6 minute read
ANALISIS ISU DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1 Identifikasi dan Analisis Isu Aktual
Politeknik Kesehatan Kemenkes Mataram merupakan Perguruan Tinggi dibawah
Advertisement
Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan dan dipimpin oleh seorang direktur dengan tugas pokok melaksanakan penyelenggaraan Pendidikan Vokasi bidang Kesehatan. Politeknik
Kesehatan berdiri berdasarkan surat keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan
Sosial RI Nomor 298/Menkes-Keses/SK/IV/2001 tanggal 16 April 2001. Politeknik Kesehatan
Kemenkes Mataram sampai saat ini memiliki empat jurusan yang menyelenggarakan
Program Studi Diploma III, Program Studi Diploma IV / Sarjana Terapan dan Program
Profesi Ners. Bentuk penyelenggaraan Pendidikan dilakukan secara teori dan praktik. Pembelajaran teori berlangsung di kelas dan praktik berlangsung di laboratorium.
Laboratorium Pendidikan adalah satuan pendidikan, atau unit pelaksana teknis yang menyelenggarakan pendidikan yang merupakan unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan yang dikelola secara sistematis untuk kegiatan pengujian, kalibrasi atau produksi dalam skala terbatas, dengan menggunakan peralatan dan bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu, dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian dan/atau pengabmas. (Permenpan RB No.7 Tahun 2019)
Pelaksanaan aktualisasi ini dimulai dengan mengidentifikasi isu yang muncul pada unit kerja instansi kerja penulis yaitu Poltekkes Kemenkes Mataram. Isu muncul dari berbagai sumber, yaitu : a. Hasil observasi dan pengalaman penulis selama masa orientasi (CPNS) b. Tugas pokok dan fungsi penulis sebagai Pranata Laboratorium Pendidikan Terampil c. Hasil koordinasi dengan mentor d. Sasaran kinerja pegawai
Adapun di bawah ini terdapat beberapa isu yang terjadi di Laboratorium
Penyelenggaraan Makanan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mataram, yaitu sebagai berikut : a. Belum optimalnya inventarisasi alat dan bahan laboratorium di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram tahun 2022
Inventarisasi alat dan bahan laboratorium masih dilakukan secara manual dengan cara mencatat ketersediaan alat dan bahan pada kertas/form. Pada saat akan dilakukan rekap pelaporan tiap semester terdapat form yang hilang, hal ini menyebabkan kontrol terhadap persediaan alat dan bahan berkurang yang kemudian berdampak pada kegiatan praktik mahasiswa di laboratorium. b. Belum optimalnya akses intruksi kerja alat laboratorium di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram tahun 2022 c. Belum optimalnya sistem peminjaman laboratorium di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram tahun 2022 d. Belum optimalnya sistem peminjaman alat laboratorium di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram tahun 2022 e. Belum optimalnya sistem penilaian praktik di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram pada tahun 2022
Akses instruksi kerja alat yang ada di laboratorium penyelenggaraan makanan masih secara manual yaitu terdapat di dalam map kumpulan instruksi kerja alat dan hanya tertempel di sebagian alat. Di era pandemic covid seperti saat ini dimana praktik masih dilakukan secara hybrid (ada yang daring dan luring) membuat mahasiswa kesulitan memperdalam kembali cara pemakaian alat karna tidak bisa akses dari rumah dan harus datang langsung ke laboratorium.
Peminjaman laboratorium di jurusan gizi masih menggunakan sistem yang manual yaitu dengan cara menghubungi Pranata Laboratorium Pendidikan kemudian mengisi form peminjaman laboratorium. Sistem yang masih manual membuat mahasiswa kesulitan untuk melihat jadwal penggunaan laboratorium, hal ini dapat menyebabkan jadwal yang bertabrakan antara satu dan lainnya. Selain itu saat pembuatan laporan penggunaan laboratorium, Pranata Laboratorium Pendidikan kesulitan merekap karena form tercecer dan hilang.
Peminjaman alat di laboratorium penyelenggaraan makanan dilakukan dengan cara mengisi form peminjaman alat, hal ini masih dilakukan secara manual. Saat akan dilakukan rekap/laporan peminjaman alat setiap semester terdapat beberapa form yang tercecer dan hilang. Hal ini membuat kontrol peminjaman alat di laboratorium kurang terlaksana dengan baik.
Penilaian praktik masih dilakukan secara manual menggunakan lembaran kertas. Proses perekapan nilai terhambat karena kesulitan dalam mengumpulkan form penilaian praktik. Pengumpulan nilai ke penanggung jawab mata kuliah dan bagian akademik jurusan terhambat. Selain itu, proses perbaikan nilai praktik mahasiswa juga terhambat.
Hal ini berdampak pada KHS dan input nilai di PDDIKTI yang menjadi terlambat.
Berdasarkan isu aktual yang telah teridentifikasi, selanjutnya dilakukan proses penapisan isu dengan menggunakan Teknik APKL, yaitu : a. Aktual (A): Isu tersebut benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan dalam masyarakat. b. Problematik (P): Isu tersebut memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga perlu dicarikan segera solusinya secara komperehensif c. Kekhalayakan (K): Isu tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak. d. Kelayakan (L): Isu tersebut masuk akal, realistis, relevan, dan dapat dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.
Tabel 3.1.1 Analisis Isu dengan Teknik APKL (Menilai Kualitas Isu)
No. Identifikasi isu
1. Belum optimalnya inventarisasi alat dan bahan laboratorium di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram tahun 2022
2. Belum optimalnya akses intruksi kerja alat laboratorium di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram tahun 2022
3. Belum optimalnya sistem peminjaman laboratorium di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram tahun 2022
4. Belum optimalnya sistem peminjaman alat laboratorium di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram tahun 2022
5. Belum optimalnya sistem penilaian praktik di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram pada tahun 2022.
+ + + + ++++ Memenuhi Syarat
+ + + + ++++ Memenuhi Syarat
Kesimpulan dari tabel analisis isu Teknik APKL diatas, yakni didapatkan 3 isu yang layak dilakukan analisis masalah prioritas, yaitu:
1. Belum optimalnya akses intruksi kerja alat laboratorium di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram tahun 2022
2. Belum optimalnya sistem peminjaman alat laboratorium di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram tahun 2022
3. Belum optimalnya sistem penilaian praktik di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram pada tahun 2022 Selanjutnya untuk memperkuat penapisan isu melalui instrumen APKL, penulis juga membandingkan penentuan masalah pokok dan isu prioritas menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) dengan skala penilaian 1 sampai 5.
1. Urgency artinya seberapa mendesaknya suatu isu untuk segera dibahas, dianalisis dan ditindak lanjuti.
2. Seriousness artinya seberapa serius suatu isu untuk segera dibahas dikaitkan dengan akibat yang akan ditimbulkan.
3. Growth adalah seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani segera
Tabel 3.1.2 Analisis Isu dengan Teknik USG (Menentukan Prioritas)
No.
Identifikasi Isu
1. Belum optimalnya akses intruksi kerja alat laboratorium di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram tahun 2022
2. Belum optimalnya sistem peminjaman alat laboratorium di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram tahun 2022
3. Belum optimalnya sistem penilaian praktik di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram pada tahun 2022
U S G Jumlah Peringkat
4 5 4 13 II
4 5 3 12 III
5 5 5 15 I
Adapun setelah melakukan analisis USG, maka isu prioritas yang didapatkan adalah
“Belum Optimalnya sistem penilaian praktik di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram pada tahun 2022”
Setelah menentukan isu prioritas, maka selanjutnya menentukan penyebab-penyebab dari isu prioritas tersebut, yakni dengan menggunakan Teknik Fishbone Diagram (Diagram Tulang Ikan). Diagram tulang ikan akan menekankan hubungan sebab akibat dan mengidentifikasi berbagai sebab potensial dari satu efek atau masalah.
Tabel 3.1.3 Stratifikasi Penyebab Isu
No. Faktor Penyebab Dampak
1. Machine Kertas penilaian praktik tidak tersimpan dengan baik dikarenakan belum ada control system penilaian praktik
Proses perekapan nilai praktik menjadi lebih sulit dan menghambat pengumpulan nilai untuk membuat KHS
2. Man Mahasiswa tidak bisa segera mengetahui hasil penilaian Proses perbaikan nilai mahasiswa menjadi lambat
3. Mother Nature Belum terbiasa mengikuti era perkembangan digital
4. Method Sistem penilaian praktik masih manual menggunakan kertas
Sistem baru di era digital tidak dimanfaatkan dengan baik
1. Proses perekapan nilai menjadi sulit dan memakan waktu lebih lama
2. Input nilai PDDIKTI terhambat karna nilai yang terkumpul lebih lama
Berikut adalah Fishbone Diagram (Diagram Tulang Ikan) dari isu prioritas yang didapatkan
Machine
Belum ada kontrol sistem penilaian praktik
Kertas penilaian praktik tidak tersimpan dengan baik
Belum terbiasa mengikuti era perkembangan digital
Man Power
Mahasiswa tidak bisa segera mengetahui hasil penilaian praktik
Sistem penilaian praktik masih manual menggunakan kertas
Belum optimalnya sistem penilaian praktik di laboratorium penyelengga raan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram tahun 2022
Mother Nature (Lingkungan)
Gambar
Method
3.2 Keterkaitan Penyebab Isu dengan Kedudukan dan Peran PNS untuk Mendukung
Terwujudnya Smart Governance
Tabel 3.2 Keterkaitan Penyebab Isu dengan Kedudukan dan Peran PNS
Penyebab Isu Perspektif
Belum terbiasa mengikuti era perkembangan digital
SMART ASN terkait dengan nilai berwawasan global dimana ASN dituntut untuk bersifat adaptif yaitu cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan
Manajemen ASN terkait peran ASN sebagai pelaksana kebijakan publik dimana
ASN dituntut untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan integritas tinggi
Tidak ada SOP sistem penilaian praktik SMART ASN terkait dengan nilai
Profesional dalam menjalankan peran dan fungsi sebagai pranata laboratorium
Pendidikan dimana ASN dituntut untuk dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya
Manajemen ASN terkait peran ASN sebagai pelaksana kebijakan publik dimana
ASN dituntut untuk dapat melaksanakan kebijakan sesuai dengan perundangundangan
Sistem penilaian praktik masih manual menggunakan kertas
SMART ASN terkait dengan nilai menguasai ilmu teknologi dimana ASN dituntut untuk cakap bermedia digital
Manajemen ASN terkait peran ASN sebagai pelaksana kebijakan publik dimana
ASN dituntut untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan integritas tinggi
Mahasiswa tidak bisa segera mengetahui hasil penilaian
SMART ASN terkait dengan nilai integritas dimana ASN dituntut untuk dapat bertanggung jawab dan dapat dipercaya
Manajemen ASN terkait dengan peran
ASN sebagai pelayan publik dimana ASN dituntut untuk menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya
Kertas penilaian praktik tidak tersimpan dengan baik
SMART ASN terkait dengan nilai berjiwa entrepreneurship dimana ASN dituntut untuk inovatif
Manajemen ASN terkait dengan peran
ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa dimana ASN dituntut untuk mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia
3.3 Alternatif pemecahan masalah sebagai gagasan kreatif
Adapun kegiatan yang dilakukan sebagai alternatif penyelesaian untuk membantu mengoptimalkan sistem penilaian praktik di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi poltekkes kemenkes mataram adalah sebagai berikut :
1. Berkonsultasi dan membuat rancangan media penilaian praktik berbasis digital di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi
2. Melakukan Uji coba media penilaian praktik berbasis digital di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi
3. Sosialisasi media penilaian praktik berbasis digital di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi
4. Pelaksanaan penggunaan media penilaian praktik berbasis digital di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi
5. Evaluasi penggunaan media penilaian praktik berbasis digital di laboratorium penyelenggaraan makanan jurusan gizi.