CMYK CMYK
Terbit Sejak 1974 Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693 Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000 Redaksi (0721) 773888 SMS: 0812 7200 999
www.lampungpostQcom
SABTU, 18 FEBRUARI 2012
CMYK
L NO. 12353 L TAHUN XXXVII
DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNG
TERBIT 24 HALAMAN
LHARGA ECERAN : Rp3.000 KURS
Kenaikan gaji PNS dibayar Maret... HLM. 4
Slank punya tempat untuk jual album... HLM.16
H. BAMBANG EKA WIJAYA
Nalar Politisi Ditumpulkan ʻShockʼ Kuasa! “SAAT Andi Mallarangeng selaku Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) di Bali menyatakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Dewan Pembina PD kecewa dan marah besar mengetahui Angelina Sondakh dipindahkan ke Komisi III DPR yang membidangi hukum, rakyat kebanyakan langsung nyeletuk, dasar nalar politisi bebal!” ujar Umar. “Karena dengan berada di komisi itu, Angie sebagai tersangka di KPK bisa memanggil dan menjitak KPK!” “Bebal nalar politisi yang kau pakai itu ternyata ungkapan lain dari istilah formal yang dipakai SBY̶pemindahan itu langkah yang tidak cerdas!” timpal Amir. “Kebebalan nalar sementara politisi Senayan yang membuat berang SBY itu cuma salah satu percikan gejalanya! Dari kasus yang mengalir, mulai studi banding ke luar negeri anggota DPR yang menghabiskan dana ratusan miliar rupiah, pembangunan gedung baru DPR yang akhirnya dibatalkan, sampai segala macam pemborosan yang tak henti disoroti pers, langkah yang menonjolkan kebebalan nalar politisi itu tampak nyaris menjadi masalah rutin!” “Disebut bebal karena secara nyata tak mampu menalari perasaan mayoritas rakyat yang masih hidup menderita, dengan kegemaran para politisi itu memboroskan dana yang tidak sedikit pun mencerminkan komitmennya pada kepentingan rakyat yang amat membutuhkan setiap sen dana untuk menyambung hidup!” tukas Umar. “Hal itu terjadi cenderung akibat kebanyakan anggota DPR terkena shock̶kejutan̶ kekuasaan yang seketika menggelembungkan dirinya hingga terasa amat besar dan kuat dengan sikap mentang-mentang bisa berbuat sesuka-sukanya!” “Berarti shock kekuasaan yang membuatnya jadi bersikap mentang-mentang itulah yang telah menumpulkan nalar banyak politisi Senayan!” timpal Amir. “Masalahnya, dari mana datangnya shock kekuasaan itu sehingga mencekam para politisi jadi bersikap mentang-mentang begitu?” “Pencarian jawaban untuk itu merupakan bidang kajian psikolog!” jawab Umar. “Sedang kita cuma bisa berharap para politisi Senayan introspeksi, menalar ulang komitmennya pada kepentingan rakyat sebagai ajang pengabdiannya̶sehingga tidak lagi selalu lebih cenderung memaksakan kehendak untuk mendahulukan tercapainya kepentingan pribadi!” “Untuk kembali ke komitmen dasar perjuangan itu diperlukan pemicu yang kuat!” timpal Amir. “Pada kasus ini bisa bertolak dari istilah yang dipakai dalam pernyataan SBY, langkah itu tidak cerdas̶makna harfiahnya, dasar guoblok!” ***
BANDAR LAMPUNG—Kekuasaan memang sangat dekat dengan tindak korupsi. Siapa pun berpeluang bertindak korup. Keran yang dibuka lebar dalam kurun waktu 10 tahun terakhir di bidang politik, membuat perempuan berada di sejumlah pusat kekuasaan. Politisi perempuan dinilai belum matang berpolitik sehingga sangat rentan terjebak dalam sistem yang membuka peluang korupsi. Ini yang membuat politisi perempuan di legislatif mudah terjerat kasus korupsi atau suap karena belum menguasai lika-liku politik. Nama-nama seperti Wa Ode Nurhayati (Fraksi PAN) yang diduga terlibat kasus pembangunan infrastruktur daerah, Angelina Sondakh (Fraksi Demokrat) yang diduga terlibat kasus pembangunan wisma atlet SEA Games, adalah dua nama yang paling menyita perhatian publik. Kasus wisma atlet yang menyeret Angelina Sondakh sebagai tersangka juga menyeret dua wanita yang berperan penting, yaitu Rosalina Manulang dan Yulianis
JUMAT, 17 JANUARI 2012 SUMBER BI
ANTARA
DALAM PUSARAN KASUS. (Dari kiri) Melinda Dee, Miranda S. Goeltom, Nunun Nurbaeti, Angelina Sondakh, dan Wa Ode Nurhayati.
yang jadi terdakwa sekaligus saksi. Keduanya memberikan kesaksian tentang keterlibatan mantan Bendahara Partai Demokrat Nazaruddin dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus korupsi wisma atlet. Di putaran kasus Nazaruddin,
juga ada wanita yang keberadaannya hingga kini misterius, yakni Neneng Sri Wahyuni, istri Nazaruddin. Neneng dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi di salah satu kementerian. Arus pemberitaan kasus ko-
KOTAK makan mengandung senyawa beracun yang membuat tubuh mudah gemuk. Angel Nadal, ahli kimia dari Miguel Hernandez University, Spanyol, memublikasikan temuan terbaru tentang Bisphenol-A (BPA). Senyawa ini bisa memengaruhi kerja pankreas dalam memproduksi hormon insulin untuk mengontrol gula darah. Terganggunya fungsi insulin membuat tubuh toleran terhadap gula sehingga lebih rentan kena diabetes tipe 2. Gula yang seharusnya dipakai sebagai sumber energi lebih banyak ditimbun sebagai lemak. “Saat tubuh kemasukan BPA, racun ini mengatakan pada tubuh, kalori yang masuk berbeda dengan porsi makan yang sebenarnya. Dampaknya kenaikan berat badan dan risiko diabetes tipe 2,” ujar Nadal seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (17-2). Penelitian Nadal mengungkapkan 90% penduduk di negara maju memiliki kadar BPA di atas normal. Tidak heran jika di negara maju jumlah penderita obesitas meningkat, seperti halnya di negara berkembang. Selain kotak makan yang terbuat dari plastik, BPA ditemukan dalam berbagai benda sehari-hari termasuk kertas struk belanja. Beberapa negara seperti Prancis dan Denmark membatasi pemakaian BPA di industri plastik. Sedangkan Kanada menjadi negara pertama yang menggolongkan BPA sebagai senyawa beracun pada 2010. (U-1)
CMYK CMYK
rupsi makin kencang ketika KPK menetapkan Miranda S. Goeltom sebagai tersangka kasus korupsi cek pelawat melibatkan 26 anggota DPR periode 2004—2009, ketia dia menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 2004. Kasus ini juga menyeret wanita
sosialita Nunun Nurbaeti, yang kasusnya segera disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun ini berperan sebagai pembagi 480 cek pelawat senilai Rp24 miliar. (U-1) PEREMPUAN-PEREMPUAN...Hlm. 5
Bandara Branti ’Crowded’ BANDAR LAMPUNG (Lampost): Bandar Udara (Bandara) Radin Inten II, Branti, Lampung Selatan, kian crowded.
Dengan jumlah penumpang dan penerbangan yang meningkat, Bandara Radin Inten tak layak dipertahankan seperti sekarang.
Kotak Makan Bikin Gemuk
1 US$ Rp9.028
Para Perempuan Terseret Pusaran Arus Korupsi
OASIS
Produksi biji kopi Lambar 2011 turun 50%... HLM. 24
HUKUM
BURAS
Gara-gara Etoʼo, CR7 minta kenaikan gaji... HLM. 17
LAMPUNG POST/AAN KRIDOLAKSONO
BARANG BUKTI GANJA. Petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menunjukkan bungkusan berisi daun ganja kering sebanyak 111 paket besar yang diperkirakan seberat 300 kg di Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (17-2) malam.
NARKOBA
Ganja Rp400 Juta Gagal Diselundupkan BAKAUHENI (Lampost): Satuan Petugas Seaport Interdiction (Satgas SI) dan Tim Reskrim Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Lampung Selatan, mengungkap penyelundupan 111 paket besar daun ganja kering dari dasar bak truk Fuso BK-8005-LC di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Jum at (17-2), sekitar pukul 17.00. Pengungkapan daun ganja asal Nangroe Aceh Darussalam (NAD) yang diperkirakan berjumlah 300 kg itu cukup menguras tenaga aparat kepolisian. Pasalnya, daun ganja kering senilai lebih Rp400 juta itu berada di lapisan paling bawah bak truk yang mengangkut batu marmer seberat kurang lebih 5 ton. “Kami bekerja ekstrakeras untuk membongkar belahanbelahan batu marmer ukuran 60 x 60cm hingga dasar bak truk. Sebab, barang yang kami cari ada di dasar bak truk itu,” kata Kepala KSKP Bakauheni AKP Deden Heksaputera Sanusi mendampingi Kapolres Lamsel AKBP Harri Muharram Firmansyah di kantor KSKP Bakauheni, Jumat (17-2) malam. Menurut Deden, pengungkap-
an barang terlarang bersama Wakapolres Lamsel sekali gus Kepala Satgas SI Pelabuhan Bakauheni Kompol Yudhi Oktobera itu diintai sejak sepekan lalu. “Truk Fuso warna cokelat itu kami sanggongi (tunggu) sepekan ini, dan kecurigaan kami semakin kuat, setelah melihat sopir truk itu gugup. Ternyata kecurigaan kami membuahkan hasil. Sebanyak 111 paket besar daun ganja yang dibungkus 10 karung itu ada didasar bak truk,” kata Deden. Truk Fuso BK-8005-LC yang tertutup rapat terpal cokelat itu diawaki Yusrizal Yusuf (33), warga Bireun, NAD, dan kernet, Indra (29), warga Desa Serama, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, NAD. Satuan Narkoba Polres Lamsel dengan kawalan Kasat Narkoba Polres Lamsel AKP Fahrulrozi dan sejumlah anggota Satnarkoba menggelandang pelaku berikut barang bukti ke Mapolres Lamsel sekitar pukul 20.00. Pekan lalu, dua kali percobaan penyelundupan narkotika jenis ganja digagalkan petugas Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni. Senin (6-2), sekitar pukul 18.00, petugas menyita ganja 45 kg yang hendak diseberangkan melalui pelabuhan tersebut.
Jaringan peredaran ganja asal Nangroe Aceh Darussalam (NAD) itu menggunakan jasa ibu rumah tangga (IRT) untuk menyelundupkannya ke Jakarta. Satgas SI menangkap Nurmani alias Ajai Darlina (51), penumpang bus PO ALS BK-7959-DK. Warga Desa Pantee, Kecamatan Inginjaya, Kabupaten Aceh Besar, NAD, itu kedapatan menyimpan ganja dalam kopernya. Penyelundupan narkotika dengan menggunakan jasa kurir IRT terbilang modus baru. Sebelumnya, jajaran Unit Narkoba Polres Lampung Selatan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ganja sebanyak 18 kg pada Rabu (1-2), sekitar pukul 21.00. Penangkapan ganja tersebut dilakukan di areal Seaport Interdiction (areal pemeriksaan narkoba) Pelabuhan Bakauheni. Ganja seberat 18 kg itu dibagi dalam 18 bungkus/paket dan disimpan dalam tas jinjing berwarna cokelat-hitam. Dari peristiwa ini, polisi menangkap Zulhaimi alias Helmi, warga Pengasinan, RT 01/RW 01, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawa Lumbu, Bekasi Timur, yang menjadi tersangka kurir. (KRI/U-1)
Informasi yang dihimpun Lampung Post, baik langsung maupun lewat jejaring sosial, hampir semua penumpang menyatakan tak puas dengan pelayanan dan kondisi bandara yang mulai beroperasi tahun 1976 ini. Para penumpang mengeluhkan boarding lounge tak ada yang kosong, tak ada toilet, dan musala. Kemudian, jalan ke pesawat dari ruang tunggu jauh dan tak ada smooking area. “Tax bandaranya Rp15 ribu murah banget. Sebanding dengan fasilitasnya yang minim. Kantinnya enggak ada yang buka, padahal baru pukul 07.00-an,” kata Nicke M., penumpang tujuan Jakarta, Jumat (17-2). Kondisi Bandara Radin Inten, menurut Ahmad H., sebagaimana dikutip dari jejaring Foursquer 30 September 2011, merupakan bandara paling jelek. “Ruang tunggu panas dan bau. Pertama ke sini umur 9 tahun dan selama 16 tahun tidak ada perubahan fisik bandara. Pemerintahnya tidak peduli,” kata Ahmad. Ungkapan senada disampaikan Yoga B., penumpang Garuda. “Bandara terburuk untuk ibu kota provinsi se-Indonesia. Padahal Garuda lima kali frequent ke sini. Tapi counter menyedihkan, waiting room? Don’t ask, too pathetic (jangan terlalu berharap, menyedih kan, red). Pemerintahnya enggak ada kemauan, cuma narik tax doang,” kata Yoga. Data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung menunjukkan sepanjang 2011 lalu jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui Bandara Radin Inten II mencapai 1.006.389 orang. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan 2010 yang hanya 732.135 penumpang dan 2009, yakni 552.713 orang. Hingga kini, penumpang dilayani lima maskapai, yakni Sriwijaya Air tujuan Jakarta (6 kali sehari), Garuda Indonesia tujuan Jakarta (5 kali sehari), Batavia Air tujuan Jakarta (1 kali sehari) dan tujuan Batam (3 kali seminggu). Kemudian, Merpati Nusantara Airlines ke Jakarta (3 kali sehari)
‘‘
LAMPUNG POST/DOK.
Ruang tunggu umum kemungkinan dibuat dua sehingga lantai bisa menampung 700̶800 penumpang. Ishak Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung
dan ke Palembang (1 kali sehari), serta Lion Air tujuan Jakarta (1 kali sehari). Saat pesawat keberangkatan terlambat (delay), antrean penumpang di ruang tunggu berkapasitas 300 orang tidak terelakkan. Banyak penumpang terpaksa berdiri karena tidak kebagian tempat duduk. Selain fasilitas ruang keberangkatan dan kedatangan, pengantar juga mengeluhkan sempitnya lahan parkir. Perluas Ruang Tunggu
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Lampung Ishak mengatakan tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Kementerian Perhubungan akan memperluas ruang tunggu bandara. “Pemprov menganggarkan perluasan ruang tunggu VIP bandara Rp1,5 miliar,” kata Ishak kemarin. Sedangkan ruang tunggu umum diperluas lewat anggaran Kementerian Perhubungan. “Ruang tunggu umum kemungkinan dibuat dua lantai di atas ruang tunggu yang sekarang seluas 500 meter persegi. Jika selesai, ruang tunggu ini bisa menampung 700—800 penumpang. Dengan demikian, tidak ada penumpang yang tidak kebagian tempat duduk meskipun dalam kondisi padat,” kata Ishak. (LIN/U-1)
CMYK