± ±
± ±
CMYK CMYK
Terbit Sejak 1974 Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693 Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000 Redaksi (0721) 773888 SMS: 0812 7200 999
www.lampungpostncom
jumat, 6 januari 2012
± ±
CMYK
l No. 12309 l TAHUN XXXVII
DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNG
Terbit 28 Halaman
lHARGA ECERAN : Rp3.000 KURS
± ±
Gayus dituntut 8 tahun penjara... HLM. 5
BURAS
H. BAMBANG EKA WIJAYA
Lebih Banyak Orang yang Jatuh Miskin!
± ±
“DIBANDING warga yang mentas dari bawah garis kemiskinan di seluruh Indonesia sebesar 0,13% atau 129,1 ribu orang, dari Maret 2011 jumlahnya 30,02 juta orang jadi 29,89 juta orang September 2011, lebih banyak yang terjatuh dari kelompok mampu ke permukaan garis kemiskinan, istilah teknis BPS jadi nyaris miskin, sebesar 685,9 ribu orang!” ujar Umar. “Itu, lima kali lipat dari jumlah orang yang mentas dari bawah garis kemiskinan!” “Pokoknya, makin berjubel yang masuk golongan ekonomi lemah!” timpal Amir. “Masalah ini cukup musykil, sebab pembengkakan golongan ekonomi lemah terjadi justru saat isyarat makro ekonomi baik, pertumbuhan ekonomi 6,5%, inflasi 3,79%!” “Kenapa musykil? Justru itu konsekuensi logis dari sistem neoliberalisme—neolibs—saat singa dan macan (pemodal sangat kuat bahkan asing) dijadikan satu gelanggang dengan kambing alias ekonomi lemah!” tegas Umar. “Jumlah 685,9 ribu orang gugur di pasar neolibs itu baru tahap awal! Tahap berikutnya bisa jauh lebih masif lagi!” “Memang, warung retail jaringan asing kini sudah merasuk jauh pelosok desa!” timpal Amir. “Jangan dibilang lagi kalau di kota, pasar tradisional kandas! Pertahanan terakhir pasar tradisional tinggal pada budaya belanja kaum ibu kita!” “Budaya belanja seperti apa?” kejar Umar. “Budaya belanja suka menawar harga!” jelas Amir. “Dengan bisa tawar-menawar langsung harga setiap barang yang dibeli, kebanyakan kaum ibu kita bisa merasakan kepuasan dalam berbelanja! Di pasar modern, semua barang diberi banderol harga pasti!” “Di pasar modern ada obral diskon!” timpal Umar. “Tetap saja tak ada proses tawar-menawar!” tegas Amir. “Itu berarti, dalam bersaing dengan kekuatan modal raksasa kelas dunia yang terjun bebas bersaing dengan pedagang lokal yang lemah modal di arena pasar neolibs, aneka kekuatan budaya lokal yang disebut kearifan lokal atau lokal genius harus bisa dijadikan andalan!” “Tapi itu saja tidak cukup! Lokal genius itu cuma bisa seperti tanduk kambing, meski panjang dan tajam selalu kecil artinya buat menghadapi singa dan macan!” tegas Umar. “Jadi, tetap perlu sistem yang strategis agar kambing tak dimangsa singa!” “Berarti sistem ekonomi kita harus dikembalikan ke garis konstitusi!” timpal Amir. “Sayangnya, itu bisa bertentangan dengan strategi proneolibs yang diterapkan pemerintah! Tak mungkin kita menentang pemerintah! Akibatnya, cuma bisa pasrah jika kerontokan masuk golongan ekonomi lemah semakin masif!” ***
OASis ‘Facebook’ Picu Perceraian
± ±
Newcastle ganjal ambisi MU ke puncak klasemen... HLM. 17
Jill Gladys rajin menonton film buat asah akting... HLM.16
JEJARING sosial seperti Facebook dituding menjadi biang kerok runtuhnya ikatan pernikahan. Pasalnya, dari situs-situs tersebut, seseorang mudah mendapati pasangan dan mengi rimkan pesan bernada menggoda kepada lawan jenis. Kemudian mengunggah foto bersama lawan jenis yang bukan pasangannya, lalu berkeluhkesah tentang kekurangan si pasangan. Firma hukum di Inggris, Divorce-Online, mengungkapkan 33% dari 5.000 gugatan cerai yang ditanganinya berkaitan erat dengan situs-situs jejaring sosial. Menurut Managing Director DivorceOnline Mark Keenan, perceraian itu sering bermula dari komunikasi dengan mantan pacar melalui Facebook . “Jika seseorang ingin berselingkuh atau merayu lawan jenis, (jejaring sosial) inilah tempat terbaik,” kata Mark, Kamis (5-1). Fenomena ini semakin menegaskan situs jejaring sosial cen derung mendorong penggunanya untuk lebih terbuka dalam berkomentar, berbagi foto, dan informasi. Sayangnya, ini sering tak disadari menjadi pemicu putusnya hubungan. (U-1)
CMYK CMYK
1 US$ Rp9.163
±
kamis, 5 januari 2012 SUMBER BI
Massa Tuntut Ismail Bebas MENGGALA (Lampost): Sekitar 1.500 pendukung wakil bupati Mesuji terpilih, Ismail Ishak, memblokir jalan lintas timur (jalintim) dan jalan lintas pantai timur (jalinpantim), Kamis (5-1). Massa menuntut pembebasan Ismail agar segera dilantik. A ksi ini membuat ratusan kendaraan terjebak kemacetan hingga 50 kilometer. Massa datang menumpang 25 minibus, 15 truk, dan 3 bus. PN Menggala memvonis Ismail Ishak hukuman 1 tahun penjara dalam kasus korupsi dana BUMD Tulangbawang, saat menjabat ang gota DPRD Tulangbawang periode 2004—2009. Pelantikan Ismail bersama bupati terpilih Khamamik yang semula direncanakan pada 4 Januari ditunda karena proses pem bantaran Ismail masih diproses. Selain memblokir jalan negara tersebut, massa juga melempari kaca kantor PN Menggala hingga pecah. Massa yang dikomandoi Adam Ishak berorasi di depan PN Menggala dengan penjagaan ketat sekitar 400 pasukan antihuru-hara, satu water canon, dan kendaraan lapis baja pengangkut personel (armoured personel career—APC). “Ini tidak adil, kalau Ismail disuap, yang menyuap kok tidak ditangkap. Hukum tidak adil bagi kami orang kecil,” kata Adam Ishak, di depan
n LAMPUNG POST/JUAN SANTOSO
BLOKIR JALINTIM. Ribuan pendukung wakil bupati terpilih Mesuji, Ismail Ishak, memblokir jalur lintas timur di pertigaan LP Bawanglatak, Menggala, Kamis (5-1). Akibatnya jalintim dan jalinpantim lumpuh puluhan kilometer.
ribuan massa, Kamis (5-1). Setelah berorasi selama 30 menit, sepuluh perwakilan massa diterima Ketua PN Menggala Ojo Sumarna, Kajari Menggala Rustam Gaus, dan Kabag Ops Pol res Tulangbawang Kompol Pri yanto P.H. Ketika negosiasi berlangsung, massa melempari gedung PN dengan batu dan botol air mine ral. Situasi tegang, akhirnya rapat bubar, tanpa kesimpulan. S et el a h ga ga l b er u nd i ng , massa bergerak ke perempatan LP Bawanglatak (tempat Ismail
dipenjara), memblokir jalintim, membakar ban, berorasi, dan memutar musik sambil massa berjoget di tengah jalan. Hingga tadi malam, arus jalin tim macet total. Massa mengan cam akan terus memblokade jalan bila Ismail Ishak belum dibebaskan. Kasat Lantas Polres Tulang bawang AKP I Made Bayu Sutha mengata ka n kenda raa n da ri Bandar Lampung menuju Tu langbawang dialihkan ke Kota bumi melalui jalur lintas tengah. Sedangkan dari Palembang dialih
kan ke Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Ekspos ke Kejati
Kepada wartawan, Adam Ishak mengatakan pihaknya meminta agar semua yang terlibat dalam kasus suap yang menjerat Is mail Ishak juga diadili. Termasuk Bupati Tulangbawang Abdur rachman Sarbini dan 40 anggota DPRD Tulangbawang periode 2004—2009. Selain itu, meminta agar Isam il Ishak bisa dibantar dari LP Bawanglatak karena akan dilantik
sebagai wakil bupati bersama bu pati terpilih Khamamik. Mena nggapi t u nt uta n i n i, Rustam Gaus mengatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut ke Kejati Lampung. “Saya akan ekspos Senin pekan depan. Saya meminta agar pendukung Ismail Ishak ber sabar dan mengerti birokrasi yang dilalui,” kata Rustam. Sedangkan Ojo Sumarna menga takan semua urusan terkait kasus Ismail Ishak bukan kewenangan nya. “Penangguhan penahanan itu kewenangan Mahkamah Agung,” kata Ojo Sumarna. (UAN/UNA/U-1)
KASUS MESUJI
KONFLIK AGRARIA
TPF Periksa Tiga Polisi dan Warga
KCMU Memanas, Petani Dibacok
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Tim Pencari Fakta (TPF) memeriksa tiga polisi yang terlibat kerusuhan di Mesuji, Lam pung. Anggota TPF, Tisnanta, menga takan ketiga anggota polisi tersebut, yakni AKP Wetman Hutagaol, Wawan, dan Habsah, dari Satuan Brimob. Namun, dosen Fakultas Hukum Uni versitas Lampung itu enggan memerinci keterangan apa yang diberikan ketiga polisi tersebut. Selain itu, kedatangan TPF yang beranggotakan Ihksan Malik dan Brigjen Bambang Sumarsono itu juga meminta keterangan keluarga Made Astawe (korban meninggal) di Register 45. “Sebelum ini ada dua versi masalah ini, yakni masyarakat dan polisi. Kedatangan kami untuk mengumpulkan bukti dan
fakta,” kata Tisnanta, Kamis (5-1). Selain TPF, sebuah tim investigasi mengatasnamakan Sekretariat Bersama Pemulihan Hak Rakyat Indonesia, yang dipimpin anggota Komisi II DPR Budi man Sudjatmiko, kemarin juga bergerak ke kawasan Register 45 Moro-moro, Mesuji. Dalam pertemuan itu, warga menaruh harapan penyelesaian nasib kepada gabungan LSM tersebut. Warga menunggu tim gabungan sejak pagi hari hingga sore dan tetap bertahan di lapangan. “Sejak tahun 2006 sampai sekarang kami hidup dihantui rasa keta kutan, padahal sebelumnya era 1990-an kami aman-aman saja mengelola lahan yang ditelantarkan,” kata perwakilan warga Moro-moro, Syahrul Sidin. Pengungsi di Tugu Roda, Desa Pekat
jaya, mengaku masih trauma. Kartini, pengungsi di Tugu Roda, mengaku ber ada di kawasan itu karena tergiur tawaran mendapatkan sebidang tanah dengan membayar sejumlah uang kepada oknum tokoh adat di sana. Dia mengelola lahan Register 45 seluas 1,5 hektare selama tiga tahun untuk di tanami singkong. “Kami diberitahu tanah ini milik adat yang kepemilikannya harus diperjuangkan,” kata Kartini. Meskipun serba keterbatasan dan tidak terjangkau akses pemerintah, di kawasan tersebut terdapat sekolah sederajat SMP yang dibangun secara swadaya. Sekolah tersebut diberi nama SMP Harapan Rakyat. (MG7/ANT/U-1) KORBAN MESUJI...Hlm. 2
Pusat Bentuk Tim... Hlm. 5
DUGAAN KORUPSI
KPK Dalami Pemeriksaan Pejabat Lamtim SUKADANA (Lampost): Komisi Pem berantasan Korupsi (KPK) terus men dalami hasil pemeriksaan terhadap para pejabat Pemerintah Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) terkait dugaan suap Rp3 miliar pada pengesahan APBD 2012. Juru Bicara KPK Johan Budi menga takan penyelidikan fokus kepada empat pimpinan DPRD Lamtim, yakni Ali Jo han Arif, Azwar Hadi, Prio Budi Utomo, dan Zaiful Bukhori, Rabu (4-1). Namun, Johan Budi belum bisa me mublikasikan hasilnya. Mengenai dugaan suap Rp3 miliar, menurut Johan Budi, tidak ditemukan saat penggeledahan di rumah Ali Johan Arif di Purbolinggo, Lamtim. “Dari hasil penyelidikan, sa ngat mungkin ada pemanggilan pejabat lain untuk diperiksa,” kata Johan Budi, Kamis (5-1). Dari Sukadana, Wakil Ketua DPRD Lampung Timur Prio Budi Utomo membantah ada suap Rp3 miliar dalam pengesahan APBD 2012. Menurut Prio,
± ±
Nasi uduk, makin lezat dengan ayam goreng... HLM. 28
n LAMPUNG POST/DOK
Johan Budi
dia diperiksa bukan dalam kapasitas pribadi, melainkan selaku pimpinan DPRD dan Badan Anggaran. Dia juga menyayangkan surat panggil an KPK yang seharusnya bersifat rahasia,
± ±
tapi dikirim melalui faksimile. “Kami curiga ada yang mencoba menyebarkan surat panggilan KPK,” kata Prio yang ketua DPRD PKS Lamtim itu. Menurut Prio, KPK memberikan tujuh pertanyaan. Inti pertanyaan mengenai mekanisme pengesahaan APBD Lamtim. Dia mengaku tidak mengerti apa tujuan KPK memeriksa empat pimpinan DPRD dan menyoroti Lamtim. “Kalau dibilang, korupsi itu tidak benar karena baru pengesahan anggaran. Anggarannya belum turun, apa yang dikorupsi,” ujar Prio di ruang kerjanya. Informasi yang dihimpun Lampung Post menyebutkan dana Rp3 miliar itu diserahkan langsung seorang kepala dinas kepada Ali Johan Arif di Lampung Tengah. “Jika ini benar terjadi, selaku anggota Panitia Anggaran saya sangat kecewa. Saya bersama teman-teman lain dan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) membahas APBD 2012 hingga larut malam,” ujar anggota Badan Anggaran Hasan Basri. (HES/GUS/DIN/U-1)
KRUI (Lampost): Sehari setelah upaya Pem kab Lampung Barat memediasi konflik antara petani dan manajemen PT Karya Canggih Mandiri Utama (KCMU), Bengkunat, Lampung Barat, tidak membuahkan hasil, kondisi di perkebunan kelapa sawit itu kembali memanas. (KCMU-Petani Gagal Bersepakat, Lampung Post, Kamis [5-1]) Kemarin, Agus Tedi (35), petani warga Pa garbukit, Bengkunat, menjadi korban pemba cokan sekelompok orang yang diduga anggota pengamanan swakarsa. Ismoyo, perwakilan petani, mengatakan korban Agus Tedi luka di tangan kiri dan mendapat 31 jahitan. Kemudian lima jahitan akibat tusukan di punggung dan dadanya dipukul dengan batu. Kejadian bermula ketika pagi itu sekitar delapan petani di areal perkebunan sawit di Pemangku Sangsadu, Pekon Sukamaju, me manen sawit. Namun, sampai perkebunan sawit, belasan orang melarang petani memanen sawit. Cekcok pun tak terhindarkan. Petani menghubungi warga lainnya. Men dengar itu, belasan warga, termasuk Agus Tedi, mendatangi lokasi. Kedatangan mereka diserbu, dan Agus Tedi menjadi sasaran pembacokan. “Kalau tidak diselamatkan, Agus terus dibacok. Agus dibawa ke Puskesmas Banjaragung,” kata Ismoyo. Petani yang berlarian terus dikejar dan dilempari batu. Bahkan, beberapa warga yang bergotong royong membuat rumah tidak jauh dari lokasi juga dilempari. “Kapolres, Dandim, dan perwakilan Pemkab Lambar datang ke lokasi mendatangi warga untuk meredam situasi dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kasubbag Humas Polres Lambar AKP Zulkarnain. Menurut catatan Lampung Post, PT KCMU merupakan grup PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI), Mesuji. Pada 10 November 2010, juga terjadi kerusuhan antara aparat keamanan BSMI dan warga yang merenggut satu korban tewas dan enam warga luka tembak. Hingga kemarin, dua warga Desa Sritanjung korban konflik BSMI, yakni Muslim (18 ta hun) dan Robin (18), masih dirawat di Bandar Lampung. (*/U-1)
CMYK
± ±
±
±