lampungpost edisi, 27 mei 2012

Page 1

±

±

CMYK

CMYK

±

Layanan Berlangganan, Iklan & Customer service

TERBIT SEJAK 1974 Harga Eceran Rp. 3000/Eks

24

Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693 Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000

HALAMAN

I

I

DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNG

MINGGU, 27 MEI 2012 No. 12447 TAHUN XXXVII

±

7

OLAHRAGA China tanpa kesulitan menggulung Korea Selatan 3-0 di final dan merebut Piala Uber

9

WAWANCARA Heru Lelono, staf khusus Presiden bidang informasi, pejabat humas harus orang pilihan.

13

REPORTER CILIK Ibnu, Muhammad, Salwa, dan Ayu mewawancarai panitia MTQ ke-40 tingkat provinsi di Kalianda.

±

wacana PEMEKARAN

Jangan Paksa Bentuk Provinsi Baru di Lampung

n LAMPUNG POST/IKHSAN DWI NURSATRIO

MEMBURU PEKERJAAN. Ratusan pencari kerja memburu pekerjaan yang ditawarkan dalam Job Fair 2012 di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung, Rabu (23-5).

Cari Kerja

SEPAK BOLA

Penonton Dukung Inter, Indonesia Takluk 2-4 ±

±

JAKARTA (Lampost): Stadion Gelora Bung Karno seakan menjadi kan­ dang lawan bagi tim Indonesia Se­ lection saat menjamu tamunya Inter Milan, Sabtu (26-5). Tim Merah Putih pun takluk 2-4 dari I Nerazzurri, tim asal Italia. Kemenangan Inter Milan itu meru­ pakan penutup tur mereka ke Indone­ sia. Sebelumnya, skuat arahan Andrea Starmaccioni itu menang 3-0 atas tim Liga Selection juga dalam laga di Sta­ dion GBK pada Kamis (24-5). Gol Inter tercipta ketika per­tan­ ding­an baru berjalan empat menit. Tendangan Philippe Coutinho tidak mampu dihalau Markus Harrison. Tujuh menit kemudian, Indonesia yang dimotori Okto Maniani dan Ellie Aiboy mampu membalas. Um­ pan silang Okto dari sisi kiri, gagal dibuang Esteban Cambiasso. Patrich Wanggai yang berdiri di luar kotak penalti pun melepaskan tembakan jarak jauh dan berhasil membobol gawang Inter yang dijaga Paolo Orlandoni. Inter yang didukung penuh In­ teristi (fan Inter, red) di Indonesia kembali unggul pada menit ke-42. Coutinho kembali mencetak gol. Di babak kedua, Inter kian men­ dominasi. Giampaolo Pazzini pun dua kali membobol gawang Indo­ nesia. Pada menit ke-60, usai insiden Ivan Cordoba dan Diego Michiels, Pazzini membuat gawang Indonesia

bergetar. Demikian juga pada menit ke-74. Indonesia akhirnya memperkecil skor lewat Yosua Pahabol di menit ke-92. Pertandingan pun berakhir dengan skor 2-4 untuk Inter. Usai laga itu Javier Zanetti dkk. berkeliling stadion untuk menyapa sekaligus berterima kasih kepada pendukung Inter di Indonesia. (U-3)

n ANTARA/ISMAR PATRIZKI

INDONESIA VS INTER MILAN. Pesepak bola Tim Nasional Indonesia, Yasua Pahabol (2), berebut bola dengan pesepak bola Inter Milan, Ivan Cordoba (2), dalam laga persahabatan Internazionale Milan Indonesia Tour di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (26-5).

BURAS

Pro-Kontra Provinsi Baru! “GAGASAN sejum­ lah kepala daerah me­mekarkan men­ jadi provinsi baru be­k as Kabupaten Lampung Utara Or­ de Lama—kini ter­ diri dari Lampung Utara, Lampung Barat, Way Kanan, Tulangbawang Barat, Tulangbawang, Mesuji—menyulut pro-kontra!” ujar Umar. “Pihak pro menegaskan semua syarat terpenuhi, tujuannya memacu pem­bangunan agar lebih cepat me­ ngejar dari ketertinggalan akibat ken­d ali birokrasi pemerintah yang ter­lalu jauh!”

±

Sambil Reuni RIBUAN lulusan perguruan tinggi di Lampung berebut lowongan di bursa kerja. Bukan cuma melamar, melainkan juga reuni dan bernostalgia.

S

elasar Gedung Serbagu­na (GSG) Universitas Lam­ pung (Unila) begitu ra­ mai dan meriah, Rabu (23-5). Be­berapa orang duduk bersila di lantai dan sibuk menulis se­ suatu pada kertas. Ada juga yang duduk duduk dan sa­ling mengobrol menikmati ma­ kanan kecil. Di bagian dalam GSG, bebe­ rapa orang bercengkerama dan asyik mengobrol. Sesekali me­reka tertawa bersama. Sa­ ling ledek dan kalimat-kalimat lucu terlontar untuk kemudian dipungkasi dengan tawa. Pemandangan itu terekam menjadi satu dalam acara bur­sa kerja yang diadakan jobsDB.com. Pameran lowongan kerja yang berlangsung se­lama dua hari ini memang se­lalu diserbu para lulusan sar­jana atau diploma. Se­ banyak 27 perusahaan ikut serta dalam pameran bertajuk Bursa Ker­ja Kampus Terbaik ini. Su­maryanto adalah salah satu pencari kerja yang tidak per­

nah absen bila ada bursa k­e­r­­ja. Warga Jalan Sam Ratulangi, Ban­ dar Lampung, ini mengetahui adanya bursa kerja dari beberapa teman. “Meskipun kami jarang berte­mu, tapi terus tukar info jika ada lowongan atau bursa kerja,” kata dia. Pria 35 tahun ini datang ke GSG bersama tujuh temannya yang juga ingin mencari lo­ wongan. Sebelum datang ke GSG, semua teman-temannya da­tang ke rumah Sumaryan­ to yang berada di belakang RSUD Abdul Moeloek. Bahkan ada teman yang datang dari Tu­langbawang Barat. “Kami se­mua kumpul di rumah. Baru ke sini (GSG Unila),” ujarnya. Bagi lulusan SMTI ini, da­ tang ke bursa kerja bukan ha­nya untuk memasukkan la­maran saja. Momen ini pun men­jadi ajang dia dan temantemannya bertemu dan ber­ BACA FOKUS MINGGU Kerja?

16

kumpul. “Pada hari lain, se­ mua sibuk dan tidak sempat un­t uk bertemu. Jika ada bursa kerja, kami pun meluangkan wak­t u untuk datang. Di sini­ lah kami bisa bertemu dan re­uni,” kata Sumaryanto. Hal itu pun diakui Ina. Lu­ lusan D-3 Bahasa Inggris ini pun bersedia datang jauh-jauh da­ri Tulangbawang Barat untuk hadir di bursa kerja. Ikut da­lam pameran lowongan ke­r­ja, bukan hanya sekadar me­masukkan lamaran. Di si­ni­lah kami bisa berkumpul dan bertemu lagi. “Saya kan ja­rang main ke Bandar Lampung. Karena ada bursa kerja, sa­ya pun ketemu teman lama,” kata dia. Sumaryanto dan Ina adalah teman lama. Awalnya, mereka berdua pernah bekerja di se­buah perusahaan PT Sorini di Bandar Lampung. Karena ada peram­ pingan perusahaan, be­berapa pekerja pun harus di­rumahkan, termasuk Sumar­yanto dan Ina bersama enam teman lainnya. Delapan sa­habat ini pun kerap datang ke bursa kerja bersama. “Enggak enak kalau datang ke sini sendiri, lebih seru kalau rame,” kata Ina. (PADLI RAMDAN/M-1)

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pembentuk­ an provinsi baru bakal memberatkan keuang­ an Pemerintah Pusat. Karena itu, rencana enam kabupaten yang akan membentuk pro­ vinsi baru jangan dipaksakan karena malah berimbas kepada pelayanan dan kesejahtera­ an masyarakat yang menurun. Demikian kesimpulan tanggapan dari DPRD Lampung dan lembaga swadaya ma­syarakat (LSM) atas rencana enam kabupaten yang merupakan hasil pemekaran Kabupaten Lam­ pung Utara, yang hendak membentuk pro­vinsi baru, terpisah dari Provinsi Lampung. Wakil Ketua DPRD Lampung Nurhasanah, yang dihubungi, Sabtu (26-5), mengatakan enam kabupaten tersebut secara finansial be­ lum mandiri. Bahkan untuk menggaji aparat pemerintahannya saja, keenam kabupaten itu belum mampu. “Jadi, jangan dipaksakan lah. Kalau terb­ uru-buru dan belum siap malah hanya akan memberatkan Pemerintah Pusat saja. Belum mendesak juga untuk menjadi provinsi baru,” kata Nurhasanah.

adi, jangan dipaksakan lah. Kalau terburu-buru dan belum siap malah hanya akan memberatkan Pemerintah Pusat saja. Belum mendesak juga untuk menjadi provinsi baru.

J

±

Nurhasanah Wakil Ketua DPRD Lampung

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Lam­pung Hantoni Hasan mengatakan peng­ gagas provinsi baru hendaknya mengkaji dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. “Apakah dengan pemekaran itu ke­sejahteraan masyarakat akan meningkat atau malah sebaliknya,” kata Hantoni. Direktur Eksekutif Pusat Studi Strategi dan Kebijakan (Pussbik) Lampung Aryan­ to menilai provinsi baru saat ini belum di­butuhkan. “Jika pemekaran dipaksakan dengan kondisi masih bergantung kepada Pe­merintah Pusat, ya masyarakat yang akan dirugikan,” kata Aryanto. Terhadap keinginan Kabupaten Lampung Utara, Lampung Barat, Way Kanan, dan Tu­ langbawang yang hendak memisahkan diri itu, Aryanto menyarankan agar segera dieval­ uasi. “Mungkin mereka (empat kabu­paten, red) kurang puas dengan kinerja pemerintah provinsi saat ini sehingga memisah­kan diri,” kata dia. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung Berlian Tihang mengatakan belum ada usul­ an tertulis dari kabupaten terhadap rencana tersebut. “Belum ada proses apa-apa sampai saat ini,” kata Berlian. Sebelumnya, enam kabupaten eks-Lampung Utara menggagas pembentukan pro­vinsi baru dengan ibu kota di Kotabumi. (LIN/U-3)

H. BAMBANG EKA WIJAYA “Pihak kontra menyatakan kini belum saatnya pemekaran itu dilakukan ka­ rena kawasan itu masih miskin!” sam­ but Amir. “Bangun dulu dan kurangi ke­ miskinan, baru setelah mampu mandiri nan­ti dilakukan pemekaran!” “Pro-kontra itu seperti mana lebih du­lu ayam atau telur!” tukas Umar. “Me­nurut pihak pro, retas dulu kenda­ la birokrasi agar bisa lebih cepat meng­atasi kemiskinan, sedang pihak kon­tra atasi kemiskinan dulu baru bi­ rokrasinya diretas!” “Wacana pemekaran wilayah be­ kas Lampung Utara menjadi provinsi men­cuat dalam diskusi di aula kantor bu­pati Lampung Utara era Bupati Hairi Pa­sya, dimoderatori Anshori Djausal!” tim­p al Amir. “Dalam diskusi yang diada­kan Pemkab kerja sama dengan Lampung Post itu, wacana pemekar­ an menjadi Provinsi Lampung Raya di­bandingkan dengan provinsi baru

CMYK

Bangka-Belitung dan Gorontalo yang wak­tu itu penduduknya kurang dari 1 juta jiwa, sedang di sini lebih 2 juta ji­wa! Perbandingan itu menempatkan be­kas Lampung Utara lebih ideal se­ bagai provinsi baru!” “Maka itu, kalau Bupati Zainal Abidin membentuk Tim Pengkajian Potensi Pemekaran Provinsi, yang kebetul­ an sejalan dengan pemikiran para kepala dae­rah kawasan itu, jelas ia menindak­lanjuti kesepakatan diskusi masa pendahulunya, yang saat itu ia se­bagai wakil bupati!” tegas Umar. “Jika be­lakangan wacana itu jadi gagasan yang makin kuat, layak dilihat realitas pembangunan daerah itu yang terseok me­ngurangi kemiskinan!” “Terseoknya usaha mengurangi ke­m iskinan terjadi akibat Pemprov seca­ra terbuka menimpakan tugas mengu­rangi kemiskinan pada Pem­ kab, alasannya Pemkab pemilik rakyat

±

di daerahnya!” ujar Amir. “Jelas Pem­ kab kewalahan, karena secara univer­ sal kerja mengurangi kemiskinan tak cu­kup hanya menyatukan kekuatan pemkab, Pemprov, dan Pusat, tapi ju­ga harus didukung Bank Dunia dan PBB serta semua perangkatnya!” “Bisa jadi, dorongan pemekaran me­nguat untuk mengeliminasi isolasi ter­hadap usaha penurunan kemiskin­ an dari dukungan provinsi, Pusat, dan mondial!” tegas Umar. “Maka itu, jangan diisolasi pemkab sendirian mengatasi kemiskinan!” *** Add on: facebook. com/buraslampost

Follow on: @buraslampost

LAMPUNGPOST .COM n Redaksi

(0721) 773888 SMS: 0812 7200 999

CMYK

±

±


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.