±
±
CMYK
±
Terbit Sejak 1974 Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693 Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000 Redaksi (0721) 773888 SMS: 0812 7200 999
www.lampungpostncom
kamis, 7 juni 2012
l No. 12460 l TAHUN XXXVII
DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNG
Terbit 28 Halaman
i HARGA ECERAN : Rp3.000 KURS
±
Christina Perri histeris duet bareng Jason Mraz... HLM. 16
Semen Baturaja harus bongkar gorong-gorong di Way Lunik... HLM. 3
PIALA EROPA 2012
H. BAMBANG EKA WIJAYA
Mahlmann Nyanyikan ‘Endless Summer’
“DEKLARASI Wali Kota Bandar Lampung dan Metro menjadikan wilayah pemerintahan dua kota zona bebas korupsi diharap bukan main-main, sekadar menciptakan kondisi pseudomatis—seolah-olah saja!” ujar Umar. “Agar kondisi sedemikian tak lebih menonjol kesannya, kedua Pemkot harus berani menjalankan sistem kontrol saksama dan tuntas pada semua lini jajarannya!” “Kontrol yang saksama itu bisa dilakukan dengan trimatra due process of control—due process itu dua sisi berbeda dijalankan setara dan saksama!” timpal Amir. “Matra pertama seimbangnya kontrol internal dan eksternal! Selama ini kontrol internal oleh inspektorat nyaris hanya formalitas, fungsinya berjalan kurang efektif karena kebanyakan berhadapan dengan ‘kebijaksanaan’ kepala daerah! Lagi pula pimpinan inspektorat harus tahu diri karena jabatan itu lazim dianggap tempat pembuangan terakhir! Padahal, dalam due process ini fungsi kontrol internal itu seperti hati (lever) yang menyaring dan membuang segala jenis racun dari dalam tubuh! Semestinya, kontrol internal harus setara dan saksama mengimbangi kontrol eksternal dari BPK!” “Matra kedua sejalan dan seimbangnya kontrol pada sisi pene alam proses rimaan dan pengeluaran!” tegas tender, Umar. “Selama ini yang dipelototi berbagai pihak (DPRD, LSM, pseudomatika pers) cuma sisi pengeluaran, ter prosedural itu utama belanja proyek! Sedang sisi penerimaan, lemah! Contohnya bukan rahasia penerimaan pajak pembangunan lagi bagi umum! I di hotel dan restoran 10% di luar (excluded) harga makanan/ minuman—jadi tak mengambil milik atau bagian restoran, beda dengan PPN (pajak pertambahan nilai) yang included dalam harga jual—mengambil bagian produsen! Di Bandar Lampung berwindu-windu penerimaan pajak itu tak jelas juntrungannya (kecil sekali), dibanding Kabupaten Badung yang bisa triliunan! Belum tahu seberapa besar hasilnya setelah ditertibkan Herman H.N. belakangan ini! Dari situ yang penting kontrol di sektor penerimaan harus diperkuat!” “Matra ketiga selarasnya aspek prosedural dengan realisasi materiilnya!” lanjut Amir. “Matra ini amat rawan korupsi! Aspek prosedural itu sering hanya seolah-olah saja telah dilakukan secara benar, tapi di baliknya justru berkecamuk transaksi tertutup! Dalam proses tender, pseudomatika prosedural itu bukan rahasia lagi bagi umum! Dan itu berimbas pada realisasi materiil pelaksanaan proyek hasil tender tersebut—jalan baru direhab rusak lagi!” “Jika trimatra kontrol itu bisa dijalankan saksama, zona bebas korupsi tak main-main!” tegas Umar. “Tapi jika satu saja dari tiga due process hanya jalan satu sisi, zona bebas korupsi cuma seolah-olah!” *** Add on: facebook.com/buraslampost
9.529 kl
Tulangbawan
14.355 kl
16.156 kl
Pesawaran
Mesuji
19.517 kl
Way Kanan
24.935 kl
Metro
26.345 kl
Pringsewu
29.546 kl
Lampung Bar
34.574 kl
Tanggamus
45.535 kl
51.910 kl
Lampung Tim
Tulangbawan
D
umber: BPH Migas
Follow on: @buraslampost
Oasis
Tidur Bersama Lebih Sehat
±
800 perambah tinggalkan Register 45 Mesuji... HLM. 24
BURAS
Zona Bebas Korupsi Bukan Seolah-olah!
±
Hasil uji coba modal penting bagi Les Bleus... HLM. 17
BEBERAPA ilmuwan percaya tidur dengan pasangan menjadi penyebab utama kenapa pasang an menikah kondisi kesehatannya cenderung lebih baik. Penelitian baru ini bertentangan dengan penelitian sebelumnya yang menegaskan wanita tidak dapat tidur nyenyak jika seran jang dengan pasangan dan pa sangan lebih banyak bergerak ketika tidur bersama. Hal-hal yang mengganggu pasangan untuk dapat tidur nyenyak adalah berebut bantal, perbedaan waktu, dan suhu ruang an yang tepat untuk tidur. “Tidur seranjang penting bagi kesehatan dan bisa menurunkan risiko penyakit jantung dan meningkatkan kese jahteraan mental. Itu terjadi karena perilaku sehat yang dilakukan bersama pasangan,” kata Wendy M. Troxel, asisten profesor psikiatri dan psikologi di University of Pittsburgh, seperti dilansir Wall Street Journal, Rabu (6-6). (U-1)
WA R SAWA —L AGU E n d l e s s Summer resmi dipilih Asosia si Sepak Bola Eropa (UEFA) sebagai soundt rack resmi ajang bergengsi pesta sepak bola Eropa atau Piala Eropa 2012. Lagu tersebut dinyanyikan Oceana Mahlmann, penyanyi Jerman, keturunan Jerman dan etnis Afrika-Karibia. Perempuan multibakat ini lahir 23 Januari 1982 di Wedel, dekat Hamburg, Jerman. Selain menyanyi, ia juga jago menulis lirik musik dan menguasai ber bagai genre musik, di antaranya reggae, hip-hop, dan punk. Lebih mengagumkan lagi, Mahlmann yang berpartner dansa dengan Przemyslaw Juszkiewicz berada di urutan ke enam ajang kompetisi Dancing with the Stars versi Polandia. Tercatat, pada 2009 dia juga meraih penghargaan langsung dari penonton dalam ajang menyanyi bertajuk Sopot Song Contest.
1 US$ Rp9.465 rabu, 6 juni 2012 SUMBER BI
n REUTERS
PERSIAPAN AKHIR. Sejumlah pekerja memasang foto trofi Piala Eropa 2012 bermotif kartu di Stadion Olympic, Kiev, Ukraina, Rabu (6-6). Kickoff Piala Eropa dijadwalkan Jumat (8-6). Endless Summer adalah lagu dengan irama riang dan tempo musik yang sangat cepat ber aliran elektropop dan dance-pop. Tidak mengherankan jika kemu dian videoklip yang dibuat meng gambarkan keriangan dengan
ragam gambar yang kaya. Terlihat, tim Spanyol, Jer man, Prancis, Belanda, Swedia, dan Italia ada dalam videoklip tersebut di sela-sela Mahlmann yang menyanyi dengan busana mini one shoulder bermotif
geometris warna putih, merah, biru, dan kuning. Selain pemain, videoklip ini juga dilengkapi gambar keme gaha n stadion-stadion yang bakal dipakai dalam ajang ini. Terdapat enam stadion, yaitu
Stad ion Nasiona l Wa rsawa, PGE Arena Gdansk, Stadion Municipal Poznan di Polandia, juga Stadion Arena Lviv, Sta dion Olimpiade Kiev, dan Sta dion Donbass Arena Donestk di Ukraina. (O-2)
Industri Sedot BBM Subsidi BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pemerintah Provinsi Lampung mengakui bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi banyak tersedot untuk kepentingan industri pertambangan batu bara dan perkebunan. “Dalam sehari, sebanyak 300 unit kendaraan pengang kut batu bara beroperasi, satu unit kendaraan membutuh kan 250 liter BBM. Artinya, dalam sehari industri peng angkut batu bara menyedot 75 ribu liter. Bayangkan, su dah merusak jalan, industri batu bara menyedot BBM bersubsidi,” kata Asisten II Sekprov Lampung Arinal Djunaidi, Rabu (6-6). Pernyataan itu disampai kan Arinal terkait kelang kaan BBM di Lampung da lam beberapa bulan terakhir, usai Pemprov mengadakan rapat koordinasi pengenda lian dan pengaturan BBM bersubsidi di Lampung ber sama Pertamina. Menurut Arinal, pemakai an terbesar BBM bersub sidi lainnya adalah industri perkebunan dan usaha kecil menenga h (U K M) yang keliru menerapkan usaha nya. “UKM k ita saat ini salah penafsiran, banyak mel akukan perdagangan BBM bersubs idi dengan
mendirikan kios-kios yang berdekatan dengan SPBU,” ujar Arinal.
Bandar Lampung
Tambahan Kuota Premium Lampung Total Prov. Lampung APBN
648.997 kl APBN Perubahan
Tambah Kuota
Pada pertemuan itu juga terungkap kuota BBM sub sidi jenis premium untuk Lampung bertambah 77.724 kiloliter (kl) atau 11,98% dari kuota premium tahun ini. Dengan demikian, kuota BBM Lampung naik dari 648.997 kl menjadi 726.721 kl. (Lihat tabel) Sedangkan solar, tidak ada penambahan kuota. Tam bahan kuota ini masih lebih kecil dibandingkan usulan tambahan BBM subsidi yang diajukan Pemprov Lampung sebesar 12% dari realisasi penyaluran premium 2011, yakni 708.621 kl. “Mesk ipun tambahan kuota lebih kecil diban dingkan yang diusulkan, saya tetap optimistis kuota yang sekarang bisa cukup sampai akhir tahun jika dilakukan pengetatan pe nyaluran,” kata Koordina
726.721 kl
tor Sekretaris Komite BPH Migas Henri Achmad pada Workshop Pengendalian Kuota BBM Subsidi di Gra ha Parahita, Rabu (6-6). Dalam sepekan terak hir, Pertamina menambah kuota penyaluran BBM dan waktu operasional termi nal BBM Panjang. Hal ini dilakukan untuk mengurai terjadinya antrean kon sumen di stasiun pengi sian bahan bakar umum (SPBU). Menurut Operational Head Pertamina Terminal BBM Panjang Soeprijan toro, dalam sepekan terakhir Pertamina rata-rata menya lurkan premium sebanyak 2.200 kl dan 1.700 kl untuk solar. Selain itu, terminal BBM Panjang menambah waktu operasional menjadi
154.573 kl
181.932 kl
Lampung Tengah
86.395 kl
99.807 kl
Lampung Selatan
80.948 kl
88.431 kl
Lampung Utara
54.679 kl
56.486 kl
Tulangbawang
51.910 kl
54.707 kl
Lampung Timur
45.535 kl
52.051 kl
Tanggamus
34.574 kl
39.066 kl
Lampung Barat
29.546 kl
32.964 kl
Pringsewu
26.345 kl
28.762 kl
Metro
24.935 kl
27.964 kl
Way Kanan
19.517 kl
22.548 kl
Mesuji
16.156 kl
16.163 kl
Pesawaran
14.355 kl
15.850 kl
Tulangbawang Barat
9.529 kl
9.990 kl
Sumber: BPH Migas, Grafis: Jads
lebih pagi untuk pelayanan pengiriman BBM ke SPBU. “TBBM Panjang beropera si mulai pukul 05.00 hingga seluruh penyaluran selesai di hari yang sama sekitar pu kul 20.00—pukul 21.00,” kata Soeprijantoro.(LIN/NOV/U-1)
±
KEPENDUDUKAN
Kemiskinan Cuma Turun 2% BANDAR LAMPUNG (Lampost): Dengan ang garan senilai Rp1,31 triliun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung tahun ini hanya menarget kan angka penurunan kemiskinan sebesar 2% dibandingkan pada 2011. “Jadi kami harapkan tahun depan angka kemiskinan di Lampung ada di kisaran 14% dari jumlah penduduk. Mudah-mudahan bisa lebih ditekan lagi,” kata Wakil Gubernur Lampung M.S. Joko Umar Said melalui ponselnya, Rabu (6-6). Tingkat kemiskinan di Lampung selama em pat tahun terakhir sejak 2008 hingga 2011, kata Joko, cenderung mengalami penurunan. Pada 2008, jumlah penduduk miskin sebesar 1.597.849 jiwa atau tingkat kemiskinan 20,95%. Pada 2009, penduduk miskin turun 6,32% (1.496.918 jiwa) dengan tingkat kemiskinan 19,34%. Kemudian pada 2010, jumlah penduduk miskin kembali turun 9,89% (1.348.946 jiwa) dengan tingkat kemiskinan 18,94% dan pada 2011 tingkat kemiskinan turun menjadi 16,58%. “Itu sebabnya, target tahun ini tidak begitu besar karena tahun sebelumnya turun cukup besar,” kata Joko. Namun, target 2% itu, menurut akademisi dari Universitas Lampung Marselina, tidak wajar dibandingkan dana Rp1,31 triliun. Seharus nya kemiskinan bisa turun 7%—8%. “Ada hal yang perlu diperhatikan jika berbicara target persentase penurunan kemiskinan, yak ni sasaran dana dan program yang jelas,” kata Marselina. (LIN/MG6/U-1)
LINGKUNGAN HIDUP
Herman H.N. Legawa Tak Dapat Adipura BANDAR LAMPUNG (Lampost): Meskipun tidak mendapat Piala Adipura seperti Kota Metro, Ka lianda (Lampung Selatan), dan Kabupaten Tulangbawang, Wali Kota Bandar Lampung Herman H.N. legawa dan tak kecewa. Su premasi kebersihan itu dianggap bukan hal utama dalam menjaga kebersihan menuju kota yang bersih, aman, dan tenteram. “Selama lima tahun tidak dapat Adipura tidak apa-apa. Saya tidak kecewa, yang penting benar-benar bersih,” kata Her man H.N. di Puskesmas Rawat Inap Kedaton, Rabu (6-6). Kementer ia n Ling k u nga n Hidup, Selasa (5-6) ma la m,
±
CMYK
±
mengu mumkan dua kota yang dinilai paling kotor di Indonesia. Kedua daerah tersebut adalah Kota Bekasi untuk kategori kota metropolitan terkotor dan Kota Bandar Lampung untuk kategori kota besar terkotor. Menanggapi predikat itu, Her man mengatakan akan terus berupaya meningkatkan ke bersihan kota. Masyarakat da pat melihat bukti dan hasil kerja sama Pemkot dan warga dalam menjaga kebersihan. Meski pada akhirnya tim penilai Adipura belum menjatuhkan pilihannya kepada Bandar Lampung untuk menjadi kota terbersih. Dia mengemukakan pihaknya
±
tidak menjadikan Piala Adipura sebagai tujuan utama. Sebab, jika hanya mengejar Adipura, ternyata kotor tentu akan mem bohong i publik. “Yang pen ting benar-benar bersih, jangan membohongi publik. Jangan sampai mengajak orang pusat untuk tidak objektif,” kata Her man. Untuk menjaga kebersihan kota, Pemkot melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan mengintensif kan pengangkutan sampah. Tim pengangkut sampah berkeliling di waktu pagi, siang, sore, dan malam. Bahkan untuk mendu kung itu warga diminta berperan aktif. (VER/U-1)
±
±