Terbit Sejak 1974 Harga Eceran Rp3.000/Eks Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693
Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000 Redaksi (0721) 773888 SMS: 0812 7200 999
Hal. 5
Hal. 16
Hal. 20
Wawancara reporter cilik dengan Dirut PTPN VII Andi Punoko.
Laura Basuki dan Reza masuk nominasi Indonesia Movie Award.
Akhir pekan menjadi saat yang tepat untuk berbelanja.
www.lampungpost.com
BURAS H. BAMBANG EKA WIJAYA
JUMAT, 6 MEI 2011 | NO.12074 | TAHUN XXXVI | 24 HALAMAN
DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNG
Polda Bekuk Perekrut NII BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sinyalemen Provinsi Lampung sebagai daerah basis perekrutan kader Negara Islam Indonesia (NII) bukan isapan jempol. Polda Lampung kemarin membekuk tiga juru rekrut kelompok NII di Bandar Lampung.
Pemaksaan Tidak Berusia Panjang! KOK jadi termenung melulu? tanya Umar.
Ketiga juru rekrut itu terdiri dari dua wanita, yakni EM (21), warga Padangcermin, Pesawaran, dan AP (20) warga Raman Utara, Lampung Timur, kelahiran Metro; serta seorang pria yakni KA (20), warga Sekampung Udik, Lampung Timur, kelahiran Pugungraharjo. EM dan AP tercatat sebagai mahasiswi Politeknik Kesehatan (Poltekes) Negeri Tanjungkarang, sementara AK bekerja sebagai wiraswasta. Ketiga tersangka ditangkap di dua tempat terpisah, Kamis (5-5), sekitar pukul 16.30. Dua tersangka ditangkap di sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Kartini, Tanjungkarang Pusat, dan satu lagi ditangkap di salah satu restoran cepat saji. EM, AK, dan AP ditangkap setelah mendapatkan laporan dari salah satu dosen Poltekes Tanjungkarang karena dua mahasiswanya menjadi korban. Bahkan satu mahasiswi yang bernama Buana Dwi Ariani (18) telah dibaiat di Jakarta. Selain dibaiat, Buana yang asalnya dari Cilacap, Jawa Tengah, itu juga telah memberikan uang. Satu lagi korban adalah Susi Adika (18), mahasiswi Akademi Kesehatan Gigi, yang berasal dari Bengkulu.
Memikirkan keponakan yang di Dipasena! jawab Amir. Selama revitalisasi tambak ia sudah dua kali panen! Sisa hasil usaha̶SHU̶ panen kedua mereka siapkan untuk membayar anaknya masuk perguruan tinggi di Bandar Lampung, atau kalau bisa malah ke Jakarta! Ternyata SHU itu dibekukan oleh perusahaan inti yang menghentikan kegiatan usaha tambaknya! Kasihan ponakanmu! timpal Umar. Dengan penghentian kegiatan perusahaan inti, sekalian juga dihentikan jaminan biaya hidup dan natura bulanan plasma, serta listrik di seluruh area pertambakan itu dimatikan! Jadi, jangankan membayar uang masuk kuliah anak, makan dan penghidupan sehari-hari mereka saja terancam! Itu yang tak habis kupikirkan dari tadi! tegas Amir. Jadi begitu lagi, padahal penderitaan satu dekade petambak plasma di situ sudah berakhir dengan revitalisasi yang sudah berjalan baik, seperti dilaporkan Metro-TV baru-baru ini! Apa pemerintah tak melihat hal positif itu, sehingga tak mengayomi dan malah membiarkan warga kembali terancam derita berkepanjangan! Tak mesti berkepanjangan! timpal Umar. Sebab, penghentian kegiatan perusahaan itu berpangkal dari pemaksaan kehendak sebuah organisasi massa̶ormas! Dan pemaksaan, di negara hukum lazim tak berusia panjang! Sekalipun orang yang terkena pemaksaan itu mengalah tak mau ribut-ribut, hukum tak akan membiarkan pemaksaan terjadi berkepanjangan̶apalagi merugikan kepentingan umum yang luas, seperti penghentian kegiatan usaha itu! Kecuali negara ini telah berganti dari negara hukum jadi negara preman! Belum berganti! Masih tetap negara hukum! tegas Amir. Karena itu, sejalan keberadaan ormas yang demi hukum dijamin konstitusi, maka ormas itu pun wajib mematuhi hukum! Sehingga jika pemaksaan yang melanggar hukum dilanjutkan, percayalah tak selamanya hukum tertidur! Apalagi kalau pemaksaan oleh ormas itu secara legal-formal menurut hukum sama sekali tak ada dasarnya, semisal putusan pengadilan, atau notariat serah-terima pembelian perusahaan secara eksplisit mencantumkan kewajiban pada Ormas tersebut! timpal Umar. Karena itu, selain tak selamanya hukum tertidur, tak selamanya pula tindakan yang salah dimenangkan̶dalam cerita opera sabun sekalipun! Kalau begitu ponakan kusuruh bersabar, semoga lebih cepat normal kembali! sambut Amir. Terpenting kalau ada yang mengajak melakukan hal yang salah jangan ikutan, karena justru memperlambat penyelesaian! ***
KURS
Rp8.566/dolar AS Kamis, 5 Mei 2011 Sumber BI
OASIS
Susu dan Obesitas STUDI terhadap 7.000 anak di Inggris menemukan bahwa balita yang minum banyak susu formula cenderung mengalami obesitas saat usianya mencapai lima tahun. Hal itu karena balita yang terbiasa mengonsumsi susu berkalori tinggi dalam jumlah besar cenderung menyukai makanan yang menggemukkan saat dia besar. Sekitar 30% balita yang masih minum dari botol saat berusia 24 bulan memiliki kecenderungan menjadi gemuk saat berusia 5,5 tahun. Dalam penelitian ini, kami juga memperhitungkan berat badan ibu, berat badan anak ketika lahir, dan faktorfaktor lainnya, kata Dokter Robert Whitaker dari Temple University. Sudah lumrah bayi-bayi yang diberi susu formula lebih cepat gemuk daripada bayi yang disusui secara alami. Bahkan, hingga kini masih ada orang tua yang terus memberikan susu sapi botolan kepada balita pada siang hari atau menjelang tidur. (MI/U-1)
JURU REKRUT NII Penyidik Polda Lampung memeriksa dua dari tiga tersangka juru rekrut Negara Islam Indonesia, KA dan EM (berjilbab), Kamis (5-5) malam. Kapolda Lampung Brigjen Sulistyo Ishak (foto bawah) menjelaskan kepada pers, ketiga tersangka menjaring kader baru di kampus Poltekes Tanjungkarang, Jalan Soekarno Hatta, Hajimena. LAMPUNG POST/HENDRIFAN GUMAY
KONFLIK DI AWS
Hari ini Panen Udang Terakhir TULANGBAWANG (Lampost): Hari ini PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) melakukan panen terakhir. Setelah itu, perusahaan tidak beroperasi. “Besok (6-5) adalah panen terakhir, paling sekitar 4050 ton. Juni-Juli tidak ada panen karena mulai Maret dan April tidak ada penebaran benur,” ujar Tarpin A. Nasri, kepala Divisi Komunikasi PT Aruna Wijaya Sakti, tadi malam. Mulai Sabtu (7-5), AWS juga menghentikan operasional dengan memutus aliran listrik ke seluruh wilayah pertambakan, tidak melanjutkan pemberian pinjaman biaya hidup bulanan plasma, menghentikan persiapan tebar benur, dan menunda pembayaran SHU (sisa hasil usaha). Karena aktivitas dihentikan, tidak ada lagi yang dikerjakan para karyawan di PT AWS.
“Karena tidak ada udang yang diolah, karyawan cold storage, sekitar 1.200 orang akan dipindahkan ke CP Bahari, sedangkan 3.000-an pekerja outsourcing dicutikan.” Menurut Tarpin, penebaran benur tak lagi dilakukan karena selalu dihalang-halangi oleh oknum Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW). “Mereka melarang inti menebar benur vanamei. Tambak yang siap ditebar bahkan dibuang airnya,” ujarnya. Tetapi, ujar Tarpin, P3UW malah melakukan tebar mandiri dengan benih udang windu. “Kalau petambak kesulitan benur, mereka bahkan bisa menyediakan sendiri,” ujarnya. Tetapi, Wakil Ketua P3UW Towilun menegaskan mereka tidak pernah menghalanghalangi inti menebar benur.
“Terserah kalau AWS bilang begitu,” ujarnya saat dikonfirmasi tadi malam. Towilun menyatakan pihaknya tetap menjaga kondisi tetap kondusif sesuai surat Dirjen Budi Daya KKP tertanggal 26 Maret yang meminta waktu 45 hari untuk mencari solusi serta menyampaikan imbauan untuk tidak saling memaksakan pendapat. Menanggapi pernyataan Towilun, Tarpin mengatakan penolakan paling keras penebaran benur oleh inti justru terjadi di Kampung Bumi Dipasena Utama, di mana Towilun menjabat sebagai Kepala LMPK (Lembaga Manajemen Plasma Kampung) yang membawahkan blok 2 dan 3. “Tidak boleh memaksakan pendapat, tapi kami mau tebar benih kok dihalang-halangi,” ujar Tarpin. (WIN/LIN/R-2) PLASMA... Hlm. 7
Diskusi Agama Kapolda Lampung Brigjen Sulistyo Ishak mengatakan ketiga pelaku sudah mengarah pada tindakan makar. “Kalau tindak pidananya sudah bisa dipastikan. Kalau untuk makar, sudah mengarah ke sana,” kata Sulistyo dalam jumpa pers, Kamis (5-5) malam. Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Umum Ajun Komisaris Besar Mahavira Zen yang mendampingi Kapolda Brigen Sulistyo Ishak menjelaskan modus ketiga pelaku adalah dengan mengajak korban untuk berdiskusi di suatu tempat. Pertemuan pertama itu mereka membicarakan tentang perbandingan agama. Pertemuan kedua sudah mengarah kepada keinginan merekrut. “Saya belum bisa jelaskan secara spesifik karena masih dalam penyelidikan,” kata Mahavira. Pertemuan ketiga, korban
diajak ke Jakarta untuk dilantik atau dibaiat. Mereka juga sudah menyebutkan biayanya Rp500 ribu. Meski kedua korban tidak punya uang untuk pergi ke Jakarta, mereka akhirnya berangkat. Untuk menutupi biaya, Buana dinyatakan seolah-olah telah menghilangkan sebuah laptop seharga Rp16 juta, milik temannya. Kemudian para tersangka meminta kepada orang tua Buana untuk membayar uang pengganti laptop. Karena dibujuk rayu dan ditekan, orang tua Buana membayarkan uang pengganti laptop untuk anaknya itu. Sedangkan Susi, dikatakan seolah-olah menghilangkan sebuah kamera digital seharga Rp24 juta. Namun, orang tua Susi belum sempat membayarkannya.
Perbuatan ketiga pelaku sudah mengarah pada tindakan makar. Hingga tadi malam, Polda masih memeriksa ketiga tersangka, korban, dan juga pelapor. Pemeriksaan dilakukan tertutup di ruang Reserse Kriminal Umum. Ketiga tersangka tampak tidak malumalu. Bahkan ketika ditanyai petugas, yang tampak dari balik jendela kaca, ketiga tersangka menatap wajah petugas. Tertangkapnya ketiga tersangka tersebut membuktikan sinyalemen mantan aktivis NII di Lampung bahwa Bumi Ruwa Jurai ini menjadi basis perekrutan kader NII. Sukses Polda meringkus tersangka NII juga mementahkan pernyataan Ketua Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Lampung Arminsyah. Empat hari lalu, Arminsyah mengklaim tidak ada gerakan NII di Lampung. “Jangan cepat mengambil kesimpulan ada NII di Lampung. Kami memantau tetapi belum ditemukan,” kata Arminsyah di PKOR Way Halim, Senin (2-5). (KIS/FAN/RIS/U-1)
TERORISME
CIA Teliti Isi Komputer Osama Bin Laden WASHINGTON (Rtr/AP): Dinas Intelijen Amerika Serikat memeriksa sejumlah komputer yang ditemukan di rumah Osama bin Laden. Menurut sejumlah ahli, 5 komputer, 10 perangkat keras, dan 100 penyimpan data yang dibawa pergi setelah Osama tewas dalam serangan, Minggu (1-5), akan membongkar jaringan Al Qaeda. Perangkat elektronik tersebut mulai diteliti satuan tugas khusus dari Dinas Intelijen Pusat (CIA), Badan Keamanan Nasional, Departemen Kehakiman, dan lembaga lain. “Ini ‘tambang emas’ buat kami. Kami akan menemukan kemungkinan potensi
perencanaan, pendanaan, dan kaitannya dengan Pakistan,” kata mantan Wakil Direktur CIA John McLaughlin. Sementara itu, setelah melalui perdebatan panjang dengan tim keamanan nasional, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengambil keputusan untuk tidak merilis foto-foto kematian Osama bin Laden. Keputusan tersebut diutarakan Obama dalam wawancara eksklusif dengan 60 Minutes, sebuah program berita stasiun televisi CBS, yang bakal ditayangkan pada Minggu (8-5) mendatang waktu setempat. Berdasar rilis transkrip wawancara tersebut, Obama
Osama Bin Laden berargumen foto-foto kematian Obama dapat memicu aksi kekerasan terhadap warga AS. “Penting bagi kami untuk memastikan foto-foto seseorang yang ditembak di bagian kepala tidak beredar sebagai hasutan melakukan kekerasan lanjutan. Itu bukan jati diri kami. Anda tahu, kami tidak menyebarkan
hal seperti ini layaknya piala,” kata Obama. Orang nomor satu Negeri Paman Sam itu juga mengaku sadar tidak mampu membendung teori konspirasi yang beredar seputar kematian Osama. “Jelas tiada keraguan di antara para anggota Al Qaeda bahwa dia (Osama) telah tewas. Akan ada orang-orang yang membantahnya. Namun, fakta terpenting Anda tidak akan melihat Bin Laden berjalan di permukaan bumi ini.” Seperti telah diberitakan, kesamaran data akurat mengenai kematian Osama memunculkan sederet teori konspirasi. Salah satunya Obama dituding
merekayasa operasi tersebut untuk meningkatkan popularitas menjelang Pemilihan Presiden AS tahun depan. Kecurigaan ini menguat setelah tiada foto-foto kematian Osama dan berubahnya penuturan rangkaian kejadian versi Pemerintah AS. Kepada harian New York Times, sejumlah pejabat tinggi Pemerintahan Obama mengaku tiada baku tembak dalam penyerbuan. Bahkan Osama tidak menggenggam senjata. Ini berbeda dengan penuturan Direktur Badan Intelijen AS (CIA) yang menyatakan telah terjadi baku tembak sengit. (U-1) GERONIMO EKIA ... Hlm. 7