lampungpost edisi 8 april 2012

Page 1

±

±

CMYK

CMYK

±

Layanan Berlangganan, Iklan & Customer service

TERBIT SEJAK 1974 Harga Eceran Rp. 3000/Eks

24

Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693 Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000

HALAMAN

I

I

DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNG

MINGGU, 8 APRIL 2012 No. 12401 TAHUN XXXVII

±

9

WAWANCARA Direktur Utama PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Milawarma men­ jelaskan gamblang persaingan bisnis tambang batu bara.

13

Aston Villa Imbangi Liverpool di Anfield

±

meningkatkan serangan ke gawang The Villans. Berbagai peluang Liverpool gagal menjadi gol, hingga pada menit ke-82 Liverpool akhirnya menyamakan skor. Diawali dari umpan silang Gerrard ke tiang jauh, Daniel Agger meneruskan dengan tandukan. Bola me­ ngenai tiang, tapi Suarez dengan sigap melakukan rebound untuk mencetak gol. Skor 1-1 itu bertahan hingga pertan­ dingan usai. Pada pertandingan lain se­ malam, Hotspurs hanya bi­sa bermain imbang tanpa gol melawan Sunderland di Sta­ dium of Light. Namun, tam­ bahan satu poin itu meng­ angkat Hotspurs ke posisi ti­ga klasemen sementara. Sementara itu, Chelsea meraih hasil positif saat menja­mu Wigan Athletic di kandangnya, Stamford Bridge. The Blues menang 2-1 atas Wigan berkat gol Juan Ma­ta di menit-menit akhir. (U-3)

n LAMPOST DOK.

±

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Setelah pelantikan ter­­ tunda lebih dari empat bu­lan, Kabupaten Mesuji ak­hir­nya punya kepala daerah dan wakil kepala daerah de­finitif. Gubernur Lampung Sjach­ roe­d in Z.P. melalui pesan sing­k at kepada Lampung Post, Sabtu (7-4), mengatakan Khamamik dan Ismail Is­­hak akan dilantik sebagai bu­­pati dan wakil bupati Me­suji pada Jumat (13-4). “Pe­lantikan di LP (Bawang La­tak, red) Menggala,” tulis Gu­bernur dalam pesan singkat­nya itu. Khamamik diangkat sebagai bupati berdasarkan SK Mendagri nomor 131.18-875 ta­hun 2011 dan Ismail Ishak di­a ngkat sebagai wakil bu-

n LAMPOST DOK.

pati berdasarkan SK Mendagri nomor 131.18-876 tahun 2011. Kedua SK tersebut ditandata­ nga­ni pada 20 Desember 2011. SK tersebut mengakhiri ma­sa tugas Penjabat (Pj.) Bu­pati Mesuji Albar Hasan Tan­­jung. Khamamik mengatakan di­rinya pa­­tuh terhadap jadwal pelantik­an itu. “Kami ber­ha­rap, ma­sya­rakat jangan la­gi terkotak-kotak. Pesta de­­mokrasi di Mesuji telah se­lesai sesuai dengan keinginan masyarakat,” kata Khamamik. Sementara itu, Kepala Ba­gian Humas Kanwil Kemenkum dan HAM Provinsi Lam­pung Erwin Setiawan me­ngatakan mekanisme dan tempat pelantikan dise­rah­kan sepenuhnya kepada Pemprov Lampung. (KIS/R-1)

BURAS

Suara Rakyat Suara Tuhan! “VOX populi vox Dei! Suara rakyat su­a ­r a Tuhan ! Di orang kita itu se­ring di­p ahami, suara ma­y oritas rakyat yang memenangkan seseorang atau partai dalam pe­m ilihan umum semata karena kehend­ak Tuhan!” ujar Umar. “Intinya, ma­nusia hanya bisa berusaha, Tuhan yang menentukan hasilnya!” “Itu diyakini terutama oleh orangorang yang menjadi peserta pemilu, baik skala nasional maupun daerah sepenuhnya bermodalkan kejujuran, tanpa melakukan kecurangan,

±

FOTOGRAFI Merekam perjuangan anakanak di daerah terpencil, Suoh, Lampung Barat, untuk bersekolah.

±

n LAMPUNG POST/IKHSAN D.N. SATRIO

HIBURAN UNTUK ANAK-ANAK. Seekor kera beratraksi dalam pentas topeng monyet di perumahan Way Halim, Bandar Lampung. Kera yang diberi nama Ucil itu merupakan andalan Rameh Kurniadi dalam menyuguhkan hiburan kepada masyarakat, terutama anak-anak.

Hewan mamalia itu didandani, lalu dilatih melakukan aktivitas manusia. Monyet seperti manusia menjadi hiburan dan komoditas.

MESUJI

13 April, Gubernur Lantik Khamamik-Ismail Ishak

20

‘Memanusiakan’ Satwa untuk Hiburan

LIGA PRIMER

LIVERPOOL (Lampost): Liverpool hanya bisa bermain imbang 1-1 melawan Aston Villa di kandang sendiri, Stadion Anfield, semalam (7-4). Hasil ini lebih baik ketimbang tiga pertandingan sebelumnya yang berakhir dengan kekalahan bagi The Reds. Pada babak pertama, Liver­ pool yang dikomandani Steven Gerard harus mengakui keunggulan Aston Villa lewat gol yang diciptakan Christ Herd saat laga baru berjalan 10 menit. Diawali dari kemelut yang lahir di depan gawang usai ki­per Liverpool Doni menepis bola, si kulit bundar justru jatuh ke kaki pemain Aston Villa yang langsung dioper ke Christ Herd yang berdiri bebas. Herd yang berada di ko­tak pinalti langsung menen­ dang bola ke gawang Liver­ pool dan gagal ditangkap Do­ni. Hasil 0-1 ini bertahan hingga waktu istirahat. Di babak kedua, Liverpool

REPORTER CILIK Andini, Fauzan, Flora, dan Agnes mewawancarai Bupati Sujadi Sad­ dat saat perayaan ulang tahun ke-3 Kabupaten Pringsewu.

T

iga laki-laki kerempeng itu berjalan ter­seok di Jalan Perintis Kemerdekaan, bi­langan Kotabaru, Bandar Lampung, Ra­bu pekan lalu. Rameh Kurniadi menjadi sang pemimpin pada siang mengilap itu. Ia tam­pil paling atraktif dengan seekor kera di atas pun­ daknya. Dua rekan lainnya, satu membopong gen­dang dan satu lagi menyandang saron, alat musik pukul dengan bilah-bilah logam. Sambil berjalan, tetabuhan dari dua alat musik itu menguasai angkasa. Tak pelak, setiap warga dan pelintas memberi perhatian ekstra. Ya, me­reka adalah sekelompok kesenian keliling ber­nama topeng monyet. Entah pakai upacara atau tidak, sang monyet ditahbiskan dengan nama Ucil. Kami juga ragu, apakah menulis nama monyet ini harus pakai hu­r uf awal besar atau tidak. Yang pasti, Ucil men­jadi bintang dan menjadi pintu-pintu rezeki bagi tiga personel grup topeng monyet itu. Saat melihat beberapa anak kecil bermain di de­pan satu rumah, Kurniadi pun meminta dua anak buahnya mulai memainkan musik. Ucil di­t urunkan dari pundak dan dilepas, tetapi da­lam kendali rantai. Kera abu-abu kecokelatan itu bergerak riang dan mulai memamerkan kebiasaannya yang tak lazim sebagai monyet. Suasana pinggir jalan itu berubah menjadi pentas hiburan. Tetabuhan keras itu menguasai at­mosfer. Irama dinamis ditingkahi Ucil dengan atraksi sesuai instruksi Rameh dan fasilitas yang

di­sediakan. Saat dilempar topi, sang monyet langsung me­ nyambar dan mengenakannya di kepala. Seunit re­plika sepeda motor dari kayu ditawarkan Ra­meh. Dengan sigap, Ucil menyambut dan me­ngendarai ke sana kemari dengan tenaga ke­dua kakinya. Episode demi episode dimainkan Ucil dengan se­mangat. Antara lain, menarik gerobak, belanja, dan atraksi lainnya. Di akhir pertunjukan, Rameh menyodorkan plastik kepada penonton yang kebanyakan anakanak. Itu pun tidak banyak karena tidak semua

pisode demi episode dimainkan Ucil dengan se­m angat. Antara lain, menarik gerobak, belanja, dan atraksi lainnya.

E

anak berani mendekati. “Ya, tidak tentu. Kalau ada orang tua yang mau menanggap untuk menghibur anaknya, kadang dikasih Rp20 ribu, ada juga yang ngasih Rp10 ribu. Kadang ke­­liling se­harian juga enggak ada,” kata Rameh saat di­ tanya soal penghasilannya. Rombongan ayah dua anak ini setiap hari berkeliling untuk menawarkan hiburan topeng mo­nyet. Mulai pukul 07.00 dia sudah keluar dari kon­trakannya di Way Halim. Mereka ber­ ke­l iling Bandar Lampung menBACA FOKUS MINGGU cari orang yang Bosan Jadi Buruh? 16

mau memakai jasa mereka. Mereka kembali lagi pukul 17.30 sore.

±

Empat Kelompok Setidaknya ada empat kelompok topeng monyet yang biasa berkeliling di Bandar Lampung. Mereka berasal dari Cirebon dan datang ke Lampung untuk mengadu nasib sebagai pen­ jaja hiburan rakyat. Kurniadi, misalnya, sebelum ke Bandar Lampung lebih dahulu menetap dan berkeliling di Lampung Selatan. Beberapa bulan menetap di sa­na dan kemudian pindah ke ibu kota Provinsi Lam­pung. Kurniadi mengatakan topeng monyet tidak ha­nya menghibur di jalanan. Terkadang ada yang menyewa untuk tampil mengisi acara. Misalnya ulang tahun, sunatan massal, acara Mau­lid Nabi, dan mengisi acara TK. Seora ng a nggota gr up topeng monyet, Darwita, mengatakan pernah beberapa TK di Bandar Lampung menyewa topeng monyet untuk me­m eriahkan acara penerimaan murid baru. To­p eng monyet pun tampil selama satu jam. Untuk acara Maulid Nabi berupa pawai dan arak-arakan kembang telur, topeng monyet juga me­meriahkan acara untuk meramaikan orang yang datang. Tarif sewa tampil selama satu hingga dua jam se­besar Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. Bahkan, Kur­niadi pernah diminta untuk mengisi acara di r­u­mah Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. “Waktu saya lagi jalan, ada rombongan mobil yang mengajak untuk main ke rumah. Waktu itu rom­bongan bilang yang minta Pak Gubernur,” kata dia. (PADLI RAMDAN/M-1)

±

H. BAMBANG EKA WIJAYA ta­h u-tahu menang!” timpal Amir. “Dengan menyadari kemenangan yang diraih benar-benar suara rakyat suara Tuhan, ia menjalankan tugas berdasar hasil pemilu itu dengan menghormati setiap suara rakyat dalam segala bentuknya, baik aspirasi yang disampaikan secara sistematis maupun keluhan dan protes yang me­lantun lewat demo! Semua dia ja­dikan bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan, bahkan dasar buat menetapkan kebijakan!” “Lain hal orang yang menang pemilu lewat cara-cara curang! Dia tak perca­ ya suara rakyat suara Tuhan, malah lebih yakin kemenangan yang diraih se­penuhnya berkat kecurangan yang se­galanya dia rencanakan dan atur se­rapi-rapinya sampai tak ada bukti ter­sisa yang bisa mengalahkannya di MK!” tegas Umar. “Akibatnya, de­ ngan kemenangan yang diraih lewat

CMYK

kecurangan, untuk mempertahankan kekuasaannya dia juga menghalalkan se­gala cara! Karena dia juga tak yakin peraihan suara rakyat yang memenangkan dirinya merupakan ketentuan dari Tuhan, dia tak menghormati segala bentuk suara rakyat, baik itu aspirasi sistematis maupun yang disampaikan lewat demo! Dia persetankan suara dan aspirasi rakyat karena suara rakyat untuk meraih maupun mempertahankan kekuasaannya terbukti bisa diperoleh lewat aneka kecurangan!” “Tapi setelah setiap kali dan berulang-ulang aspirasinya dibungkam dan digilas oleh rezim curang, pada waktunya rakyat akan sadar juga!” timpal Amir. “Bukan berarti rakyat lalu melakukan perlawanan, rakyat cuma bisa diam! Di balik diamnya itu rakyat mengurut kronologi kenapa mereka sempat kena kibul oleh rezim cu­rang, kemudian menilai arti kekuasa­a n

±

tersebut bagi kaumnya! Namun, penilaian itu tetap terkait dengan realitas hidup mereka, sebagai penentu pilih­ an mereka berikutnya!” “Sing olo ketoro, sing becik ketitik! Artinya, yang curang akhirnya terlihat juga kekuasaannya tidak berkah, dirundung masalah dan bencana! Sedang yang meraih kekuasaan secara baik dan jujur selalu dilimpahi berkah dan rida-Nya!” tegas Umar. “Betapa rin­dunya rakyat, suara mereka menang dalam pemilu sebagai ketentuan Ilahi Rab, bukan hasil kecurangan!” *** � Add on: facebook.

com/buraslampost

Follow on: @buraslampost

LAMPUNGPOST .COM n Redaksi

(0721) 773888 SMS: 0812 7200 999

CMYK

±


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.