± ±
± ±
CMYK CMYK
Terbit Sejak 1974 Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693 Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000 Redaksi (0721) 773888 SMS: 0812 7200 999
www.lampungpostncom
senin, 30 januari 2012
± ±
l No. 12335 l TAHUN XXXVII
Februari, layanan E-parking dimulai... HLM. 2
DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNG
Terbit 24 Halaman
H. BAMBANG EKA WIJAYA
Momentum Selalu Terlewat, Hilang!
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Penentuan harga komoditas pertanian tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar. Pemerintah tetap diminta turun tangan menjaga kestabilan harga.
n ANTARA
Seorang wanita memotret di depan foto para terpidana kasus korupsi (atas). Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko (kanan bawah) dan peneliti hukum ICW Illian Deta Sari (kiri bawah) memberikan keterangan tentang tantangan pemberantasan korupsi tahun 2012 di Jakarta, Minggu (29-1). ICW menilai tantangan terbesar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah kasus korupsi yang melibatkan politisi. BERITA Hlm. 7
KERUSUHAN SIDOMULYO
Tak Ada Pura Dibakar OASis Teman Menyebalkan Sumber Penyakit
± ±
SEBUAH penelitian di Brandeis University, Amerika Serikat, menunjukkan berteman dengan orang menyebalkan bisa memicu radang. Dalam jangka panjang, dampak yang bisa muncul antara lain memicu kanker, serangan jantung, dan tekanan darah tinggi. Dalam laporan penelitian yang dipublikasikan jurnal Proceedings of The National Academy of Sciences, peneliti mengamati 122 relawan berusia muda. Saat diteliti, seluruh relawan dalam kondisi sehat dan tidak memiliki faktor risiko penyakit kronis. Peneliti mengamati buku harian relawan untuk mengetahui riwayat pertemanan. Hasil pengamatan buku harian dibandingkan dengan hasil pemeriksaan laboratorium. Setelah dibandingkan, makin sering relawan terlibat konflik dengan teman yang menyebalkan, kadar protein di sampel jaringan pipi semakin besar. Artinya relawan itu rentan radang sehingga rentan terhadap kanker dan penyakit mematikan. “Pertemanan sangat vital bagi kesehatan. Sama halnya dengan diet yang sehat,” ujar Shelley Taylor, ahli neurosains sosial yang memimpin penelitian itu seperti dikutip Sciencenews, Minggu (29-1). (U-1)
±
Lindungi Harga Pertanian
Tantangan Pemberantasan Korupsi 2012
SEORANG anak minta izin ibunya untuk bermain ke rumah temannya di seberang jalan raya. “Boleh!” jawab ibunya. “Tapi hati-hati, kalau menyeberang tunggu setelah mobil lewat!” Hampir setengah jam kemudian si anak pulang menangis. Ditanya ibunya kenapa menangis, dia jawab, “Aku tak bisa menyeberang! Lama nian kutunggu tak ada mobil lewat!” “Kalau lama tak ada mobil lewat, seharusnya itu paling aman buat menyeberang jalan!” timpal ibu. “Tapi pesan ibu kan harus menunggu mobil lewat baru boleh menyeberang!” kilah anak. “Pesan ibu itu kalau lagi ramai lalu lintas!” tegas ibu. “Kalau cukup lama tak ada mobil lewat, itu momentum terbaik untuk menyeberang jalan!” “Ayo kuantar ke seberang!” sela ayahnya. “Sudah kelamaan! Pasti mereka sudah pergi!” jawab anak. “Janjinya, mereka tunggu saya sampai lima belas menit lalu untuk ke pantai!” “Dasar nasibmu!” timpal ayah. “Momentum yang terbuka untuk menyeberang jalan terlewatkan akibatnya momentum itu hilang!” “Momentum sudah terlewat dan hilang tak perlu disesali!” tegas ibu. “Seperti pemerintah, terlewat dan kehilangan momentum menaikkan harga BBM tahun lalu, padahal itu perintah UU APBN 2011 bertepatan harga BBM dunia tahun itu bercokol lama di atas 100 dolar AS/barel! Kini saat UU APBN 2012 menetapkan pembatasan BBM (premium), pemerintah ragu melaksanakan, malah mau kembali pada kebijakan menaikkan harga BBM, padahal jelas momentumnya—saat paling tepat mengambil langkah—telah terlewat dan hilang!” “Gaya pemerintah selalu terlewat dan kehilangan momentum dalam banyak hal sudah menjadi pembicaraan sejak lama!” timpal ayah. “Itu salah satu sebab kemajuan negeri kita tak sepesat advantage (keberuntungan sumber alam) yang dimiliki nyata lebih baik dari Brasil, Rusia, India, dan China, tapi jadi ketinggalan dari kemajuan negeri mereka karena kita selalu tak tepat waktu, terlewat, dan hilang momentum!” “Lebih celaka lagi kalau masalah yang kehilangan momentum itu dicoba pada lain waktu yang tak tepat situasi dan kondisinya, hingga membuang ongkos sosial-ekonomis yang tak perlu!” tegas ibu. “Akibatnya, banyak energi dan dana bangsa terbuang untuk kebijakan yang kurang efektif! Contohnya, kalau harga BBM lokal naik tahun lalu saat harga minyak dunia bercokol lama di atas 100 dolar AS/barel, selain momennya tepat dengan harga dunia itu, juga signifikan dalam mengurangi pembengkakan subsidi! Kalau harga minyak dunia di bawah 100 dolar AS/barel, menaikkan harga BBM lokal secara psikologis tak pas bagi rakyat, pengurangan subsidinya juga tak signifikan!” ***
lHARGA ECERAN : Rp3.000
Bungkam Zaragoza, Madrid di puncak... HLM. 17
Besok, Rod Stewart konser di Jakarta... HLM. 16
Pembangunan jembatan Selat Sunda dimulai tahun 2014... HLM. 3
BURAS
± ±
± ±
CMYK
SIDOMULYO (Lampost): Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Lampung menegaskan tidak ada pura dan tempat peribadatan umat Hindu yang dibakar dalam kerusuhan Sidomulyo, Lampung Selatan, Selasa (24-1) lalu. “Setelah berkunjung dan melihat Dusun Napal, ternyata ini kriminal murni dan mengarah ke unsur pidana. Untuk itu, kami berharap polisi mengungkap pemicu konflik,” ujar Ketua Peradah Lampung Made Suwarjaya, Minggu (29-1). Menurut Made, kabar yang beredar banyak pura dan tempat ibadah yang dibakar massa. Namun, ternyata tidak satu pun tempat ibadah umat Hindu terbakar. “Kami minta umat Hindu bersabar dan mawas diri dalam hidup
kebersamaan. Jangan mudah terprovokasi yang mengatasnamakan suku,” kata Made Suwarjaya. Pada waktu bersamaan, Ke satuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Lampung juga mengunjungi Dusun Napal guna memberikan penyuluhan kepada pemuda. Ketua KMHDI Lampung Wayan Tangkas meminta emosi pemuda tidak mudah terbakar. Bantuan logistik dan pakaian terus mengalir ke Dusun Napal. Menurut Made Sarne (51), pemangku pura Dusun Napal, bantuan berupa mi instan, bahan makanan, dan pakaian bekas tersebut berasal dari Tugumulyo, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kecamatan Seputihbanyak dan Seputih raman (Lampung Tengah), dan
Lampung Timur. Warga korban kerusuhan yang harta bendanya habis dibakar mengharapkan bantuan perlengkapan persembahyangan untuk menghadapi Galungan yang jatuh 2 Februari mendatang. “Bantuan mendesak kami butuhkan yakni perlengkapan persembahyangan. Terutama pakaian, karena yang kami miliki ikut terbakar,” kata Ketua PHDI Sidomulyo Wayan Gunawan. Pascakerusuhan, kondisi aman dan warga kembali ke rumah ma sing-masing, ke tenda pengungsian, dan rumah keluarga. “Bagi yang tidak punya keluarga sama sekali di desa ini, tinggal di tenda. Tetapi sebagian besar tinggal di rumah keluarga yang tidak terkena amuk massa,” ujar Wayan. (KRI/U-1)
Ketua DPRD Lampung Marwan Cik Asan mengatakan sebagai upaya menjaga harga komoditas pertanian dapat dilakukan dengan membentuk lembaga penjaga kestabilan harga. Pembentukan lembaga penyangga harga di tingkat provinsi untuk memperkuat lembaga sejenis yang ada di kabupaten/kota, menurut Marwan, perlu dikaji. Namun, pada prisipnya DPRD mendukung kebijakan anggaran untuk itu. “Sebagai upaya pencegahan, pemerintah juga harus memberikan arahan agar tidak terjadi keseragaman komoditas pertanian. Diversifikasi perlu dilakukan untuk mencegah oversupply,” kata Marwan, Minggu (29-1). Lembaga penyangga seperti Bulog, menurut Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Faishol Djausal, tidak bisa diharapkan berbuat banyak. Fungsi Bulog tidak lagi seperti Orde Baru karena lebih fokus pada padi. “Harga padi beberapa tahun belakangan condong stabil, bahkan Bulog sering tidak dapat memenuhi target pengadaan kare na harga di luar Bulog tinggi. Masalahnya, komoditas lain se perti jagung, singkong, kopi, masih ikut harga dunia. Oleh karena itu, pemerintah harus membuat harga minimal,” kata Faishol. Menjaga kestabi la n ha rga, menurut Ketua Komisi II DPRD
Lampung Ahmad Junaidi Auly, dapat dilakukan lewat program tunda jual. “Dalam melindungi petani agar tidak merugi kare na penurunan harga, ada sistem tunda jual,” kata Junaidi. Namun, sistem ini membuat pembengkakan biaya operasional. Untuk mengatasi persoalan itu, ada subsidi pemerintah agar program tunda jual membuat petani untung. Penitipan produksi pertanian yang ditunda penjualannya dilakukan di gudang Bulog atau milik pemerintah. Terminal Agrobisnis
Perlindungan harga seperti jagung, menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Lampung Manila Rangga, telah lama menggunakan harga minimum regional (HMR) sehingga pembelian tidak boleh di bawah HMR. Sedangkan padi berpatokan pada harga pembelian pemerintah (HPP). Selain menjaga harga, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Sekprov Arinal Djunaidi mengatakan ke depan Pemprov menyiapkan petani agar menghasilkan produk pertanian berkualitas dan bernilai tambah. Selain itu, Pemprov mempercepat pembangunan terminal agrobisnis di Lampung Selatan agar petani bisa langsung menjual hasil pertaniannya tanpa lewat perantara atau tengkulak. (LIN/WAH/U-1)
n LAMPUNG POST/AAN KRIDOLAKSONO
BANTUAN LOGISTIK. Sejumlah warga Dusun Napal, Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, menurunkan bantuan logistik dari Balai Banjar, Minggu (29-1). Warga mengharapkan bantuan dalam menghadapi Galungan pada 2 Februari mendatang.
OPINI
Pendekatan ‘Cluster’ dalam Pengembangan Agrobisnis PADA era 1990-an, Lampung dicanangkan sebagai bumi agrobisnis oleh Menteri Pertanian saat itu. Dalam seminar Revitalisasi Pertanian dan Perkebunan yang digelar Lampung Post, 26 Januari 2012, yang dihadiri Ketua DPD Irman Gusman, Lampung kembali dicanangkan sebagai provinsi pertanian. Hal itu tepat karena Lampung sebagai bumi agrobisnis serta lumbung pangan dan bioenergi nasional yang menempati posisi strategis. Untuk produksi ubi kayu, Lampung menempati posisi pertama di Indonesia, padi (7), jagung (3), gula, nanas,
± ±
CMYK CMYK
udang, eksportir kopi terbesar, dan lumbung ternak utama nasional. Ke depan, sebagai pusat pengembangan agroindustri, Lampung akan menjadi tujuan utama investasi domestik dan asing serta sebagai pengaman ketahanan pangan nasional ‘Cluster’ Agrobisnis
Sebagai sebuah sistem, agrobisnis terdiri dari beberapa subsistem, yakni pengadaan sarana produksi pertanian, usaha tani, pengolahan hasil pertanian, pemasaran, serta sarana dan prasarana penunjang, kelembagaan, politik, dan ling-
± ±
n LAMPUNG POST/DOK
Wan Abbas Zakaria Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung
kungan (Zakaria, 2010). Efisiensi produksi pada masing-masing subsistem merupakan syarat pengembangan agrobisnis. Namun, belumlah cukup jika tidak ada lembaga yang mengoordinasikan seluruh subsistem tersebut dengan biaya minimal. Jika pasar tidak mampu mengoordinasikan subsistem, organisasi bisnis petani menjadi sangat penting sebagai wadah koordinasi atau integrasi. Di sinilah pentingnya peran kelembagaan Masyarakat Agrobisnis Jagung (MAJ) Lampung atau kemitraan dalam membangun cluster agrobisnis jagung yang kompetitif.
Keberadaan organisasi bisnis petani (kelompok tani dan koperasi pertanian) sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, teknologi, kelembagaan atau aturan main, serta faktor lingkungan. Pemberdayaan kelembagaan ke lompok tani secara ekonomi dapat dipandang sebagai upaya menghindari biaya transaksi tinggi yang harus dikeluarkan para anggotanya (karena adanya masalah free rider, komitmen, loyalitas, dan faktor eksternal) dalam mencapai tujuan organisasi (peningkatan produksi, pendapatan dan lain-lain). n
CMYK
Bersambung ke Hlm. 12
± ±
±
±