Kendari pos edisi 13 september 2013

Page 1

2013

IPMA

Harga Eceran Rp. 4.500,-

Pengaduan dan Langganan 0401-3126515/082193377789

Kendari Pos |Jumat, 13 September 2013

Jangan Mimpi Ada Muswil PPP

INFO HAJI

Jakarta, KP Impian menghelat Muswilub harus dipendam. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan

(PPP) menyatakan, permintaan itu tidak akan diakomodir. Sebab, sampai saat ini tidak ada wacana untuk mengganti posisi Buhari Matta (BM) dari ketua DPW

PPP Sultra. Langkah yang diambil tetap pada sikap sebelumnya yaitu mempersilahkan Pelaksana Tugas (Plt) yang telah ditunjuk, sebagai pengganti sementara

untuk mengisi kekosongan yang ditinggal Bupati Kolaka tersebut. Baca MUSWIL di Hal. 11

PH BM Siapkan Memori Banding Lansia Boleh Berhaji Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) membolehkan lanjut usia (Lansia) dengan umur di atas 75 tahun untuk menunaikan ibadah haji Baca HAJI di Hal. 11

Kendari, KP Buhari Matta (BM) masih terus melakukan upaya hukum untuk membuktikan dirinya tidak bersalah pada kasus penjualan nikel kadar rendah. Langkah yang ditempuh yakni mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Tak hanya BM dan penasehat hukumnya yang mengajukan banding, jaksa penuntut umum (JPU) pun menempuh hal yang sama. Penasehat Hukum (PH) BM, Dahlan

Moga MH mengatakan, timnya telah mengajukan pernyataan banding di Pengadilan Tipikor Kendari tertanggal 3 September 2013. Pernyataan resmi untuk banding dilakukan sehari setelah penetapan putusan bersalah terhadap kliennya. Kini, tim penasehat hukum BM sedang menyusun memori banding dengan mengungkap fakta-fakta persidangan yang menurut

suwarjono/KP

BM dicium anaknya usai sidang pembacaan vonis beberapa waktu lalu.

Baca BUHARI di Hal. 11

Ada dugaan Rekayasa Hukum Soal Tersangka Dirut PT CDS, BAPnya Belum Juga Rampung Kendari, KP Lambannya proses hukum terhadap Direktur PT Citra Djaya Surya (CDS), Chandra membuat sejumlah kalangan menilai terjadi rekayasa hukum. Ramadhan Tabiu SH,LLM, praktisi hukum dari UHO melihat gejala tersebut. “Harus dipertanyakan pada penyidik kepolisian dan kejaksaan. Sebelum menetapkan tersangka, harus kuat dugaan. Jadi, jika Derektur PT CDS sudah ditetapkan tersangka, itu kewajiban penyidik melakukan penyidikan dengan melengkapi berkasnya,” tegas Ramadan Tabiu saat ditemui di kantornya. Sejak April lalu Chandra telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Tipiter Ditkrimsus Polda Sultra. Tapi hingga kini, jangankan proses penahanan, berkas perkaranyapun belum lengkap. Menurut Ramadhan, penegak hukum tidak serius menuntaskan perkara ini. Ada kesan penetapan tersangka dipaksakan. Ini terjadi karena permainan dan kepentingan. “Atau jangan sampai berkas sengaja diperlambat. Ini rekayasa hukum, masuk tindak pidana loh, karena menghalang-halangi proses penyidikan, apalagi alat bukti cukup,” kata dosen hukum pidana itu. Jika kuat dugaan tersebut, penegak hukum juga bisa dilaporkan. Bagaimana reaksi pihak Kejati? Baharuddin, MH, Kasi Penkum dan Humas Kejati Sultra menegaskan, pihaknya sangat profesional dalam menangani perkara. Tapi terkait berkas tersangka Chandra, diakui hingga saat ini sebagian besar belum lengkap. Berkas

tersebut, sekarang masih ada di kepolisian. Sudah kali kedua berkas Direktur CDS dikembalikan pada polisi. “Berkas perkara yang diajukan, sesuai petunjuk yang diberikan. Namun sebagian belum terlaksana atau terpenuhi. Jadi kami kembalikan lagi pada penyidik untuk disempurnakan,” ungkap Baharuddin didampingi JPU-nya, A. Rahmat, MH saat dikonfirmasi, kemarin. Adapun petunjuk JPU yang belum dilengkapi penyidik kepoli Baca KASUS di Hal. 11

Atau jangan sampai berkas sengaja diperlambat. Ini rekayasa hukum, masuk tindak pidana loh, karena menghalang-halangi proses penyidikan, apalagi alat bukti cukup”

SELEBRITI

Ramadhan Tabiu SH,LLM. Praktisi Hukum dan Dosen Fak. Hukum UHO

Tata Janeeta

Lawakan Baru VIdEo pembelaan Vicky Prasetyo terus menjadi pergunjingan publik. Tak hanya masyarakat awam, para selebritis juga ikut-ikutan menanggapi kalimat pembelaan Vicky. Penyanyi Tata Janeeta misalnya. Ia mengungkapkan gaya bahasa Vicky cukup lucu dan bakal jadi warna baru di dunia komedi nasional. Ia melihat kalimat itu menarik karena sangat aneh. “Aku ngedengernya jadi satu warna baru dunia lawakan Indonesia. Kalimatnya, jelas-jelas aneh,” kata Tata Janeeta saat ditemui di Studio RCTI Kebon Jeruk Jakarta Barat, Kamis (12/9). Meski terdengar aneh, namun Tata berharap Vicky tak berhenti mengeluarkan kalimat tersebut. “Teruskan perjuanganmu Vicky, ha ha ha,” dorong Tata, sambil tertawa terbahak-bahak. Tata sendiri mengaku tidak mengenal mantan tunangan Zaskia Gotik tersebut. Namun dari pemberitaan media, Vikcy itu adalah pria “Penipu Hati.” (abu/jpnn)

Guru Indonesia Pertama yang Mengajar Anak-Anak TKI di Sabah, Malaysia

Lima Tahun Kontrak Ruko, Berbagi Ruangan dengan Pedagang Kain Di Sabah, Malaysia, ada sekolah khusus anak-anak TKI (tenaga kerja Indonesia). Sudah lima tahun beroperasi. Adalah Dadang Hermawan, guru Indonesia pertama, yang membidani pendirian Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Sabah itu. M. HILMI SETIAWAN, Jakarta MESKIPUN bukan kali pertama menjadi guru di luar negeri, Dadang sempat terkejut ketika mendapat tugas untuk mbabat alas (merintis) sekolah khusus anak-anak TKI di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Di kawasan yang berbatasan dengan Kalimantan itu, diperkirakan ada sekitar 56 ribu anak TKI. “Terus terang, saya kaget mendapat tugas berat itu,” ujar Dadang saat mendampingi siswa Community Learning Center (CLC/ sejenis sekolah terbuka) Indonesia di Kota Kinabalu mengikuti Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari) 2013 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, kemarin. “Saya guru yang pertama dikirim ke Sabah Baca TKI di Hal. 11

Hilmi Setiawan/JAWA POS

ANTUSIAS: Dadang Hermawan (kanan) saat mendampingi siswanya mengikuti lomba motivasi belajar mandiri di Jakarta, kemarin.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.