Kendari Pos Edisi 20 Juni 2012

Page 1

CALL CENTER Redaksi : 0401-3126515 Email: bumianoa@gmail.com Langganan Koran : 0813 4151 2090 Email : sirkulasi_kp@yahoo.com Iklan : 0853 3553 1111 Email: kendariposiklan@yahoo.com Fax : 0401-3123771

Rabu, 20 Juni 2012

Harga Eceran Rp. 3.500,-

Sang Realis Hukum Kemarin dulu Minggu 17 Juni, saya dikejutkan sebuah berita dari seorang teman yang kini sedang menempuh Program Doktor Hukum di Universitas Hasanuddin, melalui ponsel, teman saya itu mengatakan bahwa Professor Achmad Ali, Guru Besar Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Catatan Hasanuddin, telah berpulang kerahmatullah, sekitar pukul 9.15 WIT di Makassar. Saya yang pernah menempuh pendidikan hukum di Universitas Hasanuddin, mulai strata satu (S1), sarjana hukum, sampai strata dua (S2), magister hukum, memang cukup akrab dengan pemikiranOleh: Muh Sjaiful SH MH Dosen pemikiran hukum alFakultas Hukum Unhalu marhum, baik melalui beberapa perkuliahan yang saya ikuti maupun lewat tulisan-tulisan almarhum yang dipublikasikan dalam bentuk buku serta artikel tingkat regional maupun nasional. Salah satu pemikiran hukum almarhum yang membuat saya terkesan yaitu pemikiran tentang konstruksi hukum nasional Indonesia yang semestinya mentransformasikan nilai-nilai relijiusitas, karena menurut almarhum, masyarakat bangsa ini adalah mayoritas memegang teguh keyakinan relijiusitas. Lantas almarhum juga pernah mengkritik pedas konstruksi hukum nasional kita yang masih mengadopsi hukum barat yang sekuler, seperti yang tampak dari produk Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagai produk warisan Kolonial Belanda, yang hingga saat ini masih berlaku. Menurut almarhum, kontur sekulerisme KUHPidana kita tampak antara lain dari pemuatan perbuatan zinah dalam Pasal 284 KUHPidana, yang menetapkan bahwa zinah (overspel) sebagai perbuatan pidana jika salah satu pasangan yang melakukan hubungan seksual secara tidak sah, telah terikat perkawinan sah dengan orang lain. Kata Almarhum Prof AA, begitu sapaan kepada beliau semasa hidupnya, kultur hukum masyarakat

Hukum

Makin Seru Walau Disoroti Enam Profesor, Prof Usman Tetap Dipihaki 50 Persen Suara Senat kendari, kP Kharisma dan kredibilitas Prof DR Ir H Usman Rianse MS di Universitas Haluoleo (Unhalu) benar-benar diuji, kemarin. Dan, terbukti. Bayangkan, walaupun baru saja menonjob enam orang maha guru (profesor) di Unhalu, tak mempengaruhi sekitar 50 persen suara senat yang akan memilih rektor. Kemarin, saat penjaringan tiga besar calon rektor Unhalu periode tahun 2012-2016 anggota senat uni-

Perolehan Suara Prof. Usman

Prof. Darwis

Dr. Muh Nurdin

• Prof. Usman • Prof. Darwis • Dr. Muh Nurdin • Prof. Andi Bahrun

versitas yang berjumlah 73 orang mayoritas terbagi pada dua calon yakni Prof. Usman Rianse dan Prof. Darwis dengan perolehan suara masing-masing 35 orang. Diprediksi hasil imbang ini akan menjadikan pemilihan semakin seru. Keadaan ini benar-benar menggelengkan kepala. Sebab, di luar prediksi, Prof. Andi Bahrun yang digadang-gadang bisa menjadi rival terkuat dari incum-

Wa Ode Menangis

SELEBRITI

Temani Anak Liburan di Amerika

Desy Ratnasari

35 suara 35 suara 2 suara 1 suara

(dengan perolehan satu suara, Prof Andi Bahrun dinyatakan gugur sebagai calon rektor)

Baca Hukum di Hal 8

AkTRis yang mengawali karir dari dunia model, Desy Ratnasari, saat ini sedang menyiapkan liburan untuk anaknya. Desy bahkan membolehkan anaknya untuk menentukan tempat liburan. “Juli ini libur, saya membolehkan anak untuk memilih kemana yang ia mau,” kata Desy Ratnasari saat ditemui di Resto Bunga Rampai, Jalan Teuku Cik Ditiro Menteng, Jakarta, Selasa (19/6). Ia juga mengungkapkan sesuai dengan keinginan anak, tujuan liburan kali ini adalah Amerika Serikat.”11 bulan cari uang untuk bisa ajak anak liburan tour ke Amerika, New York, Washingthon, LA dan Sandiego,” ungkap pelantun lagu Tenda Biru tersebut. Anak semata wayang Desy Ratnasari bernama Nasywa Nathania Hamzah yang ia peroleh dari suaminya yang kedua Sammy Hamzah (bercerai). Liburan ini merupakan hadiah, karena Nasywa naik kelas 5. “Dia senang karena mau lihat White House, rumah Barack Obama. Dia bisa pergi dan harus belajar, kalau nilai kamu bagus itu hadiah,” ungkap Desy.(abu)

Emilia/KP

Suasana usai Pemilihan dengan latar depan Papan Skor

ARUN /JPNN

Terdakwa perkara pembahasan alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) Wa Ode Nurhayati saat sidang pembacaan nota keberatan (eksepsi) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.

bent ternyata harus menelan pil pahit karena hasil perhitungan suara yang bersangkutan hanya mengantongi 1 suara. Artinya, Andi Bahrun tidak lolos dalam pencalonan tiga besar rektor yang akan dipilih saat pemilihan rektor Unhalu yang dijadwalkan tanggal 7 September mendatang. Hal mengejutkan lainnya,

Baca rEktor di Hal 7

Marzuki Siap Dilaknat Tujuh Turunan

Jakarta, kP Terdakwa suap pengalokasian Dana Penyesuaian Infrasktruktur Daerah (DPID) tahun 2011, Wa Ode Nurhayati, menangis saat membacakan sendiri nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan terhadap dirinya pada persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (19/6) siang. Dalam eksepsinya itu Nurhayati membantah semua dakwaan korupsi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Semua dakwaan adalah asumsi yang berdasarkan “katanya”, yakni dari Haris Surahman. Bukan fakta,” kata Nurhayati di Pengadilan Tipikor yang memulai pembacaan eksepsinya dengan ucapan Bismillah. Dalam rangkuman pledoinya sebanyak dua

Gara-gara Tuduhan Wa Ode Nurhayati Jakarta, kP Ketua DPR Marzuki Alie, lagi-lagi membantah tudingan menerima Rp300 miliar terkait program Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPID) seperti yang diungkap terdakwa suap Badan Anggaran (Banggar) Anggota DPR Fraksi PAN, Wa Ode Nurhayati. Marzuki mengaku bersedia melakukan apapun untuk membuktikan tidak menerima baik uang ataupun pemberian lainnya. Ia mengaku tak ingin berpolemik terkait persoalan itu. Marzuki meminta, dicarikan faktanya siapa yang memberi dana, dimana memberikan

Baca mArzuki di Hal 7

Baca mEnAngiS di Hal 7

Asep Kambali, Pendiri Komunitas Historia Indonesia Jakarta

Tak Sangka Bisa Datangkan Penghasilan Puluhan Juta Asep Kambali pernah merasa tidak suka dengan mata pelajaran sejarah. Tapi, dalam setahun, semua berubah. Bahkan, di kemudian hari, dia mendirikan Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia yang belakangan dikenal sebagai Komunitas Historia Indonesia.

Asep Kambali kongko di sebuah kafe di Jakarta.

PRiYO HANDOkO, Jakarta suAsANA kafe di salah satu pojok Jalan Sabang Kamis (14/6) itu tengah ramai. Asep Kambali baru saja menghabiskan semangkuk soto tangkar pesanannya ketika tiga perempuan muda muncul dari balik pintu. Sambil mengusap bibir dengan tisu, Asep

PRIYO HANDOKO/JAWA POS

berdiri, lalu mengundang mereka untuk bergabung. Salah seorang perempuan itu bernama Vincentia Maria, executive assistant manager hotel terkemuka di Jakarta. Maria dan dua temannya tersebut menemui Asep untuk mematangkan program baru hotelnya. Rencananya, program berlabel Historical Package itu menggandeng Asep dan Komunitas Historia Indonesia (KHI). Maria menunjukkan contoh brosur yang baru dicetaknya. Pada prinsipnya, program tersebut menawarkan paket wisata sejarah dengan fasilitas menginap di kamar hotel selama dua hari. Beberapa tempat yang akan dikunjungi adalah Mu-

seum Seni Rupa dan Keramik, Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, serta Museum Bank Mandiri. Pihak KHI dilibatkan untuk menyediakan guide. “Keberadaan guide itu urgen. Dia yang akan memandu perjalanan para tamu. Jadi, tidak main-main. Tidak boleh sembarangan orang. Harus orang yang benar-benar telah belajar banyak dan paham sejarah suatu lokasi, bangunan, atau tradisi,” kata Asep dengan penampilan stylish khas anak muda. Bagi pria kelahiran Cianjur, 16 Juni 1980, tersebut, sejarah sudah

Baca ASEP di Hal 7

Online Newspaper | Created by Taya


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.