kendari Pos Edisi 23 Juli 2012

Page 1

CALL CENTER Redaksi : 0401-3126515 Email: bumianoa@gmail.com Langganan Koran : 0813 4151 2090 Email : sirkulasi_kp@yahoo.com Iklan : 0853 3553 1111 Email: kendariposiklan@yahoo.com Fax : 0401-3123771

Senin, 23 Juli 2012

Harga Eceran Rp. 3.500,-

Ridwan & Ali Mazi

Sama-sama Diakui

Korprov

Ali Mazi

Ridwan BAE

Kendari, KP Polemik seputar penetapan Ridwan BAE sebagai Cagub Golkar oleh DPP Partai Golkar masih berlanjut. Klaim dari juru bicara Korprov Golkar Sultra, Safiul Akbar Gani yang mengatakan bahwa

belum ada penetapan dari DPP terkait siapa Cagub usungan Golkar di Pilgub Sultra, diluruskan Ketua Koorprov Ulla Nachrawaty. Koorprov mengakui jika

Baca koRPRov di Hal 7

Ali Mazi Mundur dari NasDem Jakarta, KP Mantan Gubernur Sultra, Ali Mazi SH tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya dari Ormas NasDem. Kepada wartawan, kemundurannya di NasDem ini tak sepakat jika dikatakan berlangsung “tiba-tiba”, dengan alasan, niatnya untuk mundur memang telah lama muncul. Ia menegaskan, sejatinya pengumuman kemundurannya di Ormas NasDem akan dilaksanakan jauh sebelumnya. “Sudah lama saya mau mundur. Hanya karena dipaksa-paksa untuk mundur, akhirnya saya tidak segera umumkan. Saya bukan type orang yang dipaksa. Nah, daripada Ormas ini vakum, saya juga tidak pernah aktif, lebih baik saya mengundurkan diri,”

tutur Ali Mazi, di Jakarta, kemarin. Tanda-tanda kemunduran Ali Mazi ini memang sudah tampak saat even Garda NasDem yang juga Ormas di partai besutan Surya Paloh ini. Saat sejumlah Ormas di Partai NasDem melakukan “gebyar” partai, Ali Mazi dalam kapasitasnya sebagai Ketua Ormas NasDem betul-betul tidak tampak. Ali Mazi mengakui, kemundurannya di Ormas NasDem belum pernah diumumkan di media, termasuk menggelar jumpa pers. “Karena saya ditanya wartawan kenapa tidak aktif lagi di Ormas NasDem, maka saya pun menegaskan bahwa saya memang tidak aktif lagi dana karena itu saya mengundurkan diri,” ujarnya.(jpnn)

Kemana Dana PON Sultra? Anggaran Sudah Cair, Pakaian Pelatda Tidak Ada Kendari, KP Persiapan kontingen Sultra menghadapi PON XVIII Riau sangat memprihatinkan. Bayangkan, untuk biaya konsumsi dan uang saku selama Pelatda, panitia PON harus ngutang ke mana-mana. Padahal biaya Rp 215.500.000 sudah disetujui, untuk 15 cabor yang ikut. Tidak hanya itu, pakaian selama Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) tidak seragam. Padahal anggarannya sudah diposkan. Pihak pemerintah sudah mengalokasikan dana Rp 6,8 M. Untuk proses pencairan awal, KONI telah menerimah Rp 651 juta yang dicairkan 12 Juni 2012. Berdasarkan data dari biro keuangan provinsi dan Dispora Sultra, anggaran itu diporsikan Rp 6,5 untuk ATK, lalu pengadaan pakaian olahraga Rp 165 juta, kemudian sewa gedung untuk Pelatda Rp 300 juta, perjalanan dinas dalam daerah Rp 110 juta dan perjalanan dinas luar daerah Rp 69 juta. Pertanyaanya, mengapa untuk kostum belum diadakan ? Apalagi, permintaan itu tidak melalui tender dan anehnya hingga saat ini atlet Sultra tidak mempunyai pakaian lengkap. “Kami merasa aneh saja, kalau uang pakaian sudah cair tapi kostum tidak ada dari awal,”kata Firman, sekretaris PODSI Sultra, kemarin. Ia menjelaskan, khusus untuk cabor Dayung seluruh atlet sudah mendapatkan pakaian latihan Pelatda. Tapi, itu bukan dari KONI melainkan dari ketua PODSI Sultra Abdurrahman Saleh. Ia hanya merasa terkejut jika memang ada pencairan keuangan untuk pakaian olahraga bagi atlet Pelatda. “Pertanyaanya di mana uang itu,”tuturnya. Di tempat terpisah, pengamat

Basyarun/KP

Tersangka usai menjalani pemeriksaan di Polsek Poasia Kendari.

Oknum Dosen AKL Itu Baik Hati tapi Menipu Kendari, KP Sungguh mengangetkan banyak pihak, perbuatan Santi (29), dosen Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) Kendari. Di kalangan dosen dan mahasiswa, pribadi Santi dikenal baik dan sangat dipercaya. Pihak yayasan pun percaya pada Santi. Apalagi ia tercatat sebagai alumni terbaik AKL tahun 2005. Prestasi itulah yang membuat Santi diangkat menjadi karyawan dan dosen AKL. Selain itu, ternyata ia juga sebagai pengawai negeri sipil (PNS) lingkup rumah sakit jiwa (RSJ) Sultra. Sehingga sangat mengherankan, karena telah berani menipu dan menggelapkan pembayaran SPP mahasiswa sebesar Rp 88 juta. Perbuatan inilah yang disesali teman-teman dosen dan karyawan RSJ. Padahal Yoyo, sang suami juga tercatat sebagai PNS di kantor keseha-

Baca DosEn di Hal 7

SELEBRITI

Baca Dana di Hal 7 Inul Daratista

Background di Balik Berita dari Forum Pemred JP Group di Pekanbaru, Riau (2)

Beda Persepsi Menakertrans dan Menag Soal Kawin Cerai Kalau soal perbedaan tanggal awal dan akhir puasa, itu sudah tradisi sejak dulu. Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU, sudah teramat sering berbeda pemahaman. Masing-masing punya alasan, yang sama-sama mendasar, dan sama-sama tidak terbantahkan. Dalam Forum Pemred Group Jawa Pos di Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau, pekan lalu, Menakertrans Muhaimin Iskandar malah membuat kelakar baru soal “beda paham” itu. Apa perbedaan mendasar Menakertrans (Menteri Tenaga Kerja dan TRansmigrasi) dan Menag (Menteri Agama)? Soal prinsip dalam kawin cerai saja sudah berseberangan. “Calon suami istri, kalau hen-

Forum Pempred

JPNN

dak menikah cukup datang ke KUA (Kantor Urusan Agama), lalu ada penghulu, saksi, wali,

dan ijab khabul, sah, selesai. Kalau mau bercerai, juga sudah ada mekanisme yang jelas, dan

mereka tidak perlu datang lagi ke Kantor Kementerian Agama. Cukup di selesaikan di Pengadi-

lan Agama! Simple,” terang Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar yang juga Ketua Umum DPP PKB itu. Berbeda dengan kawin-cerai antara pengusaha dan pekerja, yang terlibat pernikahan dalam bentuk “hubungan industrial.” “Kalau hendak menikah, saya diundang, dipestakan, saya menjadi saksi kesepakatan antara pengusaha dan Serikat Karyawannya. Bedanya dengan Menag, kalau mereka hendak bercerai, mereka tidak cukup menyelesaikan secara internal. Mereka mesti repot-repot mengadu dengan cara demonstrasi Kantor Kemenakertrans. Seminggu, tiga empat kali kami didemo urusan cerai itu,” jelas Cak Imin.

Baca PEMRED di Hal 7

Karyawannya Dikepruk Pistol SALAh satu cabang karaoke ‘Inul Vizta’ milik pedangdut Inul Daratista di kota Batam mengalami perampokan pada Rabu (18/7) malam. Awal mendengarnya, Inul langsung panik. Yang membuat pedangdut asal Pasuruan itu panik, bukan karena memikirkan asetnya yang digondol rampok. Melainkan, ia kuatir dengan keselamatan anak buahnya yang sempat bertemu dengan para perampok. “Karyawan saya ada yang dikeprak pakai ujung pistol lho, gimana saya nggak stres mikirinnya,” ungkap Inul. Hingga akhir pekan lalu, Inul masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Termasuk soal kerugian yang dialaminya karena insiden tersebut. “Saya belum bisa hitung semua, apa-apa saja yang diambil saya belum tahu. Yang saya dengar, uang di kasir itu habis diambil sama mereka (perampok),” tutur istri Adam Suseno ini.(any)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.