menjamin keselamatan dan menyediakan sorga sebagai tempat yang pasti bagi kita, tetapi Ia adalah Tuhan yang juga peduli dengan keberadaan hidup kita selama hidup di dunia ini. Terbukti Dia memberikan Roh Kudus sebagai penolong dan penghibur yang menyertai kita sampai akhir zaman. Ia juga memperkenalkan diri-Nya sebagai gembala dan tabib. Semua orang pasti tahu bahwa pekerjaan tabib adalah menyembuhkan orang yang sakit. Dengan kata lain yang membutuhkan tabib adalah orang-orang yang sedang sakit atau bermasalah. Sakit berarti keadaannya tidak normal. Sakit yang dimaksudkan disini bukan semata-mata sakit secara fisik. Mungkin secara fisik tubuh kita sehat dan kuat, tapi tanpa kita sadari kerohanian kita sedang sakit: malas berdoa, malas baca Alkitab, malas beribadah, tidak lagi bersemangat dalam melayani Tuhan, persekutuan kita dengan Tuhan sedang sakit; tubuh jasmani kita tampak sehat tapi keadaan rumah tangga kita sedang sakit, hubungan antara suami-isteri sedang sakit; keuangan keluarga sedang sakit; tubuh jasmani kita sehat tapi hati kita sedang sakit karena menyimpan kepahitan, dendam, sulit mengampuni, kebencian, iri hati, kesombongan, mementingkan diri sendiri, acuh tidak acuh, dan lain sebagainya Dalam kondisi 'sakit' seperti ini jangan menjadi lemah dan putus asa karena ada Pribadi yang siap untuk menolong, menyembuhkan dan memulihkan kita. Datanglah kepada tabib yang ajaib yaitu Tuhan Yesus. Jangan sekali-kali mencari pertolongan kepada manusia dan berharap kepadanya, sebab ada tertulis, "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!" (Yeremia 17:5). Dalam menghadapi persoalan, tindakan iman sangatlah penting yaitu iman dalam perbuatan. Sia-sialah kita berkata beriman kepada Tuhan jika kita sendiri tidak mau datang kepada-Nya. Tindakan imanlah yang membuka kuasa mujizat itu bekerja di saat kita memarlukannya . Ingin disembuhkan dan dipulihkan? Datanglah kepada Tuhan Yesus dengan iman, karena Dia adalah tabib yang ajaib dan siap untuk menolong. Berikut ada satu kudapan yang dapat dicoba bagi keluarga kita : SELAT SOLO Bahan-bahan : 1/2 kg Daging sapi, 5 batang Cengkih, 1 jari kayu manis 1 buah bawang Bombay, secukupnya Kecap, secukupnya Margarin 3 buah gula jawa, 3 butir Telur ayam
Bumbu halus : 20
5 siung bawang putih, secukupnya Merica bubuk 1 buah pala, secukupnya Garam dapur Sayuran pelengkap : Wortel, Buncis, Kentang, Selada, Tomat Mustard : 1 buah kentang, 2 buah telur ayam, 2 sdm gula pasir, 2 sdm cuka Secukupnya, air hangat Acar : 1 buah timun, 10 buah cabai rawit, 1 sdm gula pasir, 2 sdm cuka secukupnya Air Langkah : 1. Rebus daging sampai empuk 2. Panaskan margarin, masukkan bawang bombay yang sudah dipotong2 dan bumbu halus sampai beraroma wangi lalu masukkan cengkih dan kayu manis lalu angkat dan masukkan ke dalam rebusan daging yang sedang mendidih tadi 3. Tambahkan gula jawa dan kecap secukupnya tutup sampai bumbu meresap ke daging dan berwarna coklat 4. Rebus wortel dan buncis serta goreng kentang yang sudah dipotong2 dan rebus telur ayam Untuk membuat mustard : Rebus kentang dan telur (ambil kuningnya) lalu haluskan keduanya bersamaan. Tambahkan cuka dan gula pasir aduk sampai rata sambil tambahkan air hangat sedikit2 Untuk acar : potong ketimun jadi 2 dan buang bijinya lalu potong2 sesuai selera tambahkan cuka, gula pasir, air secukupnya, cabai rawit dan bawang merah yang sudah diiris tipis aduk hingga rata. Tata sayuran, mustard, acar, telur rebus dan daging yang telah di potong2 lalu siram dengan kuah
Selamat menikmati !
Mayor Adolina Marlisa Pohan – Pemimpin Pelayanan Wanita Divisi Sumatera Utara.
21
BULAN PEBRUARI Minggu IV (Keempat) – PENDIDIKAN PENELAAHAN ALKITAB Tema Nyanyian Ayat Mas
: Time to be holy – Saatnya menjadi kudus : BNBK no. 124,BNBK no. 165, BNBK no. 209 : Serupa
Kaum wanita yang diberkati Tuhan, pada saat ini kita akan membahas tentang bait kedua dari syair lagu “Time to be holy”, dengan terjemahan sebagai berikut : Ambil waktu menjadi kudus, dunia terus berlalu tak henti Luangkan banyak waktu di saat-saat kudus, bersama dengan Yesus sendiri. Pandang Yesus, engkau akan menjadi serupa Dia; Orang lain kan saksikan perilakumu serupa dengan Kristus. Berbicara tentang keserupaan dengan Kristus, kita diingatkan dengan sebuah koor doa yang memiliki makna teologi mendalam, koor dalam Buku Nyanyian Bala Keselamatan no. 95 yang menyatakan, “ Seperti Yesus, kuingin menjadi; ini tujuanku, s’karang dan selalu; Seperti Yesus ‘ku akan menjadi menjadi, dengan kuasa dari Roh-Elkudus.” Menjadi serupa dengan Kristus adalah pernyataan sempurna yang menyatakan sikap hidup kita selama di dunia, hidup dan karakter kita menyerupai Kristus; ini adalah ungkapan yang menjelaskan apa itu kesucian dalam konteks kehidupan kita sebagai orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Sebagaimana kita ketahui bahwa sejak awal mula Allah menciptakan manusia, Allah menciptakan manusia menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya Dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka. (Kejadian 1:27), maka kebenaran ini menjadi nyata ketika Yesus Kristus hadir di antara manusia, hidup, beraktifitas dan menggenapi karya Allah dalam penebusan umat manusia. Sehingga sebagai orang-orang yang percaya kepadaNya, maka kita memahami sebagaimana dalam surat rasul Paulus dalam Galatia 4: 19,”….sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.” Kita tidak bisa menjadi seperti Yesus dalam hal kuasa, kesucian dan kemuliaanNya sebagai Tuhan yang menjelma di tengah-tengah hidup manusia yang berdosa, dan dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan Ia telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (Filipi 2:6-8). Menjadi serupa dengan Yesus berarti kita dapat memancarkan keindahan atau kemuliaan dari karakter Yesus Kristus yang dapat kita pelajari dari Kitab Injil dan surat-surat para rasul yang telah ditulis dan diilhamkan oleh Allah sendiri dan Alkitab itulah yang menjadi petunjuk tentang bagaimana kita harus hidup menjadi serupa dengan Kristus. Berikut terdapat beberapa karakter Yesus yang dapat kita teladani dalam perjalanan rohani kita untuk menjadi serupa Kristus hingga nanti kita akan mencapai kesempurnaan Kristus, silahkan berdiskusi dengan kelompok untuk poin-poin di bawah ini :
22
1. Diskusikan sebanyak mungkin perkembangan-perkembangan (pengetahuan, teknologi, budaya, social, ekonomi, politik, lingkungan dll) yang terjadi di sekitar kita yang memiliki potensi membawa umat manusia (orang-orang percaya) hidup jauh dari Tuhan dan jatuh dalam dosa. 2. Dapatkah keserupaan dengan Kristus kita wujudkan di tengah-tengah keadaan tersebut? Jika kita melihat ke dalam hati dan kehidupan kita, apakah kita telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadi serupa dengan Kristus? 3. Bagaimana peran kita sebagai wanita-wanita yang percaya kepada Tuhan dalam menanggapi halhal tersebut di atas? Apa yang kita bisa lakukan untuk memancarkan keindahan dan kemuliaan Kristus ? Bagaimana orang lain dapat melihat keserupaan dengan Kristus melalui hidup dan karakter kita? Menjadi serupa dengan Kristus adalah sebuah proses perjalanan iman kekristenan yang akan terus berlangsung selama hidup kita. Kita sedang hidup di tengah-tengah dunia yang terus berjalan, terus berkembang, terus memiliki system dan tata nilai yang berubah dan tak terbendung. Laju kehidupan dunia ini sering menimbulkan berbagai pergumulan iman dan kesulitan-kesulitan yang membawa manusia menjauh dari Tuhan. Oleh sebab itu kita harus lebih banyak meluangkan/mengambil waktu untuk hidup kudus sebagai sebuah perjalanan rohani hingga mencapai kesempurnaan Kristus. Tuhan Yesus bersabda dalam Matius 5:48,�Karena itu haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.�
Mayor Elsi H. Sarimin, Asisten SPWT – KPT Bandung.
23
BULAN MARET Minggu I (Pertama) - KEBAKTIAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Penolong yang selalu ada : BNBK no. 151, BNBK no. 131, BNBK no. 149, Lagu “Engkau ada di s’tiap musim hidupku” : Mazmur 121 : 1-8 : Penolong
Nats : “TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya”. (Mazmur 121 : 8) Menjadi orang Kristen bukan berarti kita lepas dari masalah kehidupan dan kita dapat hidup nyaman tanpa kesusahan. Justru kita akan diuji dengan berbagai masalah untuk tetap berpegang erat dan berdiri teguh di atas kebenaran Firman Tuhan. Tahun 2005 ketika kami bertugas di korps dan klinik Long merah kami mengalami musibah banjir yang luar biasa setinggi 3 meter,suami tidak di rumah ada ke kota membawa laporan dan belanja obat untuk persedian klinik.di rumah hanya saya ,suster dan kedua anak yang masih kecil.Dalam keadaan seperti ini kami harus tenang dan hanya berharap pada pertolongan Tuhan. “Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.”( Mazmur 121:5-8). Tuhan memakai caranya sendiri melalui masyarakat dan orang orang yang pernah kami tolong, mengungsikan kami ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari banjir. Pemazmur mengalami berbagai keadaan yang sangat memberatkan hidupnya sehingga dia mencari pertolongan agar dapat keluar dari masalahnya. Tetapi dia tidak menemukan satu pihakpun yang dapat menolong dia. Pertolongan yang dapat dia temukan hanyalah pertolongan dari Tuhan. Tuhan berfirman bahwa Dia akan selalu menjadi penolong hidup kita, Dia penolong yang selalu ada, Dia tidak akan membiarkan kita jatuh dalam setiap masalah dan pergumulan. Untuk itu kita perlu mengetahui bagaimana caranya agar kita dapat mengetahui kehadiranNya,melalui janji dan orang orang yang ada di sekitar kita, Mazmur 121:8,”TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya”. Apa yang harus kita lakukan bahwa sungguh Dia adalah penolong yang selalu ada? Kita harus selalu berharap kepadaNya, sebagai penolong yang ada (hadir) Yesus tidak pernah terlambat menolong dan selalu tepat pada waktuNya. Seperti saat Yesus dipanggil untuk menyembuhkan Lazarus, Yesus tidak langsung datang, sampai akhirnya Lazarus pun meninggal melihat hal itu Tuhan tidak berdiam diri, Dia memiliki rencana yang indah, dimana saat itu Tuhan membangkitkan Lazarus sehingga menjadi kesaksian bagi semua orang . Percayalah, karena bagi Tuhan tidak ada satupun yang sukar.Tuhan selalu sanggup menolong kita karena Dia memiliki banyak jalan serta cara. Bahkan apa yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh kita semua sudah diatur olehNya sehingga kita memperoleh pertolongan dan jalan keluar yang terbaik. Seperti saat Tuhan memberi makan lima ribu orang hanya berasal dari lima roti dan dua ikan, sebab bagi 24
Dia tidak ada yang mustahil.Jangan pernah merasa bahwa persoalan kita berat sebab Filipi 4:13 mengatakan bahwa segala perkara dapat kita tanggung di dalam Dia yang memberikan kita kekuatan, di dalam Yesus saja kita pasti kuat dalam menghadapi persoalan. Berharaplah terus kepada Tuhan dan jangan pernah larut bahkan hanya berfokus pada persoalan yang terjadi, sebaliknya mari kita alihkan pandangan hanya pada Yesus, sebab dari Dia datang pertolongan Dia sanggup melepaskan kita dari berbagai macam masalah dan kesusahan apapun yang kita alami. Tetap hidup di dalam kebenaran Firman Tuhan dan berserulah kepada Tuhan, maka Dia akan menolong kita dan melindungi dari segala macam bahaya. Dia akan senantiasa memegang dan menuntun hidup kita. Dia akan memberi kita kekuatan agar dapat terus berjalan meraih kemenangan oleh karena itu berharaplah. Mazmur 71:5 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH. Di saat tidak ada yang menolong, Yesuslah pengharapan kita. Dia yang menolong dan menghibur kita. Dia adalah Tuhan yang setia, yang tidak akan meninggalkan kita. Dia akan menyertai jalan hidup kita, Dia akan menuntun kita dan memberi kita kekuatan. Dia menghibur kita di saat kita sedih dan berada dalam kesesakan.Badai kehidupan boleh datang menerpa, tetapi kita tidak boleh takut. Walaupun secara fisik kita tidak melihat perubahan apapun, kita harus belajar beriman bahwa Dia, Yesus, sedang mengulurkan tangannya untuk menolong kita. Dia selalu ada bagi kita. Kita harus selalu mengandalkan Tuhan! Jangan pernah lepaskan kepercayaan kita kepada Tuhan. Jangan pernah meragukan pertolongan dari Tuhan. Dan jangan pernah mencoba mencari jalan keluar di luar Tuhan. Dunia ini menawarkan banyak sekali alternatif bagi kita untuk bisa keluar dari masalah. Tetapi keadaan kita tidak akan menjadi lebih baik ketika kita berharap kepada manusia.Orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri akan kecewa. Kekuatan kita terbatas dan kemampuan manusia juga terbatas. Dan Tuhan tidak suka jika kita mengandalkan kekuatan kita sendiri.“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.� Yeremia 17:7-8 Tetap andalkan Tuhan dalam segala perkara. Berharaplah sepenuhnya kepada Tuhan. Jangan tergiur dengan cara-cara duniawi yang memberikan jalan pintas, mungkin pada awalnya cara-cara seperti itu memberi jalan keluar, tetapi semua hal duniawi hanya akan membawa kita kepada kehancuran. Tuhan ingin agar kita datang kepadaNya. Tuhan rindu agar kita mendekat kepadanya. Datanglah pada Yesus, maka Dia akan menolong dan menyertai kamu selama lamanya. Haleluya!
Mayor Deltie Yasa Torila, Opsir Korps I Manado – Divisi Sulawesi Utara.
25
BULAN MARET Minggu II (Kedua) – PENDIDIKAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Allah menyediakan : Koor “Bertemu dalam kasihNya, Bersama Yesus lakukan perkara besar, BNBK no. 267 : Yeremia 30 : 12-15 : sedia/menyediakan
Kaum wanita yang diberkati Tuhan, Jika kita memerhatikan lingkungan di sekitar kita, ternyata Tuhan sudah menyiapkan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan kita. Kita ingat sebuah kisah dalam Perjanjian Lama (Kejadian 21:14-21) ketika Hagar diusir oleh Abraham, saat persediaan air minum mulai habis maka Hagar membuang anaknya ke semaksemak, ia tidak tega melihat anaknya mati kehausan. Tetapi Allah membuka mata Hagar sehingga ia melihat sebuah sumur dan ia pergi mengisi kirbatnya dan memberi anak itu minum.(ayat 19) Wanita yang diberkati Tuhan, Allah telah menyiapkan segala sesuatu yang tidak pernah kita pikirkan. Jika kita memerhatikan pembacaan Alkitab kita, maka ternyata nabi Yeremia mencatat tentang sebuah penyakit yang menggambarkan banyaknya kesalahan dan besarnya dosa bangsa Israel kepada Tuhan. Bangsa ini seolah-olah mengalami sebuah penyakit bisul yang tidak ada obatnya. Jika kita pernah mengalami penyakit bisul, tentu ini tidak serta merta dikarenakan oleh dosa dan kesalahan kita, tetapi mari kita lihat apa dan bagaimana penyakit bisul ini serta apa yang sudah Allah sediakan bagi kita untuk mengatasinya. Bisul adalah benjolan pada kulit yang berisi nanah, ini disebabkan oleh infeksi pada folikel (folikel adalah struktur/lapisan kulit yang menjadi tempat rambut akan tumbuh) rambut dalam kulit. Benjolan berisi nanah bias muncul di daerah wajah, leher, ketiak, paha, bokong. Bisul bisa muncul lebih dari satu benjolan yang sama dan semua orang bisa terkena bisul. (gambar permukaan kulit)
Bisul mulai membesar
(terinfeksi)
26
Tanda-tanda dan gejala bisul : 1. Muncul sebagai ruam kemerahan di kulit yang terasa sakit jika disentuh. 2. Ruam kemerahan membentuk benjolan kecil yang keras berisi nanah. 3. Bisul menyebabkan rasa gatal dan kekeringan pada kulit. Penyebab bisul lainnya yaitu : - Infeksi luka - Kebersihan yang buruk - Memakai pakaian ketat - Paparan yang sering terjadi terhadap bahan kimia atau kosmetik - Penyakit seperti Kencing Manis (Diabetes Mellitus), ketergantungan pada alcohol dan melemahnya system kekebalan tubuh. Cara mengobati secara alami : 1. Lidah Buaya - Gosok daun lidah buaya di daerah yang terkena, ulangi metode ini 2-3 kali sehari. Lidah buaya memiliki sifat anti bakteri dan anti septic yang tidak hanya menyembuhkan bisul tetapi juga mencegah perkembangan bakteri. 2. Kompres air hangat Kompres air hangat di lokasi bisul selama 10 menit, lakukan beberapa kali dalam sehari. 3. Bunga Kamboja Petik daun bunga kamboja kemudian getahnya teteskan pada lokasi bisul, lakukan beberapa kali dalam sehari. 4. Bawang putih Bawang putih iris menjadi 2 potong, oleskan sambal digosok secara perlahan di daerah bisul. 5. Buah coklat Buah coklat yang masih muda dikeprok dan menjadi hancur lalu tempelkan pada lokasi bisul, lakukan 2 kali sehari. 6. Daun ubi jalar Petik beberapa daun ubi jalar kemudian di kucek atau diremas dengan telapak tangan hingga menjadi layu, kemudian tempelkan di lokasi bisul, lakukan 3 kali sehari. Kapan harus periksa ke tempat pelayanan kesehatan? 1. Jika bisul lebih dari satu muncul secara bersamaan di tempat yang berbeda. 2. Jika terjadi demam 3. Diameter benjolan lebih dari 5cm 4. Tidak sembuh dalam 2 minggu (untuk pengobatan sendiri) 5. Bisul terus menerus muncul. Semoga informasi diatas bermanfaat dan Tuhan memberkati!
Mayor Holine Gustion, Opsir Klinik Ampera – Divisi Palu Timur.
27
BULAN MARET Minggu III (Ketiga) – PELAYANAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Mulia di mata Allah : Lagu “Bagaikan bejana siap dibentuk”, Semua karena anugerahNya”, BNBK no. 23 : II Timotius 2:19 – 21 : Mulia
Kaum wanita sekalian, dalam kehidupan sebagai orang-orang percaya terdapat 2 macam dasar yang teguh yang diletakkan Allah dalam hidup kita setelah kita percaya kepadaNya yaitu : 1. Dia mengenal siapa kepunyaan-Nya ayat 19.b Pernahkah kita berpikir untuk apa kita hidup dan bagi siap akita hidup? Saudaraku kaum wanita , kita hidup untuk berkarya bagi Allah dan semua yang kita lakukan hanyalah untuk Dia. 2. Setiap orang yang menyebut Nama Tuhan haruslah meninggalkan kejahatan. Ayat 19.c Sebelum kita mengenal Tuhan kita semua adalah orang berdosa, namun setelah kita mengenal Tuhan kita diperintahkan meninggalkan semua kejahatan yang merupakan dosa. Dalam pembacaan kita diatas Rasul Paulus menganalogikan perabot yang terdapat dalam rumah yang besar di dalamnya terdiri dari emas, perak, kayu dan tanah, dari keempat macam perabot tersebut digambarkan bahwa yang pertama-tama di[pakai untuk maksud yang mulia lalu terakhir dipakai untuk maksud yang kurang mulia. Kaum wanita yang dikasihi Tuhan, disini Paulus menempatkan kata emas , perak, kayu, dan tanah dari keempat macam perabot tersebut digambarkan bahwa yang pertama-tama dipakai untuk maksud yang mulia lalu terakhir dipakai untuk maksud yang kurang mulia. Kaum wanita yang dikasihi oleh Tuhan, disini Pulus menempatkan kata emas dan pada perabot yang pertama barulah perak, kita semua tahu bahwa posisi emas disini adalah barang berharga selain memiliki kadar juga memiliki fungsi yang istimewa. Emas dikatakan murni dan layak dipergunakan apabila telah melalui proses pengujian dan pembentukan. Kaum wanita yang kekasih sesudah kita memiliki status sebagai Anak Allah, maka dia menguduskan kita, namun seiring berjalannya waktu kekudusan seringkali tercela, ternoda oleh banyak hal yang terjadi dalam hidup kita, yang mengakibatkan kita tidak dapat menjadi perabot untuk tujuan yang mulia. Kaum wanita yang dikasihi oleh Tuhan, Allah ingin agar kita menjadi “perabot” yang dipakai untuk maksud yang mulia, tapi pertanyaannya adalah siapkah kita diuji dan dibentuk agar kita menjadi wanita yang dikuduskan dan dikhususkan oleh Dia untuk menjadi seorang wanita yang istimewa di mata keluarga, gereja dan masyarakat? Saya yakin dan percaya dengan proses pengujian dan pembentukan Tuhan, maka kita dapat mempertahankan kekudusan kita, yang melayakan kita untuk berkarya bagi dia dan dapat menjadi berkat bagi orang lain. Tuhan menolong dan memelihara kita! Amin. 28
Berikutnya adalah tips membuat sate daging babi yang gurih. Bahan : - 1/2 kg daging babi bagian paha - 2 sdm hoisin sauce - 3 siung bawang putih - 5 bj Kemiri - 1 sdt Ketumbar - Kecap manis secukupnya. Cara membuat : Potong daging sebesar dadu, campur dengan saus haizin , tambahkan kecap manis lalu campur dengan bawang putih, kemiri, ketumbar yang sudah dihaluskan. Diamkan kira-kira 30 menit, lalu tusuk daging dengan stik sate , lalu panggang sampai daging berwarna coklat. Hidangkan bersama ketimun dan daun kemangi, selamat mencoba !
Mayor Domina Simanjuntak, Opsir Korps Simandraulo – Divisi Sumatera Utara.
Lirik Lagu “Semua karena anugerahNya� Bukan karna kebaikanku, Bukan karna fasih lidahku Bukan karna kekayaanku, Ku dipilih ku dipanggilnya Bukan karna kecakapanku, Bukan karna baik rupaku Bukan karna kelebihanku, Ku dipanggil ku dipakaiNya Bila aku dapat itu karenaNya, Bila aku punya semua dari padaNya Semua karna anugerahNya, DibrikanNya pada kita Semua anugrahNya bagi kita, Bila kita dipakaiNya.
29
BULAN MARET Minggu IV (Keempat) – PENELAAHAN ALKITAB Tema Nyanyian Ayat Mas
: Time to be holy – Saatnya menjadi kudus : BNBK no 24, BNBK no. BNBK no.211, BNBK no. 259 : tuntun/penuntun
Catatan untuk Pemimpin PA : -
-
Bahan PA ini disiapkan untuk studi pribadi, dimana setiap orang dapat melakukan refleksi dengan menulisnya pada selembar kertas yang pada akhir acara akan dikumpulkan, disobek-sobek dan didoakan oleh Pemimpin PA) Jika memungkinkan perlu dipersiapkan kertas dan alat tulis atau beberapa kertas origami hitam yang menyimbolkan berbagai bentuk dosa. Pemimpin PA dapat menyiapkan kreatifitas lain untuk PA ini selain yang tersebut diatas (menyesuaikan dengan keadaan setempat).
Kaum wanita yang diberkati Tuhan, kita telah tiba pada bait ketiga dari nyanyian “Take time to be Holy� dan dalam upaya-upaya bertumbuh dan mengenal Yesus Kristus dengan menjadi kudus dalam seluruh aspek kehidupan kita, maka kita mendapatkan penguatan dan semangat untuk terus melakukannya. Ambil waktu menjadi kudus, biar Dia jadi penuntunmu; Jangan lari dari hadapanNya, apapun yang terjadi. Dalam suka dan duka, ikut Tuhan terus saja, Dan, pandang Yesus Tuhan, tetap percaya pada FirmanNya. Penguatan dan semangat ini berasal dari Yesus Kristus melalui Roh Kudus yang akan menuntun, membimbing dan mengarahkan kita menuju pada kekudusanNya. Mengapa kita memerlukan jaminan ini? Mengapa kita perlu memiliki penguatan ini dan keyakinan ini? Ketika rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Korintus, maka terdapat sebuah realita yang terjadi dalam kehidupan pribadi lepas pribadi dan ini memengaruhi kehidupan berjemaat dan kecenderungan dosa ini dapat merasuk dalam sepanjang sejarah kehidupan umat manusia. Mari kita perhatikan latar belakang kehidupan jemaat di Korintus berdasarkan beberapa sumber Alkitab sebagai berikut : Jemaat di Korintus memiliki kehidupan yang bercampur aduk antara kepercayaan kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dengan kehidupan duniawi yang terus dilakukan. Seperti penyembahan berhala, percabulan, kecongkakan yang menimbulkan perpecahan dalam jemaat, fitnah, pemabuk, penipu, pencuri, orang kikir, penyimpangan seksual, ketidakadilan dll. Padahal jelas bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus telah disucikan, dikuduskan dan dibenarkan dalam namaNya dan dalam Roh Allah. (I Korintus 6:11) sehingga tidak ada alasan memiliki dua sisi kehidupan pada saat yang bersamaan. Jelas bahwa setiap orang yang ada dalam Kristus adalah ciptaan baru (2 Korintus 5:17) yang hidup baru dengan sifat dan karakter baru yang berpadanan dengan Yesus Kristus. Kita harus melepaskan dan menjauhkan diri kita dari dosa-dosa yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kehidupan Kristen yang telah mengalami pembaharuan.
30
Tuliskanlah sifat-sifat atau karakter kita yang tidak serupa dengan karakter Kristus atau ambillah kertas origami berwarna hitam yang menyimbolkan bahwa kita masih memiliki dosa-dosa atau sifat dan karakter yang tidak serupa dengan Kristus. Samuel Logan Brengle dalam bukunya “Jalan Menuju Kesucian” mencatat bahwa Tuhan mengasihi kita lebih dari seorang ibu yang mengasihi anaknya yang kecil, Tuhan akan menolong kita untuk mempertahankan berkat kesucian itu dalam diri kita, dengan kehadiran Roh Kudus di dalam hati kita. Firman Tuhan dalam surat Yudas ayat 24,”Dia yang berkuasa menjaga supaya kamu jangan tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bercatat dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaanNya.” Ayat ini memberikan jaminan dari berbagai keraguan dan ketidak mungkinan kita untuk menghindari dosa yang dapat membuat kita kehilangan berkat kesucian tersebut. Allah sanggup untuk membimbing dan menolong kita dalam menjalani hidup kudus, sekalipun seringkali dukacita dan pergumulan-pergumulan hidup dapat membuat hidup kita menjadi tidak kudus dan tidak memuliakan Tuhan. Hidup kudus tidak didasarkan pada perasaan-perasaan dan pikiran saja, tetapi hidup kudus harus dilakukan setiap hari dalam seluruh aspek kehidupan kita. Janji Tuhan bagi kita : “Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.” (Ibrani 2:18) “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong Engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang memberi kemenangan.” (Yesaya 41:10) Samuel Logan Brengle menasihatkan beberapa hal dibawah ini agar kita dapat merasakan, tuntunan Tuhan untuk hidup kudus dalam keadaan suka maupun duka : “Akhirnya, kesungguhan hati, penyerahan yang tidak berkeputusan, penyangkalan diri, doa yang bersungguh-sungguh, rajin membaca Firman Allah, merendahkan diri di hadapan Allah, giat bekerja untuk sesama, kesaksian yang benar, kerendahan hati, tentu akan mendasari kesucian yang kita miliki dan menjaganya sehingga kita tidak jatuh.” (Minta kaum wanita untuk menyobek-nyobek kertas yang sudah ditulis atau kertas yang menyimbolkan dosa-dosa kita dan meletakkannya di sebuah tempat dan Pemimpin Acara memegang tempat tersebut, ajaklah kaum wanita untuk berdiri sambil menyanyikan BNBK no. 259 ) Pemimpin PA berdoa bagi seluruh kaum wanita agar kembali mempersembahkan hidup mereka di mezbah Tuhan dan tetap mengikut Yesus, tetap percaya kepada tuntunanNya di sepanjang kehidupan. Tuhan memberkati !
Mayor Elsi H. Sarimin, Asisten SPWT – KPT Bandung.
31
BULAN APRIL Minggu I (Pertama) – PERINGATAN JUMAT AGUNG Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Sikap hati yang mengampuni : BNBK no. 107, BNBK no. 136, BNBK no.218 : Kejadian 50: 15 -21 : Mengampuni
Renungan
:
Kaum wanita yang diberkati Tuhan, dalam bacaan kita pada saat ini kita dapat mengetahui tentang Yusuf. Dalam pasal-pasal sebelumnya kita dapat melihat bahwa Yusuf adalah anak kesayangan ayahnya yaitu Yakub. Didalam keluarganya dia yang lebih disayang, dia lebih diistimewakan, bahkan sejak lahir ia dibuatkan jubah yang indah, dia lebih diperhatikan dari saudara-saudaranya yang lain sehingga menimbulkan iri hati, kebencian daripada saudara-saudaranya. Dengan adanya kebencian dari saudarasaudaranya Yusuf diperlakukan dengan kejam oleh saudara-saudaranya, Yusuf dibuang disumur, dijual untuk menjadi budak di Mesir bahkan sempat dipenjara pada waktu itu. Nah pertanyaan bagi kita kaum wanita, bagaimana tanggapan kita jika seandainya itu terjadi di dalam kehidupan kita seperti yang dialami Yusuf? Jawabannya belum tentu kita bisa menjadi seperti Yusuf, pasti yang terjadi adalah dendam sehingga menimbulkan permusuhan atau pertikaian antar saudara , dalam bacaan diatas dapat kita ketahui bahwa sesudah kematian ayahnya, saudara-saudara Yusuf menjadi takut. Mereka khawatir bila pengampunan Yusuf hanya berlaku semasa ayah mereka hidup. Mereka takut bila Yusuf mendendam dan akan melakukan pembalasan. Sebab itu mereka menyuruh orang untuk menyampaikan pesan kepada Yusuf, bahwa ayah mereka pernah berpesan agar Yusuf dapat mengampuni mereka, bahkan mereka sujud dihadapan Yusuf dan menawarkan diri untuk menjadi budaknya. Kaum wanita yang diberkati Tuhan, tindakan saudara-saudaranya ini justru menyedihkan hatinya, dan ia menangis mendengarkan permohonan ampun saudra-saudaranya. Dan pada akhirnya kita dapat melihat sikap Yusuf terhadap saudara-saudaranya ia bersedia dengan hati yang tulus, ia mau memaafkan atau mengampuni kesalahan saudara-saudaranya dan yang paling unik lagi dituliskan bahwa Yusuf menyadari bahwa ia tidak berhak menghukum mereka. Kaum wanita yang dikasihi Tuhan , bagaimana dengan kehidupan kita sekarang ini: Mampukah kita bersikap seperti Yusuf yang sanggup mengampuni orang yang telah menanam akar pahit dimasa lalu dalam kehidupan kita? Terkadang sulit untuk memaafkan orang yang telah menyakiti kita tetapi pada saat ini mari kita belajar melalui kehidupan Yusuf yang mengajarkan kepada kita untuk memiliki sikap hati yang tulus untuk mengampuni yakni : 1. Dengan tidak mendendam akan orang yang telah menyakiti kita. 2. Selalu bersikap positif. 3. Memaafkan kesalahan orang lain.
32
Ingat, sebagai anak-anak tebusan Allah kita harus paham bahwa Allah kita adalah Allah yang Maha Pengampun dan selayaknyalah kita meneladani dengan bersedia mengampuni orang lain yang telah menyakiti kita. Mungkin saat ini masih ada orang yang telah menyakiti hati kita sehingga memiliki akar pahit dan sulit untuk memaafkannya, berdoalah supaya Tuhan menolong saudara dan memperoleh kekuatan sehingga melalui semuanya itu kita dapat memperoleh kemenangan dan berkat-berkatnya melimpah atas kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati ! Letnan Anidar Agnes Zagoto, Opsir Korps Onohondro – Divisi Sumatera Utara.
33
BULAN APRIL Minggu II (Kedua) – PENDIDIKAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Tips membuat tanaman menjadi subur : BNBK no. 220, BNBK no. 145, BNBK no. 180 : Matius 13: 1 - 23 : Segar/subur
Rumah yang memiliki halaman yang asri oleh tanaman tentu sangat diimpikan oleh banyak orang dan untuk menjadikan asri dan sedap dipandang tentu membutuhkan usaha dan pengetahuan mengenai cara pemeliharaan tanaman agar tanaman akan tumbuh subur, indah dan segar. Tanaman yang terpelihara dapat menjadi pemandangan terbaik untuk melepaskan kepenatan setelah seharian kita beraktifitas. Cara merawat tanaman agar tumbuh subur sebenarnya dapat dilakukan dengan mudah, bahkan setiap orang dapat mempraktekannya sendiri tanpa bantuanjasa gardener. Informasi mengenai budidaya tanamanpun bisa kita dapat dengan sangat mudah lewat internet. Tetapi dalam buku panduan ini saya menghadirkan informasi yang sangat sederhana melalui pengalaman saya dalam merawat tanaman agar tumbuh subur, sehat, segar dan terus berkembang yang dalam hal ini adalah tanaman hias atau bunga. 1. Supaya tanaman dari awal pertumbuhan akan subur, segar dan indah, hal utama yang menjadi pusat perhatian kita adalah tanah dimana tanaman itu akan ditanam. Kenapa harus tanah, karena tanah adalah dasar utama tanaman itu hidup. 2. Kemudian pupuk. Ada banyak merek pupuk yang dapat menutrisi tanaman supaya tanaman itu akan tumbuh baik. Tetapi dalam memilih pupuk saya lebih kepada pupuk kandang. Kenapa pupuk kandang karena mudah didapat dan murah. Pupuk kandang sangat membantu memberikan nutrisi dan membuat tanaman menjadi subur dan cepatmengeluarkan tunas-tunas baru dan membuat tanaman sangat cepat berkembang. 3. Tanaman di dalam pot. Untuk membuat tanaman di dalam pot tumbuh sempurna maka langkah sederhana yang perlu diperhatikan adalah didasar pot terlebih dahulu dialas styrofoam(busa). Guna styrofoam adalah untuk mencegah kepadatan tanah di dalam pot yang nantinya akan membuat tanaman menjadi rusak. Styrofoam akan mencegah air tergenang dalam pot karena kalau air tergenang dalam pot 34
maka akan mengakibatkan akar membusuk, daun bunga akan menjadi kering dan tanaman akan menjadi rusak juga akan menjaga kelembapan tanah. 4. Khusus untuk perawatan tanaman daun. Tanaman daun seperti : Aglonema (banyak jenisnya), Anthurium (sejenis gelombang cinta), Philodenrom (sejenis telinga gajah) untuk perawatan paling sederhana mengingat tidak banyak diantara kita yang mengkhususkan biaya untuk perawatan tanaman maka untuk supaya tanaman daun itu akan terus indah, bebas dari penyakit maka setiap 1 minggu sekali daun bunga itu dibersihkan dengan memakai kain halus. Kain dicelupkan di air bersih kemudian diperas kering dan dilapkan ke setiap helai daun untuk menjaga agar pori-pori daun tersebut tidak tertutup kotoran/debu dan akan terlihat mengkilap dan juga melindungi tanaman itu dengan obat anti hama yang bisa di dapat ditoko-toko pertanian. Tidak kalah pentingnya yang selalu saya lakukan adalah memberi perhatian penuh kepada setiap tanaman dilingkungan rumah atau korps dengan cara: menyapa setiap ada kesempatan, mengatakan terima kasih sambil mengusapnya apabila terlihat mereka tumbuh sehat, atau mulai tumbuhnya daundaun atau tunas-tunas baru. Hal ini selalu saya lakukan setiap ada kesempatan karena bagi saya tanamantanaman itu adalah tumbuhan hidup yang perlu mendapat perhatian dan akan memberi warna yang berbeda dari hari ke sehari. Bukan hanya tanaman yang perlu mendapatkan nutrisi supaya dia tumbuh sehat, segar dan terus berkembang tetapi kehidupan rohani kita yang terutama. Apabila kita ingin memiliki kehidupan rohani yang menghasilkan maka ada kondisi tertentu yang perlu kita penuhi terlebih dahulu. Petani yang baik mengetahui bagaimana caranya supaya bibit yang dia tanam bertumbuh dengan baik , maka terlebih dahulu yang harus ia upayakan yaitu tanahnya, Tanah harus digemburkan terlebih dahulu kemudian dibersihkan dari rumput, duri, batu/kerikil, supaya apabila bibit itu akan di tanam maka akarnya akan bergerak dengan leluasa tanpa ada satupun penghambat yang akan merebut nutrisi yang tersedia dalam tanah. Saat tanaman itu mulai tumbuh kepermukaan dan mulai merasakan panasnya matahari maka tanaman itu akan menjulurkan akarnya semakin jauh ke dalam tanah, mencari sumber yang akan memberikan kehidupan sehingga tanaman itu tidak akan mengalami kekeringan. Dalam kehidupan kita sebagai wanita-wanita Kristen dapat diibaratkan seperti tanaman ini dimana Tuhan mengijinkan persoalan, pergumulan, sakit penyakit menghampiri hidup kita, karena sesungguhnya Dia ingin menggemburkan tanah hati kita supaya tetap subur, bertumbuh dan menghasilkan buah-buah rohani di dalam Tuhan. Roh Kudus akan membawa kita semakin jauh untuk mengenalNya. Kita akan semakin jauh mengenalNya dan hidup kita akan menghasilkan buah-buah yang nyata. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian, Jadilah wanita yang selalu kuat di dalam Tuhan, Amin.
Mayor Netha Supriyanto, Sekretaris Bisnis Divisi Sumatera Utara.
35
BULAN APRIL Minggu III (Ketiga) – PELAYANAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Peliharalah pikiran yang bersih : Koor doa no. 114, BNBK no. 207, BNBK no. 237 : Filipi 4 : 2-9 : Pikiran
Pendahuluan : Banyak orang saat ini yang bekerja dengan otak mereka tetapi mengabaikan hati. Contohnya : Seperti Max, adalah seorang pria yang telah meraih semua jenis kesuksesan. Dia adalah seorang direktur pelaksana sebuah perusahaan keuangan besar yang telah ia bantu membangunnya mulai dari usahanya yang kecil kemudian berkembang. Max seharusnya merasa senang dan bahagia dalam menjalani kehidupannya, keluarga seharusnya harmonis, namun sebaliknya ia tidak merasakan hal itu. Ia tahu perusahaannya tidak berjalan dengan baik dan mulus. Padahal keuntungan perusahaannya lumayan namun tidak demikian yang dirasakan, karyawan karyawati serta stafnya kelihatan menderita dan suasana perusahaan itu terasa suram. Apa penyebabnya ? Max bukanlah atasan yang populer, banyak stafnya merasa takut dengan gaya kepemimpinan Max yang dictator sehingga stafnya bekerja dengan terpaksa. Kaum Wanita yang diberkati Tuhan, sebagai wanita, dalam hidup ini harus ada keseimbangan hati dan pikiran. Walaupun hati dan pikiran mungkin tidak berhubungan. Hubungan antara keduanya dapat dibuat dengan mudah dan cepat. Langkahnya adalah membuat jembatan antara sisi kiri dan kanan otak yaitu dengan latihan sederhana sbb: Duduklah dengan tenang dan pejamkan mata. Bayangkan mawar merah pada separuh kanan otak anda, mawar putih pada separuh kiri otak anda. Lalu bayangkan kedua mawar ini sedang dipindahkan dalam pikiran anda. Latihan ini sangat efektif bisa meningkatkan energi, kreatifitas dan relaksasi. Ketika hati dan kepala dapat berhubungan dengan baik dan bekerjasama, berbagai hal yang menakjubkan dapat terjadi. Wanita yang diberkati Tuhan, dengan banyaknya kesibukkan kita setiap hari, baik di rumah, di kantor, dimana saja kita berada tentu banyak gangguan. Biarlah kita dapat terus memelihara pikiran yang bersih yang berfokus pada Tuhan kita Yesus Kristus. Karena hanya dengan demikian akan dijauhkan dari godaan-godaan yang dapat mempengaruhi pikiran kita. Alkitab dalam Filipi 4:7 berkata : "Damai sejahtera Allah yang melampui segala akal memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." Kesimpulan : Kiranya pikiran dan hati kita tetap di dalam kendali Roh Kudus dan oleh kasih karunia Tuhan kita Yesus memeliharakan kita. Amin! Mayor Yuliani Laia, Opsir Korps II Manado – Divisi Sulawesi Utara. 36
BULAN APRIL Minggu IV (Keempat) – PENELAAHAN ALKITAB Tema Nyanyian Ayat Mas
: Time to be holy – Saatnya menjadi kudus : BNBK no. 52, BNBK. No. 179, BNBK no. 255 : Aliran/mengalir
Kaum Wanita yang diberkati Tuhan, bait terakhir dari nyanyian “Time to be holly” ini berbicara tentang pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan kita, ketika kita mengambil waktu/menggunakan waktu untuk menjadi kudus, maka ada ketenangan dan damai sejahtera dalam kehidupan kita. Yohanes 7:38,”Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Ayat ini memiliki kesesuaian dengan apa yang Tuhan Yesus katakan pada Yohanes 4:13-15,”Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikankepadanya, akan menjadi mata air yang di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Air dan aliran-aliran hidup di gunakan oleh Yohanes untuk menunjuk pada karya Roh Kudus yang berkelanjutan, mengalir dan tidak akan habis-habisnya dalam sepanjang kehidupan manusia. Inilah yang dimaksud dengan kepenuhan kasih karunia dalam Yesus Kristus. Ia seperti air yang memberikan kehidupan dan terus menerus memberi kehidupan selama umat manusia percaya dan taat kepadaNya. Setelah Yesus Kristus naik ke surga maka, karya dan kasihNya terus bekerja melalui Roh Kudus yang telah dijanjikanNya, Roh Kuduslah yang menuntun kita pada jalan keselamatan, dimana kita menjadi percaya kepada Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat dan pada saat yang sama, Roh Kudus terus menerus bekerja dalam kita, Ia tinggal dalam hati, Ia mengendalikan setiap pikiran, hati dan motivasi kita. Dan inilah arti dari aliran-aliran hidup yang akan terus memancar dalam dan dari kehidupan kita sampai pada hidup yang kekal. Mengambil waktu/menggunakan waktu untuk menjadi kudus adalah sebuah langkah iman dalam perjalanan kita menuju kehidupan yang kekal itu, jiwa kita tetap memiliki kedamaian, pikiran dan motivasi kita selalu dikendalikan oleh Roh Kudus sehingga kehidupan kita sungguh-sungguh mencerminkan keserupaan dengan Kristus yang adalah kudus. Roh Kudus membimbing kita menuju pada mata air kasih Allah, sehingga setiap waktu, setiap saat kita layak untuk melayani Allah melalui karakter, tutur kata dan perilaku hidup kita; bahkan ketika hati, jiwa dan pikiran kita mulai menyimpang dari kehendak Allah atau hal-hal yang duniawi, Roh Kudus terus berbicara, mengingatkan kita, memberikan akal budi dan pertimbangan, bahkan menegur dengan keras ketika kita mulai menjadi tegar tengkuk (= keras hati, tidak mau mendengar, tidak mau menurut). Pertanyaan-pertanyaan untuk diskusi dan sharing : 1. Bacalah Yohanes 14: 15 – 26 Bagian ini berbicara tentang Roh Kudus, apakah yang dijelaskan dalam ayat ini tentang pekerjaan Roh Kudus? Bagaimana pekerjaan Roh Kudus makin diperjelas dalam Yohanes 16 : 4b-16? 2. Bagaimana ketaatan kita pada bimbingan dan tuntunan Roh Kudus di sepanjang kehidupan kita? Apakah kita mengalami saat-saat dimana kita “sulit” untuk taat pada tuntunanNya? 37
3. Tindakan-tindakan kudus apa yang dapat kita lakukan sebagai bukti ketaatan kita pada tuntunan Roh Kudus? Kaum wanita yang diberkati Tuhan, akhirnya kita telah menyelesaikan Penelaahan Alkitab dengan memahami syair lagu yang mengajarkan kita untuk menjadi kudus dalam sepanjang kehidupan kita. Tema tentang kekudusan ini adalah tema Ilahi yang tak akan habis-habisnya menjadi pergumulan iman kita selama kita hidup dalam dunia, sehingga benar kata Firman Tuhan dalam II Petrus 3: 18,”Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sekarang dan sampai selama-lamanya.” Maka, kita harus terus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadi serupa dengn Kristus dalam sifat-sifat dan karakter kristiani kita, penulis Frederick Buechner berkata bahwa saat menulis tentang sifat seseorang, “tidak ada yang lebih sulit daripada menjelaskan tentang kekudusan.” Tambahnya, “kekudusan sama sekali bukanlah kualitas manusia, seperti kebajikan. Kekudusan . . . bukan hasil perbuatan manusia, melainkan hasil karya Allah di dalam diri mereka.” Sebagai kaum wanita Kristen, kita telah dikhususkan oleh Allah untuk hidup dengan kualitas dari kekhususan itu dan kekudusan adalah kualitas utama yang harus kita hidupi, tetap taat pada pimpinan Roh Kudus dan …”kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.” (Ibrani 12:14b) Akhiri sesi ini dengan menyanyikan sebuah doa dari BNBK no. 48, selamat mengejar kekudusan! Roh Kudus menyertai dan menuntun kita selamanya. Amin !!!
Mayor Elsi H. Sarimin, Asisten SPWT – KPT Bandung.
38
BULAN MEI Minggu I (Pertama) – HARI IBU Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Cinta sang Ibu : BNBK no.24, BNBK no. 166, lagu “Ku ada s’bab anugrah-Mu” : Yohanes 3:16, I Samuel 1:27-28 : Ibu Ada sebuah lagu yang sejak kecil kita semua sudah mengetahuinya “Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa ; Hanya memberi, tak harap kembali bagai sang Surya menyinari dunia”.Lagu ini benarbenar menggambarkan cinta seorang ibu yang begitu besar kepada kita. Keberadaan kita sampai saat ini, tidaklah terlepas dari cinta dan peran ibu bagi kita. Seperti lagu di atas tadi bahwa cinta ibu seperti halnya matahari yang tidak kenal lelah untuk menyinari dunia ini, cinta ibu tak terhingga sepanjang masa, cinta ibu adalah cinta yang tulus dan penuh pengorbanan yang tidak pernah mengharapkan imbalan apapun dari anak-anaknya. Segalanya telah diberikan ibu dengan ikhlas baik harta, waktu, perhatian, pengorbanan, tenaga bahkan bila perlu nyawanya, yang penting putra putrinya sehat, selamat serta bahagia. Dan kita anakanaknya, kita pun tidak akan sanggup membalas jasa dan pengorbanan para ibu kita, bukan?
Menjadi seorang ibu adalah anugerah terindah dari Tuhan karena lewat rahimnya maka lahirlah orang-orang hebat yang telah menjadi berkat bagi Tuhan dan sesama termasuk saudara dan saya. Anugerah terindah itu salah satunya adalah sebagai sosok yang sangat penting di dalam keluarga, tanpa mengesampingkan peran ayah tentunya. Ayah dan ibu sama-sama memegang peranan yang penting dalam keluarga, dimana ayah adalah tulang punggung keluarga yang mencari nafkah bagi istri dan anakanaknya sedangkan ibu berperan untuk mengurus anak-anak serta mengelola segala sesuatu yang ada dalam rumah tangga mereka dengan sebaik-baiknya. Tidak mudah tugas yang harus dijalankan oleh sang ibu tetapi sekali lagi, karena cintanya kepada suami dan anak-anaknya maka dia bersedia dan mampu melakukan bahkan melewati segala sesuatu yang Tuhan ijinkan terjadi dalam rumah tangganya. Salah satu bukti kuat tentang cinta ibu bagi suami dan anak-anaknya adalah ketekunannya untuk berdoa. Ibu Hana adalah seorang Ibu yang tekun berdoa bagi anaknya, bahkan ketika Samuel sudah tinggal di Bait Allah pun, Ibu Hana selalu mengiringi Samuel dengan doa-doanya. Samuel pun berhasil menjadi nabi besar karena hasil doa dari sang ibu terkasih. Ibu adalah tiang doa dalam keluarga yang selalu berdoa bagi suami dan anak-anaknya, menopang dalam doa bagi sang suami yang sedang bekerja, menopang dalam doa bagi anak-anak yang sedang bersekolah maka tidaklah heran dibalik kesuksesan suami dan anak-anak ada sosok ibu yang begitu teguh berdoa untuk kesuksesan yang diraih. Alangkah berbahagianya jika kita sampai saat ini masih merasakan cinta ibu kita melalui doa-doanya bagi kita karena sesungguhnya topangan doa ibu lah yang membuat kita semua boleh ada sampai pada saat ini. Oleh sebab itu, bersyukurlah kita yang masih memiliki ibu karena kita masih bisa merasakan cintanya kepada kita lewat doa-doa yang dinaikkan kepada Tuhan bagi kebahagiaan dan keberhasilan kita. Jika kita sebagai ibu jarang atau bahkan tidak pernah berdoa untuk suami dan anak-anak kita, marilah belajar kepada Ibu Hana yang sudah membuktikan bahwa kekuatan doanya, kebesaran cintanya kepada Samuel, itulah kunci keberhasilan Samuel.Cinta ibu adalah gambaran cinta Tuhan bagi kita umat manusia, dimana Tuhan sudah terlebih dahulu mengorbankan diri-Nya demi keselamatan umat manusia sebagai bukti cinta-Nya yang besar kepada kita umat manusia. Seperti seorang Ibu yang tidak pernah 39
berhenti mencintai suami dan anak-anaknya, maka demikianlah cinta Tuhan yang terus menerus berlaku dalam kehidupan kita. Mari bersyukurlah kepada Tuhan untuk sosok ibu yang Tuhan anugerahkan bagi kita masing-masing dan tetaplah bersyukur untuk cinta-Nya Tuhan yang tak pernah berkesudahan di dalam kehidupan kita. Amin. Selamat Hari Ibu, Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati para ibu. “Ku ada s’bab anugerah-Mu, ku ada kar’na kasih-Mu, Tuhan Yesus, ku berterima kasih buat kasih rahmat-Mu T’rimakasih Yesus, Yesus t’rimakasih Kar’na anugerah-Mu buat hidupku s’karangKu ‘kan memuji-Mu selamanya”
Kapten Grace Ambitan, Opsir Korps I dan LKSA Anugerah Denpasar – Divisi Divisi Jawa Bali.
40
BULAN MEI Minggu II (Kedua) – PENDIDIKAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Jagalah hatimu : Hatiku penuh nyanyian, hati yang gembira adalah obat, hati senang di dalam Tuhan, BNBK no. 283, BNBK no. 133 : Amsal 14:23 : Hati
Renungan : Dalam Alkitab kata hati menunjuk pada makna yang berkaitan dengan perasaan batin,naluri, kecantikan batin seseorang, juga bagaimana kita bersikap itu terpancar dari batin yang baik. Jika hati secara lahiriah berfungsi untuk menyaring racun, maka hati dalam makna batin juga berfungsi untuk menyaring segala kepahitan, kebencian, hal-hal yang tidak baik untuk dikeluarkan dari perbendaharaan hati, batin kita sehingga batin kita menjadi cantik dan itu terpancar lewat tutur kata yang manis, sikap yang manis, yang menjadi berkat . MENGENAL HATI Orang seringkali salah antara hati dan jantung, mereka tunjuk hati di dada kiri. Padahal secara anatomis jantung di dada Kiri sedangkan hati berada di bawah tulang rusuk di sisi kanan perut Anda (Silahkan berdiri dan masing-masing cari rusuk kanan diperut bagian atas, disitulah hati kita) idealnya hati tidak teraba, namun jika teraba berarti hati sedang bermasalah sehingga ukurannya membesar. Hati adalah organ yang bekerja paling keras di dalam tubuh. Berukuran seperti bola namun tidak bulat. FUNGSI HATI: Hati penting untuk mencerna makanan, menyingkirkan tubuh kita dari zat beracun menyimpan energi bagi tubuh untuk digunakan bila diperlukan. PENYEBAB SAKIT LIVER/HATI : 1. Infeksi ( parasit dan Virus) Parasit Misalnya Cacing dapat menyebabkan sakit Liver Virus dapat menyebar dari orang yang menderita penyakit Liver, melalui Udara, alat makan, Keringat, Bersentuhan, Luka terbuka, kotoran, darah,menyebabkan kita bisa terkena infeksi Hepar (Liver atau hati) 2. Kelainan Sistem kekebalan tubuh. Penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang bagianbagian tertentu dari tubuh (autoimun) dapat mempengaruhi hati kita 3. Genetika ( Keturunan/Bawaan) Ada gen abnormal yang diturunkan dari salah satu atau kedua orang tua kita dapat menyebabkan berbagai zat untuk menumpuk dalam hati kita, yang mengakibatkan kerusakan hati. 4. Penyalahgunaan alkohol kronis ( dalam jangka waktu panjang) 5. Lemak terakumulasi (terkumpul) dalam hati. TANDA & GEJALA PENYAKIT LIVER/HEPAR/HATI Kulit dan mata yang tampak kekuningan Nyeri perut dan bengkak Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki 41
Kulit yang gatal Warna urin (Kencing) gelap spt Teh Pekat Warna feses (Bab) pucat, atau berdarah Kelelahan kronis (Menahun) Mual atau muntah Kehilangan selera makan Kecenderungan untuk mudah memar.
CARA MENCEGAH PENYAKIT HATI: Jaga Berat Badan Ideal dan batasi asupan Lemak Jangan Berhubungan Sex dengan Penderita hepatitis / Gunakan Kondom Gunakan Obat-obat sesuai Indikasi, Hindari Alkohol, dan Bahan Kimia yg berlebihan Hindari Terpapar Cairan tubuh dengan Penderita Hepatitis Lakukan Imunisasi Vaksin Hepatitis A dan B Jadi bebaskan hati lahiriah kita dari racun, dan bebaskan hati batiniah kita dengan kepahitan,kebencian, dendam, maka hidup kita adalah hidup yang bersinar dan hidup yang suci.
Kapten Ni Gusti Ayu Luturmas, Opsir Klinik Amurang (Divisi Sulawesi Utara).
42
BULAN MEI Minggu III (Ketiga) – PELAYANAN (PERINGATAN KENAIKAN TUHAN YESUS) Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Pergi untuk kembali : BNBK no. 167, Koor : S’gala puji syukur, BNBK no. 45 : Lukas 24: 50 - 53 : Kembali
Renungan : “Lalu Yesus membawa mereka keluar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, Lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah “. Sering kali kita mendengar bahwa ketika seseorang akan pergi meninggalkan tempat sebelumya dan menuju atau pindah ke suatu tempat yang lain apakah dengan alasan karena pekerjaan, pendidikan ,pelayanan dsb tentu biasanya yang akan di lakukan adalah berpamitan sebelum berpisah dengan orang orang yang pernah bersama dan di dalam perpisahan itu tentu ada kata kata atau pesan yang diberikan baik yang di tinggalkan maupun yang meninggalkan. Saat Yesus meninggalkan para murid dan akan terangkat ke sorga , Yesus berpamitan dan berkata kepada mereka : “Kamu akan menjadi saksi-Ku sampai ke ujung bumi.” ( Kis 1 : 8 ) Ini pesan atau permintaan yang Dia sampaikan kepada mereka dan juga merupakan janji-Nya kepada mereka. Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Yesus meninggalkan berkat-Nya bersama para murid dan pesan itu bagi kita memberi arti sebagai berikut : 1. Tuhan Yesus akan datang segera. Saudara yang dikasihi Tuhan, Tuhan sudah naik ke sorga, tapi satu kali kelak dan dalam waktu yang tidak lama lagi, Dia akan segera datang kembali. Kita harus sungguh-sungguh di dalam Tuhan karena Dia akan segera datang menjemput umatNya yang kudus. 2. Persiapan kita sebagai orang percaya dalam menunggu kedatanganNya. Sesudah Yesus terangkat ke sorga, maka yang dilakukan para murid waktu itu adalah mereka sujud menyembah, mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita, mereka senantiasa berada dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. Mereka tahu bahwa sekali kelak Yesus akan datang kembali, sehingga mereka menjalani hari-hari mereka dengan terus melaksanakan amanat atau tugas mulia untuk menjadi saksiNya, mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama sama ( KPR 1 : 14 ). Sebagai umatNya , kita terus menantikan kapan Yesus datang kembali ke dunia ini. Dan Tuhan tentu merindukan agar kita sungguh sungguh menunggu kedatanganNya. Sudah tentu dalam waktu-waktu penantian itu, kita juga seperti para murid yakni ada tugas yang harus dikerjakan selama masa penantian itu, bagaimana kita mempersiapkan hati bahkan segenap kehidupan kita ini agar senantiasa berkenan kepadaNya. Bagaimana kita tetap menjaga kekudusan kita dalam hati, pikiran, perkataan, perbuatan sehingga Allah hadir dalam kehidupan kita. Bagaimana kita terus menyerah kepada bimbingan, tuntunan serta arahan Roh Kudus sehingga dalam menjalani kehidupan di dunia ini sambil menantikan 43
kedatanganNya untuk kali kedua, kita semakin berkenan kepadaNya dan terus mau hidup benar dan selalu merindukan untuk terus menyenangkan hatiNya serta hidup yang terus memuliakan Tuhan dan selalu menjadi alat kesaksianNya bagi banyak orang sambil terus menjaga kekudusan hidup kita berpadanan dengan Firman Tuhan dan didalam iman yang kokoh kepada Tuhan. Haleluyah! Amin .
Kapten Yuliana Ndoro, Opsir Korps IV Surabaya – Divisi Jawa Bali.
44
BULAN MEI Minggu IV (Keempat) – PENELAAHAN ALKITAB Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Kesucian dalam mengambil keputusan : BNBK no. 236, BNBK no. 320, BNBK No. 344 : Rut 1: 1 - 22 : Keputusan
Latar belakang Alkitab Kisah Rut dan Naomi adalah sebuah kisah perjalanan hidup dua perempuan yang hidup di tengah-tengah kesulitan besar di tanah Israel yaitu bencana kelaparan. Elimelekh dan Naomi memiliki dua anak laki-laki yang bernama Mahlon dan Kilyon, masing-masing mengambil istri perempuan Moab yang bernama Orpa dan Rut, mereka tinggal selama 10 tahun di daerah Moab dan setelah Elimelekh, Mahlon dan Kilyon meninggal maka ketiga perempuan ini berkemas untuk pulang ke tanah Yehuda. Perjuangan hidup sebagai seorang perempuan tidak mudah bagi mereka, perempuan yang peratama adalah Naomi, ia tentu merasakan kepedihan yang luar biasa dan beban yang berat, sekalipun ia adalah seorang perempuan yang telah mengenal TUHAN dan memiliki kepercayaan yang besar bahwa TUHAN akan menunjukkan kasih dan karuniaNya kedua anak mantunya jika mereka mau kembali dan pulang ke rumah ibunya masing-masing. Ayat 20 – 21 adalah ayat yang menunjukkan kepedihan hati Naomi, dalam Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia Masa Kini di tuliskan demikian “Janganlah panggil saya Naomi,” kata Naomi, “panggillah saja Mara, sebab Allah Yang Mahakuasa telah membiarkan saya hidup penuh dengan kepahitan. Ketika saya pergi dari sini saya berkecukupan, tetapi sekarang Tuhan membawa saya kembali dengan tangan kosong. Oleh sebab itu janganlah kalian menyebut saya Naomi lagi, karena Tuhan Yang Mahakuasa sudah menghukum saya dengan banyak penderitaan!” Kita mengerti perasaan Naomi dan bisa membayangkan beratnya beban hidupnya, sekalipun ia seorang yang percaya kepada TUHAN, ia tetap seorang manusia yang memiliki perasaan sedih, sakit hati dan kepahitan melalui pengalaman-pengalaman hidupnya. Ia tetap menjalani kehidupannya dan menjadi seorang perempuan yang bijak, yangmenuntun Rut untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik sebagaimana tradisi dan kebiasaan yang berlaku di daerah Yehuda. Perempuan kedua adalah Rut, sekalipun dalam pembacaan Alkitab tidak menjelaskan tentang sosok Rut secara detai sebagai seorang perempuan yang saleh dan mengenal Tuhan, tetapi ia adalah seorang perempuan yang tentu percaya dan memiliki komitmen yang sama dengan ibu mertuanya, ia seorang perempuan yang takut akan Tuhan dan mengenal Tuhan serta percaya kepada Tuhan. Hal ini terlihat ketika ia diminta oleh ibu mertuanya untuk pulang kembali ke rumah ibunya, ia mengambil sebuah keputusan yang didasari oleh kepercayaannya kepada Tuhan. Naomi memintanya untuk pulang ke rumah ibunya, tetapi Rut tidak mau, ia membuat keputusan dan memilih untuk tetap bersama dengan Naomi pulang Betlehem dan menarik sekali ketika ia mengambil keputusan, ia juga membuat sebuah pengakuan iman, sebuah keyakinan yang sama dengan Naomi, dalam ayat 16, Rut berkata :” Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau : sebab ke mana engkau pergi, di situ jugalah aku pergi, dan dimana engkau bermalam, disitu jugalah aku bermalam : bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;”
45
Rut mendasari keputusannya dengan keyakinan bahwa Allah yang penuh kasih karunia itu akan memberkatinya, menolongnya sekalipun ia ikut dengan ibu mertuanya di Betlehem. Rut meyakini bahwa Allah Naomi adalah Allah yang sama dengan Allah yang ia yakini sebagai Tuhan dalam kehidupannya selama di daerah Moab. Rut mengenal betul siapa Allah yang ia percaya dan ini memberikannya hikmat, pengertian ketika ia memutuskan untuk ikut bersama Naomi, pulang kembali ke Betlehem. Rut memiliki hati yang suci, karena ia mengenal betul Allah, Rut memiliki hati yang suci karena ia percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan, Rut memiliki relasi yang intim dengan Allah. Kaum wanita yang diberkati Tuhan, demikian juga dengan kehidupan kita sehari-hari sebagai seorang perempuan kita akan terlibat dengan hal-hal penting yang menyangkut sebuah keputusan , baik itu yang berhubungan dengan masalah rumah tangga, masalah pekerjaan, masalah pelayanan hingga pada halhal kecil yang kita lakukan sehari-hari, misalnya sebagai seorang ibu yang bertanggung jawab untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi keluarga, tentu kita sudah memikirkan menu dan semua bahan, bagaimana mengelolanya hingga tersaji dengan nikmat di meja makan. Kehidupan kita sebagai seorang perempuan dalam berbagai peran dan fungsi kita, selalu ada sebuah pengambilan keputusan yang harus kita lakukan dan Rut memberikan teladan penting sehubungan dengan hal tersebut.
Diskusikan beberapa pertanyaan di bawah ini : 1. Pernahkah Anda menghadapi suatu pergumulan berat dan Anda harus mengambil sebuah keputusan ? Ceritakanlah kepada teman sekelompok Anda dan bagaimana Anda menghadapi pergumulan tersebut? Bagaimana Anda mengambil keputusan? Siapakah yang menolong Anda dalam menghadapi pergumulan tersebut? 2. Bagaimana Anda membangun relasi/hubungan yang intim dengan Tuhan sementara di saat yang sama Anda menghadapi sebuah pergumulan yang berat? 3. Bagaimana Anda merasakan pengaruh kesucian hati Anda dalam mengambil keputusan? Sebuah keputusan penting dalam kehidupan kita sebagai perempuan, seharusnya didasari oleh pengenalan dan kepercayaan yang sungguh kepada Tuhan yang akan menjadikan hati kita suci sehingga dalam setiap pengambilan keputusan, kita tidak akan melakukannya dengan gegabah/ceroboh dan tanpa pertimbangan yang matang. Pengenalan dan kepercayaan yang sungguh kepada Tuhan dan hati yang suci adalah hal yang berkaitan relasi/hubungan yang intim (karib; akrab) dengan Tuhan sebagai sumber hikmat dan pengertian.
Mayor Elsi H. Sarimin, Asisten SPWT – KPT Bandung.
46
BULAN JUNI Minggu I (Pertama) – PERINGATAN PENTAKOSTA DAN HARI BAPAK Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Hati yang dipenuhi Roh Kudus : BNBK no. 51, BNBK no. 56, koor doa no.5 : Roma 8:9-16 : dipenuhi
Renungan : Nats : “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4: 23) Dalam dunia kesehatan hati dapat di definisikan sebagai organ tubuh yang terbesar, dan memiliki fungsi yang sangat banyak termasuk memproses segala yang kita makan dan minum , menyaring zat yang berbahaya dari darah, mengatur metabolisme, mencampur/memadukan protein, menyimpan vitamin dan zat besi serta menghasilkan empedu. Hati juga merupakan salah satu organ tubuh yang penting dalam diri seorang manusia,. Kalau hati ini tidak dijaga maka akan timbul sakit penyakit yang merugikan tubuh ini. Karena itu ada beribu-ribu tips yang diberikan oleh tenaga kesehatan bagaimana merawat hati kita supaya tetap sehat, dan tubuh tetap nyaman. Tetapi hari ini kita tidak berbicara tentang hati dalam istilah kesehatan, tetapi hati yang lain yang ada di dalam diri setiap manusia, hati ini tidak terlihat, tidak tampak tapi dapat dirasakan keberadaannya dan jika tidak dijaga dengan baik, maka hati inipun bisa kena penyakit bahkan menimbulkan kematian secara rohani. Dalam kamus Bahasa Indonesia hati disebut sebagai sesuatu yang ada di dalam tubuh manusia yang disebut sebagai tempat segala perasaan batin dan tempat menyimpan segala pengertian. Banyak orang menganggap bahwa kepala dan otak merupakan pusat dan pengatur dari kegiatan manusia. Tetapi Alkitab menyatakan bahwa hatilah pusat itu, sebagaimana Firman Tuhan yang menjadi nats kita “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan (Ams 4:23)”. Sebagai wanita-wanita Kristen, maka patutlah kita menjaga “hati” kita, agar senantiasa dipenuhi oleh Roh Kudus. Dipenuhi oleh Roh Kudus berarti kita membiarkan Roh Kudus itu bebas menempati setiap bagian dari hidup kita, menuntun dan menguasai kita. Dalam Roma Pasal 8 : 9-16, menyatakan bahwa jika memang hidup kita adalah milik Kristus maka sudah pasti Roh Allah itu berdiam dalam diri kita. Ini berarti bahwa kita juga harus menanggalkan perbuatan-perbuatan daging (dosa) sehingga Roh Kudus tetap berdiam dalam hidup kita, mengapa kita harus menjaga agar Roh Kudus itu tetap berdiam dalam hidup kita ? Dalam Efesus 4 :30 mengatakan bahwa Roh Kudus itu bisa di dukakan baik melalui perbuatan, sikap, tutur kata dan cara hidup kita setiap hari dan karya-Nya dalam diri kita bisa di padamkan ( 1 Tes 5:19). Ketika kita membiarkan ini terjadi , kita tidak akan mengalami secara penuh bagaimana Roh Kudus bekerja dan menyatakan kuasa-Nya di dalam dan melalui diri kita. Wanita yang diberkati Tuhan, sebagaimana fungsi hati secara medis dapat memproses hal-hal atau zat-zat yang baik bahkan membuang racun-racun berbahaya di dalam tubuh manusia, maka demikianlah juga kita harus mengfungsikan “hati” yang tidak terlihat itu untuk menyaring hal-hal yang tidak baik yang dapat merusak hidup rohani kita, singkirkan itu, dan biarkan hal-hal yang bermanfaat sesuatu yang positif tetap ada di dalam diri kita, dengan demikian maka melaui sikap hidup kita orang lain, sesama kita dapat melihat bahwa benar kita adalah wanita-wanita yang hatinya selalu di penuhi oleh Roh Kudus. 47
Bagaimana kita bisa menjaga hati agar tetap kudus dan benar di hadapan Tuhan ? Ketahuilah bahwa tidak ada yang bisa mengubah karakter manusia selain Tuhan, dan dorongan dari diri sendiri untuk mau di bentuk sesuai kehendak Tuhan. Hanya dengan pimpinan Roh kudus kita dimampukan untuk tetap berdiri diatas kebenaran. Oleh karena itu bukalah hati dan undanglah Roh kudus untuk menjadi Tuan dalam kehidupan kita. Sebagai orang percaya kita harus mau dipimpin oleh Roh Kudus dalam langkah hidup kita agar kita tidak mudah jatuh dalam pencobaan. Merenungkan Firman-Nya dan taat melakukannya adalah langkah awal penyerahan hati untuk di bentuk menjadi emas yang murni. Kita tidak akan tahu kemurnian hati kita jika apa yang ada di dalam hati tidak diproses dan di tempa lebih dahulu . Tekanan itu mungkin datang dari hal-hal sepele, tetapi tahukah bahwa kita seringkali jatuh justru hanya karena kita tidak waspada dengan keriil-kerikil yang ada di depan kita. Tekanan itu mungkin menyakitkan ,tapi itu adalah proses dimana Tuhan sedang membentuk dan memurnikan kita . Dalam saat - saat pemurnian ini bisakah kita seperti Ayub ,berkata : Ia tahu jalan hidupku, seandainya ia menguji aku aku akan timbul seperti emas. (Ayub 23:10). Kiranya Tuhan memenuhi hati kita dengan Roh Kudus hari demi hari !
Kapten Elfira Nurcahyo, Sekretaris Bisnis Divisi Sulawesi Utara.
48
BULAN JUNI Minggu II (Kedua) – PENDIDIKAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Manfaat waktu istirahat : BNBK no. 157, BNBK no. 191, dan BNBK no. 19 : Markus 6: 30 - 44 : Istirahat
Renungan : Kaum wanita dikenal sebagai sosok yang memiliki kemampuan ekstra/khusus dalam melakukan pekerjaan sehari-hari, seringkali beberapa pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu yang sama dengan menggunakan kedua tangan dan kaki yang Tuhan anugerahkan. Ketrampilan membagi waktu dan melakukan semua pekerjaan yang dimiliki kaum wanita adalah karunia Tuhan yang patut di syukuri, meskipun kenyataannya ada banyak keluhan sering dilontarkan kaum wanita, antara lain “aduh capek, aduh ingin tidur tapi tugas/ pekerjaan belum selesai”. Pembacaan Firman Tuhan mengungkapkan bagaimana pengalaman para rasul dan Tuhan Yesus sendiri dalam melakukan tugas sebab begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi sehingga makan pun mereka tidak sempat (Markus 6:31) karena orang-orang ingin mendengarkan pengajaran mereka, mungkin dalam keadaan yang berbeda kita pernah mengalami keadaan semacam yang dialami oleh para rasul/ murid-murid Tuhan Yesus, sibuk dalam tugas-tugas kita, pekerjaan, entah itu pekerjaan di kantor di rumah bahkan dalam pelayanan. Jika kita merasa lelah, mari mengingat apa yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Matius 6:31, “Marilah ke tempat yang sunyi dan beristirahatlah”. Artinya beristirahat adalah sesuatu yang penting, sebab tanpa istirahat badan kita menjadi lemah atau malah sakit. Bukan itu saja, kurang istirahat dapat membuat kita menjadi kurang focus, kurang sabar, dan lekas marah akibatnya, orang-orang sekitar kita menjadi pelampiasan apakah itu suami, anak dan rekan sekerja kita. Maka pesan Firman Tuhan ini masih relevan sampai pada zaman ini.Firman Tuhan mengajarkan kita cara yang terbaik untuk beristirahat menyendiri barsama Tuhan, dan bersama dengan orang-orang yang dapat menguatkan kita untuk kembali melakukan tugas-tugas kita , sesuai dengan bidang atau profesi. Karena kita telah memperoleh kekuatan, kesegaran, semangat baru dari Tuhan. Bahkan dalam Mazmur 23:1-2 mengatakan “ Tuhan adalah Gembalaku, Ia membimbing aku ke air yang tenang, Ia menyegarkan jiwaku”. Tuhan Yesus pernah mengalami kelelahan, seperti kita. Ia pasti memahami keadaan kita, dan Ia pulalah yang akan menolong kita. Saat istirahat memang kita melepaskan kelelahan jasmani namun sebenarnya kita perlu memberi perhatian terhadap kelelahan rohani kita. Sebab pada dasarnya, istirahat merupakan waktu pemulihan untuk memohon kekuatan, pertolongan dari Tuhan dalam menghadapi hari-hari selanjutnya. Dan waktu istirahat adalah waktu untuk memperkaya jiwa, memberi kesempatan kasih Allah berkarya dalam hidup kita, dengan demikian kita mempunyai kekuatan untuk melakukan perbuatan-perbuatan kasih kepada sesama. Seberapapun waktu istirahat kita, istirahat itu penting. Sebab demikianlah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dan para murid-Nya di tengah berbagai kesibukan, mereka mengambil waktu istirahat untuk mendapatkan kekuatan yang baru, kesegaran dan kekuatan . Istirahat adalah waktu dimana Tuhan memulihkan keadaan kita, istirahat adalah waktu dimana kita mengalami pembaruan sel-sel tubuh, istirahat adalah waktu dimana kita mengisi “bejana jiwa” kita dengan kebenaran Tuhan. Tuhan memberkati! Kapten Ny. Lus Santu, Opsir Korps IV Manado – Divisi Sulawesi Utara. 49
BULAN JUNI Minggu III (Ketiga) – PENDIDIKAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Mengenal Suku Dayak : BNBK no. 354, koor “Dalam Tuhan kita bersaudara, BNBK no. 166 : Mazmur 133 : Persaudaraan
Catatan : Jika memungkinan maka sebelum acara ibadah dimulai, Opsir Korps dapat mempersiapkan slide dalam power point tentang budaya Suku Dayak yang akan mendukung penyampaian materi PKW untuk mengenal Suku Dayak tersebut atau ada kreatifitas lain sesuai dengan keadaan setempat. Penyampaian tema “Mengenal Suku Dayak” diawali dengan menyanyi bersama koor : Ku tak pandang dari g’reja mana, asalkan berdiri atas firmanNya, Kalau hatimu s’perti hatiku, kaulah saudara dan saudariku; Ku tak pandang dari suku apa, asalkan percaya pada firmanNya, Kalau hatimu s’perti hatiku, Engkaulah saudara dan saudariku. Asal mula Suku Dayak Kata Dayak sebenarnya bukanlah nama suku tetapi sebuah sebutan bagi orang pedalaman yang tinggal di pulau Kalimantan. Dayak berasal dari kata Dajak atau Dyak, nama ini adalah sebutan yang diberikan oleh para penjajah kepada suku pedalaman Kalimantan. Kata Dayak bukan nama bagi satu suku saja tetapi sebutan bagi semua suku yang mendiami pulau Kalimantan. Konon nenek moyang suku Dayak berasal dari suatu negri yang bernama “Yunan” di wilayah Cina. Mereka adalah keturunan kerajaan Cina yang kalah dalam peperangan yang mana mereka mengamankan diri dengan berpindah-pindah hingga sampai ke pulau Kalimantan. Trauma berat akibat dari pengalaman perang yang dialami, membuat mereka memilih untuk tinggal di daerah pedalaman pulau Kalimantan. Berbagai macam dinamikan pengalaman masa lalu membuat mereka memiliki tradisi yang unik dan primitive pula. Seiring dengan perkembangannya, bertahun-tahun kemudian kelompok suku Dayak memiliki beberapa anak dari suku. Dan diantaranya ada yang sudha mulai mau menjalin komunikasi dengan orangorang luar dari kelompok mereka. Namun masih ada juga yang tetap mempertahankan kebudayaan dan tradisinya. Suku Dayak memiliki kebudayaan yang beranekaragam mulai dari pakaian adat, alat musik yang beraneka ragam yang kesemuanya ini tak terlepas dari sejarah adanya suku ini. Pakaian adat memiliki corak yang unik dan penuh ukiran yang masingmasing menggambarkan ukiran binatang sebagai lambang kekuatan dari tiap-tiap anak suku (contoh : suku Kenyah, lambang kekuatannya burung Enggang, suku Lundayeh, lambang kekuatannya Buanya, suku Tunjung Lambang kekuatannya Macan dan lain-lainnya) hampir mirip dengan kebudayaan Cina.
Sumber gambar : Mayor Rismauli Manurung
50
Sedangkan rumah adat pada umumnya terbuat dari papan dan bertiangkan kayu ulin yang konon memiliki kekuatan ratusan tahun. Rumah adat ini biasanya disebut Lapo atau Lamin dan masih ada nama lain sesuai dengan sebutan masing-masing anak suku. Adat istiadat yang dimiliki oleh suku Dayak dapat dikenal dari cara mereka berpakaian, bagaimana cara mereka menjalin kehidupan, serta upacara ritual yang mereka lakukan. Dan juga setiap anak suku memiliki bahasa khas masing-masing. Kaum wanita suku Dayak pedalaman pada umumnya sangat ahli dalam menganyam tikar, bakul yang disebut anjat tenunan dan lain-lain. Seiring dengan perkembangan jaman, seperti suku-suku lainnya di Indonesia, suku Dayak juga telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dengan masuknya ajaran agama Islam, Kristen, Katolik dan dibarengi dengan adanya pendidikan formal dan non formal yang diprogramkan oleh pemerintah, telah sedikit demi sedikit membawa kehidupan masyarakat suku Dayak menjadi lebih maju. Bagi warga suku Dayak yang telah menganut ajaran agama Islam, Kristen dan Katolik sudah tidak lagi melakukan kegiatan-kegiatan ritual yang berbau mistik. Injil Yesus Kristus telah banyak memengaruhi sebagian besar suku Dayak yang berada di pedalaman Kalimantan. Sumber gambar : Mayor Rismauli Manurung
Meskipun demikian, kebudayaan seperti penyembahan kepada arwah nenek moyang/leluhur, upacara Balian untuk menyembuhkan orang sakit masih disyakini oleh sebagian kecil orang dari tiap-tiap suku Dayak yang tinggal di Kalimantan. Demikian sekilas informasi tentang suku Dayak , Tuhan Yesus memberkati semua kaum wanita di Teritori Indonesia, Amin!
Mayor Bertha Hetta, Opsir Korps Muara Mujan – Regional Kalimantan Timur.
51
BULAN JUNI Minggu IV (Keempat) – PENELAAHAN ALKITAB Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: : : :
Kebesaran Kristus Yesus BNBK no.44, BNBK no. 244, koor : Yesus kekasih jiwaku Lukas 4: 14 - 21 Karunia
Apa yang Alkitab katakan Alkitab memberikan judul pada perikop ini, ‘Yesus ditolak di Nazaret’. Secara paralel, bisa diberi judul, ‘Yesus dan Roh’; jadi mari kita merenungkan sejenak relasi yang unik antara Roh/Anak. Yesus dikandung oleh Roh (Lukas 1:35) dan kemudian diurapi oleh Roh pada saat pembaptisan-Nya; dan Roh turun ke atas Dia seperti burung merpati (Markus 1: 9-12). Sesudah dibawa ke padang belantara, di mana Dia dicobai Iblis, Yesus kembali – dengan berkemenangan dalam kuasa Roh. Kembali ke kota asal-Nya, Yesus masuk ke sinagoge, seperti kebiasaan-Nya. Ingat, Yesus tumbuh besar mematuhi Sabat, dan mengadakan kunjungan tahunan ke Bait Allah. Anda juga mungkin ingat bagaimana, ketika masih remaja, Dia pernah terpisah dari orangtuanya sesudah upacara-upacara keagamaan dan tinggal di Bait Allah. Ketika ditemukan oleh Maria dan Yusuf, Dia hanya berkata, ‘Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?’ Tempaan kerohanian dasar ini terbukti berharga; dan kita mengingat Dia secara konsisten menjawab penggoda-Nya di padang belantara dengan ungkapan, ‘Ada tertulis…...’ Saat kita bergabung denganNya dalam Lukas 24, Dia menyatakan dengan lantang dan gamblang dimulainya pelayanan publik-Nya. Sambil membuka gulungan kitab, Yesus memilih satu bagian dari Kitab Nabi Yesaya: “Roh Tuhan Allah ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan.” (19) Ia memegang teguh kata-kata yang akrab di telinga kita ini dan memakainya untuk melukiskan gambaran tujuan dan misi-Nya; dan siapa Dia dan seperti apa wujud pelayanan-Nya. Seperti telah menjadi kebiasaan di sinagoge, sesudah berdiri membacakan ayat Alkitab Dia duduk lagi dan mulai mengajar. Pesan yang disampaikan pada hari itu tidak panjang, tetapi sangat berkuasa. Orangorang Israel telah menanti-nantikan selama berabad-abad penggenapan janji Allah. Hari ini Yesus menyatakan bahwa penantian itu akhirnya berakhir! ‘Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya’. (Lukas 4: 21) Hidup kita sekarang Sungguh pesan yang sangat berkuasa yang Yesus sampaikan! Pesan yang teramat dan sungguh-sungguh perlu untuk didengar di dunia kita pada saat ini. Orang mungkin berpikir mereka kaya dan bebas, dan bahwa mereka mempunyai ‘mata yang terbuka’. Tetapi apakah ini benar? Uang di saku tidak menjadikan Anda kaya. Peluang untuk mabuk dan mencandu; melihat gambar-gambar seksual di internet atau mempunyai banyak pasangan tidak memberikan kepada Anda kebebasan. Mata terbuka melihat nilainilai yang dipertanyakan dunia ini bukan pemandangan yang menyenangkan, bukan? Semuanya ini bisa merupakan masalah fisik atau rohani. 52
Jika kita hendak menjadi pemberita-pemberita Kabar Baik kita perlu, seperti Yesus, merangkul kebiasaan meluangkan waktu berada di rumah Bapa. Kita perlu ayat-ayat Alkitab tertulis dalam hati kita, tertanam dalam pikiran kita, dan terlihat dalam hidup kita. Hari ini adalah hari baru! Sebagai wanita saleh Allah, Anda telah dikaruniakan pelayanan yang akan menyentuh kehidupan anggota keluarga, sahabat dan komunitas. Sebagai wanita saleh Allah kita perlu merasakan Roh Tuhan mengurapi kita. Sewaktu Yesus bersiap untuk meninggalkan murid-murid-Nya Dia menjanjikan kepada mereka karunia istimewa dari Bapa-Nya: ‘Kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus’ (Kisah Para Rasul 1: 4-5). ‘Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu’ (Kisah Para Rasul 1: 8) ‘...dan kamu akan menjadi saksi-Ku’. (Kisah Para Rasul 1: 8) Pertanyaan untuk diskusi 1. Bagaimana dan di mana Anda menemukan waktu untuk dapat berada ‘di rumah Bapa’? 2. Adakah saat-saat di mana Anda merasakan dengan jelas Roh Kudus ada dalam diri Anda? 3. Peluang apa yang Anda punyai untuk membagikan ‘karunia istimewa’ yang Anda telah terima dari Tuhan?
Siap untuk melayani Kita dapat saling membantu untuk mempersiapkan untuk pelayanan, kemukakn kualitas yang Anda lihat dalam anggota kelompok Anda dan berdoalah menggunakan Lukas 4:18-19 sebagai akhir dari sesi ini.
LtKol. Lyn Hilss, Sekretaris Pelayanan Wanita Teritorial – KPT Bandung.
53
BULAN JULI Minggu I (Pertama) – HARI ANAK BALA KESELAMATAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Memperkenalkan waktu bersama Tuhan kepada anak-anak : BNBK no. 262, BNBK no. 275, lagu “Hidup ini adalah kesempatan” : Ulangan 11: 19 : anak/anak-anak
Semua orang tua memiliki kerinduan agar anak-anaknya mencapai keberhasilan. Karena kerinduan tersebut banyak orang tua yang mengajarkan kepada anak-anak mereka untuk bijak dalam mengatur waktu dalam hidup mereka dan belajar untuk hidup disiplin. Ada waktu untuk belajar, waktu untuk istirahat, waktu untuk bermain, waktu bersama keluarga serta waktu-waktu yang lainnya. Disiplin dan bijak mengatur waktu memang merupakan salah satu kunci untuk mencapai keberhasilan, namun sebagai umat yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, kita meyakini bahwa keberhasilan itu datangnya dari Tuhan dan masa depan anak-anak kita ada dalam Tangan-Nya. Maka dari itu sebagai orang tua, kita pun perlu mengajarkan apa yang kita yakini dan hal yang pokok dalam mencapai keberhasilan kepada anak-anak kita yaitu mengutamakan Tuhan. Kaum wanita yang terkasih, salah satu ciri dari anak-anak yang mengutamakan Tuhan adalah selalu menyediakan waktu yang terbaik untuk Tuhan. Memperkenalkan waktu bersama Tuhan kepada anak-anak berarti juga mengajarkan kepada mereka untuk menyediakan waktu bagi Tuhan bukan saja pada tiap minggunya tetapi setiap hari. Apa hasil yang didapatkan ketika anak-anak kita selalu menyediakan waktu untuk Tuhan dan mengutamakan Tuhan? Dalam Matius 6:33 dikatakan “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu”. Kata “semuanya” disini mencakup juga keberhasilan dan masa depan yang penuh harapan.
Sumber gambar : anak-anak di PL Uluwalamate – Divisi Manggala (Letnan H.Adilang)
Berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk memperkenalkan waktu bersama Tuhan kepada anak-anak kita : 1. Mendorong anak-anak rajin beribadah ( I Timotius 4:7-8 ) Ibu yang bijak akan senantiasa mendorong dan melatih anak-anaknya untuk Rajin beribadah sesuai dengan jenjang usia pada anak baik ibadah sekolah minggu, Prajurit muda, Gerakan Pembawa Suluh maupun ibadah lainnya yang umum diikuti. Ajarkan kepada anak bahwa kita tidak boleh menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah dan bahwa datang berbakti, bersyukur, menyembah dan bersekutu bersama saudara seiman kepada Tuhan adalah hal yang penting untuk dilakukan. Bila sudah terbiasa, mereka tidak lagi didorong melainkan memiliki kerinduan untuk beribadah kepada Tuhan. 54
2. Mengajarkan kepada anak untuk memiliki waktu doa dan mencintai Firman Tuhan ( I Tesalonika 5:17, Yosua 1:8, dan 2 Timotius 3:16 Tidak bisa dipungkiri di era milenial ini, bukan hal yang mudah mengajarkan anak-anak untuk memiliki waktu doa secara khusus dan mencintai Firman Tuhan. Kita perlu mencari cara agar mereka dapat memiliki waktu doa setiap hari untuk bersekutu dengan Tuhan baik yang dilakukan saat berdoa bersama keluarga maupun yang dapat anak-anak lakukan secara pribadi. Arahkan mereka untuk memilih tempat dan waktu yang baik dalam berdoa kepada Tuhan atau yang biasa kita kenal dengan “saat teduh�, Sebagaimana raja Daud memilih waktu yang terbaik pada pagi hari dan malam hari untuk berdoa kepada Tuhan ( Mazmur 63:2 dan 7 ). Bagi anak-anak remaja dan pemuda, akan lebih mudah menerangkan kepada mereka bahwa waktu doa dan merenungkan Firman Tuhan sangat penting dan dibutuhkan, kita hanya perlu mengarahkan mereka. Namun bagi yang usia Balita dan anak-anak, kita dapat berdoa bersama mereka, memberikan buku cerita Alkitab bergambar, renungan anak serta film atau video rohani. Berdoa dan merenungkan Firman Tuhan tidak dibatasi oleh tempat melainkan dapat dilakukan di gereja, di rumah, bahkan di tempat-tempat rekreasi, tempat wisata atau tempat berlibur bersama keluarga. Kita dapat membuat kegiatan yang menarik bagi anak untuk belajar Firman Tuhan, contohnya bermain tebak tokoh Alkitab, Penelaahan Alkitab atau menceritakan kisah-kisah dalam Alkitab agar mereka terus rindu belajar Firman Tuhan. Kaum wanita yang terkasih, perlu diingat bahwa dalam mengajarkan anakanak mengenal serta menyediakan waktu bersama Tuhan, tidak hanya diperlukan metode dan kata-kata nasihat atau arahan tetapi yang lebih diperlukan adalah teladan dari orang tua. Dengan melihat apa yang orang tua lakukan untuk menyediakan waktu bagi Tuhan, anak-anak akan meniru teladan tersebut. Jika kita adalah orang tua yang sudah melakukan kedua hal tersebut diatas maka teruslah melakukannya, jika belum, mulailah dari sekarang. Selamat menjadi teladan dan memperkenalkan waktu bersama Tuhan kepada anak-anak. Tuhan memberkati.
Letnan Delvian Sayo, Opsir Korps Tumpaan – Divisi Sulawesi Utara.
55
BULAN JULI Minggu II(Kedua) – PENDIDIKAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Cara menghentikan mimisan : BNBK no. 8, BNBK no. 128, BNBK no. 254 : I Tesalonika 5:12 – 22 : Nafas
Berbagai penyebab mimisan yang perlu Anda tahu Hidung adalah bagian tubuh yang memiliki banyak pembuluh darah kecil atau arteriol yang mudah pecah. Saat pembuluh darah yang ada di bagian depan rongga hidung pecah, maka hidung bisa berdarah. Keluar darah dari hidung atau disebut mimisan dengan tiba-tiba sering membuat Anda panic. Saat terjadi mimisan, kebanyak orang langsung berbaring atau mendongakkan kepala ke belakang. Namun sebenarnya cara itu tidak benar. Pertolongan pertama untuk mimisan yang benar adalah : 1. Duduk dan condongkan tubuh ke depan. Pastikan posisi Anda tegak dan arahkan tubuh Anda sedikit ke depan. Dengan tetap tegak, And adapt mengurangi tekanan darah di pembuluh darah hidung Anda. Ini juga dapat mencegah darah semakin banyak keluar. Selain itu, dengan mencondongkan tubuh ke depan, Anda dapat mencegah darah kembali masuk ke hidung atau saluran nafas, atau tertelan, yang dapat mengiritasi petru Anda. (Jika Anda berbaring, darah justru akan masuk kembali dan bisa menyumbat jalan nafas. 2. Cubit cuping hidung. Gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk mecnubit cuping hidung Anda, selama 10 -15 menit. Selama melakukan ini, Anda dapat mencaoba untuk bernafas melalui mulut. Mencubit cuping hidung berguna untuk memberikan tekanan pada titik pendarahan di septum hidung agar darah berhenti mengalir. 3. Jangan bernafas melalui hidung. Untuk mencegah pendarahan ulang, jangan bernafas melalui hidung dan tidak membungkuk selama beberapa jam setelah mimisan. 4. Gunakan kompres dingin. Untuk mengatasi mimisan, Anda dapat menggunakan kompres dingin pada hidung. Namun, jangan langsung menempelkan es batu ke hidung. Bungkus es batu dengan kain lembut atau handuk bersih, dan tempelkan ke hidung untuk menghentikan mimisan. 5. Segera ke dokter, jika mimisan belum berhenti jika perdarahan kembali terjadi, tiuplah dengan kuat untuk membersihkan hidung Anda dari pembekuan darah. Kemudian semprotkan kedua sisi hidung Anda dengan semprotan hidung yang mengandung Oxymetazoline (sejenis obat yang berfungsi untuk meringankan hidung buntu) Ulangi lagi mencubit hidung Anda, jika mimisan tidak kunjung berhenti juga, segera cari bantuan medis. Penting bagi kita untuk mengethui penyebab mimisan agar kita bisa cepat memutuskan apakah kondisi tersebut masih bisa diatasi sendiri atau perlu penangangan medis dari dokter. Berikut berbagai penyebab mimisan dari yang paling umum sampai yang perlu diwaspadai : 1. Mengupil. Ini merupakan penyebab mimisan yang paling umum terjadi. Kuku bisa menggores lapisan dinding yang sangat tipis dan mengenai pembuluh darah teratasnya, sehingga mimisanlah akibatnya. 2. Udara kering. Udara kering dapat menyebabkan lapisan hidung ikut mongering hingga retak dan akhirnya berdarah. Selain itu, perubahan suhu dari lingkungan luar yang lembab ke dalam rumah yang lebih hangat dan kering akan membuat hidup lebih rentan mimisan. 56
3. Menggunakan obat pengncer darah. Obat nyeri seperti aspirin atau ibuprofen memiliki efek samping mengencerkan darah. Ada pula obat yang memang direspkan sebagai pengencer darah (obat antikoagulan), seperti warfarin atau heparin. 4. Kondisi atau penyakit tertentu. Ada banyak kondisi atau penyakit yang gejalanya adalah sering mimisan antara lain: Penyakit hati (liver), penyakit ginjal, kecanduan alcohol, hipertensi, pilek, flu, sinusitis atau alergi, kanker (kanker hidung dan tenggorokan/karsinoma nasofaring, leukemia, limfoma). Jika Anda sering mimisan lebih dari satu kali dalam sehari, segera cek ke dokter untuk mendapat diagnosis dan pengobatan yang tepat agar tidak bertambah parah. Kenapa alergi bikin hidung mimisan? Alergi itu sendiri bukanlah penyebab mimisan, ketika hidung terus terasa gatal disertai bersin yang tidak kunjung berhenti membuat Anda terus menggosok hidung maka gesekan dan tekanan yang diterima hidung secara terus menerus dapat membuat pembuluh darah kecil di hidung pecah dan akhirnya berdarah. Selain itu, obat alergi yang disemprotkan langsung ke hidung juga dapat menyebabkan hidung mimisan karena efek sampingnya membuat saluran hidung mengering. Dinding hidung akan berkerak dan retak sehingga mudah untuk terluka dan berdarah. Mengatasi hidung mimisan karena alergi 1. Menjauhi pemicunya. Saat alergi kambuh, jangan menggosok hidung terlalu sering. Mengobati alergi secepat mungkin juga akan menghindarikan Anda dari risiko mimisan. Jika hidung sudah terlanjur mimisan, pencet cuping hidung Anda dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk selama 10 menit untuk menghentikan aliran darah. Jangan mendongak atau berbaring. Cara yang benar adalah pastikan Anda tetap berdiri tegak, kemudian condongkan tubuh Anda sedikit ke depan. Hal ini berguna untuk mencegah darag kembali masuk ke hidung danmenyumbat saluran napas yang bisa bikin tersedak. 2. Kompres dingin pada hidung Anda agar darah lebih cepat berhenti. Namun, jangan langsung menempelkan es batu ke hidung. Bungkus es batu dengan kain lembut atau handuk, baru tempelkan ke hidung untuk menghentikan mimisan. Mimisan lebih dari 10 menit perlu dibawa ke dokter. Hidung memang berfungsi untuk menghirup udara pernafasan, namun ketika hidung kita mengalami gangguan karena sesuatu (mimisan) maka fungsi hidung dapat digantikan oleh mulut untuk bernafas. Sebagai orang-orang percaya, doa merupakan nafas kehidupan kita. Berhenti berdoa berarti berhenti bernafas. Doa itu sendiri menjadi penting, karena saat kita berdoa maka saat itu kita sedang berkomunikasi dengan Tuhan; kita berbicara kepada Tuhan sebagai anak, yang berbicara kepada Bapanya. Hubungan ini bersifat dua arah : kita mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan dan kita memberi kesempatan Dia berbicara kepada kita, sehingga kitapun semakin mengenal Tuhan dan semakin mengerti kehendakNya atas kita. Jika mulut dapat menggantikan fungsi hidung untuk bernafas, maka pujian penyembahanpun dapat berfungsi sebagai doa kita kepada Allah Bapa di Surga. Dalam mazmur 22:4 disebutkan,”Padahal Engkaulah yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.” Ketika kita memuji-muji Allah dalam penyembahan yang kudus, maka ada kuasa yang dilepaskan dari surge bagi kita. Kuasa apa sajakah yang dapat terjadi saat kita ada dalam pujian dan penyembahan kepada Allah? Pintu-pintu penjara terbuka, belenggu para tahanan terlepas; mujizat terjadi – Kis.16:25-26 Musuh dikalahkan, umatNya dibebaskan – 2 Tawarikh 20: 21-22 57
Roh jahat kabur (undur) – 1 Samuel 16:23 Menerima wahyu dari Tuhan; 2 Raja-raja 3:15-19 Menjadi kesaksian dan memenangnkan jiwa bagi Tuhan – Mazmur 40:4 Selamat menikmati kuasa Allah dalam pujian dan penyembahan kita kepadaNya.
Mayor Femmy Tulumang, Opsir Klinik Catherine Booth Ambon – Regional Indonesia Timur.
58
BULAN JULI Minggu III (Ketiga) – PELAYANAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Acar ketimun pendamping mie goreng : BNBK no. 18, BNBK no. 145, BNBK no.130 : Kejadian 2:18, Efesus 5:21-22, Amsal 31:10-31 : Mendampingi/melengkapi
Kaum wanita yang diberkati Tuhan, peran sebagai pelengkap bukanlah sesuatu yang dianggap tidak penting, sebab dengan kehadiran pelengkap maka sesuatu akan menjadi lebih baik, lebih pas atau dengan kata lain tidak ada yang kurang. Namun tidak demikian ketika Allah menciptakan seorang wanita, wanita adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah untuk menolong dan menjadi pasangan bagi kaum Adam, sebagaimana Firman Tuhan dalam Kejadian 2:18,� TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.� Sebagai penolong yang sepadan wanita memiliki peranan penting bagi seorang pria yang menjadi suaminya, peran ini tidak dapat digantikan oleh siapapun. Sepadan berarti memiliki nilai yang sama atau sebanding dengan kaum pria, dan kesepadanan ini dalam rangka menggenapi rencana bagi kehidupan manusia melalui sebuah lembaga yaitu pernikahan yang akan membentuk keluarga Allah di tengah-tengah masyarakat. Rasul Paulus memperjelas sikap seorang istri dalam Efesus 5: 21-22, dimana istri harus tunduk atau patuh dalam arti bisa menyesuaikan antara hak dan kewajibannya sebagai istri terhadap suami. Dengan melaksanakan tugas sebagai pendamping bagi suami, maka ada hal-hal baik yang diperoleh seorang istri dari suaminya diantaranya adalah : keamanan dan perlindungan bagi diri dan keluarganya , dikasihi dan dihargai oleh suami, memiliki kesempatan untuk memenangkan suaminya bagi Kristus. Selain itu, yang terlebih penting adalah Tuhan berkenan atas dirinya karena menaati Firman Tuhan dan pasti menjadi kesaksian yang baik dalam lingkungan dimananpun ia berada. Lebih lanjut ketika istri juga memiliki kewajiban sebagai seorang ibu, maka Amsal 31 : 10-31 menjelaskan bahwa ia berkewajiban bagi keluarganya untuk berbuat baik atau tidak berbuat jahat terhadap suaminya, bekerja keras dan memiliki kecakapan ekonomi dalam arti istri dimungkinkan membantu suami untuk memeroleh tambahan penghasilan asalkan tidak menelantarklan suami dan anak-anaknya, memilikikualitas kepribadian yang baik sehingga suaminya dikenal dan berwibawa dalam lingkungan dan pertemuan-pertemuan resmi. Pada akhirnya, Allah menyediakan berkat khusus bagi seluruh wanita yang melaksanakan peran yang baik sebagai pendamping suami. Berkat itu ada dalam Mazmur 133 berupa perlindungan Allah melalui suami sebagai wakil Allah di dunia baik secara fisik, psikis dan rohani. Kekerasan dalam rumah tangga secara fisik, psikis dan rohani tidak seharusnya terjadi dalam keluarga yang telah diberkati oleh Allah. Nah, dalam dunia kuliner maka mie goreng adalah salah satu menu yang dengan mudah dijumpai dan tidak lengkap kalau tidak ada acar ketimun yang mendampinginya. Berikut tips membuat acar ketimun sebagai pendamping mie goreng : Bahan : 1. 2. 3. 4. 5.
2 buah mentimun 2 buah wortel 7 siung bawang merah 5 buah cabai rawit 2 sdm cuka makan 59
1 sdm gula pasir 4 sdm air hangat Cara membuat: 1. Kupas mentimun, buang bijinya, dan potong sepanjang korek api. Begitu pula wortel, potong panjang korek api. 2. Potong-potong bawang merah dan cabai rawit. Campurkan dengan mentimun dan wortel. 3. Tambahkan gula, cuka dan air hangat. Aduk rata. Masukkan kulkas hingga kurang lebih 4 jam, baru acar bisa disantap dengan rasa yang lebih menyatu. 6. 7.
Acar siap sajikan sebagai pendamping nasi goreng, mie goreng atau ikan goreng. (sumber : https://www.fimela.com) Kapten Fitrawati Ropiua, Opsir Korps II dan LKSA William Booth Medan – Divisi Sumatera Utara.
60
BULAN JULI Minggu IV (Keempat) – PENELAAHAN ALKITAB Persiapan untuk pemimpin PA : 1. Bahan PA ini diambil dari Walking with Gospel Women – Renungan Alkitab Interaktif oleh Fiona Stratta. 2. Untuk studi/renungan ini, ada baiknya agar semua hal yang sifatnya mengganggu untuk disingkirkan. (Kelompok yang lain dibolehkan untuk melakukan pendekatan dengan cara-cara yang lain jika dilakukan di tempat terpisah dalam beberapa kelompok) 3. Duduk, rileks dan tutup mata Anda, bayangkan pemandangan saat orang membacakan monolog (pembacaan yang dilakukan sendiri, dalam hal ini seolah-olah membaca sajak dengan menempatkan diri pada keadaan yang ada dalam pembacaan Alkitab) 4. Buka perikop Alkitab di depan Anda sambil Anda mendengarkan, bantu agar kelompok tetap berfokus dan terlibat. Setelah semua persiapan diatas, maka awali sesi ini dengan menyanyikan lagu dari BNBK no. 227 – Kubawa pada Yesus hatiku Monolog (dibaca oleh Pemimpin PA) – jika memungkinkan dapat diiringi instrument lagu yang lembut “Yesus dan perempuan yang berani menyentuh jubah-Nya”. Bacaan Alkitab Lukas 8: 40-50 Dia harapan terakhir saya, Yesus ini. Kami sudah mendengar banyak tentang Dia dan menanti-nantikan dia mendarat. Kami berbaris di tepi pantai, mengamat-amati kapal-kapal nelayan yang akan membawa Dia dan murid-murid-Nya kemari. Kabar tentang kuasa kesembuhan-Nya, keahlian-Nya dalam mengusir setan, bahkan membangkitkan orang mati, telah tersebar ke mana-mana. Kabar ini memberikan harapan baru; jika Dia bisa melakukan mujizat untuk orang-orang lain, barangkali Dia bisa melakukan mujizat untuk saya. Saya seharusnya tidak boleh berada di antara kerumunan orang-orang ini. Tahukah Anda, saya najis secara ritual, selalu kotor secara ritual, karena darah yang terus-menerus keluar: tidak boleh disentuh, takut jangan-jangan orang lain akan terkontaminasi. Saya tinggal di tanah tempat “jin buang anak”. Oh, betapa saya butuh sentuhan, pengakuan, tetapi tak satupun saya dapatkan. Saya sudah bergumul selama 12 tahun untuk mencari solusi – harapan datang dan pergi akan kemungkinan disembuhkan, uang berhasil saya kumpulkan, dan harapan itu pupus lagi dan lagi. Tiba harinya ketika tidak ada uang dan harapan yang tersisa. Kemudian saya mendengar tentang Yesus, dan sesuatu bangkit dalam diri saya yang membisikkan harapan baru, kemungkinan baru. Jadi di sinilah sekarang saya berdiri, menyelubungi diri supaya tidak seorangpun mengenali saya, menyikut sana sini supaya bisa melewati kerumunan padat untuk sampai kepada Dia. Saat Dia turun dari perahu, muncul suara-suara untuk menarik perhatian Dia dan tiba-tiba terjadi keheningan ketika pemimpin sinagoge, Yairus, melangkah maju. Tapi ini bukan Yairus yang biasanya, yang bersikap mengendalikan diri. Dia menjadi orang yang putus asa, di tanah bersujud di kaki Yesus, memohon, minta Yesus datang ke rumahnya. Pada saat itu, saya sudah berada sangat dekat, cukup dekat untuk mendengar bahwa puterinya yang berusia 12 tahun yang cantik, Talitha, sedang sekarat. Saya ingat kelahirannya, sebab saat dia dilahirkan penyakit saya dimulai. Vitalitasnya selama dua belas tahun bertolak belakang dengan kondisi saya yang keletihan selama dua belas tahun.
61
Sekarang, di sinilah kami berdua, teramat membutuhkan Yesus. Tetapi bagaimana mungkin saya minta Dia untuk menolong saya padahal Dia sedang diperhadapkan dengan masalah hidup dan mati seorang anak? Saya tidak bisa melakukannya, jadi, bersama kerumunan orang banyak, saya mundur untuk membiarkan mereka lewat. Dia datang begitu dekat, saya merasakan dorongan yang luar biasa kuatnya untuk mengulurkan tangan, untuk menyentuh Dia, sebab bukankah Dia menyembuhkan dengan sentuhan? Bagaimana jika saya menyentuhkan tangan saya? Saya berjalan selangkah di belakang Dia, menyentuh ujung jubah-Nya dan cepat-cepat bergabung kembali ke kerumuman orang banyak. Segera saya tahu sesuatu berubah pada diri saya, sesuatu yang hanya bisa dirasakan oleh orang sakit seperti saya, tiba-tiba saya merasa sehat. Secara jasmaniah saya masih tetap sama, namun saya merasa benar-benar berubah di dalam. Sukacita meluap dalam diri saya; rasa syukur yang mendalam bergejolak dalam hati saya. Saya ingin menyingkir dari kerumuman, berlari, menari! Lalu saya perhatikan Yesus berhenti berjalan. “Siapa yang menyentuh Saya?” Dia bertanya. Rasa takut mencengkeram saya dan saya mengambil langkah mundur sementara orang-orang disekitar saya mengelak telah menyentuh Dia. Wajah Yairus penuh dengan derita sebab perjalanan menjadi tertunda. Salah seorang murid menjawab, “Guru, kerumunan orang banyak mendesakkan kita. Tidak heran jika ada orang yang menyentuh Engkau.” “Bukan,” kata Yesus, ‘ini bukan sentuhan yang tidak disengaja. Saya merasakan kuasa keluar dari tubuh Saya.’ Saya tidak bisa lagi bersembunyi: waktu yang berharga hilang. Yesus harus segera pergi kepada Talitha. Dengan tubuh gemetaran, saya berlutut di kaki-Nya. Saya mendongak dan melihat Dia menunggu saya berbicara. Saya tahu bahwa sentuhan saya telah menjadikan Dia najis ritual. Saya terbata-bata menceritakan kisah saya, sadar orang banyak diam mendengarkan dengan penuh perhatian dan akan marah mengetahui perbuatan saya. Akankah Yesus mengutuk tindakan saya yang kurang ajar dan melanggar Taurat? Tetapi ketika saya sampai pada cerita tentang kesembuhan saya, sukacita mengalir dan saya berterima kasih kepada-Nya dengan sepenuh hati. Saya tidak akan pernah melupakan kata-kata peneguhan-Nya: “Anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” ‘Anak-Ku…’ Saya sekali lagi menjadi anggota yang diterima dalam keluarga Abraham. ‘Pergilah dengan selamat…’ Betapa saya merindukan hal ini, sedalam saya merindukan menjadi sehat. Kekuatiran dan perasaan malu yang saya alami selama penyakit ini menjangkiti telah lenyap. Saya terbebas. Momen keintiman itu hancur oleh ratapan Yairus. Dia diberitahukan bahwa puterinya sudah mati. Tidak ada lagi gunanya membawa sang Guru, Yesus, ke rumahnya. Yesus mendekati Yairus, memegang pundaknya dan berkata, ‘Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat.” Saya percaya pada-Nya. Renungan dan diskusi : Adakah kata-kata atau ungkapan yang sangat menyentuh perasaan Anda? Seperti wanita dalam monolog itu, kita pun dapat merasakan bahwa permohonan kita kepada Tuhan kurang penting dibandingkan permohonan orang lain? Meskipun kita hendaknya dengan sungguhsungguh memperhatikan kebutuhan orang lain dan masalah-masalah dunia ini, episode ini menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada satu pun permohonan kita yang terlalu remeh untuk dibawa kepada Yesus. Bagaimana pengetahuan ini berdampak pada kehidupan doa Anda? 62
Yesus memilih untuk memberikan perhatian pada fakta Ia telah dijamah dan menuntut untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas hal itu. Menurut Anda mengapa Yesus melakukan hal itu? Yesus membawa perempuan itu keluar dari zona nyaman dengan maksud untuk memberkatinya dan memberkati orang-orang lain. Kapan Tuhan pernah membawa Anda keluar dari zona nyaman Anda? Apa pelajaran yang Anda petik tentang Yesus dari renungan hari ini? Berikan kesempatan beberapa menit bagi anggota PA untuk merenungkan hal ini dan ajaklah mereka menyanyikan lagu “Ku kan tetap setia� dan berdoalah bersama mereka. Seperti wanita mengurapi-Mu Menangis di bawah kaki-Mu Demikian hidupku mau mengasihi-Mu Yesus Engkau baik bagiku Sampai akhir ku menutup mata Ku tetap setia menanti janji-Mu Sampai kudapatkan mahkota kehidupanku Ku tetap setia, ku melayani-Mu
LtKol. Lyn Hills – Sekretaris Pelayanan Wanita Teritorial, KPT Bandung.
63
BULAN AGUSTUS Minggu I (Pertama) – KEBAKTIAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Darah para pahlawan : BNBK no. 86, BNBK no. 105, BNBK no. 210 : Ibrani 9 : 15 – 22 : Darah
Bulan Agustus merupakan bulan yang paling bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena di bulan ini bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaan. Selain itu bangsa Indonesia juga kembali diingatkan mengenang perjuangan para pahlawan terdahulu yang telah turut serta mengambil bagian demi memperjuangkan atau mempertahankan bangsa ini. Dan sebagai pengingat atas apa yang telah dilakukan para pejuang tanah air, maka dengan penuh sukacita seluruh rakyat Indonesia merayakan hari yang bersejarah itu. Dan dari sekian banyak tokoh pahlawan Indonesia yang berjuang mempertaruhkan nyawanya, salah satu tokoh Kristen yang turut ambil andil dalam memperjuangkan tanah air ini adalah Martha Christina Tijahahu. Martha Christina Tijahahu adalah salah satu Pahlawan Nasional perempuan yang gugur di medan perang saat bertempur melawan Belanda demi mempertahankan tanah Maluku yang kaya akan hasil bumi. Ia lahir di Nusa Laut, Maluku, 4 Januari 1800 dan dibesarkan seorang diri oleh ayahnya, Kapitan Paulus Tiahahu yang merupakan kawan baik dari Thomas Mattulessi atau yang lebih dikenal dengan nama Kapitan Pattimura. Sejak kecil, perempuan yang akrab disapa Martha Christina ini sering mengikuti ayahnya dalam rapat pembentukan kubu-kubu pertahanan hingga pada akhirnya di usia yang ketujuhbelas tahun ia turut andil dalam pertempuran melawan Belanda di desa Ouw, Ullath, pulau Saparua. Dalam pertempuran itu, ia memimpin pasukan perang wanita dan mengobarkan semangat juang pada pasukan agar terus ikut mendampingi pasukan laki-laki dalam perebutan wilayah Maluku dari penjajahhanya berbekal bamboo runcing dengan ikat kepala melingkar di kepala. Dengan perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh para pahlawan tentunya hal ini tidak lepas dari adalah pertumpahan darah. Pertumpahan darah yang didasarkan atas cinta kasih yang murni demi sebuah kebebasan atau kemerdekaan. Peristiwa pertumpahan darah yang terjadi dan yang dialami oleh para pahlawan demi memperjuangkan tanah air tercinta ini, mengingatkan kepada kita pada satu pribadi, yakni Tuhan Yesus Kristus.Yang oleh karena kasihNya yang besar Ia telah mengorbankan diriNya untuk disalibkan guna menebus dosa manusia. Implikasi darah Yesus Kristus melalui pengorbananNya di kayus alib bagi kita orang percaya adalah: 1. Kita dapat beribadah kepadaNya {ay. 14} Ibadah berarti perbuatan untu kmenyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Karena hati nurani kita telah disucikan oleh darahNya dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia. Atau dalam arti lain ibadah berarti pelayanan, pengabdian, penyembahan dan memiliki hati yang hanya tertuju kepada Allah. Ibadah bukan upaya manusia untuk memperoleh atau menggapai keselamatan, melainkan sebagai jawaban orang percaya atas keselamatan yang telah dikaruniakan Allah. Karena itu pula pemahaman tentang ibadah tidak dapat dipisahkan dari pemahaman iman gereja. Ibadah merupakan cermin dari pemahaman iman gereja. Ibadah sebagai pertemuan orang percaya dengan Tuhan terjadi bukan karena inisiatif manusia, tetapi inisiatif Tuhan yang memanggil dan kitapun sebagai orang percaya datang kepadaNya. Oleh karena 64
itu,ibadah sebagai suatu pertemuan harus berlangsung dialogis; bukan monologis. Tuhan mau berdialog dengan kita dalam persekutuan; bukan hanya melalui para pelayan, tetapi juga dengan diri kita secara pribadi dalam kehidupan tiap-tiap hari. 2. Dalam penumpahan darah ada pengampunan {ay. 22} Darah merupakan sebuah lambang kelepasan atau kebebasan bagi manusia atas dosa yang telah dip erbuat. Dalam arti dengan adanya darah yang dikorbankan berarti ada pengampunan atau suatu pembebasan dari hukuman yang harusnya hukuman itu ditanggungkan kepada orang yang berbuat kesalahan, namun dengan adanya darah yang tercurah maka hukuman atau tuntutan itu dibatalkan. Dalam Perjanjian Lama darah yang digunakan sebagai kelepasan dosa adalah darah binatang, seperti: lembu jantan, domba jantan, dan burung merpati. Dan tentunya binatang yang dipersembahkan adalah binatang yang tanpa cacat cela. Namun darah binatang tersebut hanya menyucikan manusia secara lahiriah saja. Dan persembahan darah korban yang dipersembahkan itu dapat dilakukan berulang-ulang kali menurut pelanggaran atau dosa yang telah dilakukan. Namun hal tersebut sangat berbeda dengan pengorbanan Tuhan Yesus, pengorbanan yang Tuhan Yesus lakukan hanya“sekali untuk selama-lamanya”.Ibrani 9:28,” demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang” . Itu artinya darah Yesus telah mensahkan kelepasan itu. Sehingga kelepasan itu benar-benar dialami oleh manusia yang percaya kepadaNya. Maka dari itu, jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan, karena kita adalah orang-orang yang merdeka.Galatia 5:1 “Supaya kita ungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan”. Dan pada akhirnya, kaum wanita yang diberkati Tuhan marilah dalam kehidupan kita tiap-tiap hari kita terus memandang kepada pengorbanan Tuhan Yesus Kristus, yang telah mengorbankan diriNya di kayu salib demi kasihNya kepada kita. Karena dalam pengorbanan yang Ia berikan ada keampunan dosa. Dan marilah kita dengan tetap setia beribadah kepadaNya dan persembahkanlah hidup kita sebagai persembahan yang kudus, yang hidup dan, yang berkenan kepada Allah. Tuhan Yesus dimuliakan dan kita semua diberkati !
Letnan Yenny Susanto, Opsir Korps Kelubaq – Regional Kalimantan Timur.
65
BULAN AGUSTUS Minggu II (Kedua) – PELAYANAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Cara membuat es pisang ijo : BNBK no. 108, BNBK no.243, BNBK no. 338 : Ulangan 8: 1-10 : Bersyukur/bersyukurlah
Renungan : Pembacaan Firman Tuhan adalah bagian dari pengajaran-pengajaran nabi Musa kepada bangsa Israel ketika mereka keluar dari tanah Mesir, dan pengajaran-pengajaran ini menyangkut hal penting dalam keseharian umat manusia. Sebagaimana kita ketahui bahwa Musa memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dan menuju ke tanah Kanaan selama 40 (empat puluh) tahun dengan rute perjalanan sebagaimana dalam gambar di samping, rute perjalanan yang memutar sangat jauh dan panjang, melewati padang belantara yang sangat berat. Nabi Musa meminta bangsa Israel melakukan kilas balik perjalanan mereka yang panjang dan berat dan mengemukakan tujuan Tuhan atas perjalanan dan berbagai kesulitan yang mereka alami. Bangsa Israel mengalami kelaparan yang sangat dan tidak mendapat air ketika mereka berjalan selama tiga hari, bahkan kemudian menemukan bahwa air yang mereka minum itu terasa pahit (Kisah Di Mara dan di Elim) pada hari keenam belas mereka bersungut-sungut karena tidak ada makanan, lalu ketika tiba di Rafidim mereka tidak mendapati air untuk diminum (Keluaran 17 : 1-7) dan Musa menamai tempat itu Masa dan Meriba, karena disanalah bangsa Israel telah mencobai TUHAN dengan mengatakan :”Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?” Terdapat dua hal yang dikemukakan Musa melalui ayat 2 mengenai maksud dari semua pengalamanpengalaman di padang gurun selama 40 tahun yaitu : 1. Untuk merendahkan hati bangsa Israel 2. Untuk mencobai (dalam teks ini berarti menguji) dan mengetahui apakah bangsa Israel berpegang pada perintah Tuhan atau tidak. Sehingga bangsa Israel memahami bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan. (ayat 5b). Kaum wanita yang diberkati Tuhan, pengalaman-pengalaman hidup kita seringkali membawa kita pada perasaan tidak menyenangkan, berbeban berat dan seperti bangsa Israel kita menjadi lemah, meragukan keberadaan Tuhan dan tanpa kita sadari kita “mencobai” Tuhan, Firman Tuhan pada saat ini mengingatkan kita bahwa kita memerlukan air yang memuaskan dahaga jiwa kita, kita memerlukan roti kehidupan yang memberikan kekuatan untuk kita terus melangkah dan kebenaran Firman dalam Yohanes 3:13 dan Yohanes 6 : 35 memastikan kita bahwa hanya Yesus Kristus satu-satunya Air dan Roti hidup bagi kita. Tetap tinggal rendah hati dan berpegang pada perintah Tuhan sepanjang perjalanan hidup kita. (renungan singkat : Mayor Elsi H. Sarimin)
66
Selanjutnya…. Di tengah cuaca yang cukup panas, biasanya kita ingin menikmati makanan dingin untuk menyegarkan tenggorokan yang dahaga. Tidak jarang anak-anak kita pun biasanya meminta kita membelikan makanan kesukaan mereka. Tidak ada salahnya kita menuruti keinginan tersebut, tetapi akan lebih memuaskan jika kita mengolah makanan sendiri sambil mengajarkannya kepada anak-anak kita. Salah satu makanan yang cocok dinikmati saat cuaca panas adalah Es Pisang Ijo, selain menyegarkan juga mengenyangkan. @Bahan-Bahan: - 10 buah pisang raja - Sirup Cocopandan secukupnya - Susu kental manis secukupnya (sesuaikan selera) - Es batu yang sudah dipecah-pecahkan @Bahan Fla: - 10 sdm tepung beras - 90 ml santan kental - 600 ml air - ½ sdt garam (sesuai selera) - 4 sdm gula pasir - 2 lbr daun pandan @Bahan Adonan: - 10 sdm tepung terigu - 10 sdm tepung beras - 100 ml santan kental - 200ml air - Beberapa tetes pasta pandan - 2 sdm gula - ½ sdt garam - 1 sdm margarine (dicairkan) #CARA MEMBUAT# 1. Kukus sebentar pisang, dinginkan kemudian dikupas. Sisihkan 2. Campur rata semua bahan adonan, kecuali margarine. Lalu kukus selama 15 menit 3. Angkat adonan didinginkan sebentar lalu campurkan margarine leleh, aduk rata. 4. Ambil sedikit adonan, letakkan diatas alas plastik. Pipihkan adonan 5. Ambil satu buah pisang, gulung dengan adonan yang sudah dipihkan sampai pisang tertutupi adonan (gunakan plastik saat menggulung) dan dipadatkan. Lakukan sampai semua pisang terbungkus adonan. 6. Kukus selama 15 menit. Angkat, biarkan dingin lalu potong-potong berbentuk bulat pendek. 7. Campur semua bahan fla. Masak dengan api kecil. Jangan lupa diaduk terus sampai mengental. 8. Angkat, kemudian biarkan agak dingin (suhu ruang). 9. Sajikan pisang ijo dengan sirup, fla, sedikit susu kental manis dan tentunya es batu. Selamat mencoba... semoga menyenangkan. Tuhan Yesus Memberkati. Amin
Kapten Novita Tanda, Opsir Korps Poloroa Dono – Divisi Kulawi Sulawesi Tengah. 67
BULAN AGUSTUS Minggu III (Ketiga) – PERINGATAN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE 75 TAHUN. Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Rayakan hari kemerdekaan kita ! : BNBK no. 117, BNBK no. 279, BNBK no. 280 : Galatia 4: 21-31 : Merdeka
Catatan : Opsir Korps/OS PKW dapat membuat kegiatan khusus sehubungan dengan peringatan hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia sesuai dengan keadaan setempat. (Ajaklah kaum wanita untuk meneriakkan kata “Merdeka! Merdeka! Merdeka!” sebagai symbol kemerdekaan Bangsa Indonesia)
Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 tahun
Terpujilah Allah Bapa Sorgawi, yang telah mengaruniakan kemerdekaan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai. Bumi Indonesia, tempat dimana kita dapat menikmati kemerdekaan sebagai satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air. Berpuluh-puluh generasi telah mengecap, menikmati dan merasakan betapa nikmatnya kemerdekaan itu. Termasuk kita semua anggota PKW se teritori Indonesia, yang juga dipilih & ditetapkan olehNya sehingga kita masih ada di tahun ke 74 kemerdekaan bangsa Indonesia tercinta. Kaum wanita merdeka yang terkasih, Kita patut berbangga hati dan berbangga rasa, sebab sebagai bagian dari anggota PKW se teritori Indonesia, kita semua lebih dari perempuan-perempuan/wanita-wanita yang belum mengenal Allah Bapa Sorgawi, yang telah mengaruniakan kemerdekaan itu. Ada ribuan perempuan/wanita diberbagai belahan bumi ini, yang belum mengetahui, tentang Sang Pribadi, Sang Pemberi nikmat kemerdekaan tersebut. Izinkanlah saya untuk memastikan, bahwa kita semua, benar-benar adalah” Perempuan merdeka dan keturunan/anak-anak merdeka”.(Galatia 4:31) Halleluya! Berbangga hati & berbangga rasa karena kemerdekaan ini, benar-benar telah memerdekakan hidup kita semua, baik dalam kehidupan sementara di bumi pertiwi Indonesia ini, teristimewa dalam kehidupan kerohanian kita. Dan mengapa kita dapat berbangga hati & berbangga rasa sebagai “Perempuan Merdeka”? Karena kita adalah anak-anak perjanjian , yang diperanakan oleh karena janji Allah (ayat 28). Dan kita berhak menjadi ahli waris Allah (ayat 30) 68
Oleh karenanya, marilah sebagai anak-anak perjanjian, kita setia sampai akhir hidup kita masingmasing, sehingga pada saatnya nanti, kita memperoleh hak waris kita, yaitu mahkota kehidupan (Wahyu 2:10b) ď ś Karena kita adalah perempuan-perempuan merdeka yang diberi kesempatan untuk menikmati anugerah kemerdekaan rohani. Kita wajib mengucapkan syukur kepada Allah Bapa kita, oleh karena kemurahan hatiNya, kita dapat dengan sebebas-bebasnya beribadah setiap waktu. Dan hal ini juga telah diatur dan di tetapkan dalam Undang-Undang Dasar Negara kita. Marilah kita sebagai perempuan-perempuan merdeka, semakin rajin dan taat beribadah serta mengimplementasikannya dalam perjalanan kehidupan kita setiap saat. Mari terus berpacu dalam arena pertandingan untuk meningkatkan integritas kita sebagai perempuan merdeka. Sepatutnyalah kita berjuang dan berpacu untuk hidup sebagai wanita-wanita yang memprioritaskan waktu untuk hidup kudus dalam semua aspek kehidupan kita sebagaimana Tema Persekutuan Wanita tahun ini “Waktu untuk Hidup Kudus.â€? Kiranya Tuhan Yesus menolong kita ! Letnan Armiyanti Halawa, Opsir Korps Pandere (Divisi Palu Timur).
69
BULAN AGUSTUS Minggu IV (Keempat) – PENELAAHAN ALKITAB. Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: : : :
Datang ke sungai air kehidupan BNBK no. 69, BNBK no. 256, BNBK no. 66 Yehezkiel 47 : 1-12 Sungai
Apa kata Alkitab Selama 25 tahun, bani Israel telah berada jauh dari kampung halaman mereka, jauh dari Yerusalem dan Bait Allah, diasingkan ke Babel, ketika Allah memberikan penglihatan kepada Yehezkiel bagi umat-Nya yang diceritakan dalam Yehezkiel 40:1–4. Sebuah visi pengharapan; visi pemulihan Bait Suci yang pada gilirannya akan membawa pemulihan bagi bangsa itu. Bait Suci akan dibangun dengan pelataran luar, ruang perlindungan luar, ruang perlindungan dalam, dan ruang maha kudus. Namun Yehezkiel dibawa kembali ke pintu masuk Bait Suci, di sana dia melihat air mengalir dari bawah ambang pintu. Sungai kehidupan. Sungai anugerah yang boleh diakses oleh semua orang. Sungai itu mengalir ke arah timur dan sewaktu Yehezkiel mengikuti aliran sungai, kedalamannya diukur. Awalnya sedalam pergelangan kaki, kemudian sedalam lutut, pinggang dan sampai akhirnya dia tidak bisa lagi berjalan menyeberangi sungai karena airnya cukup dalam untuk berenang. Di tepi sungai ada pohon-pohon dari segala jenis yang daunnya tidak pernah layu dan digunakan untuk penyembuhan dan yang buahnya selalu segar setiap bulan. Ke manapun sungai mengalir di sana ada segerombolan makhluk hidup. “Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.� (Wahyu 22:1) Hidup Kita Sekarang Saat kita beralih kepada penglihatan Yehezkiel kita membuka kitab di mana Yehezkiel dibawa kembali ke Bait Suci,bisakah Anda membayangkan penglihatan itu menghangatkan hati orang-orang yang berada dalam pembuangan, yang merasa begitu jauh dari rumah? Pernahkah Anda mengalami saat-saat ketika Anda merasa begitu jauh dari Tuhan? Ayat-ayat ini mengingatkan kita bahwa kita mendapat undangan terbuka untuk kembali. Kita diundang untuk datang ke sungai yang mengalir dari tahkta Allah dan Anak Domba. Tetapi berapa banyak sungai kehidupan dan anugerah yang kita alami itu semuanya tergantung kepada kita. Kita masuk memasuki sungai itu yang sedalam pergelangan kaki kita dan mengizinkan kaki dan pergelangan kaki kita merasakan air yang membersihkan dan menyegarkan, kita bahkan mungkin mau mengambil risiko untuk masuk ke bagian yang sedalam lutut atau pinggang atau kita bisa saja siap untuk air menutupi seluruh tubuh kita, untuk menyentuh hidup kita dan berefek pada setiap bagian hidup kita? Sewaktu Yehezkiel berdiri di tepi sungai itu, ia memperhatikan pohon-pohon yang ditanam di sana, diberi makan oleh sungai itu dan menyerap kekuatan dari sungai itu. Sebagai akibatnya daun-daunnya tidak pernah layu, malahan mereka berguna untuk menyembuhkan dan buahnya tidak pernah gagal berbuah. Sesudah dibersihkan oleh air sungai itu kita pun dapat berdiri di tepinya, dan menyerap kekuatan dari sungai kehidupan itu setiap hari.
70
Yeremia 17:7–9 7 “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! 8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik,yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.� Pertanyaan untuk diskusi 1. Pernahkah Anda merasa terasing atau jauh dari Tuhan? Bagaimana pengalaman itu membentuk iman Anda sekarang? 2. Yehezkiel 47:1 berbicara tentang seorang pria yang membawa Yehezkiel kembali ke Bait Suci. Berapa penting menurut Anda peran Anda dalam menuntun kembali orang-orang yang tersesat? 3. Luangkan waktu sejenak untuk merenungkan di mana posisi Anda sekarang? Apakah Anda di sungai? Di kedalaman bagian air yang mana? Apakah berbasah di tepinya atau sepenuhnya masuk ke dalam air? Ataukah Anda berakar di batang air, menghasilkan buah?
LtKol. Lyn Hills, Sekretaris Pelayanan Wanita Teritorial – KPT Bandung.
71
BULAN SEPTEMBER Minggu I (Pertama) – KEBAKTIAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Sisihkan untuk Persembahan Seminggu Sangkal Diri (PSSD) : BNBK no. 259, Lagu “Betapa hatiku berterima kasih�, BNBK no.246 : I Petrus 1: 13-25 : tulus/ketulusan Bila memasuki bulan September , maka kita sebagai warga Gereja Bala Keselamatan sudah mengetahui dimana kita mempersiapkan untuk membawa dan memberikan persembahan melalui amplop PSSD. Kalau dilihat dari singkatan PSSD berarti Persembahan Seminggu Sangkal Diri. Namun kebanyakan gereja-gereja sudah menyisihkannya sejak Bulan Agustus, bahkan ada yang menyisihkannya sejak tiga bulan sebelumnya atau enam bulan sebelumnya. Dan menyisihkannyapun dengan berbagai cara, ada yang melalui lelang makanan, celengan, sisa uang belanja (kebanyakan uang receh /logam) dengan tidak makan mewah selama seminggu dan lain sebagainya. Menyimak dari kata sisihkan menurut KBBI, yang disusun oleh W.J.S Poerwadarminta, berarti memisahkan. Berarti dengan berkat yang kita terima kita memisahkan uang kita untuk PSSD. Jadi dengan cara apapun kita memisahkan uang kita untuk PSSD, maka tujuannya adalah :
1. Supaya kita taat (ayat 17) Taat dalam kerohanian berarti kita melakukan apa yang Tuhan perintahkan, seperti : taat beribadah, taat berdoa, membaca FirmanNya. Mungkin sebagian besar kita sudah melaksanakannya. Dan ketaatan itu harus diwujudkan dengan salah satunya adalah kita memperhatikan sesama. Bila kita mencintai dan taat serta setia kepada Tuhan, maka kitapun pasti taat untuk memperhatikan sesame yaitu selama kita numpang di dunia. 2. Memperhatikan sesama dengan tulus (ayat 22) Allah telah menebus kita dengan darahNya yang mahal bukan dari emas dan perak. Oleh karena itu wujud kasih kita adalah salah satunya dengan cara memperdulikan sesama dengan tulus. Biar pemberianmu sedikit tetapi ketika kita memberikannya dengan tulus maka itu akan berkenan di hadapan Tuhan dan pemberian itu akan sangat berharga. 3. Kita menyadari hidup ini hanya sementara (ayat 24) Ketika kita menyadari hidup ini hanya sementara maka kita pun akan menyisihkannya untuk mereka yang membutuhkan. Menyadari bahwa uang yang kita miliki sekarang bukan punya kita semata tetapi Tuhan Yesus yang memberikan dan menitipkannya kepada kita dan menyadari bahwa ketika kita meninggal kita tidak membawa harta benda kita. Seperti ada sebuah lagu yang mengatakan bahwa hidup ini adalah kesempatan. Maka melalui PSSD ini juga kita diberikan kesempatan untuk berbuat baik.
72
Kesimpulan : Ketika kita menyadari akan karya penebusan Allah yang tak ternilai bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Maka marilah kita mewujudkan kesadaran itu melalui melalui Persembahan Seminggu Sangkal Diri.
Mayor Yohana Sukarmin, Opsir Korps Pematang Siantar – Divisi Sumatera Utara.
73
BULAN SEPTEMBER Minggu II (Kedua) – PELAYANAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Kekudusan hati Maria : BNBK no. 240, BNBK no. 273, BNBK no. 95 : Amsal 4:23, Matius 5:8, Filipi 2:2 : Suci/kesucian
Renungan : Tema hari ini berbicara tentang kekudusan hati Maria, mungkinkah manusia memiliki kekudusan hati? Bukankah Pengakuan Iman Bala Keselamatan kelima menulis bahwa akibat dosa manusia telah mengalami kerusakan batin? Kisah Kain dan Habel yang dicatat dalam kitab Kejadian 4:5-8 menunjukkan kerusakan batin yang nyata dengan pembunuhan Habel , hati Kain menjadi panas tak terkendali, mukanya muram karena cemburu karena Tuhan menerima persembahan adiknya dan tidak menerima persembahannya hingga akhirnya Kain tega membunuh adiknya sendiri. Dosa telah mencemarkan hati manusia sehingga hati menjadi tempat penumpukan berbagai perasaan bahkan perasaan hati yang panas, hati yang marah, hati yang kecewa, hati yang luka dan sebagainya. Perasaan-perasaan inilah yang dapat merusakkan kehidupan batin kita. Jika demikian bagaimana kita dapat memiliki kekudusan hati? Yohanes 1:9,”Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap tahun, sedang datang ke dalam dunia.” Yesus Kristus adalah terang yang telah masuk ke dalam hati setiap orang, melalui karya Roh Kudus yang menerangi, membersihkan dan menyucikan hati kita. Sehingga di dalam Kristus kita dapat mengalami pembaruan batin yang penuh cinta kasih, hati yang sama sekali baru. Dengan demikian kita memiliki hati baru dalam Kristus, serupa dengan Kristus. Mari kita melihat sosok wanita yang dikaruniai Tuhan, yaitu Maria, Ibu Yesus, ia memiliki kekudusan yang tergambar dari kalimat Maria dalam Lukas 1:38,”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Kita perhatikan dalam hal ini bahwa kekudusan hati Maria tergambar dari sikap Maria yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah dan memercayai berita yang disampaikan oleh malaikat Tuhan. Kekudusan hati Maria membuat ia rela menerima kehormatan dan juga kemungkinan ia akan menghadapi celaan karena mengandung sebelum resmi menikah. Kekudusan hati Maria menjadi dasar utama yang membuat Maria menerima seluruh panggilan dan kehendak Allah tanpa ragu-ragu. Bagaimana kita dapat memiliki kekudusan hati sebagai wanita-wanita Kristen? 1. Milikilah hati yang tetap terjaga (Amsal 4:23) Hati yang sudah diperbarui oleh Roh Kudus harus tetap dijaga sehingga terhindar dari berbagai kecemaran, terhindar dari luka hati, sakit hati, panas hati yang menciptakan benci dan dendam. Hati yang terjaga adalah hati yang tak bernoda dan dijaga dengan kewaspadaan melalui doa yang sungguh sehingga raut wajah dan bahasa tubuh kita akan menyatakan kebenaran karena pembaharuan yang sudah dikerjakan oleh Kristus. 74
2. Milikilah hati yang suci (Matius 5:8) Hati yang suci dimiliki oleh orang – orang yang telah dibebaskan dari kuasa dosa melalui kasih karunia Allah dan bebas dari tipu daya untuk memuliakan Allah. Memiliki hati yang suci akan membawa kita pada salib Kristus dan Terang salib itu akan mengubah hati kita menjadi suci, jujur, tidak bermuka dua/munafik, lurus hati dan akan menolong kita memiliki sikap-sikap hidup yang memuliakan Tuhan dan tidak mempermalukan berita kasih karunia yang sudah kita terima. 3. Milikilah kemurnian hati (I Timotius 1:5) Kemurnian hati akan terlihat dalam gaya hidup kita sebagai wanita-wanita Kristen, kemurnian hati dapat kita peroleh dari penerimaan akan Firman Tuhan, merenungkan dan melakukannya setiap hari. Kemurnian hati dapat kita lihat dari motivasi seseorang dalam melakukan sebuah pekerjaan bahkan pelayanan kepada Tuhan. Kiranya Tuhan menolong kita untuk memiliki hati yang tetap terjaga, suci dan murni dalam seluruh aspek kehidupan kita.
Letnan Oenike Waliana, Opsir Korps Kabanjahe – Divisi Sumatera Utara.
75
BULAN SEPTEMBER Minggu III (Ketiga) – PENDIDIKAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Tentang Noken - Tas asli dari Papua : BNBK no, 303, BNBK no. 165, BNBK no. 159 : Rut 2:8-16 : turut/menuruti
Dalam hidup ini ada yang tidak bisa terulang kembali, apakah itu? Dia adalah “WAKTU”, tidak ada seorangpun yang dapat mengulangnya. Itu sebabnya ada pujian yang liriknya mengatakan,”Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan, jangan sia-siakan waktu yang Tuhan b’rikan.” Waktu inilah yang diambil oleh Rut. Rut sungguh tidak menyia-nyiakan waktunya untuk hal-hal yang tidak berguna, bisa saja Rut menuruti kemauan mertuanya untuk pulang kepada keluarga dan bangsanya setelah kematian suaminya, tetapi Rut tidak demikian. “Tetapi kata Rut : Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau, sebab kemanampun engkau pergi kesitu jugalah aku pergi, dan dimana engkau bermalam, disitu jugalah aku bermalam, bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku.” (Rut 2 :16) Kadang kita lebih banyak untuk memikirkan kepentingan pribadi kita dan melupakan orang yang ada di sekeliling kita. Kita mau orang menghormati, menghargai kita, tetapi kita tidak dapat melakukan itu pada orang lain. (Filipi 2 : 1-6) Kaum wanita yang diberkati Tuhan, pakailah waktu yang ada sebaik dan seefisien mungkin karena waktu akan segera berlalu dengan sangat cepat. Ketika Rut mengambil keputusan untuk pulang dan mengikuti mertuanya, tidak ada bayangan keberhasilan yang ia lihat, namun Rut sudah belajar banyak dari suami dan mertuanya tentang iman percaya kepada Allah Yakub, dan Rut mengimaninya. Kita dapat melihat bagaimana akhir cerita pendek kitab Rut, sungguh luar biasa. Karena itu jangan sia-siakan waktu yang Allah berikan. Berikutnya, mari kita mengenal NOKEN, Noken adalah tas tradisional masyarakat Papua yang dibawa dengan menggunakan kepala dan terbuat dari serat kulit kayu. Tas Noken ini sendiri memiliki symbol kehidupan yang baik, perdamaian dan kesuburan bagi masyarakat di tanah Papua. Para wanita di Papua sejak kecil sudah harus belajar membuat noken, karena ketrampilan membuat noken adalah lambang kedewasaan seorang perempuan. Karena itu jika perempuan Papua belum bisa membuat noken, dia di anggap tidak dewasa dan itu merupakan syarat untuk menikah. Noken terbagi dari beberapa ukuran sesuai dengan kebutuhan. Ukuran yang besar disebut “Yatoo” dipakai untuk membawa kayu bakar dan tanaman hasil panen, juga untuk menggendong anak. Ukuran yang sedang disebut “Gapagoo” digunakan untuk membawa barang-barang belanjaan. Yang ukuruan kecil disebut “Mitutee” yang digunakan untuk membawa barang pribadi. Noken Yatoo
Noken Gapagoo
Noken Mitutee
Mayor Riada Latuasan, Opsir Korps Sorong, Papua – Regional Indonesia Timur.
76
BULAN SEPTEMBER Minggu IV(Keempat) – PENELAAHAN ALKITAB Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Saksi keagungan Yesus Kristus : BNBK no. 163, Lagu – Mulia, sembah Raja Mulia, BNBK no. 3 : 2 Petrus 1: 16 - 21 : Saksi/menyaksikan
(Ajaklah kaum wanita untuk membaca pengakuan iman Bala Keselamatan nomor 1 dan 8) “Kami percaya, bahwa Alkitab yang terdiri dari: Perjanjian Lama dan Baru ditulis dengan ilham Allah; dan bahwa kedua-duanya itu sajalah merupakan peraturan Ilahi mengenai iman dan praktik kehidupan Kristen.” (Pengakuan iman no.1) “Kami percaya bahwa, bahwa kami dibenarkan oleh kasih karunia Allah melalui iman kepada Tuhan kami Yesus Kristus; dan bahwa setiap orang yang percaya memiliki kesaksian tentang hal itu di dalam dirinya.” (Pengakuan iman no.8) Kaum wanita yang diberkati Tuhan, rasul Petrus adalah salah satu dari murid Tuhan Yesus yang memiliki keistimewaan dan pengalaman hidup luar biasa melalui sepanjang kepengikutannya kepada Tuhan Yesus. Sekalipun ia pernah menyangkali Tuhan Yesus dalam masa-masa kesengsaraanNya di dunia, tetapi Petrus telah mengalami transformasi (perubahan) hidup yang menjadikannya seorang Kristen yang mengerti dan memahami kebenaran-kebenaran Allah dalam kehidupan dan pelayanannya. Ia menjadi sokoguru jemaat Yerusalem bersama dengan Yakobus dan Yohanes dan menjadi kepala pengabaran Injil kepada orang-orang Yahudi. Akhir hidup Petrus adalah mati syahid sebagai martir di Roma. Kebenaran-kebenaran Injil inilah yang mendasari penulisan surat 2 Petrus ini dan dalam pembacaan kita, jemaat-jemaat Kristen mula-mula sering di bingungkan dan disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu oleh para nabi dan guru palsu. Petrus mengecam mereka sebagai orang-orang yang tidak mengenal hukum, yang menuruti keinginan jahat dari hawa nafsu, yang serakah, congkak, keras kepala dan menghina pemerintahan Allah. Dan untuk meneguhkan keyakinan orang-orang percaya maka rasul Petrus menyaksikan sebuah pengalaman yang luar biasa, pengalaman kudus dimana ia secara langsung menyaksikan keagungan dan kemuliaan Yesus Kristus di atas sebuah gunung. (Ajaklah kaum wanita untuk membaca Matius 17 : 1-8 dan mintalah salah seorang untuk menceritakan kembali apa yang terjadi di atas sebuah gunung tersebut) Peristiwa Yesus dimuliakan di atas gunung disebut sebagai peristiwa tranfigurasi dimana Tuhan Yesus mengalami perubahan bentuk atau rupa ; wajahNya bercahaya seperti matahari dan pakaianNya menjadi putih seperti terang; Musa dan Elia Nampak sedang berbicara dengan Yesus seperti yang ditulis dalam Lukas 9:31,” Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergianNya yang akan digenapiNya di Yerusalem.” Peristiwa ini disaksikan sendiri oleh Petrus, Yakobus dan Yohanes; sehingga pada 2 Petrus 1: 16 – 21, Petrus menegaskan dan menyatakan kesaksiannya tentang keagungan Yesus Kristus yang menyatakan kemuliaanNya di atas sebuah gunung. Petrus menegaskan bahwa ia adalah saksi mata dari kebesaran Tuhan,” Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepadaNya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan :”Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.” (ayat 17) 77
Petrus mendapatkan peneguhan langsung dari Tuhan dan suara Tuhan dari sorga telah didengarnya dan keteguhan iman serta kepastian iman dalam Yesus Kristus telah menjadi bagian hidupnya, sehingga ia harus mengingatkan orang-orang percaya tentang kebenaran sejati dari Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat umat manusia. Surat rasul Petrus ini adalah surat peneguhan iman dan bagi kita sebagai orang-orang percaya yang tidak menjadi saksi mata (=saksi/orang yang menyaksikan langsung sebuah peristiwa), maka surat rasul Petrus ini adalah bagian dan Firman Allah dalam Perjanjian Baru yang ditulis dengan ilham Allah dan ini kebenaran sejati yang tak tersalahkan ataupun terbantahkan oleh kebenaran apapun yang ada di dalam dunia; bahwa nubuat tentang kemuliaan Kristus telah digenapi di atas gunung yang kudus. Melalui peristiwa di atas gunung yang kudus ini, Yesus Kristus menggenapi semua nubuatan para nabi dan Ia tahu bahwa saat-saat terakhirnya di dunia akan berakhir, Ia akan memasuki masa-masa kesengsaraanNya sebagai manusia yang tak berdosa namun harus menanggung dosa umat manusia. Dan selanjutnya salib yang hina juga menjadi saksi tentang kemuliaan anak Domba Allah yang harus mencurahkan darah kudusNya demi penebusan umat manusia yang berdosa namun dikasihi, yang hina namun diterimaNya dengan penuh kasih. Diskusikan beberapa pertanyaan di bawah ini : Pengalaman menyaksikan kemuliaan Tuhan Yesus seperti rasul Petrus kemukakan adalah sebuah peristiwa Ilahi dimana keagungan Tuhan dinyatakan, kemuliaan Allah disaksikan secara langsung dan telah menjadi pengalaman peneguhan iman rasul Petrus dan orang-orang percaya pada waktu itu. 1. Dalam konteks/keadaan kita sekarang sebagai orang-orang yang percaya, apakah kita pernah memiliki sebuah pengalaman yang meneguhkan iman kita? 2. Apakah pengalaman tersebut juga menyatakan keagungan dan kemuliaan Tuhan ?Dari sisi manakah kita dapat melihatnya? Merasakannya? 3. Dapatkah Anda menikmati keagungan dan kemuliaan Tuhan melalui alam di sekitar kita? Bagaimana cara Anda menghargai keagungan dan kemuliaan Tuhan melalui alam di sekitar kita?
Mayor Elsi H. Sarimin, Opsir Asisten SPWT – KPT Bandung.
78
BULAN OKTOBER Minggu I (Pertama) – KEBAKTIAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Kekudusan jiwa : BNBK no. 98, BNBK no. 87, BNBK no. 229 : I Petrus 1:13-16 : Jiwa
Renungan : Kaum wanita yang diberkati Tuhan, kita patut mengucap syukur kepada Tuhan untuk berkat dan pemeliharaanNya sehingga kita semua sampai di bulan Oktober ini dengan keadaan yang sehat, kuat, penuh sukacita dan kembali bersama beribadah kepada Tuhan melalui persekutuan kita di dalam perhimpunan kaum wanita. Di minggu pertama ini kita akan belajar tentang “Kekudusan Jiwa” suatu keadaan yang berkaitan erat dengan jiwa/hidup yang harus kita lakukan dan miliki sebagai kaum wanita yang telah dipilih oleh Tuhan untuk hidup sesuai kehendak-Nya. Kekudusan berasal dari akar kata kudus “( dalam bahasa Ibrani qodesy”, sedangkan dalam bahasa Yunani hagios yang artinya : suci, murni, tidak tercela, tidak kotor, dan tidak tercemar. Sedangkan kata jiwa berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya: benih kehidupan yang ada pada jiwa yang bernafas, yang tidak dapat dilihat dan meliputi beberapa unsur didalam tubuh kita seperti: pikiran, emosi (perasaan) dan kehendak. Jadi kekudusan jiwa yang dimaksud melalui tema kita di minggu pertama bulan Oktober ini adalah tentang keadaan dari seluruh aspek hidup kita baik itu secara batiniah maupun secara lahiriah yang dikehendaki Allah, untuk kita lakukan dan kerjakan didalam hidup kita sebab, itulah kehendak Allah dalam hidup kita. Kita dipilih dan dipanggil untuk hidup kudus sebab Allah adalah kudus dan dengan hidup yang kudus kita dapat melihat Allah: Ib 12:14 dan Ef 1:4. Mengapa kita harus hidup dalam kekudusan jiwa? Sebab didalam jiwa kita ada unsur-unsur yang sangat berpengaruh dengan kekudusan kita seperti : pikiran, emosi (perasan) dan kehendak kita. Selain itu, karena jiwa itu ada di dalam tubuh kita yang hidup, maka di dalam tubuh kita juga ada organ-organ yang sangat berperan penting agar dapat hidup kudus atau tidak seperti: mata, telinga, mulut, tangan, hati dan kaki. Unsur-unsur dalam jiwa dan organ-organ dalam tubuh kita sangat berpotensi membawa kita ke dalam perbuatan dosa yang menyakiti hati Tuhan dan sesama. Dengan pikiran emosi (perasaan) dan kehendak kita dapat memuliakan nama Tuhan, menyenangkan hati Tuhan dan sesama dan sebaliknya, melalui unsur-unsur dalam jiwa dan organ-organ dalam tubuh kita itu dapat melukai hati Tuhan dan sesama . Tentunya semua kita kaum wanita sangat menyadari akan hal ini sebab hampir semua kita tanpa sadar menggunakan unsur-unsur dalam jiwa dan organ-organ tubuh kita ke hal-hal yang dilarang oleh Tuhan seperti : 1). Mata yang melihat kelebihan orang lain kita jadi iri-hati, 2).Telinga dapat mendengar pembicaraan lalu menyampaikan apa yang kita dengar 3). Mulut digunakan untuk bergosip, 4). Tangan digunakan untuk mencuri, 5).Hati : digunakan untuk menyimpan dendam dan akar pahit, 6). melangkah untuk melakukan dosa. Masih banyak contoh dari hal-hal yang setiap saat dan setiap hari dapat kita lakukan dengan tubuh kita yang tidak membuat kita memiliki kekudusan jiwa tetapi keberdosaan. Yang menjadi pokok perenungan kita adalah di ayat 15-16 yang berkata “ Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” 79
Kedua ayat ini memerintahkan kepada kita sebagai kaum wanita untuk menjaga jiwa kita agar keseluruhan aspek hidup kita dapat kudus sebab Allah yang telah memilih, memanggil dan memisahkan kita untuk melayani-Nya, mengasihi-Nya, menyembah-Nya adalah kudus. Mengapa kita harus kudus? Sebab tanpa kekudusan kita tidak bisa melihat Allah atau secara sederhananya bahwa tanpa kekudusan jiwa, segala sesuatu yang kita lakukan sekalipun itu dengan bersinggungan dengan kerohanian dan ajaran kekristenan tidak akan berarti jika kita tidak menjaga kekudusan jiwa kita. Oleh sebab itu ada hal-hal yang harus kita lakukan agar dapat menjaga “ kekudusan jiwa” kita: 1. Belajar Firman Tuhan Mengapa kita harus belajar Firman Tuhan? Sebab Firman Tuhan bermanfaat untuk kita semua seperti mengajar kita, menyatakan kesalahan kita, memperbaiki kelakuan kita, mendidik kita untuk hidup didalam kebenaran dan lain sebagainya ( 2 Tim 3:16) Sebagai kaum wanita, tentunya kita memiliki kesibukan yang tidak dapat kita hitung sejak bangun pagi sampai malam hari. Kesibukan-kesibukan kita yang banyak dapat membuat kita lupa belajar Firman Tuhan dan tanpa kita sadari jiwa kita semakin mati secara rohani sekalipun tubuh kita masih hidup. Keadaan seperti inilah yang menyebabkan ada begitu banyak kaum wanita yang tidak bisa menjaga kekudusan jiwanya, hidup baik dan benar, hidup menyenangkan hati Tuhan dan sesama dan justru sebaliknya hidup menyakiti hati Tuhan dan sesama Mari sediakan waktu untuk belajar Firman Tuhan sesibuk apapun kita sebab bukan waktu yang mengatur kita tetapi kitalah yang mengatur watu dan dengan demikian kita menjadi bijaksana dengan menomor satukan hal penting untuk jiwa kita dengan makanan rohani lewat Firman yang kita baca. 2. Melakukan Firman Tuhan Yakobus 1:22 mengingatkan kita agar menjadi pelaku Firman. Mengapa kita harus melakukan firman? Agar kita menjadi wanita yang benar-benar bisa menjaga kekudusan jiwa, menggunakan seluruh aspek hidup kita dengan benar, bermanfaat dihadapan Allah dan sesama kita. Maz 119:105 mengatakan ”Firman-mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”. Oleh sebab itu sangat penting kita melakukan Firman Tuhan dalam hidup kita dan bukan hanya sekedar pendengar saja karena sudah jelas kepada kita semua bahwa Firman Tuhan itu seperti pelita yang menolong dengan aktifitas kita setiap saat seperti berjalan, seringkali kita tersesat namun Firman Tuhan bisa menuntun dan mengarahkan kita dan Firman Tuhan juga sekaligus menerangi perjalanan hidup kita manakalah kita berjalan didalam kegelapan atau hidup didalam dosa, kita diingatkan, ditegur dan ditarik kembali untuk kembali kejalan yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Kaum wanita yang diberkati Tuhan, jadilah wanita yang kuat dan tangguh dengan memberi makanan yang bergizi bagi jiwa kita melalui Firman yang setiap hari kita baca, renungkan dan lakukan, sehingga dengan demikian, kehendak Allah atas hidup kita agar hidup kudus dapat tercapai dan semua kita dapat melihat Allah dan berkenan kepada-Nya. Mintalah Roh-kudus bertakhta dalam hidup kita sehingga kita semua mampu menjaga dan memiliki kekudusan jiwa dan seluruh aspek hidup kita memuliakan nama Tuhan dan menjadi berkat bagi siapa saja dan dimana saja kita berada. Amin!
Letnan Elvin Bagalatu, Opsir Korps Balikpapan – Regional Kalimantan Timur.
80
BULAN OKTOBER Minggu II (Kedua) – PENDIDIKAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Mengenal penyakit TBC : BNBK no. 151, BNBK no. 34, BNBK no. 277 : Yeremia 33 : 6 : Sembuh
Kaum wanita sekalian, penyakit TBC (Tuberkulosis) atau flek paru adalah sebuah penyakit infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis yang dan penyakit infeksi ini berbahaya bagi manusia. Menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO = World Health Organization) setiap detik terdapat satu (1) orang yang terinfeksi oleh kuman ini dan angka statistik menunjukkan kecenderungan naiknya jumlah pasien dengan penyakit ini. Faktor tertinggi dari resiko terkena Tuberkulosis Paru adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.
Berasal dari Negara berkembang Anak-anak dibawah umur 5 tahun atau orang tua Pecandu alkohol atau narkotik Infeksi HIV Diabetes Militus Penghuni rumah ramai-ramai Imunosupresi Hubungan intim dengan pasien yang mempunyai sputum positif Kemiskinan dan malnutrisi
A. PATOGENESIS Penularan kuman terjadi melalui udara dan diperlukan hubungan yang intim untuk penularannya. Selain itu jumlah kuman yang terdapat pada saat batuk adalah lebih banyak pada tuberkulosis laring dibandingkan dengan tuberculosis pada organ lainnya. Tubrkulosis yang mempunyai kaverna dan tuberculosis yang belum mendapat pengobatan mempunyai angka penularan yang tinggi. Berdasakan penularannya maka tuberkulosis dapat dibagi menjadi 3 bentuk, yakni: 1. Tuberkulosis primer Terdapat pada anak-anak. setelah tertular 6-8 minggu kemudian mulai dibentuk mekanisme imunitas dalam tubuh, sehingga tes tuberkulin menjadi positif. 2. Reaktifasi dari tuberkulosis primer 10% dari infeksi tuberkulosis primer akan mengalami reaktifasi, terutama setelah 2 tahun dari infeksi primer. Reaktifasi ini disebut juga dengan tuberkulosis post primer. Kuman akan disebarkan melalui hematogen ke bagian segmen apikal posterior. Reaktifitas dapat juga terjadi melalui metastasis hematogen ke berbagai jaringan tubuh. 3. Tipe reinfeksi Infeksi yang baru terjadi setelah infeksi primer adalah jarang terjadi. Mungkin dapat terjadi apabila terdapat penurunan dari imunitas tubuh atau terjadi penularan secara terus-menerus oleh kuman tersebut dalam suatu keluarga.
81
B. TANDA-TANDA DARI TUBERKULOSIS ADALAH TERDAPATNYYA KELUHAN-KELUHAN BERUPA: 1. Batuk terus menerus selama lebih dari 2 minggu 2. Sputum mukoid atau purulen atau dahak bernana yang terdiri dari sel-sel darah putih,sel dan jaringan mati dan cairan lender kental(mukus) 3. Nyeri dada 4. Hemoptisis atau batuk berdarah 5. Dispnea atau sesak napas 6. Deman dan berkeringat, terutama pada malam hari 7. Berat badan berkurang 8. Anoreksia atau gangguan pola makan 9. Malaise atau badan terasa lemas 10. Ronki basah di apeks paru atau suara napas tambahan berupa vibrasi yang terputus-putus 11. Wheezing (mengi) yang terloklisir atau suara pernapasan frekuensi tinggi, nyaring, terdengar di akhir ekspirasi. Gejala klinis yang tampak tergantung dari tipe infeksinya. Pada tipe infeksi yang primer dapat tanpa gejala dan sembuh sendiri atau dapat berupa gejala pneumonia, yakni batuk ringan. Gejala tuberkolusis primer dapat juga terdapat dalam bentuk pleuritis dengan efusi pleura atau dalam bentuk yang lebih berat lagi, yakni berupa nyeri pleura dan sesak nafas. C. DIAGNONIS Batuk yang lebih dari 2 minggu setelah dicurigai berkontak dengan pasiaen tuberkulosis dapat diduga sebagai tuberkulosis. Pemeriksaan dilanjutkan dengan pemeriksaan foto toraks, tes kulit, dan pemeriksaan basil tahan asam (BTA) yang terdapat di sputum atau bilasan lambung pada anak-anak. D. PENGOBATAN Jika seseorang telah didiagnosis dengan TB paru aktif (TB yang mempengaruhi paru-paru dan menyebabkan gejala), maka ia akan diberikan beberapa pilihan pengobatan yang ditentukan oleh dokter sesuai dengan keadaan pasien. Oleh sebab itu penting sekali bagi seseorang yang diketahui mengidap penyakit ini untuk segera berobat ke sarana kesehatan yang ada di sekitar tempat tinggalnya. F.PENCEGAHAN Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit menular yang merusak jaringan paru-paru. Penyebab TBC adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. Meskipun termasuk kedalam kategori penyakit menular, kamu bias mencegah tuberkulosis dengan berbagai cara. Salah satu cara mencegah TBC adalah dengan menghentikan penularan TBC dari satu orang ke orang lain. Ini bias dilakukan dengan mengidentifikasi penderita TBC, kemudian merawat, dan memberikan pengobatan. Apa saja yang bias dilakukan untuk mencegah TBC? 1. Pemberian vaksin BCG Vacsin Bacilus Calmette-Guerin (BCG) efektif untuk mencegah TBC sampai seseorang berusia 35 tahun. Efektivitas BCG bias meningkat bila tidak ada pengidap TBC di lingkungn tempat tinggal kamu. Vaksin ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1920-an dan paling banyak digunakan untuk memvaksin hampir 80% bayi baru lahir di seluruh dunia. 2. Diagnosis dejak dini Pencegahan penyebaran TBC akan efektif bila dilakukan diagnosis sejak dini. Seseorang dengan penyakit TBC dapat menularkan bakteri kepada 10-15 orang setiap tahunnya. Bisa kamu bayangkan bagaimana penyebarannya bila tidak dilakukan pengobatan?
82
3. Menjaga lingkungan tempat tinggal TBC adalah penyakit yang menular melalui udara saat penderita bersin atau batuk. Resiko infeksi bila dikurangi dengan membuat system sirkulasi udara atau ventilasi yang bagus di rumah. Bakteri TBC dapat mengendap lebih lama dalam rumah apabila system ventilasi tidak bagus. Berikan juga pencahayaan yang cukup bagi rumah. Sinar UV dari matahari mampu membunuh bakteri TBC. Jadi, pastikan rumah kamu mendapat pencahayaan yang cukup. 4. Tingkatkan system imun System imun bisa ditingkatkan dengan mengonsumsi makan bergizi dan rutin berolahraga. System imun yang baik membantu kamu terhindar dari berbagai macam penyakit, termasuk bakteri penyebab TBC ini.
(Sumber gambar : https://hellosehat.com/)
Kapten Seprin Tulandi, Opsir Korps dan Klinik Kumelembuai – Divisi Sulawesi Utara.
83
Catatan : Poster di atas dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan agar bermanfaat bagi kaum wanita dimanapun berada.
84
BULAN OKTOBER Minggu III (Ketiga) – PELAYANAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Hidup kudus adalah perintah Tuhan : BNBK no. 236, BNBK no.234, koor no. 132, koor no. 85 : I Petrus 1:13-20 : Kudus
Apakah arti kudus ? kudus artinya : tak bercacat,tidak cemar ,kotor bebas dari dosa,suci dan tak bercela. Mengetahui definisi kata kudus kita jadi tertegun dan berkata, tidak mudah tentunya untuk melakukan dan menjalani hidup kudus . Sebuah tulisan dalam buku bacaan rohani dikatakan demikian “Orang tidak lagi kagum pada orang-orang yang mempertahankan kekudusan hidup, karena itu dianggap kuno pada zaman now sekarang ini” Pertanyaannya , apakah itu berlaku bagi kita umat Tuhan lebih khusus buat kita kaum wanita? Tentu tidak! Karena hidup kudus adalah kehendak Allah bagi umat-Nya sebagaimana dalam 1 Petrus 1:15-16”tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus,yang telah memanggil kamu,sebab ada tertulis: kuduslah kamu,sebab Aku kudus” Kunci untuk dapat melihat dan menerima perbuatan-perbuatan ajaib/mujizat Tuhan adalah hidup kudus sebagaimana pengalaman bangsa Israel ketika dipimpin Yosua untuk menyeberangi sungai Yordan berkatalah ia kepada mereka: “Kuduskanlah dirimu,sebab besok Tuhan akan melakukan perbuatan ajaib di antara kamu.” (Yosua 3:5) Artinya bahwa Yosua sangat tahu dan mengerti benar betapa pentingnya hidup kudus bagi Tuhan sehingga ia harus katakan bahkan perintahkan kepada bangsa yang dipimpinnya untuk menguduskan diri mereka. Hidup kudus berarti hidup terpisah dari segala bentuk dosa,dan mempersembahkan hidup hanya bagi Tuhan. 1 Tesalonika 4 :7-8”Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar,melainkan apa yang kudus. Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia,melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu. Alasan penting mengapa kita harus hidup kudus dalam Tuhan: Hidup kudus menyenangkan Allah Hidup kudus kehendak Allah Hidup kudus panggilan Tuhan. Akhirnya marilah kita bersama-sama terus belajar dan berusaha agar hidup kudus, Tuhan pasti tolong kita! Berikutnya mari kita belajar mengenal kuliner khas dari kota Makassar, kalau kaum wanita pernah mendengar Es Pallu Butung dan Es Pisang Ijo sebenarnya itu kembar “kembar tapi tak sama”. Es pisang ijo merupakan minuman yang menjadi kebanggaan masyarakat Makassar terbuat dari pisang, tepung beras, dan vla. Rasanya sangat segar dan gurih. Selain es pisang ijo, Makassar juga menyimpan variasi es lainnya yang tidak kalah lezatnya, yaitu es pallu butung. pisang kukus yang ditambahkan susu dan santan. Rasanya segar dan sangat cocok diminum saat siang hari, untuk mengusir dahaga, minuman berbuka puasa. Perbedaannya terletak pada pembungkus adonan kulit pisangnya. Jika es pisang ijo dibalut bungkusan adonan berwarna ijo lalu dikukus, maka es pallu butung tidak dibungkus dengan adonan. perbedaan yang lain adalah jenis pisangnya. Es pisang ijo biasanya menggunakan pisang kepok, sementara es pallu butung 85
menggunakan pisang raja. Memang tidak masalah untuk kedua jenis pisang sah-sah saja namun rasanya akan berbeda dan kurang sempurna. Resep Es Pisang Ijo Bahan-bahan: 1. 6 buah pisang raja matang 2. 50 gram tepung beras 3. 175 gram tepung beras roosbrand 4. 100 ml air daun suji atau pewarna makanan (secukupnya) 5. 300 ml air 6. ½ sendok teh garam Saus sebagai kuah: 1. 650 ml santan 2. 50 gram tepung terigu 3. 75 gram gula pasir 4. 1 lembar daun pandan, ikat simpul 5. Ÿ sendok teh garam Pilihan Pelengkap Penyajian: Cokelat meses Serutan keju cheddar Susu kental manis Sirup strawberry Es serut Cara Membuat: 1. Campurkan air, tepung beras, air daun suji atau pewarna makanan dan garam jadi satu. Masak dengan api yang sedang, sambil diaduk sampai mendidih. Aduk hingga merata dan adonan menjadi lembut. kemudian angkat. 2. Tambahkan tepung beras sedikit demi sedikit ke dalam adonan lalu aduk hingga adonan menjadi kalis. 3. Ambil adonan menjadi 6 bagian lalu bentuk bulat dan tipiskan dengan ketebalan kurang lebih 0,5 cm. Balut pisang dengan adonan sampai tertutup rata, kemudian kukus hingga matang. Angkat dan dinginkan. 4. Untuk membuat saus es pisang ijo. Campurkan santan, tepung terigu, gula pasir, daun pandan, dan garam jadi satu. Masak semua bahan dengan api sedang, sambil diaduk sampai mendidih, lalu dinginkan. 5. Untuk cara penyajiannya, ambil 1 buah pisang ijo kemudian potong-potong, letakan pada piring atau mangkuk dan siram dengan saus pisang ijo. Tambahkan es serut dan pelengkap sajian Resep Es Palu Butung Bahan-bahan: 1. Pisang raja 2. Tepung Beras secukupnya 3. Air 150 ml 4. Daun pandan 1 lembar 5. Es serut secukupnya 6. Sirup cocopandan 7. Santan kental 200ml 86
Cara membuat: 1. Rebus pisang. Setelah matang, potong-potong. Campur semua bahan lainnya, masak dan adukaduk sampai mendidih dan mengental. Setelah kental, angkat dan pindahkan ke wadah lain. 2. Tata es batu yang sudah dihancurkan ke dalam mangkuk. Masukkan pisang yang sudah dipotongpotong, kemudian siram dengan saus dan siram dengan sirup coco pandan. 3. Inilah es palu butung, temannya es pisang ijo. Selamat mencoba dan selamat menikmati !
Mayor Elfian Januri, Opsir RSIA. Catherine Booth Makasar – Regional Indonesia Timur.
87
BULAN OKTOBER Minggu IV (Keempat) – PENELAAHAN ALKITAB Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: : : :
Dibarui menjadi serupa dengan Kristus BNBK no. 10. BNBK no. 177, BNBK no. 324 Efesus 4:17-32 Baru/Dibaharui
Pendahuluan Jemaat di Efesus adalah jemaat yang dirintis oleh Rasul Paulus. Suratnya kepada Efesus lebih bersifat pribadi dibandingkan dengan surat-surat yang lain. Surat ini ditulis Paulus dari Penjara di Roma. Paulus mengunjungi Efesus pada perjalanan penginjilan kedua. Surat Efesus ditulis untuk mendorong dan menguatkan iman jemaat di Efesus supaya mengenal rahasia kehendak Allah sebagai persiapan kegenapan waktu (Ef. 1:9-10). Sebelumnya, Paulus sudah mengingatkan jemaat itu bahwa akan ada dua bahaya yang mengancam mereka (Kis. 20:29-30). Pertama, akan timbul serigala ganas, yaitu guru-guru palsu yang akan masuk dari luar dengan pengajaran yang menyesatkan, dan kedua, akan ada para pemimpin dari dalam yang akan muncul untuk mengambil alih arah dan menarik-menarik murid-murid dari jalan yang benar. Di Efesus juga ada dewa Yunani yaitu Dewa Artemis yang juga menjadi bahaya bagi jemaat di Efesus untuk berpaling dari Allah. Secara khusus pada pasal 4 ayat 17-32, Rasul Paulus memulainya dengan mengatakan ‘jangan hidup lagi seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia’ dengan kata lain Rasul Paulus meminta jemaat di Efesus untuk menanggalkan kehidupan lama mereka. Berikutnya dia mendaftarkan semua kebiasaan buruk mereka seperti: kebodohan, kedegilan hati, perasaan yang telah tumpul…” semua ini harus ditanggalkan supaya mereka dibaharui di dalam roh dan pikiran mereka dan mengenakan manusia baru (ayat 22-23) Menarik sekali mendalami bagian ini. Rasul Paulus begitu memberi perhatian yang luar biasa kepada jemaat di efesus. Dia begitu tegas dalam mengingatkan jemaat ini untuk menanggalkan perbuatanperbuatan dosa yang menemui kebinasaan. Dia mengingatkan mereka bahwa mereka berbeda dengan orang-orang lain, bahwa mereka telah belajar mengenal Kristus, sudah mendengar tentang Dia. Mengenakan manusia baru adalah satu-satunya cara untuk diperbaharui dan dikuduskan. Kata diperbaharui di sini adalah terus-menerus diperbahui di dalam roh. Jadi manusia yang baru yaitu manusia yang hidupnya mencerminkan bahwa ia mengenal Allah, manusia yang memiliki karakter Kristus, tindakan Kristus, dan pikiran Kristus. Sebenarnya yang membuat jemaat di Efesus kembali kepada manusia lama adalah karena mereka memberi kesempatan kepada iblis. Ini adalah tantangan besar bagi semua orang percaya. Iblis akan terus mencobai kita kalau kita memberi kesempatan. Tetapi kabar baik bagi kita semua adalah bahwa ada kemenangan bagi kita! Milikilah selalu persekutuan yang erat dengan Allah, Bukan hanya untuk jemaat di Efesus, tetapi nasehat Paulus ini adalah bagi kita semua. Kita percaya bahwa Kristus telah mengerjakan penebusan dan pendamaian bagi kita. Seperti Rasul Paulus, Rasul Yohanes juga menasehati hal yang sama. Dalam 1 Yohanes 3:6 dikatakan Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia”
88
Untuk diskusi: 1. Apakah masih ada cara hidup manusia lama dalam hidup kita? Apakah anda sulit untuk menanggalkannya? Bagikan kepada anggota di group anda, bagaimana anda diubahkan oleh Kristus dan mengenakan manusia baru? 2. Bagaimana kita bersaksi di lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, di Gereja mengenai cara hidup yang terus dibaharui oleh Roh Kudus? 3. Akhiri waktu anda bersama dengan saling mendoakan.
Memiliki karakter, pikiran dan tindakan Kristus adalah gambaran bahwa kita sudah mengenal Dia dan mengenakan manusia baru. Hidup yang terus dibaharui oleh Roh Kudus adalah gambaran kerendahan hati yang telah ditundukkan oleh Kristus. Saksikanlah itu kepada dunia!
Kolonel Widiawati Tampai, Pemimpin Pelayanan Wanita Teritorial – KPT Bandung.
89
BULAN NOVEMBER Minggu I (Pertama) – KEBAKTIAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Ucapan Syukur HUT Bala Keselamatan ke 125 Tahun di Indonesia : BNBK no. 03, BNBK no.21, BNBK no. 325 : Mazmur 111 : Puji/pujian
Persiapan Acara HUT Dekorasi: Dalam rangka perayaan HUT BK yang ke 126, ruangan ibadah diatur sedemikian rupa sebelum ibadah PKW. Baloon and dekorasi yang meriah bisa menjadi pilihan anda. Silahkan berkreasi sesuai dengan kemampuan setempat. Lomba dan Games: - Lomba VG/Solo - Lomba membuat cake HUT BK Topik Ceramah khusus - Prajurit BK yang tangguh - Sakramen dan Perjamuan Kudus Catatan: Silahkan memilih dan menyiapkan salah satu lomba dan ceramah di atas untuk membuat perayaan HUT BK bermakna tahun ini di lingkungan Kaum wanita di Korps anda. Anda bisa mengadakan ibadah gabungan dengan kaum pria (PKP). PERENUNGAN FIRMAN TUHAN Mazmur 111 adalah Mazmur yang sangat menarik karena digubah secara akrostik atau sajak. Judul dari Mazmur ini adalah ‘kebajikan Allah’ yang mengungkapkan puji-pujjian atas perbuatan-perbutaan Allah yang ajaib bagi bangsa Israel. Karena itu ada penafsir yang berpendapat bahwa mazmur ini digubah oleh seorang pemimpin umat yang sedang merenungkan kitab Ulangan. Dalam perbuatan di masa lalu itu ia menemukan kebesaran kuasa Tuhan dan membagikannya kepada seluruh umat melalui mazmur ini. Perbuatan – perbuatan ajaib Allah bukan saja dialami oleh bangsa Israel pada masanya, tetapi dari waktu ke waktu semua orang percaya merasakan hal yang sama. Perbuatan-perbuatan Allah tidak saja dialami dan dirasakan oleh suatu bangsa yang besar, tetapi dari masa ke masa Gereja Tuhan juga mengalami hal yang sama bahkan kita semua yang percaya kepada-Nya dapat bersaksi bahwa keajaiban dan penyertaan Tuhan begitu sempurna dalam hidup kita. Bala Keselamatan di Indonesia mencapai usianya 125 tahun. Bukan usia yang muda lagi. Kalau kita mempelajari sejarah, kita akan menemukan cerita-cerita yang menakjubkan bagaimana Allah membuka jalan bagi para misionari datang ke Indonesia untuk memberitakan Injil dan kemudian membuka pusatpusat pelayanan dari Pulau Jawa, Sulawesi bahwa ke pulau-pulau lain di tanah air kita. Salah satu cerita yang menarik bagi saya adalah pada awal pelayanan para perintis Bala Keselamatan di Indonesia Staf Kapten Jacob Gerrit Brouwer dan Ensign Adolf Theodorus van Emmerik berusaha mempelajari Bahasa 90
Jawa, memakai pakaian adat setempat bahkan berjalan keluar rumah tanpa alas kaki. Perbuatan Allah yang ajaib pada waktu itu adalah membuka kesempatan dan jaminan dari pemerintah setempat bagi mereka untuk bebas memberitakan Injil dan menggembalakan banyak orang Kristen di desa Sapuran. Bukankah ini karena kebesaran Tuhan? Seperti pemazmur mengatakan “Dikirim-Nya kebebasan kepada umatNya, diperintakan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat”. Oleh anugerah Tuhan, Bala Keselamatan terus berkiprah di Indonesia. Sampai tahun 2019 kita sudah melayani di 116 Propinsi di Indonesia dengan jumlah: Korps/Gereja Pos Pelayanan Opsir/hamba Tuhan Opsir Purnabakti Prajurit dewasa Prajurit Muda Rekrut
: 283 : 105 : 645 : 142 : 39.741 : 7.469 : 2.011
Institusi Panti Asuhan anak Panti Werda Usia Rumah Sakit Sekolah
: 16 :3 :6 : 97
Mari saya mengajak kita, untuk hidup bersyukur, senantiasa menaikkan puji-pujian kepada Allah, bukan saja karena perbuaata-Nya di masa lampau, tetapi bersyukur untuk apa yang kita miliki hari ini sambil terus berkomitmen untuk mendukung kemajuan Bala-Nya di semua bidang pelayanan. Seperti pemazmur mari kita mendeklarasikan bersam-sama ‘Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam Jemaah’. Dalam kehidupan pribadi kita, merenungkan perbuatan-perbuatan Tuhan sangat memberi pengaruh bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari. Pengaruh seperti apa yang dimaksudkan di sini? Orang percaya yang senantiasa bersyukur (ayat 10), akan selalu:
Menjalani hidupnya dengan takut akan Tuhan Semakin berakal budi yang baik Memuliakan Tuhan di setiap aspek kehidupan
SELAMAT BERSYUKUR DAN SELAMAT MERAYAKAN KEBESARAN TUHAN DI DALAM DAN MELALUI BALA KESELAMATAN! KIRANYA TUHAN SENANTIASA DIMULIAKAN! AMIN!
Kolonel Widiawati Tampai, Pemimpin Pelayanan Wanita Teritorial – KPT Bandung.
91
BULAN NOVEMBER Minggu II (Kedua) – PENDIDIKAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Hati yang gembira adalah obat : BNBK no. 177, BNBK no. 134, (Medley koor no. 104, 129, 132) : Amsal 17:22-28; 18:1-14 : Semangat
Pernahkah Anda mengalami yang namanya patah semangat? Sangat tidak nyaman bukan? Seseorang yang sedang patah semangat akan mengalami kelelahan yang luar biasa. Bukan saja secara mental, tetapi fisik juga akan sangat terganggu. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, patah semangat adalah perasaan putus asa, hilang gairah. Padanan PATAH SEMANGAT adalah angat tangan, putus asa. Jadi bisa disimpulkan bahwa patah semangat adalah kondisi di mana kita sedang kehilangan gairah hidup dan memiliki pesimis yang tinggi terhadap segala sesuatu. BERIKUT ADALAH KIAT-KIAT MENGHADAPI PATAH SEMANGAT (https://id.wikihow.com/Berhenti-MerasaPatah-Semangat)
Metode 1 Memilih Pandangan Hidup Anda 1. Bayangkan Anda berhasil mencapai tujuan. Bayangkan betapa bahagianya Anda ketika mendapatkan promosi di tempat kerja atau berhasil mencapai target menurunkan berat badan. Berfokuslah pada hasil positif dari mencapai tujuan, daripada menjadi patah semangat karena tujuan yang mungkin terlihat masih sangat jauh. 2. Fokus pada kesuksesan Anda. Hindari berfokus pada kegagalan atau kesulitan di masa lalu yang dapat sangat mematahkan semangat. Sebagai gantinya, fokus pada keberhasilan Anda dan berbagai tindakan yang dapat Anda lakukan untuk maju mencapai tujuan Anda. Jika ada sedang berusaha menurunkan berat badan dan mengalami akhir minggu yang buruk yaitu ketika Anda makan berlebihan dan lupa berolahraga, jangan menyalahkan diri sendiri atas hal tersebut. Sebagai gantinya, fokus pada apa yang sudah Anda lakukan dengan benar, seperti kembali ke jalur yang benar di hari Senin pagi atau mengistirahatkan tubuh dan pikiran Anda selama minggu tersebut. 3. Lihatlah kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar. Kegagalan hanyalah peluang untuk belajar tentang apa yang berhasil dan tidak berhasil untuk kali berikutnya. Jika Anda mengalami kegagalan, berusahalah untuk tidak terus menerus merenungkan sisi negatifnya. Merenungkan kegagalan Anda membuat patah semangat dan tidak produktif sehingga sebagai gantinya berusahalah untuk mencari peluang yang ada dalam kegagalan. 4. Pasanglah tujuan yang realistis. Tujuan yang tidak realistis akan mempersiapkan Anda untuk merasa patah semangat, oleh karena itu pastikan tujuan yang ingin Anda capai realistis dan dapat dipenuhi dalam kurun waktu yang wajar. 5. Dokumentasikan perkembangan Anda. Melihat bukti fisik dari pencapaian Anda sangatlah penting. Memiliki bukti visual tentang perkembangan diri sendiri akan membuat Anda merasa lebih baik dan terus menyemangati Anda untuk tetap bekerja keras demi mencapai tujuan.
92
Metode2 Mengubah Sikap Anda 1. Pilih optimisme. Untuk mengatasi patah semangat, Anda harus memilih optimisme dan sikap positif. Meskipun hal ini mungkin terasa dipaksakan atau seolah Anda "berpura-pura" di awal, pada akhirnya usaha Anda akan terbayar. Daripada berpikir bahwa Anda akan gagal dalam mencapai tujuan bahkan sebelum mulai, percayalah bahwa Anda dapat mencapainya jika menjalaninya dengan perlahan-lahan dan kerja keras akan membantu Anda mencapai tujuan. 2. Lepaskan rasa marah. Kemarahan atas kesalahan-kesalahan atau ketidakadilan di masa lalu akan mematahkan semangat Anda dan membuat Anda merasa tidak kompeten. Kemarahan seringkali merupakan perwujudan dari emosi-emosi lain seperti frustrasi, tidak percaya diri, ketidakadilan, atau merasa sakit hati. Berusahalah untuk menyalurkan kemarahan Anda secara membangun. Cara-cara yang sehat untuk mengontrol kemarahan contohnya antara lain pernapasan dalam dan meluangkan waktu untuk beristirahat. 3. Lepaskan rasa takut. Ketakutan, layaknya kemarahan, merupakan emosi yang merusak semangat dan kebahagiaan. Jika Anda hidup dalam ketakutan atas kegagalan atau tidak akan pernah mencapai tujuantujuan penting, dapat terasa seolah ketakutan Anda melumpuhkan Anda. Memasukkan teknik-teknik untuk meringankan kegelisahan merupakan kunci untuk meninggalkan rasa takut Anda dan menghindari rasa patah semangat dan ketakutan. 4. Hindari membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Membandingkan diri sendiri dengan teman-teman, keluarga atau kolega melahirkan kegelisahan dan patah semangat. Anda tidak tahu kesulitan dan rasa patah semangat yang mereka alami untuk mencapai apa yang mereka miliki sekarang. Anda hanya dapat melakukan yang terbaik, sehingga fokuslah ke dalam diri sendiri akan apa yang dapat Anda lakukan untuk mencapai tujuan.
Metode3 Mempraktikkan Sikap Positif 1. Masukkan olahraga dalam jadwal sehari-hari. Olahraga melawan depresi dan meningkatkan suasana hati. Jika Anda merasa murung atau patah semangat, berusahalah menghabiskan setidaknya 20 menit sehari guna berolahraga. 2. Temukan seorang mentor. Jika Anda merasa patah semangat di tempat kerja, carilah bimbingan dari kolega yang lebih senior. Mentor Anda haruslah seseorang yang memiliki sikap positif dan bersedia bekerja sama dengan Anda. Jangan berusaha memaksa untuk menjalin 3.Tulis jurnal setiap harinya. Mendokumentasikan berbagai tujuan, kegagalan dan perasaan akan membantu Anda menyadari bagaimana perkembangan Anda. Menyadari perasaan Anda dan bagaimana situasi-situasi tertentu memengaruhi Anda merupakan kunci untuk mencapai keseimbangan dan menghindari rasa patah semangat. 4. Beri imbalan bagi diri sendiri untuk pencapaian Anda. Ketika Anda bekerja keras atas sesuatu dan mencapai tujuan, rayakan keberhasilan tersebut! Pergilah menyatap makanan lezat, perawatan pedikur, atau sekadar merencanakan waktu sendiri bagi Anda untuk bersantai di rumah. Tidak peduli seberapa 93
kecil tujuan tersebut, jika Anda memasang sebuah target dan berhasil mencapainya, penting bagi Anda untuk memberi imbalan kepada diri sendiri. 5.Bergaullah dengan teman-teman yang punya pemikiran serupa. Jika Anda berusaha mengubah pandangan Anda dari depresi dan patah semangat, Anda harus mengelilingi diri dengan orang-orang yang memancarkan aura positif dan mengobarkan semangat. Habiskan waktu dengan teman-teman yang mendukung Anda dan tidak meragukan Anda karena berusaha untuk mengubah pandangan atau mencapai tujuan. Terutama hindari orang-orang yang meremehkan tujuan Anda dan berusaha menyeret Anda untuk terpuruk. 6. Bicaralah dengan seorang ahli terapi. Terlepas dari usaha terbaik kita, terkadang memperoleh bantuan dari tenaga kesehatan mental profesional perlu untuk membantu kita mengatasi rasa patah semangat dan kesedihan. Ahli terapi terlatih untuk membantu Anda mengenali hal-hal yang memicu stres Anda dan dapat tak ternilai untuk mengatasi patah semangat. Jika Anda merasa kewalahan, patah semangat dan tidak merasa mengalami peningkatan dengan sendirinya, seorang ahli terapih berizin akan dapat menyemangati dan membantu Anda untuk memiliki pandangan yang lebih positif. APA NASEHAT FIRMAN TUHAN? Dalam pembacaan kita hari ini, penulis Amsal memberikan kita keberanian dan sekaligus afirmasi bahwa “hati yang gembira adalah obat, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” Kata hati yang gembira dalam terjemahan Bahasa inggris adalah ‘a joyful heart’ berarti ‘hati yang bersukacita’ dalam Bahasa Ibrani berarti “senang, gembira atau bersukacita” Di mana kita bisa mendapatkan sukacita? Pertanyaan dari banyak orang. Puji Tuhan!, kabar baik yang dibawa para malaikat ketika memberitakan kelahiran Kristus membuat pernyataan yang menakjubkan. " "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Sukacita datang ketika kita dibawa ke dalam suatu hubungan dengan Allah melalui Yesus Kristus. Sumber sebenarnya dari semangat yang kering adalah bahwa kita terpisah dari Allah karena dosa-dosa kita. Kalau anda sedang dalam kesedihan, penuh dengan beban dan perasaan yang hancur, ada kabar indah: Yesus datang untuk membawa sukacita besar. Dia datang untuk membawa dan mengalirkan sukacita. Jalan menuju hati yang bersukacita adalah dengan mengenal Allah melalui Yesus Kristus, disalibkan, dikuburkan, dan dibangkitkan dari kematian. Datang kepada Allah dalam pertobatan dan iman dan berbalik dari kehidupan yang berpusat pada diri sendiri ke kehidupan yang berpusat pada-Nya. Amin!
Kolonel Widiawati Tampai, Pemimpin Pelayanan Wanita Teritorial – KPT Bandung.
94
BULAN NOVEMBER Minggu III (Ketiga) – PENDIDIKAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Wanita yang dipakai Allah : BNBK no. 262, BNBK no. 267, BNBK no. 271 : Hakim-hakim 4:1-24 : Melayani
Pendahuluan Sangat menarik jika kita membicarakan tokoh bernama Debora. Seorang Nabiah di Israel yang menjadi Hakim pada masa pemerintahan Raja Yabin di Kanaan dan Alkitab mencatat bahwa pada waktu itu Raja Yabin mempunyai seorang Panglima besar bernama Sisera. Kebesarannya didukung dengan 900 kereta besi dan 20 tahun lamanya ia menindas orang Israel dengan keras (4:2-3). Sebagai seorang wanita kebiasaan Debora duduk di bawah pohon Korma adalah wajar dan mungkin sebagai wanita sekaligus hakim, dia sedang memikirkan kesejahteraan bangsanya. Debora disebut (Hakim 4:4) istri Lapidot (harfiah, 'suluh') dan di Israel dia dijuluki 'ibu di Israel' (Hakim 5:7). Dia adalah seorang pemimpin yang kuat, tangguh tetapi tetap adalah seorang wanita dan ibu. Dicatat bahwa orang Israel datang kepadanya untuk meminta pertolongan untuk membela hak-hak mereka. Saya membayangkan betapa nyamannya mereka bisa mengadu kepada seorang ‘ibu’. Kepemimpinan Debora mencapai puncaknya ketika ia membantu sekaligus menjadi pendorong seorang Barak menghadapi perang. Mari kita perhatikan sikap dan tindakan seorang Deborah dalam memimpin: 1. Memanggil dan berbicara kepada Barak bahwa sesungguhnya Allah memerintahkan Barak untuk segera maju untuk berperang. Dalam hal ini Debora menyadari bahwa sebagai wanita dia ingin meyakinkan laki-laki seperti Barak untuk maju dan mengambil tindakan. Debora tidak langsung mau mengambil alih. 2. Debora menerima saran Barak untuk maju berperang, tetapi dia juga memberi tantangan kepada Barak bahwa dia tidak akan mendapatkan kehormatan karena Tuhan akan menyerahkan Sisera dan pasukannya ke tangan seorang perempuan. Walaupun demikian Debora tetap menjadi penyemangat bagi Barak (ayatb 14) dengan mengatakan ‘bersiaplah, sebab inilah harinya Tuhan menyerahkan musuh ke tangan Barak! Sikap seorang pemimpin wanita yang luar biasa. Penyemangat dan pendorong! 3. Menaikkan pujian kepada Tuhan! Hakim-hakim 5. 4. Memuji keberhasilan orang lain. Dalam hal ini adalah seorang perempuan yang bernama Yael. Debora mengakui kehebatan dan keberhasilan Yael dalam kemenangan orang Israel. Untuk itu dia mengatakan bahwa ‘Diberkatilah Yael…melebihi perempuan-perempuan lain (5:24). Bukan hanya Debora yang dipakai Allah, tetapi juga Yael. Tuhan dapat memakai laki-laki dan perempuan untuk maksud-Nya yang mulia. Tidak ada yang dapat menghalangi panggilan Allah bagi kita. Sebagai wanita, kita dapat dipakai oleh Allah. Mari kita merenungkan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini: 1. Talenta apa yang anda miliki yang dapat anda persembahkan bagi Tuhan dalam pelayanan di Korps anda? 2. Apakah ada yang menghalangi anda untuk mengembangkan diri atau membantu pelayanan?. Sharing kepada anggota PKW dan doakanlah satu dengan lain. 95
3. Tantangan terbesar apa yang anda tahu tentang lingkungan di mana anda tinggal? Ingatlah bahwa dapat dipakai Allah memberkati orang lain. Buatlah komitmet bersama untuk berdoa supaya ada jwa-jiwa baru dimenangkan bagi Kristus! Seperti Debora, doa saya, kiranya kita menjadi wanita-wanita yang kuat dan bisa memimpin diri kita sendiri dan keluarga kita. Menaati Firman Tuhan, selalu memuji Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan kita. Dengan demikian kita akan terus menjadi wanita yang dipakai Allah di manapun kita berada.
Kolonel Widiawati Tampai, Pemimpin Pelayanan Wanita Teritoril – KPT Bandung.
96
BULAN NOVEMBER Minggu IV (Keempat) – PENELAAHAN ALKITAB Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: : : :
Kekudusan di dalam takut akan Allah BNBK no. 232, BNBK no. 210, BNBK no. 213 II Korintus 7:1 Sempurna
Pendahuluan Surat Rasul Paulus ini ditujukan kepada jemaat di Korintus. Isi surat ini agaknya keras tetapi jemaat di Korintus terbuka menerimanya. Titus adalah utusan Paulus untuk menyampaikan surat ini kepada jemaat di Korintus. Ajakan utama Rasul Paulus adalah agar jemaat di Korintus menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak kudus dan segala ketidakbenaran. Untuk mengerti lebih baik dari pasal 7:1 ini, kita harus mengerti pasal 6 khususnya pada ayat 11-18. Paulus menulis secara khusus mengenai hidup kekristenan orangorang Kristen di Korintus yaitu: Janganlah mereka menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orangorang yang tidak percaya (ayat 14). Rasul Paulus kemudian menjelaskan alasan-alasan mengapa itu sebaiknya hal itu tidak terjadi dalam hidup orang-orang percaya, antara lain tidak ada persamaan antara kebenaran dan kedurhakaan, antara terang dan gelap, antara Kristus dan Belial, antara orang percaya dan orang yang tidak percaya, antara Bait Allah dan Berhala? Kemudian Rasul Paulus menekankan bahwa orang-orang percaya adalah Bait dari Allah yang hidup seperti yang disampaikan dalam Firman Tuhan. Paulus menulisnya dengan berani sebagai ungkapan kasihnya kepada jemaat di Korintus, agar mereka menjadi orang Kristen yang benar. Kekudusan dalam takut akan Allah ... Hanya mereka yang kudus yang akan melihat Allah (Ibrani 12: 10,14). Komentari Alkitab Coffman dalam 2 Korintus 7 ini mengatakan ‘diperlukan kesempurnaan mutlak dari semua orang yang akan masuk surga (Matius 5:48). Bagaimana bisa ada orang yang diselamatkan? Diakui oleh semua bahwa kesempurnaan dalam arti absolut adalah mustahil bagi manusia fana. Jawabannya terletak pada kesempurnaan Yesus Kristus; dan mereka yang menerima Injilnya, percaya, bertobat dan dibaptis "ke dalam Kristus" dengan cara itu menjadi bagian dari Kristus, tubuh rohaninya gereja, dalam arti yang sebenarnya SEBENARNYA Kristus. Dalam keadaan "di dalam Kristus" dan diidentifikasikan sepenuhnya dengan dia, semua kesempurnaan Kristus sendiri dihargai untuk semua anggota tubuh Tuhan. Itulah sebabnya Paulus dapat berkata, "Supaya kita dapat menampilkan setiap manusia sempurna di dalam Kristus" (Kolose 1:28). Di sini Paulus memerintahkan jemaat Korintus untuk "membersihkan diri mereka sendiri" yaitu menyucikan diri dari semua pencemaran yaitu jasmani dan rohani, dari semua kekotoran batin daging dan untuk menyempurnakan "kekudusan dalam takut akan Tuhan." Inilah inti utama dari bagian ini. Tasiran oleh John Gills mengatakan bahwa maksud dari menyucikan diri kita di sini adalah ‘marilah kita membersihkan diri kita dari segala kekotoran daging dan roh: dengan "kekotoran daging" berarti polusi eksternal, kekotoran batin dengan tindakan lahiriah, tindakan yang dilakukan dalam tubuh, di mana manusia dikotori; seperti semua kata-kata tidak murni, kenajisan, dan pembicaraan bodoh, komunikasi yang busuk dan korup, yang mencemari tubuh manusia sendiri; seperti lidah, anggota kecil, ketika digunakan demikian, dan merusak perilaku baik orang lain; semua tindakan kotor, seperti penyembahan berhala, perzinahan, percabulan, sodomi, pembunuhan, kemabukan, bersenang-senang, dan segala sesuatu yang merupakan percakapan kotor, yang harus dibenci, dibenci oleh orang-orang kudus.
97
Refleksi: Sekarang ini kita menghadapi persoalan yang sama seperti yang dialami jemaat di Korintus maupun di Roma. Walaupun kita hidup dalam dunia yang dipenuhi dengan praktek-praktek kehidupan yang kotor, jahat dan bejat, tetapi kita dipanggil untuk menjaga kekudusan hidup kita. Menjaga hati supaya tetap tulus dan bersih, menjaga anggota-anggota tubuh kita dari segala kecemaran. Diskusikan dalam kelompok pertanyaan-pertanyaan berikut ini: 1. Bagaimana tanggapan anda jika dalam jemaat ada praktek percabulan, perselingkuhan dan kecemaran? Apakah kita berani saling mengingatkan? 2. Apakah kita perlu memperkenalkan kepada anak-anak kita di rumah, sekolah minggu dan remaja mengenai bahaya pornografi, seks bebas dan pernikahan dini? Bagaimana caranya? 3. Berdoalah bersama kepada Tuhan, minta Tuhan menjaga pernikahan kita, keluarga kita dari praktek-praktek yang merugikan kita.
Roma 12:1-2 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup , yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Kolonel Widiawati Tampai, Pemimpin Pelayanan Wanita Teritorial – KPT Bandung.
98
BULAN Desember Minggu I (Pertama) – KEBAKTIAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat mas Renungan
: Persiapan menyambut masa Advent : BNBK no. 26, 40, 39 : Mikha 5: 1-4a. : Siap
:
Kaum wanita yang diberkati Tuhan, kita memasuki minggu-minggu advent yang menandakan bahwa akhir tahun 2019 telah diujung waktu dan pasti kita memiliki satu atau lebih alasan yang membuat kita bersyukur, berterima kasih kepada Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita, Tuhan yang selalu setia menolong dan menyertai kita. (Jika memungkinkan mintalah setiap wanita untuk menulis/menyebutkan satu alasan yang membuat mereka bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan) Minggu Advent adalah minggu persiapan menyambut kedatangan Yesus Kristus kembali pada masa akhir jaman dan diperkirakan sejak abad keempat telah dirayakan oleh gereja. Biasanya dalam masa-masa ini yang dilakukan oleh umat adalah bertekun dalam doa dan puasa untuk memaknai kehidupan yang sedang menantikan kedatangan Yesus Kristus kembali sebagai Raja, sehingga pertobatan menjadi point penting dalam masa persiapan ini. Salah satu kebiasaan gereja dalam masa advent ini adalah membuat krans advent dalam bentuk lingkaran dan memasang empat lilin berwarna ungu untuk memaknai harapan, iman dan kasih sedangkan lilin berwarna merah muda untuk memaknai sukacita. Masa advent penting untuk dimaknai dalam perjalanan hidup kekristenan kita yang sedang menantikan kedatangan Yesus Kristus kembali sebagai Raja. Mengapa masa advent menjadi penting untuk dimaknai dalam perjalanan hidup kekristenan kita yang sedang menantikan kedatangan Yesus Kristus kembali sebagai Raja?
99
Berdasarkan nats pada ayat 3, maka kita akan melihat dua kebenaran penting dalam memaknai masa advent tahun ini : 1. Yesus Kristus akan bertindak dan menggembalakan kita dengan kekuatan dan kemegahanNya sebagai Tuhan. Nabi Mikha menubuatkan tentang Juru Selamat yang menyelamatkan umat manusia dari hukuman dosa dan karya dari Juru Selamat itu yang memberikan kasih sempurna bagi umat manusia. Karya itu menjadi jaminan bagi kehidupan kita selama kita hidup di dalam dunia. Ia akan bertindak dan menggembalakan kita, artinya Yesus Kristus yang kita percayai akan melakukan karyaNya untuk menggenapi setiap rencanaNya bagi hidup kita; Yesus Kristus akan memelihara dan menjaga kita seperti seorang gembala yang menggembalakan domba-dombanya. Ada jaminan dari Yesus Kristus untuk kehidupan kita. 2. Yesus Kristus akan menjadi damai sejahtera kita. Kehidupan umat pilihan Allah pada jaman nabi Mikha adalah sebuah kehidupan yang “ruwet” oleh berbagai persoalan/masalah-masalah yang berhubungan dengan politik, ketidakadilan dalam hidup bermasyarakat karena masalah korupsi, nabi-nabi palsu, penyelewengan-penyelewengan hukum dll. Nabi Mikha menubuatkan Yesus Kristus yang membawa damai sejahtera, dan benar dalam Yohanes 14:27 dikatakan,”Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” “Keruwetan-keruwetan” hidup yang terjadi pada masa nabi Mikha tak ubahnya dengan yang kita alami, dan dalam masa raya advent ini, kita diingatkan kebenaran utama dalam hidup manusia tentang damai sejahtera. Damai sejahtera itu hanya ada di dalam Yesus Kristus. Masa advent penting untuk dimaknai dalam perjalanan hidup kekristenan kita yang sedang menantikan kedatangan Yesus Kristus kembali sebagai Raja karena kita dikuatkan, diyakinkan dan diteguhkan kembali bahwa Yesus Kristus Yesus Kristus akan bertindak dan menggembalakan kita dengan kekuatan dan kemegahanNya sebagai Tuhan dan Ia adalah damai sejahtera kita. Apakah kita siap untuk melakukan sebuah tindakan iman dalam masa Advent ini? Apakah tindakan iman kita dapat memberikan makna bagi kita dan sesama yang sedang menantikan kedatangan Yesus Kristus kembali? Selamat bertindak, selamat memaknai masa Advent ini ! Imanuel, Allah menyertai kita.
Mayor Elsi H. Sarimin, Asisten SPWT – KPT Bandung.
100
BULAN DESEMBER Minggu II (Kedua) - PENDIDIKAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Refleksi waktu untuk hidup kudus : BNBK no. 386, 392, 396 : Lukas 1 : 26 - 37 : rendah hati
Renungan : (Jika memungkinkan diskusikan dengan anggota PKW, apa pendapat mereka tentang waktu) Waktu adalah sebuah kesempatan dimana kita melakukan sesuatu yang berguna bagi kehidupan kita dan orang lain. Waktu adalah sebuah masa dimana kita memiliki hidup dan mengisi hidup dengan hal-hal yang menyenangkan Tuhan dan memberkati orang lain. Waktu adalah saat/masa yang dapat diukur yang memberikan kesempatan, memberikan batasan selama kita melakukan sebuah pekerjaan. Bagi kita sebagai kaum wanita, biasanya waktu yang kita miliki berlalu dengan cepat bahkan kadang kita merasa kurang dengan waktu 24 jam yang diberikan oleh Tuhan bagi kita untuk melakukan berbagai kegiatan, terlebih bagi kaum wanita yang bekerja. Berapapun waktu yang kita miliki untuk melakukan berbagai kegiatan, kita tidak boleh lupa bahwa setiap waktu itu diberikan oleh Tuhan dengan tujuan membawa kehidupan kita lebih kudus dan sebagai orangorang Kristen, maka waktu untuk hidup kudus adalah kesempatan berharga yang akan membawa kita pada kesempurnaan seperti Firman Tuhan dalam I Petrus 2: 5,” Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagi batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imaat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang karena Yesus kristus berkenan kepada Allah.” Menarik untuk menyimak kisah tentang seorang perempuan yang bernama Maria dalam pembacaan Alkitab, mari kita perhatikan pada ayat 28.”Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata :”Salam, hai engkau yang dikaruniai.” Kata “hai engkau yang dikaruniai” menunjukkan bahwa Maria bukanlah perempuan biasa, ia memiliki pemberian/berkat khusus dari Tuhan yang membuatnya berbeda dengan perempuan lain, ia memiliki kualitas hidup kudus, yang nampak dari sikapnya ketika menerima penyataan dari malaikat Tuhan. Kualitas hidup kudusnya adalah ketaatan pada perintah Tuhan melalui malaikatNya. Pernahkah kita memikirkan bagaimana Maria bisa menjadi sosok perempuan yang mendapat karunia dari Tuhan? Pernahkah kita merenungkan bagaimana Maria bisa menjadi seorang perempuan yang luar biasa, untuk mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dimana Ia akan menjadi besar dan disebut anak Allah yang Mahatinggi. (ayat 31) Otoritas Allah Bapa, menjadi nyata dalam kehidupan Maria dan semua telah digenapi dan Maria tetap menjadi sosok perempuan luar biasa hingga Anak yang dikandung dan dibesarkanNya menggenapi rencana Allah bagi dunia di atas kayu salib. Dari peristiwa kelahiran hingga kematian Yesus Kristus, Maria tetap menjadi seorang perempuan yang memiliki kualitas hidup kudus yaitu taat pada kehendak Allah Bapa. Sekalipun ketaatannya menimbulkan rasa sedih, kesusahan yang mendalam, penderitaan yang tak terkira ketika menyaksikan rangkaian kehidupan Yesus melalui “via dolorosa (jalan penderitaan) 101
Dalam kehidupan kita sekarang sebagai wanita-wanita Kristen, ketaatan sebagai salah satu kualitas hidup kudus mulai memudar, karena berbagai hal; entahkah pekerjaan, pelayanan, keinginan untuk menjadi yang terhebat atau lebih dari orang lain, keangkuhan, atau kebenaran yang kita bentuk dari pikiran kita sendiri. Kita menjadi tidak taat untuk hidup kudus karena mata yang melihat hal-hal yang berdosa dan memengaruhi pikiran kita melakukan kejahatan; kita menjadi tidak taat untuk hidup kudus karena ambisi pribadi yang kita miliki, kita menjadi tidak taat untuk hidup kudus karena merasa lebih pandai/benar dari orang lain; atau sebaliknya kita menjadi tidak taat untuk hidup kudus karena kita sudah bersikap “masa bodoh” dengan keadaan diri kita, merasa bosan dengan rutinitas yang kita jalani atau bahkan kita berpikir bahwa diri dan hidup kita tidak ada artinya. Komitmen/tekad untuk hidup kudus tidak dipengaruhi oleh apapun yang ada dalam diri kita maupun di sekitar kita. Komitmen/tekad untuk taat dalam hidup yang kudus itu berasal dari kedekatan kita dengan Firman Tuhan. Itu sebabnya dalam waktu 24 jam yang sudah diberikan oleh Tuhan, kita harus menyisihkan waktu sejenak untuk merefleksikan waktu untuk hidup kudus dengan meneladani Maria. Tuhan Yesus tidak akan memberikan karunia yang sama kepada kita seperti kepada Maria, tetapi Ia akan memberikan karunia kepada kita sesuai dengan rencana dan kehendakNya dalam kehidupan kita. Jika kita memiliki ketaatan untuk hidup kudus dan menjadikan itu sebagai salah satu kualitas hidup kita, maka karunia-karunia yang besar dari Tuhan Yesus akan diberikan, dinyatakan kepada kita sebagai kaum wanita. Sebab …”Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” Yohanes 10: 10 b) Selamat menikmati kelimpahan karunia Allah dalam waktu untuk hidup kudus kita !
Mayor Elsi H. Sarimin – Asisten SPWT, KPT Bandung.
102
BULAN DESEMBER Minggu III (Ketiga) – PELAYANAN Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas Renungan
: Sukacita menyambut Natal (Hari Natal) : BNBK no. 387, 399, 397 : Wahyu 22 : 6- 16 : Malaikat
:
Untuk kesekian kalinya kita merayakan Natal atau kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Setiap kali merayakan Natal, sebagai seorang yang setia dalam pelayanan, kita selalu merasa kesibukan yang kian bertambah dan padat, menguras tenaga, pikiran dan menyisakan kelelahan. Apakah ini adalah ciri Natal? Saya mengajak kita merenungkan peristiwa Natal tersebut dalam tulisan Wahyu Yohanes pasal terakhir. Tuhan Yesus yang hadir dalam Surat wahyu menyebut diri-Nya, Akulah Alpha dan Omega, yang awal dan yang akhir. Maksud pernyataan ini sangat dalam dan luar biasa. Ia adalah yang pertama, sebelum keberadaan, Ia telah ada. Dan setelah segala sesuatu berakhir, Ia tetap ada. Dalam Injil Yohanes 1, makna ini diungkapkan secara lebih dalam mengenai siapakah Yesus itu. Ia adalah Firman yang menjadi manusia. Dalam bagian pembacaan kita, Ia menyebutkan bahwa Aku datang segera. Datang segera, adalah kalimat yang telah diucapkan pada ribuan tahun yang lalu. Namun dalam realitanya Ia belum datang juga. Apakah ini berarti bahwa Ia tidak akan datang? Pernyataan Aku datang segera, menunjuk bukan pada kedatangan-Nya sebagai seorang bayi yang lemah dan tak berdaya. Namun kedatangan-Nya sebagai seorang raja, seorang hakim, sebagai seorang yang akan mengadili seluruh dunia, siapapun juga. Inilah makna yang perlu kita renungkan sekarang, kita sedang menantikan kedatangan Kristus maka kita perlu memahami sikap Allah bagi kita sehingga kita dapat memiliki sikap yang benar, serta memiliki sukacita dalam menyambut kedatangan-Nya. Sikap Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus sangat jelas dalam bacaan ini, yaitu : 1. Berbahagialah yang menuruti nubuat kitab ini (ayat 7) Tuhan Yesus katakan, “Berbahagialah setiap orang yang mengikuti perkataan nubuat kitab ini.� Nubuat berarti perkataan-perkataan yang diucapkan Tuhan baik secara langsung maupun melalui perantaraan para nabi mengenai peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada masa kemudian. Ada nubuat-nubuat yang sudah digenapi, sedang digenapi dan akan digenapi. Kelahiran Tuhan Yesus Kristus pada duaribu tahun yang lampau adalah salah satu contoh mengenai nubuat yang digenapi. Masih banyak lain yang sedang dan akan digenapi. Berbahagialah yang menuruti nubuat kitab ini. Kitab Wahyu berisi banyak nubuat mengenai peristiwa yang akan terjadi pada zaman akhir menjelang kedatangan Kristus ini. Tuhan Yesus sendiri telah membicarakan hal itu secara panjang lebar dalam Matius 24 dan 25, khotbah tentang akhir zaman. Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa akan terjadi keadaan-keadaan yang sangat sulit. Akan ada penderitaan, penganiayaan, pembunuhan, kemurtadan dan sebagainya. Bukankah sepertinya nubuatan ini sedang digenapi? Kita menyaksikan sesama kita mengalami penderitaan, kelaparan di berbagai tempat, mengalami busung lapar? Kita melihat mereka yang mengalami bencana alam banjir, tanah longsor dan sebagainya? Bagaimana kita memikirkan mereka yang mengalami ketakutan di daerah konflik? Bagaimana kita dapat memahami semua keadaan itu? Peperangan dan ketidak adilan social terjadi dimana-mana. Di sinilah kita dihadapkan dengan suatu keadaan di mana kita mempertanyakan keadaan Allah. Seperti yang dikemukakan oleh seorang yang bernama Piere Bayle (1647-1706). Ia mempertanyakan, “kalau Allah itu benar-benar Maha Baik, mengapa Ia membiarkan kejahatan terjadi 103
dan apa maksudnya?� Ini sesuatu hal yang membingungkan. Yang terus-menerus dipertanyakan oleh manusia, bahkan Ayub yang saleh pun mempertanyakan pertanyaan ini. Kita tidak mengerti, namun ketidakmengertian itu bukan jawaban akhir tentang keberadaan Allah. Itu sebabnya Tuhan Yesus mengatakan, berbahagialah setiap orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini. Dengan kata lain, berbahagialah dan bersukacitalah setiap orang yang tetap setia menjelang kedatangan Tuhan Yesus Kristus ini, sekalipun ia tidak mengerti kondisi-kondisi sulit yang dialaminya. 2. Membawa upah kepada setiap orang menurut perbuatannya (12) Luar biasa, kedatangan Tuhan adalah untuk membawa upah kepada setiap orang menurut perbuatannya. Tuhan Yesus datang untuk membawa upah. Tentu sukacita akan meliputi kehidupan kita. Kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik kita. Tetapi perbuatan baik yang kita lakukan adalah bukti bahwa kita diselamatkan. Jadi penekanan di sini terletak tentang penilaian Allah atas apa yang kita lakukan. Sekali lagi penilaian Allah. Mungkin ketika kita menjadi orang yang setia mengikut Tuhan tetapi kita tidak memiliki apa-apa. Bukankah kita sering mempertanyakan hal demikikan? Mengapa saya setia kepada Tuhan tetapi orang lain lebih makmur dari kehidupan saya? Mengapa saya setia mengikut Tuhan tetapi saya menderita? Mengapa keadaan ini terjadi? Ingatlah bahwa semua kisah ini belum berakhir. Tuhan akan datang membawa upah bagi kita. Jika kita menyadari bahwa kedatangan Tuhan adalah untuk membawa upah, maka kebahagian kita tidak dinikmati pada hari nanti namun sekarang pun kita dapat menikmati kebahagian karena Tuhan ada bersama dengan kita. Inilah pokok yang kita pikirkan dan renungkan dalam Natal tahun ini. Kristus yang besar, Kristus Raja, Kristus yang akan datang. Kita perlu memahamai Firman, membaca dan memahami tanda-tanda zaman dan berbahagia karena upah yang Ia berikan kepada kita. Mari, kita sambut natal tahun ini dengan penuh sukacita dan penuh pengharapan. Tuhan Yesus Memberkati.
Kadet Angela Nelwan – PUSDIKLAT Bala Keselamatan Jakarta.
104
BULAN DESEMBER Minggu IV (Keempat) – PENELAAHAN ALKITAB Tema Nyanyian Pembacaan Alkitab Ayat Mas
: Dimurnikan oleh Kristus : BNBK no. 24, BNBK no. 130, BNBK no.27 : Ibrani 10:19-22 : Murni
Pendahuluan Surat Ibrani berisi pengajaran-pengajaran yang kuat mengenai iman di dalam Kristus. Penulis menekankan bagaimana penyataan Allah di dalam diri Yesus Kristus. Karya keselamatan yang dikerjakan Allah melalui Yesus Kristus sangat jelas ditulis dalam kitab ini seperti diungkapkan dalam Ibrani 1 ayat 2, ‘…pada zaman akhir ini Allah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta”. Tujuan dari penulis surat ini adalah menolong kita para pembacanya untuk terus mempertahankan pengakuan dan kepercayaan kita kepada Kristus sampai pada kesudahannya. Dan juga adalah untuk memelihara kehidupan rohani kita sehingga kita senantiasa bertumbuh di dalam Kristus. Mari kita perhatikan bersama Ibrani 10:19-22, penulis memulainya dengan menekankan bahwa “OLEH DARAH YESUS’ kita sekarang dengan penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempatnya yang kudus. Ini menunjukkan bahwa Kristus sudah mengerjakan penebusan dan pendamaian bagi kita, dengan demikian tidak ada yang menghalangi kita untuk datang kepada-Nya. Pada ayat 14, penulis Ibrani menegaskan bahwa Kristus telah menjadi Korban satu-satunya bagi kita yang telah mendamaikan kita dengan Allah, menebus dosa-dosa kita bahkan Ia menyempurnakan selama-lamnya kita yang IA KUDUSKAN. Sekarang IA meminta kita untuk menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas seperti yang dicatat dalam ayat 22. Secara khusus dalam bagian ini penulis membawa kita kepada praktek iman yang lebih dalam. Kita diajak untuk memahami bahwa: 1. Hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat 2. Tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. Pengajaran yang luar biasa! Saya percaya penulis Ibrani sangat memahami kondisi iman orang-orang Kristen Yahudi pada waktu itu yang sedang mengalami penganiayaan dan kesengsaraan. Penulis ingin menguatkan iman mereka kepada Kristus dengan menjelaskan secara teliti bahwa Kristus adalah penggenapan perjanjian Allah dan di dalam Dia manusia telah diperdamaikan dengan Allah. Samuel Logan Brengle adalah Opsir Bala Keselamatan yang dikenal sebagai tokoh kesucian karena tulisantulisannya yang luar baisa mengenai kesucian. Pada salah satu tulisannya dalam buku ‘Pertolongan kepada kesucian’, Samuel menulis bahwa orang percaya yang benar-benar dikuduskan yang mati bagi dosa tidak lagi memiliki keinginan untuk menanggapi atau mengikuti pencobaan-pencobaan biasa. Maksud Samuel Logan Brengle adalah bahwa kita yang telah ditebus oleh Kristus memiliki Kristus yang berdiam di dalam hati kita dan juga oleh Kristus kita dimampukan untuk berjuang memerangi pencobaan. Seperti Rasul Paulus mengatakan dalam Efesus 6:12 ‘karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara’ . Orang percaya akan selalu diperhadapkan dengan tantangan dan kesulitan, pencobaan untuk jatuh dalam dosa, tetapi kita memilki iman di dalam Kristus dan kekuatan-Nya memampukan kita untuk berjuang melawan dosa dan untuk menang dari setiap tantangan. 105
Untuk didiskusikan: 1. Bagaimana anda dapat menjaga kesucian hidup dalam kehidupan sehari-hari? 2. Identifikasikan pengaruh-pengaruh iblis yang bisa saja menjatuhkan iman kita (contoh dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pengaruh negatif dari telepon selular dan sosial media). 3. Ambil waktu untuk saling mendoakan, agar kemurnian hidup kita di dalam Kristus tetap terjaga. Doakan satu dengan yang lain, memohon Tuhan memberi kekuatan dan kemenangan dalam menghadapi pengaruh-pengaruh yang jahat dari dunia ini.
106
FOTO-FOTO KEGIATAN PERSEKUTUAN KAUM WANITA DAN LOM 2019 DIVISI SULAWESI UTARA Komandan Divisi dan Pemimpin Pelayanan Wanita Divisi Sulawesi Utara meniup lilin pengucapan syukur perayaan hari ulang tahun PKW dan GPS di Korps Werot , Sulawesi Utara. ( Opsir Korps – Letnan Arnold dan Anna Mpotane)
DIVISI PALU TIMUR
Korps I Palu – Menjadi penyelenggara Malam doa bagi bangsa dan negara dan kegiatan PKW Peduli Sesama melalui Pengobatan Gratis di Korps Panii
107
Korps Woodward – Kegiatan ketrampilan membuat bunga Sakura dari bahan kertas yang diajarkan oleh PPWD Palu Timur, Mayor Debbie Kape.
PKW PL Uentumbu berpose bersama dengan bunga hasil rangkaian mereka yang diperlombakan
Kegiatan Kerja Bakti PKW Korps II Kamarora membersihkan halaman gereja setelah selama 8 bulan tidak dipakai untuk beribadah.
108
DIVISI PALU TIMUR Kegiatan LOM Korps Karunia
REGIONAL KALIMANTAN TIMUR Kreatifitas PKW Korps Long Merah dengan membuat bunga tangan dari berbagai jenis sayuran
109
PKW Korps Samarinda merayakan hari Valentine bersama-sama di korps
DIVISI MANGGALA April 2019 Seminar Doa di Korps Bailodu Oleh Letkol Widiawati Tampai
110
Kegiatan PKW membuat bunga dari kertas
Dalam rangka HUT PKW Januari 2019 Korps Wulai: Kegiatan lomba membuat Kipas
111
DIVISI SUMATERA UTARA Rangkaian kegiatan dan sukacita PKW Divisi Sumatera Utara dalam acara Ladies Camp dan Rally PKW
112
DEPARTEMEN WANITA KPT BANDUNG Pada tanggal 27 September 2019 FPK (forum Perempuan Kristen) Jawa Barat membuat Deklarasi Kebangsaan bersama dengan Ibu Devi Luhut Panjaitan (Ketua Bidang Lingkungan Bersih OASE) OASE adalah Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja yang beranggotakan istri para menteri Kabinet Kerja Kolonel Widiawati Tampai bersama perwakilan dari Gereja Aras Nasional dikukuhkan sebagai Duta Perempuan Berkebangsaaan
DEKLARASI KEBANGSAAN 1. Kami umat Tuhan menyatakan bahwa Pancasila adalah jiwa kami dan NKRI adalah harga mati. 2. Kami umat Tuhan menyatakan bahwa keberagaman adalah kekayaan Bangsa dan perbedaan adalah anugerah Tuhan yang patut disyukuri. 3. Kami umat Tuhan menjunjung tinggi pesatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan. 4. Kami umat Tuhan bersedia menjadi agen perdamain demi terciptanya Indonesia yang aman, sejahtera, adil dan makmur. 5. Kami umat Tuhan siap berkarya nyata guna mengharumkan nama Bangsa sesuai potensi dan kapasitas kami.
113
114
Pemimpin Pelayanan Wanita Teritorial beserta staf Departemen Wanita mengucapkan:
“Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya! Mazmur 128:1