CMYK CMYK
Terbit Sejak 1974 Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693 Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000 Redaksi (0721) 773888 SMS: 0812 7200 999
www.lampungpostQcom
SENIN, 2 JANUARI 2012
CMYK
L NO. 12305 L TAHUN XXXVII
Pelayanan e-KTP baru sentuh 35% warga... HLM. 2
DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNG Fitri Tropica santai soal jodoh di 2012... HLM. 16
TERBIT 24 HALAMAN
LHARGA ECERAN : Rp3.000 Surat PT AWS ke Komnas HAM dinilai intimidasi... HLM. 24
Kekalahan 2-3 dari Blackburn mimpi buruk MU di akhir tahun... HLM. 17
Warga Bandar Lampung Sambut 2012
BURAS H. BAMBANG EKA WIJAYA
Polisi yang Disiplin dan Profesional!
SAAT Umar menyetir santai di lintas Sumatera, seorang pengendara sepeda motor besar menyalip sambil berteriak, Siapa pernah mengendarai Harley? Sok amat itu orang! entak Umar lalu memacu mobilnya. Tapi tak terkejar. Ternyata di tikungan tajam pengendara sepeda motor besar itu terkapar di rumput kiri jalan, sepeda motornya di parit kanan jalan! Umar menghentikan mobilnya dan bergegas, si pengendara sepeda motor yang telentang menyambut Umar, Pernah naik Harley? Di mana remnya? Seperti motor lain! jawab Umar. Remnya di depan pijakan kaki kanan! Memangnya tempat rem motor di situ? sambut pengendara Harley. Ya ampun! sela Amir yang bersama Umar. Letak rem saja tak tahu, kau kendarai motor besar? Hua, ha..ha! Umar terbahak. Sama! Pasukan kecil atau besar remnya terletak pada disiplin! Tapi seperti pasukan Brimob di Pelabuhan Sape, Bima, meskipun telah ada perintah berhenti menembak, tapi terus dar-der-dor dan menyerang, maka masalah besar kepolisian kita pada 2012 adalah tempat remnya, memastikan tegaknya disiplin! Lebih serius lagi penegakan disiplin itu berkaitan dengan usaha memantapkan polisi sebagai aparat sipil! timpal Amir. Coba putar ulang pelaksanaan tugas polisi setiap menghadapi demo massa, baik mahasiswa maupun warga sipil, sebagian besar bukan sekadar berujung bentrokan polisi dengan massa! Penanganannya tidak terpola sebagai pengendali massa, sering seperti tim sepak bola yang terpancing gaya permainan lawan̶kalau lawan main lempar batu, polisi ikut lempar batu! Padahal petugas keamanan harus selalu beyond̶ melampaui̶yang dilakukan warga sipil untuk mengatasinya! Beyond dimaksud bukan melampaui jenis senjata yang digunakan, atau kerasnya pukulan, melainkan sebagai aparat sipil harus lebih unggul dalam melakukan berbagai cara sesuai dengan sistem demokrasi, mulai pendekatan persuasif sampai membuka jalan perundingan menuju solusi yang adil! tegas Umar. Usaha ke arah itu terlihat memang sering dicoba, tapi selain kurang persuasif dalam arti tak memberi ruang bargain bagi warga, juga terlalu berpihak penguasa yang justru menutup diri atas kecurangan yang diprotes massa! Contohnya, wakil massa minta waktu dialog dengan pimpinan daerah saja tak diberi kesempatan, malah konyol, memilih bentrok̶adu fisik̶polisi dengan massa! Dengan begitu, yang menonjol justru sebagai aparat sipil polisi sangat tidak profesional! timpal Amir. Artinya, selain mengefektifkan rem disiplin, pematangan profesionalitas sebagai aparat sipil menjadi prioritas pembenahan Polri 2012! ***
OASIS Kerusakan Hati dan Detoks
THE British Liver Trust, lembaga yang beranggotakan para ahli hepatologi, mengeluarkan peringatan terkait dengan tradisi detoks (penetralan toksin) alkohol setiap awal tahun yang dilakukan selama bulan Januari. Peringatan ini didasari maraknya tradisi detoks dari sudut pandang kesehatan. Alkohol ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Di satu sisi, ada kandungan antioksidan yang menyehatkan jantung dan mencegah kanker jika diminum dalam takaran sedang. Di sisi lain, jika berlebihan, bisa memicu kerusakan hati. Setiap awal tahun, penggemar minuman keras di Inggris berpuasa alkohol sebulan penuh. Harapannya, memberi kesempatan bagi hati beristirahat, sekaligus mengeluarkan racun-racun yang merupakan sisa metabolisme alkohol. Lebih baik membuat resolusi sedikit mengurangi alkohol sepanjang tahun daripada benar-benar tidak minum tetapi hanya di awal tahun, kata Andrew Langford dari The British Liver Trust seperti dikutip Dailymail, Minggu (1-1). (U-1)
LAMPUNG POST/HENDRIVAN GUMAY
Warga Bandar Lampung menyaksikan parade kembang api menjelang pergantian tahun 2011 ke 2012 di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Sabtu (31-12) dini hari. Cuaca cerah membuat perayaan berlangsung semarak. PESTA PERGANTIAN TAHUN Hlm. 7
Mesuji Makin Semrawut BANDAR LAMPUNG (Lampost): Konflik agraria di Kabupaten Mesuji, Lampung, tidak hanya menimbulkan bentrokan antara warga dan perusahaan, serta warga dan aparat. Bom waktu bentrokan siap meledak antara pendatang dan warga Mesuji. “Konfliknya bakal melebar dan kondisi lapangan kini enggak karu-ka ruan. Kondisi ini akan kami laporkan ke pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Rabu pekan ini,” kata anggota DPD utus an Lampung Anang Prihantono, Minggu (1-1). Kesimpulan itu didapat Anang berdasarkan kunjungan ke sejumlah dearah konflik Mesuji, seperti Pelitajaya dan Moro-moro, bersama senator Lampung Ahmad Jajuli pekan lalu. Menurut Anang, Mesuji kini seperti daerah tak bertuan, karena para makelar dengan leluasa menyebarkan janji hanya dengan pendaftaran Rp500 ribu bakal mendapat tanah 2 hektare (ha). Hingga kemarin, kondisi warga Mesuji sebagaimana disiarkan Metro TV (grup Lampung Post), sebanyak 2.200 warga yang tinggal di pengungsian di Desa Sungai Buaya, Mesuji Timur, Mesuji, hidup dalam kondisi memprihatinkan. Mereka kekurangan bahan makanan di tengah musim hujan. Pasokan air bersih pun tak lancar. Kebanyakan pengungsi adalah wanita dan anak-anak. Mereka terbuang dari kampung halaman sejak 10 bulan silam. Pengungsi kini amat membutuhkan ulur-
an tangan. Warga penghuni tenda darurat ini adalah korban penggusuran aparat dan perusahaan pada Februari 2011. Rumah mereka dibongkar paksa karena dianggap berada di kawasan hutan lindung atau Register 45 yang diklaim milik perusahaan perkebunan sawit PT Silva Inhutani.
‘‘
Sebanyak 2.200 warga mengungsi di Desa Sungai Buaya, Mesuji Timur, Mesuji. Mereka kekurangan bahan makanan di tengah musim hujan. Menurut Anang, lebih dari 1.500 keluarga menempati beberapa tempat seperti Desa Talanggunung, Desa Tuguroda, dan Kampung Pelitajaya. Bahkan, beberapa dari mereka memanen sawit. Selain konflik horizontal, dia khawatir kasus ini berujung pada konflik SARA bila pemerintah tidak serius menuntaskan persoalan lahan di sana.
Melihat kondisi tersebut, para senator Lampung akan mengajukan usul ke pimpinan DPD agar lahan PT Silva Inhutani dikembalikan kembali dengan besaran 33.500 ha, bukan menjadi 43.100 ha. Dengan demikian, tanah tersebut dapat direstribusikan kepada masyarakat melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Penerima harus warga yang tergusur, bukan pendatang,” kata Anang. Presentasi Temuan
Hari ini (2-1) Tim Pencari Fakta (TPF) Mesuji dijadwalkan mempresentasikan temuan awal lapangan di depan Menkopolhukam, Senin (2-1). Anggota TPF Tisnanta mengatakan presentasi itu belum sampai pada kesimpulan. “Itu hanya laporan beberapa poin penting yang kami temukan di lapangan.” Menurut Tisnanta, pada 3—4 Januari 2012 TPF kembali ke Lampung untuk penajaman, inventarisasi, dan melengkapi data. Hasil akhir TPF Mesuji ini, menurut dia, nantinya berupa kebijakan umum. Tisnanta menambahkan penajaman dilakukan agar dapat diambil kebijakan besar terkait dengan akar masalah. “Jadi tidak hanya kasus Mesuji. Kekerasan yang terjadi, ada sesuatu di balik itu yang harus diungkap dan dicarikan jalan keluarnya. Persoalan Register 45 sangat kompleks, banyak aktor yang bermain di sana,” ujar dia. (WAH/U-1)
PILKADA MESUJI
Pelantikan Bupati Mundur BANDAR LA MPU NG (Lampost): Pelantikan bupati-wakil bupati Mesuji, Khamamik-Ismail Ishak, mundur sampai dua pekan. Semula, pelantikan dijadwalkan 4 Januari 2012. Namun, waktu dua pekan itu, menurut Asisten I Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung Tarmizi Nawawi, bergantung proses izin pembantaran ke Mahkamah Agung (MA). “Kami telah mengonsep surat permintaan izin penglepasan sementara Ismail Ishak. Kami berupaya mengajukan usul pembantaran apakah satu hari atau beberapa jam, yang penting bisa sampai selesai pelatikan. Menurut Pengadilan Tinggi, prosesnya bisa sampai dua mingguan,” kata Tarmizi Nawawi, Minggu (1-1). Menteri Dalam Negeri (Mendag ri) Gamawan Fauzi, Jumat (30-12), menyatakan siap melantik Khamamik-Ismail Ishak walau polemik tetap berlangsung. Gamawan Fauzi menegaskan tidak ada alasan menunda-nunda pelantikan. Dari tiga pilkada daerah otonomi baru (DOB) Lampung yang berlangsung 28 September 2011, hanya Me-
suji yang belum dilantik. Dua kepala daerah DOB lain yakni Kabupaten Pringsewu (Sujadi Saddat-Handitya Narapati) dilantik 23 November 2011 dan Kabupaten Tulangbawang Barat (Bachtiar Basri-Umar Ahmad) dilantik 11 November 2011. Pelantikan Khamamik-Ismail tertunda karena ada gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandar Lampung dan PN Menggala, yang memvonis Ismail Ishak 1 tahun penjara dalam perkara penyalahgunaan modal BUMD Tulangbawang tahun 2006 Rp1,4 miliar. Pemprov Lampung, menurut Tarmizi, tetap mengupayakan pelantikan Khamamik-Ismail dilakukan bersamaan karena keduanya satu paket. Tarmizi menegaskan pengunduran pelantikan tersebut tidak terkait dengan keluarnya putusan Pengadilan Tinggi TUN Medan. Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Mesuji Edi Anwar mengatakan pihaknya ingin mendengar langsung dan mendapatkan pernyataan resmi dari Kementerian Dalam Negeri perihal SK pelantikan Khamamik-Ismail. (WAH/U-1)
REFLEKSI AWAL TAHUN
Nubuat untuk Bangsa yang Pantang Menyerah KITA khalifah ya ng pa nta ng menyerah. Bangsa ini meyakini masa depan punya postulatnya sendiri untu k merajut kebajikan. Mesk ipun terjerembab Djadjat Sudradjat berkali-kali pada Wakil Pimpinan Umum lubang yang Lampung Post sama, tak mau disebut keledai. Ini justru karena meyakini keberhasilan bukan karena tidak pernah
CMYK CMYK
gagal, melainkan karena mampu bangkit setiap kali jatuh. (Ah, tapi kalau terlalu banyak jatuh, apa energi kita tidak habis untuk bangkit?) Kita juga tak mau nasib diserupakan Oedipus, tokoh mitologi Yunani yang dirundung malang tak henti karena kutukan para dewa. Oedipus yang membunuh ayah dan mengawini ibunya karena sama sekali tak tahu. Ia menjadi raja, tapi nasibnya terlunta. Sementara kita tak dikutuk dewata. Nasibnya bergantung kita sendiri, mau mengubahnya atau tidak, seperti dalam firman Gusti Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Kita harus melawan olok-olok, “Bangsa
Indonesia terkena kutukan kekayaan alam.” Ini sebenarnya ironi yang disematkan kepada kita karena jengkelnya melihat bangsa dengan kekayaan melimpah, tetapi rakyatnya terus berkubang dalam lumpur kemiskinan. Bandingkan dengan Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Negara miskin sumber alam, tetapi rakyatnya makmur. Karena itu, bangsa ini harus terus diingatkan agar tak pernah putus harapan, sebab harapan itulah sandaran utama kita. Doa adalah manifestasi dari kekuatan harapan yang tak pernah putus itu, tak pernah berhenti! Tanpa harapan ruang jadi gelap, elan kita jadi lindap. Tapi kekutan harapan
(rakyat) sering dijadikan tempat sembunyi para pemimpin yang mengumbar angkara. Dari fakta-fakta empirik, kita bangsa yang beruntung. Karena “berkat rahmat Allah” diberi kemerdekaan dan bisa lepas dari aneka persoalan yang menghimpit. Padahal, dari banyak kalkulasi kita dinujum “tenggelam” sejak lama. Kita masyarakat yang amat plural, bermental feodal, lama terpilin kebodohan, tak rasional, dan tak terbiasa transparan dalam mengurus fulus. Belakangan mudah marah, tapi memilih demokrasi dan otonomi daerah sebagai jalan mengelola negara. BERSAMBUNG ke Hlm.12
CMYK