Lampungpost Edisi 05 Juli 2012

Page 1

CMYK

Terbit Sejak 1974 Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693 Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000 Redaksi (0721) 773888 SMS: 0812 7200 999

www.lampungpost com

KAMIS, 5 JULI 2012

L NO. 12486 L TAHUN XXXVII

DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNG

TERBIT 24 HALAMAN

I HARGA ECERAN : Rp3.000 KURS

Peminat kurang, SMK diminta sosialisasi ke masyarakat... HLM. 15

Kejahatan jelang puasa ditengarai meningkat... HLM. 3

Kekuatan Spanyol ada di kerja sama tim... HLM. 17

LAMPUNG POST/ZAINUDDIN

KONFLIK SOSIAL

Kepercayaan Masyarakat terhadap Pemerintah Berkurang

“EKSPOR Lampung Mei 2012 sebesar 256 juta dolar AS, naik 21,3 juta dolar AS (9,06%) dibanding ekspor April 234,7 juta dolar AS!” ujar Umar. “Tapi menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, dibanding periode sama tahun lalu sebesar 321,4 juta dolar AS, ekspor Lampung sebenarnya turun signifikan—20,35%!” “Artinya secara umum ekspor Lampung turun!” timpal Amir. “Tapi itu sejajar dengan ekspor nasional yang bahkan dalam dua bulan berturut—April-Mei 2012—mengalami defisit neraca perdagangan (lebih besar impor dari ekspor) sesuai laporan BPS Pusat Senin lalu! Besarnya defisit Mei 485,9 juta dolar AS (inilah.com, 3-7), hampir dua kali lipat ekspor Lampung!” “Meski untuk skala nasional besarnya defisit itu tak mengkhawatirkan, melihat penyebab terjadinya akibat terimbas defisit negara-negara tujuan ekspor yang menurun permintaannya sebagai ekses krisis ekonomi Eropa, tak boleh tidak harus diwaspadai juga!” tegas Umar. “Kewaspadaan itu terutama terkait kenaikan impor yang justru mengimbangi booming perekonomian kelas menengah dan atas yang lebih menikmati hasil pertumbuhan ekonomi yang tak merata ke lapisan bawah! Kelas menengah ke atas itu menghamburkan devisa untuk pola hidupnya yang mewah—lantai, lampu, dan perabot rumahnya saja serbaimpor, belum lagi berlian dan mobilnya yang kelas atas!” “Tapi itulah realitas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang didukung konsumsi, dengan nilai tinggi konsumsinya produk impor dari buah dan pangan sampai aksesoris yang menyilaukan mata!” timpal Amir. “Buah-buahan, begitu keluar gang di tepi jalan warga dengan mudah menemukan pajangan buah impor, malah buah lokal nyaris tak terlihat! Pangan, warga kita makin terbiasa makan roti, mi, dan makan olahan dari gandum yang diimpor! Bahkan untuk makanan tradisional kita tahu-tempe, kedelainya impor! Malah celaka 13, garam yang tersedia di pasar 98% eks impor dari Australia dan India!” “Artinya, negara kita mungkin menjadi negara paling maju dalam mempraktekkan neoliberalisme perdagangan dunia, sehingga beras sebagai makanan pokok bangsa pun kini menjadikan Indonesia sebagai pengimpor beras terbesar di dunia!” tegas Umar. “Dengan demikian, kewaspadaan kita terhadap defisit neraca perdagangan yang bisa menjadi laten itu perlu diatasi dengan tekad mengatasi kendala produksi komoditas yang tak selayaknya kita impor—garam, kedelai, beras, dan sebagainya! Setidaknya untuk tingkat Lampung, selain memproyeksi tanam kedelai dan memperbaiki ladang garam di pantai timur, bagaimana agar ekspor daerahnya tidak naik hanya dari bulan lalu, tapi juga dari periode sama tahun lalu!” *** Follow on: @buraslampost

OASIS

Pijat Otot Percepat Kesembuhan STUDI yang dilakukan peneliti Ohio State University Wexner Medical Center melibatkan 24 kelinci putih untuk menentukan tekanan, durasi, dan waktu pemijatan yang diperlukan agar meningkatkan kesembuhan pascacedera otot. Peneliti menggunakan dua alat untuk menunjang studi ini. Satu alat menirukan ge HEALTH.DETIK.COM rakan olahraga dan satu alat lainnya menirukan gerakan pijat. Lalu frekuensi, tekanan, dan durasi kedua uji coba dibandingkan untuk menentukan efeknya terhadap otot. “Kami menemukan jika otot yang rusak segera dipijat selama 15 menit, kemungkinan sembuhnya 20%—40%. Cedera awalnya bisa saja meluas jika metode pemijatan tidak dilakukan dalam 24 jam,” kata Dr. Thomas Best, wakil direktur OSU Sport Medicine, seperti dilansir HealthDay, Rabu (4-7). (U-1)

BA NDA R L A MPU NG (La mpost): Maraknya konflik sosial di berbagai penjuru Tanah Air, termasuk Lampung, terjadi karena praktek kekerasan negara (state violance) dan kekerasan pemodal (capital violance). Dalam prakteknya, aparat melakukan pembiaran terhadap tindak kekerasan dan cenderung membela kepentingan pemilik modal. “Saya khawatir konflik semacam ini menjadi bom waktu yang bisa berakibat fatal di kemudian hari. Apalagi, konflik ini muncul karena hilangnya trust (kepercayaan) masyarakat terhadap pemerintah,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsudin ketika berdialog di kantor Lampung Post, Rabu (4-7). Din hadir di Lampung untuk membuka Muktamar XII Nasyiatul Aisyiyah di GSG Unila, Bandar Lampung, kemarin. Menurut Din, keadaan itu diperparah dengan penguasa-

1 US$ Rp9.365

LAMPUNG POST/ZAINUDDIN

TERIMA SEKAPUR SIRIH. Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (kanan) didampingi Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (kedua kanan) menerima sekapur sirih pada pembukaan Muktamar XII Nasyiatul Aisyiyah di GSG Universitas Lampung, Bandar Lampung, Rabu (4-7). Muktamar berlangsung hingga 6 Juli mendatang. an ekonomi yang hampir 50% oleh pihak asing. “Saya bukan sauvinistis, tetapi untuk bidang

strategis terkait hajat hidup orang banyak sebaiknya tidak.” Meskipun kepercayaan ber-

kurang, Din tidak setuju gagasan impeachment terhadap pemerintahan. Menurut Din, dampaknya

Polisi Usut Cukong Kerusuhan Kalianda KALIANDA (Lampost): Polres Lampung Selatan mulai membidik cukong kerusuhan Kalianda, Lampung Selatan. Kerugian akibat kerusuhan mencapai Rp593 juta. Keterangan yang dihimpun Lampung Post, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamsel memeriksa warga Dusun Kampung Jering, Kecamatan Bakauheni, yang diduga membagi-bagikan uang kepada massa sebelum aksi demo, Senin (2-7), berlangsung. Namun, uang tersebut bukan untuk berbuat anarki, melainkan bagi yang ikut istigasah. “Menur ut penga kuan ok num itu, dia diberi uang oleh Sultan untuk mengumpulkan massa ikut istigasah. Siapa Sultan itu? Apa iya, Pemkab tidak mampu mengerahkan massa dari jajarannya kalau hanya ikut istigasah,” ujar sumber itu, Rabu (4-7). Hingga kemarin, Satreskrim Polres Lamsel menahan empat pelaku yang diduga terlibat perusakan saat aksi demonstrasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Forum Masyarakat Lampung Selatan (Forlas) Bersatu, dan lima tokoh adat marga Lampung Selatan, Senin (2-7). Namun, menurut Kasat Reskrim Polres Lamsel AKP Feria Kurniawan, penahanan ditangguhkan karena ada jaminan tokoh masyarakat. Keempat pelaku perusakan itu, yakni AR dan MY, warga Dusun

Umbul Tengah, Desa Kedaton, Kalianda, kemudian SH, warga Jati, Kelurahan Way Urang, Kalianda, dan GR, warga Dusun Way Kuyung, Desa Tajimalela, Kalianda. Dari tangan mereka, disita bara ng bu k t i dua ketapel da n 43 kelereng unt u k pelur u ketapel.

Menu r ut Ka n it Resk r i m Polres La msel A ipt u Ref r i, keempat pelaku ditahan setelah penyidik memeriksa 12 saksi. Rencananya hari ini (5-7) penyidik memanggil 16 saksi. “Mereka saksi dari tujuh tempat kejadian perkara, yakni perusakan di Wisma Ragom, Kementerian Agama, PU, pos polantas kota, toko helm, dan rumah Apriansyah (orang tua Merik Havidz, ketua FMPPLS). Dari keterangan saksi, bisa ada tersangka baru,” kata Refri. Kerugian

Membidik Cukong

Kerusuhan Rangkaian kerusuhan di Kalianda, Lampung Selatan, ditengarai dilakukan kelompok tertentu dengan logistik cukup. Polisi tengah menyidik kerusuhan, Senin (2-7), dengan target menjerat pemodal. Satreskrim Polres Lamsel menahan empat pelaku yang diduga terlibat perusakan. Barang bukti:

2 ketapel dan 43 kelereng untuk peluru ketapel. Polisi membidik 16 saksi korban perusakan. Total kerugian Rp593,4 juta. Sebanyak 18 bangunan rusak, yakni: Perkantoran Pemkab Lamsel, Bank Mandiri Syariah, kantor Pengadilan Agama, kantor Kementerian Agama (Kemenag), dan gedung kampus Dian Cipta Cendikia (DCC). Sumber: Polres Lamsel, Grafis: Jads

Kerugian atas aksi perusakan yang terjadi di sejumlah lokasi, menurut perhitungan Pemkab Lamsel, ditaksir Rp593,4 juta. Pelaksana Tugas Sekretaris Kabupaten Lamsel Ishak mengatakan kerugian itu akibat kerusakan 18 ba ngunan milik Pemkab Lamsel, Bank Mandiri Syariah, kantor Pengadilan Agama, kantor Kementerian Agama (Kemenag), dan gedung kampus Dian Cipta Cendikia (DCC) Kalianda. “Untuk pergantian, kami akan musyawarahkan dulu,” ujar Ishak. Dia menga k u i pa ra pegawa i Pemkab masih waswas be kerja, khawatir, dan tidak nyaman menjalankan aktivitas mereka. Untuk itu, Pemkab Lamsel membuka ruang komunikasi guna membahas apa masalah di pemerintahan dan masyarakat. (KRI/TOR/U-1)

bisa menimbulkan biaya sosial yang tinggi. (MG7/U-1) LIPUTAN KHUSUS...Hlm. 6

RAMADAN 1433 H

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 20 Juli PRINGSEW U (Lampost): Pim pin an Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan Jumat Kliwon 20 Juli 2012 sebagai awal puasa 1 Ramadan 1433 H. Selain itu, Muhammadiyah menetapkan Idulfitri pada 19 Agustus 2012 atau 1 Syawal 1433 H. Ketetapan dituangkan dalam Maklumat No. 01/MLM/ I.0/E/2012 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, Zulhijah 1433 Hijriah, dan Imbauan Menyambut Ramadan 1433 H. Maklumat tertanggal 15 Juni 2012 itu ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Sekretaris Umum Agung Danarto. Penetapan itu berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. “Kami menyadari ada perbedaan penetapan awal Ramadan dengan organisasi lain. Oleh karena itu, Muhammadiyah mengeluarkan imbauan khusus,” kata Din Syamsudin pada pertemuan dengan masyarakat Muhammadiyah di kampus STIE Muhammadiyah, Pringsewu, Selasa (3-7). Menurut Din, puasa tahun ini diperkirakan 30 hari dan Idul fitri kemungkinan sama dengan pemerintah. “Perbedaan itu tidak harus dibesar-besarkan, tetapi menjadi pembelajaran dan rahmat. Semua memiliki dasar hukum,” kata Din. Penetapan awal Ramadan Nahdlatul Ulama (NU), menurut Ketua Lajnah Falakiah PBNU K.H. Ghozali Masrurie, menunggu sidang isbat bersama pemerintah yang dijadwalkan 19 Juli 2012. Menurut Ghozali, sidang isbat diputuskan dengan melihat hasil observasi pada 29 Syakban malam ke-30 Syakban. Namun, menurut dia, kemungkinan besar awal puasa jatuh 21 Juli. Pasalnya hilal belum terlihat pada 21 Juli tersebut. “Bila terlihat hilal, 20 Juli berpuasa. Tetapi bila tidak terlihat hilal, 21 Juli berpuasa,” kata Ghozali. Pada sidang isbat 19 Juli mendatang, awal Ramadan, menurut Dirjen Bimas Islam Kemenag Abdul Djamil, berpotensi berbeda. Namun, dia yakin bila terjadi perbedaan, umat dewasa menyikapinya. (WID/U-1)

JEMBATAN SELAT SUNDA

Lampung-Banten Harus Terlibat BANDAR LAMPUNG (Lampost): Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. mengatakan Provinsi Lampung dan Banten harus terlibat perencanaan pembangunan jembatan Selat Sunda (JSS). Menurut Sjachroedin, sejak perencanaan hingga pembangunan fisik, kedua daerah ini harus dilibatkan. “Kami masih menunggu konsep baru dari Pemerintah Pusat soal ini. Tapi sebagai yang punya daerah, Lampung dan Banten pasti harus terlibat,” kata Gubernur saat dihubungi, Rabu (4-7). Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro menga-

CMYK

RABU, 4 JULI 2012 SUMBER BI

LAMPUNG POST/RIAN PRANATA

H. BAMBANG EKA WIJAYA

Add on: facebook.com/buraslampost

REUTERS

BURAS

Ekspor Lampung Naik tapi Turun!

Kejari Menggala tahan mantan Kadishub Mesuji Syarkoti Toha... HLM. 24

ku kementerian terkait setuju merevisi Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strate gis dan Infrastruktur Selat Sun da (KSISS). Dalam revisi, pe merintah mengambil alih pe nyusunan studi kelayakan ( feasibility study) KSISS. Apa pun keputusan pusat, Ketua DPRD Lampung Marwan Cik Asan berharap Lampung tetap harus dilibatkan. “Saya tetap berharap Lampung Jasa Utama tetap dilibatkan. Sejak awal dibentuk, BUMD ini disiapkan terlibat dalam JSS,” kata Marwan. Dia berharap konsorsium Lam-

pung Jasa Utama (LJU), Banten Global Development (BUMD Banten), dan Bangungraha Sejahtera Mulia (anak perusahaan Artha Graha Network) tetap pelaksana studi kelayakan JSS. Pasalnya, berbagai persiapan penyusunan studi kelayakan sampai pendanaan tentu disiapkan. Konsorsium ini siap bekerja jika perjanjian kerja sama dengan pemerintah ditandatangani. Sementara jika studi kelayakan disusun pemerintah melalui APBN, Marwan khawatir penyusunan terlambat dan target pemancangan tiang pertama JSS pada 2014 bakal molor. (LIN/U-1)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.