lampungpost edisi selasa 24 januari 2011

Page 1

± ±

± ±

CMYK CMYK

Terbit Sejak 1974 Sirkulasi: (0721) 788999 Layanan Umum: (0721) 783693 Iklan: (0721) 774111 SMS: 0815 4098 5000 Redaksi (0721) 773888 SMS: 0812 7200 999

www.lampungpostncom

SELASA, 24 JANUARI 2012

± ±

CMYK

l NO. 12329 l TAHUN XXXVII

DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNG

TERBIT 24 HALAMAN

lHARGA ECERAN : Rp3.000 KURS

± ±

19 tokoh ramaikan Pilkada Tanggamus... HLM. 7

BURAS

H. BAMBANG EKA WIJAYA

jumat, 20 januari 2012 SUMBER BI

Way kanan, dan Pringsewu dikhawatirkan menyusul

Lepas Lampion Keberuntungan

“SEMBILAN pemuda tewas ditabrak mobil di Tugu Tani, Jakarta Pusat, Minggu pagi, saat para korban jalan pulang dari main futsal di silang Monas!” ujar Umar. “Penabraknya mobil pribadi B-3479-XI dikendarai Afriyani Susanti (29), warga Sungai Bambu, Tanjung Priok, yang bersama tiga temannya dalam mobil darahnya dinyatakan polisi positif mengandung narkoba! Cewek pekerja production house (PH) itu Sabtu malam minum wiski di kafe, ke lokasi hiburan memakai narkoba, lanjut pesta ulang tahun temannya di hotel!” “Sebanding mirisnya berita tewasnya sembilan pemuda sekali tabrak oleh pengendara mobil mabuk narkoba, kisah cewek penabrak bersama temannya sebagai kaum muda kelas menengah kota metropolitan tak kalah memprihatinkan!” sambut Amir. “Sebagai pekerja PH—pembuat sinetron dan materi siaran televisi lainnya— Afriyani hidup di jalur modern! Fasilitas-fasilitas jalur modern itu pula yang malam itu ditelusuri Afriyani dan temannya!” “Jadi, yang terjadi adalah paduan dua realitas sosial—kelas bawah pejalan kaki yang tak diberi perhatian keamanannya, dengan kelas menengah metropolis di jalur modern yang hanyut dalam pengaruh narkoba!” tegas Umar. “Tentang nasib warga kelas bawah, umumnya sama di seantero negeri, ditelantarkan elite yang berorientasi pada kekuasaan semata, mabuk kekuasaan! Di kota, jalur pejalan kaki yang rawan bahaya tanpa perhatian elite itu cerminan nasibnya!” “Beda dengan negeri maju semisal Jepang, jalur pejalan kaki, sepeda, dan orang cacat tersendiri!” timpal Amir. “Di tepi jalur mobil dipasang pagar besi selutut, dalam pagar tanaman bunga dan pohon, baru di balik pohon ada jalur pejalan kaki, sepeda, dan orang cacat yang aman!” “Pembagian jalur-jalur jalan sedemikian rupa itu merupakan ekspresi atau curahan perhatian elite pada warga kelas bawah dan lemah!” tegas Umar. “Sedang warga kelas menengah yang baru meraih nikmat kemajuan mudah terhanyut budaya negatif— seperti narkoba—jika dasar budaya yang bersendikan moralitas pada dirinya tak kokoh! Kelas menengah baru seperti itu bisa ditandai orientasinya pada nihilisme, kepeduliannya tak ada pada sesama—bahkan memandang buruk orang memberi bantuan pada pengemis—karena lebih puas hidup secara gila-gilaan!” “Jadi para korban tewas akibat dua hal!” timpal Amir. “Pertama, kelalaian elite yang mabuk kekuasaan tak peduli nasib warga kelas bawah—hingga tertabrak di jalan yang tak aman bagi pejalan kaki! Kedua, akibat kelas menengah baru yang mabuk narkoba!” “Malang nasib warga kelas bawah!” tukas Umar. “Dari atas ditindas elite mabuk kekuasaan, di jalan ditabrak kelas menengah mabuk narkoba!” ***

Lampung Utara masuk kategori kejadian luar biasa (kLB). Jumlah kasus DBD di Bandar Lampung kini lebih banyak dibandingkan Lampung Utara.

n LAMPUNG POST/ZAINUDDIN

Sejumlah warga keturunan Tionghoa menerbangkan lentera pada malam menjelang Tahun Baru Imlek 2563 di Wihara Bodhisattva (Wihara Banten), Bandar Lampung, Minggu (22-1) malam. Penglepasan lampion dipercaya doa bakal terkabul. BERITa Hlm. 8

Jejak Perampok di Kota Tapis PERAMPOK semakin mengganas di Bandar Lampung. Selama Januari 2012, ibu kota Provinsi Lampung berjuluk Kota Tapis Berseri ini empat kali sukses disambangi perampok. Ratusan juta uang dan nyawa melayang.

1-2

OASIS Narkoba Tingkatkan Kecelakaan KECELAKAAN maut yang merenggut 9 nyawa di Jalan M.I. Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (22-1), memperkuat hasil penelitian; mengonsumsi alkohol dan narkoba sebelum berkendara membuat 9 kali risiko lebih besar mengalami kecelakaan. Pengemudi Afriani Susanti (29) terbukti memakai sabu dan minumminuman keras sebelum mengemudi. Menurut laporan terbaru, narkoba menyebabkan 250 ribu kematian per tahun dan paling banyak terjadi di negara berkembang. Efek negatif paling merugikan dari obat-obat terlarang dan alkohol adalah memengaruhi sistem saraf pusat. Zat-zat tersebut bertindak di otak dan dapat mengubah cara seseorang berpikir dan berperilaku. Seperti dilansir ninemsn, Senin (23-1), ada tiga jenis utama obat-obat terlarang yang memengaruhi sistem saraf pusat, yaitu depresan memperlambat fungsi sistem saraf pusat. (U-1)

Dari total 575 orang terduga Dinas Kesehatan Provinsi Lam­ demam berdarah dengue (DBD) di pung mencatat 1.494 orang dan 24 Lampung, data di Dinas Kesehatan meninggal. Bandar Lampung hingga Jumat (20­1) tercatat 63 kasus penyakit korban Meninggal DBD. Sebanyak 48 pasien positif Jatuhnya dua korban meninggal terjangkit virus dari nyamuk Ae- akibat virus DBD di Bandar Lam­ des aegypti itu. pung sejak awal Jan­ Hingga kemarin, Menuju KLB uari, menurut Asih, Bandar Lampung Demam Berdarah merupakan perin­ masih ditetapkan se­ Hingga Jumat (20-1), virus gatan agar Pemkot bagai daerah endemis demam berdarah dengue (DBD) lebih serius meng­ di Bandar Lampung sejak awal DBD karena setiap ta­ Januari hingga kemarin menelan gelar pencegahan. hun kasus DBD Ban­ dua korban meninggal dunia: Menurut Asih, stok dar Lampung cukup Muhammad Raffi, warga logistik pemberan­ Perumahan Rajabasa Permai, tinggi. Humas Dinas dan Rendi, warga Kelurahan tasan DBD di Lam­ Kesehatan (Dinkes) Jagabaya III, Kecamatan pung mencukupi Provinsi Lampung Sukabumi. Kini, semua rumah untuk kebutuhan sakit menampung ledakan Asis Hendrastuti, pasien DBD. semua kabupaten Senin (23­1), menga­ dan kota. takan Lampung Utara Dinkes mempu­ 2010 2011 763 kasus 399 kasus masuk KLB karena nya stok obat, sep­ kasusnya terus naik erti abate, bahan dalam tiga bulan tera­ Bandar Lampung fogging, pembasmi khir, tepatnya sejak ditetapkan sebagai jentik nyamuk, lar­ kota endemis DBD. Oktober 2011. vasida, dan insek­ Menu r ut A si h, Dinas Kesehatan Bandar tisida khusus nya­ jumlah kasus DBD Lampung mencatat muk. “Jika kabu­ di Bandar Lampung 63 kasus penyakit DBD. paten/kota mem­ Dari 63 kasus tersebut sudah kini lebih banyak butuhkan, silakan 48 pasien d i b a n d i n g k a n positif terjangkit DBD. menga ju k a n ke L a mpu ng Ut a r a . Dinkes Provinsi,” Data Rumah Sakit Urip “Pening katan kasus Sumoharjo, tercatat ujarnya. DBD terjadi pada 96 pasien positif DBD Terkait dengan awal tahun dan akh­ dari berbagai kabupaten/kota pengobatan, Pem­ ir tahun. Pening­ Lampung. prov La mpu ng katannya dimulai Hingga pertengahan Januari mengg ratiska n 2012, Dinas Kesehatan Oktober hingga Feb­ Provinsi Lampung mencatat biaya rumah sakit ruari. DBD mulai tu­ bagi pasien kurang 575 kasus DBD dan run pada Maret dan mampu yang me­ 4 meninggal dunia n e m p at i r u a n g April. Hal ini karena pada awal tahun dan kelas III di rumah akhir tahun terjadi sakit pemerintah perubahan cuaca dan swasta. Gu­ secara drastis. Ini Penderita DBD di bernur Lampung Lampung pada 2010 menjadi siklus rutin tercapat Sjachroedin Z.P. DBD,” kata Asih. mengatakan jika 1.714 orang dan S a l a h s at u i n­ meninggal 29 orang. pasien penderita DBD Te dikator KLB ada­ Pada 2011, Dinas DBD t idaDaerah k ter­ lah kenaikan kasus Kesehatan Provinsi tampung di rumah Lampung mencatat tiga bulan berturut­ sakit pemerintah, 1.494 orang penderita t u r ut . I nd i k at or DBD dan 24 meninggal. dapat menjalani lainnya, ada DBD pengobatan di RS Sumber: Dinas Kesehatan padahal sebelum­ Provinsi Lampung, Grafis: Jads swasta. nya tidak ditemukan Pemprov Lam­ dan terjadi kenaikan kasus dua pung menjamin biaya bagi pasien kali lipat dibandingkan tahun yang menjalani rawat inap untuk sebelumnya. kelas III di rumah sakit pemerin­ 4 KASUS Dinkes Lampung memprediksi­ tah dan swasta. Sjachroedin me­ 1 kan tahun 2012 merupakan puncak minta rumah sakit pemerintah MENINGG penyebaran virus DBD. Penderita dan swasta tidak menolak pasien LAMPUNG UTARA DBD di Lampung pada 2010 ter­ kurang mampu yang menderita LAMPUNG capat 1.714 orang dan meninggal sakit untuk menjalani rawat inap SELATAN LAMPUNG TENGAH 29 orang. Sedangkan tahun 2011, di kelas III. (MG2/U-1)

±

Rampok Bunuh Satpam Perusahaan

Aksi pertama dan kedua terjadi dalam satu malam, Minggu (8-1) dini hari, oleh pelaku yang sama di PT Yakult Indonesia Persada Cabang Lampung dan PT Tirta Investama. Uang PT Yakult Rp57 juta, tiga lembar BPKB mobil, dan lima giro raib. Sedangkan kerugian PT Tirta Investama uang tunai Rp1 juta, satu set komputer Rp7 juta, dan ponsel.

3

Aksi ketiga, Kamis (19-1), pukul 12.00. Enam perampok bersenjata api menyambangi kediaman Muyofa (35) di Jalan Kenanga, Gang Melati 127, Tanjungseneng. Kawanan perampok yang berpura-pura tamu menggondol 6 ponsel, 2 BlackBerry, Ipad, emas 25 gram, cincin kawin, 3 celengan, uang tunai Rp5 juta, kamera digital, dengan total kerugian Rp35 juta.

keempat Rp32 juta milik PT Ekspedisi Amoy, Minggu (22-1), 4 Aksi raib. Petugas keamanan, Ahmad (39), tewas mengenaskan.

BANDAR LAMPUNG (Lam­ post): Selama Januari, Bandar Lampung diguncang empat aksi perampokan berdarah dan me­ nelan kerugian ratusan juta. Terakhir, Rp32 juta milik PT Ekspedisi Amoy raib, Minggu (22­1). Aksi ini menewaskan Ahmad (39), petugas keamanan

perusahaan. Berdasar informasi yang di­ himpun Lampung Post, Ahmad ditemukan tewas saat tiga sopir perusahaan menyambangi kan­ tor itu, Minggu (22­1) pagi. Para sopir yang hendak mengambil uang jalan curiga kantor belum dibuka.

Mereka memasuki kantor di Jalan Yos Sudarso, Way Lunik, Panjang, itu dengan memanjat pagar kantor tersebut. Mereka menemukan Ahmad tidak lagi bernapas dan berada di bawah truk yang parkir. Pada jasad Ahmad ditemukan bekas hantaman benda tumpul di belakang kepala hingga menge­ luarkan darah. Uang tunai milik perusahaan Rp12 juta yang di­ pegang Ahmad hilang dan uang tunai Rp20 juta yang tersimpan di brankas ikut raib sehingga total uang hilang Rp32 juta. Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol. M. Nurochman mengatakan jajarannya tengah menyelidiki perkara tersebut. “Kami memanggil lima saksi terkait permasalahan ini, yang pasti hingga saat ini belum ada tersangka karena masih dalam proses penyelidikan dan penda­ laman,” kata Nurochman, Senin (23­1). (MG7/U-1)

LAMPUNG TIMUR PRINGSEWU PESAWARAN

±

OPini

Mengawal Hasil Tim Pencari Fakta Kasus Mesuji KETIKA saya tergabung di Tim Pencari Fakta (TGPF) Mesuji, ada keraguan mengganjal dalam hati. Paling tidak ada dua hal, yaitu ek­ sistensi TPF dan produknya. Eksistensi TPF tidak diterima oleh beberapa kalangan, juga independensinya diragukan kar­ ena susunan keanggotannya. Hal ini menyangkut hal yang paling dasar yaitu kepercayaan (trust) masyarakat. Selain itu, keterwakilan Provinsi Lampung hanya satu orang, padahal sebagai locus konflik seharusnya diberi

± ±

±

3 Daerah Menuju KLB DBD

KriminaLitaS

± ±

1 US$ Rp8.955

BanDaR LaMPUng (Lampost): Bandar Lampung,

Maut di Jalanan Ekses Narkoba!

± ±

Warga klaim 1.100 ha lahan PT Umas Jaya di Tulangbawang... HLM. 24

MU terus bayangi City di Liga Primer... HLM. 17

Sandra Dewi lebih senang Imlek di Bangka... HLM. 16

CMYK CMYK

porsi lebih. Hal ini merupakan tantangan tersendiri untuk beker­ ja maksimum, terutama dalam proses pengumpulan data dan in­ formasi. Sungguh beruntung, saya mendapatkan mitra yang telah lama melakukan advokasi di Reg­ ister 45, khususnya di Moro­moro. Penguasaan lapangan dan kemam­ puan analisisnya yang luar biasa sangat membantu kerja tim. Keraguan yang kedua berkaitan dengan hasil TPF yang berupa rekomendasi. Hasil TPF tidak mempunyai kekuatan mengikat

± ±

n LAMPUNG POST/DOK

H.S. tisnanta Mantan anggota TPF Mesuji

bagi subjek yang dituju. Penga­ laman lembaga ad hoc serupa, seperti TPF Munir, produk re­

komendasinya ternyata mandul. Namun, ini adalah kesempatan untuk “Mengejar titik terang walaupun di lorong yang gelap”. Skenario pesimistis tetap ada, tetapi harus disadari bahwa re­ komendasi TPF dapat dijadikan arsenal (gudang peluru) untuk mewujudkan keadilan minimum melalui akses masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam. Dengan demikian, eskalasi kon­ flik dapat dieliminasi dan hak­hak konstitusional warga tidak lagi diabaikan.

Peta Konflik

Konf lik Mesuji menjadi isu nasional setelah warga yang di­ dampingi Lembaga Adat Megou­ pak dan Mayjen (Purn.) Saurip Kad i melaporka n ke Kom i si III DPR (13­12­2011) dengan memutarkan video terjadinya pembunuhan. Sebagian besar gamba rnya d irekam d i Desa Sodong , Keca mat a n Mesuji, Kabupaten Ogan Kemiring Ilir, Sumatera Selatan, serta kejadian di Pattani, Thailand Selatan.

CMYK

BERSaMBUng kE Hlm. 12

± ±


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.