rabu, 2 agustus 2017 Nomor 1.435 tahuN VI
rp3.000 (Luar Kota + oNgKos KIrIm)
Tunda Gabung Perusahaan
Driver Online Tak Mau Diakali-akali
Jurnal asia | ant: muhammad Iqbal
Imunisasi Campak Dan Rubella PETUGAS kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota tangsel memberikan suntikan imunisasi measleas rubela (mr) kepada sejumlah murid sekolah Dasar (sD) di sDN pamulang 1, pamulang, tangerang selatan, banten, selasa (1/8). pemerintah lewat Kementerian Kesehatan secara serentak melakukan Kampanye dan pemberian imunisasi mr kepada anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun sebagai komitmen global untuk membasmi virus campak rubella yang bisa memicu kecacatan dan kematian pada anak.
Tim Medis Segera Berkunjung
Banyak Penolakan Vaksin Anak di Sekolah Medan | Jurnal Asia menteri Kesehatan Nila moeloek meminta agar setiap anak mendapatkan imunisasi vaksin measless rubella (mr), untuk mencegah terkena penyakit campak dan rubella. meski demikian, masih banyak orangtua yang menolak ataupun enggan anak divaksin di sekolah. bahkan mereka memilih untuk meliburkan sang anak, demi menghindari hal tersebut. seperti halnya ditanyakan Jurnal asia, selasa (1/8), kepada salah satu orang tua murid di medan, soal vaksin yang rencananya akan diberikan di seko lah sekolah periode agustus hingga september mendatang. “Kalau saya pribadi menolak anak saya divaksin, apapun itu namanya. Karena anak saya saat bayi sudah sudah diimunisasi secara lengkap oleh dokter ahli. Jadi untuk apa lagi?” tutur sari kepada wartawan. Demikian halnya juga dengan Evi, ketika diwawancarai wartawan soal program
vaksin yang akan diberikan pemerintah dalam waktu dekat. “secara pribadi keluarga kami punya pengalaman buruk terkait vaksin di sekolah. Jadi pas anak saya masuk sekolah, tanpa pemberitahuan sebelumnya pihak sekolah bersama tim medis menyuntik anak dengan vaksin. mungkin tidak cocok, lalu anak kami demam tinggi. untung saya cepat tanggap, segera membawa ke dokter. Kalau tidak entah apa yang terjadi. Ketika ditanyakan ke sekolah, semua buang badan. Demikian juga halnya tim medis yang dihubungi pihak sekolah, mereka tak bisa menjawab mengapa hal tersebut terjadi. Ini sudah menimpa saya dahulu. Jadi kalau sekarang mau divaksin lagi, terang saja menolak,” tegas Evi. senada hal tersebut di medan, di lokasi terpisah, Wali Kota bekasi rahmat Effendi mengungkapkan sebanyak dua sekolah negeri di wilayah itu enggan menggelar program nasional imunisasi campak dan rubella bagi siswanya. (Bersambung ke halaman 26)
“Kalau saya pribadi menolak anak saya divaksin, apapun itu namanya. Karena anak saya saat bayi sudah sudah diimunisasi secara lengkap oleh dokter ahli. Jadi untuk apa lagi?” Orang Tua Murid Sari
Medan | Jurnal Asia persoalan biaya resmi masih di wilayah abuabu alias rancu, terkait pengurusan izin, uji KIr dan lain lain yang dipatok perusahaan (vendor) untuk driver taksi online. tak ingin keluar uang secara siasia ataupun merasa diakalakali, para driver online pun sepakat untuk menunda bergabung dengan beberapa vendor yang sudah ditunjuk Dinas perhubungan sumut. seperti halnya yang dikonfirmasi Jurnal asia lewat selular (1/8). tobing sebagai perwakilan dari pt. raja tambun Jaya yang merupakan salah satu vendor mengatakan, pihaknya memahami polemik ini, dan mengatakan bahwa pihaknya hanya mengikuti aturan dari Dinas perhubungan. “masalah banyak Driver yang komplain, kita memahaminya. Namun kita hanya memfasilitasi para Driver grab agar mengikuti peraturan dari pemerintah lewat Dinas perhubungan”, ucap tobing. (Bersambung ke halaman 26)
Ternyata...Ada Kartel Garam Jakarta | Jurnal Asia Komoditas garam tengah jadi polemik beberapa hari belakangan. Ini terjadi setelah komoditas dapur tersebut langka di pasaran dan berimbas pada lonjakan harga. sebagai solusinya, pemerintah membuka impor 75.000 ton garam dari australia melalui pt garam (persero). Dari lonjakan harga tersebut, benarkah ada kartel yang bermain hingga memicu kelangkaan garam? menteri Kelautan dan perikanan, susi pudjiastuti, mengatakan ada kemungkinan pemain besar yang bermain dalam kelangkaan garam. pengalaman polemik garam sebelumnya, kata dia, juga dipicu oleh indikasi kartel. “bisa jadi (kartel). Dulu terjadi kebocoran garam impor yang dilakukan oleh industri importir garam, mereka impor lebih dari kapasitas produksi mereka. akhirnya mereka menjadi trader, separuh lebih bocor ke pasar konsumsi,” ujar susi dalam keterangan tertulis, selasa (1/8). (Bersambung ke halaman 26)
Kemdikbud Paling Banyak Diadukan Pungli Halaman 29
Pemerintah Segera Rilis Aturan Penggunaan Produk Lokal Halaman 32