±
±
CMYK
±
Terbit Sejak 1974 Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693 Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000 Redaksi (0721) 773888 SMS: 0812 7200 999
www.lampungpostncom
senin, 28 mei 2012
l No. 12449 l TAHUN XXXVII
DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNG
Terbit 24 Halaman
i HARGA ECERAN : Rp3.000 KURS
±
Manajemen Lady Gaga batalkan konser... HLM. 16
BPKP Lampung audit empat kasus korupsi... HLM. 4
BURAS H. BAMBANG EKA WIJAYA
Skuat lama, Spanyol siap amankan trofi Piala Eropa... HLM. 18
Kota Metro peringkat pertama UN SMA/SMK... HLM. 22
1 US$ Rp9.310
±
jumat, 25 mei 2012 SUMBER BI
Register 45 Kembali Rusuh
Lady Gaga pun Batalkan Konser!
±
“PENGACARA promotor konser Lady Gaga, Minola Sebayang, menyatakan manajemen Lady Gaga membatalkan konser setelah mempertimbangkan kontroversi dan adanya ancaman keamanan jika konser dilaksanakan!” ujar Umar. “Karena Lady Gaga sangat concern dan menghormati orang-orang di Indonesia, dia dan tim manajemennya tidak ingin ada yang terluka atau menjadi korban saat konser, akhirnya tim manajemen Lady Gaga membatalkan konsernya,” tegas Sebayang. “Terkesan, manajemen Lady Gaga bijaksana! Tak ingin ada orang Indonesia terluka atau menjadi korban jika konser dilaksanakan!” timpal Amir. “Kesan itu memantulkan hal Kalau di hulu tak yang sebaliknya, orang-orang ada standar, di Indonesia sendiri tak peduli ada hilir bisa acak yang terluka atau jadi korban jika konser tidak dibatalkan! Dengan kadut! Dalam itu terkesan pula, watak dan kondisi begitu, sikap kita perlu dikasihani, main konser Lady Gaga kepruk saja!” “Kita memang perlu dikasihani bisa mengancam karena rencana konser Lady keamanan Gaga mengungkap realitas penegara! jabat pemerintahan negeri ini tak punya standar dalam menghadapi suatu masalah!” tegas Umar. “Dalam merespons rencana konser Lady Gaga, pertama Polda Metro enggan memberi rekomendasi! Tapi, Menko Polhukam menyatakan Lady Gaga boleh konser di Indonesia! Polda Metro pun kemudian menyatakan siap mengamankan konser Lady Gaga!” “Ketiadaan standar pelaksanaan hukum di tingkat atas pemerintahan itu bahkan tanpa kecuali terjadi di lembaga kepresidenan!” timpal Amir. “Contohnya, presiden memberi grasi pada Corby, narapidana 20 tahun penjara kasus narkoba! Memang memberi grasi itu hak presiden, tetapi diberikan kepada siapa? Kalau diberikan pada penjahat narkoba, jelas itu bertentangan dengan konvensi PBB yang diratifikasi pemerintah dan dituangkan menjadi UU yang menempatkan kasus narkoba sebagai kejahatan berat! Apalagi kalau diha dapkan dengan realitas narkoba, menjadi bencana yang merusak jutaan generasi muda bangsa—memberi grasi kepada terpidana narkoba jelas mencerminkan tiadanya standar pelaksanaan hukum di pemerintah!” “Itu jelas membuat kita pantas dikasihani!” tegas Umar. “Dengan begitu, dicemaskannya konser Lady Gaga bisa merusak moral generasi muda, terutama yang nonton konsernya, cukup beralasan karena tiadanya standar pelaksanaan hukum di pucuk pemerintahan sebagai hulu sumber mata air moralitas bangsa! Kalau di hulu tak ada standar, di hilir bisa acak kadut! Dalam kondisi begitu, konser Lady Gaga bisa mengancam keamanan negara!” *** Add on: facebook.com/buraslampost
Follow on: @buraslampost
n LAMPUNG POST/JUAN SANTOSO SITUMEANG
WARGA ‘SWEEPING’. Ratusan warga perambah Register 45 Sungaibuaya, Kabupaten Mesuji, bersenjata tajam dan bambu runcing melakukan sweeping dan merusak Pos Alba V PT Silva Inhutani Lampung, Minggu (27-5). Aksi itu merupakan buntut dari penertiban perambah yang menduduki kawasan tersebut.
MESUJI (Lampost): Kerusuhan di Register 45 Sungaibuaya, Mesuji, ternyata belum berakhir. Sekitar 200 perambah, Minggu (27-5), mengamuk dan merusak pos satpam Alba V sehingga membuat pabrik sawit PT Tunas Baru Lampung (TBL) berhenti beroperasi. Semua peralatan di pos tersebut mulai meja, kursi, sampai buku-buku berserakan di halama n. Satpam lari tunggang langgang. Sepeda motor milik satuan pamswakarsa pun tidak luput dari amuk massa. “Jok motor disayat, begitu juga bannya, tapi tidak dibakar,” ujar Manto (33), anggota pamswakarsa. Peristiwa tersebut bermula dari patroli rutin satpam dan pamswakarsa PT Silva Inhutani Lampung, Minggu (27-5), pukul 10.00. Selain mengecek dan mengamankan kawasan hutan, mereka melakukan sosialisasi kepada perambah. Hasilnya, ada beberapa perambah yang mau direlokasi dan tendanya dirobohkan. Perambah minta dicarikan truk untuk membawa mere ka sampai jalan lintas timur (Jalintim) Sumatera. “Alasan perambah, agar mudah mendapat bus pulang ke kampung masing-masing di Lampung Timur,” ujar Daman, koordinator
pamswakarsa. Dalam patroli sekitar satu jam itu, 20 tenda perambah dirobohkan. Selain itu, perambah dibantu truk keluar kawasan ke Alba IV. Namun, informasi yang beredar di kawasan Register 45 berbeda. Beberapa peramba h yang tidak diangkut truk memberi informasi berbeda ke permukiman Karyajaya, Karyatani, di Blok VIII, di perbatasan Kampung Muktikarya—Brabasan. Warga perambah yang tidak ikut rombongan truk mengatakan ada warga pera mba h disa ndera pamswakarsa. Kontan, informasi tersebut menyulut amarah perambah di Blok Karyatani, Karyajaya, dan Nusaindah. Mereka mengejar anggota pamswakarsa yang berniat pulang sesudah mero bohkan tenda darurat. Di Pos Alba V, massa merusak fasilitas yang ada. Meskipun diingatkan tidak anarki, perambah justru terlihat lebih sadis.
Pemimpin kelompok yang menduduki kawasan tersebut, Kristiadi (Kang Yadi) dan Wayan Ana, tampak di antara perambah. “Saya coba mengendalikan massa supaya tidak brutal. Kami hanya ingin memastikan apakah warga yang tadi ditangkap atau hanya diantar ke luar Jalintim. Saya minta dikembalikan ke kami,” ujar Kang Yadi. Bawa ke Menko Polhukam Kerusuhan membuat pabrik PT TBL berhenti. Satpam dan karyawan berjumlah 300-an disiagakan di pintu masuk pabrik, sedangkan istri dan anak-anak karyawan diungsikan di lapang a n. A k ibat nya, semua t r u k p engangkut sawit tidak bisa masuk sehingga terjadi antrean sepanjang 500 meter. Bupat i Mesuji K ha ma mi k yang ditemui di pos satpam PT TBL mengatakan prihatin dengan kerusuhan itu. “Satusatunya cara agar Mesuji aman adalah dengan penegakan hukum,” kata Khamamik. Menurut Khamamik, pihaknya akan bertemu Menko Polhukam. “Kami akan putuskan di Kementerian nanti apa hasil untuk langkah penertiban di Register 45 Sungaibuaya ini.” (UAN/U-1) PROSES HUKUM...Hlm.24
KRIMINALITAS
Warga Jabung Penembak Kamerawan ‘TVRI’ DPO JAKARTA (Lampost): Polisi menangkap Hendra Yuda, pelaku pencurianmotoryangmenembak kamerawan TVRI, Djuli Elfano. Sedangkan eksekutor penembak an, Rudi Husada, warga Desa Negarabatin, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, masih buron dan ditetapkan masuk daftar pencarian orang (DPO). Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan me ngatakan tersangka masih diburu petugas. “Kami memburu tersangka ke Lampung selama dua minggu lebih. Tetapi, karena orang sana budayanya melindu ngi warga dari orang asing, kami kesulitan mencari pelaku. Kami imbau tersangka menyerahkan diri,” kata Herry, Minggu (27-5). Aksi penembakan Djuli Elfano terjadi di rumahnya di Jalan Kalimantan, Villa Bintaro, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (17-3) lalu. Pelaku mencoba merampas motor, tapi tak berhasil. Akhirnya, Rudi menembak
Djuli hingga tewas. Tersa ng ka Hendra t ida k mengetahui alasan rekannya, Rudi Husada, menembak Djuli. “Saya dari jauh menunggu dia. Tahu-tahu ada bunyi tembak an, dan waktu dia datang bilang dia menemba k orang lalu langsung mengajak saya kabur,” kata Hendri. Hendri ditangkap Desa Cilebar, Karawang, Jawa Barat. Polisi menyita barang bukti antara lain satu pucuk senjata api rakitan, 12 butir peluru, dan 1 butir proyektil. Penangkapan ini merupakan pengembangan kasus pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan selama tiga minggu terakhir. “Motifnya mengambil kendaraan bermotor. Ini terjadi karena modus operandi yang biasa dilakukan pelaku pencurian bermotor dengan kekerasan. Kalau dipergoki korban, mereka tanpa ragu melukai korbannya,” ujar Toni. (U-1)
±
OPINI
Kegamangan Partai Besar
PADA September 2012, tiga kabupaten di Provinsi Lampung yaitu Tulangbawang, Lampung Barat, dan Tanggamus akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (pilkada). Menarik untuk dicermati karena sampai akhir Mei ini tidak satu pun partai besar dari tiga partai yang memperoleh suara lebih dari 15% pemilu legislatif 2009 (yaitu Partai Demokrat, Golkar, dan PDIP) yang terlihat siap dan mantap mencalonkan kadernya sendiri. Jika dikaji bahwa persyaratan
±
±
CMYK
Ari Darmastuti Dosen FISIP Universitas Lampung partai dalam pencalonan pilkada hanyalah memperoleh suara atau kursi 15%, ketiga partai ini cukup untuk mengusung calon-
±
nya sendiri. Menjadi pertanyaan besar mengapa tidak satu pun dari ketiganya yang terlihat dari awal sudah mempersiapkan kadernya sendiri. Apa yang salah atau menjadi masalah dalam partai-partai di Lampung? Bagaimana pelaksanaan fungsi partai dari tiga peran besar partai politik, yaitu peran partai dalam pemilihan umum, peran partai sebagai organisasi, dan peran partai dalam pemerintahan? Bersambung ke Hlm.12
±
n ANTARA
PEMBUNUH WARTAWAN DPO. Polisi menunjukkan foto Rudi Husada, penembak wartawan , Djuli Elfano. Rudi, warga Jabung, Lampung Timur, itu masuk daftar pencarian orang (DPO) alias buron oleh Polda Metro Jaya sejak Minggu (27-5).
±