CMYK
Terbit Sejak 1974 Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693 Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000 Redaksi (0721) 773888 SMS: 0812 7200 999
www.lampungpostcom
SABTU, 26 MEI 2012
L NO. 12437 L TAHUN XXXVII
DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNG
TERBIT 24 HALAMAN
I HARGA ECERAN : Rp3.000 KURS
Pemprov tawarkan Pemkot kantor Gubernur... HLM. 4
Dian Sastro beruntung bisa ke Cannes... HLM.16
Arena GP Monako diwarnai ancaman bom... HLM. 19
Berpengalaman, Jerman siap sabet trofi Piala Eropa...HLM. 17
1 US$ Rp9.310
JUMAT, 25 MEI 2012 SUMBER BI
MUSIBAH
BURAS
Pasar Sarinongko Ludes Terbakar
H. BAMBANG EKA WIJAYA
Mengaku Miskin Bisa Bablas Jadi Miskin Benaran!
’i
“MESKI hasil ujian nasional (UN) kurang bagus, aku akan bisa masuk sekolah menengah negeri favorit tanpa mengikuti tes masuk untuk peserta didik reguler!” ujar Bedul. “Itulah asyiknya ada Program Bina Lingkungan (PBL) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) sekolah menengah negeri di Bandar Lampung tahun ini!” “Bagaimana kau bisa masuk sekolah favorit yang lokasinya di pusat kota lewat PBL, tinggalmu di pinggir kota jauh dari lingkungan sekolah itu?” tanya sopir. “Lalu, kau anak orang kaya, sedang PBL untuk keluarga kurang mampu! Juga, kau bukan siswa berprestasi standar nasional sesuai ketentuan PPDB tanpa testing!” “Semua bisa diatur papaku!” entak Bedul. “Soal surat miskin, Jamkesnas atau Jamkesda sebagai syarat penerimaan siswa miskin tanpa lewat tes, hanya dengan papaku angkat telepon, semua surat itu segera sampai rumah! Apalagi kartu keluarga dari RT bukti tinggal di lingkungan dekat sekolah favorit, dengan siulan kecil saja beres!” “Apa kau pikir papamu mau melakukan semua itu? Jangan harap!” tegas sopir. “Aku sudah lama jadi sopirnya tahu pasti, papamu bukan orang yang suka menerabas peraturan seperti itu!” “Kalau demi anak yang dia manja?” timpal Bedul. “Aku yakin papamu tak akan mau mencelakakan dirinya!” tegas sopir. “Mencelakakan dirinya bagaimana?” bentak Bedul. “Justru papamu itu sering mengingatkan saya kalau ada masalah!” jelas sopir. “Selalu ia tegaskan, ojo ndisi’i kerso! Maksudnya, jangan mendahului kehendak Tuhan Yang Mahakuasa!” “Ndisi’i kerso apanya hanya mencari cara agar aku bisa masuk sekolah negeri favorit?” kulah Bedul. “Ndisi’i kerso mengaku miskin, apalagi lengkap dengan surat yang membuktikan kemiskinannya!” tegas sopir. “Papamu pasti tak mau ndisi’i kerso, mendahului kehendak-Nya mengaku miskin, karena bisa kebablas (dibuat-Nya) jadi miskin benaran! Itu yang paling ditakuti papamu hingga sering mengingatkan saya jangan ndisi’i kerso!” “Ah, itu kan cuma takhayul!” tukas Bedul. “Mana ada orang kaya bisa kebablas jadi miskin! Tak ada buktinya! Bahkan, tak bisa dibuktikan!” “Justru setiap kali ada orang kebablas akibat ndisi’i kerso papamu mengingatkanku!” tegas sopir. “Contohnya, ada seseorang yang sedang kesulitan datang ke orang kaya yang dikenalnya sejak lama, si kaya menjawab ia pun sedang sulit tak punya uang! Tak lama si kaya ditahan karena korupsi, hidup keluarganya jadi sulit kekurangan uang karena semua hartanya disita! Jadi, jangan coba-coba ndisi’i kerso mengaku miskin!” *** Add on: facebook.com/buraslampost
Follow on: @buraslampost
OASIS Pendeteksi Nyamuk DBD Ditemukan
ALAT diagnosis sederhana ini dikembangkan David Mueller dari University of Queensland dan tim peneliti di Melbourne serta Amerika Selatan. Alat portabel ini dapat digunakan mendeteksi infeksi demam berdarah yang dibawa sejumlah besar nyamuk. “Tak seperti pendekatan lainnya, alat baru ini menyediakan informasi apakah nyamuk itu membawa virus demam berdarah atau tidak,” kata Muller seperti dilansir newkerala, Jumat (25-5). Alat ini bisa mendiagnosis dengan cepat, spesifik, dan tidak membutuhkan perlengkapan atau operator khusus untuk menggunakannya. “Itu berarti alat ini cocok digunakan di negara berkembang di seluruh dunia,” kata Muller sebagaimana terpapar dalam Journal of Virological Methods. (U-1)
LAMPUNG POST/SUDIONO
LUDES TERBAKAR. Warga menonton api yang membubung di atap ratusan kios Pasar Terminal Sarinongko, Pringsewu, Jumat (25-5), sekitar pukul 21.30. Hingga tadi malam belum diketahui sumber api, kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Enam Kabupaten Gagas Provinsi Baru BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sebanyak enam kabupaten eks Kabupaten Lampung Utara menggagas pembentukan provinsi baru. Ibu kota Lampung Utara, Kotabumi, diusulkan menjadi ibu kota provinsi.
provinsi ini mempunyai syarat lebih dari cukup,” kata Mukhlis Basri. Meskipun secara historis, pertumbuhan wilayah, rentang kendali, dan termasuk geografis memenuhi syarat, rencana tersebut harus mengikuti PP No. 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah. “Pemekaran ini memenuhi syarat. Kami tinggal meminta persetujuan dua kabupaten lagi karena pembentukan provinsi minimal diajukan enam kabupaten,” kata Zainal Abidin.
Ekspos rencana pemekaran tersebut sejahteraan masyarakat, dan rentang disampaikan Bupati Lampung Utara kendali. “Secara historis eks Kabupaten LamZainal Abidin di Restoran Bukit Randu, pung utara yang dimekarkan menjadi Bandar Lampung, Jumat (25-5). Kabupaten eks Lampung Utara, enam kabupaten memiliki luas 52,4% yakni Lampung Barat, Tulangbawang, dari luas Provinsi Lampung atau 1,72 Way Kanan, Tulangbawang Barat, Me- juta hektare dengan jumlah penduduk suji, dan bakal menyusul Kabupaten 2,24 juta jiwa. Menurut ketentuan, Pesisir Barat. Ekspos yang dimodera- provinsi baru dapat diusulkan oleh tori Anshori Djausal itu juga dihadiri enam kabupaten,” kata Zainal Abidin. Belum Mendesak Bupati Lampung Barat Mukhlis Namun, rencana tersebut, Basri, Bupati Way Kanan Bustami menurut Gubernur Lampung Kabupaten Provinsi Eks Zainudin, dan perwakilan dari Lampung Utara Sjachroe din Z.P., belum menpengusul Kabupaten Tulangbawang Barat. Lama tak terdengar, gaung pemekadesa k. Pasa lnya, kabupaten Lampung Utara, ran Provinsi Lampung kembali Lampung Barat, Kemudian, para unsur Forum didengungkan. Kabupaten eks pengusul provinsi baru belum Way Kanan, Tulangbawang, Koordinasi Pimpinan Daerah Lampung Utara yang sekarang mapan. Jika dipaksakan, Gumenjadi enam kabupaten berencana Tulangbawang (Forkopimda), tokoh masyarakat, membentuk kabupaten baru. Jalan bernur khawatir menimbulkan Barat, Mesuji panjang dan berliku pun dimulai. dan berbagai lembaga swadaya masalah baru. Luas wilayah masyarakat. “Yang ngomong ini kan ka1,75 juta ha Dalam mengegolkan usulan bupaten miskin. Jadi, urus dulu tersebut, Pemkab Lampung Utara Penduduk supaya enggak miskin daerahmembentuk Tim Pengkajian Po- 2,24 juta jiwa nya. Masyarakatnya dibuat maju tensi Pemekaran Provinsi lewat dulu,” kata Gubernur di Balai SK Bupati Lampung Utara No. Keratun kemarin. B/227/26-LU/HK/2011. Tim yang Ji ka w i laya h ya ng ing in diketuai Sekkab Lampung Utara memekarkan ini mapan dan GRAFIS: JADS ini akan mengusulkan Kotabumi masyarakatnya sejahtera, Gumenjadi kota dan pemindahan bernur mempersilakan rencana Pemekaran provinsi, menurut Busta- pemekaran dilanjutkan. Namun, unKabupaten Lampung Utara. Tim bekerja dengan panduan PP No. 78/2007 mi, bukan hanya wacana, melainkan tuk saat ini, ujarnya, belum saatnya tentang Tata Cara Pembentukan, Peng- juga kebutuhan. “Tidak ada pilihan ada pemekaran di Lampung. lain,” kata Bustami. hapusan, dan Penggabungan Daerah. “Sekarang kalau anak berkeluarSenada dengan itu, Mukhlis Basri ga, penghasilan enggak cukup, diDalam PP itu terdapat 11 indikator bobot penilaian, yakni kependudukan, mengata ka n renca na pemeka ra n suruh pindah rumah, mau jadi apa. kemampuan ekonomi, potensi daerah, provinsi baru sebagai upaya mem- Bisa ngemis dia di jalan. Begitu juga kemampuan keuangan, sosial-budaya, perpendek rentang kendali. Termasuk pemekaran. Kalau mapan sih silakan sosial-politik. Kemudian, luas daerah, pemerataan dan percepatan pemba- saja mau dipecah berapa juga provinsi pertanahan, keamanan, tingkat ke- ng u na n. “Renca na pembent u ka n ini,” kata Gubernur. (MG6/LIN/U-1)
PRINGSEWU (Lampost): Kebakaran hebat menghanguskan 180 kios Pasar Terminal Sarinongko, Kabupaten Pringsewu, Jumat (25-5), sekitar pukul 21.30. Hingga tadi malam belum diketahui sumber api dan kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pringsewu mengerahkan 10 mobil pemadam kebakaran, tetapi tak mampu memadamkan api yang melalap kios hingga menjadi abu. Besarnya api membuat BPBD Pringsewu meminta bantuan mobil pemadam kebakaran dari Tanggamus, Pesawaran, dan Bandar Lampung. Kios yang terbakar antara lain milik pedagang sayuran, kebutuhan pokok, alat rumah tangga, kain, dan perabotan dapur. Kobaran api sempat merambat ke gedung karaoke milik Sarinongko. Pemilik kios hanya pasrah melihat kobaran api yang semakin membesar. Sebagian pedagang nekat menyelamatkan barang dagangannya. Namun, aparat kepolisian melarang warga mendekati kobaran api. Warga hanya bisa menjaga agar api tidak menjalar ke sejumlah bangunan toko dan kios lain. Hamdan (51), pengelola Pasar Terminal Sarinongko, mengetahui kobaran api setelah menerima laporan warga. Menurut Hamdan, kebakaran Pasar Terminal Sarinongko ini yang kedua. “Kami belum tahu pasti sumber api,” ujar Hamdan. Kobaran api mengganas karena banyak kios menjual minyak goreng. Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung. (ONO/U-1)
PENDIDIKAN
SBL Rawan Penyimpangan BANDAR LAMPUNG (Lampost): Penerimaan peserta didik baru (PPDB) melalui Program Sekolah Bina Lingkungan (SBL) dikhawatirkan rawan penyimpangan lantaran mudahnya membuat surat keterangan miskin di Bandar Lampung. “Selama ini pembuatan surat keterangah miskin hanya berdasarkan kepercayaan. Tidak pernah ada verifi kasi,” kata pengamat kebijakan publik, Aryanto, Jumat (25-5). Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Pengalaman dari kebijakan serupa seperti pembagian bantuan langsung tunai (BLT) kerap tidak tepat sasaran. “SBL jangan hanya mengandalkan verifikasi administratif. Harus ada verifikasi faktual,” ujarnya. Idealnya, menurut Aryanto, ada panitia ad hoc yang dibentuk untuk melakukan verifi kasi faktual, atau paling tidak melakukan uji petik dari hasil penerimaan siswa baru SBL. Namun, keterbatasan waktu bisa menjadi kendala. “Untuk itu komite sekolah dapat diberdayakan,” kata dia. Menurut dia, program SBL layak diacungi jempol lantaran lebih sistematis ketimbang tahun lalu sehingga sekolah negeri tidak perlu menambah kuota dan mengakibatkan kelas siang. “Sekolah swasta juga tak perlu ketar-ketir karena jatahnya diambil,” kata Aryanto. (MG6/U-1) DATA BOHONG...Hlm. 5
PILKADA LAMPUNG BARAT
PAC Partai Demokrat Pecah LIWA (Lampost): Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lampung Barat (Lambar) membuat Partai Demokrat (PD) pecah. Sebanyak 22 pimpinan anak cabang (PAC) PD membantah ikut mendatangi DPP menuntut mengusung calon sendiri pada pilkada. Dalam pertemuan di RM Lawu, Liwa, kemarin, sebanyak 22 ketua PAC didampingi sejumlah pengurus DCP membantah ada 20 PAC berangkat ke Jakarta, sebagaimana berita Lampung Post, Jumat (25-5). Sekretaris DPC PD Richard Yulianto mengatakan hanya tiga PAC, yaitu Sumberjaya,
CMYK
Kebuntebu, dan Way Tenong yang datang ke Jakarta. Menurut Richard, sejak awal komitmen kepengurusan partai dari tingkat kabupaten, kecamatan, dan pekon siap menjalankan kebijakan dan keputusan partai. Jika ada kader yang bertindak di luar keputusan partai, itu langkah pribadi dan tidak bisa mengatasnamakan partai. Secara terpisah, Ketua PAC PD Su mber jay a Ta r sud i n menu nt ut Ket ua DPD PD Lampung M. Ridho Ficardo memegang janjinya mengusung kader partai dalam Pilkada Lambar. Kalau tidak
dari kader, ujar dia, calon yang diusung nanti harus memiliki visi membesarkan PD. “Saat di DPP, Pak Ridho berbicara seperti itu, ya jangan berubah lagi. Harus komitmen menepati janji,” kata Tarsudin. Tarsudin menjelaskan PAC yang demo ke Jakarta tetap satu suara menolak calon petahana Mukhlis Basri. Pasalnya, setelah didukung koalisi PD pada Pilkada Lambar 2007 lalu, Mukhlis Basri tidak banyak berbuat untuk kemajuan partai, khususnya PAC. “Jadi, kami mau calon yang bisa bermanfaat bagi partai ini,” kata dia. (*/LIN/U-1)