lampungpost edisi 4 november 2011

Page 1

CMYK CMYK

Terbit Sejak 1974 Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693 Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000 Redaksi (0721) 773888 SMS: 0812 7200 999

www.lampungpostQcom

JUMAT, 4 NOVEMBER 2011

CMYK

L NO. 12249 L TAHUN XXXVII

HARGA ECERAN : Rp3.000

DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNG

KURS

KP3 temukan penyelewengan pupuk urea... HLM. 2

Lady Gaga dirikan yayasan untuk pemuda... HLM. 16

Penyelesaian venue SEA Games masih dikebut... HLM. 18

1 US$ Rp8.983

Ayo belanja cerdas... HLM. 25-28

KAMIS, 3 NOVEMBER 2011 SUMBER BI

Siswa SMAN 12 dan SMK BLK Tawuran

BURAS H. BAMBANG EKA WIJAYA

Gaya Politisi Muda Kencing di Kolam!

PERILAKU buruk politisi bisa digambarkan seperti orang yang kencing di kolam renang umum! ujar Umar. Dilakukan diam-diam sambil berendam sehingga tidak ketahuan! Namun, kolam renang umum sebagai ruang publik itu jadi tercemar! Lain lagi gaya politisi muda yang menurut hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI, 30-10) berperilaku lebih buruk dari politisi senior, mereka bukan sambil berendam kencing di kolam, malah dengan berdiri ngocor di atas papan loncat indah! timpal Amir. Akibatnya tinggal 24,8% publik yang menilai politisi muda belum busuk! Sebenarnya sangat tidak adil menggeneralisasi politisi muda seburuk itu! tukas Umar. Karena seperti ditegaskan peneliti LSI Adjie Alfaraby saat merilis hasil survei, citra busuk politisi muda itu larut dalam persepsi publik hanya akibat tingkah buruk lima politisi muda terkait kasus korupsi mantan Bbendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin di Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi! Jadi, akibat nila setitik rusak susu sebelanga! Karena itu, politisi muda (kriteria survei di bawah 50) yang merasa dirinya tak seburuk citra itu, selayaknya berusaha menghapus stigma tersebut dari dirinya dengan unjuk kinerja yang positif! saran Amir. Misalnya, menggalang kesepakatan di lingkungan lembaga legislatif tempat tugasnya untuk menghentikan kebiasaan ilik-ilir pelesiran menghabiskan uang rakyat miskin dengan dalih studi banding atau sejenisnya! Buktikan bahwa politisi muda tidaklah seburuk hasil survei LSI itu! Sebaliknya kalau cuma mengandalkan mulut besarnya membantah hasil survei LSI itu, sedang tingkahnya tetap dalam kebiasaan lama yang lebih gemar mencapai kepuasan pribadi dengan mengorbankan rakyat, citra busuk politisi muda itu justru mendapatkan justifikasi! timpal Umar. Artinya, sampai sejauh ini pun, tetap tergantung pada perilaku para politisi muda sendiri apakah persepsi buruk publik tentang diri mereka itu benar atau keliru! Jika perilaku politisi muda ternyata mendukung citra buruk itu, bablaslah persepsi publik tersebut menjadi realitas sejati eksistensi politisi muda! Solusinya, mereka yang ada di lembaga legislatif daerah membentuk kaukus politisi muda lintas-partai untuk merehabilitasi dan membangun lebih kokoh lagi integritas dan kredibilitas politisi muda! tegas Amir. Untuk itu, lewat kaukus dicegah lahirnya setiap kebijakan yang menjurus negatif, apalagi mengkhianati kepentingan rakyat! Dengan itu gaya positif politisi muda bisa dijamin cepat melambung kembali! ***

OASIS Gula Bikin Kecanduan

ILMUWAN di Amerika Serikat menemukan produk yang dimaniskan dengan gula atau makanan tinggi fruktosa sirop jagung dapat menyebabkan adiktif, seperti kokain atau nikotin. Peneliti menemukan ketika penderita obesitas (kegemukan) dan pemakan kompulsif ditunjukkan gambar favorit mereka, area otak yang terkait pengambilan keputusan (orbital frontal cortex ) mengalami gelombang dopamin. Area otak ini aktif ketika pecandu kokain ditunjukkan sekantong bubuk putih (kokain). Artinya, efek yang terjadi pada otak pecandu gula sama dengan pecandu kokain. Pada percobaan, tikus yang diberi makanan tinggi fruktosa sirop jagung akan mengembangkan perubahan otak dan perilaku sama dengan tikus yang kecanduan morfin. Data ini begitu besar, orang di lapangan harus menerimanya. Kami menemukan efek luar biasa antara narkoba dan makanan di otak, kata Nora Volkow, direktur National Institute on Drug Abuse, seperti dilansir Dailymail, Kamis (3-11). Menurut Volkow, hasil temuan ini dapat mengubah preferensi orang yang doyan makan. Kami berusaha mengembangkan pengobatan yang mengganggu dengan preferensi patologis makanan. Misalnya, kecanduan es krim, dengan mendapatkan pengobatan yang memblokir minat terhadap es krim, tetapi tidak memengaruhi minat pada daging, kata Mark Gold dari University of Florida di Gainesville. (U-1)

LAMPUNG POST/HENDRIVAN GUMAY

Sejumlah siswa melempar batu di tengah keramaian lalu lintas di Jalan Pulau Tegal, Sukarame, Bandar Lampung, Kamis (3-11). Tawuran antara siswa SMAN 12 Bandar Lampung dan SMK Bina Latih Karya (BLK) Sukarame dipicu saling ejek dan mengakibatkan tiga sepeda motor rusak. BERITA Hlm.3

Rp5,4 Triliun Aset Bermasalah BANDAR LAMPUNG (Lampost): Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan Rp5,4 triliun aset Pemerintah Provinsi Lampung bermasalah. Aset tersebut sebagian besar berada di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum. Temuan tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BPK Lampung Novy G.A. Pelenkahu saat mendampingi anggota BPK Taufiqurahman Ruki berkunjung ke Lampung Post, Kamis (3-11). Menurut Novy, aset bermasalah tersebut sebagian besar aset tetap. “Totalnya Rp5,4 triliun. Di Dinas Pekerjaan Umum nilai aset bermasalah Rp3,1 triliun dan berupa tanah Rp380 miliar,” kata Novy. Aset bermasalah karena hanya ada dalam laporan. “Nama asetnya ada, tetapi saat cek fisik barangnya tidak ada. Bahkan ada tanah yang nilainya tidak ada,” ujar Novy. Temuan tersebut didapat setelah mengaudit seluruh aset milik Pemprov Lampung. BPK juga tengah mengaudit kinerja sumber daya manusia di lingkungan pemerintah daerah.

Menanggapi temuan ini, Kepala Biro Aset dan Perlengkapan Sekprov Lampung Ali Subaidi mengatakan persoalan aset selalu menjadi temuan BPK. Temuan itu ditindaklanjuti melalui program sensus barang dan aset daerah yang dilakukan sejak Juni 2011 lalu. Pada program ini, seluruh aset bergerak dan tak bergerak milik Pemprov yang tersebar di kabupaten dan kota, didata ulang, dan ditempatkan sesuai aturan. Pelaksanaan sensus didampingi BPK dan Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri. Pengamanan aset tersebut, menurut Ketua DPRD Provinsi Lampung Marwan Cik Asan, menjadi perhatian eksekutif dan legislatif karena menjadi penghambat utama Pemprov Lampung mendapatkan laporan keuangan ber-

LAMPUNG POST/SYAIFULLLOH

KUNJUNGAN BPK. Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Taufiqurahman Ruki (tengah) menyerahkan cendera mata kepada Wakil Pemimpin Umum Djadjat Sudradjat, di kantor redaksi Lampung Post, Kamis (3-11).

predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). “DPRD menargetkan laporan keuangan Lampung meraih predikat WTP,” kata Marwan. Nilai aset bermasalah, kata Marwan, sangat besar. Oleh karena itu, Dewan sedang menggagas Rancangan Peraturan Daerah tentang Penataan Aset Daerah. “Dewan sering memberikan rekomendasi soal penataan aset, namun tidak ada kemajuan signifikan.” Umumkan Hasil Audit

Hasil audit keuangan daerah, menurut Taufiqurahman Ruki, wajib diumumkan ke masyarakat. “Hasil audit boleh diakses publik setelah diserahkan ke DPRD. Tetapi kalau belum diserahkan, masih diembargo. Dokumen pendukung pemeriksaan juga tidak boleh disampaikan ke publik,” kata Ruki. Namun, sistem penyampaian hasil audit kepada publik banyak berubah. “Semula hasil audit yang diserahkan ke DPRD, dimuat dalam website. Tetapi karena banyak penyalahgunaan, maka diubah. Kalau media membutuhkan data-data hasil audit, silakan datang ke BPK,” kata Ruki. Banyaknya aset hilang dan bermasalah akibat korupsi, menurut Ruki, tidak hanya masalah personal, tetapi kelemahan sistem. “Sistem kita yang failed (gagal, red),” kata mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Remunerasi bagi pegawai negeri sipil (PNS) bukan jalan keluar memberantas sikap koruptif. “Reformasi birokrasi tidak bisa hanya dilakukan lewat moratorium. Tidak bisa dengan remunerasi. Apakah dengan menaikkan remunerasi lalu menghentikan sikap koruptif. Ternyata tidak. Remunerasi ini step (langkah) keenam untuk mengatasi sistem birokrasi yang buruk,” kata dia. (KIS/LIN/U-1) AUDIT POLITIK...Hlm.7

PELABUHAN PANJANG

Ada Upaya Monopoli BANDAR LAMPUNG (Lampost): Para sopir angkutan pelabuhan menilai upaya pengalihan kemasan dalam karung (bag) ke curah sebagai upaya memonopoli angkutan truk di Pelabuhan Panjang. Penasihat Asosiasi Angkutan Pengemudi Pelabuhan Panjang (A2P3) Agus Saprudin menilai masuknya dump truck milik sejumlah pengusaha besar secara perlahan menyingkiran pemilik truk bak kayu dan bak terbuka (lost) milik perseorangan. Menurut Agus, di Pelabuhan Panjang tercatat lebih dari 1.000 truk dan yang aktif sekitar 800. Tenaga kerja yang terlibat mencapai 1.500 terdiri dari sopir dan kernet. Sejak awal, tujuh komoditas, yakni jagung, arang, bungkil, garam, pupuk, dan pakan ternak, diangkut memakai bag. Ini yang membuat banyak truk bak kayu dan lost ada di Panjang. Tapi satu per satu komoditas berubah menjadi curah. Terakhir, garam yang semula bag menjadi curah. “Kebijakan ini meresahkan sopir dan pemilik truk, karena kehilangan pekerjaan. Kami menilai ada upaya monopoli angkutan,” kata Agus, Rabu (3-11). Untuk memperjuangkan tuntutan itu, kemarin para sopir dan pemilik truk mengumpulkan tanda tangan dan menyurati Menteri Perhubungan untuk mengambil sikap. “Di pelabuhan lain banyak komoditas yang masih pakai bag dan tidak ada masalah, kenapa di Panjang semuanya harus curah,” kata Agus. Mengenai hal ini, Ketua Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Khusus Panjang Zamzani Yasin mengatakan masingmasing angkutan punya muatan masing-masing. Menurut Zamzani, ada 90 dump truck yang beroperasi di Panjang. “Sebagai organisasi, kami melindungi kepentingan semua anggota,” ujarnya. Mengenai tujuh usulan tujuh komoditas yang dikemas, tengah diajukan ke Menteri Perhubungan, Gubernur Lampung, dan Kantor Administratur Pelabuhan (Adpel) Panjang. (LIN/WIN/U-1)

NARKOBA

Penyelundupan Sabu Rp6 Miliar Digagalkan KALIANDA (Lampost): Upaya penyelundupan ganja dan sabusabu di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni kembali digagalkan. Pada Selasa (1-11), pukul 18.00, empat tersangka yang membawa 270 kg ganja dan 3 kg sabu-sabu ditangkap di dua tempat berbeda. Satu tersangka, yakni Hendra Saputra (32), beridentitas wartawan tabloid Public News Sumatera Utara. Pria tersebut tercatat sebagai war ga Jalam Dambe No. 2 Kelurah an Sirirejo II, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, bersama rekannya Zulham Husairi (21), warga Desa Bintang Maria, Kecamatan Batang Kuis, Deli

CMYK CMYK

Serdang, Sumatera Utara, itu ditahan petugas Seaport Interdiction dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni di pintu masuk Pos Pemeriksaan SI Pelabuhan Bakauheni. Mobil yang mereka tumpangi BK-1807-KW mengangkut sabusabu senilai Rp6 miliar. Sedangkan ganja seberat 270 kg yang diangkut dengan truk B-9928-OY dari Medan tujuan Jakarta, terjaring aparat Polsek Penengahan yang menggelar razia di jalan lintas pantai timur (jalinpantim) Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Lamsel, Selasa (1-11), sekitar pukul 05.30. Truk tersebut diawaki Salahhudin (27), warga Desa Munas Raya,

Kecamatan Meurah 2, Kabupaten Pidi, Nangroe Aceh Darussalam, dan Deni Kafrizal (25), warga Desa Lalang, Kecamatan Sungkal, Medan, Sumatera Utara. Menurut Kapolres Lamsel AKBP Harry Muharam Firmansyah, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Sumut, dan Dir. IV Bareskrim Mabes Polri untuk memburu Boy (DPO), pemilik daun ganja, dan UDN (DPO), pemilik sabu-sabu. “Keduanya warga Medan dan NAD,” kata Harry Muharam pada ekspos penangkapan narkoba di aula Rupatama Bharadaksa Mapolres Lampung Selatan, Kamis (3-11). (KRI/U-1)

Lampung Jalur Narkoba 11 Oktober 2011 Disita 45 kg sabu senilai Rp90 miliar

Penyelundupan narkoba lewat Bakauheni dari 2010 ke 2011 naik 100,5%

23 Oktober 2001 Disita 1,5 ton ganja 6 kg sabu

Agustus 2010 sampai dengan Agustus 2011 Disita ganja 322 kg Tersangka 24 orang Nilai Rp644 juta Agustus 2010 sampai dengan Agustus 2011 Disita 31,7 kg sabu Tersangka 25 orang Nilai Rp63,4 miliar

CMYK


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.