![](https://static.isu.pub/fe/default-story-images/news.jpg?width=720&quality=85%2C50)
2 minute read
BAB III ANALISIS ISU DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI
from Optimalisasi Penyimpanan Obat Pd Suhu 2–8°C Menggunakan Label Di R Rawat Inap RSUP Prof. Dr. I.G.N.G
3.1 Identifikasi dan Analisis Isu Aktual
3.1.1 Identifikasi Isu
Advertisement
Identifikasi masalah merupakan merupakan titik temu yang memperlihatkan adanya masalah penelitian ditinjau dari sisi keilmuan, bentuk, serta banyaknya masalah yang dapat diidentifikasi. Identifikasi masalah yang baik, akan menguatkan landasan berpikir dalam melakukan penelitian, sehingga penelitian akan terlaksana dengan baik. Identifikasi masalah akan merangkum semua permasalahan menjadi lebih sederhana yang akan disampaikan secara garis besar. Proses identifikasi masalah dilakukan dengan cara brainstormingdengan anggota kelompok dan menentukan pokok-pokok permasalahan yang akan dilakukan tindak lanjutnya. Identifikasi permasalahan yang dapat diambil ditunjukkan pada Tabel 1.
1 Melakukan distribusi sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai.
SmartASN
(Aparatur Sipil Negara)
Profesionalisme
Permasalahan yang ada pada proses distribusi, yang dikomunikasikan antar petugas farmasi dengan petugas kesehatan yang lain belum dicatat secara optimal pada buku komunikasi yang ada pada proses distribusi, yang dikomunikasikan antar petugas farmasi dengan petugas kesehatan yang lain seharusnya dicatat pada buku komunikasi
Belum optimalnya penggunaan buku komunikasi di Depo Farmasi
IGD, RSUP Prof. Dr. I.G.N.G.
Ngoerah Tahun 2022.
2 Melakukan pengkajian dan pelayanan resep.
SmartASN (Aparatur Sipil Negara)
Profesionalisme
Retur sediaan farmasi dan BMHP masih belum sesuai SPO yaitu dilakukan setelah tutup administrasi.
Terlaksananya retur sediaan farmasi dan BMHP sesuai dengan SPO.
Masih terjadinya retur sediaan farmasi dan BMHP yang tidak sesuai dengan SPO yang berlaku, retur dilakukan setelah pasien menyelesaikan proses administrasi di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G.
Ngoerah Tahun
2022.
3 Melakukan distribusi sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai.
SmartASN (Aparatur Sipil Negara)
Networking
Pemakaian sediaan farmasi yang tersimpan di trolley emergency belum dibuat secara elektronik (e-prescribing)
Pemakaian sediaan farmasi yang tersimpan di trolley emergency dibuat secara elektronik (eprescribing) sesuai SPO sebagaimana permintaan sediaan farmasi lainnya.
Belum optimalnya penginputan pemakaian obat dan alat kesehatan trolley emergencydi triage RSUP
Prof. Dr. I.G.N.G.
Ngoerah Tahun
2022
4 Melakukan pengkajian SmartASN (Aparatur Sipil Resep narkotika dan psikotropika
Resep narkotika dan psikotropika
Ketidakcocokan dosis
No
Uraian Tugas
Keterkaitan dengan Agenda 3
Kondisi Saat Ini Kondisi yang
5 Melakukan penyimpanan sediaan farmasi, alkes, dan Bahan Medis
Habis Pakai
Negara)
Networking yang diterima tidak sesuai dengan resep elektronik. yang ditulis sudah sesuai dengan resep elektronik pemakaian
Diharapkan Isu teridentifikasi dan pelayanan resep narkotika dan psikotropika pada resep elektronik dengan resep asli di RSUP
Prof. Dr. I
G.N.G. Ngoerah
Tahun 2022
SmartASN (Aparatur Sipil Negara)
Networking
Masih ada penyimpanan obat-obat yang memiliki persyaratan penyimpanan pada suhu 2 –8°C tidak memenuhi persyaratan.
Obat-obat yang memiliki penyimpanan pada suhu 2 –
8°C harus disimpan sesuai persyaratan untuk menjaga stabilitas obat.
Belum optimalnya penyimpanan obat yang memiliki persyaratan penyimpanan pada suhu 2 –
8°C di ruang rawat inap
RSUP Prof. Dr. I.G.N.G.
Ngoerah Tahun 2022
3.1.2 Analisis dan Penetapan Core Isu Aktual
Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka gugus menentukan masalah dominan berdasarkan analisis Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan (APKL) dan Urgency,Seriousness,Growth (USG). Analisis Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan (APKL) adalah analisis yang digunakan untuk menentukan kelayakan suatu masalah dengan memperhatikan empat faktor, yaitu: a. Aktual (A) yaitu isu tersebut masih dibicarakan atau belum terselesaikan hingga masa sekarang b. Problematik (P) yaitu isu yang menyimpang dari harapan standar, ketentuan yang menaimbulkan kegelisahan yang perlu segera dicari penyebab dan pemecahannya c. Kekhalayakan (K) yaitu isu yang diangkat secara langsung menyangkut hajat hidup orang banyak dan bukan hanya untuk kepentingan seseorang atau sekelompok kecil orang d. Layak (L) yaitu isu yang masuk akal (logis), pantas, realistis dan dapat dibahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang dan tanggungjawab hingga akhirnya diangkat menjadi isu prioritas.
Analisis Urgency, Seriousness, Growth (USG) yaitu sebagai alat untuk mengetahui isu mana yang menjadi paling prioritas dengan menggunakan kriteria yaitu: a. Urgency yaitu seberapa mendesaknya masalah tersebut untuk diselesaikan berkaitan dengan dimensi waktu b. Seriousness yaitu mengacu pada penyelesaian masalah dikaitkan dengan akibat, bisa menimbulkan masalah baru c. Growth yaitu berkaitan dengan kemungkinan berkembang memburuk kalau tidak diselesaikan.
Langkah skoring dengan menggunakan analisis Urgency, Seriousness, Growth (USG) adalah membuat daftar akar masalah, membuat tabel matriks prioritas masalah dengan bobot skoring 1 – 5. Penentuan prioritas masalah dengan analisis Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan (APKL) dan Urgency,Seriousness,Growth(USG) ditunjukkan pada Tabel 2.