JUMAT
KORAN MADURA
16 MEI 2014 | No. 0362 | TAHUN III ECERAN Rp 3.500 LANGGANAN Rp 70.000
1
0328-6770024 JUMAT 16 MEI 2014 | No. 0362 | TAHUN III www.koranmadura.com
din: Din Syamsu epreR Hatta BukanMuhamsentasi dari ah madiy Nasional hal 3
ant/anis efizudin
DETIK DETIK WAISAK. Sejumlah Bhiksu melakukan Pradaksina mengelilingi candi Borobudur pada puncak perayaan Tri Suci Waisak tahun 2558 B.E/ 2014 di komplek Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Kamis (15/5) dinihari. Belasan ribu umat Budha mengikuti perayaan Waisak tahun ini di Candi Borobudur yang mengusung tema “Kembangkan Brahmavihara untuk Kebahagiaan Semua Makhluk”
Umat Buddha Padati Borobudur Presiden Ucapkan Selamat Hari Waisak Lewat Media Sosial MAGELANG- Ribuan Umat Buddha mengikuti detik-detik Waisak 2558 BE/2014 di pelataran sisi barat Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis dini hari. Detik-detik Waisak yang berlangsung pukul 02.15.37 WIB diawali dengan semadi para umat Buddha di depan altar utama di sebelah barat Candi Borobudur. Saat memasuki detik-detik Waisak ditandai dengan pemukulan beduk dan genta. Kemudian dilakukan pembacaan doa oleh masing-masing majelis agama Buddha secara bergantian. Biksu Tadisa Paramita Mahasthaviira dalam renungan detik-detik Waisak mengatakan, Sang Buddha mengajarkan kesederhanaan, kehidupan bersih yang mengekang kehidupan jahat.
Ia mengatakan, Sang Buddha selalu mengajarkan cinta kasih, simpati, dan kesemimbangan batin. Cinta kasih adalah rasa persaudaraan, persahabatan yang mendorong berbuat kebaikan. Cinta kasih adalah keiinginan untuk membahagiakan makhluk lain dan menyingkirkan kebencian. Cinta kasih yang diajarkan Sang Buddha adalah cinta kasih yang universal. Ia mengatakan, belas kasih harus menggema dan menyebar ke segenap penjuru untuk menetralisir akumulasi kegelisahan umat manusia. Usai berdoa di depan altar, para biksu melakukan pradaksina, yakni berjalan mengelilingi Candi Borobudur searah jarum jam sebanyak tiga kali. Rangkaian perayaan Tri Suci Waisak dan detik-detik Waisak di Candi Borobudur ditutup dengan pelepasan 1.000 lampion.
Sementara itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui akun twitter @ SBYudhoyono, Kamis, mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Waisak kepada umat Buddha. “Selamat Hari Raya Waisak 2558 semoga kita semua senantiasa diberikan kehidupan yang rukun dan mempererat persaudaraan dan persatuan,” kata Presiden. Dalam sejumlah kesempatan Presiden mengatakan keragaman masyarakat Indonesia dari berbagai etnis dan juga agama yang dipeluk merupakan salah satu modal penting untuk menjadi bangsa yang maju. Kampung Batik Kebanjiran Konsumen Para pedagang di Pantura Cirebon, Jawa Barat, mengaku libur Waisak kampung batik Trusmi ramai dipadati pengunjung, mereka berdatangan dari Jakarta, Bandung, BeKasi, Tangerang, Sumedang.
“Libur Waisak kampung batik Trusmi Cirebon ramai dipadati para pengunjung dari berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor,” kata Murdianto pemilik toko Batik Trusmi di Cirebon, Kamis. Dikatakannya, ramainya jumlah pengunjung kampung batik Cirebon, omzet penjualan mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa, kini bisa mencapai 35 lusin kain batik, sebelumnya paling 20 lusin. Kartinah perajin batik lainmenuturkan, setia liburan jumlah pengunjung kampung batik Cirebon cukup ramai, sehingga omzet meningkat dibandingkan hari biasanya. “Penjualan batik meningkat setiap libur panjang, sehingga mampu mendongkrak usaha masyarakat Cirebon, berbagai motif lokal kian diminati. Harapannya pembeli tetap memilih batik,” katanya. =ANT/HERU/PANCA