SENIN
3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III ECERAN Rp 3.500 LANGGANAN Rp 70.000
KORAN MADURA
1
0328-6770024 SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III www.koranmadura.com
ant/rosa panggabean
KETUA UMUM PPP BARU. Ketua Umum PPP 2011-2014 Suryadharma Ali (SDA) (kedua kiri) berpegangan tangan dengan Ketua Umum PPP kubu SDA yang baru Djan Faridz (kedua kanan) dalam Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta, Sabtu (1/11). Muktamar VIII PPP kubu SDA menetapkan Djan Faridz sebagai ketua umum PPP yang baru.
Konflik PPP Makin Runyam Digugat Kubu SDA, Romahurmuziy Mengaku Yakin Menang
JAKARTA-Konflik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tampaknya semakin runyam. PPP kubu Suryadharma Ali telah menggugat SK Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) yang mengesahkan kepengurusan Romahurmuziy hasil Muktamar VIII di Surabaya. Gugatan itu dilayangkan oleh Tim Kuasa Hukum PPP kubu Suryadharma Ali Humphrey Djemat pada Rabu (29/10) ke PTUN Jakarta, dengan nomor register perkara 217/G/2014/PTUN-JKT. Objek gugatan adalah SK Menkum HAM Nomor
M.HH-07.AH.11.01 Tahun 2014 tentang Pengesahan Perubahan Struktur Kepengurusan DPP PPP. Terkait gugatan tersebut, PPP kubu Romahurmuziy mengaku telah menyiapkan berbagai hal guna menghadapi gugatan tersebut. “Itu hak kubunya SDA mengajukan gugatan ke PTUN, tapi kita sudah menyiapkan bahan-bahan untuk mengatasi gugatan tersebut,” kata Ketua DPP PPP, Hasan Husairi Lubis di Restoran Pulau Dua, Komplek Senayan, Jakarta, Minggu (2/11). Hasan memaparkan, salah satu hal yang menguatkan legitimasi Muktamar VIII di Surabaya adalah kehadiran peserta Muktamar Surabaya. “Dari 1.147 pengurus DPC, yang hadir itu 869 dan itu di akta
notariskan SK-nya yang sah,” ucap Hasan. Selain itu, Muktamar VIII PPP di Surabaya merupakan hasil rapat pengurus harian. “Jadi dasar itu sudah kita lengkapi di Kemenkum HAM, maksimal 7 hari perubahan AD/ART, Kemenkum HAM wajib mengeluarkan pengesahan. Muktamar di Sahid tidak mempunyai landasan yang kuat, yang hadir hanya 18 pengurus, persyaratan muktamar sah itu setengah pimpinan cabang ketua dan sekertaris itu dia dasarnya,” terang Amirul. Atas dasar ini, PPP kubu Romahurmuziy yakin akan memenangkan gugatan di PTUN. “Yakin Insya Allah,” tegas Hasan. Sementara itu, Ketua Umum PPP hasil Muktamar VII di Jakarta, Djan Faridz akan
segera menemui Menkumham Yasonna Laoly. Dia ingin mendaftarkan diri sebagai Ketua Umum PPP yang baru. “Pasti saya temui beliau (Menkumham). Dalam satu atau dua hari. Untuk mendaftarkan putusan itu (Muktamar VII PPP di Jakarta),” kata Djan Faridz saat ditemui di kantor DPP PPP, Jakarta Pusat, Minggu (2/11). Saat ditanyakan apakah akan mengklarifikasi surat Menkumham terkait pengesahan PPP kubu Romahurmuziy, dia menganggapnya tidak perlu. “Kalau menurut saya tidak perlu mengklarifikasi karena itu hak kami. Istilahnya kalau punya perusahaan, saya yang punya, tapi perusahaan saya diaku-aku oleh orang lain. Saya sih tetap lurus-lurus saja,” kata Djan Faridz. =GAM/ABD
2
KORAN MADURA
PAMANGGI
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
Susi
Oleh : MH. Said Abdullah
Anggota DPR RI, asal Madura
Dari 34 nama menteri baru yang diumumkan Presiden Jokowi, bisa jadi Susi Pudjiastuti yang paling populer dan bahkan menjadi trading topik di media sosial. Pujian, sindiran, kekaguman sampai kritikan termasuk juga merendahkan bertaburan mengarah pada sosok Menteri Kelautan dan Perikanan ini. Penampilan Susi sendiri memang tergolong penuh magnit untuk jadi konsumsi guncingan pengguna media sosial. Kebiasaan merokok, bisa jadi merupakan salah satu yang paling banyak mengundang komentar. Bukan hanya belum menjadi sesuatu yang sangat biasa bagi seorang perempuan merokok di negeri ini. Sorotan muncul karena saat ini memang ada semacam arus kampanye anti rokok dan tentu saja seorang menteri perempuan merokok, mudah sekali memancing perhatian masyarakat. Ditambah gaya yang sangat tak biasa, jauh dari kesan formal ditambah asesoris tatto di kakinya, Susi tak pelak membuat para pengguna media sosial sedikit melupakan keramaian hiruk pikuk politik. Kedua, tentang latar belakang pendidikan Susi yang hanya tamat SMP. Ada banyak keraguan dan sinisme terkait jenjang pendidikan ini. Bahkan sempat bertebaran komentar bernada satire antara lain “tak perlu kuliah tinggi-tinggi jika dengan hanya pendidikan SMP saja, bisa menjadi seorang menteri.” Dan masih banyak lagi, termasuk yang meragukan kemampuannya mengacu latar belakang pendidikan Susi, yang tidak Ada kecenderungan tamat SMA itu. masyarakat lebih Soal merokok dan gaya Susi melihat deretan dalam keseharian tampaknya gelar formal dari lebih merupakan persepsi terkait pendidikan, teru- selera. Bicara selera tentu sangat tama jika menyang- terbuka kemungkinan berbeda. kut jabatan pemer- Bahwa perbedaan itu sedikit heboh semua tak lepas dari pointahan sisi Susi sebagai seorang menteri yang sudah pasti akan disorot masyarakat. Terkait tingkat pendidikan yang sempat dipersoalkan itu sangat terasa sekali betapa cara berpikir masyarakat masih sangat formalis. Seseorang hanya dilihat dari pendidikan formalnya; gelar yang disandang, latar belakang pendidikan dan bukan kapasitas kemampuan riil. Rekam jejak keberhasilan kadang tak dianggap. Ada kecenderungan masyarakat lebih melihat deretan gelar formal dari pendidikan, terutama jika menyangkut jabatan pemerintahan. Cara pandang yang mengemuka menganggap proses belajar hanya melalui dunia pendidikan formal. Keterampilan betapapun hebatnya, bila tak diikuti deretan gelar formal dianggap kurang pantas menduduki jabatan terkait pemerintahan. Pengalaman panjang, ditempa perjuangan berat dalam kehidupan riil yang merupakan proses belajar sesungguhnya karena tak menghasilkan deretan gelar, dianggap belum mumpuni. Padahal mereka yang bergelar sederet; yang sudah ditempa pendidikan formal belum tentu mampu mengarungi belantara kehidupan riil. Tentu di sini bukan bermaksud menganggap pendidikan formal tidak penting. Persoalannya pada cara pandang kepada seseorang, yang seharusnya lebih pada kapasitas dan kemampuan; rekam jejak, bukti riil bukan semata status pendidikan formal. Bahwa belajar itu, berjalan sepanjang kehidupan; berproses sepanjang waktu. Dan guru terbaik dalam belajar adalah pengalaman. Susi bisa jadi satu dari begitu banyak bukti tentang proses belajar dari belantara pengalaman. Ia kemudian mengolah pengalaman panjangnya menjadi deretan institusi bisnis termasuk pendidikan kedirgantaraan yang menjadi tempat belajar siapapun, terutama para karyawannya. Kini saat ditunjuk menjadi menteri, Susi ditantang membagi pengalamannya membangkitkan potensi maritim negeri ini. Dukungan dan kesempatan perlu diberikan kepadanya dengan tentu saja tetap dikawal dan dikritisi. =
Berita Utama
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
2
Faridz Ketum PPP Versi Kubu SDA JAKARTA-Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Djan Faridz akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Umum (Ketum) DPP PPP periode 2014-2019 secara aklamasi dalam muktamar VIII PPP di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu dini hari. Mantan Menteri Perumahan Rakyat ini menggantikan posisi Suryadharma Ali (SDA). Namun penetapan Djan Faridz ini dinilai cacat hukum. “Dengan ini dinyatakan Djan Faridz sebagai calon tunggal, dan ditetapkan sebagai Ketua umum terpilih periode 2014-2019, pada Muktamar VIII PPP tanggal 30 Oktober sampai 2 November,” kata pimpinan sidang Ahmad Gozali di lokasi muktamar, Minggu (2/11). Usai dinyatakan sebagai Ketum PPP, pengganti Suryadharma Ali tiba-tiba spanduk ucapan selamat untuk Djan dibentangkan di depan arena Muktamar. Pernyataan Ahmad Gozali yang menyebut bahwa Djan sebagai Ketum PPP baru, didukung mayoritas DPW dan DPC yang hadir. “Terima kasih kepada para muktamirin yang telah mendedikasikan diri terhadap muktamar jihad ini. Dengan ini maka sidang paripurna ke-X tentang pemilihan dan penetapan Bapak Djan Faridz sebagai Ketua umum terpilih saya nyatakan ditutup,” ujar Ahmad Gozali. Saat menyampaikan pidato politiknya, Ketua Umum DPP PPP terpilih, Djan Faridz, berjanji mewakafkan waktu dan hartanya untuk partai dan tidak akan menerima jabatan publik selama memimpin partai belambang kakbah. “Saya
akan mewakafkan waktu dan harta saya untuk partai. Saya tidak akan terima jabatan publik. Ditawari jadi menteri pasti tidak saya terima,” ujar Djan di Jakarta, Minggu (2/11). Dia juga mengajak seluruh kader PPP tidak berubah arah untuk bisa bangkit bersama-sama melawan pihak yang berusaha mencabik-cabik PPP. “Kita akan berjuang. Tapi perjuangan di DPP tidak mungkin berhasil tanpa bantuan saudara-saudara saya di DPW dan DPC. Tolong jangan berubah arah,” ujar Djan. Sebelumnya, sejumlah nama sempat disebut sebagai kandidat ketua umum PPP yakni Djan Faridz, Ahmad Yani, Ahmad Muqowan dan Dimyati Natakusumah. Sekonyongkonyong, Djan ditetapkan sebagai calon tunggal dan dipilih melalui aklamasi. Salah seorang kandidat Ketua Umum, Ahmad Yani kecewa. Dia langsung meninggalkan ruangan pasca penetapan Djan sebagai ketua umum. Ahmad Yani merasa dijegal kala maju sebagai calon Ketua Umum PPP menilai penetapan Djan Faridz sebagai ketua umum cacat prosedural. Dalam AD/ART pasal 23 ayat 2 disebutkan bahwa seluruh persidangan muktamar dipimpin pengurus harian. Faktanya, sidang penetapan Djan Faridz dipimpin
oleh Habil Marati yang bukan pengurus harian. “Habil Marati itu hanya Ketua Lembaga Kewirausahaan bukan Pengurush Harian,” kata Yani kepada wartawan, Minggu (2/11). Dia mengungkapkan, Habil Marati memang pernah ditunjuk sebagai pengurus harian versi reshufle SDA. Namun, hal itu sudah dibatalkan oleh Mahkamah Partai. SDA menurut dia, menerima putusan Mahkamah Partai, yang juga membatalkan reshuflle. Artinya, Habil Marati bukan PH dan itu tidak sah memimpin sidang. Cacat hukum yang kedua, ujarnya, yakni peserta yang hadir saat penetapan Djan Faridz tidak diverifikasi, sehingga tidak bisa dipastikan apakah mereka peserta asli atau peserta liar. Karena itulah, Yani memastikan penetapan Djan Faridz tidak kuorum. “Semuanya boleh masuk, bahkan banyak peserta liar yang hadir di ruangan,” tutur mantan anggota Komisi III DPR ini. Penetapan Djan Faridz berdasarkan aspirasi regional bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi, karena suara-suara DPC diabaikan. Menurut dia, penetapan secara aklamasi bisa dilakukan apabila tidak ada calon lain. “Faktanya banyak DPC mendukung saya, tapi diabaikan. Muktamar Jakarta ini kualitas dan produknya sangat jauh di bawah Muktamar Surabaya. Muktamar Jakarta sangat-sangat buruk sekali,” Nanti kita lihat saja apakah ketua umum baru bisa lebih baik ke depan atau bagaimana,” kata Yani dengan nada kesal. =GAM/ABD
KETUA UMUM PPP VERSI SDA Ketua Umum PPP 2011-2014 Suryadharma Ali (SDA) berpegangan tangan dengan Ketua Umum PPP kubu SDA yang baru Djan Faridz (kanan) dalam Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta, Sabtu (1/11). Muktamar VIII PPP kubu SDA menetapkan Djan Faridz sebagai ketua umum PPP yang baru. ant/rosa panggabean
KORAN PROBOLINGGO NASIONAL
MADURA
KORAN MADURA
Nasional
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III SENIN 3 NOVEMBER 2014
No. 0476 | TAHUN III
33
ant/wahyu putro a
JAKARTA COSPLAY PARADE. Pecinta cosplay beraksi ketika mengikuti Jakarta Cosplay Parade di Kawasan Monas Jakarta, Minggu (2/11). Parade cosplay bertema Rising of Indonesian Legend yang diikuti ribuan peserta dengan menampilkan beragam cosplay karakter nusantara dan berbagai genre itu untuk mengembangkan kreativitas serta inovasi pelaku pop art khususnya cosplayer.
Beredar Nama Calon Jaksa Agung-Kepala BIN Sejumlah Aktivis Mengecam Politisi di Senayan JAKARTA-Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (JK) sudah mengumumkan 34 nama menteri. Namun tak ada nama Jaksa Agung dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dalam daftar itu. Sejumlah kalangan berharap agar kedua posisi strategis itu tidak dijabat oleh orang yang bermulut “ember” alias suka bicara sembarangan. Saat ini, dua nama yang beredar untuk mengisi posisi Kepala BIN. Keduanya yakni Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso dan mantan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Syafrie Syamsuddin, Sedangkan untuk posisi Jaksa Agung,
terdapat sejumlah nama kandidat seperti Plt. Jaksa Agung Andhi Nirwanto, Jampidsus Widyo Pramono, Kajati Jawa Barat Ferry Wibisono, Staf Ahli Jaksa Agung Farid Haryanto. Kemudian Ketua PPATK M. Yusuf, mantan Jamwas Marwan Effendi, dan mantan Jampidum H.M Prasetyo. Pengamat intelijen Susaningtyas Nefo H Kertopati berharap BIN adalah orang yang mampu mengelola ranah senyap. “Seorang Kepala BIN harus memiliki kedalaman ilmu dalam mengelola ranah ‘senyap’ ini karena pelaporan kirka (perkiraan keadaan) tak bisa disampaikan ke end user dalam derajat masih kira-kira dan belum melampaui siklus intelijen yang benar,” kata Nuning di Jakarta, Minggu (2/11). Terlebih dari segalanya, katanya, Kepala BIN juga bukan yang mulutnya ‘ember’ alias berkata sembarangan. “Yang bersangkutan harus memiliki juga kepiawaian diplomasi, kelola data, tidak subyektif orientasinya, apalagi cenderung mencari untung
untuk dirinya dengan menjatuhkan orang lain,” ujar dia. Kepala BIN bukan hanya memiliki pengetahuan yang mumpuni dalam giat intelijen. Sesuai dengan kata intelligence yang artinya kecerdasan, maka Kepala BIN menurut Nuning harus cerdas dan punya integritas. “Hal itu penting, karena Intelijen adalah hulu dari pengambilan keputusan sehingga harus dikelola oleh orang yang memiliki kecerdasan baik lahir maupun batin, Intelligence Quotient (IQ), Emotional Intelligence (EQ), dan lain sebagainya,” jelas Nuning. Menurutnya, Kepala BIN bisa berasal dari kalangan profesional (mantan TNI/ Polri/akademisi) atau partai politik. Asal orangnya profesional dan memiliki pengetahuan intelijen mumpuni yang menguasai deteksi aksi dan deteksi dini berlapis bagi negara ini. “Orang parpol, kalau mumpuni, ya bagus saja sebagai Kepala BIN. Tapi kalau kes-
ehariaannya kita bisa lihat yang bersangkutan tidak punya integritas dan bicaranya asal bunyi atau senang menjatuhkan orang lain tanpa bertanggung jawab, ya jangan dipakai orang parpol itu,” ungkap Nuning. Sedangkan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar, berharap Jokowi tak memilih Kepala BIN yang memiliki rekam jejak buruk. “Jokowi harus penuhi janjinya yang akan mengangkat orang-orang profesional. Jadi orang yang punya pengalaman dan pemahaman di intelijen,” kata Haris. Calon kepala BIN, harus bersih dari persoalan orde baru, korupsi dan pelanggaran HAM. Tak haram juga jika Jokowi memilih Kepala BIN dari golongan sipil. “Jadi tidak usah terburu-buru dalam memilih,” cetusnya. Sementara itu, Mantan Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Chairul Imam meminta Presiden Jokowi tidak memilih Jaksa Agung yang berasal dari partai politik. Mengingat, rentan terjadi konflik kepentingan dalam penanganan kasus yang melibatkan internal partai tertentu. “Kalau begitu, maka kasus yang mengenai partainya bisa dihentikan atau SP3,” ungkapnya. Menurutnya, jika presiden Jokowi ingin serius memberantas korupsi maka harus memilih Jaksa Agung dari internal kejaksaan. “Kalau Jokowi ingin melancarkan kerjanya maka (Jaksa Agung) harus orang dalam,” tegasnya. =GAM/ABD
4
KORAN MADURA
Nasional
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
DPR TERBELAH
PBNU Minta DPR Selesaikan Konflik Internal JAKARTA-Ketua Pengurus Besar Nahdlatlul Ulama (NU) KH Said Aqil Siradj menyayangkan terjadinya konflik antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) versus Koalisi Merah Putih (KMPR) di parlemen. Kiai NU pun berharap konflik antar kedua kubu segera diselesaikan. Apalagi konflik tersebut terjadi secara berlarut-larut. Menurut Aqil seharusnya DPR berpikir panjang dengan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. “Sangat menyayangkan sekali konflik di DPR, betapa kecewa dan sedihnya melihat wakil wakil berantem di DPR,”ujar Aqil usai menggelar Munas NU, di kantor pusat PBNU, Jalan Kramat, Jakarta, Minggu (2/11). Konflik yang terjadi tersebut menurut Aqil sangat mengganggu ketenangan di masyarakat. Padahal sekarang ini masyarakat sudah tenang dengan sudah dilantiknya presiden baru Indonesia. “Padahal rakyat sudah tenang. Pasca Pilpres dan Pileg rakyat sudah tenang, sejarang tidak lagi,” ujar Aqil. Aqil mengatakan demi masyarakat konflik yang terjadi tersebut mesti segera dituntaskan. Menurut Aqil hanya pimpinan DPR sendiri yang dapat menuntaskannya. “Yah DPR sendiri, Terutama pimpinan DPR sendiri menyelesaikan konflik nya,” ujar Aqil. Sementara itu, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi berharap proses seleksi terhadap calon Pimpinan KPK dapat berjalan dengan lancar dan tidak terganggu oleh kisruh di DPR. Seperpi diketahui,dua Calon Pimpinan KPK nantinya akan menjalani proses uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR. Dua nama yang lolos dalam pansel seleksi pimpinan KPK diketahui adalah Busyro Muqoddas dan Roby Arya Brata. Busyro merupakan Wakil Ketua KPK yang hingga saat ini masih menjabat dan akan berakhir masa jabatannya pada 10 Desember 2014. Sedangkan Roby adalah Kepala Bidang Hubungan Internasional Sekretariat Kabinet. “Kami berharap DPR yang sudah diberi nama itu untuk laksanakan tugasnya sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang,” ucapnya. Johan mengatakan terkait dua nama itu bahwa pihaknya tidak bisa memilih salah satu diantaranya. Sebab, bukan domainnya. =GAM/ABD
Pencemaran Laut Timor Memprihatinkan 9 Pengacara Internasional Ikut Ambil Bagian KUPANG- Sembilan pengacara internasional dari Australia, Inggris dan Amerika Serikat tengah mengumpulkan bukti-bukti tentang dampak pencemaran Laut Timor di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat meledaknya kilang minyak Montara pada 21 Agustus 2009. Para pengacara yang juga ahli dalam bidang pencemaran lingkungan ini bekerja sama dengan Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) pimpinan Ferdi Tanoni dalam upaya mengumpulkan bukti serta data dengan metode penelitian langsung ke lapangan serta wawancara dengan warga yang terkena dampak pencemaran tersebut. Ketua YPTB Ferdi Tanoni, membenarkan keterlibatan para pengacara internasional dalam kerja sama untuk mengumpulkan bukti-bukti pencemaran itu, karena lembaga non pemerintah itu terus menyu-
arakan masalah tersebut untuk menggugah perhatian dunia agar segera mengambil langkah-langkah penyelesaian. Tanoni yang juga pemerhati masalah Laut Timor itu mengatakan para pengacara dari Australia, Inggris dan Amerika Serikat itu sudah mengumpulkan bukti serta data untuk dijadikan sebagai bukti hukum di pengadilan Federal Australia, sejak pekan lalu di wilayah Kota dan Kabupaten Kupang serta Rote Ndao. “Bukti-bukti pencemaran yang mereka kumpulkan itu dinilai sudah cukup positif dengan bukti pencemaran di Laut Timor akibat meledaknya anjungan minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor pada 21 Agustus 2009,” kata Tanoni yang juga mantan agen imigrasi Kedubes Australia itu dalam surat elektroniknya kepada Koran Madura, Minggu (2/11). YPTB pimpinan Ferdi Tanoni itu sudah diberi kepercayaan oleh Pemerintah Indonesia untuk mempercepat proses penyelesaian kasus pencemaran Laut Timor sejak Juni 2014 dengan dua cara penyelesaian secara simultan. “Langkah penyelesaian pertama, saya akan terus menempuh jalur diplomasi dengan terus mendesak Pemerintah Australia untuk turut bertanggung jawab. Kedua, melakukan persiapan dan
pemantapan litigasi dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Federal Australia,” katanya. Tanoni menambahkan langkah yang diambil para pengacara internasional tersebut sebagai salah satu upaya untuk menyempurnakan berkas perkara yang tengah disiapkan untuk didaftarkan di Pengadilan Federal Australia. “Apa yang saya lakukan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap nilai-nilai kepercayaan yang diberikan masyarakat korban, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Republik Indonesia dalam upaya menyelesaikan kasus pencemaran tersebut,” katanya. Bantuan dari para pengacara internasional ini merupakan sebuah babakan baru dalam upaya menyelesaian kasus pencamaran minyak Laut Timor secara transparan, setelah lebih dari lima tahun, kasus pencemaran lingkungan yang maha dahsyat ini terkesan dibiarkan begitu saja oleh Indonesia, Australia serta perusahaan pencemar asal Thailand PTTEP Australasia. “Saya sangat mengharapkan dukungan semua komponen masyarakat di NTT dan di luar NTT untuk bersama kita satu padukan langkah guna percepatan penyelesaian kasus ini,” tambahnya. =GAM
ant/wahyu putro a
PENUTUPAN MUNAS NU. Ketua Umum PBNU Said Agil Sirodj (kanan) menerima cinderamata berupa lukisan mantan Ketua PBNU (alm) Abdurrahman Wahid pada penutupan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor PBNU Jakarta, Minggu (2/11). Munas dan Kombes NU tersebut menyepakati sistem pemilihan Rais Aam PBNU melalui beberapa orang terpilih yang dinilai layak menentukan pemimpin tertinggi di NU itu.
KORAN PROBOLINGGO
MADURA
KORAN MADURA
Ekonomi
SENIN 3 NOVEMBER 2014 SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III No. 0476 | TAHUN III
55
ant/vitalis yogi trisna
REVITALISASI WADUK PLUIT. Warga membongkar rumah miliknya karena terkena pembebasan di sisi barat Waduk Pluit, Jakarta, Minggu (2/10). Pemprov DKI Jakarta merelokasi ratusan keluarga secara bertahap ke Rusunawa Muara Baru sebagai lanjutan dari program revitalisasi Waduk Pluit.
LPS Jamin Dana Rp2.166,29 Triliun Jumlah Rekening Nasabah Mencapai 153.073.320 JAKARTA-Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merilis data mengenai pertumbuhan total dana simpanan yang dijamin per akhir Agustus 2014 meningkat. Data LPS menyebutkan dana simpanan yang dijamin sebesar Rp 2.800 miliar atau setara dengan 0,13% (MoM) sehingga nilainya menjadi sebesar Rp 2.166.291 miliar (55,35% dari seluruh total simpanan). Sekretaris LPS, Samsu Nugroho menjelaskan total simpanan dijamin tersebut terdiri dari simpanan sampai dengan Rp 2 miliar dan simpanan di atas Rp 2 miliar. Simpanan sampai dengan Rp 2 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp 1.784.433 miliar (45,59% dari seluruh total simpanan). Sedangkan simpanan di atas Rp 2 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp 381.858 miliar (9,76% dari seluruh total
simpanan). Jumlah rekening yang dijamin dengan nominal sampai dengan Rp 2 miliar juga mengalami peningkatan. “Adapun peningkatannya sebesar 1.277.334 rekening atau setara dengan 0,84% (MoM) menjadi 153.963.678 rekening (99,88% dari seluruh rekening),” jelas Samsu di Jakarta, Minggu (2/11). Berdasarkan jenis valuta, ujarnya simpanan dalam rupiah dan valuta asing mengalami peningkatan jumlah nominal. Nominal simpanan rupiah mengalami peningkatan sebesar Rp 71.719 miliar atau setara dengan 2,23% (MoM) menjadi Rp 3.282.423 miliar (83,87% dari seluruh total simpanan). Sementara itu, nominal simpanan dalam valuta asing mengalami peningkatan sebesar Rp 9.550 miliar atau setara dengan 1,54% (MoM) menjadi Rp 631.418 miliar (16,13% dari seluruh total simpanan). Jumlah rekening simpanan rupiah juga mengalami peningkatan, yaitu sebesar 1.279.891 rekening atau setara dengan 0,84% (MoM) menjadi 153.073.320 rekening (99,30% dari seluruh rekening).
Demikian pula dengan jumlah rekening simpanan dalam valuta asing yang mengalami peningkatan sebesar 1.199 rekening atau setara dengan 0,11% (MoM) menjadi 1.081.287 rekening (0,70% dari seluruh rekening). Nilai total simpanan bulan Agustus 2014 mengalami peningkatan sebesar Rp 81.269 miliar atau 2,12% dibandingkan bulan sebelumnya (MoM). Penambahan ini menjadikan total simpanan per akhir Agustus mencapai Rp 3.913.842 miliar. Penyebab peningkatan nominal simpanan pada periode tersebut adalah adanya peningkatan jumlah simpanan dengan nominal di atas Rp 5 miliar. Dimana peningkatannya sebesar Rp 79.736 miliar atau setara dengan 4,77% (MoM). Sehingga jumlah total simpanan di atas Rp 5 miliar adalah Rp 1.750.220 miliar (44,72% dari seluruh total simpanan). Adapun simpanan dengan nominal di bawah Rp 100 juta mengalami penurunan sebesar Rp 18.335 miliar. Jumlah ini setara dengan -3,04% dibandingkan bulan sebelumnya (MoM), sehingga mencapai Rp 583.984 miliar
(14,92% dari seluruh total simpanan). “Tak hanya jumlah simpanan yang mengalami peningkatan, namun juga jumlah rekening. Per akhir Agustus 2014, terjadi peningkatan sebesar 1.281.090 rekening atau 0,84% dibandingkan bulan Juli 2014 (MoM). Sehingga totalnya per akhir Agustus mencapai 154.154.607 rekening,” imbuhnya. Jika dikelompokkan berdasarkan jenis simpanan, simpanan yang mengalami peningkatan nominal terbesar adalah giro dan deposito. Giro mengalami peningkatan sebesar Rp 44.112 miliar atau setara 5,36% (MoM) menjadi Rp 867.113 miliar (22,16% dari seluruh total simpanan). Sementara itu, deposito mengalami peningkatan sebesar Rp 40.089 miliar atau setara dengan 2,29% (MoM) menjadi Rp 1.789.122 miliar (45,71% dari seluruh total simpanan). Sementara itu, jenis simpanan yang mengalami peningkatan jumlah rekening terbesar adalah Tabungan. Pertumbuhannya mencapai 1.302.504 rekening atau setara dengan 0,89% (MoM) menjadi sebanyak 147.862.697 rekening (95,92% dari seluruh rekening). = GAM
6
KORAN MADURA
Ekonomi
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
MARITIM
Berantas Pencurian Ikan JAKARTA-Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti melakukan gebrakan dengan membuka akses situs KKP untuk umum. Dengan terbukanya situs ini maka masyarakat bisa memantau data kapal sampai identitas kapal yang berlayar di laut nasional.
ant/pras
BERCANDA. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bergurau dengan rekan-rekannya para penjual ikan saat melakukan kunjungan kerja di Pangandaran, Jawa Barat Sabtu, (1/11)
Mendag: Maritim Masa Depan Indonesia JAKARTA-Indonesia merupakan Negara maritim terbesar di dunia. Hampir 2/3 wilayah Indonesia terdiri dari laut dengan potensi maritim yang sangat besar. Salah satu potensi maritim Indonesia ini ditunjukkan dengan ekspor produk udang terus meningkat selama lima tahun. Menteri Perdagangan Rachmat Gobel memfasilitasi ekspor produk udang ditandai dengan tercapainya misi pembelian udang beku ke Amerika Serikat (AS) senilai Rp 60 miliar. Akhir pekan, perusahaan AS Central Seaway Company Inc. (CenSea) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Indokom Samudera Perkasa. MoU tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dan Tim Amerika Serikat (AS), yang terdiri atas Atase Perdagangan (Atdag) Washington DC, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Chicago, serta ITPC Los Angeles.
Rachmat mengatakan bahwa maritim merupakan masa depan peradaban Indonesia. “Potensi maritim Indonesia begitu besar. Samudera, laut, selat, dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Hal ini terlihat dari nilai ekspor produk udang beku Indonesia terus mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir dengan tren sebesar 14,26%,” tegasnya. Program misi pembelian difasilitasi Kementerian Perdagangan dan menjadi platform bisnis yang efektif. “Tahun ini, Kemendag telah memfasilitasi 14 kegiatan misi pembelian dengan total nilai kerja sama sebesar USD 48,92 juta (Rp 587,09 miliar). Program misi pembelian ini menjadi platform efektif bagi eksportir dan produsen Indonesia untuk mengembangkan bisnis sekaligus menegaskan Indonesia sebagai negara pemasok utama di pasar global,” jelasnya. AS merupakan negara tujuan utama ekspor produk udang beku Indonesia diikuti oleh Jepang, Vietnam, Inggris, dan Kanada. Ekspor udang beku Indonesia pada tahun 2013 senilai USD 663,5 juta. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, ekspor udang beku Indonesia ke AS mengalami tren positif sebesar 25,93%. Selama periode Januari-Juli 2014, nilai ekspor udang beku Indonesia ke AS adalah sebesar USD 518,3 juta. Nilai ini mengalami peningkatan sebesar 65,09% dibandingkan periode yang
sama setahun sebelumnya yang hanya mencapai USD 313,9 juta. Pada 2013, total ekspor udang beku pernah mencapai nilai USD 1,2 miliar. Selama periode 2009-2013, ekspor udang beku mengalami tren positif sebesar 14,26%. Untuk periode Januari-Juli 2014, nilai ekspor udang beku mencapai USD 841,9 juta atau mengalami peningkatan sebesar 34,77% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Rachmat memastikan program misi pembelian ini dapat membantu buyer maupun calon buyer untuk memperoleh rekomendasi perusahaan yang tepat sebagai tambahan referensi. “Melalui program ini, akan lebih banyak lagi eksportir yang terbantu,” jelasnya. PT. Indokom Samudera Perkasa pernah memboyong penghargaan Primaniyarta kategori Eksportir Berkinerja tahun 2012. Perusahaan ini bergerak di bidang produksi perikanan beku seperti cumi-cumi, ikan laut, dan udang beku sebagai produk utama. Sedangkan Censea yang selama 33 tahun bermitra dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia, mengimpor sekitar 8%-10% produk udang dari Indonesia. Importir yang bermarkas di Illinois, AS, tersebut mengambil mayoritas produk hasil laut tersebut dari Lampung, Jakarta, Surabaya, Kalimantan, dan Banyuwangi. =GAM
Ketua Dewan Pembina Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Riza Damanik mendukung penuh keputusan KKP yang membuka data perijinan kapal ikan. Langkah ini merupakan sebauah terobosan besar patut dapat apresiasi. “Saya kira, ini sebuah gagasan besar yang patut didukung,” ujar Riza di Jakarta, Minggu (2/11). Menurutnya, setelah Presiden Jokowi membentuk Menko Bidang Kemaritiman maka tugas KKP fokus memperkuat lumbung pangan perikanan serta memulihkan kesejahteraan nelayan. Hal ini dibarengi dengan upaya nyata memperbaiki ekosistem pesisir dan pulau kecil. Dalam 3-6 bln ke depan katanya operasionalisasinya dalam bentuk pemberantas mafia pencurian ikan. Mafia bertumbuh-kembang mulai dari urusan perijinan hingga perdagangan ikan ke luar negeri. “Jika berhasil memberantas mafia, pemerintah menyelamatkan potensi sekitar Rp100 triliun, menyediakan 10 juta lapangan pekerjaan baru, serta mencegah kebocoran sekitar 180 ribu – 250.000 kiloliter (KL) BBM bersubsidi nelayan,” ungkapnya. Menurut Riza, mafia perikanan selama ini telah meresahkan masyarakat. Namun sulit sekali dipangkas karena selalu bersumbunyi di balik elit birokrasi hingga oknum aparat keamanan. Salah satu cara memberantas mafia tersebut yaitu mulai dengan membongkar sindikasi penggunaan Anak nak Buah Kapal (ABK) asing di kapal-kapal berbendera Indonesia. “Meski mendapat izin dari KKP, beberapa kapal tersebut masih menggunakan ABK asing & mendaratkan ikannya di luar negeri,”ungkapnya. =GAM
KORAN PROBOLINGGO
MADURA
ra Joko Widodo-JK berupaya membangkitkan sektor maritim. Sebab hampir 1/3 wilayah Indonesia terdiri dari samudera, laut, selat, dan teluk. Potensi ini bila dikelola secara maksimal diyakini akan menjadi peradaban Indonesia. Sebagai buktinya, potensi maritim saat ini sudah ditandai dengan tercapainya misi pembelian udang beku dengan Amerika Serikat. Menurut Menteri Perdagangan Rachmat Gobel tren pembelian udang beku mengalami peningkatan 14,26 persen. Kegiatan misi pembelian yang difasilitasi Kemendag menunjukkan total nilai kerja sama sebesar USD 48,92 juta atau senilai Rp 587,09 miliar selama lima tahun ini, Di tahun 2013 ekspor udang beku Indonesia senilai USD 663,5 juta. Sedangkan di tahun 2014 selama periode JanuariJuli 2014 ekspor udang beku ke AS mencapai USD 518,3 juta. Data tersebut sekadar untuk menunjukkan potensi maritim di sektor udang, belum lagi sektor lainnya. Karena itulah sektor maritim, dalam pemerintahan Joko Widodo-JK menjadi andalan yang layak diprioritaskan. Itu juga bila tidak mau dikatakan memiliki kesamaan dengan prioritas pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Misalnya di pemerintahan Presiden SBY yang mengandalkan energi Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, karena kapasitas produksi mencapai 40.000 barel per hari dan akan mencapai puncaknya pada angka 165.000 barel per hari di tahun 2015 mendatang. Akan tetapi, pemerintahan SBY telah berganti pada pemerintahan Joko Widodo, sehingga sektor Ladang Banyu Urip, Blok Cepu ini, bisa mendukung pula dalam pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, untuk memperkuat pendapatan di sektor maritim yang dikelolanya. Joko Widodo-JK tidak perlu mengabaikan potensi Blok Cepu. Potensipotensi nasional yang jadi andalan pemerintahan di masa sebelumnya sebaiknya dikembangkan seiring dengan pengoptimalan sektor maritim sebagai bidikan utamanya, sebagai upaya pengembalian kejayaan maritim yang pernah dicapai di masa Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. (*)
Opini
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476| TAHUN III
77
Guru Menuju Indonesia Hebat
Salam Songkem
Membangkitkan Maritim
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 No. 0476 | TAHUN III
Berbicara soal tahun 2015 nanti, pendidikan nasional Indonesia akan dihadapkan pada dua hal penting, yaitu adanya pemerintahan baru Jokowi- JK dan era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dalam wacana “Indonesia hebat� pemerintahan baru harus segera menyelesaikan segala permasalahan dalam pendidikan guna menghadapi MEA serta mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
P
ada dasarnya, pendidikan adalah salah satu komponen utama dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) handal dan berdaya saing guna membangun Indonesia yang hebat. Untuk mewujudkan hal tersebut, keberadaan guru yang berkualitas menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan. Bagaimana tidak, guru atau pendidik adalah aktor utama dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dilihat dari kuantitas, jumlah guru dibandingkan dengan jumlah siswa di Indonesia mencapai 1: 25. Artinya, Indonesia sebenarnya tidak mengalami kekurangan jumlah guru. Sementara jika dilihat dari sisi kualitas dan kompetensi guru masih sangat redah. Selain itu,
keberadaan guru di Indonesia juga belum mengalami pemerataan. Ironis. Dalam agenda pemerintahan baru, perbaikan sistem atau pun tata kelola pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat mendesak untuk segera dilaksanakan. Selama ini guru dituntut untuk menjadi seorang yang professional, sementara tuntutan tersebut tidak disertai dengan tata kelola yang bagus dan memadahi. Akhirnya seorang guru kesulitan dalam meningkatkan kualitas dan kompetensinya sebagai pribadi yang profesional. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), profesional dapat diartikan; 1) bersangkutan dengan profesi; 2) memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Secara singkat, untuk menjadi seorang guru yang profesional, seorang guru harus mempunyai kepandaian atau keahlian khusus dalam bidang pendidikan yang didapatkan melalui jalur pendidikan maupun pelatihan. Hal ini sebagaimana definisi profesi dalam kamus The Advanced Learner’s Dictionary of Current English bahwa profesi adalah occupation, esp. one requiring advanced educational and special training. Menuju Indonesia Hebat Untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang hebat membutuhkan beragam ikhtiar. Kita dapat belajar dari negara Jepang. Kebesaran dan kesuksesan negara Jepang saat ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang yang menimpa negara ini. Jepang pernah terpuruk pada saat kota Heroshima dan Nagasaki porak poranda setelah dibom oleh tentara Sekutu dalam Perang Dunia II. Dalam kondisi tersebut, Kaisar Hiroto bukan menanyakan berapa jumlah tentara yang masih hidup, melainkan berapa jumlah guru yang masih hidup. Kaisar Hiroto menyadai betul bahwa untuk kembali bangkit, ia tidak membutuhkan tentara, melainkan guru dengan berbekal ilmu
pengetahuan dan pendidikan. Keputusan Kaisar Hiroto ternyata sangat tepat. Melalui sentuhan para guru, Jepang dapat bangkit menjadi negara besar dan kuat. Dari sini dapat dilihat bahwa melalui tangan para guru dapat menentukan bangkit tidaknya sebuah negara. Dalam rangka menuju Indonesia hebat, salah satu komponen kunci adalah guru. Dalam Undang- Undang (UU) nomor 14 tahun 2005 pasal 20 disebutkan bahwa dalam menjalankan tugas keprofesionalan, seorang guru wajib mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Artinya, seorang guru berkewajiban meng-upgrade kemampuan dan kapasitasnya sebagai seorang guru yang professional. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satu kompetensi yang harus terus dikembangkan oleh para guru adalah kemampuan literasi informasi (information literacy). Literasi informasi atau yang lebih tepat dimaknai dengan keberinformasian didefinisikan oleh UNESCO, sebagaimana dalam Sudarsono (2009) bahwa keberinformasian mengarahkan pengetahuan akan kesadaran dan kebutuhan informasi seseorang, dan kemampuan untuk mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, mengorganisasi, dan secara efektif menciptakan, menggunakan, mengomunikasikan informasi untuk mencari solusi atas
masalah yang dihadapi; juga merupakan persyaratan untuk berpartisipasi dalam masyarakat informasi, dan merupakan hak asasi manusian untuk belajar sepanjang hayat. Lebih lanjut, dengan berbekal keberinformasian, seorang guru akan menjadi seorang yang berinformasi (information literate). Seorang guru yang literate (berinformasi) akan mampu menjawab beragam persoalan yang dihadapi oleh guru, baik dalam proses belajar mengajar ataupun di luar sekolah dan masyarakat. Lebih dari itu, seorang guru bisa menggenggam dunia melalui informasi. Dengan demikian, perbaikan kondisi sebuah negara sebenarnya bergantung pada sejauh mana kualitas dan keprofesionalan seorang guru. Semoga dengan berbekal guru yang hebat, Indonesia mampu menjadi negara yang benar-benar hebat di mata dunia. Semoga!=
Dalam agenda pemerintahan baru, perbaikan sistem atau pun tata kelola pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat mendesak untuk segera dilaksanakan.
Menerima tulisan dalam bentuk opini (5500 karakter), Cerpen (5500 karakter), Resensi Buku (4000 karakter), dan Puisi (1500 karakter). Tulisan disertai pas foto dan data diri dikirim ke email opini.koranmadura@ gmail.com. Apabila terhitung dua minggu dari tanggal pengiriman tulisan belum dimuat, maka penulis berhak untuk menarik kembali tulisannya.
KORAN MADURA
PEMIMPIN REDAKSI: Zeinul Ubbadi (Plt) REDAKTUR AHLI: M. Husein, G. Mujtaba REDAKTUR PELAKSANA: Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari SEKRETARIS REDAKSI: Benazir Nafilah ADMIN: Indriani Y Mariska PENATA LETAK/DESAIN GRAFIS: Ach. Sunandar, Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Khoiril Anwar, FOTOGRAFER: Mahardika Surya Abriyanto (Non Aktif) BIRO SUMENEP: Syamsuni (Kepala), Junaidi BIRO PAMEKASAN: A. Fauzi M (Kepala), Ali Syahroni BIRO SAMPANG: Miftahul Ulum (Kepala), Mohammad Muhlis BIRO BANGKALAN: Moh. Ridwan (Kepala), Doni Heriyanto BIRO SURABAYA: Joeli Hidayati, Agus Setiawan BIRO PROBOLINGGO: M. Hisbullah H (Kepala), Mahfud Hidayatullah BIRO JAKARTA: Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy KONTRIBUTOR: FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia) PENERBIT: PT. Koran Madura KOMISARIS: Rasul Djunaidi DIREKTUR UTAMA: Fety Fathiyah (Plt) MANAJER PEMASARAN: Abd. Rahman (Plt) ACCOUNTING EKSEKUTIF: Mohammad Muslim (Pamekasan) ALAMAT REDAKSI: Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, e-mail: koranmadura@ymail.com, koranmadura@gmail.com, opini.koranmadura@gmail.com, http://www.koranmadura.com/ REKENING: BRI 009501000029560, NPWP: 316503077608000 CALL CENTER: Telepon/Fax (0328) 6770024, HARGA ECERAN RP 3.500, LANGGANAN RP 70.000.
WARTAWAN KORAN MADURA DIBEKALI ID CARD (KARTU PENGENAL) DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN BERUPA APAPUN DARI NARASUMBER
KORAN PROBOLINGGO KORAN MADURA 8MADURA Lintas Jatim
SENIN 3 NOVEMBER 2014 No. 0476 | TAHUN III
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
8
ant/rudi mulya
BAHAYA ENDAPAN MATERIAL VULKANIK LETUSAN KELUD. Dua orang anak melihat kondisi endapan material vulkanik hasil erupsi Gunung Kelud pada 13 Februari 2014 lalu di aliran jalur lahar di kawasan Desa Sugih Waras, Kecamatan Ngancar, Kediri, Jawa timur, Minggu (2/11). Menurut Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), endapan material vulkanik hasil erupsi Gunung Kelud tersebut masih mengancam warga yang tinggal di kawasan lereng Gunung Kelud yang berbatasan langsung dengan aliran jalur lahar terutama pada musim penghujan nanti.
KEDIRI - Wakil Bupati Kediri Masykuri menyebut erupsi Gunung Kelud (1.731 meter di atas permukaan laut/mdpl) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dapat menjadi media pembelajaran pendidikan yang sangat bermanfaat. "Erupsi bisa dijadikan sebagai pelajaran bagi anak-anak, tentang kawah yang semula berubah menjadi anak gunung dan sekarang kembali terisi air," katanya saat dikonfirmasi terkait dengan perubahan bentuk Gunung Kelud di Kediri, Minggu (2/11). Ia mengatakan bahwa saat ini kawah itu memang berubah menjadi bentuk sebelumnya. Pada erupsi 2007, kawah yang semula berisi air berubah menjadi gunung. Lapisan material terangkat ke atas, sehingga membentuk gunung. Gunung Kelud juga telah
Wabup: Erupsi Kelud Jadi Pembelajaran Pendidikan erupsi, mengeluarkan material berupa batu, pasir, dan debu vulkanik pada Februari 2014. Ia berharap adanya fenomena itu bisa dijadikan sebagai pembelajaran tentang gunung berapi. Masyarakat, terutama anak-anak bisa lebih belajar tentang gunung dan bisa memahami karakteristiknya. Terkait dengan Gunung Kelud serta evakuasi bencana alam, ia mengatakan sudah meminta seluruh guru untuk menyelipkan materi itu saat kegiatan belajar mengajar. "Pada anak-anak perlu diajarkan terkait dengan sejarah, karakteristik, serta erupsi, serta mengantisipasi bencana. Mere-
Erupsi bisa dijadikan sebagai pelajaran bagi anakanak, tentang kawah yang semula berubah menjadi anak gunung dan sekarang kembali terisi air,�
Masykuri
Wakil Bupati Kediri ka diharapkan, bisa memahami, serta bisa langsung bertindak jika gunung erupsi," ujarnya. Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana
Geologi (PVMBG) Bandung Hendrasto menegaskan perlunya mitigasi terkait dengan bencana alam, terutama korban jiwa. Ia berharap, agar masyarakat bisa memahami dan menghindar jika terjadi bencana alam. "Letusan gunung itu fenomena alam dan kami selalu baca sinyal gunung. Kesiapsiagaan masyarakat itu sendiri sangat kami harapkan," katanya. Walaupun saat ini status Gunung Kelud sudah berubah menjadi Aktif Normal, Hendrasto berharap pengunjung hati-hati, terutama jika mendekati areal kawah. Di lokasi itu, pasir masih menutupi lokasi kawah, dan licin. Dikhawatirkan, jika tidak
hati-hati, bisa tergelincir dan jatuh. Gunung Kelud di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, erupsi pada Februari 2014 dan mengeluarkan material vulkanik berupa batu, pasir, dan debu. Material erupsi itu menimpa tiga daerah terdampak langsung, seperti Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang. Namun, untuk material debu sampai di seluruh Pulau Jawa. Akibat dari erupsi itu, ribuan rumah warga rusak dengan tingkat kerusakan beragam. Selain itu, puluhan ribu hektare lahan pertanian serta infrastruktur jalan ataupun jembatan juga banyak yang rusak. = ANT/DESTYAN HENDRI SUJARWOKO/DIK
Lintas Jatim MALANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Jawa Timur, mendesak pemkot setempat segera menaikkan tarif air bawah tanah agar penggunaannya bisa diminimalkan. Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Abdul Hakim mengakui adanya kekhawatiran penggunaan air bawah tanah (ABT) di daerah itu akan meningkat tajam setelah adanya kenaikan tarif air PDAM per 1 November 2014. "Agar penggunaan ABT tidak meningkat tajam, terutama untuk industri, perhotelan, pertokoan modern dan restoran, tarif dan pajak ABT ini harus segera dinaikkan dan Dispenda harus mencari alternatif secepatnya, termasuk pembatasan penggunaan ABT," tegas Abdul Hakim, Minggu (2/11). Saat ini, katanya, tarif peng-
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
Pemkot Didesak Naikkan Tarif ABT gunaan ABT dan pajaknya jauh lebih murah dibandingkan tarif air PDAM. Kalau tarifnya tetap lebih murah, warga dan pengusaha akan beralih ke ABT dan meninggalkan PDAM. Politisi PDI Perjuangan itu tidak mempermasalahkan bila jumlah pengguna ABT dari kalangan rumah tangga yang melonjak karena mereka hanya menggunakan air seperlunya dan sesuai kebutuhan saja, tapi jika yang meningkat justru pengguna dari pengusaha, baik perhotelan, industri maupun restoran, pasti akan sangat besar. Oleh karena itu, lanjutnya, penggunaan ABT oleh pengusaha harus dibatasi dengan menerbit-
POTENSI PAD
kan aturan hukum, apakah berupa Peraturan Wali Kota (Perwali) atau Peraturan daerah (Perda), sebab kalau tidak diatur secara ketat, pasti dalam waktu dekat ini cadangan ABT di Kota Malang akan habis, bahkan daratan Kota Malang pun bisa ambles. Saat ini, jumlah wajib pajak air bawah tanah di Kota Malang berjumlah 455 wajib pajak yang terdiri atas penyedia jasa seperti hotel, guest house, mal, dan juga rumah tangga yang menggunakan air untuk keperluan tersier seperti kolam renang. Kenaikan pajak dan tarif ABT itu nanti diharapkan bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak mengikuti
target pendapatan yang selalu naik. Dari target Rp 250 miliar pada 2013 naik menjadi Rp 260 miliar tahun ini. Selama ini pajak dari pengambilan ABT yang sebagian besar dilakukan oleh industri dan perhotelan itu sangat kecil. Tahun ini ditargetkan hanya sebesar Rp 641 juta dan sudah terealisasi sebesar Rp 468 juta. Minimnya penghasilan atau PAD dari sektor pajak ABT tersebut karena kecilnya tarif pajak yang dipatok, yakni 20 persen dari pemakaian air dikalikan tarif yang berlaku. Besaran pajak tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Yahun 2010 tentang
9
pajak daerah, penetapan pajak ABT berdasarkan penghasilan. Sebelumnya Kepala Dispenda Kota Malang Ade Herawanto, mengatakan besaran persentase kenaikan pajak ABT belum ada kepastian, apalagi penetapan, sebab saat ini Dispenda masih melakukan penghitungan besarannya sesuai kondisi di lapangan. Selain untuk menambah PAD dari sektor pajak ABT, katanya, kenaikan pajak tersebut juga untuk menjaga konservasi alam. Dengan adanya kenaikan pajak ABT itu diharapkan pengusaha tidak seenaknya menggunakan sumber air. "Kami juga khawatir kalau tidak ada kenaikan pajak ABT, semakin banyak pengusaha yang menggunakan ABT daripada menjadi pelanggan PDAM. Kalau pajak ABT lebih mahal, pasti akan banyak yang memilih menjadi pelanggan PDAM dan sumber air bisa terselamatkan," tegasnya. = ANT/ENDANG SUKARELAWATI/DIK
TUNJANGAN PROFESI
Pajak Rumah Kos Digenjot DPRD Surabaya Tak Sependapat TULUNGAGUNG - Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terus berupaya menggenjot pemasukan dari sektor pajak rumah kos, dari sebelumnya hanya dipatok Rp 4,5 juta menjadi Rp 126 juta pada kurun 2014. "Pendapatan dari sektor pajak rumah kos terus kami genjot. Hingga triwulan ketiga 2014 ini total pajak yang terserap telah mencapai Rp 126 juta," ungkap Kabid Pendataan dan Penetapan Dispenda Tulungagung, Sugiono, Minggu (2/11). Kendati potensi pendapatan asli daerah (PAD besar), diperkirakan masih banyak pemilik rumah kos yang belum memenuhi kewajiban membayar pajak sebesar lima persen seperti ketentuan dalam perda. Hal ini dibuktikan dengan adanya sejumlah rumah kos yang mengaku keberatan dengan aturan tersebut, sehingga tidak kunjung mendaftarkan diri sebagai peserta wajib pajak. "Jumlah kamar yang dimiliki kan kurang dari sepuluh jadi tidak kena pajak. Selain itu, biaya pajak sekitar lima persen itu memberatkan, sebab belum tentu semua kamar terisi," kata salah seorang pemilik rumah kos di daerah Kedungwaru. Namun alasan yang digunakan sejumlah pemilik rumah kos tersebut dibantah oleh pihak dispenda.
Menurut Sugiono, pajak lima persen yang diberlakukan jauh di bawah pajak hotel dan penginapan yang dipatok sebesar 10 persen. "Itupun yang wajib dibayar pajaknya hanya kamar yang dihuni penyewa. Kamar yang masih kosong tentu tidak dihitung," jelasnya menanggapi. Terkait ketentuan jumlah kamar, Sugiono membenarkan hanya rumah kos yang memiliki jumlah kamar 10 atau lebih yang masuk kategori wajib pajak. Permasalahannya, lanjut dia, ada beberapa pengusaha memiliki lebih dari satu rumah kos dan lokasinya terkadang berbeda. "Hal yang semacam itu tetap dikenakan pajak karena jumlah kamarnya sudah lebih dari 10 unit," ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Kabid Informasi, Pengaduan dan Data Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan, saat ini ada sekitar 300 rumah kos yang berdiri dan beroperasi di daerahnya. Jumlah itu menurut Galih, meningkat drastis dari tahun sebelumnya yang hanya 100-an rumah kos. Daerah yang memiliki hunian rumah kos cukup padat tersebar di Kecamatan Tulungagung dan Kedungwaru, sebab di dua lokasi itu banyak berdiri perkantoran serta universitas. = ANT/DESTYAN HANDRI SUJARWOKO/DIK
Sanksi TPP Guru
SURABAYA - DPRD Kota Surabaya tidak sependapat rencana Pemerintah Kota mengeluarkan kebijakan baru berupa sanksi bagi guru yang tidak masuk kerja selama tiga hari dalam waktu satu bulan dengan tidak mencairkan Tunjangan Profesi Pendidik (TPP). "Sampai saat ini anggota legislatif tidak pernah mendengar bahwa ada peraturan seperti itu," kata anggota Komisi D DPRD Surabaya Baktiono di Surabaya, Minggu (2/11). Namun, lanjut dia, jika memang peraturan tersebut dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), maka pihaknya akan mendukungnya. sebab guru pendidik juga harus mampu bersikap disiplin untuk mengajar. "Tapi kalau itu tidak ada aturan dari pemerintah pusat, ya dinas pendidikan (dispendik) Surabaya jangan membuat aturan sendiri. Karena Tunjangan Profesi Pendidik ini dikeluarkan oleh pemerintah pusat, berarti secara otomatis peraturan juga harus mengacu kepada pemerintah pusat," katanya. Baktiono menuturkan jika Dispendik Surabaya memang nantinya akan mengeluarkan peraturan seperti itu, sanksinya tidak harus yang berkaitan den-
Baktiono
Anggota Komisi D DPRD Surabaya gan TPP, mungkin bisa digantikan dengan sanksi yang lain selain menyinggung TPP. Menurut dia, tunjangan profesi itu adalah hak bagi guru untuk memperolehnya, supaya kinerja guru di Surabaya semakin meningkat. "Tidak perlu memberikan sanksi yang menyangkut TPP. Kan bisa sanksi yang lain jika terbukti guru tersebut tidak masuk. Juga kalau memang guru itu ada hal yang penting ya harus diizinkan kalau tidak masuk, misalnya dalam perjalanan mengajar guru itu mengalami kecelakaaan ya harus ditoleransi," katanya. Ia menegaskan jika memang aturan ini akan diberlakukan
oleh Dispendik Surabaya, maka hal itu tidak bisa dilakukan secara sepihak. Artinya harus melalui kesepakatan bersama dengan cara mengusulkan ke kemendikbud terlebih dahulu, setelah itu baru membuat keputusan. "Jangan langsung menahan tunjangan profesi pendidik, karena anggaranya kan dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), maka sanksi yang diberikan harus berdasarkan kesepakatan bersama jangan membuat sanksi sepihak, harus secara menyeluruh. Jika perlu harus membuat perdanya terlebih dahulu, baru dilaksanakan," katanya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, M Ikhsan, enggan berkomentar. "Maaf, saya ada keperluan," katanya, saat akan diwawancarai sejumlah wartawan di DPRD Surabaya terkait hal itu. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 tentang guru sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengatur guru wajib hadir di sekolah minimal 37,5 jam seminggu atau sekitar enam jam sehari, baik ada atau tidak ada jam mengajar, misalnya hari libur. Aturan itu berarti bila guru datang pukul 08.00 WIB, maka dia harus pulang jam 15.30 WIB. = ANT/ABDUL HAKIM/DIK
10
Lintas Jatim
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
SUNGAI BRANTAS
Perahu Penyeberangan Terganggu Air Susut
ant/m risyal hidayat
LAHAN PENGOLAHAN SAMPAH. Seorang pemulung memilah sampah yang masih bernilai jual di gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Benowo, Surabaya, Jatim, beberapa waktu lalu.
Volume Sampah Capai 1.400 Ton/Hari SURABAYA - Volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Kota Surabaya pada tahun 2014 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 1.100 ton, kini menjadi 1.400 ton setiap harinya. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya Khalid Bukari mengatakan peningkatan volume sampah ini tidak bisa dilepaskan dari banyaknya jumlah tempat usaha terutama hotel dan restoran. "Kedua tempat tersebut, banyak menghasilkan sampah, terutama sampah dapur," katanya. Menurut dia, kondisi ini ditambah dengan meningkatnya jumlah warga Kota Surabaya dan juga banyaknya wisatawan. Ini tidak lain karena Surabaya menawarkan berbagai kemudahan dan menjadi destinasi tujuan wisata. Sebenarnya, lanjut dia, produksi sampah di Surabaya bisa menembus angka hingga 1.800 ton per hari. Namun sampah tersebut tidak semuanya dibuang ke TPA, namun diolah sehingga jumlah sampah bisa dikurangi hingga 400 ton per hari. Selain adanya rumah kompos, turunnya jumlah sampah dis-
Tidak itu saja, pemilik usaha restoran dan hotel tidak boleh membuang sampahnya dengan menggunakan truk sampah milik pemkot ke TPA. Mereka harus membuang sendiri dengan menggunakan kendaraannya,�
Khalid Bukari
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya ebabkan makin sadarnya warga Kota Pahlawan yang makin peduli dengan lingkungan. Di sisi lain, Pemkot Surabaya akan memberlakukan perda pengolahan sampah pada 2015 dimana setiap usaha seperti restoran dan hotel tidak boleh membuang sampah ke TPA secara langsung. "Namun sampah yang dihasil-
kan itu harus diolah dulu. Setelah sampah yang tersisa dan tak bisa diolah itu baru bisa dibuang ke TPA Benowo," katanya. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan volume sampah yang semakin meninggi. Dengan diolahnya sampah oleh mereka, tentu bisa memberi nilai tambah karena hasil olahan sampah bisa dimanfaatkan untuk kompos. "Tidak itu saja, pemilik usaha restoran dan hotel tidak boleh membuang sampahnya dengan menggunakan truk sampah milik pemkot ke TPA. Mereka harus membuang sendiri dengan menggunakan kendaraannya," tegasnya. Tingginya volume sampah di Surabaya, kata dia, pihaknya pada 2015, dinas yang mengurusi sampah ini akan menambah delapan unit truk pengangkut sampah jenis kompaktor. "Volume sampah sekarang ini memang bertambah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tentu saja, kami kewalahan jika mengandalkan truk sampah yang ada ini. Makanya kami mengajukan pembelian delapan unit truk baru," katanya. = ANT/ABDUL HAKIM/DIK
TULUNGAGUNG - Sejumlah perahu penyeberangan di sepanjang aliran Sungai Brantas yang melintasi batas wilayah Tulungagung-Blitar tidak bisa beroperasi secara normal akibat penyusutan debit air yang menyebabkan lambung rakit kandas sebelum mencapai tepian sungai. Pantauan di Tulungagung, Jawa Timur menunjukkan sejumlah perahu penyeberangan beberapa hari terakhir terpaksa menghentikan aktivitas karena kondisi air sungai yang dangkal. Beberapa pemilik perahu penyeberangan berusaha melakukan pengerukan dasar sungai bekerja sama dengan pengusaha alat berat, namun tidak menentunya debit air Sungai Brantas menyebabkan pendangkalan terus terjadi dan perahu sulit bergerak leluasa. "Pihak Jasa Tirta sepertinya mengontrol ketat aliran air Sungai Brantas pada sejumlah titik bendung, sehingga menyebabkan debit air di sini turun drastis," tutur Yadi, salah seorang tukang rakit di wilayah Ngantru, Tulungagung. Saat debit air naik, lanjut dia, rakit penyeberangan mereka bisa dijalankan. Namun, menurut Yuni, perakit lain, pembukaan pintu air oleh perum Jasa Tirta biasanya hanya berlangsung beberapa jam, setelah itu debit air kembali susut. "Bisa cepat, bisa kadang seharian tidak cukup air untuk melakukan aktivitas penyeberangan. Makanya saya datangkan alat keruk (bego) untuk memperdalam sungai di sini," katanya. Pengemudi alat berat,
Siswanto menuturkan sejak kemarau melanda dirinya sudah melakukan pengerukan dasar sungai di tiga lokasi penyeberangan. "Ini baru pindah ke sini, sebelumnya di penyeberangan sebelah timur itu" ucap Siswanto sembari menunjuk penyeberangan yang letaknya di timur tempat dia berada. Jika kemarau terus berlangsung hingga sebulan ke depan, kata Siswanto, dia prediksi semua tempat penyeberangan yang menghubungkan beberapa wilayah Kabupaten Tulungagung dan Blitar akan tutup total. "Yang paling merasakan dampaknya tentu masyarakat pengguna sarana penyeberangan ini, karena untuk bisa sampai ke daerah tetangganya yang ada di seberang sungai harus berputar melalui jalur timur di Kecamatan Kademangan di Kabupaten Blitar atau jalur barat di Kecamatan Ngantru, Tulungagung," timpal Yuni. Yuni mengatakan, di satu tempat penyeberangan biasanya dikeruk hingga rakit bisa normal. "Di keruknya hingga radius 300 meter, butuh waktunya sekitar lima hari per penyeberangan" ujarnya. Tidak ada penjelasan mengenai izin pengerukan yang dilakukan sejumlah alat berat tersebut. Pantauan Antara, material pasir dan koral hasil kerukan diangkut menggunakan berpuluh dump truk ke sejumlah titik lokasi penimbunan untuk kemudian diperjualbelikan secara komersil. = ANT/DESTYAN HS/DIK
Lintas Jatim
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
11
ant/rudi mulya
PASIEN SUSPECT EBOLA. Seorang pasien suspect Virus Ebola dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (1/11). RSUD Kabupaten Kediri menerima pasien pria yang baru pulang bekerja dari Negara Liberia yang mengalami gejala seperti terinfeksi virus Ebola, dan saat ini tim dokter masih menunggu hasil laboratorium dari Dinas Kesehatan Jawa Timur untuk memastikan apakah pasien ini terserang virus Ebola.
Suhu Badan Pasien Ebola Turun KEDIRI - Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menyatakan suhu badan GN (45) warga kabupaten setempat yang mengeluh sakit setelah pulang dari Liberia dan diduga terjangkit Ebola, kondisinya sudah lebih baik dan suhu badannya mulai turun. "Suhu badannya saat ini 36,5 derajat Celsius, tinggal nyeri saat menelan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Adi Laksono dikonfirmasi terkait dengan kondisi pasien yang diduga terjangkit penyakit Ebola, Minggu (2/11). Pihaknya mengatakan kondisi suhu tubuh pada pasien itu relatif turun daripada saat dibawa ke rumah sakit. Suhu tubuh pasien pernah mencapai 37,3 derajat Celsius, bahkan pernah di angka 38,6 derajat Celsius. Adi juga meminta agar pasien tidak dijenguk terlebih dahulu.
Hal itu demi mencegah penularan penyakit, serta mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Terlebih lagi, saat ini masih belum diketahui hasil uji laboratorium pada pasien. Adi menyebut bahwa hasil uji laboratorium itu akan keluar satu pekan setelah ia di tes. Pasien diperiksa secara menyeluruh, seperti tes darah, tes malaria, dan sejumlah tes lainnya. Namun, ia mengatakan, untuk awal, diketahui tes malaria negatif. Hal itu berbeda dengan hasil tes pada pasien yang juga mendapatkan perawatan serius di Madiun, yang diketahui positif malaria. "Ini malaria negatif, demam berdarah juga negatif. Tapi, kami masih tunggu hasil uji laboratoriumnya kurang lebih satu pekan. Jika negatif, boleh pulang," ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa standar untuk untuk perawatan pada pasien yang sampai saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pelem, Pare, Kabupaten Kediri, juga lebih ketat. Ia meminta seluruh
perawat yang merawat pasien memerhatikan perangkat untuk merawat. Bahkan, ia juga meminta pasien tidak dijenguk terlebih dahulu, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan, ia juga meminta agar keluarga bersabar, sampai hasil uji laboratorium keluar. Untuk standar pengawasan, ia menyebut kan, idealnya sampai 21 hari setelah ia dirawat. Ia dianjurkan untuk tidak boleh pulang terlebih dahulu, sampai diketahui sakit yang menimpa pasien. "Kami pantau minimal 21 hari, paling tidak mulai kedatangan," ujar Adi. Pihaknya juga mengatakan akan terus melakukan pengawasan pada keluarga GN, dengan melakukan pemeriksaan. Diketahui, terdapat sejumlah keluarga yang sakit. Mereka diperiksa di puskesmas setempat. Rata-rata, mereka mengeluhkan batuk serta flu. Walaupun belum sampai ada keluarga yang dirujuk, setelah mengaku mengeluh sakit, sejak GN pulang ke rumah, dinas kes-
ehatan masih terus memantau kondisi kesehatan mereka. Hal itu untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, termasuk tertular sakit GN. GN adalah salah satu dari 28 buruh migran yang kembali dari Liberia pada Minggu (26/10). Ia dirawat di rumah sakit setelah mengaku mengeluhkan sakit dengan gejala demam, nyeri saat menelan, nyeri sendi, dan batuk. Ia sempat dirawat di puskesmas setempat lalu dirujuk ke rumah sakit setelah demamnya tidak kunjung turun. Ia diduga terjangkit penyakit Ebola, mengingat gejala ia sakit mirip dengan gejala penyakit Ebola. Terlebih lagi, ia baru pulang dari Liberia, salah satu negara endemik Ebola. Namun, sampai saat ini dinas kesehatan masih melakukan uji laboratorium sakitnya. Serangan virus ebola sampai saat ini terus meluas. WHO menyebut, kematian akibat penyebaran virus ebola di Afrika Barat diketahui telah mencapai 3.000 orang, dimana diperkirakan, lebih dari 6.500 orang sudah terinfeksi virus di wilayah terse-
but. Dari serangan tersebut, Liberia diketahui sebagai negara yang terkena dampak terburuk, dengan korban tewas mencapau 1.830 orang. Virus ebola diketahui cukup cepat penyebarannya. Penyakit ini diketahui muncul dari hutan terpencil di daerah Guinea, dan mulai menyebar ke Liberia, Sierra Leone dan Nigeria. Virus Ebola ini dicurigai berasal dari kelelawar hutan dan bisa ditularkan ke manusia dengan menyentuh korban atau melalui cairan dalam tubuh, seperti air liur dan darah. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1976 di daerah yang saat ini kita kenal dengan nama Republik Demokratis Kongo. Sampai saat ini diketahui belum ada vaksin atau obat untuk Ebola ini. Gejala penyakit ini menyerupai flu dengan rasa sakit baik dari dalam dan luar organ tubuh. Penyakit ini diketahui dengan gejala demam yang disertai dengan pendarahan yang bisa memicu gagal ginjal dan hati dengan tingkat kematian hingga 90 persen. = ANT/DESTYAN HENDRI SUJARWOKO/DIK
Lintas Jatim
KORAN MADURA PROBOLINGGO 12KORAN
Probolinggo
SENIN 3 NOVEMBER 2014 No. 0476 | TAHUN III
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
MADURA
12
Khawatir Sepi Pembeli
Pedagang Enggan Pindah Kelantai Dua
SUMRINGAH. Musim kemarau sangat mendukung terhadap petani garam, dan hasil produksi garamnya mengalami peningkatan.
Hasil Produksi Garam Petani Meningkat
PROBOLINGGO - Pembangunan pasar semampir di wilayah Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo menjadi lantai dua resmi dilakukan. Namun untuk menempati bedak yang ada di lantai dua nampaknya pedagang sulit terwujud karena khawatir sepi pembeli. Menurut salah satu pedagang Rosida (45) mengatakan, memang pembangunan bedak pasar yang awalnya hanya satu lantai menjadi dua lantai sudah resmi dilaksanakan. Namun untuk menempati bedak atas pedagang banyak yang enggan melaksanakannya.“Kalau diatas, bedak saya kuatir tidak begitu laku,” jelasnya kepada wartawan, Minggu (2/11). Dia mengatakan, los pasar yang ada di lantai dua yang direncanakan pemerintah memang untuk para pedagang sayuran. Untuk posisi dilantai itu, dinilai kurang tepat untuk pedagang.“Nanti kalau pindah pembelinya enggan untuk naik,” terang Rosida. Menyikapi hal itu, Kasi Pasar Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Probolinggo, Taufik mengatakan, pembangunan pasar semampir sudah selesai pembangunannya. Rencana merelokasi para pedagang
untuk menempati lantai atas masih kebanyakan yang belum memahaminya. “Mereka hanya takut tidak laku saja kalau disuruh pindah,” ucapnya. Menurutnya, masalah pembeli untuk datang kepedagang itu sebenarnya mudah. Yang penting pedagang kompak untuk memajukan pasar.“Biasanya kalau sudah menjadi pembeli yang berlangganan itu pasti akan mencarinya, meski lokasi dimana pun,” ungkap Tuafik. Taufik menambahkan, pasar semampir memang di desain khusus untuk dijadikan pasar semi modern. Agar pedagang tradisonal mampu bersaing dengan pasar modern seperti toko waralaba yang terus berkembang.“Terutama ciptakan pasar bersih dan indah dan upaya pedagang untuk memeliharanya,” katanya. Melihat situasi tersebut, pihak pemkab akan terus melakukan upaya pemahaman kepada para pedagang. Tujuannya, agar mereka paham tentang maskud dan tujuan pemkab untuk memajukan pasar.“Masalah pedagang untuk menempati lantai dua akan segera terselesaikan. Bahkan pedagangpun segera memahaminya,” tegas Taufik. =Mahfud Hidayatullah
Harga Mencapai Rp300-400 per Kilogram PROBOLINGGO - Sepanjang musim garam tahun ini, petani garam di wilayah Kabupaten Probolinggo tergolong senang. Karena hasil produksi garamnya mengalami peningkatan. Meski harga jualnya cenderung sama dibandingkan tahun kemarin. Untuk Wilayah yang penghasil garam di Kabupaten Probolingo yakni terletak di Kecamatan Gending, Pajarakan Kraksaan dan Paiton. Salah satu petani garam asal Desa Pajurangan Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo. Arif (35) mengatakan, memang tahun musim kemarau sangat mendukung terhadap petani garam.“Sembilan puluh persen proses terbentuknya garam dari terik matahari,” jelasnya kepada wartawan, Minggu (2/11). Menurutnya, tingkat produksi garam petani memang tergolong besar dibandingkan dengan ta-
hun kemarin. Untuk tahun kemarin petani hanya bisa memanen garamnya dalam jangka 12 kali salam musim garam.“Musim garam tahun ini, petani bisa menghasilkan garam sampai 15 kali panen, akibat cuaca kemarau yang mendukung,” terang Arif. Arif menambahkan, untuk melakukan proses terbentuknya garam petani harus menunggu dalam beberapa minggu dengan dibantu terik matahari yang maksimal. Sehingga garam yang dihasilkan akan maksimal.“Sekarang suhu panas sangat tinggi bisa mencapai 35 derajat celscius dikala siang hari,”
ujarnya. Sementara itu petani garam lainnya, Zainul (29) mengatakan, kalau petani garam untuk saat ini memang tergolong baik karena hasilnya bisa melimpah. Untuk harga garam petani harganya mencapai Rp 300 - 400 perkilogramnya. “Harganya memang tidak begitu jauh dengan tahun sebelumnya,” jelasnya. Dia juga menjelaskan, dalam satu petak tambak garam ratarata petani bisa menghasilkan garam krasak sebanyak 3 ton. Sehingga petani dalam satu petaknya bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp 900 ribu sampai Rp. 1,2 juta setiap kali panen. “Petani bisa melakukan panen garam dengan waktu yang begitu lama dengan di dukung cuaca. Kalau cuacanya masih kemarau, petani akan terus bertani garam,” tutur Zainul. =Mahfud Hidayatullah
KHAWATIR. Untuk menempati bedak yang ada di lantai dua nampaknya pedagang sulit terwujud karena sepi pembeli
Probolinggo
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476| TAHUN III
13
26.911 Warga Kota Belum Bere-KTP Terbanyak Kecamatan Kanigaran 13.108 Warga PROBOLINGGO - Program E KTP di sejumlah daerah masih terbengkalai. Hingga saat ini, masih ada ribuan warga Kota Probolinggo belum terekam dalam KTP elektronik atau E-KTP. Tercatat perbulan April 2014, ada 26.911 warga kota Bayuangga ini tak bisa terakses secara online atau elektronik karena masih ber-KTP lama. Warga kota itu resah karena masa berlaku KTP lama berakhir tahun ini. Sementara belum ada kepastian kapan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kota Probolinggo membagikan E-KTP kepada ribuan warga yang tercecer itu. Data di Dispenduk Capil disebutkan bahwa rekapitulasi e KTP per 10 April 2014 sebanyak 156.696 orang yang melakukan perekaman atau 90,71 persen, dan 16.047 orang yang belum melakukan perekaman atau 9,29 persen. Sedangkan perekeman e KTP yang sudah jadi sebanyak 129.785 atau 82,83 persen, dan e KTP yang belum jadi sebanyak 26.911 atau 17,17 persen. “Berdasarkan sumberdata Dispendukcapil Kota Probolinggo, ada sekitar 26.911 atau 17,17 persen warga yang belum mempunyai E- KTP, dari target pusat sebanyak 172.743. Kami belum tahu apa kendala yang buat pengirimannya sampai sekarang tidak berjalan,” ungkap Bajong Basori, Sekretaris Forum Komunikasi Masyarakat Kota Probolinggo (FKM-Pro) kepada wartawan, Minggu (2/10). Bajong Basori menjelaskan, warga Kota Probolinggo yang sudah wajib ber-KTP ada sebanyak 172.776 jiwa dari 220.219 ribu penduduk Kota Probolinggo. Sedangkan, warga yang telah melakukan perekaman sebanyak 156.696 atau 90,71 persen. “Kalau data perbulan April 2014 dari Dispendukcapil sekarang ada 26.911 orang e-KTP yang belum jadi. Mereka hanya memiliki KTP lama yang belum terdata. Itu pun sekarang masih terus kami dorong agar melakukan perekaman,” jelasnya. Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi LPM Kota Probolinggo, Agus Rahman, mengatakan persoalan banyaknya keluhan warga yang merasa sudah merekam selalu menyalahkan Dispendukcapil. Pernyataan pedas dari masyarakat saat melihat pelayanan e-KTP di kelurahan dan kecamatan hingga Disdukcapil sendiri. “Mereka malah mengatakan, apa kerja dinas hingga tak dice-
tak, padahal mereka tak tahu soal kebijakan. Kami pun hanya bisa melakukan desakan ke Dispendukcapil pusat,” paparnya. Karena itu pula, dia berharap, pemerintah tidak inkonsisten dalam mengambil kebijakan. Sebab, pihak pusat sendiri menyatakan awal Nopember 2014 nanti percetakan akan diserahkan ke kabupaten/kota masing-masing. Sebenarnya, kata dia, pihak pusat tidak harus bersusah payah dengan mengeluarkan kebijakan segala. “Saya berharap warga Kota Probolinggo bersabar, karena tidak adanya e-KTP tidak mengganggu pelayanan pemerintahan. Kecuali, pemerintah pusat menepati janjinya bahwa Januari
2015 harus pakai e-KTP semua. Sumberdata Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Probolinggo, tentang rekapitulasi E-KTP sampai dengan 10 April 2014 target dari pusat sebanyak 172.743, diantaranya di wilayah lima kecamatan. Yakni kecamatan Kademangan 28.110, Wonoasih 23.680, Mayangan 50.383, Kanigaran 45.633, dan kecamatan Kedopok 24.937. Sedangkan warga yang melakukan perekaman sebanyak 156.696 atau 90,71 persen, yang terbagi di wilayah lima kecamatan. Yakni Kecamatan Kademangan 27.582 atau 98,12 persen, Kecamatan Wonoasih 22.942 atau 96,88 persen, Kecamatan Mayangan 44.216 atau 87,76 persen, Kecamatan Kanigaran 39.536 atau 86,64 persen, dan Kecamatan Kedopok 22.420 atau 89,91 persen. Selanjutnya, warga yang belum melakukan perekaman sebanyak 16.047 atau 9,29 persen. Yakni Kecamatan Kademangan 528 atau 1,88 persen, Kecamatan Wonoasih 738 atau 3,12 persen, Kecamatan Mayangan 6.167 atau
12,24 persen, Kecamatan Kanigaran 6.097 atau 13,36 persen, dan Kecamatan Kedopok 2.517 atau 10,09 persen. Kemudian warga yang E-KTP sudah jadi sebanyak 129.785 atau 82,83 persen. Yakni Kecamatan Kademangan 27.258 atau 98,83 persen, Kecamatan Wonoasih 10.627 atau 46,32 persen, Kecamatan Mayangan 43.378 atau 98,10 persen, Kecamatan Kanigaran 26.428 atau 86,85persen, dan Kecamatan Kedopok 22.094 atau 98,55 persen. Begitu juga E-KTP warga yang belum jadi sebanyak 26.911 atau 17,17 persen. Kecamatan Kademangan 324 atau 1,17 persen, Kecamatan Wonoasih 12.315 atau 53,68 persen, Kecamatan Mayangan 838 atau 1,90 persen, Kecamatan Kanigaran 13.108 atau 33,15 persen, dan Kecamatan Kedopok 326 atau 1,45 persen. Di lihat dari masing-masing kecamatan yang paling tertinggi warga yang E KTP belum jadi terdapat di kecamatan Kanigaran sebanyak 13.108, dan urutan kedua kecamatan Wonoasi sebanyak 12.315, ketiga kecamatan Mayan-
gan 838 , keempat kecamatan Kedopok sebanyak 326, dan terakhir kecamatan Kademangan 324. Jumlah penduduk tertinggi terdapat di kecamatan Mayangan sebanyak 59.949 dari laki-laki 29.661 dan perempuan 30.288, kedua kecamatan Kanigaran 56.121 dari laki-laki 27.888 dan perempuan 28.233, ketiga kecamatan Kademangan 39.666 dari laki-laki 19.677 dan perempuan 19.989, keempat kecamatan Wonoasih 32.692 dari laki-laki 16.294 dan perempuan 16.398, dan terakhir kecamatan Kedopok 31.791 dari laki-laki 15.877 dan perempuan 15.914. Disisi lain sepuluh kelurahan terpadat jumlah penduduk, diantaranya kelurahan Mangunharjo 19.629, kelurahan Kanigaran 18.567, kelurahan Kebonsari Kulon 15.461, kelurahan Jati 12.541, kelurahan Mayangan 10.792, kelurahan Sukabumi 10.358, kelurahan Sumbertaman 9.406, kelurahan Jrebeng Lor 8.793, kelurahan Triwung Kidul 7.813, dan terakhir kelurahan Kademangan 7.462. =M.Hisbullah Huda
14
Probolinggo
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
Ongkos Pilkades Masih Belum Gratis Calon Masih Dibebani Biaya Pendaftaran PROBOLINGGO - Kabupaten Probolinggo tahun 2015 mendatang akan melakukan pesta rakyat di tingkat desa atau dikenal Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Namun ongkos dalam pilkades nantinya belum semuanya dibebaskan alias tidak gratis. Calon yang akan bertarung dalam pilakdes tersebut, masih dibebani dengan biaya pendaftaran. Menurut Asisten Tata Praja Pemkab Probolinggo, Hady Prayitno, mengatakan, memang tahun depan pilkades akan dilangsung secara serentak.“Yang akan melaksanakan pilkades yakni kades yang sudah habis masa tugasnya,” terangnya kepada wartawan, Minggu (2/11). Menurutnya, pilakdes tahap dua ini akan lebih banyak dibandingkan dengan pilkades tahap pertama hanya sekitar 61 desa. Namun untuk tahun depan pilkades yang akan dilaksanakan merupakan sisa dari desa yang
ada di Kabupaten Probolinggo, yakni 206 desa.“Dari jumlah itu akan terbagi jadi tahap dua dan tahap tiga,” terang Hady Prayitno. Hady Prayitno menambahakan, untuk biaya pilkades tahun depan tidak semuanya ditanggung oleh pemerintah daerah. Akan tetapi biaya juga harus ditanggung oleh para calon yang akan maju.“Karena anggaran pilkades juga tergolong besar, sehingga pemkab hanya menggangarkan sebagian saja” jelasnya. Dia juga menjelaskan, kalau
biaya yang akan ditanggung pemkab. Diantaranya biaya tentang gaji panitia pilkades dan juga seperti surat suara. “Memang untuk biaya pilakdes tidak sama antara satu desa dengan desa lainnya. Tergantung dari penduduk yang akan memilihnya, dan kalau lebih banyak maka biaya lebih besar,” ucap Hady Prayitno. Sementara itu, salah satu Pejabat Sementara (PJS) Kepala Desa Kalirejo Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Nur Hidayatullah, mengaku kalau jabatan yang dijalankannya hanya tinggal beberapa bulan saja.“Kemungkinan sekitar bulan Maret -Mei tahun 2015 mendatang, pilkades sudah dilaksanakan. Jadi jabatan PJS sampai terpilihnya kades definitif,” katanya. =Mahfud Hidayatullah
SENSASI MANIS
Wisata Lereng Gunung Bromo
PROBOLINGGO – Selain pesona alamnya yang menakjubkan, Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo juga dikenal dengan lokasi Agrowisata yang menyenangkan. Salah satunya adalah kebun Strawberry, yang menyenangkan dengan ketinggian sekitar 2.000 meter diatas permukaan air laut.
Sejumlah wisatawan lokal dan asing tak mau ketinggalan, menikmati sensasi manis segar buah strawberry Gunung Bromo. Selain itu, kebun buah Strawberry juga dimanfaatkan sebagai wahana edukasi berkebun bagi anak. Lokasi agrowisata kebun strawberry terletak di Desa Jetak Kecamatan Sukapura Kabupaten Proboling-
go, dan masih berada di daerah dingin lereng gunung bromo. Para wisatawan lokal dan manca negara tak mau ketinggalan menikmati serunya memetik buah untuk merasakan sensasi manis strawberry langsung dari kebunnya. Wisatawan tampak asik memetik dan merasakan buah strawberry Gunung Bromo yang terkenal beraroma wangi hingga membuat lidah kita ingin selalu mencicipinya. Tak tanggungtanggung wisatawan asal negeri tetangga seperti Malaysia dan Jepang juga memborong habis buah strawberry di kebun seluas kurang lebih tiga hektar ini. Dwi Joko (35) wisatawan lokal Probolinggo mengakui kelebihan strawberry Gunung Bromo yang memiliki ukuran lebih besar dengan tekstur memikat, dan rasanya yang manis di padu dengan aroma strawberry yang pekat. “Selain suasana seru memetik buah strawberry langsung dari kebunnya, lokasi agrowisata tersebut dipandang cukup baik sebagai wahana edukasi untuk melatih anak-anak mencintai lingkungan kita agar tetap asri,”ujanya kepada wartawan, Minggu (2/11). =M.Hisbullah Huda
PERMAINAN TENGKULAK
Harga Ikan Anjlok PROBOLINGGO – Harga ikan dalam sepekan terakhir ini mengalami anjlok. Herannya, anjloknya harga tersebut hanya terjadi di kalangan para nelayan. Sedangkan di pasaran, harga ikan justru selangit. Seperti ikan tongkol. Di tingkat nelayan harga ikan tongkol itu sebesar Rp.10 ribu perkilogram. Sementara di pasar harga ikan tersebut mencapai Rp.13 ribu sampai Rp.14 ribu perkilogram. “Harga ikan sekarang di nelayan itu sangat murah,” ujar Sulaiha, seorang warga Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, kepada wartawan, Minggu (2/11). Menurutnya, untuk mendapatkan ikan, nelayan sangat sulit. Apalagi kini kondisi cuaca sedang tidak bersahabat sehingga nelayan enggan melaut. Anjloknya harga ikan di tingkat nelayan itu diduga karena adanya permainan dari para tengkulak. Sehingga yang menjadi korban para nelayan sendiri. “Cuaca angin di laut sekarang cukup kencang,” ungkap Sulaiha. Akibat kencangnya cuaca angin di laut itu, lanjut Sulaiha, menjadikan ikan sangat jarang. Sementara nelayan sangat takut jika menangkap ikan sampai ke tengah laut. “Biasanya kalau ikan jarang itu, harga ikan di tingkat nelayan mahal. Bukan sebaliknya,” tegasnya. Untuk mengantisipasi terjadinya permainan para tengkulak itu, para nelayan meminta agar pemerintah daerah melakukan pengawasan. Jika hal itu tidak segera dilakukan, maka
yang dirugikan adalah nelayan. “Kondisi ini jangan terus dibiarkan, karena kasihan pada nasib nelayan,” terang Sulaiha. Sementara itu, salah seorang nelayan di pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo, H.Sukarna, menjelaskan kondisi cuaca laut memang kurang bersahabat. Sejak beberapa minggu ini, angin cukup kencang.
Tak heran, jika setiap kali turun ke laut, hasil tangkapan yang diperoleh para nelayan tidak seberapa. Sementara harga ikan sangat murah. Murahnya harga tersebut, dianggap tidak sebanding dengan pengeluaran Bahan Bakar Minyak (BBM) selama melakukan penangkapan. Akibatnya, sebagian nelayan yang hendak menangkap ikan tidak berani terlalu jauh. “Kondisi angin kencang seperti ini, ikan sangat jarang,”ucapnya. Tak heran, jika setiap kali turun ke laut, hasil tangkapan yang diperoleh para nelayan tidak seberapa. Sementara harga ikan sangat murah. Murahnya harga tersebut, dianggap tidak sebanding dengan pengeluaran Bahan Bakar Minyak (BBM) selama melakukan penangkapan. =M. Hisbullah Huda
ANJLOK. Harga ikan di tingkat nelayan itu diduga karena adanya permainan dari para tengkulak.
KORAN MADURA
lahraga
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER | No. 0476 |2014 TAHUN III SENIN2014 3 NOVEMBER
No. 0476 | TAHUN III
15 15
Juventus Tinggalkan AS Roma EMPOLI - Juventus kembali menjauhi AS Roma di di puncak klasemen sementara Liga Serie A Italia setelah sukses mejungkalkan tuan rumah Empoli dua gol tanpa balas pada laga di Carlo Castellani, Minggu (2/11) dini hari WIB. Mereka unggul tiga poin dari rival terdekatnya itu yang pada laga sebelumnya takluk dari Napoli. Selama 45 menit pertama, tuan rumah Empoli sukses menahan imbang Juventus. Dua gol kemenangan Si Nyonya Tua baru datang pada babak kedua. Diawali dengan gol Andrea Pirlo dari sebuah tendangan bebas pada menit ke-61 sebelum ditutup oleh gol kaki kiri Alvaro Morata dari dalam kotak penalti sebelas menit kemudian. Sebenarnya, jawara bertahan itu bisa menang dengan jumlah gol lebih besar bila Carlos Tevez dan kawan-kawan bisa memanfaatkan semua peluang yang mereka miliki. Bayangkan, sepanjang laga itu mereka mencatat 18 kali melepas tendangan ke gawang. Bi babak pertama saja, mereka membukukan delapan kali upaya dan tujuh di antaranya tepat sasaran. Dari semua upaya yang dilakukan di babak pertama, cuma
ada dua percobaan Juventus yang tepat sasaran. Tendangan Sebastian Giovinco pada menit keenam, dan sepakan Arturo Vidal dua menit menjelang turun minum. Kalau saja dua peluang itu sukses mencetak gol, maka Juventus menang dengan skor telak. Meski menang dengan hanya dua gol, pelatih Juventus Massimiliano Allegri mengaku sangat puas. Lebih senang lagi karena Andrea Pirlo akhirnya bisa mencetak gol lagi di musim ini. “Saya sangat puas dengan penampilan di babak kedua, tapi kami terlalu terburu-buru di babak pertama dan membuat benyak sekali kekalahan,” kata Allegri. Dia melanjutkan, “Pirlo mencetak gol pertamanya musim ini, dan saya pikir juga mempunyai efek terobosan dalam sisi psikolo-
Gelandang Juventus Andrea Pirlo (tengah) merayakan gol bersama rekan setimnya pada laga Serie A antara Empoli kontra Juventus di Stadion Carlo Castellani, (2/11) dini hari WIB. gis dengan gol itu, setelah permainannya tak berada di atas yang menjadi standar biasanya. Dia bisa menjadi pembeda dalam set play dan sedang berkembang, sama halnya dengan Vidal. Sementara sebelumnya, AS Roma kalah 0-2 dari tuan rumah Napoli di San Paolo. Dua gol pasu-
kan Rafael Benitez itu dicetak oleh Gonzalo Higuan dan Jose Calejon. Pelatih AS Roma Rudi Garcia kecewa dengan hasil ini tetapi dia menerima hasil ini karena menurutnya Napoli layak menang karena Napoli bermain lebih baik. “Untuk menang di sini Anda harus menampilkan performa
yang luar biasa, tapi Anda jelas tidak bisa bermain seperti ini. Kami baru bisa mulai bermain di babak kedua, di babak pertama kami bisa tertinggal lebih dari satu gol. Napoli merupakan tim yang lebih baik dan layak untuk menang,” kata Garcia.=SKY SPORTS/ CAROL AJI
LIGA PRIMER INGGRIS
Duo London Atasi Lawan-lawannya LONDON - Dua tim dari London, Chelsea dan Arsenal samasama memetik kemenangan atas lawan-lawannya pada laga yang berlangsung terpisah Sabtu (1/11) malam WIB. Chelsea menang 2-1 atas Queens Park Rangers (QPR) di Stamford Bridge, sedangkan Arsenal menang dengan skor sangat meyakinkan 3-0 atas Burnley di Emiratas. Pada laga ini, “The Blues” tampil dominan atas QPR sejak awal laga. Hasilnya, mereka unggul pada menit ke-31 melalui gelandang serang asal Brasil Oscar. Tetapi di babak kedua permainan Chelsea sedikit mengendur dan situsi ini berhasil dimanfaatkan QPR untuk menyamakan skor lewat Juan Vargas di menit ke-61. Kemenangan Chelsea akhirnya ditentukan oleh gol penalti Eden Hazard di menit-75. Kedudukan 2-1 bertahan hingga usai laga. Kemenangan ini semakin mengokohkan posisi tim dari London Barat itu dipuncak klasemen sementara dengan 26 poin,
unggul empat angkat dari Southampton di peringkat kedua dengan 22 poin. Meski menang, pelatih Chelsea Jose Mourinho mengaku tidak puas dengan permainan anakanak asuhnya, terutama di babak kedua. Selain itu, pelatih asal
Portugal ini juga kecewa dengan publik tuan rumah yang minim memberi dukungan kepada timnya selama pertandingan. “Timku tidak bermain dengan cukup baik, atau sebaik yang saya harapkan. Kami memang sempat memainkan sepakbola yang bagus
tapi tidak konsisten. Saya senang dengan kemenangan ini di mana kurasa pantas didapatkan. Tapi itu sayangnya itu tidak diraih dengan penampilan yang sangat baik,” ucap Mourinho. Sementara itu di Emirates, Arsenal membungkam tim promosi Burnley dengan tiga gol tanpa balas. Meski demikian, kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Pasalanya, selama 71 menit, “The Gunners” dipaksa main imbang oleh pendatang baru itu di Liga Utama Inggris. Kebutuan itu akhirnya dipecahkan oleh Sanchez pada menit ke-71. Setelah itu, Arsenal semakin agresif. Hanya berjarak dua menit, Calum Chambers kembali membobol gawang Burnley sebelum Sanchez melengkapi kemenangan Arsenal lewat golnya di injury time. Bagi Sanchez, sepasang gol yang disarangkannya ke gawang Burnley, menambah koleksi golnya di liga menjadi tujuh gol dalam 10 penampilan. Ini artinya, penyerang asal Cile itu mengemas lima gol
dalam tiga pertandingan Arsenal. Dengan kemenangan ini, Arsenal langsung melonjak ke peringkat keempat klasemen sementara dengan 17 poin atau sama dengan nilai yang dikumpukan West Ham United, tetapi unggul selisih gol sehingga berhak duduk di tempat keempat. Pelatih Arsenal Arsene Wenger mengaku puas dengan hasil yang diraih timnya ini, terutama karena gawang mereka tidak kebobolan. “Tadi adalah sebuah pertanyaan mengenai kesabaran dan kualitas dan saya pikir kami berhasil. Penting untuk tidak kebobolan. Pada akhirnya itu adalah sebuah kemenangan yang nyaman tapi semua orang bekerja keras di liga,” ujar Wenger. Dia melanjutkan, “Tadi adalah penampilan sangat bagus dari Alexis Sanchez. Kualitas yang dipunya dia begitu luar biasa. Dia bertarung, dia bisa mencetak banyak gol dan itu yang Anda mau dari para pemain hebat. =ESPN/SKY SPORTS/CAROL AJI
16 BACA
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
KORAN MADURA
JUGA
Juventus Tinggalkan AS Roma Olahraga | 15
16
SENIN 3 NOVEMBER 2014 No. 0476 | TAHUN III
NEYMAR
Ekspresi Neymar setelah upayanya mencetak gol ke gawang Celta Vigo kembali gagal pada pertandingan antara Barcelona dan Celta Vigo, Minggu (2/10) dini hari WIB. Neymar kerap menebar ancaman, namun upayanya juga berulang kali gagal.
Kalah Lagi,
Barcelona Tergusur BARCELONA - Barcelona masih terpukul dan belum pulih dari keterpurukan setelah dikalahkan Real Madrid 3-1 pada laga El Clasico Minggu (26/10) dini hari lalu. Buktinya, mereka juga keok saat menjamu Celta Vigo di Camp Nou pada Sabtu (1/11) malam waktu setempat atau Minggu (2/11) dini hari WIB. Akibat kekalahan ini, Barcelona tergusur oleh rival abadinya Real Madrid yang menang telak 4-0 atas Granada. Barcelona tetap dengan 22 poin, sedangkan Real Madrid ungguli Barcelona dengan 24 poin. Madrid naik ke peringat pertama klasemen sementara dan Barcelona melorot ke posisi ketiga. Posisi kedua dihuni Atletico Madrid. Bahkan, posisi Barcelona masih terancam oleh Sevilla yang samasama mengoleksi 22 poin tapi masih menyisakan satu pertandingan dan Valencia yang mencatatkan 20 angka dengan satu pertandingan di tangan.
Pada laga di Camp Nou itu, Barcelona dan Celta Vigo bermain imbang tanpa gol. “El Barca” tidak bisa mengembangkan permainannya karena Celta Vigo menerapkan permainan dengan tekanan yang tinggi. Para pemain Celta Vigo mematikan lini tengah Barcelona sehingga aliran bola terhambat. Meski demikian, secara keseluruhan, Barcelona masih menguasai jalannya pertndingan denan 67 persen penguasaan bola dan 19
tendangan ke gawang. Sedangkan Celta Vigo menang dengan 33 persen pengusaan bola dan 10 tendangan ke gawang. Tetapi permainan Celta Vigo lebih efektif dengan melahirkan satu gol penting melalui Joaquin Larrivey pada menit ke-55. Dalam waktu tersisa hingga laga usai, Lionel Messi dan kawankawan gagal mencetak gol. Kekalahan ini tentu saja mengecewakan hampir 75.000 penonton yang memenuhi Camp Nou. Mereka berbondong-bondong datang ingin menyaksikan rekor baru Lionel Messi sebagai pecetak gol terbanyak sepanjang masa Liga Spanyol dan ingin melihat Luis Suarez mencetak gol pertamanya di Camp Nou. Tetapi yang mereka dapatkan hanya kekalahan. Kekecewaan serupa juga dialami pelatih Luis Enrique. “Saya lebih memilih memiliki kontrol lebih banyak, tapi melawan se-
buah tim seperti Celta Anda harus mengira pertandingan berjalan seperti ini. Kami lepaskan 19 tembakan dan empat kali mengenai mistar dan tian gawang. Banyak hal bisa jadi lebih baik tapi tim tetap bertarung hingga akhir. Kami punya cukup peluang, tapi bolanya tidak mau masuk ke gawang,” kata Enrique. Dia melanjutkan, “Apakah saya menyukai ini atau tidak, kami hanya tidak efektif. Saya khawatir tentang dinamika dari tim saya. Sekarang terserah kami untuk menunjukkan bahwa kami siap untuk situasi ini. Kekalahan selalu menimbulkan keraguan. Kami sudah melihat apa yang mestinya kami tingkatkan. Saya suka jika kami memiliki banyak peluang di setiap pertandingannya. Kami tidak nyaman tanpa memiliki bola, kami berlatih untuk memiliki penguasaa bola dan mendominasi laga.”
Madrid Lanjutkan Kemenangan
Sementara itu pada laga sebelumnya, Madrid menang telak 4-0 atas tuan rumah Granada. Keempat gol “Los Blancos” itu dicetak oleh Cristiano Ronaldo pada menit kedua. Gol kedua lahir dari kaki James Rodriguez pada menit ke-31. Kedudukan 2-0 bertahan hingga akhir pertandinga. Di babak kedua, Karim Benzema memperbesar kemenangan El Real sebelum ditutup gol James Rodriguez menjelang akhir laga. Pelatih Madrid Carlo Ancelotti mengaku sangat puas dan sangat senang dengan hasil ini. Menurutnya, kemenangan itu sangat ditentukan oleh gol cepat Ronaldo. “Gol pertama yang membuka laga ini dan kami punya kesempatan untuk bermain dengan lebih banyak ruang. Jelas kami memang juga beberapa kesalahan, tapi saya puas dengan performa tim ini. Segalanya berjalan baik dan semoga terus seperti ini,” kata Ancelotti. =ESPN/SKY SPORTS/CAROL AJI
SENIN 3 NOVEMBER 2014 No. 0476 | TAHUN III
MBA IKUTI LO PINI O MENULIS
SAMPANG |
K
KORAN MADURA
DANA MILIARAN DI PPI DISUNAT BUMD?
SENIN 3 NOVEMBER 2014 |WIDHY No. 0476 | TAHUN III KEBAHAGIAAN
Widhy bertutur hanya orang yang mau berubah yang akan mencapai kebebasan, kepuasan dan kebahagiaan dalam hidupnya.
SAMPANG | J
A
NETER G N KOLENA
NP
HALAMA
Taneyan Lanjang KORAN MADURA
BARANG BUKTI. Petugas Laka Lantas Polres Bangkalan saat menunjukkan sepeda motor korban kecelakaan.
BANGKALAN Kecelakaan maut antara kendaraan roda dua dan dump truck terjadi di Jalan raya Desa Dumajah Kecamatan Tanah Merah, Sabtu (01/11) sekitar pukul 18.00 malam.
Akibat peristiwa itu dua orang pengendara roda dua tewas seketika karena menderita luka yang cukup parah. Penyebab kecelakaan diduga karena kelalaian pengendara roda dua yang tidak memperhatikan keselamataan saat berkendara. Kronologis insiden kecelakaan ini, berawal dari sepeda motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi (nopol) L 5971 DD yang dikendarai Bukhori (21), warga Desa Plampa’an, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, yang berboncengan dengan, Junaidi (19), warga Kota Surabaya, berjalan dari arah Bangkalan menuju arah Sampang. Tiba di tempat kejadian perkara (TKP), korban kehilangan kendali karena melaju dengan kecepatan tinggi. Akibat tidak bisa mengendalikan kendaraannya, sepeda motor korban oleng ke arah kiri dan membentur bagian belakang kendaraan Hino Dump Truck nopol S 9136 US yang
Dua Nyawa Pengendara Tak Terselamatkan Dalam Insiden Tabrakan di Desa Dumajah dikemudikan Sapardi (30), warga Desa/Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, yang berhenti di bahu jalan sisi sebelah kiri karena pecah ban. Benturan keras pun terjadi dan membuat kedua korban yang mengendarai sepeda warna merah itu terpental dan jatuh ke aspal.
Seketika itu juga kedua korban langsung tewas karena menderita luka di bagian kepala. Warga yang menyaksikan kejadian itu, langsung menolong korban dan membawa ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan. Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polres Bangkalan, Ipda
Puji Purnomo mengatakan berdasarkan hasil identifikasi di TKP, disimpulkan penyebab kejadian ini karena pengendara motor Vixion kurang hati-hari. Sehingga laju kendaraan tidak bisa dikendalikan dan menghantam dump truck yang sedang parkir di bahu jalan karena pecah ban.
“Kerugian materi kira-kira 5 juta. Sepeda motor korban rusak parah dibagian depan, sedangkan truk rusak bagian belakang. Kami selalu mengingatkan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara biar tidak terjadi kecelakaan,” tandasnya. =Doni Heriyanto/rah
KORAN MADURA KORAN B BANGKALAN PROBOLINGGO
Pamekasan
SENIN 3 NOVEMBER 2014 No. 0476 | TAHUN III
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
MADURA
B
INFRASTRUKTUR
Embung Bangkes Diragukan
MENGERING. Seorang anak petani bawang tengah membersihkan tanaman bawang yang mulai rusak.
Hama Ulat Menyerang Petani Bawang Terancam Merugi PAMEKASAN - Sejumlah petani bawang merah di Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan, resah dengan banyaknya hama berupa ulat yang menyerang tanaman bawang mereka. Mereka pun mulai dirundung rasa khawatir dan cemas. Ancam kerugian besar mulai terbayang di depan mata. Kondisi itu dirasakan oleh Busra’i, 51, salah satu petani bawang merah di desa setempat. Tanaman bawang merah miliknya diserang ulat selama seminggu terakhir. Padahal umur sudah cukup dan dalam waktu dekat rencananya akan dipanen. Menurut Busra’i, dalam satu batang tanaman bawang yang ditanamnya bisa ditemukan 4 sampai 5 ulat. Akibat serangan hama ulat itu, tanaman bawang merah secara perlahan mengering, bahkan sebagian sudah ada yang mati.
Untuk menyelamatkan tanaman bawang miliknya, Busra’i berupaya dengan menyemprotkan obat pembasmi hama, agar ulat yang ada mati. Namun usahanya gagal karena ulat semakin menggerogoti tanaman bawangnya. “Saya sudah berusaha menyemprotkan pembasmi hama tetapi sia-sia. Semakin hari ulatnya justru semakin bertambah. Ulat-ulat tersebut menempati rongga-rongga daun bawang dan menggerogoti daun bawang dari dalam,” katanya. Selain itu, terang Busra’i,
agar tidak semua tanamannya mati, dirinya menyirami tanaman bawangnya hingga empat kali setiap harinya Dengan harapan kelembabannya terjaga. Sebab dirinya menduga hama ulat yang menyerang tanaman bawangnya lantaran cuaca yang semakin panas. “Saya kira dengan membuat tanahnya selalu basah, ulatnya akan berkurang, tapi nyatanya tetap,” ungkapnya. Berdasarkan pantauan di lapangan, tanaman bawang merah warga yang terserang hama ulat tidak hanya milik Busra’I, tetapi hampir di semua tanaman milik petani di Desa Polagan, Kecamatan Galis dan sekitarnya yang jumlahnya mencapai puluhan hektare. Sementara itu, Kepala Bidang Holtikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Pamekasan, Lukman mengatakan bahwa su-
dah ada petugas hama dan penyakit di masing-masing kecamatan. Petugas tersebut yang akan merekomendasikan obat-obatan untuk mengatasi masalah hama itu. Untuk itu, Lukman meminta kepada petani agar segera melaporkan serangan hama ulat kepada petugas yang ada di kecamatan melalui kelompok tani, agar bisa ditangani dengan cepat. Sehingga bisa diselamatkan dan kerugian petani tidak terlalu besar. “Saya menyayangkan kelompok tani di desa itu yang tidak tahu-menahu dan tidak segera melaporkan kejadian itu. Terima kasih atas informasinya. Kami akan segera lakukan penanganan, jika luas arealnya cukup besar, maka kami akan bantu obat-obatannya,” kata Lukman. =ALI SYAHRONI/UZI/RAH
PAMEKASAN – Persoalan pembangunan embung di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Pamekasan, terus memunculkan kejanggalan-kejanggalan, lantaran berdampak pada lahan warga sekitarnya. Kali ini terkait Studi Kelayakan embung tersebut yang diragukan. Keraguan itu menyusul ternyata Badan Lingkuan Hidup (BLH) setempat, yang menyebutkan dampak yang ditimbulkan embung tersebut masih dianggap tidak merugikan secara ekonomis. Melainkan hanya kerusakan secara ekologis, berupa matinya beberapa tanaman dan robohnya pepohonan. Salah satu ahli waris pemilih lahan terdampak, Faridi mengatakan kejanggalan yang paling kentara adalah fakta bahwa BLH Pamekasan, tidak memiliki Dokumen Studi Kelayakan Proyek tersebut. Sehingga hal itu dapat menunujukkan adanya dugaan pelanggaran, yang berakibat sejumlah petak lahan tergenang karena luapan ari dari embung tersebut. “Dengan tidak memiliki dokumen Studi kelayakan, DED maupun dampak lingkungan, ditengarai sedari awal sudah ada pelanggaran. Untuk itu, masalah ini akan kami lanjutkan ke proses hukum, supaya kejadian seperti ini tidak kembali terjadi,” katanya. Sementara itu Kepala BLH Pamekasan, Amin Jabir mengatakan adanya sebagian lahan warga yang tergenang akibat luapan embung tersebut perlu dibandingkan dengan nilai manfaat yang ada. Menurutnya, dengan merendam sebagia kecil lahan namun bisa memberi manfaat terhadap sebagian besar Masyarakat di sekitarnya itulah yang dikatakan dampak positifnya. Sehingga, lanjutnya, untuk mengatakan keberadaan embung tersebut membuat lahan warga tidak produktif, harus dilihat dari manfaat lain yang ditimbulkan oleh embung tersebut, yaitu bisa memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar. =ALI SYAHRONI/rah
Pamekasan
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476| TAHUN III
Warga di Empat Dusun Dapat Air Bersih Aliansi Jurnalis Pamekasan Iuran untuk Kemanusiaan PAMEKASAN - Warga empat dusun di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, yakni Dusun Sumberanyar, Kebunsari, Taman ,dan Dusun Tengah menerima bantuan air bersih dari komunitas wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP). Keempat dusun tersebut merupakan wilayah yang terkena dampak paling parah akibat kemarau panjang tahun ini. Sebagian warganya harus menunggu di sejumlah sumur bekas menyiram tembakau hingga berjam-jam untuk mendapatkan satu jeriken air bersih. Kemarin (Minggu, 2/11), bantuan yang merupakan hasil iuran anggota komunitas wartawan harian itu, langsung didistribusikan di Dusun Kebonsari, Dusun Tengah, dan Dusun Sumberanyar sebanyak lima tangki berkapasitas 6 ribu liter. Selanjutnya, bantuan yang sama akan disalurkan di Dusun Taman, Desa Larangan Tokol, dan Dusun Dajah Saba, Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan sebanyak tiga tangki dengan kapasitas yang sama. Ketua AJP, Mohammad Zuhri mengatakan bantuan itu merupakan hasil iuran anggotanya yang ditarik secara khusus untuk membantu warga yang mengalami kekurangan
air.
“Kami merasa prihatin ketika saat liputan mendapati warga yang mengeluh karena kesulitan mendapatkan air bersih dan harus menunggu di sumur untuk mendapatkannya. Bahkan sebagian, ada yang terpaksa menggunakan air sisa mencuci beras untuk mencuci peralatan dapur mereka, karena merasa sayang jika air itu terbuang begitu saja,” katanya. Zuhri mengatakan bantuan itu murni sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi masyarakat yang kesulitan air bersih yang ditemukan anggotanya pada saat liputan dan tidak ada tujuan lainnya. “Bagaimanapun, kami adalah manusia yang juga memiliki perasaan iba ketika melihat saudara kami begitu sulitnya untuk mendapatkan air yang menjadi kebutuhan paling pokok,” katanya. Sementara itu, Abdul Kadir, salah satu warga Dusun Kebonsari, menyatakan menyambut baik bantuan para wartawan
tersebut. Sebab selama ini dia dan sejumlah warga lain yang secara ekonomi tidak mampu untuk membeli air, belum pernah menerima bantuan dari pihak manapun. Menurutnya, untuk mendapatkan air bersih, warga di dusunnya setiap hari harus menunggu di sumur bekas menyiram tembakau, tidak jauh dari rumahnya. Dalam dua jam, mereka hanya mendapatkan setengah timba air dari sumur yang sudah mulai mengering itu. “Karena yang antre di sumur itu juga banyak, maka terkadang untuk keperluan besok, kami harus menaruh jeriken di sumur itu untuk antre. Jadi, antre hari ini, baru besok pagi kami dapat giliran mendapatkan air,” katanya. Sementara itu, Kapala Bagian Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Ibnu Hajar mengatakan Pemkab setempat memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat bencana kekeringan hingga akhir bulan ini. Dari hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), di Pamekasan diperkirakan baru akan turun hujan pada pekan kedua hingga ketiga bulan ini. “Kami sudah memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat yang seharusnya berakhir pada akhir Oktober lalu. Ini dikarenakan kemarau di wilayah ini masih diperkirakan berlangsung hingga pertengahan November,” jelas Ibnu Hajar. Dengan keputusan itu, jelas dia, maka program penyaluran bantuan air bersih untuk warga di kantong-kantong kekeringan akan dilanjutkan. Untuk mendapatkan bantuan tersebut, warga diharuskan mengajukan permohonan melalui kepala desa masing-masing. “Kami tidak mungkin akan menyalurkan bantuan tersebut tanpa ada dasar berupa permintaan dari warga yang diketahui oleh Kepala Desa,” katanya. =G.MUJTABA/RAH
C
D
Pamekasan
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
PAMERAN FOTO MADURA. Pengunjung mengamati foto dalam pameran foto, di kawasan Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Jatim, Sabtu (1/11) malam. Pameran yang mengetengahkan tentang sosial budaya masyarakat Madura itu, dalam rangka memeriahkan pembukaan Pasar Rakyat Jatim 2014, HUT ke-69 Provinsi Jatim dan pameran kerajinan tangan se Jatim, serta Hari Jadi ke-484 Kabupaten Pamekasan.
Kankemenag Belum Patuhi Kementerian Agama RI Seharusnya Program Pencerahan pranikah Dilakukan PAMEKASAN - Kementerian Agama RI melalui Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam mengeluarkan peraturan nomor 542 tahun 2013. Dalam aturan tersebut dianjurkan agar ada pencerahan bagi calon pengantin. Namun kebijakan itu, belum dilaksanakan di Kankemang Pamekasan. Pihak Seksi Bimas Islam Kankemenag setempat mengaku belum mengetahui anjuran yang disampaikan dalam aturan tersebut. Sejauh ini hanya berupa pembinaan bagi calon pengantin sebelum melakukan pernikahan. Materi program kursus yang telah diatur itu antara lain Undang-Undang Perkawinan, masalah fiqih nikah, kesehatan reproduksi hingga konseling keluarga.
Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Pamekasan, Zayyadus Zabidi mengatakan cara pembinaan yang digunakan bagi calon pengantin tidak dalam bentuk kursus yang diatur pada Peraturan Dirjen tersebut, melainkan pembinaan langsung oleh penghulu saat yang bersangkutan melakukan pendaftaran nikah. “Ada juga dengan jalan mengumpulkan calon pengantin ke KUA, dengan diberikan pembi-
naan tentang bagaimana membina hubungan rumah tangga yang baik ke depan,” katanya. Sementara di Peraturan Dirjen Bimas itu, pembinaan tidak lagi oleh KUA, namun dilakukan organisasi keagamaan yang terakreditasi. Pembinaan itu berupa pemberian bekal pengetahuan, pemahaman dalam penumbuhkan kesadaran untuk mengurangi angka perselisihan, perceraian, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Zayyadus menjelaskan sejak pihaknya diangkat menjadi Kasi Bimas di Kankemang Pamekasan belum mengetahui adanya peraturan dimaksud. Tidak hanya itu, hingga saat ini belum ada organisasi pelaksana yang terakreditasi. “Selama ini di Kankemenag
Pamekasan tetap menyerahkan pembinaan calon pengantin itu pada KUA di kecamatan masingmasing. Dan, sampai saat ini belum ada pemberitahuan aturan itu ke kami, selama ini juga belum ada organisasi yang mengajukan ijin ke kami,” ungkapnya. Selian itu, dalam peraturan Bimas Islam Kemenag itu juga mensyaratkan calon pengantin harus punya sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga yang berkompeten dan terakreditasi dari Kementerian Agama. Sertifikat tersebut akan menjadi syarat kelengkapan pencatatan perkawinan di KUA. Sedianya, ketentuannya penyelenggaraan kursus pra nikah dapat dilakukan KUA kecamatan. Dengan catatan, pelaksanaann-
ya dilakukan oleh lembaga atau organisasi keagamaan Islam yang telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan Kementerian Agama selaku regulator dan Pengawas. Terkait ketentuan itu, Zayyadus mengatakan masih ingin mempelajari peraturan tersebut. Sebab selama ini dalam pembinaan pra nikah tidak ada kurikulum sebagai pedomannya. Namun hanya berdasarkan buku-buku yang diterbitkan oleh Kementrian Agama saja. “Sampai sekarang yang dilakukan KUA hanya berdasarkan buku-buku sebagai pedomannya, tidak ada kurikulum resminya seperti di Peraturan Bimas islam itu,” ungkapnya. =ALI SYAHRONI/UZI/RAH
Pamekasan
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476| TAHUN III
E
Belum Ada Instruksi Kenaikan Harga BBM Harga Sembako di Sejumlah Pasar Sudah Naik PAMEKASAN - Rencana akan naiknya harga BBM bersubsidi per 1 November kamarin urung terjadi. Terbukti dengan masih tetapnya harga BBM bersubsidi kemarin (2/11). Menurut sejumlah SPBU di Pamekasan, memang belum ada instruksi dari pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi itu, yaitu harga premium dan solar. Akan tetapi, meskipun belum ada kenaikan harga BBM, sejak kemarin di sejumlah pasar harga sayuran sudah mengalami kenaikan. Menurut para pedagang, harga sayuran itu memang naik dari pemasoknya, yaitu dari Jawa. Pedagang tidak bisa apa-apa dan tidak mempunyai pilihan lain. Ketika harga kulakan naik maka pedagang harus menaikkan harga jualnya pula di pasar. Kenaikan harga sayuran itu bisa dikatakan menyeluruh. Rata-rata naik Rp 1.000 per kilo-
gram. Atun, 45, salah satu pembeli di Pasar 17 Agustus, mengaku heran dengan lonjakan harga ini, karena biasanya lonjakan harga bersamaan dengan kenaikan harga BBM bersubsidi. “Tidak tahu saya. Saya tadi beli premium harganya masih tetap. Belum naik. Tapi biasanya jika harga BBM naik, yang lain otomatis naik juga,” ucapnya. Dari lonjakan harga sayuran itu, ada yang naiknya
langsung drastis. Yang membuat pedagang dan pengunjung pasar kaget yaitu harga lombok yang naik menjadi Rp 28.000 per kilogram dari harga sebelumnya yanga hanya Rp 14.000 per kilogram. Meski sudah naik drastis seperti ini, tetap saja lombok ini dicari, karena sayuran jenis lombok ini sangat dibutuhkan masyarakat. Sementara itu, Misti, 53, salah satu pedagang di pasar itu, mengaku tidak tahu penyebab kenaikan harga itu. Ia hanya menjual sayuran menyesuaikan dengan harga kulakan. “Ya mungkin karena BBM mau naik makanya pengepul menaikkan harga duluan. Tapi meski BBM masih belum naik, harga lombok tetap sudah naik dua kali lipat,” katanya. =SUKMA FIRDAUS/UZI/RAH
TENAGA PENDIDIK
SEREMONIAL
Jumlah GTT Tak Terkendalikan PAMEKASAN - Sejauh ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tidak mengatur regulasi pengangkatan guru tidak tetap (GTT) berstatus suka relawan (sukwan). Akibatnya pertambahan jumlah GTT di Pamekasan sulit dikendalikan. Pembengkakan jumlah GTT itu terjadi karena pengangkatan GTT dilakukan oleh kepala sekolah di masing-masing tempat bertugas. Tidak ada aturan pembatasan jumlah GTT dalam satu sekolah, dengan alasan yang lebih tahu kebutuhan tenaga pengajar adalah sekolah yang bersangkutan. Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan, Yusuf Suhartono mengatakan berdasarkan anjuran dari Dinas Pendidikan (Disdik) maupun dari Kementerian Agama (Kemenag) setempat, kepala sekolah boleh mengangkat tenaga sukwan namun disesuaikan dengan jumlah kebutuhan sekolahnya. Namun sejauh ini belum ada aturan yang mengaturnya. Disdik juga tidak bisa melakukan pembatasan, untuk menekan jumlah sukwan itu karena pengangkatan mereka atas kebutuhan sekolah masing-masing. Apalagi honor yang diberikan kepada tenaga sukwan juga bersumber dari anggaran sekolah tersebut. Menurut Yusuf, tidak perlu ada regulasi khusus untuk membatasi sukwan. “Yang lebih tahu kebutuhan guru
sukwan adalah kepala sekolah. Kalau jumlahnya sampai melebihi kebutuhan resikonya kepala sekolah sendiri. Karena aturannya jelas, jangan sampai melampaui kebutuhan, termasuk berapa jam dia harus mengajar dalam seminggu,” katanya. Anggota DPRD Pamekasan, Zainal Abidin pernah mengungkapkan, pihaknya menemukan tenaga sukwan hanya mengajar dalam dua kali pertemuan setiap minggu. Dan mereka diberi honor Rp 15 ribu setiap pertemuan, sehingga dalam satu bulan hanya memperoleh honor Rp 120 ribu. “Mestinya keberadaan GTT baik yang K2 atau tidak, sudah harus dievaluasi, mulai dari jumlahnya sampai sudah berapa yang mengajar di sekolah yang bersangkutan,” kata politisi PAN ini. Sebelumnya, Bupati Pamekasan, Achmad Syafii mengatakan pihaknya sempat megevaluasi menjamurnya tenaga sukwan di banyak lembaga pendidikan di lingkungan Disdik Pamekasan. Namun masih belum dipastikan kebijakan apa yang akan diambil. Sementara ini, pihaknya hanya mencarikan solusi kesejahteraan mereka, termasuk bagi honorer K2 yang tak lolos rekrutmen CPNS akhir tahun 2013 lalu. =ALI SYAHRONI/UZI/RAH
Berdayakan UKM
PAMEKASAN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan berupaya memberdayakan para UKM di bawah binaannya. Saat berpartisipasi dalam pasar rakyat kali ini . Terlihat dari isi stan Disperindag di Area Monumen Arek Lancor sejak 1 hingga 3 November. Di stan Disperindag di sisi barat lokasi pasar rakyat, puluhan UKM tampak menjajakan segala macam produknya kepada pengunjung atau masyarakat Pamekasan. Pengunjung tampak antusias mendatangi stan itu
sambil mengamati dan membeli beberapa produk UKM asli Pamekasan ini. Menurut para pengunjung, barang-barang yang dihasilkan bagus dan harganya terjangkau, tidak kalah dengan produk lain dari luar Pamekasan. Beberapa produk UKM yang ada antara lain batik tulis asli Pamekasan (baik kain maupun baju jadi), beragam produk busana baik dari anak-anak hingga dewasa bahkan orang tua, busana muslim, jamu ramuan, aneka jamu khas ramuan Madura, miyak wangi, pernak pernik, assesoris baik laki-laki maupun wanita, sandal, aneka kerajinan tangan seperi bunga hias dari barang daur ulang serta kerajinan tangan yang lainnya, pusaka-pusaka asli Madura khususnya Pamekasan, aneka makanan ringan khas Madura, dan lainnya. Menurut Kepala Disperindag Pamekasan, Bambang Edy Suprapto, semua produk itu hasil dari tangan-tangan orang asli Pamekasan. Semoga barang-barang itu tidak hanya laku di Pamekasan, juga laku hingga keluar Pamekasan, atau menasional. =SUKMA FIRDAUS/UZI/RAH
KORAN MADURA KORA N PROBOLINGGO F F
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
MADURA
Sumenep
SENIN 3 NOVEMBER 2014 No. 0476 | TAHUN III
PERANGKAP IKAN TRADISIONAL. Seorang nelayan saat memeriksa perangkap ikan tradisionalnya yang disebut bubu di kawasan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (2/11). Bubu tersebut terbuat dari bambu dan masih dipakai sejumlah nelayan tradisional di Tanjung Pasir karena harganya murah.
Di Kepulauan Belum Ada Pasar DPPKA: Bupati Sudah Berjanji Kepada Masyarakat SUMENEP- Meski di daratan hampir di setiap kecamatan sudah ada pasar yang disediakan oleh pemerintah sebagai pusat ekonomi masyarakat, tapi tidak dengan di kepulauan. Sejauh ini di kepulauan masih belum ada pasar yang dikelola oleh pemerintah. Oleh karenanya, masyarakat kepulauan mengaku hanya bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dengan cara membeli ke tokotoko yang ada di sekitarnya.
Salah seorang warga Kepulauan Raas, Darus Salam mengatakan, di daerahnya sampai saat ini masih belum ada pasar yang dikelola oleh pemerintah daerah. Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat Raas hanya bisa membeli ke tokotoko di sekitarnya.
Padahal, menurutnya, keberadaan pasar penting. Bukan hanya untuk membeli kebutuhan sehari-hari, namun dengan adanya pasar, masyarakat sekitar juga bisa berjualan di dalamnya. “Saya berharap nanti di sini (Raas, red.) ada pasar yang dikelola oleh pemerintah. Sehingga masyarakat bisa be-
lanja memenuhi kebutuhannya di pasar itu nantinya,” tukasnya saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (02/11). Selain Darus, warga Kepulauan Gili Iyang, Asnawi juga mengatakan hal serupa, bahwa di Gili Iyang selama ini masih belum ada pasar yang dikelolah oleh pemerintah. Ia menceritakan, selama ini di daerahnya hanya ada pasar desa yang fasilitasnya masih seadanya. Asnawi mengatakan, sebenarnya pasar sangat membantu perekonomian masyarakat kecil. Untuk itu, perlu ada peran aktif dari pemerintah dalam membangun pasar. “Harapan saya, pemerintah mau peduli terhadap kehidupan perekonomian masyarakat kepulauan, dan punya ikhtiar untuk mengembangkan ekonomi masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendapatan, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Sumenep Imam Sukandi mengakui bahwa di kepulauan masih belum ada pasar yang dikelola oleh pemerintah. Menurutnya, meski di sejumlah kepulauan ada pasar tradisional, tapi itu dikuasai perorangan. Imam mencontohkan di Kepulauan Kangean. Di sana, imbuhnya, ada pasar tradisional yang dikelola oleh investor. Sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tidak bisa berbuat-apa dalam bentuk pengembangan pasar dan pemerintah juga tidak mendapatkan PAD dari pasar tersebut. "Investor bisa bekerja sama dengan pemerintah desa. Karena memang ada payung hukumnya. Desa juga bisa bekerjasama dengan kecamatan dan Pemkab. Bah-
kan desa juga bisa bekerja sama dengan investor luar negeri. Undang-undangnya memang seperti itu," kata Imam. Imam menyebutkan bahwa hal itu bukan merupakan persoalan, selama tanah kas desa itu tidak hilang. Tapi, Imam buru-buru menjelaskan, bahwa Pemkab Sumenep bukan tidak memperhatikan masyarakat kepulauan, karena tidak membangun pasar. Menurutnya, Pemkab Sumenep sudah memiliki rencana untuk memperbanyak pasar tradisional di sejumlah kecamatan di kepulauan. "Pemkab bisa membangun pasar tradisional di kepulauan. Bupati sudah berjanji kepada masyarakat kepulauan, khususnya di Raas beberapa waktu yang lalu, akan membangun pasar bekerjasama dengan pemerintah desa," tutupnya. =FATHOL ALIF
Sumenep
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476| TAHUN III
G
REKRUTMEN ABDI NEGARA
MENJELANG PEMILIHAN BUPATI
Hari Ini, Tes CPNS
ISNU: Rakyat Butuh Pemimpin Sederhana
SUMENEP – Hari ini, Senin (3/11), tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Sumenep akan digelar. Pelaksanaan tes calon abdi negara tersebut, dilakukan di sepuluh lokasi di Sumenep. ”Sesuai hasil kesepakatan, pelaksanaan tes CPNS ini akan digelar selama lima hari, yakni mulai hari Senin (hari ini,) sampai hari Jum’at (7/11). Semua yang diperlukan sudah kami siapkan semua,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, Hadi Soetarto. Menurut mantan Kepala Bapedda itu, pelaksanaan tes tersebut setiap harinya akan dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok memiliki waktu selama dua jam untuk menjawab pertanyaan. Dijelaskan, dalam seleksi ini, Sumenep bekerja sama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Ujian Kompetisi Guru (UKG). Sebagaimana keputusan Kementerian Pedayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), seleksi CPNS dilaksanakan di Kabupaten Sumenep. Untuk tenaga penSesuai hasil kesepagawas, pemerintah katan, pelaksaan tes daerah bekerja sama CPNS ini akan digelar dengan pihak kanselama lima hari, tor Badan Kepegawayakni mulai hari Senin ian Pendidikan (BKPP) (hari ini,) sampai hari dan petugas dari LPMP. Jum’at (7/11). Semua ”Sementara untuk yang diperlukan sudah koordinator, kami mekepala kami siapkan semua,” manfaatkan sekolah di masingmasing lembaga,” unHadi Soetarto gkapnya. Sekdakab Lebih lanjut Atok, sapaan akrabnya Hadi Soetarto, mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, salah satunya dengan pejabat di kantor PT PLN Rayon Sumenep. Hal itu untuk memastikan pasokan listrik tidak terganggu. ”Selain dengan PLN, kami juga telah berkoordinasi dengan pihak Telkom untuk memastikan jaringan internet tidak ada gangguan. Karena pada seleksi CPNS ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Sehingga, ketersediaan jaringan internet sangat dibutuhkan,” jelasnya. Disinggung soal ketersediaan anggaran yang sempat menghambat tahapan seleksi beberapa hari yang lalu, pihaknya mengaku sudah dalam posisi aman. Sebab, pemerintah daerah sudah membicarakannya dengan pihak DPRD Sumenep selaku lembaga yang mempunyai kewenangan untuk menetapkan anggaran. ”Kalau soal anggaran, sudah tidak ada masalah,” katanya tanpa menyebutkan kebutuhan besaran anggaran yang dibutuhkan. Untuk diketahui, pada rekrutmen CPNS tahun 2014, Kabupaten Sumenep hanya mendapatkan jatah sebanyak 43 formasi. Dengan rincian 13 untuk guru, 10 untuk tenaga kesehatan, dan 20 orang untuk tenaga teknis. Jumlah kuota itu tidak sebanding dengan jumlah pelamar yang mencapai ribuan orang. Berdasarkan data BKPP, jumlah pendaftar CPNS lebih dari 4000 pelamar. Mayoritas pelamar berasal dari formasi tenaga pendidikan. Untuk formasi guru dan tenaga kesehatan, semuanya akan ditempatkan di kepulauan. Sementara tenaga teknis akan disebar di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sesuai dengan kebutuhannya. =JUNAEDI/MK
SUMENEP- Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Sumenep tak sampai satu tahun lagi. Karenanya, masyarakat dituntut untuk cerdas memilih pemimpinnya. Lalu, seperti apa sosok pemimpin yang diinginkan oleh masyarakat? Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Mohammad Husnan A. Nafi' mengatakan, pemimpin yang baik adalah mereka yang ketika memimpin betul-betul memikirkan dan bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Bukan hanya sebatas memberi janji ketika berkampanye. Husnan menuturkan, sosok pemimpin seperti itulah yang diinginkan oleh masyarakat. Menurutnya, pemimpin harus mampu menghadirkan kesejahteraan dalam semua aspek. Dalam kontek Sumenep, menurutnya, ada dua aspek yang paling penting untuk lebih serius diperhatikan, yaitu pendidikan dan kesehatan. "Karena bagi masyarakat, yang penting itu proses pendidikan anakanak mereka berjalan dengan baik, kesehatannya terjamin, dan makan-
minum sehari-harinya tidak perlu dipikirkan lagi. Itu saja sudah cukup. Sebenarnya keinginan masyarakat sederhana. Tapi, kita (ISNU, red.) melihat di Sumenep ini yang sulit dicari," tuturnya saat ditemui Koran Madura usai membuka kegiatan ISNU; Sekolah Riset: Sumenep Mencari Pemimpin, Sabtu (01/11) di Hotel Dreamland. Lebih lanjut, ia menuturkan, selama ini di Sumenep sering ditemukan tipe pemimpin yang hanya konsen dalam bidang teknologi. Juga, mereka terkesan hanya selalu ingin dinilai positif oleh orang luar meskipun keadaan masyarakatnya masih belum sejahtera. "Padahal, kita akan dinilai positif dengan sendirinya oleh orang lain ketika masyarakat kita sejahtera. Buat apa go international jika masyarakatnya masih banyak yang
susah," tukasnya. Tidak semata memikirkan nasib masyarakatnya, sosok pemimpin yang menurut ISNU juga diinginkan masyarakat harus bisa tampil sederhana dan mau menerima setiap aspirasi dari masyarakat. Tidak hanya bisa menghambur-hamburkan anggaran. Dia juga mampu welcome menerima kehadiran masyarakat. Yang sederhana saja. Tidak terlalu elitis. Saat disinggung mengenai pemimpin Sumenep saat ini, ia mengakui bahwa dalam setiap kepemimpinan pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. "Akan tetapi, pemerintah saat ini, kita memberi kesan, masih elitis, kurang dekat dengan masyarakat, masih terjebak dengan seremoniseremoni, dan tipe pemimpin yang ingin dilayani, ini berbahaya. Tidak boleh dilanjutkan. Dalam arti bukan orangnya, tapi sistem yang dibangun. Jika orangnya mau melanjutkan, saya kira harus bisa lebih berbaur dengan masyarakat,” tutupnya. =FATHOL ALIF
RITUAL 1000 TUMPENG GUNUNG KELUD. Sejumlah warga memakan tumpeng sesaji saat ritual 1000 sumpeng di kawasan Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur, Minggu (2/11). Sebanyak 1.000 tumpeng buatan warga yang tinggal di lereng Gunung Kelud di wilayah Kabupaten Kediri tersebut sebagai bentuk syukur atas rejeki yang diberikan selama ini.
KORAN MADURA PROBOLINGGO H H
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
SUMENEP – Upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 745, di halaman Kantor Bupati Sumenep, Jum’at (31/10), memakai bahasa Madura. Pada kesempatan itu, Bupati Sumenep A. Busyro Karim tampil sebagai inspektur upacara.
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476| TAHUN III
Upacara Hari Jadi Gunakan Bahasa Madura Bupati Mengajak Masyarakat Lebih Kompak
U
pacara tersebut diikuti sekitar sebanyak 1.000 orang yang terdiri dari berbagai unsur. Tampak juga hadir pada acara tersebut, Wakil Bupati Sumenep Soengkono Sidik, Sekretaris Daeah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep Hadi Soetarto, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Sumenep, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat se-Kabupaten Sumenep, seluruh kepala kantor, badan, dan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) di Kabupaten Sumenep. Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengajak agar masyarakat Sumenep ke depan lebih kompak lagi. Sebab, dirinya yakin kekompakan masyarakat itu bisa membawa kabupaten ujung timur Pulau Madura ini lebih maju dan
Kronika
Hari Jadi Sumenep ke-745
HORMAT. Bupati Sumenep A. Busyro Karim memberikan penghormatan kepada bendera Sumenep dan bendera Jatim dengan memakai bahasa Madura, pada upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep, Jum’at (31/10).
berkembang ke depannya. ”Kami sangat berterima kasih terhadap semua masyarakat Sumenep, karena berkat kekompakan dan kebersamaannya, hingga saat ini Sumenep tetap aman dan terkendali,” katanya. Menurut mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode itu, faktor kemanan sangat penting. ”Kea-
tan Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke 745, pihaknya mengatakan, itu sebgai bagian langkah Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menanamkan bahasa daerah terhadap para generasi bangsa, utamanya di Kabupaten Sumenep ini. ”Saat ini, bahasa Madura sudah banyak yang hilang, jadi dengan ini (memakai bahasa Madura), kami akan mencoba untuk mengembalikan kecintaan terhadap bahasa daerah,” ungkapnya. Pada perayaan Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke 745 tahun 2014 itu, Pemkab Sumenep mengambil tema “Pesona Pulau Gili Iyang”. Pulau Gili Iyang
merupakan salah satu ikon wisata yang memiliki kandugan oksigen tertinggi nomor dua sedunia. ”Selain itu, Sumenep juga telah mendapat pengharagaan dari Unesco sebagai pengrajin keris. Maka sebab itu, dalam waktu dekat, kami akan membangun monumen keris di Kabupaten Sumenep ini,” tukasnya. =ADV/JUNAEDI KHIDMAT. Bupati Sumenep A. Busyro Karim dengan khidmat membaca teks proklamasi Pancasila saat upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke 745, Jum’at (31/10).
manan, saya kira ini hal yang utama, karena para investor untuk masuk ke Sumenep pasti yang diutamakan soal keamanan terlebih dahulu. Jika tidak aman, maka jelas para investor tidak akan berani untuk masuk ke Sumenep ini,” terangnya. Disinggung pemakaian bahasa Madura dalam upacara peringa-
Bupati Resmi Terima Pataka
Hari Jadi
Sumenep ke-745
Busyro Optimis Sumenep Jadi Roh Madura
TERIMA. Bupati Sumenep A. Busyro Karim saat menerima pataka dari Adipati Arya Wiraraja.
S
UMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar prosesi peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke 745, Minggu (2/11). Acara yang dihelat di depan masjid Jamik Sumenep itu berlangsung meriah. Kemeriahan tesebut tampak saat prosesi penyerahan pataka (bendera) dari Adipati Arya Wiraraja (Adipati Pertama
Sumenep) yang melambangkan A Busyro Karim didaulat untuk melanjutkan kepemimpinannya. Dalam penyerahan pataka itu, Adipati Arya Wiraraja bersama permaisurinya dikawal oleh sejumlah prajurit menuju tahta kerajaan, layaknya tahta keraton tempo dulu. Dalam sebuah upacara tersebut, tahta kepemimpinan kerajaan Sumenep diserahkan oleh Adipati Wi-
raraja kepada Bupati Sumenep A Busyro Karim, dengan ditandai penyerahan pataka (bendera keraton). Pantauan Koran Madura, setelah selesai acara prosesi penyerahan pataka, dilanjutkan dengan pentas budaya Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 745, dan disusul dengan acara Sendratari Sumenep Mutiara 3 Zaman. Baru setelah itu, Pawai Budaya Hari Jadi Kabupaten Sumenep, Pawai Budaya Peserta Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) tahun 2014. Penyerahan pataka tersebut, disaksikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Jawa Timur, H. Jarianto, Wakil Bupati Sumenep Soengkono Sidik, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Sumenep, Kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dilingkungan Kabupaten Sumenep, Camat Se-Kabupaten Sumenep, serta dihadiri juga oleh Kepala Ba-
LEPAS. Bupati Sumenep A. Busyro Karim secara resmi melepas Festival Pawai Budaya Pesisir Utara. Acara pelepasan tersebut dilakukan di depan Masjid Jamik.
korwil IV Jawa Timur, Mantan Bupati Sumenep Soegondo. Bahkan puluhan turis manca negara, seperti Spanyol, Belgia, Jerman, Polandia, dan Amerika juga ikut menyaksikan prosesi penyerahan pataka tersebut. Kepala Disbudparpora Sumenep Totok Febrioyanto dalam sambutannya menjelaskan, salah satu tujuan dilakukan agenda tersebut untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke 745 pada tahun 2014 ini. Selain itu, juga sebagai ajang promosi ker-
agaman seni dan budaya yang berada di Kabupaten Sumenep. ”Serta untuk menyatukan keragaman seni dan budaya, utamanya yang berada di bagian wilayah utara Provinsi Jawa Timur,” terangnya Bupati Sumenep A. Busyro Karim dalam sambutannya berharap agar prosesi tahunan tersebut, tidak hanya dijadikan sebagai agenda rutinitas yang tak berarti. Namun adanya peringatan tersebut dijadikan sebagai pembenahan untuk membangun sumenep yang lebih baik dan maju kedepannya. =ADV/JUNAEDI
Kronika Sumenep Jadi Tuan Rumah FKPU Jatim
SAMBUT. Wakil Geburnur Jatim yang diwakili oleh Asisten III Pemprov Jatim Azhari menyerahkan bendera kepada Bupati Sumenep A. Busyro Karim sebagai tuan rumah Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) Jawa Timur tahun 2014.
SUMENEP – Kabupaten Sumenep menjadi tuan rumah Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) Jawa Timur tahun 2014. Pembukaan FKPU yang bertemakan "Pesona Mutiara Seribu Pulau" dibuka Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf yang diwakili oleh Asisten III Pemprov Jatim Azhari, Jum’at (31/10) di halaman Graha Adipoday Sumenep. Pada kesempatan itu, Bupati Sumenep A. Busyro Karim mempromosikan Pulau Gili Iyang, sebagai ikon wisata kesehatan. Hal itu mengingat pulau yang berada di Kecamatan Dungkek, memiliki kandungan oksigen tertinggi setelah Yordania. ”Alhamdulillah, pada tahun ini Kabupaten Sumenep dipercaya sebagai tuan rumah dalam acara FKPU Jatim. Dan pada kesempatan ini, kami sengaja mempromosikan pulau Gili Iyang, karena pulau Gili Iyang itu sudah menjadi ikon tersendiri bagi Kabupaten Sumenep. Jadi, tidak lengkap kalau datang ke Sumenep tidak mampir ke Pulau Gili Iyang,” kata Bupati Sumenep A. Busyro Karim. Menurut mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode itu, keberadaan Pulau Gili Iyang juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. ”Keberadaan Pulau Gili Iyang memang juga sering dipromosikan oleh Pak Gubenur Jatim (Soekarwo),” terangnya. Untuk diketahui, acara yang berlangsung selama tiga hari ini, diikuti empat belas kabupaten dan kota di Jawa Timur. Pada kesempatan tersebut, sejumlah kabupaten dan kota menunjukkan kreasinya berupa tarian daerah sesuai daerah asal. =ADV/JUNAEDI
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476| TAHUN III
SEREMONIAL
PT WIRA USAHA SUMEKAR
IAA Gelar Temu Alumni Annuqayah
Mengucapkan
Selamat Hari Jadi Sumenep 745 “Pesona Pulau Gili Iyang”
sitrul arsyi Direktur PT WUS
SUMENEP – Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) menggelar Temu Alumni Annuqayah di Aula As-Syarqawi, Minggu (2/11). Ribuan alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, dari berbagai daerah menghadiri ALUMNI. Ribuan alumni Pondok Pesantacara yang bertajuk ren Annuqayah menghadiri Temu Alumni “Merajut Silaturrahmi Annuqayah di Aula As Syarqawi, Minggu Menuai Kebersa- (2/11). maan” itu. Ketua Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Akh. Mawardi Jazuli mengatakan, tujuan dari diadakannya acara temu alumni itu untuk mempererat tali silaturrahmi guna menuai kebersamaan sesama alumni, terutama dengan para masyaikh Annuqayah. “Sebagaimana tema acara tadi,” tukasnya, Minggu (02/11). Mawardi menuturkan, selama ini belum ada temu alumni Annuqayah secara menyeluruh dari semua angkatan dan daerah. Menurutnya, jika ada acara temu alumni Annuqayah selama ini sifatnya terbatas. Namun, imbuhnya, dalam pertemuan alumni yang kemarin hampir seluruh undangan dari berbagai daerah hadir. Ia merinci, dari jumlah keseluruhan undangan yang disebar, yaitu sekitar 4 ribu undangan, hanya sebagian kecil yang tidak hadir. Menurutnya, undangan yang hadir dalam acara yang dimulai sekitar pukul 09.00 itu sebanyak 3.250 orang. =FATHOL ALIF
Jajaran Direksi dan Karyawan BPRS Bhakti Sumekar Mengucapkan
Selamat Hari Jadi Sumenep 745
“Pesona Pulau Gili Iyang” Novi Sujatmiko Direktur Utama
SAMBUTAN. Bupati Sumenep A. Busyro Karim saat memberikan sambutan pada pembukaan Festival Kesenian Pesisir Utara Jawa Timur di Sumenep, Jum’at (31/10).
HAIRIL FAJAR Direktur Bisnis
I
cahya wiratama Direktur Operasional
Sumenep KORAN Sampang J KORAN MADURA
Sampang
SENIN 3 NOVEMBER 2014 No. 0476 | TAHUN III
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
MADURA
Kecewa. Yusak saat meluapkan kekecewaannya terkait kontrak sewa lahan Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) di Pantai Camplong oleh Dinas Kelautan, Minggu (2/11).
SAMPANG - Sistem kontrak Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) di Pantai Camplong, Sampang, yang dilakukan oleh Dinas Kelautan, Peternakan dan Perikanan (DKPP) Sampang terus menjadi sorotan. Pasalnya, PPI yang dikontrakan ke salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT Sampang Sarana Shorobase (SSS) tidak sebanding dengan apa yang didapatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Sampang. Informasi yang dirangkum Koran Madura, kegiatan yang ada di PPI yang saat ini dikelola oleh PT SSS tengah menghasilkan dana miliaran rupiah. Namun, dana yang
Dana Miliaran di PPI Disunat BUMD? dihasilkan oleh BMUD tersebut disinyalir tidak semuanya masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu tokoh masyarakat Mandangin Yusak Ali Syahbana menyatakan kekecewaannya kepada DKPP Sampang yang telah melakukan transaksi kontrak sewa PPI dengan PT Sampang Sarana Shorobase (SSS). Sebab menurutnya, transaksi sewa PPI secara prosedural telah melanggar aturan dan tidak ada payung hukumnya. Dan itu terjadi mulai tahun 2010 hingga 2014. “Ini sungguh parah, dana miliaran kegiatan di PPI telah disu-
nat BUMD dan juga ada indikasi telah masuk ke kantong pribadi mereka,” ujar Yusak Ali Syahbana, Minggu (02/11). Lanjut Yusak, PT SSS selama setahun hanya menyetor sebesar Rp 400 juta ke PAD. Padahal fakta di lapangan, PT SSS menyewakan kembali PPI kepada perusahaan asing asal Australia, yaitu Santos Ltd yang bergerak di bidang migas, dengan menghasilkan kurang lebih Rp 27,8 miliar per tahun. “Coba bayangkan, nilai kontrak sewa PPI hanya kurang lebih sebesar Rp 400 juta per tahun. Padahal yang
kita tahu, tujuan awal pembangunan PPI itu untuk meningkatkan aktivitas perekonomian nelayan, namun saat ini telah dialihfungsikan dengan disewakan tanpa ada dasar hukum meski pembangunannya belum selesai 100 persen. Maka dengan tegas, kami nyatakan uang sewa itu merupakan uang haram. Bahkan ada pembajakan ditubuh BUMD PT SSS yang hanya menyetor sebagian saja dari kegiatan PPI. Padahal saham BUMD PT SSS di dalamnya merupakan milik Pemda Sampang yaitu sebesar 50,1 persen,” ucapnya dengan nada kesal.
J
mohammad muhlis/ koran madura
Yusak melanjutkan, praktik ini harus segera dihentikan, agar masyarakat Sampang tidak menjadi korban pengusaha-pengusaha kapitalis yang hanya mengumpulkan keuntungan pribadi tanpa mempertimbangkan nasib para nelayan. Bupati Sampang KH. Fannan Hasib diminta segera turun tangan langsung untuk menghentikan praktik sewa PPI ini yang jelas-jelas tidak ada dasar hukumnya dan hanya menguntungkan mafia di tubuh BUMD PT SSS. “Jadi, uang sebesar Rp 400 juta per tahun yang masuk ke PAD itu merupakan degradasi kemiskinan dan moral. Dan mirisnya, itu terjadi di rumah kita sendiri (Sampang). Maka kepada petinggi Sampang (Bupati) untuk segera memberhentikan transaksi kontrak sewa PPI yang jelas-jelas hanya menguntungkan kepada pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya. =MOHAMMAD MUHLIS
Sampang
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
K
Bekas Daerah Konflik Kekeringan Sampang - Bekas daerah konflik di Kabupaten Sampang, yakni di Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang, dan Desa Karang Gayam, Kecamatan Ombek, kini mengalami kekeringan. “Warga di dua desa itu kini kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan memasak mandi sehari-hari,” kata anggota DPRD asal wilayah itu Moh Nasir di Sampang, Sabtu (1/11). Ia menuturkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga di dua desa itu terpaksa membeli air seharga Rp150 ribu per tangki. Bagi yang tidak mampu, terpaksa mengambil air ke desa-desa terdekat dengan menggunakan jerigen. Sebagian di antara mereka, katanya, terpaksa mandi air keruh
di sungai, sehingga tidak sedikit warga di wilayah itu yang kini mulai terserang gatal-gatal. Di Desa Bluuran, krisis air bersih terjadi di Dusun Gending Laok, sedangkan di Desa Karang Gayam, Kecamatan Ombek, krisis air bersih terparah terjadi di Dusun Nanggernang. Menurut Moh Nasir, sampai saat ini warga di dua desa itu belum menerima bantuan distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sampang. “Kami akan menyampaikan
hal ini secara langsung kepada pemkab, agar mereka segera mendapatkan bantuan,” kata Nasir. Secara terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sampang Wisnu Hartono mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan distribusi bantuan air bersih ke dua desa itu. Ia mengakui, selama ini pihaknya memang belum mendistribusian bantuan air bersih ke Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang dan Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, karena kepala desanya tidak mengajuan bantuan. “Kami kan tidak mengetahui secara pasti desa-desa yang masuk rawan kekeringan dan kekurangan air bersih,” katanya. Secara keselutuhan, jumlah
desa yang mengalami kekurangan air bersih saat ini terdata sebanyak 58 desa, tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Sampang, dari total jumlah kecamatan sebanyak 14 kecamatan. Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang dan Desa Karang Garam, Kecamatan Omben ini dikenal sebagai daerah konflik,
karena di dua desa ini pernah terjadi tragedi kemanusiaan antara kelompok Islam Syiah dengan kelompok anti-Syiah pada tahun 2012. Satu orang tewas, tujuh orang luka-luka dalam kelompok Islam Syiah kala itu, serta puluhan rumah warga dibakar oleh kelompok penyerang. =ABD AZIZ/ANT
L
Sampang
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
SAMPANG – Dinas Kelautan, Perikanan danPeternakan (DKPP) Sampang terindikasi tidak tepat sasaran dan tidak transparan dalam memberikan bantuan kepada nelayan. Puluhan nelayan mendatangi kantor tersebut untuk meminta klarifikasi, Jumat (31/10). Nelayan menuntut pihak DKPP Sampang membuka kembali data kelompok nelayan dan nilai bantuan tersebut. Bantuan berupa alat-alat nelayan yang diberikan ditengarai tidak transparan dalam penyalurannya. Buradi, salah satu perwakilan nelayan Tanjung menyebutkan, pihaknya sebenarnya tidak mempermasalahkan siapa yang mendapat bantuan. Hanya saja, dalam penyaluran bantuan tersebut dinilai tidak tepat sasaran. Bahkan dalam realisasinya, bantuan tersebut juga tidak transparan. “Ini patut dipertanyakan. Karena bantuan alat-alat nelayan ini tidak ada transparan. Sehingga,
Bantuan Nelayan Terindikasi Menyimpang
DATANGI. Puluhan nelayan asal Desa Tanjung Camplong ketika mendatangi kantor DKPP Sampang, Jumat (31/10).
kami juga patut mencurigai itu. Ya, siapa tahu ada yang bermain di situ,” ucapnya dalam pertemuan dengan DKPP. Salim, nelayan lainnya juga mengatakan, fakta di lapangan, saat ini ada bantuan pemerintah berupa mesin perahu malah dijual seharga Rp 4 juta per unit. “Saya melihat sendiri itu, Pak, karena mesinnya itu ada tulisan bantuan DKPP Provinsi Jawa Timur. Kami yakin tidak mungkin pihak dinas tidak mengetahui hal itu. Oleh sebab itu, kami para nelayan ini mempertanyakan keterbukaan bantuan tersebut khususnya di Desa Tanjung, Camplong,” tuturnya. Sementara, Plt Kepala DKPP Sampang Mahfud menyampaikan, program bantuan PUMP Perikanan Tangkap terhadap nelayan itu sudah berdasarkan usulan dari
kelompok nelayan dari bawah dengan disertai pendamping. “Yang mendapat bantuan PUMP Perikanan Tangkap yaitu Pokmas Samudra, Eka Jaya, dan Tanjung Komuniti. Mereka mendapat bantuan peralatan dan uang, untuk Samudera mendapat 5 unit mesin, sedangkan Eka Jaya dan Tanjung Komuniti masing-masing Rp 100 juta untuk pembelian solar dan jaring, bantuan itu dari Provinsi bukan dari Kabupaten,” jelasnya. Untuk diketahui, dalam pertemuan tersebut, para nelayan dan pihak DKPP sempat bersitegang. Hal itu dipicu ketika Kabid Perikanan DKPP Sampang Nurul, mempertayakan kartu nelayan dan secara prosedur meminta data yang harus tertulis pengajuan. Setelah beberapa saat kemudian, kondisi itu mulai bisa teredam. =MOHAMMAD MUHLIS
SEREMONIAL
Terbit Siang
Pembukaan Pameran Pembangunan Berlangsung Meriah PUKUL GONG. Bupati Sampang KH Fannan Hasib di dampingi istrinya (ketua TP PKK) Sampang Hj Anik Amanillah beserta jajaran Forpimda saat memukul gong tanda pameran tanda telah resmi dibuka, Jumat (31/10).
ePaper Unduh Koran Madura versi ePaper dan nikmati beragam informasi dari gadget anda
kunjungi dan unduh dari www.koranmadura.com
SAMPANG - Acara pembukaan pameran pembangunan yang dihadiri oleh ribuan pengunjung terlihat meriah, Jumat (31/10) malam. Acara pembukaan tersebut digelar di Lapangan Wijaya Kusuma dengan dihadiri oleh Bupati Sampang KH A. Fannan Hasib yang di dampingi Ketua TP PKK Sampang Hj Anik Amanillah beserta jajaran Forpimda. Pameran yang bertajuk “Pameran Pembangunan 2014 Gerbang Sejuta Umat” yaitu Gelar Hasil Pembangunan Menuju Umat yang Sejahtera dan Bermartabat diikuti oleh 56 stan dari Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), Camat, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Perbankan, Kepolisian dan lembaga Swasta. Dalam sambutannya, Bupati Sampang KH A Fannan Hasib menyampaikan bahwa tujuan digelarnya pameran pembangunan tersebut untuk mengenalkan semua potensi dan hasil pembangunan yang ada di Kabupaten Sampang. Selain itu, diharapkan, dalam acara pa-
meran tersebut masayarakat Sampang mampu mengembangakan dan lebih berinovasi supaya Kabupaten Sampang bisa dilirik oleh investor. “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang ikut menyemarakkan dan menyukseskan acara pameran pembangunan ini. Semoga acara ini bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Kabupaten Sampang,” ucapnya di atas panggung. Kepala Dishubkominfo Sampang Ali Wafa selaku Ketua Panitia Pameran Pembangunan 2014 menuturkan, kegiatan tersebut bukan hanya merupakan sebuah hiburan saja, melainkan suatu bentuk ajang promosi yang menjadi tolak ukur perkembangan pembangunan dan perekonomian yang ada di Kabupaten Sampang. Menurutnya, acara pagelaran pameran pembangunan tersebut berlangsung selama lima hari yaitu dari tanggal 31 Oktaber hingga 5 November dengan diikuti oleh 56 stan. =ADV/ MOHAMMAD MUHLIS
KORAN Bangkalan MADURA
Bangkalan
Bangkalan M M
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014
SENIN 3 NOVEMBER 2014| |TAHUN No. 0476 |IIITAHUN III No. 0476
Jemaah Haji Wafat di Mekkah Sempat Dirawat di RS Al-Kholidiyah karena Menderita Asam Urat BANGKALAN - Berita duka menyelimuti jemaah haji asal Bangkalan. Salah seorang jemaah bernama Moh Rofii (40), warga Desa Petaonan, Kecamatan Socah, yang tergabung di kelompok terbang (kloter) 58 meninggal dunia di rumah sakit Al Kholidiyah, Mekkah, karena menderita penyakit asam urat. Moh Rofii tidak tertolong setelah mendapatkan perawatan medis selama kurang lebih satu minggu. "Moh Rofii dirawat di rumah sakit selama 1 minggu, yakni meninggal tanggal 28 Oktober,"
ujar Kasi Pemberangkatan Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan,
Abd Hamid saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (2/11). Menurutnya, almarhum sebelumnya sudah pernah menjalani perawatan di rumah sakit Mekkah dengan didampingi istri tercintanya. Setelah dinyatakan meninggal, jemaah itu langsung dikubur di Mekkah. Sekalipun sebelum meninggal sudah dalam kondisi sakit, namun ia tetap menjalani syarat dan rukun haji. Sehingga ketika mengembuskan nafas terkahirnya, ia sudah selesai menjalani prosesi
ibadah haji dengan sempurna. "Almarhum tergabung dalam kloter 58 asal Bangkalan dijadwalkan tiba di tanah air tanggal 3 Nopember 2014 besok sekitar pukul 8.00 wib tiba di Masjid Agung, jadi yang awalnya berjumlah 138 Jemaah, berkurang menjadi 137 jemaah," imbuh Hamid. Sementara untuk jemaah haji yang tergabung dalam kloter 61 yang berjumlah 443 jemaah dijadwalkan tiba tanggal 4 Nopember 2014. Jadi keesokan harinya kloter
moh ridwan/koran madura
PILKADES. Sejumlah masyarakat saat mendatangi DPRD Bangkalan terkait masalah pilkades, waktu lalu.
BANGKALAN – Biaya pilkades di wilayah Bangkalan masih tinggi. Sebab belum ada perda yang mengatur besaran jumlah pembiayaan untuk pilkades. Salah satu contohnya di Desa Kolla, Kecamatan Modung, panitia pilkades mematok harga 267 juta. Kecuali apabila penyelenggaraan pilkades itu menunggu perda disahkan. Besarnya biaya pencalonan kepala desa memang harus secepatnya diatasi, sebab sangat memberatkan bagi calon yang hendak tampil dalam bursa pilkades. Itu juga yang membuat masyarakat enggan mencalonkan diri dalam demokrasi desa itu, padahal banyak kades yang masih dijabat oleh pejabat sementara. Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 sudah mengatur biaya pilkades, namun kenyataannya bagi desa yang ingin menggelar
DEMOKRASI DESA
Biaya Pilkades Masih Ratusan Juta pilkades, masih harus mengeluarkan dana besar yang harus dipenuhi oleh calon. Salah satu masyarakat warga Desa Kolla Kecamatan Modung, Syahrul menyampaikan keprihatinnannya atas besarnya anggaran yang harus dikeluarkan calon. Di desanya saja biaya pilkades yang dipatok panitia mencapai Rp 267 juta, harus ditanggung oleh calon dengan 2.500 hak pilih di desa tersebut. "Jika ada dua calon, maka keduanya yang menanggung. Semakin banyak yang mencalonkan diri, tentunya semakin ringan biaya pilkades ini. Mirisnya, kalau masyarakat yang tak punya biaya tidak mungkin mencalonkan. Itu
yang dapat mengganggu proses berdemokrasi," katanya. Dia menginginkan agar dengan disahkannya undang-undang pilkades yang baru, pemerintah daerah harus mencari formulasi yang pas agar biaya pilkades tak lagi selangit. Sebab, aturannya pilkades dibiayai oleh pemerintah daerah. Sesuai pasal 34 ayat 6 yang menyebutkan pembiayaan mengenai pemilihan kepala desa harus dibebankan pada anggaran APBD. Apalagi, ada 179 desa yang belum menggelar pilkades, sehingga jabatan kades masih belum difinitif alias dijabat oleh pejabat sementara (pjs). "Pemerintah harus mempunyai solusi terkait itu. Sebab,
61 tiba di Bangkalan sekitar pukul 11.00 wib. Untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas yang disebabkan oleh keluarga penjemput, pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak keamanan. "Segala persiapan untuk menyambut kedatangan jemaah haji telah kami persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Semoga tidak ada rintangan yang berarti dan bisa berjalan sesuai rencana," tandas Hamid. = DONI HERIYANTO/RAH
masih banyak desa yang belum dijabat kades definitif, sehingga harus ada formulasi yang pas terhadap keuangan daerah," terang Syahrul yang juga berasal dari Ikamaba-Surabaya. Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan, Mahmudi menyampaikan, dalam memahami undang-undang harus menyeluruh, agar bisa mendapatkan pemahaman yang utuh. Terkait desa yang mematok biaya pilkades yang mencapai Rp 267 juta merupakan mutlak dari panitia setempat. Hal itu merupakan hasil dari perhitungan biaya pilkades. Kondisi itu tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun.
"Pertanyaannya besaran biaya bisa sampai sebanyak itu merupakan kewenangan panitia. Harus dikembalikan kepada kepanitiannya sendiri," jelasnya. Mengenai aturan itu, memang benar dibebankan kepada APBD. Namun, permasalahannya Bangkalan masih belum memiliki peraturan daerah (perda) mengenai syarat pilkades itu, sehingga berapa dana anggaran yang harus diberikan kepada biaya pilkades masih belum jelas, karena harus ada penyesuaian dengan APBD sendiri. "Kita belum punya perda mengenai syarat pilkades itu. Permasalahnnya, ada desa yang terburu untuk menggelar pilkades sebelum perda dirumuskan. Kita juga tidak bisa menghalangi, karena itu juga keinginan masyarakat," paparnya. = MOH RIDWAN/RAH
N
Bangkalan
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
Krisis Mantri Ternak Beban Tugas Bisa Diatasi dengan Penambahan 33 MT
moh ridwan/koran madura
BERI KETERANGAN. Kapolres Bangkalan, AKBP Sulistiyono saat memberikan keterangan kepada awak media.
GALIAN C
Pengusaha Harus Patuhi Aturan BANGKALAN - Pasca penutupan 50 hektare galian C di Desa Jaddih, Desa Parseh, dan Desa Jambu, Kecamatan Socah, Kapolres Bangkalan mewantiwanti agar pengusaha mematuhi aturan. Jika tidak, pihaknya tak segan-segan untuk menindaklanjuti ke ranah hukum, karena kegiatan yang dilakukan selama ini merupakan ilegal yang tak ada izinnya. "Para pengusaha galian C yang tersebar di kabupaten Bangkalan agar tidak mengoperasikan alat-alat beratnya sebelum izin pertambangan keluar," kata Kapolres Bangkalan, AKBP Sulistiyono. Dia menjelaskan, permasalahan galian C sudah muncul sejak lama. Penertiban pertambangan
galian C juga telah direncanakan sejak April lalu. Selain itu, pernah dibahas lagi dalam 3 kali rapat antara Bupati Bangkalan dengan forpinda Bangkalan. Namun, realisasinya tak kunjung terlaksana. "Kalau ditemui pelanggaran dalam masalah galian C, nantinya aparat keamanan lebih banyak bertindak ke arah penegakan hukumnya," jelasnya. Untuk itu, sebanyak 35 pengusaha yang belum memiliki ijin usaha agar mengurus terlebih dahulu. Mereka wajib mematuhi aturan yang telah diberikan dan disepakati, sebelum membuka usahanya kembali. Di samping itu, sda 10 orang pengusaha sudah yang memakai peralatan alat berat dalam aktifitas usahanya.
"Mereka patut bersyukur, karena tidak langsung ke arah tindakan. Mereka masih diberikan kesempatan untuk mengurus ijin terlebih dahulu," terangnya. Mengenai maslahan bahan baku yang sampai dikirim ke luar daerah, agar tidak dilakukan sampai ada peraturan daerah (perda). Nantinya, setelah perda sudah terbit, segala bentuk pengiriman galian C keluar daerah harus mematuhi isi perda yang mengatur persoalan galian C itu. "Sepanjang aturan main ditaati, aparat keamanan akan selalu mengawal agar tidak ada bentuk pelanggaran, hingga izin usaha galian dimiliki pengusaha," paparnya. = MOH RIDWAN/RAH
BANGKALAN - Guna menunjang hasil ternak yang berkualitas dengan memberdayakan para peternak di Kabupaten Bangkalan membutuhkan tenaga mantri ternak (MT) yang memadai. Akan tetapi di kabupaten setempat justru kekurangan mantri. Sehingga minimnya MT itu berpengaruh pada tingkat pelayanan bagi peternak. Akibat kekurangan MT, beberapa petugas di lapangan Garus merangkap jabatan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. "Kami akui jika memang di kabupaten setempat kekurangan tenaga MT. Jadi petugas di lapangan terpaksa merangkap jabatan. Ya itulah adanya," jelas Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Bangkalan, Abd. Razak melalui Kasubag Program, Moh Ridwan. Menurutnya, saat ini MT yang ada hanya berjumlah 18 orang sesuai dengan jumlah kecamatan di wilayah setempat. Dari 18 petugas sepesialis ternak itu, masih merangkap jabatan sebagai petugas di rumah potong hewan (RPH), kemudian menjadi petugas medis peteriner dan petugas insiminasi buatan. Langkah rangkap jabatan tersebut, diambil untuk menutupi kekurangan petugas dilapangan. Sebab, tidak ada cara lain yang harus ditempuh. "Kami sudah sering mengajukan penambahan pegawai ke Badan Kepegawaian Daerah
Pasang Iklan Hubungi: (0328) 6770024
(BKD). Namun, hingga saat ini belum ada penambahan. Maka, mau tidak mau kami jalankan sesuai dengan kemampuan," jelasnya. Untuk mencukupi kebutuhan MT harus dilakukan penambahan tenaga spesialisasi hewan sebanyak 33 orang. Dengan rincian 15 petugas ditempatkan di RPH, dan 18 orang menjadi petugas insiminasi buatan. Dengan mencukupi kebutuhan tenaga di lapangan, akan mengurangi beban petugas sehingga berdampak pada perkerjaan menjadi maksimal. "Besar harapan kami kekurangan petugas bisa segera terpenuhi. Idealnya, petugas di lapangan berjumlah 51 orang. Masing-masing 18 orang di setiap kecamatan, 18 petugas insiminasi buatan dan 15 di RPH. Petugas yang kami ajukan dari kalangan Tenaga Harian Lepas (THL) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS)," tandasnya. = DONI HERIYANTO/RAH
KORAN Bangkalan MADURA
Laporan Khusus
Bangkalan OO
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014
SENIN 3 NOVEMBER 2014| |TAHUN No. 0476 |IIITAHUN III No. 0476
Pemerintah Daerah Harus Proaktif Bekerja BANGKALAN - Saat ini laju tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bangkalan sudah lebih dari 6 %, dengan angka sementara PDRB kabupaten tahun 2013 mencapai 3.891.566,84 (Sumber Data: BPS Kabupaten Bangkalan Tahun 2012). Meskipun tiga tahun tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin meningkat. Namun tingkat jumlah pengangguran kabupaten Bangkalan juga merangkak naik. Tahun 2011 lalu, jumlah yang semula hanya 261 orang, meningkat pada tahun 2012 menjadi 651 orang. Peningkatan drastis itu juga terjadi pada tahun 2013 yang bertambah menjadi 1.308 orang ( Sumber Data: BPS Kabupaten Bangkalan Tahun 2012). Hal itu membuktikan bahwa prestasi tingkat pertumbuhan ekonomi kabupaten Bangkalan tidak mampu menyerap jumlah pengangguran (unemployment) yang ada. Hal itu diakui oleh Ketua Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bangkalan, M Syafii. Padahal dalam waktu dekat Indonesia akan menghadapi persaingan ketat dalam bidang ekonomi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) di tahun 2015. Tantangan yang dihadapi, arus liberalisasi pasar perdagangan dan tenaga kerja yang tidak bisa dipungkiri. Mau atau tidak mau, masyarakat Madura khususnya di Bangkalan harus siap bersaing menghadapi MEA. Di era MEA, persaingan antara produk dan tenaga kerja lokal dengan produk asing serta tenaga kerja asing harus ada upaya strategis untuk menciptakan produk lokal yang unggul dan kualitas. Kemudian tenaga kerja lokal yang mampu bersaing secara global. Dengan keadaan jumlah penganguran yang semakin tinggi, menunjukkan bahwa kualitas tenaga kerja masih kecil. Dengan kata lain, upaya pemerintah daerah selama ini untuk mengembangkan kualititas tenaga kerja masih belum optimal. "Harus ada upaya dan Langkah yang strategis serta cepat untuk menghadapi MEA di tahun 2015, meski terkesan terlalu bersikap reaktif. Pemerintah kabupaten Bangkalan harus mampu menunjukkan kesiapannya," terang Syafii.
AKTIVITAS EKONOMI. Terlihat beberapa warga sedang mengamati barang dagangan milik penjual beberapa hari yang lalu.
Dari itu harus ada inisiatif dan transformatif yang efektif untuk menciptakan kondisi yang siap untuk menghadapi MEA di tahun 2015. Fundamen yang perlu diubah untuk melakukan langkah yang strategis ialah melakukan tranformasi struktur ekonomi. Yang bisa diupayakan oleh pemkab Bangkalan dengan melakukan pengembangan struktur ekonomi daerah yang mengandalkan kepada usaha mikro, kecil dan menengah serta koperasi. Selain itu pula, pengembangan pendidikan kejuruan dan melakukan upaya terhadap peningkatan terhadap sektor pertanian dan industri pariwisata yang saling terintegrasi. Di samping itu, UMKM dan koperasi harus menjadi tumpuan bagi masyarakat kelas kecil menengah untuk memperbaiki kehidupan ekonomi masyakat. Sehingga perlu dilakukan upaya untuk mengembangkan usaha mereka. Pentingnya, agar produk lokal bisa mampu bersaing di pasar bebas Asean. Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja atau mampu mengurangi tingkat penganguran. Upaya pengembangan yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah kepada UMKM dan koperasi agar tidak kalah dalam persaingan,
sedini mungkin bisa membantu mereka dengan subsidi bunga dan bantuan terhadap biaya produksi usaha UMKM dan koperasi. Pemberian bantuan biaya produksi bagi pelaku UMKM dan koperasi bertujuan untuk membantu meningkatkan produktivitas dan mampu menekan harga jual produk supaya mampu bersaing dengan produk asing. "Subsidi bunga sendiri diharapkan membantu para UMKM dan Koperasi untuk memberikan peringanan pinjaman yang dilakukan oleh UMKM dan Koperasi kepada lembaga financial (bank dan Non bank) yang dipergunakan untuk pengembangan usaha," jelasnya. Mendorong Riset UMKM dan Koperasi Pengembangan produktivitas kearah inovasi bisa diwujudkan, apabila pemerintah mendorong UMKM dan koperasi melakukan riset agar bisa melakukan sebuah pengembangan produk yang inovatif. Seperti halnya, pengembangan e-chanel marketing dan penyiapan Informasi e-chanel marketing agar bisa memasarkan produk yang dihasilkan oleh para UMKM dan Koperasi. Baik itu pemesaran di pasar lokal, domestil ataupun pasar global, dan juga dibantu dengan kesedian informasi yang mampu membangun kesadaran akan manfaat, peluang dan damp-
ak dari pasar bebas asean. "Pemkab harus bisa memberikan pelatihan Sumber Daya Manusia sesuai dengan kebutuhan UMKM, yang bertujuan meningkatkan kualitas para pelaku usaha kecil," ucapnya. Sementara itu, di sektor pertanian dan perikanan masyarakat disebutkan bahwa kontribusi pertumbuhan ekonomi kabupaten Bangkalan dari sektor pertanian masih minim. Sebab, pertumbuhannya masih mencapai 0,05 persen, sedangkan sektor perdagangan 0,53 persen serta sector industri 0,5 persen. Keadaan ini menunjukkan, banyaknya lahan pertanian yang belum tergarap dengan baik. Kemudian, upaya pemerintah tidak mampu memberikan peningkatan yang produktif di sektor pertanian dan perikanan. Padahal, kedua sektor ini sangat bisa dijadikan sebagai sektor penguatan produksi ekonomi kerakyatan. Itu bisa dilakukan dengan langkah awal strategis pengembangan riset pada setiap komoditi pertanian dan komoditi ikan laut. Riset yang dilakukan selama ini dalam upaya untuk melakukan pengembangan hasil pertanian belum sampai pada riset pengembangan hasil produksi pertanian dan perikanan. Pemerintah harus bisa memberikan bantuan teknologi kepada
moh. ridwan/koran madura
para petani dan nelayan supaya tercipta kondisi yang produktif. Sebab, selama ini para petani dan nelayan masih melakukan kegiatannya secara tradisional dalam kegiatan produksinya. Dampaknya, cara tradisional berpengaruh terhadap tidak efisiensi kegiatan produksi yang dilakukan oleh para petani dan nelayan. Kondisi itu memaksa para petani dan nelayan lebih banyak menguras waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, bantuan biaya sangat dibutuhkan oleh para masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Sebab petani masih didominasi oleh masyarakat kelompok menengah kebawah, dengan bantuan biaya dari pemerintah daerah yang diberikan kepada kelompok petani akan membantu untuk melakukan peningkatan produksi. Belum lagi, di bidang potensi wisata bahari dan alam yang cukup besar yang di miliki Bangkalan belum dikelola secara maksimal. Selama ini, wisata yang begitu diminati oleh pengunjung masih berkutat di wisata religi. Padahal, sebenarnya wisata bahari ataupun wisata alam jika diperhatikan dan dikembangkan dalam peningkatan fasilitasfasilitas yang dibutuhkan mampu memberikan nilai tawar pada para pengunjung luar ataupun lokal. = MOH RIDWAN
KORAN MADURA
SENIN 3 NOVEMBER 2014 No. 0476 | TAHUN III
SENIN 3 NOVEMBER 2014 | No. 0476 | TAHUN III
Kebebasan tidak bisa serta merta hadir dalam hidup seseorang yang hidup untuk orang tertentu. Kebebasan itu datang dan bisa memberikan efek yang besar dalam hidupnya. Orangorang yang mau akan perubahan dalam hidupnya itulah yang akan merasakan kebebasan itu.
KORAN MADURA
R
K
Pemerintah Daerah Harus Proaktif Bekerja Meskipun tiga tahun tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin meningkat. Namun tingkat jumlah pengangguran kabupaten Bangkalan juga merangkak naik. Selengkapnya LIPSUS | Hal. O
emauan orang untuk keluar dari sesuatu yang lama atau ketidaknyamanan menuju sesuatu yang diinginkan yaitu terlepasnya beban yang membelenggu selama ini. Setiap manusia pastinya ingin hidup damai tanpa ada sebuah belenggu atau kekangan. Untuk mencapai kedamaian diperlukan sebuah kebebasan hidup. Perempuan yang mengaku namanya, Widhy ini mengatakan, adanya kebebasan dalam hidup justru akan berdampak positif. Jika kita benar-benar memanfaatkannya dengan benar.“Karena kalau ada kebebasan justru akan mempermudah untuk mengespresikan diri kita,” terangnya. Cewek yang suka nasi goreng ini juga menjelaskan, kalau setiap kebebasan yang dijalankan setiap manusia, juga perlu adanya mawas diri. Karena bila kita mengimbanginya, maka akan mudah kebablasan.”Kuncinya yakni tetap pada iman dan ilmu yang harus menjadi pedoman hidup,” ujar Widhy. Realita kehidupan, lanjut Widhy, tak selamanya indah dan sesuai dengan apa yang kita rencanakan, pasti ada gesekan,perselisihan, beban moral yang akan kita alami nantinya. Beban itu akan menumpuk dan terpendam dalam diri kita dan akan menjadikan sekap buruk kita menjadi keluar. “Kemarin boleh jadi telah selesai tetapi hari esok masih dalam proses terjadi, banyak yang akan berubah dalam hitungan jam saja,”ucapnya. Setiap kebebasan, kata dia, berarti kita berada dalam sebuah kemenangan. Karena tanpa adanya sebuah tekanan hidup yang membelenggu kita. Bahkan kita juga harus bisa mengambilnya dalam sebuah prestasi.“Maka akan mudah prestasi itu di dapat jika kita selalu berusaha dan berjuang untuk mencari kesuksesan,” papar Widhy. Widhy juga tidak segansegan untuk menjelaskan, kalau diri ini tertekan jiwanya maka akan sulit untuk mendapatkan kedamaian. “Hiasilah hidup ini dengan
P
Widhy
Hidup Mencari Kebahagiaan rasa syukur jika kita diberikan rahmat. Namun jika kita diberikan cobaan bersabarlah,” tandas. Disisi lain, apakah kita sebagai manusia akan tetap seperti ini saja, jawabnya mustahil pastinya, kita sebagai manusia diharapkan selalu melakukan perubahan-perubahan kecil yang dapat menjadikan kita lebih baik dan lebih santai bahkan berguna untuk orang-orang disekitar kita. Kebebasan dapat datang kapan saja kita mau, dimana saja pu kita mau, dari sebuah kejadian atau sebuah mimpi
merubah hidup yang hadir dari kehidupan kita. Semuanya dapat terlaksana sampai seberapa besar kita melawan diri kita sendiri . Satu catatan diri kita sendiri adalah musuh yang paling besar
dalam mendapatkan kebebasan itu karena dalam diri manusia pasti mempunyai perasaan yang bergejolak dalam setiap permasalahan yang dihadapinya. Itu yang menjadikan diri manusia sulit untuk dapat cepat mendapatkan kebebasan. “Tinggal bagaimana kita berpikir jernih dari semua hal yang ada, dan kemauan kita untuk berubah dari masa lalu kita menjadi masa depan yang lebih baik,”tutur Widhy. =Mahfud Hidayatullah
Nama Tetala
: Widhy : Probolinggo,12 Mei 1991 Alamat : Pajarakan Probolinggo Pendidikan : Universitas Panca Marga Probolinggo Hobi : Nonton TV, dengerin Musik Motto : Jangan setengah hati dalam bekerja