SELASA
KORAN MADURA
15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III ECERAN Rp 3.500 LANGGANAN Rp 70.000
1
0328-6770024 SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III www.koranmadura.com
alisi Permanen Akal Bulus Ko ak, atau Cari Selamat Main Gert
JAKARTA-Senin sore (14/7) semua anggota koalisi merah putih yang mendukung pencalonan Prabowo-Hatta sebagai capres-cawapres menggelar deklarasi koalisi permanen di tugu proklamasi Jakarta. Menurut Prabowo deklarasi koalisi permanen tersebut digagas untuk menyatukan kometmen tujuh partai pendukungnya untuk mengawal dan mengantar NKRI ke kehidupan yang lebih layak dan bermartabat. “Koalisi Merah Putih ini sudah mewakili hampir dua pertiga rakyat Indone-
sia. Intinya, iktikad tujuh partai ini ialah untuk melakukan kerja sama secara permanen mengawal NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, pemerintah yang efisien, stabil, membawa perbaikan ke kehidupan bangsa dan negara,” kata Prabowo dalam acara deklarasi Koalisi Merah Putih, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat Namun demikian beberapa politisi dan pengamat meragukan efektifitas koalisi ini. Bahkan pandangan sumir ini datang dari kader-kader partai anggota koalisi merah puth sendiri. Agung Laksono misalnya, wakil ketua umum Golkar ini bahkan menyebutkan koalisi ini rentan menimbulkan masalah.
“Kalau sifatnya permanen untuk pemerintahan Prabowo, kalau kebetulan beliau yang terpilih, saya kira tidak masalah. Tetapi ketika nanti yang terpilih Pak Jokowi, ini tentu akan ada masalah,” ujarnya di Purbalingga, Jawa Tengah. Siasat Golkar Di lain sisi beberapa pengamat bahkan menyebut deklarasi ini tak lebih sebagai siasat Golkar saja untuk menyelamatkan diri atau memperkuat posisi. Bila Prabowo menang, deklarasi ini dianggap akan memperkokoh posisi Golkar di kolisi merah putih. Namun bila Jokowi
yangmenang, maka Golkar masih bisa selamat dengan cara berpaling kepada Jusuf Kalla lewat kader-kadernya yang menampakkan diri bersebrangan dengan Aburizal Bakrie. Yusril Izha Mahendra, Ketua Umum Partai Bulan Bintang yang mendukung Prabowo-Hatta bahkan dengan jelas menuding Golkar paling pragmatis yang bisa keluar kapan saja dari koalisi. “Makin banyak partai yang terima tawaran kursi menteri, makin cepat koalisi ini bubar. Wabilkhusus Partai Golkar yang tabiatnya selalu ingin melekat dengan kekuasaan. Mana tahan Golkar jadi partai oposisi,” kata Yusril dalam akun Twitter-nya. =GAM/ANT