Harian Jurnal Asia Edisi Selasa, 23 Oktober 2018

Page 1

Eksepsi Kompol Fahrizal Ditolak Hakim Halaman 3 seLasa, 23 oKtober 2018 nomor 1.792 tahun Vii

Rp3.000 (Luar Kota + ongKos Kirim)

Bawaslu: Debat Capres di Kampus Langgar Aturan harianjurnalasia

HarianJurnalAsia

jurnalasia.com

Halaman 4

Versi Baru Pembunuhan Khashoggi Mencuat Halaman 8

Pelaksanaan Tabungan Perumahan Rakyat Terkendala Halaman 9

Rapor Merah 4 Tahun Jokowi Tolok Ukur Ekonomi Berdasar RPJMN

Antara | Puspa Perwitasari PResIDeN teRIMa MeNLu aRaB sauDI. Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir (kiri) di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (22/10). Menlu Arab Saudi mengunjungi Indonesia untuk melakukan pertemuan empat mata dengan Menlu Retno Marsudi membahas isu terorisme, politik, keamanan, ekonomi, energi, pariwisata dan perhubungan.

Takut Anaknya Tertular di Sekolah

Warga Usir Tiga Bocah Pengidap HIV samosir | Jurnal asia Malang sekali nasib ketiga bocah pengidap Human Immunodeiciency Virus (HIV). Mereka mengalami pahitnya dunia, setelah diketahui mengidap HIV. Penderitaan bertambah setelah ditolak oleh warga untuk bersekolah. Masyarakat takut bila penyakit ketiga anak tersebut menular ke siswa lain saat proses belajar-mengajar. Ketiga bocah itu merupakan warga di Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Dari tiga anak penderita HIV, satu orang bersekolah di PAUD Welipa dan dua anak sekolah di SD Negeri 2 Nainggolan.

Sekretaris Eksekutif Komite AIDS Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Berlina Sibagariang, mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Samosir dan seluruh pihak untuk memberikan hak-hak anak tersebut, salah satunya pendidikan. “Masyarakat berharap anak-anak tidak di situ. Karena ketiganya tidak berasal dari situ, dan juga masyarakat takut akan menularkan ke anak-anak mereka. Kami ingin mereka memperoleh haknya. Mereka anak-anak yang punya hak untuk sekolah dan mendapatkan pendidikan,” ucap Berlina kepada wartawan di Medan, Senin siang, 22 Oktober 2018. (bersambung ke halaman 11)

“masyarakat berharap anak-anak tidak di situ. Karena ketiganya tidak berasal dari situ dan takut menular.” sekretaris eksekutif Komite aiDs hKbP, berlina sibagariang

Dendam Kesumat karena Diolok-olok Pembunuhan Sekeluarga di Deliserdang Terungkap medan | Jurnal asia Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut dan Sat Reskrim Polres Deliserdang, akhirnya mengungkap pembunuhan keji satu keluarga di Deliserdang. Motif pembantaian sadis tersebut akibat olok-olok (saling ejek) antara pelaku dan korban. Dendam kesumat membara, berujung maut. Dalam penangkapan kemarin, seorang tersangka ditembak mati. AG dan R diringkus di sebuah ruko di Jalan Flamboyan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, Minggu (21/10). Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, saat ditangkap kedua pelaku sempat melakukan perlawanan. Karenanya, salah satu pelaku berinisial AG terpaksa harus ditembak mati. Sedangkan pelaku R ditembak dibagian kaki sebelah kanan. (bersambung ke halaman 11)

Jurnal Asia | Syahrial Siregar

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto (tengah) didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian (dua kiri), Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja (kanan) dan Kapolres Deliserdang AKBP Eddy Suryantha (dua kanan), saat memberikan keterangan terkait pembunuhan satu keluarga di Deliserdang.

Jakarta | Jurnal asia Selama empat tahun masa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla atau 4 tahun JokowiJK, beberapa target indikator ekonomi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 tidak tercapai. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, hingga tingkat pengangguran. “Di dalam RPJMN itu hampir sebagian besar target ekonomi tidak tercapai, kecuali inlasi yang relatif lebih terkendali,” kata peneliti Indef Bhima Yudhistira Adhinegara Bhima ketika dihubungi, kemarin. (bersambung ke halaman 11)

Antara | Raisan Al Farisi Petugas memeriksa stok beras di Gudang Bulog Baru Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Jawa Barat.

Menko Perekonomian:

Tak Impor Beras Tewas Jakarta | Jurnal asia Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah perlu melakukan impor beras untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga di pasar. Berdasarkan data produksi beras dari Badan Pusat Statistik (BPS), Darmin menyebut, pasokan beras tahun ini tersendat lantaran surplus produksi beras yang menipis. “Kalau tidak ada impor (beras), tewas,” kata Darmin di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada Senin (22/10). Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menjelaskan, produksi beras tahun ini mencapai 32,4 juta ton. Sementara, konsumsi beras tahun ini adalah sebesar 29,6 juta ton. Artinya, kata Darmin, terdapat surplus produksi beras sebesar 2,85 juta ton. (bersambung ke halaman 11)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.