Satlantas Polrestabes Medan Bagi Angpao ke Pengendara Halaman 2 sabtu, 17 Februari 2018 nomor 1.595 tahun Vi
Rp3.000 (Luar Kota + ongKos Kirim)
KPK Tahan Bupati Lampung Tengah harianjurnalasia
HarianJurnalAsia
jurnalasia.com
Halaman 7
Gaji di Bawah PTKP Tak Wajib Lapor SPT Halaman 10
Ford Everest Club Indonesia Turing Medan-Sabang Halaman 13
Tradisi Minum Teh Steamboat dan Ikan Jadi Ciri Khas
Jurnal Asia | Syahrial Kunjungan Vihara. Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw bersama Gubernur, Walikota Medan, Tokoh Agama dan Ketua FKUB melakukan kunjungan ke beberapa vihara di Kota Medan, diantaranya Vihara Setia Budi Jalan Irian Barat dan Vihara Maetreya di kawasan Cemara.
Perayaan Imlek Meriah Masyarakat Berdoa Indonesia Damai dan Ekonomi Membaik Medan | Jurnal Asia Perayaan Imlek 2569 di Indonesia berlangsung meriah, sejak kamis malam hingga Jumat (16/2), termasuk di wilayah Sumatera Utara dan Kota Medan khususnya diwarnai dengan pesta kembang api. Jutaan masyarakat tumpah ruah di Vihara dan berdoa untuk kebaikan dan membaiknya rezeki di negeri tercinta ini. Sementara itu di Medan, perayaan Imlek berjalan aman dan kondusif. Warga Tionghoa yang merayakan tahun baru ini mendapat pengawalan 1.350 personel polisi, ditebar di sejumlah tempat ibadah, maupun tempat wisata. “Polda Sumut mengamankan seluruh vihara dan klenteng yang melaksanakan
ibadah dengan menurunkan 1.350 personel, bekerja sama dengan pengurus vihara untuk melakukan pengamanan secara bersama sama,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting. Rina mengatakan, sehari sebelum pe laksanaan, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw bersama gubernur, walikota Medan, tokoh agama dan ketua FKUB melakukan kunjungan ke beberapa vihara di Kota Medan, diantaranya Vihara Setia Budi Jalan Irian Barat dan Vihara Maetreya di kawasan Cemara. “Kita bersyukur dalam suasana Imlek semua berjalan dengan aman dan penuh suka cita,” sebut Rina. (Bersambung ke halaman 11)
“Kita bersyukur dalam suasana Imlek semua berjalan dengan aman dan penuh suka cita.” Kabid humas Polda sumut Kombes Pol rina sari ginting
Tahun Anjing Tanah
Suhu Politik Indonesia Memanas Medan | Jurnal Asia Suhu politik di Indonesia pada tahun anjing tanah 2569 diprediksi akan mempengaruhi iklim ekonomi. Guncangan ekonomi ini masih akan terus terjadi hingga 2019 yang mengakibatkan perekonomian tumbuh melambat. Ahli Feng Shui di Kota Medan Bambang ES mengatakan, sifat anjing di elemen tanah adalah “ganas”. Memang anjing sifatnya menjaga, setia kawan dan cinta kasih namun jika bertemu dengan orang yang tidak dikenal dia akan tetap menggonggong. Karena memiliki unsur tanah, lanjutnya, tahun ini anjing yang tidak suka mengonggong berarti ganas. Dilihat dari suhu politik di Indonesia tahun 2018 maka sangat “panas” dan bisa mengganggu kinerja perekonomian.
ahli Feng shui Kota Medan Bambang es
“Sebenarnya, kalau aman tahun 2018 ekonomi kita sudah semakin membaik dan lancar. Di tahun anjing tanah ini kerusuhan pasti ada, itu yang akan menghancurkan ekonomi kita,” katanya kepada Jurnal Asia, kemarin. Jika terjadi kerusuhan karena politik, lanjutnya, dunia usaha akan berpengaruh sebab pengusaha akan cenderung “wait and see” dan lebih banyak yang menghentikan bisnisnya karena merasa cemas. Namun diharapkan, perusahaan ataupun pengusaha tetap mencari cara untuk mengatasi semua itu. “Kondisi ini akan terjadi selama dua tahun hingga 2019. Diharapkan pemerintah Indonesia bisa mengamankan kerusuhan ini,” ujarnya. (Bersambung ke halaman 11)
Medan | Jurnal Asia Makan besar pada malam Imlek menjadi tradisi wajib bagi keluarga Tionghoa. Ada makanan khusus yang tidak boleh ditinggalkan melengkapi keceriaan dan kebersamaan keluarga saat menyambut Tahun Baru Imlek . Sama halnya dengan keluarga besar anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PDIP dr Sofyan Tan. Makanan wajib dan utama yang disajikan saat makan bersama ialah steamboat dan ikan. “Tradisi Imlek itu dimulai dari malam Imlek, makan besar bersama keluarga. kebiasaan kami sejak Papa saya itu ada, kita suka makan steamboat yang terdiri dari delapan jenis sayuran, lobster, mie dan bakso,” katanya kepada Jurnal Asia didampingi istrinya Elinar di kediamannya Komplek Kasuari Medan, kemarin. Menurutnya steamboat menu makanan yang menarik, karena mau tidak mau cara makannya harus dikelilingi keluarga, sekali masak dan se mua mencicipinya. Ada rasa kekeluargaan dan kebersamaan saat memakannya. Selain steamboat, lanjutnya, menu lain yang wajib ada di meja makan adalah Ikan biasa yang dimasak seperti ikan kerapu dan sebangun. Menu ini tidak boleh dihabiskan dan harus tersisa hingga besok pagi dan menurut kepercayaan, rezeki sepanjang tahun akan ada sisanya. “Kalau keluarga kami, masak sendiri di rumah dan tidak pernah merayakan malam Imlek di restoran atau rumah makan. Di rumah, kebersamaan akan lebih terasa,” tuturnya. Makanan lain yang harus ada saat Imlek, lanjutnya, ada kue keranjang atau bakul dengan rasa manis dan lengket dengan harapan hubungan keluarga semakin erat dan hidup manis sepanjang tahun. Dan tidak ketinggalan jeruk sunkist yang melambangkan keluarga rukun. Selain makan bersama, tepat pukul 00.00 WIB juga melaksanakan sembahyang di rumah, berdoa semoga di tahun ini Tuhan memberikan langkah yang baik, rezeki yang lancar. Kepercayaan etnis Tionghoa di jam tersebut dewa rezeki akan turun sehingga lampu dihidupkan semua dan pintu dibuka agar dewa rezeki masuk ke rumah. (Bersambung ke halaman 11)
Jurnal Asia | Netty generasi ketiga keluarga Chen Fuk Khun memberikan secangkir teh di hari Imlek sebagai tradisi minum teh, Jumat (16/2).