Edisi 64 | X | 2014 | www.lpmjournal.com
Manajemen Orma Masih Belum Optimal
Menengok Ruang Kerja Lembaga Mahasiswa Dua Sertifikat Internasional Sebagai Syarat Kelulusan
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
Selamat datang di Amikom. Kampusnya orang berdasi
DITERBITKAN OLEH: LPM Journal STMIK Amikom Yogyakarta
PELINDUNG: Drs. M. Idris Purwanto, M.M.
PEMBINA:
Setelah sempat terhenti penerbitannya lantaran pergantian kepengerusan, kini D'Journal kembali hadir di Kampus Ungu dengan suguhan berita yang lebih segar.
Jaeni, S. Kom.
PIMPINAN UMUM: Ndaru Kurniawan
WAKIL PIMPINAN UMUN: Fregy Damara
SEKRETARIS: Ali Fatur Rohmah
BENDAHARA: Geslin Ardhana R.
PIMPINAN REDAKSI: Gopinda Al A.
PIMPINAN PRODUKSI: Handayani Ekaningtyas
REDAKTUR PELAKSANA: M. Urfa Nurfathan, Handayani Ekaningtyas, Tutur Larasati, Ayu Nathania.
REDAKTUR: Rony Prasetya N., Arum Minna L, Fregy Damara.
Ada kesan baru pada buletin edisi ini dan edisi-edisi berikutnya. Kini buletin D'Journal akan lebih difokuskan untuk membahas dan mengupas permasalahan yang ada di lingkungan Orma atau UKM. Untuk mengawali pembahasan soal Orma dan UKM, pada kesempatan ini kami menitikberatkan pembahasan buletin pada bagaimana setiap Orma dan/atau UKM di Amikom mengelola dan memanfaatkan segala fasilitasnya—termasuk SDM. Apakah telah optimal atau masih jauh dari kata sempurna? Selamat menikmati buletin kami, semoga buletin ini dapat menjadi pencerah—bukan perumit—dari sederetan masalah yang ada. Tetap optimis, Kawan!
REPORTER: Yusuf Dwi Putra, Geslin Ardhana R, Asih Wulan Sari, Riski Diah A.K, Yoga Patria.
Salam Persma!
FOTOGRAFER: Ganes B. Bramastio
KONTRIBUTOR: Izzatil Ishmah F. Tutur L, Ahmad S , Nano H, Rian M, Vonatya Bercahaya G G, Atin S, Merti Dina N, Andik S.
LAYOUTER: Fredi Santoso ALAMAT REDAKSI: Gedung BSC Ruang VI.3.8, STMIK Amikom Yogyakarta, JL. Ringroad Utara, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. EMAIL : lpmjournal@gmail.com. WEBSITE: www.lpmjournal.com . Redaksi buletin D’Journal juga terbuka untuk hak jawab, saran dan kritik berkaitan dengan konten ataupun tampilan dari buletin D’Journal
Selamat dan Sukses atas wisudanya rekan kami: Tommy Saputra, A.Md Zani Noviansyah, S.Kom Adam Ghifari, S.Kom Ngaliman, S.Kom AnnisaFauziyah, S.Kom
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
Topik Utama
Manajemen Orma Masih Belum Optimal Organisasi mahasiswa (Orma) sebagai fasilitas dari Amikom yang berguna sebagai wadah menyalurkan bakat, menyalurkan aspirasi, tempat belajar, dan berorganisasi. Setiap organisasi pasti mempunyai manajemen, dimana manajemen tersebut berguna mengelola organisasi dan seluruh anggotanya agar kearah yang lebih baik. Manajemen yang baik tentunya mempunyai landasan atau pedoman untuk mewujudkan cita cita maupun tujuan organisasi tersebut. Orma di Amikom sendiri dalam memanajemen cukup baik namun masih terdapat beberapa masalah seperti pengelolaan sumber daya manusianya (SDM) kurang baik, kenyataannya banyak mahasiswa yang direkrut tidak dapat dipertahankan seluruhnya sehingga banyak
juga yang keluar dari orma tersebut atau biasa disebut seleksi alam. Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan, Muhammad Idris P menyatakan keuntungan Orma bagi Amikom yaitu mempunyai misi bersama antar mahasiswa, Amikom dan orang tua. “Visinya ya lulus tepat waktu, mampu memimpin dan dapat pekerjaan yang layak,” tambahnya. Organisasi Mahasiswa di Amikom sudah menjalankan fungsinya masing-masing. Menurut Idris untuk menjadi organisasi yang baik yaitu organisasi yang hasilnya mendekat perencanaan ataupun perencanaan mendekati hasil. “Jika suatu organisasi mengalami perkembangan berarti organisasi tersebut bisa dibilang bagus,” jelasnya.
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
Salah satu tujuan didirikannya Himpunan Mahasiswa Jurusan SI Organisasi Mahasiswa di Amikom untuk (Sistem Informasi) / MI (Manajemen menambah relasi serta wawasan dalam Informatika (HIMMSI) berpedoman pada berorganisasi. Kuota saat rekruitmen Standar Operasional Prosedur (SOP) dan organisasi juga tidak ada batasan. MasingAnggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga masing orma dapat mementukan sendiri (AD/ART) dalam memanajemen tahapan seleksi untuk calon anggota oraganisasinya, untuk melaksanakan barunya. Strategi setiap orma tentunya fungsinya, yaitu: sebagai himpunan mahasiswa berbeda-beda, ini dikarenakan setiap orma Amikom jurusan SI / MI dalam bidang memiliki jumlah sumber daya manusia yang akademika. berbeda dan program kerja yang berbeda Sigit Subarkah (12.12.6938) selaku pula. ketua HIMMSI menuturkan bahwa dalam Himpunan perekrutan Mahasiswa anggota tidak ada “Suatu organisasi mengalami Jurusan Teknik batasan. HIMMSI perkembangan berarti organisasi Informatika menargetkan tersebut dibilang bagus.” (HMJTI) yang mahasiswa yang bertujuan sebagai mendaftar penampung aspirasi dan penghubung antara sebanyak 150 orang dikarenakan mereka mahasiswa dengan kajur, mempunyai sedang membutuhkan orang yang benar-benar strategi sistematis, cepat, disiplin, dan teliti. konsisten dan berkomitmen dalam organisasi Untuk memanajemen ormanya Danin tersebut. “Tahapan seleksi ada, tetapi Kristianto(12.11.6616) selaku ketua HMJTI, sebenarnya hanya seleksi alam bagaimana melakukan pengawasan pada setiap anggota mereka mengikuti kegiatan di HIMMSI dari dan komunikasi yang baik pula. Orma yang awal sampai akhir,” tandasnya. Kedisiplinan mempunyai proker andalan pengabdian pun diterapkan di orma ini untuk mewujudkan masyarakat serta riset akademik ini dalam tujuan mereka. Sigit juga mengungkapkan perekrutan anggota pengurus baru tidak bahwa tujuan akhir dari kepengurusan ini memberikan batasan ataupun kuota. adalah untuk mempersatukan seluruh jurusan Mahasiswa yang mendaftar HMJTI sistem informasi se- Yogyakarta. pun harus menjalani seleksi. Ada beberapa Teater Manggar dalam memanajemen tahapan seleksi untuk menjadi anggota ormanya melakukan latihan rutin dua kali pengurus HMJTI, seperti wawancara untuk seminggu agar anggotanya ada aktifitasnya. mengetahui bagaimana calon anggota Mereka melakukan berbagi materi dan tersebut dalam bersikap serta bagaimana pengalaman dengan teater kampus lain dalam gaya bicaranya, dan Pelatihan Dasar rangka meningkatkan mutu dalam pemberian Kepemimpinan. Danin juga mengungkapkan, materi kepada anggota dan cara harapan untuk seluruh Orma di Amikom memanajemen organisasi yang bagus. Teater agar bisa membanggakan kampus sendiri, Manggar mempunyai tujuan sebagai wadah dan acara seperti Expo tidak hanya menjadi mahasiswa Amikom mengekspresikan seni tempat rekruitmen anggota, tetapi bisa khususnya dibidang teater. menjadi tempat dan waktu dimana seluruh Orma bisa berkumpul. Yoga Galih Prasetyo (13.11.6785)
04
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
selaku ketua teater Manggar satu Orma jadi banyak teman, relasi, mengungkapkan bahwa dalam rekrutmen pengalaman berorganisasi serta jadi lebih anggota sama seperti orma-orma yang lain, bertanggung jawab. Untuk manajemen orma yaitu tidak ada batasan hanya menargetkan nya sendiri sudah tertata rapi dan masingmahasiswa yang mendaftar sebanyak 100 masing divisi sudah melakukan sesuai orang. Tahapan seleksi juga tidak ada, yang bagian dan tugasnya,�ungkapnya. Windar ada hanya seleksi alam. berharap agar seluruh Mereka hanya Orma lebih mengajak latihan “Untuk manajemen ormanya sendiri bersosialiasi kepada rutin dan mahasiswa sudah tertata rapi dan masing-masing memberikan khususnya divisi sudah melakukan sesuai bagian mahasiswa baru. materi seni dan tugasnya.� teater kepada Dalam AngkatanMuda penelusuran kami (AngMud). Teater mayoritas Orma di Manggar memiliki program kerja yang Amikom masih mengharapkan menjadi andalan mereka seperti Study organisasinya dapat lebih baik dalam Pentas yaitu pertunjukan teater yang memanajemen anggota. Orma-orma diadakan setahun sekali dan Cafe Bulanan, tersebut masih mengeluhkan beberapa yaitu menampilkan hasil karya segala macam anggota dan pengurus yang masih belum seni, jadi tidak hanya seni teater saja yang konsisten dalam berorganisasi. Ini dapat ditampilkan. Yoga menuturkan, bahwa berdampak pada manajemen organisasi pengelolaan organisasi diteater manggar yang akan mengganggu organisasi tersebut sendiri sudah cukup bagus tetapi masih ada untuk mewujudkan tujuannya dan hasil dari yang kurang seperti pemberian ilmu dari perencanaannya. senior yang masih kurang. Ia berharap pada Tidak hanya anggota dan pengurus anggota kepengurusan periode saat ini agar orma saja yang menginginkan terbentuknya sadar akan tempat dan untuk lebih suatu manajemen organisasi yang baik menonjolkan keseniannya bukan tetapi seluruh warga kampus demi mementingkan sesuatu yang tidak ada mewujudkan tujuan bersama. kaitannya dengan seni ataupun organisasi Rony|Geslin|Putra karena yang kita butuhkan saat ini adalah bagaimana cara mengolah organisasi yang baik. Salah satu mahasiswi Amikom, Windar Makhita (12.01.3106) mengungkapkan fungsi Orma sendiri bagi mahasiswa Amikom yaitu untuk melatih kerja tim dan agar lebih bisa bertanggung jawab. Pentingnya mengikuti orma juga menambah keuntungan bagi mahasiswa karena akan melatih percaya diri. “Selama ini yang saya dapatkan selama mengikuti salah
05
Karya Ngelantur
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
Andik Saputra (12.12.7025)
Nano Hendratno (12.12.6906)
06
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
Liputan
Menengok Ruang Kerja Lembaga Mahasiswa
STMIK Amikom Yogyakarta merupakan salah satu perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Untuk mendukung berjalannya birokrasi di Indonesia, Amikom memiliki organisasi mahasiswa (orma). Orma di Amikom sendiri ada 20, dua di antaranya berperan sebagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Legislatif Mahasiswa –Senat Mahasiswa—ala Amikom.
(Fornas) dengan tema Sekolah pemimpin bangsa di Universitas Jendral Sudirman, tambah Yusron (24/9). Program kerja BEM sebagai badan eksekutf sedikit berbeda dengan badan legislatif yang disebut Senat Mahasiswa (Sema). Sebagai organisasi tertua ketiga di kampus, Sema memiliki peran untuk Controlling, Budgeting dan Legaliting. Hal tersebut tercantum dalam AD dan ART Sema.
Peran BEM Amikom dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) adalah sebagai penengah antara mahasiswa dengan pemerintah, hal ini disampaikan Yusron Prayoga (10.11.3648) selaku wakil presiden mahasiswa. Kemudian agenda atau program kerja (proker) BEM sendiri dibagi menjadi dua yaitu, agenda di dalam kampus dan di luar kampus.
Saat ditemui di sekretariat Sema, Serikat R (11.12.6150) selaku sekretaris umum Sema menjelaskan bahwa controlling adalah untuk mengontrol mahasiswa dalam kegiatan yang diikuti, badgeting adalah mengatur pendanaan semua organsasi mahasiswa, sedangkan legalising untuk menyetujui atau membuat Undang-Undang.
Agenda BEM di dalam kampus adalah untuk menghidupkan roh kompetisi seperti Pekan Ilmiah dan Pekan Olahraga Seni Mahasiswa (Pima Posma), yang berfungsi untuk meningkatkan kopetensi di luar akademik terutama dibidang Olahraga. Agenda di luar kampus adalah membangun jaringan ke kampus lain seperti forum nasional seIndonesia.
Program kerja yang dilakukan oleh Sema sebelumnya dipresentasikan kepihak lembaga. Program kerja Sema sendiri ada 20 program. Serikat menambahkan, bahwa program yang cukup berat adalah Mubes yang membahas tentang pendanaan, Dialog Lembaga Mahasiswa (DLM), Penggalian Potensi Mahasiswa (PPM), Expo dan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).
90% Program kerja dari BEM tercapai, antara lain; program dalam kampus yang meliputi Kunjungan Industri, Bina Desa, Pima Posma, Program Kreatifitas Mahasisa (PKM )dan Kajian mahasiswa. Sedangkan untuk yang di luar kampus BEM juga mengikuti Forum Nasional
Menurut Serikat dan Yusron, kedua organisasi tersebut tidak ada tumpang tindih, justru mereka saling bekerja sama, sering bertukar pikiran dalam forum rapat maupun di luar forum. Arum|Wulan
07
Wacana
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
Kebijakan Baru Bukan Sistem Rodi Oleh: Vonatya Bercahaya Gilang Gemilang (12.02.8393) Sekarang lembaga dan mahasiswa
kuliah, bagaimana cara mereka mengulang mata
diperbolehkan cemas. Kementrian Pendidikan
kuliah bila batas waktu hanya 1 tahun. Lepas
dan Budaya mengeluarkan kebijakan. Kuliah
dari itu akan timbul masalah baru. Ledakan
sarjana harus tercabut dalam kurun waktu 5
pengangguran tidak bisa dihindarkan.
tahun lengkap dengan toleransi. Aturan tersebut
Tercermin dalam gambaran sehari-hari. Jangan
tertuang dalam PERMENDIKBUD No. 49 Tahun
sampai pihak Pemerintah yang membuat
2014. Mahasiswa tidak bisa lagi bersantai,
kebijakan menyesal nantinya.
kuliah diwajibkan lulus pada tahun kelima.
Kebijakan akan menjadi pekerjaan
Mengejar gelar sarjana tidaklah mudah bahkan
cukup sulit bagi semua perguran tinggi. Semua
ada yang sampai 7 tahun. Kebijakan ini
pihak perguruan tinggi wajib mengevaluasi
menuntut sekitar 144 sks harus tepat pada
kebijakan lama dan meretas ulang tujuan agar
sasaran jika tak ingin terkena drop out.
hasil baru tercapai. Mahasiswa paling berperan
Disebabkan banyak mahasiswa tingkat
penting, semua keputusan diberatkan pada
akhir yang tak lekas mencabut gelar sarjana.
mahasiswa dan bagaimana cara mengatasi
Tidak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan
pekerjaan adalah keputusan akhir. Nama baik
mahasiswa yang terikat organisi mahasiswa
perguruan juga sedang dipertaruhkah. Mungkin
cenderung lebih molor karena mereka belum
ini perlombaan dalam pertahanan mahasiswa
bisa melepas zona nyaman. Melepas zona
agar tidak terkena drop out. Seperti bertaruh
nyaman tak semudah mencabut bulu ketiak.
wajah dengan ijazah, cukup menyebalkan tapi
Ketika mereka sudah terasa memiliki hal baru
menuntun.
tidak disalahkan akan lupa tujuan awal
Hasil kebijakan dapat dilihat saat
mencapai study. Ini yang membuat tingkat
dibandingkan dengan sebelumnya.
kesadaran mahasiswa menjadi rendah. Namun
Bagaimanapun kebijakan tersebut tentunya
kebijakan ini adalah satu siasat agar mahasiswa
untuk membenahi kekurangan dalam
dapat cepat menyelesaikan masalah study dan
pengembangan kurikulum maupun menuntut
perguruan tinggi bisa lebih cepat mendapat
agar mahasiswa dapat lulus lebih cepat seperti
mahasiswa baru tanpa harus mengantri panjang
banyak perguruan tinggi impikan. Mudah-
lagi.
mudahan dengan adanya kebijakan ini tidak Disetiap kebijakan selalu ada
permasalahan. Dimulai dari pengulangan mata
08
memberatkan perguruan tinggi dan mahasiswa itu sendiri.
Wacana
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
Untung Rugi Peluncuran PERMENDIKBUD Oleh: Atin Supriyatin (12.02.8338) Kementerian Pendidikan dan
mahasiswa yang notabene lebih memilih
Kebudayaan mengeluarkan kebijakan yaitu
perguruan tinggi negeri (PTN) dan menjadikan
PERMENDIKBUD No. 49 Tahun 2014 tentang
input mahasiswa sangat berbeda. Sangat di
Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT)
sayangkan langkah direktorat Jendral
Kebijakan baru membatasi kuliah SI Atau D-IV di Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud tempuh maksimal 5 tahun . Beban belajar 144
yang selalu menggunakan kacamata PTN dalam
SKS harus diselesaikan mahasiswa dalam waktu
mengeluarkan kebijakan aturan selama ini.
4-5 tahun toleransi aturan sebelumnya
Dikti dinilai tidak pernah melihat kondisi
mahasiswa SI di berikan waktu 7 tahun (14
kampus swasta dan tidak pernah membedakan
semester) dan dengan adanya aturan ini
perlakuan keduanya .
semakin mepet saja batas kemoloran kuliah
Dalam hal ini dipastikan tingkat
hanya di beri waktu selama 1 tahun dan jika tak
kelulusan setiap tahunnya akan semakin
kunjung lulus mahasiswa terancam di drop-out
meningkat dan berdampak pada porsi
(DO).
pengangguran intelektual yang tinggi karena Kebijakan tersebut mungkin di
kurangnya lapangan pekerjaan. Harusnya
keluarkan karena perguruan tinggi semakin
pemerintah juga menyiapkan lapangan
membatasi masuknya mahasiswa baru,
pekerjaan untuk para sarjana. Lulusan PTN
disebabkan oleh banyaknya mahasiswa yang tak
cenderung lebih dilirik dari pada PTS ini
kunjung mendapat gelar sarjana. Ini dapat
terbukti dari syarat yang diajukan beberapa
memicu mahasiswa untuk lebih fokus dalam
lembaga pekerjaan.
system perkuliahan dan meringankan beban
Diharapkan dengan adanya kebijakan
pembayaran. Dilain sisi pihak perguruan tinggi
baru pihak perguruan tinggi dapat membenahi
harus membenahi system mengajar dan
system dan cara memberikan kurikulum. Bukan
pemahaman. atau sekedar membuat aturan
hanya dari pihak perguraun tinggi saja namun
untuk para dosen agar standar mereka dalam
mahasiswa juga berperan penting dalam
memberi nilai lebih tertata karena lulus tidaknya
perubahan kebijakan. Karena pemerintahan
mahasiswa tergantung nilai, dan nilai tergantung
mengeluarkan kebijakan tidak lain untuk
dosen . Diharap dosen tidak memberikan
membenahi dan mencapai tujuan yang baik.
pengulangan mata kuliah apabila tidak ingin dicap
Semoga dengan adanya kebijakan baru, semua
sebagai perguruan tinggi drop out.
partikel perguruan tinggi dapat bertanggung
Selain itu kebijakan dapat merugikan
jawab dan menuai hasil yang diinginkan.
perguruan tinggi swasta (PTS). Calon
09
Foto Journal
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
Nostalgia di Pasar Yakopan Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-32, Bentara Budaya Yogyakarta menggelar serangkaian kegiatan yang di kemas dalam tema “Septemberan�. Salah satu dalam rangkaian acara tersebut adalah Pasar Yakopan yang digelar dari tanggal 15 - 21 September 2014. Tujuan dari Pasar Yakopan adalah masyarakat bisa kembali mengenal benda-benda tradisi dari masa lampau yang sarat akan nilai seni dan budaya. Selain benda benda dari masa lampau Pasar Yakopan juga menyajikan banyak jajanan dan makanan tradisional yang sudah jarang ditemui di pusat - pusat perbelanjaan.
Foto dan teks oleh: Ganes B. Bramastio
Wayang dan Topeng yang sudah menunggu untuk di beli oleh pengunjung Pasar Yakopan (20/9).
10
15
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
Foto Journal
Benda-benda lawas yang di jual didalam Pasar Yakopan. (20/9)
Pembeli sedang melihat-lihat barang yang di jual dalam Pasar Yakopan (20/9).
Barang-barang lawas yang sudah jarang di temui tapi dijual dalam pasar Yakopan (20/9).
11
Liputan
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
Dua Sertifikat Internasional Sebagai Syarat Kelulusan
Tahun ini, STMIK Amikom Yogyakarta memberlakukan kewajiban memiliki minimal dua sertifikat Internasional sebagai syarat kelulusan mahasiswa S1 Teknik Informatika (S1-TI) angkatan 2014. “Hal ini diterapkan seiring dengan rencana strategi dari STMIK Amikom Yogyakarta, bahwa Amikom ingin lulusannya memenuhi kualifikasi global”, jelas Sudarmawan selaku Ketua Jurusan S1 Teknik Informatika.
merupakan bentuk rasa tanggung jawabnya selaku Ketua Jurusan S1-TI untuk kepentingan dan kebaikan lulusan jurusan. “Dengan diterapkannya aturan syarat kelulusan ini diharapkan lulusan Amikom siap menghadapi perubahan kondisi lingkungan termasuk lingkungan internasional serta meningkatkan kualitas jurusan dengan semakin banyaknya mahasiswa yang tersertifikasi”, jelasnya.
Sertifikat yang dimaksud lebih ditekankan kepada sertifikat keahlian. Untuk saat ini, Amikom bekerja sama dengan PT. Gits Solution selaku penyelenggara sertifikasi lokal maupun Internasional di lingkungan Amikom. Sebagai contoh sertifikasi Cisco Certified Network Academy(CCNA) dibidang networking.
Kebijakan ini nyatanya mendapat apresiasi positif dari kalangan mahasiswa. Salah satu mahasiswa internasional jurusan S1 Bachelor of Computer and Information Technology, Fatwa Kurnaini(14.16.0034) belum mengetahui syarat tersebut namun ia menyetujuinya. Menurutnya, dalam dunia Ilmu Teknologi (IT) sertifikat ini merupakan tolak ukur bagi mahasiswa yang berguna jika mereka terjun ke dalam dunia IT. “Walaupun ini akan memberatkan mahasiswa dikarenakan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengikuti sertifikasi Internasional”, tambahnya.
Kebijakan tersebut nyatanya tidak mengharuskan mahasiswa memiliki minimal dua sertifikat yang sifatnya internasional, tetapi sertifikat lokal pun tidak masalah. Namun Sudarmawan mempertegas bahwa alangkah baiknya jika sertifikat internasional yang di prioritaskan. “Sertifikat lokal ini tentu bukan sembarang sertifikat lokal, pihak Lembaga melakukan kontrol terhadap sertifikat lokal tersebut”, tambahnya. Sudarmawan menjelaskan sertifikat lokal ini berarti sertifikasi yang diselenggarakan oleh pihak Amikom. Ketika diminta keterangan mengapa kebijakan tersebut diterapkan di S1-TI, beliau berkata bahwa langkah kebijakan ini
12
Apabila bicara tentang harga sertifikasi di Amikom, Sudarmawan berpendapat bahwa harga dari sertifikasi Internasional yang diselenggarakan Amikom jauh lebih murah daripada sertifikasi Internasional yang diselenggarakan oleh pihak luar. Maka dari itu, beliau berharap mahasiswa dapat berpartisipasi penuh dalam mengikuti sertifikasi yang sudah diselenggarakan. Fregy|Kiki
15
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
Wawancara
Amikom Kembali Meraih Penghargaan INAICTA STMIK Amikom Yogyakarta mengirimkan beberapa perwakilan mengikuti kompetisi Information and Communication Technology Award (INAICTA) dan Naskan salah satu dosen tidak tetap Amikom menjadi juara dengan kategori FINAL E-Inclusion. Berikut petikan wawancara dengan Naskan selaku pemenang juara INAICTA.
kesulitan karena sudah terbiasa dengan hal tersebut. 4. Siapa saja yang boleh ikut INAICTA dan ada berapa kategori? Di kompetisi tersebut bebas boleh siapa saja yang ikut karena ada beberapa kategori dari SD, SMP, SMK, Perguruan tinggi dan Profesional (Perusahaan). Kalau saya sendiri masuk dalam kategori Profesional . Ada 16 kategori, saya masuk dalam kategori E-Inclusion yaitu khusus 1. Apa nama karya yang anda buat? Dan kaum difabel (kekurangan) dan bagaimana cara kerjanya? mempunyai fungsi sosial khusus. Nama karya yang saya buat ialah 5. Setelah menang INAICTA, Apakah Blindshoes (Sepatu pendeteksi penghalang) kedepannya untuk kompetisi Asia atau bisa dikatakan sebagai sepatu untuk Pasific ITC Alliance Award(APICTA) tuna netra. Sistem kerjanya bisa mendeteksi akan dikembangkan? penghalang dan lubang dibawah sepatu jadi Sebenarnya ini masih dalam proses bisa memberi peringatan kepada pengguna pengembangan ini baru prototap nanti ada sehingga pengguna bisa menghindari benda satu lagi buat persiapan APICTA karena yang ada dibawah atau depannya. sampai sekarang kompetisi APICTA belum 2. Bagaimana anda bisa mempunyai jelas. Awalnya rencana penyelenggaraan inspirasi membuat karya tersebut? APICTA pada bulan November di Pakistan Inspirasi ini muncul ketika teman saya karena sedang terjadi konflik mungkin terkena musibah penyakit glukoma dan tempat akan berpindah Indonesia. mendapat vonis dari dokter harus 6. Bagaimana respon dari juri atau peserta dioperasi matanya, makanya saya ingin yang hadir? membantu dengan membuat sesuatu yang Responnya begitu antusias dan banyak bermanfaat. Inspirasi yang lain ialah satu yang tertarik. Ada salah satu juri yang mahasiswa yang ketika saya mengajar meminta tapi saya belum bisa memenuhi sering mengutarakan di kelas istilahnya karena itu baru prototap jika ada biaya tongkat si buta. Tapi tongkat ini belum bisa mungkin bisa mengirimkan ke juri. mendeteksi lubang dan powernya belum 7. Pesan atau harapan buat mahasiswa dan bisa mengecast, untuk sistem secara garis lainnya? besar sama tapi fitur yang dimiliki, kegunaan dan kebutuhan lebih powerfull Kalau kita mempunyai ide, gunakanlah simple digunakan. kemampuan ide intelektual kita sehingga kemampuan kita bisa menjual sehingga 3.Apakah ada hambatan dari pembuatan tidak harus menjual suatu berbentuk pengerjaan? barang tetapi kita bisa memanfaatkan ide Dari hambatan tidak begitu masalah intelektual untuk mengimplementasikan karena teknologi sudah ada tinggal kita sesuatu. Yoga merangkai sesuai dengan kebutuhan. Dari pengerjaan juga tidak masalah atau
13
Seputar Teknologi Informasi
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
Teknologi Kamera Intel RealSense 3D Dalam upaya membuat interaksi antara manusia dan komputer dengan teknologi yang lebih sederhana dan lebih alami, Intel Corporation bersama perusahaan-perusahaan lain bekerjasama membuat sebuah perangkat keras dan perangkat lunak yang mereka sebut Intel RealSense technology. Kamera IntelRealSense3D adalah salah satu produk pertama dikeluarga baru dan produk pertama di dunia yang terintegrasi 3D dan modul kamera 2D yang membantu perangkat dapat melihat mirip mata manusia.
IntelRealSense3D merupakan kamera pertama yang memiliki sensor kedalaman terbaik di kelasnya dan kamera full color1080p. Ia memiliki kemampuan untuk mendeteksi gerakan jari yang memungkinkan tingkat deteksi gerakan yang sangat akurat dan fitur deteksi wajah untuk mengenali gerakan danemosi. Hal ini dapat memahami foreground dan background untuk mengontrol, meningkatkan augmented reality interaktif, memindai item tiga dimensi, dan banyak lagi.
“Selama beberapa dekade, orang harus belajar bahasa baru, teknik dan perintah untuk mendapatkan perangkat yang dapat melakukan apa yang kita inginkan. Visi kami dengan teknologi Intel Real Sense adalah untuk mewujudkan hal tersebut dan membuat perangkat kita belajar dan memahami kita. Dengan melengkapi mereka dengan teknologi yang meniru indra manusia dengan cara yang lebih asli, kegiatan sehari-hari kita seperti belajar, komunikasi dan bermain. � Kata Mooly Eden, wakil presiden senior serta general manager dari Perceptual Computing Group
Untuk memungkinkan panggilan video dan konferensi dengan kamera IntelRealSense3D, Intel dan MicrosoftCorp telah bekerjasama untuk memberikan panggilan video yang lebih mendalam daripada sebelumnya di Skype dan Lync. Kamera 3D akan memberikan kemampuan untuk mengendalikan dan menghapus latar belakang seseorang saat panggilan video untuk menyajikan hanya pemanggil dan dengan gambar yang sebenarnya bukan di belakang mereka. Dengan kemampuan ini, orang memiliki lebih banyak pilihan karena mereka dapat mengubah tampilan latar belakang mereka, atau menghapus semua bersama-sama untuk berbagi presentasi, menonton acara film atau olahraga bersama-sama. Eden mengatakan teknologi IntelRealSense akan memberikan pengalaman baru immersive, termasuk mengubah cara orang berkolaborasi melalui konferensi video, meningkatkan pembelajaran dan edutainment melalui augmented reality, gaming, serta kemampuan capture dan berbagi gambar 3D. Shodik Sumber : http://www.guru3d.com/newsstory/intel-realsense-technology.html
14
15
Pojok Sastra
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
CUKUP !! Oleh : Izzatil Ishmah F. (12.12.6489)
Cukup.. Cukup.. Aku ingin marah Aku ingin menangis Tapi, aku lebih ingin tertawa melihat ini Jangan berdebat Jangan berselisih Jangan bertengkar Ya, tak ada yang perlu dibuat keruh Tak ada yang perlu dibuat kusut Aku disini, berdiri didepan kalian Wahai saudaraku Biarkan aku bertanya Tak perlu kalian jawab Cukup di dengar, cukup Apa ranting akan tumbuh tanpa akar? Ranting bisa tumbuh bersama daun dan buahnya Mereka ada karena akar yang kokoh Mereka ada karena akar yang sehat Yang membiarkan mereka tumbuh menjulang tinggi Cukup kubilang cukup Kau berteriak tradisional Kau berteriak modern Seakan kalian berdiri sendiri
Seakan kalian tak saling kenal Kau tradisional Kau tumbuh dari bawah Kau hidup sekian lama Kau dikenal semua kalangan Dan kau pun mulai menua !! Kau modern Kau memang anak baru Kau baru saja lahir Kau dikenal dan dicintai masa kini Tapi kau ada karena dia ada !! Kalian saling membutuhkan Dengan 2 sisi ini kalian mengerti Bukan berjalan sendiri-sendiri Perbedaan tak membuat kita jauh Perbedaan buat kita utuh Mendekatlah kalian, jangan buat jarak Peluklah erat jangan sampai lepas Rasakan jantung ini berdetak Rasakan nadi ini mengalir bebas Tak perlu ragu kalian satu Buat satu hembusan polos Biarkan dia menembus seluruh raga alam Biarkan mereka pun tau Kalian ada Kalian satu
15
Pojok Sastra
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
Untuk Sebentar Saja oleh: Tutur Larasati 12.11.6478 Aku sedang menikmati secangkir cokelat hangat di malam hari. Berlamunan di bawah kolong langit. Entah siapa yang mengajaku berlamun, hanya saja seolah-olah aku nyimak. Akan apa saja di sekitaran. Malam tampaknya tak mengapa jika aku datang. Dengan berteman senyuman wahai rembulan dan angin lembut merangkul. Melupakan sejenak kusut-kisut di wajah. Seakan sulit hilang walau berganti hari. Kali ini tak kutorehkan senja dalam baitku. Tak lagi kusisipkan senja pada diamku. Sengaja bagiku. Ingin sesekali kuajak malam bercerita. Kali ini saja, bolehlah . . . Aku ingin berbagi cerita pada langit cantik nan ramah. Tapi jangan anggap aku tak lagi menikmati senja. Bukan tak mau lagi kau berkunjung, yakinlah.
Agenda
D’Journal Edisi 59 | V | 2013
Pameran dan Diskusi “Pekan Journal” Tanggal : 21-23 Oktober 2014 Tempat : Basemen V HTM : Gratis Pameran Gadget IT Expo Yogyakarta Tanggal : 15-19 Oktober 2014 Tempat : Gedung JEC Yogyakarta HTM : Gratis
16
15
Referensi
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
Malam Minggu Miko Movie Genre Sutradara Produser Durasi Rilis
: Drama, Komedi : Raditya Dika : Tyas Abiyoga : 90 Menit : 11 September 2014
Malam Minggu Miko Movie adalah film komedi layar lebar yang diperankan oleh Raditya Dika (Miko), Ryan Andriandhy (Ryan), Andovi Da Lopez (Dovi) dan Hadian Saputra (Anca). Film ini juga disutradari oleh Raditya Dika dan tayang di bioskop pada 11 September 2014. Selain sebagai pemeran utama, Raditya Dika juga sebagai Sutradara dari film ini. Film komedi layar lebar ini sama halnya seperti Malam Minggu Miko serial komedi yang tayang di kompas tv, film ini mampu menyuguhkan komedi yang benarbenar membuat anda tertawa lepas karena ceritanya yang sangat kocak. Di dalam film ini banyak kata-kata kutipan tentang cinta ala Raditya Dika, mulai dari yang gokil sampai yang benar-benar puitis juga ada. Komedinya pun terkesan lebih hidup dan berasa anak muda banget, dan buat orang-orang jomblo ngenes pasti akan terdapat banyak kesamaan mulai dari harapan palsu, friendzone, sampai terangterangan gebetan Miko balikan sama mantanya yang jauh lebih jelek dari dia. Film ini mengisahkan malam minggu anak muda zaman sekarang yang lebih identik bermalam mingguan dengan pasangannya masing-masing, namun berbeda dengan sang tokoh utama (Miko) yang malam minggunya selalu dijalani dengan kegagalan oleh hal-hal konyol yang akan membuat anda tidak bisa
Film menahan tawa. Belum lagi kegilaan Dovi yang masih berkutat dengan kuliah yang belum kelar, serta Anca yang merupakan keturunan keluarga pembantu wardana siap mengocak perut anda karena kekonyolan dan keluguannya sebagai pembantu. Berawal dari sebuah mimpi Ryan tentang kutukan yang diterima Miko saat masih duduk di bangku SMP. Ryan yakin kutukan inilah yang membuat kisah cinta miko selalu kandas dan kutukan tersebut akan hilang jika Miko menemukan siapa yang menulis kata “Gue gak bakalan cinta-cintaan� di seragam lab biologi Miko. Kemudian mereka berinisiatif untuk mencari teman yang dulu satu kelompok biologi. Akhirnya mereka mendatangi satu persatu temanteman itu , alhasil mereka gagal menemukan siapa sebenarnya yang menulis kutukan tersebut. Sampailah pada orang terakhir yang bernama Dira yang akan membuat malam minggu Miko memiliki arti yang luas. Apakah yang terjadi pada mereka? Dan apakah Miko akan mengetahui siapa yang menulis kutukan di bajunya? Rian
17
Referensi
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
Transcendence
Jenis Film Sutradara Rilis Penulis Produser Pemain
: Science Fiction : Wally Pfister : 18 April 2014 : Jack Paglen : Christopher Nolan, Emma Thomas : Johnny Depp, Rebecca Hall, Paul Bettany, Morgan freeman, Kate Mara
Film ini diawali dengan sepasang ilmuan yaitu Will yang diperankan oleh Johnny Depp, dengan istrinya Evelyn yang diperankan olehRebecca Hall yang ingin mengembangkan teknologi kecerdasan buatan. Penelitian mereka menjadikan seokor monyet sebagai bahan percobaan, yaitu dengan memindahkan semua memori dan kesadarannya kedalam komputer. Sehingga seolah-olah “nyawa” monyet tersebut dipindahkan kedalam komputer. Dalam misi mereka kali ini ada sekelompok anti-teknologi yang dipimpin Bree (Kate Mara) yang merasa terusik sehingga ingin membunuh Will.Tidak siap kehilangan Will sang istri Evelyn dibantu temannya Max (Paul Bettany) mencoba memindahkan kesadaran Will pada PINN – prosesor cerdas buatan Will. Percobaan ini berhasil namun malah membuat dunia teknologi semakin terancam setelah komputer yang berisi PINN tersebut terhubung dengan internet. Max yang menyadari halter sebut segera menyelamatkan Evelyn dari ancaman Will yang semakin canggih saat terhubung dengan internet. Evelyn yang tetap bersikeras ingin membuat Will semakin “nyata” hingga mengubah gurun Bright wood menjadi tempat riset untuk mengembangkan kamapuan Will. Setelah dua tahun kemampuan Will dalam teknologi nano yang digunakan dapat menyembuhkan orang sakit bahkan dapat menciptakan manusia.Wiil pun berubah menjadi “sosok” program yang lebih agresif. Perlawanan untuk menghentikan Will semakin gencar, bahkan sahabatnya pun Max dan Joshep (Morgan Freeman) pun turut membantu menghentikan ambisi Will untuk mengubah dunia. Tak berhenti disitu JackPaglen, Sang Penulis film ini juga membumbui dengan kisah Evelyn yang sangat mencintai Will sehingga menambah kesan drama pada film pertama yang disutradarai Wally Psifterini. Selain itu efek visual dan sinematografi yang menampilkan kecanggihan teknologi juga menambah apik setiap gambar film yang berdurasi 119 menit ini. Dina
18
15
Glosarium
D’Journal Edisi 64 | X | 2014
Sistematis baik-baik. Birokrasi
: Teratur menurut sistem, memakai sistem; dengan cara yang diatur
: Sistem pemerintah yang dijalankan oleh pegawai pemerintah yang berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan.
Syarat -> Sarat Sarat Benah-membenahi Pindai-memindai
: Penuh dan berat (karena berisi muatan atau karena banyak buahnya dsb). : Benah, mem.be.nahi->membereskan, mengemasi, memperindah, merapikan. : Mengopi gambar atau teks ke dalam komputer dalam bentuk digital.
Ensiklopedia
Tisu Tisu merupakan kertas lembut , mudah menyerap, dan mudah dibuang, yang utamanya digunakan untuk wajah. Benda ini terbilang praktis karena dirancang untuk penggunaan sekali pakai. Tisu juga memiliki banyak kegunaan lain, misalnya digunakan sebagai lap pembersih. Menurut sejarahnya tisu pertama kali digunakan di Jepang pada abad ke-17. Di masa itu orang Jepang menggunakan semacam kertas halus untuk menutup dan membersihkan hidungnya saat bersin, kemudian langsung dibuang. Kertas halus itu disebut “washi� atau Japanese Tissue. Tisu wajah pertama kali dipopulerkan di Amerika Serikat pada tahun 1942. Tisu ini awalnya digunakan untuk perlengkapan tata rias Hollywood. Tisu dipakai untuk membersihkan krim dingin sebagai bagian alat rias wajah dari wajah pemain teater kala itu. Pada pembuatannya, tisu dibuat dengan bahan dasar pulp (bubuk kertas) yang kemudian dikeraskan. Menuju ke tahap pemutihan dengan zat pemutih kertas, baru dihaluskan, dipotong kemudian dikemas. Untuk menghasilkan dua kotak tisu isi 20 lembar memerlukan pohon berumur enam tahun. Pada penggunaanya, tisu wajah dan tisu toilet harus digunakan sesuai fungsinya. Tisu wajah cenderung bahan basah sehingga tidak cocok untuk perlengkapan toilet . Sedang tisu toilet biasanya dibuat dari bahan-bahan daur ulang. Ndaru http://www.apakabardunia.com/
19