±
±
CMYK
±
Terbit Sejak 1974 Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693 Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000 Redaksi (0721) 773888 SMS: 0812 7200 999
www.lampungpostncom
senin, 4 juni 2012
l No. 12457 l TAHUN XXXVII
DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNG
Terbit 30 Halaman
i HARGA ECERAN : Rp3.000 KURS
±
216 siswa SMP di Lampung tak lulus ujian nasional... HLM. 15
Setop izin minimarket di Bandar Lampung... HLM. 2
Karateka putra Lampung Ridho raih emas Mendagri Cup... HLM. 18
BURAS
IDEOLOGI NEGARA
H. BAMBANG EKA WIJAYA
Surya Paloh: Pancasila adalah Pluralisme
67 Tahun Pancasila! (4)
±
Gisel “Idol” cita-citanya dokter gigi... HLM. 16
“ARTI demokrasi itu pemerintahan oleh rakyat! Berarti, rakyat sebagai penentu hal-hal penting dalam kehidupan bernega ra-bangsa!” ujar Umar. “Namun, dalam sistem demokrasi perwakilan, rakyat mendelegasikan sebagian kewenangannya itu kepada orang yang dipilih untuk mewakili kepenting an mereka (legislatif) atau menjalankan hak-haknya me ngelola negara (eksekutif). Disebut sebagian karena kalau ada masalah yang sangat penting untuk mengatasi kebuntuan legislatif dan eksekutif, hak dan kewenangan rakyat senantiasa tersisa untuk melakukan referendum!” “Di zaman Presiden B.J. Habibie, warga negara Indonesia yang tinggal di Provinsi Timor Timur melakukan referendum, hasilnya kelompok yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia memenangkan referendum!” timpal Amir. “Tak ada satu pihak pun di negeri ini, bahkan di muka bumi ini, yang berhak atau bisa meng halangi keputusan rakyat Timor Timur itu! Tapi itulah contoh demokrasi, rakyat yang menentukan saat ada masalah amat penting!” “Terpenting dicatat, referendum yang dilakukan sebagai praktek sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan justru sebagai jalan keluar ketika wakil-wakil rakyat dan pemimpin hasil pilihan (wakil) rakyat mentok di jalan buntu!” tegas Umar. “Buntu, salah satu gejalanya saat tiada lagi hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan karena para pemimpin yang dipilih rakyat tak mampu lagi mengagregasikan lalu mengartikulasikan—apalagi mengaktualisasikan— kepentingan rakyat karena mabuk kekuasaan, sehingga selalu lebih mengutamakan dan mendahulukan kepentingan pribadi, keluarga, dan golongan politiknya semata!” “Jadi, dalam memperingati 67 tahun Pancasila, para wakil rakyat dan pemimpin pilihan rakyat amat tepat jika introspeksi apakah kiprahnya di panggung politik telah sesuai pakem kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan permusyawaratan/perwakilan atau belum, atau malah me nyimpang dan mengkhianati amanah rakyat yang diwakili/ direpresentasikan kekuasaannya!” timpal Amir. “Masalahnya, kalau penyimpangan dan pengkhianatan terhadap kepentingan rakyat yang diwakili/direpresentasikan kekuasaannya berlanjut, sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia akan makin jauh dari harapan—meski ketakadilan sosial itu pendorong penting dalam sejarah referendum di Indonesia—Karena, untuk apa diwakilkan kalau hanya untuk dikhianati!” *** Add on: facebook.com/buraslampost
Follow on: @buraslampost
Oasis
Minum Air Putih Pangkas Diabetes
Peneliti di Harvard School of Public Health menemukan bahwa mengganti minuman manis dengan air putih dapat membantu mencegah gangguan metabolisme, yang dapat memangkas risiko diabetes. Temuan ini didasarkan pada penelitian kebiasaan minum pada 83 ribu wanita yang dipelajari selama lebih dari satu dekade (10 tahun). “Meskipun penurunan risiko tidak terlalu besar, karena diabetes begitu umum dalam masyarakat kita, tapi bahkan 7%—8% penurunan risiko cukup besar dalam hal populasi,” kata Frank Hu, pemimpin penelitian dari Harvard School of Public Health, seperti dilansir Dailymail, Minggu (3-6). Peneliti memperkirakan mengganti satu gelas minuman bersoda atau jus buah dengan satu cangkir kopi atau teh bisa mengurangi risiko diabetes sebesar 12%—17%. Hu mengatakan penelitian ini penting dalam menunjukkan jus buah buatan tidak optimal dijadikan pengganti soda atau minuman manis lainnya. (U-1)
JA K A RTA (Lampost): Ketua Umum Ormas Nasdem Surya Paloh mengatakan Pancasila merupakan hasil renungan Bapak Pendiri Bangsa Soekarno (Bung Karno) dari nilai-luhur bangsa dan budaya bangsa yang beragam. Keanekaragaman itu merupakan pluralisme, sehingga Pancasila adalah pluralisme. Hal itu disampaikan Surya Paloh pada peringatan Hari Kelahiran Pancasila yang digelar oganisasi massa Nasional Demokrat (Nasdem) di Silang Monas, Jakarta, Minggu (3-6). Apel besar diikuti puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia, termasuk 25 ribu Baret Garda Pemuda Nasdem. Acara ini dihadiri mantan Wapres RI Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan pimpinan MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Pancasila, kata Surya, mampu menjawab ideolog i yang dibutuhkan bangsa. “Pancasila adalah Pancasila itu sendiri, bukan diambil dari declaration of independent yang sarat individualisme dan liberalisme. Pancasila juga bukan kelanjutan manifesto komunis yang meng
n MEDIA INDONESIA/M. IRFAN
agungkan sosialisme dan politik totarianisme,” ujar Surya. Ketika Pancasila dijadikan landasan berbangsa dan bernegara, bangsa ini memiliki platform jelas. Ba hkan, dengan keunikannya, Pancasila sempat ditawarkan Bung Karno ke dunia dalam pidatonya di markas PBB
yang kemudian dikenal dengan era baru dunia. Ini merupakan catatan sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Selama 60 tahun usia perjalanan bangsa, Pancasila menjadi ideologi bangsa. Namun, kata Surya Paloh, realitas hari ini, fenomena menunjuk-
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pembakaran arsip berdalih kebakaran kantor menjadi modus baru penghilangan jejak korupsi. kebakaran itu menghanguskan banyak arsip yang diduga bagian dari penghilangan jejak korupsi. Menurut pengamat politik yang juga dosen FISIP Universitas Lampung Syarif Makhya, sebelum pembakaran tersebut, bisa diduga ada permasalahan internal di lingkungan pemda. Bisa saja permasalahan sejumlah pegawai atau kepalanya yang terlibat penyelewengan dana anggaran atau kasus korupsi. Sehingga, dugaan ada unsur kesengajaan atau by design dari pembakaran ini bisa saja terjadi. Namun, semua dugaan tersebut bisa dibuktikan dengan hasil investigasi pihak kepolisian yang terus dilakukan. “Kalau gejala awalnya ada masalah internal, bukti dugaan itu bisa dilihat dari hasil penyelidikan pihak kepolisian,” kata Syarif, Minggu (3-5).
Menurut Syarif, terlepas dari ada-tidak nya dugaan unsur kesengajaan dalam pembakaran kantor pemkab tersebut, hal ini merupakan kelalaian yang dilakukan pihak pemkab setempat, karena tidak bisa menjaga
METRO (Lampost): Pemerintah Kota Metro tercatat paling banyak menerima penghargaan tingkat nasional selama tahun 2012. Metro menjadi satu-satunya kabupaten/kota se-Indonesia yang meraih tujuh piala sekaligus, yaitu Adipura, Adiwiyata Mandiri, dan lima piala penghargaan Adiwiyata Nasional. Dari ketujuh penghargaan tersebut, enam diraih melalui sekolah, yak ni lima sekolah di Metro mendapat penilaian terbaik untuk kategori nasional atas prestasi mereka di bidang kepedulian dan berwawasan lingkungan. Satu sekolah meraih Adiw iyata kategori Mandiri (emas), yaitu SMAN 3 Metro. Besok (5-6), penghargaan prestasi nasional tersebut akan diterima Wali Kota Metro Lukman Hakim dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana
CMYK
kan keberadaan Pancasila patut dipertanyakan. Bahkan, menimbulkan pertanyaan, antara lain apakah Pancasila masih ada? Dan apa kah Pancasila masih menjadi tuntutan kehidupan berbangsa dan bernegara? Per tanyaan it u ha r us d ia ra h ka n bu ka n
aset-aset daerah yang berharga. Wa laupun modus pembakaran itu bagian lain yang harus dihindari, ada beberapa kantor pemkab yang terbakar yang harus diusut dan dicari kebenarannya. Pihak kepolisian,
Kebakaran Gedung Pemda n 3 Maret 2009 Kantor Samsat Bandar Lampung, Lampung, terbakar, hanya sekitar 200 meter dari tempat acara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berkunjungan ke Lampung. Meskipun SBY pernah meminta untuk diungkap, kasus ini hilang ditelan angin. n 24 November 2009 Gedung perkantoran Pemkab Tulangbawang terbakar. Ruangan yang terbakar menyimpan banyak arsip. n 3 Mei 2012 Kantor Pemkab Mesuji dibakar. Namun, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan tetap memeriksa dugaaan korupsi atas APBD 2011 dan APBD 2102 n 31 Mei 2012 Kebakaran yang menghanguskan lantai II eks gedung DPRD Lampung Tengah, di antaranya kantor Unit Layanan Pelelangan (ULP), dinilai sejumlah pihak banyak kejanggalan.
saja kepada sekelompok orang, partai politik, organisasi, atau pen gelola negara, melainkan kepada seluruh bangsa. Perta nyaan itu harus dijawab karena realitasnya Pancasila belum di praktekkan secara nyata dalam kehidupan. (HES/U-1) n PANCASILA TUNTUNAN...Hlm.6
±
menurut Syarif, harus segera mengusut tuntas pembakaran tersebut walaupun dugaan sementara pembakaran karena korsleting listrik. “Ada dua persolan kenapa kasus pembakaran sejumlah kantor pemkab ini harus segera diusut. Pertama, hilangnya aset daerah yang berharga. Kedua, persoalan hilangnya data atau informasi kalau misalnya ada sejumlah oknum yang terlibat kasus korupsi,” kata Syarif. Usut Tuntas Kasus pembakaran sejumlah kantor pemkab, menurut dosen S-2 Universitas Lampung Eddy Rifai, harus diusut dengan menemukan bukti kuat. Sehingga, bisa dibuktikan apabila ada kaitannya dengan dugaan unsur kesengajaan pembakaran. “Ung kap itu dan cari buktinya. Biar nantinya bisa menyatakan ada unsur kesengajaan sehubungan dengan dugaan kasus korupsi,” ujar dia. (MG5/U-1)
OPINI
Metro Raih Penghargaan Terbanyak
±
jumat, 2 juni 2012 SUMBER BI
Bakar, Jejak Korupsi Hilang Dalam catatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terdapat 18 modus dan praktek korupsi yang lazim dilalukan aparat pemerintah daerah dan pusat. Namun, KPK belum memasu k ka n pemba ka ra n a rsip berdalih kebakaran kantor pemda ini sebagai modus. Menu r ut catata n Lampung Post, sejak tahun 2009, setidaknya ada empat kasus kebakaran kantor pemerintahan di Lampung yang hingga kini tak jelas hasil penyidikannya (lihat tabel). Sebut saja pembakaran kantor Samsat pada 3 Maret 2009 yang bertepatan dengan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Meskipun Presiden pernah meminta penyidikan tuntas atas kebakaran itu, hingga kini tak pernah ada penjelasan. Padahal,
±
APEL BESAR HARI KELAHIRAN PANCASILA. Ketua Umum Ormas Nasional Demokrat Surya Paloh (depan, kedua dari kanan) bersama mantan Wapres Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (kedua dari kiri) serta jajaran pengurus pusat ormas tersebut memasuki podium untuk memulai upacara apel besar memperingati Hari Kelahiran Pancasila di Monas, Jakarta, Minggu (3-6).
PEMERINTAHAN
±
1 US$ Rp9.333
Lukman Hakim
n Dok. Lampost
Negara. “Saya sudah mendapat undangannya,” ujar Lukman Hakim pada acara semarak Hari Lansia Nasional sekaligus car free day, Minggu (3-6). Penghargaan Adipura kate gori kota kembali diraih setelah sempat tertunda tahun lalu. Tahun ini mengalami peningkatan passing grade sehingga Metro bisa meraih kembali. Untuk Lampung, selain Metro, Lampung Selatan dan Tulangbawang juga meraih Adipura.
±
Sementara sekolah peraih Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri yakni SMAN 3. Kemudian lima Adiwiyata Nasional yakni SMKN 1 Metro, SMPN 4 Metro, SDN 5 Metro Utara, SDN 5 Metro Timur, dan SDN 3 Metro Selatan. Kelima peraih Adiwiyata Nasional akan diserahkan Menteri Lingkungan Hidup pada Selasa (5-6) malam, di Hotel Sahid Jakarta. Kepala Kantor Lingkungan Hidup Metro Maria Jayasinga menuturkan penghargaan bergensi nasional tersebut merupakan indikator Metro sebagai kota pendidikan. “Kami mengikuti program sekolah peduli lingkungan ini sejak 2001. Alhamdulillah, tahun ini enam sekolah berhasil, bahkan satu bisa meraih Adiwiyata Mandiri,” kata Maria, Minggu (3-6). (CAN/U-1)
Pancasila Modal Demokrasi
Arizka Warganegara Dosen FISIP Universitas Lampung PANCASILA sebagai ideologi negara sering menjadi tanda tanya soal keampuhan dan kesaktiannya. Pertanyaan itu muncul karena sejak merdeka, Indonesia tak kunjung menjadi negara adidaya, adil, dan makmur. Padahal, jelas sekali dalam amana h Pancasi la terkan dung beragam argumen soal kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran bagi rakyat. Sejarah Pancasila pun secara normatif merupakan implikasi
dari perkembangan ideologi besar dunia, terutama setelah revolusi industri. Ketika revolusi industri melanda Inggris dan kapitalisme menjadi ideologi yang diminati kaum borjuis (kaya), Karl Marx menjelma menjadi sosok yang dianggap sebagai penolong bagi kaum proletar (miskin) saat itu. Ide Marx mengenai reformasi untuk buruh ditentang habis-habisan kaum borjuis dan hampir tidak ada celah ide itu masuk parlemen. Akhirnya, kaum Marxis mengubah pola perjuangan mereka melalui tulisan dan gerakan ekstraparlementer. Lebih lanjut perjuang an ini pun tidak menghasilkan sesuatu yang berarti untuk mengubah suratan takdir kehidupan buruh pada masa itu. (Bersambung ke Hlm.12)
±
±