lampungpost edisi, 29 mei 2012

Page 1

±

±

CMYK

±

Terbit Sejak 1974 Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693 Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000 Redaksi (0721) 773888 SMS: 0812 7200 999

www.lampungpostncom

selasa, 29 mei 2012

l No. 12450 l TAHUN XXXVII

DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNG

Terbit 24 Halaman

i HARGA ECERAN : Rp3.000 KURS

±

Audy Item rilis album di negeri jiran Malaysia... HLM. 16

Avtur dan pemondokan naik, biaya haji naik... HLM. 4

Swedia bisa mengulang prestasi Piala Eropa 1992... HLM. 18

Sopir protes, truk menumpuk di Pelabuhan Bakauheni... HLM. 22

BNN Sita Satu Juta Ekstasi

BURAS

Add on: facebook.com/buraslampost

Follow on: @buraslampost

Oasis

Sinar Matahari Jauhi Stroke

±

ILMUWAN Amerika menemukan kekurangan vitamin D yang secara alami dipro­ duksi kulit saat terkena si­ nar matahari, dari makanan termasuk kacang-kacangan, dan minyak ikan bisa mening­ katkan risiko stroke hingga lebih dari se­perlimanya. Hasil studi se­perempat orang de­ ngan kadar vitamin D teren­ dah memiliki risiko 22% lebih tinggi terkena stroke diband­ ing yang kadar vitamin D nya tinggi. Hal ini menunjukkan kadar vitamin D yang cukup seperti dari sinar matahari pagi dan ikan bisa mengurangi kemung­ kinan kena stroke. “Hasil penelitian kami menegaskan, mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D bermanfaat untuk pencegahan stroke,” ujar peneliti Gotaro Kojima, seperti dikutip Telegraph, Senin (28-5). (U-1)

senin, 28 mei 2012 SUMBER BI

Dokumen Terbakar, BPK Tetap Audit

Perambah Malah Jadi Menakutkan!

±

n ANTARA

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere (kedua kiri) menunjukkan barang bukti pil ekstasi di kantor BNN Jakarta, Senin (28-5). BNN menggagalkan penyelundupan pil ekstasi dari China sebanyak 1.412.476 butir dengan berat total 3.784.358 gram. BERITA Hlm. 8

APBD Mesuji Bobol BANDAR LAMPUNG (Lampost): Selama dua tahun anggaran 2011 dan 2012, APBD Mesuji dibobol. Penggunaan APBD 2011 senilai Rp518,4 miliar dan APBD 2012 senilai Rp420,1 miliar hampir tanpa kendali. Akibatnya, daerah otonomi baru ini nyaris kolaps. APBD Mesuji tahun anggaran 2012 yang baru berjalan lima bulan itu menghabiskan Rp280 miliar dan tinggal menyisakan Rp140 miliar untuk tujuh bulan berikutnya. Berdasarkan penelusuran Lampung Post, APBD 2012 banyak dikeluarkan di awal tahun saat kepala daerahnya masih dijabat Pj. Bupati Albar Hasan Tanjung. “Proyek pengadaan barang dan jasa didahulukan karena tidak butuh waktu lama. Misalnya pengadaan komputer dan multimedia, alat tulis kantor, dan juga pengadaan semacam itu,” kata sumber Lampung Post yang tidak mau disebutkan identitasnya, Senin (28-5). Ketika pimpinan Mesuji dijabat bupati definitif pada April 2012, anggaran proyek pengadaan barang dan jasa selesai, bahkan dicairkan seluruhnya. Sedangkan APBD 2011 baik murni maupun tambahan senilai Rp518,4 miliar tengah

diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sedangkan APBD 2012, belum dilakukan pemeriksaan karena tahun anggaran belum berakhir. Pemakaian anggaran tanpa kendali juga dilakukan pimpinan DPRD Mesuji. Misal­ nya dalam anggaran belanja penunjang operasional, pimpinan DPRD selama 2011 menghabiskan Rp201,6 juta. Penggunaan ini tidak terkendali sebab tidak ada pertanggungjawaban sama sekali dalam akhir periode keuangan 2011. Berdasar informasi dari sekretariat DPRD Mesuji, pertanggungjawaban pimpinan DPRD Mesuji terhadap penggunaan dana ini sama sekali tidak ada. Bahkan pengeluaran tidak mengacu PP No. 37 Tahun 2006 tentang Perubahan Kedua PP Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD dan Per­

aturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pengelompokkan Kemampuan Keuangan Daerah, Peng­ anggaran, dan Pertanggungjawaban. Pada Pasal 13 Ayat (4), disebutkan bukti pertanggungjawaban penggunaan dana (BPO) disampaikan kepada bendahara pengeluaran setiap bulan paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya. Namun, ini tidak lakukan. Perjalanan Dinas DPRD Selain itu, biaya perjalanan dinas di DPRD Mesuji juga tidak wajar. Selama 2011, tercatat DPRD Mesuji yang terbentuk pada April 2010 itu ada 10 pengeluaran perjalanan dinas, baik di dalam daerah maupun luar daerah. Total biaya yang dihabiskan Rp2,17 miliar. Dalam Januari 2011, ada anggaran yang tidak wajar, yaitu belanja penyediaan jasa pemeliharaan kesehatan pimpinan dan anggota DPRD Mesuji yang nilainya mencapai Rp418,5 juta. Ketidakwajaran itu karena pada saat bersamaan, DPRD Mesuji juga menganggarkan belanja premi asuransi kesehatan yang nilainya mencapai Rp400 juta. (KIS/UAN/U-1)

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Lampung Novy G. Pelenkahu mengatakan BPK masih mengaudit pertanggungjawab­an keuangan Pemkab Mesuji, termasuk di satuan kerja (satker) DPRD Mesuji. “Laporan yang diperiksa, yakni pertanggungjawaban keuangan selama tahun anggaran 2011,” kata Novy, Senin (28-5). Sedangkan APBD 2012, dalam proses pengumpulan data-data karena tahun anggaran belum berakhir. Menurut Novy, dalam pemeriksaan ada kendala karena ada dokumen keuangan hilang saat pembakaran kantor Bupati Mesuji beberapa waktu lalu. “Tetapi ini dilaporkan (Bupati Mesuji Khamamik, red). Jadi kami tetap bisa memeriksanya,” ujarnya. Novy mengakui menemukan biaya perjalanan dinas yang tidak wajar, termasuk selama pemeriksaan tahuntahun sebelumnya di kabupaten lain. “Biaya perjalanan dinas yang anehaneh dan nilainya tidak wajar, kami minta untuk dikembalikan,” kata dia. Kebijakan dan laporan keuangan Pemkab Mesuji, menurut Khamamik, tengah ditata. “Saya minta perjalanan dinas yang tidak perlu segera dihentikan. Perjalanan dinas hanya boleh untuk kepentingan pembang unan Mesuji dan pun harus dibuat laporan pertanggungjawaban secara lengkap. Uang negara harus dipertanggungjawabkan meskipun nilainya cuma satu sen rupiah pun,” ujar Khamamik. Mengenai pemborosan APBD 2012, Khamamik memastikan akan memeriksa kinerja dan penggunaan anggaran yang ada. Terkait hal ini, Ketua DPRD Mesuji Haryati Candralela mengatakan belum mengetahui persoalan tersebut. Dia mengatakan jika benar anggaran tersisa Rp140 miliar, itu hanya cukup untuk kegiatan fisik. Padahal anggaran baru berjalan lima bulan. “Belum semua tender berjalan. Jadi aneh jika anggaran tersisa hanya Rp140 miliar,” kata Haryati. (KIS/UAN/U-1)

Pemprov Minta Usir Perambah dari Kawasan Hutan Negara MESUJI (Lampost): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meminta aparat keamanan tetap meneruskan penertiban perambah di Register 45, meskipun Minggu (27-5) terjadi amuk massa di kawasan Alba V, Sungaibuaya, Mesuji. Selain itu, Pemprov meminta aparat menangkap provokator dan dalang keributan agar tidak berulah lagi. “Kalau ini dibiarkan, makin banyak masyarakat yang tinggal di kawasan hutan. Ini dilarang undang-undang. Kawasan hutan bisa semakin rusak,” kata

n LAMPUNG POST/JUAN SANTOSO SITUMEANG

BELUM DIPERBAIKI. Seorang anggota TNI memperhatikan pos satpam PT Tunas Baru Lampung yang dirusak massa di Mesuji, Senin (28-5). Hingga kemarin, pos tersebut belum diperbaiki setelah dirusak perambah Register 45.

Asisten I Bidang Pemerintahan Sek prov L a mpu ng Ta r m i z i Nawawi, Senin (28-5). Bupati Mesuji Khamamik juga menyarankan mengusir semua perambah di kawasan hutan negara itu. “Saya sarankan untuk yang di Karyajaya, Karyatani, Nusaindah, Tuguroda, harus segera diusir,” kata Khamamik kepada pers di rumah dinasnya di Kampung Gedungram, Kecamatan Tanjungraya, kemarin. Namun, untuk wilayah Moro-moro, K ha ma m i k set uju

direlokasi. Tetapi tidak harus buru-buru karena penduduk Moro-moro menetap di wilayah tersebut puluhan tahun. Namun, bagi pendatang baru, Khamamik menegaskan harus diusir. Pascakerusuhan, aparat TNI dari Koramil Mesuji masih berjaga-jaga. Begitu juga di pabrik pengolahan tandan buah segar sawit di PT Tunas Baru Lampung (TBL). Aktivitas pabrik mulai normal. Pos Alba V yang dirusak massa belum diperbaiki. (LIN/UAN/U-1) Perambah Berjaga... Hlm. 5

SPBU Naikkan Premium Rp5.500 TERUSANNUNYAI (Lampost): Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 24.341.15 Gunungagung, Terusannunyai, Lampung Tengah, menetapkan harga premium Rp5.500/liter dari harga resmi Rp4.500/liter. Pena i ka n ha rga it u ba h ka n secara resmi diumumkan dan memakai tanda terima. Berdasarkan kuitansi berkop dan berstempel SPBU 24.341.15, Minggu (27-5), yang diterima Lampung Post , Senin (2 8 -5), pembel ia n 105 l iter premium dihargai Rp577.500 atau Rp5.500/liter. “Bayangkan satu mobil Carry bisa beli

CMYK

±

REGISTER 45

BAHAN BAKAR MINYAK

±

±

APBD MESUJI

H. BAMBANG EKA WIJAYA

“KELUARGA—istri dan anak—karyawan pabrik sawit di­ ungsikan akibat ketakukan, ratusan perambah Register 45 dekat pabrik itu mengamuk merusak fasilitas milik perusa­ haan hutan tanaman industri (HTI) setempat!” ujar Umar. “Ketakutan itu membuat pabrik menghentikan kegiatan, semua karyawannya siap mengamankan pabrik tempat mereka bekerja! Kekhawatiran amuk perambah mengim­ bas ke pabrik itu juga dirasakan Bupati Mesuji Khamamik, hingga ia datang ke lokasi!” “Dengan beraneka senjata tajam dan kekerasan yang dilakukan dalam amuknya, perambah malah jadi menakut­ kan warga sekitar—seperti dia­ lami karyawan pabrik sawit itu!” Perambah tak timpal Amir. “Ekses negatif para segera mendapat perambah terhadap warga seki­ tar ini tak bisa ditoleransi! Kare­ kepastian hukum na, kehadiran mereka telah jadi atas tanah dan teror yang menakutkan, mengu­ kehadirannya di sik ketenteraman warga! Men­ kawasan itu. jadi tanggung jawab polisi untuk mengeliminasikan suasana teror yang mencekam warga dalam ketakutan itu!” “Di balik itu, para perambah bergolak kembali tak lepas dari lambatnya turun ke lapangan Pemprov Lampung yang telah mengambil alih masalah Register 45!” tukas Umar. “Dengan tak kunjung turunnya Pemprov ke lapangan, per­ ambah tak segera mendapat kepastian hukum atas tanah dan kehadirannya di kawasan itu! Padahal jika cepat ada kepastian, para perambah cukup bijak untuk mempertim­ bangkan alternatif untuk tidak semata menempuh jalan kekerasan!” “Kecenderungan demikian tampak pada kejadian yang mendahului amuk perambah terakhir!” sambut Amir. “Le­ wat pendekatan dialog satpam perusahaan HTI dengan para perambah, sejumlah perambah bersedia keluar dari kawasan register dan pondok daruratnya dibersihkan, asal dibantu kendaraan mengangkat barang mereka ke jalan lintas timur! Sayangnya pendekatan itu kurang kompre­ hensif, tidak diketahui semua perambah sehingga ketika mereka diangkut truk menuju jalan raya dan pondoknya dibersihkan, merebak kabar di kalangan perambah bahwa sejumlah teman mereka ditangkap dan pondoknya diba­ kar! Mereka pun mengamuk dengan kekerasan!” “Dari proses amuk perambah terakhir, tampak Tim Pem­ prov yang diturunkan intinya saja petugas provinsi sebagai pengendali legalitasnya, sedang anggotanya berupa kelom­ pok kerja (working group) justru tokoh-tokoh lokal yang mam­ pu membangun saling pengertian dengan tokoh perambah!” tegas Umar. “Pokoknya pendekatan yang ngewongke (me­ manusiakan) perambah, bukan pendekatan kekuasaan yang mentang-mentang dengan menodongkan senjata!” ***

1 US$ Rp9.425

hingga puluhan jeriken tanpa dibatasi,” kata Yudison, warga Kampung Gunungagung. Transaksi itu, menurut warga, ter jad i saat peng i r i ma n BBM datang, Minggu (27-5), pukul 10.00. Saat itu antrean kendaraan menumpuk. Petuga s SPBU membu k a por t a l penutup ja lan SPBU sa mbi l member i ka n peng u mu ma n pembelian menggunakan jeri­ ken d i laya n i denga n ha rga Rp5.500/liter. Namun, harga itu ternyata berlaku untuk kendaraan pribadi. Melihat kondisi itu, menurut Yudison, beberapa warga men-

±

coba menghubungi pengelola untuk mempertanyakan tingginya harga tersebut. “Tetapi pengelola beralasan kelebihan harga tersebut digunakan untuk memberi jatah kepada beberapa orang yang tidak dapat disebutkan,” kata Yudison. Penaikan harga itu dilaporkan ke Polres Lampung Tengah, Senin (28-5), dan pihak Polres berjanji datang ke lokasi menemui masyarakat. Namun, hingga kemarin sore, pihak Polres tak kunjung tiba sehingga masyarakat yang menunggu bubar. (LUT/U-1)

±

±


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.