±
±
CMYK
± facebook.com/lampungpost @lampostonline @buraslampost
I
24 Hlm. senin 16 febrUARI 2015
TERUJI TEPERCAYA
i TAHUN XL Terbit Sejak 1974 i Rp3000 No. 13405
www.lampost.co
±
Pembebasan
Cegah Calo Tanah
Lahan Tol Harus Transparan
Gubernur Muhammad Ridho Ficardo telah membentuk tim pembebasan lahan tol yang dikomandani Asisten II Sekprov Lampung Adeham. WANDI BARBOY SILABAN
T
±
RA N S PA RA N S I d a lam pembebasan lahan untuk jalan tol di Lampung menjadi suatu keharusan. Tim pembebasan pun dipilih dari orang-orang kredibel dan tegas yang bisa bekerja cepat dengan tetap mematuhi payung hukum yang ada. Akademisi Universitas Lampung (Unila), Sunarto, mengungkapkan pemerintah harus memperhatikan dasar hukum, seperti Peraturan Presiden (Perpres) No. 71/2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, termasuk dasar hukum lainnya yang mengatur tentang ganti rugi lahan yang sesuai peraturan.
“
harga atau standar yang sesuai nilai jual objek pajak (NJOP). “Jika NJOP terlalu rendah, bisa dilihat harga pasar. Di sini pentingnya tim independen agar tim independen yang melakukan penaksiran harga tanah dan status tanah bisa diserahkan kepada pemilik tanah yang sebenarnya,” kata Pembantu Rektor III Universitas Lampung itu. Untuk masyarakat yang terkena dampak pembebasan lahan itu, ujar Sunarto, mesti dilihat alas haknya. Surat serta sertifikat masyarakat tersebut diverifikasi dengan baik, apakah ada surat ke terangan sporadik, surat ke terangan tanah, sertifikat, dan keasliannya. “Di sinilah pentingnya pe ran tim pembebasan tanah yang kredibel dan independen yang akan mengurus proses pembebasan lahan tol tersebut.”
Jika NJOP terlalu Kendala rendah, bisa dilihat Kepala Dinas Bina Marga harga pasar. Di Lampung Budhi Darmawan sini pentingnya mengatakan kendala dalam pembebasan lahan itu karena tim independen belum semua tanah milik agar mereka yang warga memiliki sertifikat, melakukan penaksiran sehingga prosesnya menjadi lambat dalam penaksiran harga tanah.
±
“ S u d a h b a n ya k c o n to h proyek pembebasan lahan bermasalah dan oknum pejabat terlibat korupsi pada proyek itu, seperti jalan lintas pantai Timur (proyek Jalinpantim). Jangan lagi ada orang-orang yang bermain dalam proyek sebesar ini,” kata guru besar Fakultas Hukum Unila itu, melalui teleponnya, Minggu (15/2). Untuk teknis ganti rugi pembebasan lahan tol itu, menurut Sunarto, pemerintah harus memperhatikan tanam tumbuh dan bangunan di atasnya. Sebab, sambung Sunarto, banyak terjadi penggelembungan harga jika tidak diawasi ketat oleh pemerintah. Selain itu, untuk harga tanahnya harus berdasarkan
hingga pembebasannya. “Ini tanah milik siapa kita tidak tahu. Masyarakat belum ada sertifikat,” kata dia, d i te mu i b e b e r a p a wa k t u lalu. Untuk personel tim, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo telah menunjuk Asisten II Bidang Ekonomi dan Pemban gunan Adeham sebagai ketua tim pembebasan dari lingkungan Pemprov. Menurut Ridho, penunjukan itu untuk mempercepat pro ses pembebasan lahan yang ditargetkan rampung dalam jangka waktu empat bulan. “Yang menangani masalah pembangunan siapa kira-kira? Asisten II, kan? Ya berarti itu,” kata Ridho. (*11) wandibarboy@lampungpost.co.id
Pelaksanaan pembangunan jalan tol
Bakauheni—Terbanggibesar dibagi menjadi dua tim
Pemprov Lampung membentuk tiga tim untuk mempercepat realisasi pembangunan jalan tol 1. Tim persiapan pengadaan tanah 2. Sekretariat khusus 3. Tim pengaduan masyarakat
Empat koridor jaringan tol Sumatera (358 km) (Hutama Karya)
Terbanggibesar—Pematangpanggang—Kayuagung (Jasa Marga)
2. Palembang—Pekanbaru 3. Pekanbaru—Medan 4. Medan—Banda Aceh
(610 km) (548 km) (460 km)
Tiga koridor prioritas pembangunan 1. Palembang—Bengkulu 2. Pekanbaru—Padang 3. Medan—Sibolga
±
n LAMPUNG POST/ZAINUDDIN
PEMILIHAN KOKO-CICI LAMPUNG. Para peserta tampil menawan di atas catwalk dalam balutan busana cheongsam—pakaian khas etnis Tionghoa—dalam pemilihan Koko dan Cici Lampung 2015, di Mal Kartini, Bandar Lampung, Minggu (15/2). Perhelatan yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Lampung ini diikuti 114 peserta yang tidak hanya berasal dari etnis Tionghoa, tetapi juga pribumi.
Pemilihan Koko-Cici Lampung Meriah PEMILIHAN Koko dan Cici Lampung 2015 yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tiongh oa Indonesia (PSMTI) Lampung di Mal Kartini, Bandar Lampung, Minggu (15/2), berlangsung meriah. Sebanyak 114 peserta, mulai dari usia empat tahun hingga remaja, tampil modis di atas catwalk mengenakan cheongs am, pakaian khas etnis Tionghoa yang identik berwarna merah menyala. Di awal acara pada perhelatan untuk menyemarakkan hari kasih sayang (Valentine) dan menyambut Tahun Baru Imlek ini, para pengunjung antusias menyaksikan penampilan peserta koko dan cici (koci) kategori A yang masih berusia antara 4—9 tahun. Bergaya ala peragawati profesional, lenggak-lenggok anak-anak yang berdandan ala wanita Tionghoa ini meng undang tawa. Beberapa di antara mereka ada yang terlihat bingung meski sudah di atas panggung. Beberapa lagi tampil percaya diri melakukan berbagai
pose di depan tiga dewan juri: Steven (pengurus bidang pendidikan PSMTI Lampung), Eka Yuniharti (mantan Muli Lampung), dan Raphael Udik Yunianto (Direktur Utama PT Masa Kini Mandiri/Lampung Post). Sekretaris PSMTI Lampung sekaligus sekretaris penyelenggara pemilihan Koko dan Cici Lampung 2015, Iwa TJ, menyebutkan kegiatan yang diikuti 114 peserta ini terbagi menjadi tiga kategori, yakni kategori A (usia 4—9 tahun) sebanyak 54 peserta, kategori B (usia 10—15 tahun) 25 peserta, dan kategori C (usia 16—25 tahun) 35 peserta. Tak hanya dari Bandar Lampung, beberapa peserta berasal dari kabupaten/kota, seperti Tanggamus, Metro, Lampung Selatan, dan Lampung Tengah.
Iwa menyebut tak hanya etnis Tionghoa yang meng ikuti kegiatan tersebut, beberapa peserta pribumi juga turut menyemarakkan pemilihan koko dan cici tahun ini. Khusus untuk koko-cici kategori C, menurut dia, panitia masih akan menyeleksi 10 pasang yang akan kembali berkompetisi pada acara grand final saat perayaan Cap Go Meh untuk memilih Cici dan Koko Lampung 2015. Mereka akan dikaran tina dan dibekali berbagai kemampuan, seperti bahasa Mandarin untuk pers iapan mengikuti pemilihan koko dan cici tingkat nasional. (*1/S1)
Dicambuk di Fifty Shades, Dakota Johnson Sempat Terluka... Hlm. 16
PEMBANGUNAN jalan tol Lampung dari Lampung Selatan hingga Lampung Tengah hampir terwujud. Satu per satu tahap administrasi proyek telah terlewati. Pekan lalu, Direktur Bina Teknik Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Subagyo menyerahkan dokumen pembangunan jalan tol kepada Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo. Penyerahan berkas dokumen penting itu disaksikan perwakilan Komisi V DPR, PT Angkutan Sungai Danau dan Pelabuhan, serta pihak terkait di ruang rapat utama gubernur, Jumat (13/2). Dari segi pembiayaan, pemerintah sudah menyiapkan dana Rp8,4 triliun dari APBN dan APBNP 2015. Dana tersebut disalurkan ke sejumlah provinsi, termasuk untuk pembangunan tol Lampung. Jalur tol selebar 120 meter itu akan terintegrasi dengan rel kereta api sepanjang 140 km dari Bakauheni hingga Terbanggibesar. Kelak tol Lampung akan terhubung dengan tol Sumatera hingga ke Banda Aceh. Tol Lampung akan melintasi tiga kabupaten, yakni Lampung Selatan, Pesawaran, dan Lampung Tengah atau 18 kecamatan dan 70 desa. Sementara luas lahan yang diperlukan sekitar 2.100 hektare, jauh lebih kecil dibandingkan luas total lahan perkebunan milik perusahaan-perusahaan besar di Lampung yang mencapai ratusan ribu hektare. Meskipun luas lahan yang diperlukan lebih sedikit diban ding yang dikuasai perusahaan besar, di sinilah letak persoalannya. Nominal rupiah proyek tol sangat menggiurkan. Belajar dari pengalaman sebelumnya, pembebasan lahan menjadi persoalan rumit. Proyek jalan lintas pantai timur, misalnya, berujung pada kasus korupsi. Kongkalikong pelaksana pembebasan lahan dengan pihak lain untuk menyunat nilai ganti rugi harus diantisipasi sejak dini. Itulah pentingnya menempatkan orang-orang yang memiliki integritas dalam panitia pembebasan lahan, termasuk personel dari Badan Pertanahan Nasional. Rencana pembangunan tol juga akan memancing masuknya para calo tanah. Mereka membeli lahan dengan harga tinggi dan akan dijual lagi kepada pelaksana pembebasan lahan dengan harga lebih tinggi lagi. Hingga kemarin, Pemprov belum membuka data kepada publik nama-nama kecamatan dan desa yang akan dilalui jalur tol. Kebijakan itu pun harus dimaknai sebagai upaya untuk mencegah percaloan tanah. Salah satu cara paling aman, proses pembebasan jalan tol Lampung hendaknya berpedoman pada Peraturan Presiden No. 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Perpres tersebut mengatur seluruh hal teknis yang harus dilakukan pemerintah dalam pembebasan tanah untuk kepentingan umum. Proses ini harus segera dijalani terlebih undang-undang memberi tenggat hanya empat bulan kepada Pemprov Lampung untuk menyelesaikan pembebasan lahan. Jalan tol Lampung adalah pekerjaan besar, menelan biaya besar, dan akan melibatkan banyak pihak. Semua orang yang bekerja untuk proyek tersebut akan mencatat sejarah baru. Tentu masyarakat berharap sejarah baru itu akan berakhir dengan sukses tanpa dinodai kasus hukum yang berujung di balik terali besi. n
Pengganti Hormon dan Kanker HASIL analisis 52 penelitian terpisah mengungkapkan terapi sulih/mengganti hormon (hormone replacement therapy/ HRT) meningkatkan risiko kanker ovarium. Studi University of Oxford menemukan kasus tambahan untuk setiap 1.000 perempuan yang mengonsumsi obat HRT selama lima tahun dari usia 50 tahun. Obat HRT umumnya digunakan untuk meringankan gejala menopause, masalah yang amat mengganggu kehidupan sehari-hari. Di Inggris, perempuan mengonsumsi HRT selama antara dua dan lima tahun. Sebuah badan amal kanker terkemuka mengatakan HRT telah menjadi fenomena pada peningkatan masalah kanker ovarium. Mereka menyatakan temuan itu kuat, tetapi risiko kanker akan berkurang setelah penggunaan HRT dihentikan. Penelitian itu dipublikasikan dalam jurnal The Lancet. (MI/R6)
kolom pakar
(303 km) (242 km) (175 km)
CMYK
KURANG lebih enam bulan lagi Universitas Lampung akan menggelar pemilihan rektor untuk periode 2015— 2019. Beragam opini dan kandidat bermunculan ke ruang publik, beberapa dekan fakultas dianggap menjadi first line atau lis utama untuk maju dalam perhelatan pemilihan rektor kali ini. Agak berbeda dengan pemilihan sebelumnya, tingkat partisipasi mantan dekan selalu terhegemoni oleh para guru besar dan wakil rektor yang bergelar profesor. Kali ini stok dekan di Unila yang secara
Arizka Warganegara Dosen Unila, Mahasiswa S-3 University of Leeds, Inggris kepangkatan memenuhi dan mempunyai gelar akademik tertinggi, yaitu profesor, lebih banyak dari pemilihan-pemi lihan sebelumnya. Setidaknya terdapat beberapa nama yaitu Profesor
±
±
oasis
Sosok Rektor untuk Unila
1. Tim I Bakauheni—Tegineneng 2. Tim II Tegineneng—Terbanggibesar
1. Lampung—Palembang Bakauheni—Terbanggibesar
±
TAJUK
Satria Bangsawan (Dekan Fakultas Ekonomi), Profesor Wan Abbas Zakaria (Dekan Fakultas Pertanian), Profesor Heriyandi (Fakultas Hukum), Profesor Suharso (Fakultas MIPA), dan Profesor Suharno (Fakultas Teknik). Kenapa professorship menjadi penting dan kemudian menjadikan para dekan di lis utama sebagai kandidat rektor? Ini soal kebiasaan Unila saja, beberapa dekade terakhir rektor terpilih selalu bergelar profesor. n
n BERSAMBUNG ke Hlm. 4
±
±