Jurnalsumatracetak471

Page 1

HARIAN UMUM Alamat Redaksi : Jl Setunggal Blok B no 3 Perumahan Griya Mutiara Baru (belakang YPAC) Kelurahan Sukamaju Sako Kenten Palembang Hp: 0815 385 6628 | Fax: 0711 823 875 E-Mail : Jurnalsumatra@yahoo.co.id

EDISI 471

SENIN 5 DESEMBER 2016

Jurnal Sumatra

www.jurnalsumatra.com

Independent News Paper

Apo Adonyo

Instal Icon Jurnalsumatra.com melalui playstore android anda

TERBIT 12 HALAMAN HARGA RP. 3.000,-

AJI Sesalkan Pengusiran Jurnalis Dalam Doa Bersama JAKARTA, Jurnal Sumatra - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyesalkan pengusiran yang dilakukan sekelompok massa terhadap jurnalis dari dua media televisi swasta dalam peliputan kegiatan doa bersama, Jumat (2/12). “AJI menyesalkan perbuatan kelompok masyarakat tersebut karena telah melakukan intimidasi dan menyerang hingga tidak terlaksananya liputan jurnalis,” ujar Ketua AJI Suwarjono dihubungi melalui pesan singkat di Jakarta, Sabtu. Sebelumnya jurnalis dari dua media televisi swasta dihalang-halangi dan diusir kelompok massa, saat melakukan peliputan doa bersama di Jakarta. Suwarjono mengatakan pihaknya mengecam keras intimidasi atau penghalang-halangan kerja jurnalistik yang diterima reporter dan kameramen dari dua media televisi swasta. “Pengusiran adalah pelanggaran serius terhadap UU Pers dengan ancaman hukuman pidana dan atau denda, bahkan juga berusaha merusak alat kerja, ini pelanggaran serius terhadap kerja jurnalistik dan perbuatan pelanggaran hukum, layak untuk dipidanakan dan proses hukum,” tegas dia. Suwarjono menegaskan penghalangan terhadap kerja jurnalis mengancam hak masyarakat untuk mendapatkan berbagai informasi yang terkait dengan kepentingan publik. Dia menyampaikan semestinya masyarakat yang keberatan atau tidak setuju atas pemberitaan yang dilakukan sebuah media, atau sering disebut sengketa media, bisa menempuh jalur sesuai prosedur penyelesaian sengketa pers. “Mereka bisa langsung protes ke media yang bersangkutan dengan menggunakan hak jawab, hak koreksi dan menyampaikan pendapatnya. Apabila tidak puas dan ada dugaan pelanggaran etik, bisa melaporkan ke Dewan Pers,” jelasnya. Menurut Suwarjono, saat ini diperlukan literasi media yakni mendidik masyarakat agar melek media. Sehingga masyarakat pun tahu bagaimana memilih dan memilah pemberitaan untuk dikonsumsi, termasuk tahu bagaimana cara untuk melayangkan keberatannya ke media apabila ada perselisihan. Sebaliknya, kata dia, media juga dituntut untuk profesional, menjaga kode etik, tidak berat sebelah, menjaga keberimbangan dan tidak partisan. “Termasuk di dalamnya media harus profesional, tidak boleh menjadi corong bagi partai, pemilik maupun penguasa/pemerintah. Jurnalis dan medianya harus menjaga profesionalisme,” jelas dia. Lebih jauh terkait peristiwa penghalang-halangan dan pengusiran Jurnalis televisi swasta dalam aksi doa bersama Jumat, AJI menuntut kepolisian mengusut tuntas kasus intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis itu. “Penegakan hukum secara tegas harus dilakukanuntuk menghindari kasus serupa terulang, menghindari masyarakat main hakim sendiri dan menghindari pembiaran masyarakat yang melanggar hukum,” tegas dia. (ANJAS)

Jalan Penghubung Desa

Kedaton OKU Rusak Parah BATURAJA, jurnalsumatra.com – Jalan penghubung Desa Suka Pindah dengan Desa Sinar Kedaton Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan mengalami rusak parah, selain banyak berlubang juga berlumpur susah dilintasi kendaraan. “Jalan kami sudah sepekan terakhir susah dilewati karena mengalami rusak parah, terlebih menghadapi musim penghujan sekarang akan mengalami lebih parah lagi dan terancam terisolir,”

kata Didik (48) warga Desa Suka Pindah,” Sabtu. Menurut dia, dengan kondisi jalan rusak parah sekarang ini, sudah ada beberapa mobil terpaksa menginap di jalan karena tidak

bisa bergerak terjebak di lumpur badan jalan. Ia menjelaskan, jalan penghubung dari Suka Pindah ke Sinar Kedaton ini merupakan akses jalan utama masyarakat untuk ke kota maupun untuk ke kebun. “Kalau kerusakan jalan ini dibiarkan berlarut-larut, maka masyarakat sekitar akan terisolir, dan jelas mengalami kesulitan mengangkut hasil pertanian,”jelasnya. Pejabat Kepala Desa Sinar Kedaton, Eri Ariyansyah saat dikonfirmasi membenarkan bahwa akses jalan menuju desanya saat ini

hampir terisolir. “Memang selain jalan dari Desa Suka Pindah ada alternatif jalan lain, yaitu jalan milik perusahaan Pertamina dari Desa Saung Naga, tetapi jalan itu hanya bisa dilewati pada saat musim kemarau saja,” katanya. Ia menambahkan, untuk akses jalan dari Desa Suka Pindah ke Sinar Kedaton bukan hanya di kilangan saja yang rusak, tetapi ada sepuluh titik mengalami rusak parah. “Kami berharap ada perhatian khusus dari Pemkab OKU untuk mengatasi masalah ini,” katanya. (ANJAS)

Longsor di OKU Selatan Telan Korban Jiwa

PALEMBANG, Jurnal Sumatra - Tanah longsor di Desa Pulau Kemuning Dusun Sinar Luas Kecamatan Sungai Are Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan mengakibatkan satu orang korban tewas tertimbun tanah.

Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Iriansyah di Palembang, Kamis mengatakan terdapat satu orang warga meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor yang terjadi di Desa Kemuning Kabupaten Ogan

Komering Ulu (OKU) Selatan, beberapa waktu lalu. Bedasarkan laporan dari BPBD setempat seorang korban Nurhamin (53) tidak tertolong karena tertimbun tanah longsor saat melalui lokasi tersebut, katanya. Ia mengatakan, korban ditemukan

relawan dan masyarakat setempat dan telah dievakuasi oleh tim Basarnas dan BPBD setempat. BPBD Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan telah mendirikan posko saat musim penghujan sekarang ini. Dengan adanya posko bencana itu maka bila terjadi musibah yang tidak diinginkan termasuk longsor seperti sekarang ini secepatnya dapat melakukan pertolongan, ujar dia. Sementara, tim dari berbagai instansi selalu waspada termasuk memberikan bantuan bila terjadi bencana seperti tanah longsor tersebut. Bahkan, Pemkab Ogan Komering Ulu Selatan berterima kasih atas bantuan yang diberikan BPBD dan Taruna Siaga Bencana termasuk TNI dan Polri itu. Menurut dia, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan sangat rawan terhadap bencana longsor terutama pada musim penghujan saat ini. Oleh karena itu pihaknya minta seluruh lapisan masyarakat agar selalu waspada terhadap bencana alam banjir dan tanah longsor pada saat musim hujan sekarang ini, tambah dia. (ANJAS)

Penerima Subsidi Listrik Akan Dikurangi MEDAN, Jurnal Sumatra - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Wilayah Sumatera Utara bakal mengurangi jumlah pelanggan yang berhak menerima subsidi listrik di daerah itu. Humas PLN Wilayah Sumut Mustafrizal di Medan, Sabtu, mengatakan pengurangan subsidi tersebut akan diberlakukan secara bertahap dan mulai diberlakukan secara efektif

pada 1 Januari 2017. Pemberlakuan harga penuh yang disamakan dengan pelanggan nonsubsidi baru diberlakukan pada Juli 2017. Selama ini, kata dia, PLN memberikan subsidi listrik bagi 1,2 juta pelanggan untuk kalangan rumah tangga di daerah itu dengan kapasitas 900 watt. Jumlah penerima subsidi itu

diberlakukan berdasarkan data dari Kementerian Sosial melalui Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Data tersebut berisi warga yang dikategorikan miskin dan rentan miskin sebagai acuan dalam pemberian subsisi listrik. Jadi, penentuan miskin atau tidak itu ditentukan Kementerian Sosial, bukan PLN. “PLN tidak memiliki

kewenangan untuk menentukannya,” katanya. Kemudian, setelah dilakukan evaluasi di lapangan, ternyata warga yang benar-benar kategori miskin dan rentan miskin di Sumut hanya sekitar 171 ribu pelanggan. Dengan hasil evaluasi tersebut, berarti bakal ada sekitar 1,03 juta pelanggan PLN di Sumut yang subsidi listriknya akan dicabut terhitung

1 Januari 2017. Namun persentase pencabutan subsidi tersebut berlangsung secara bertahap. Secara perlahan, pengurangan awal diberlakukan pada JanuariFebruari 2017. Jumlah subsidi yang dikurangi akan ditambah pada Maret-April. Sedangkan pengurangan secara penuh baru diberlakukan pada Mei-Juni. Sejak Juli 2017, diberlakukan

tarif penyesuaian yakni tarif listrik umum yang dapat naik atau turun sesuai keputusan pemerintah. Kebijakan untuk menaikkan atau menurunkan tarif listrik itu sendiri dilakukan pemerintah bukan tanpa alasan, melainkan karena tiga faktor, yakni pengaruh harga minyak dunia, nilai tukar rupiah (kurs), dan kondisi inflasi nasional. (ANJAS)

“JIKA PERS MERUGIKAN, JANGAN MAIN HAKIM SENDIRI, GUNAKAN HAK JAWAB ATAU ADUKAN KE DEWAN PERS.” (PESAN INI DISAMPAIKAN OLEH SKI JURNAL SUMATRA / JURNALSUMATRA.COM DAN DEWAN PERS)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.