Metro Banjar Rabu, 1 Juli 2015

Page 1

Eceran Rp 2.000

www.metrobanjar.co

16 Halaman

Langganan Rp 55.000

RABU

NO 5.405 TAHUN XV ISSN 0215-2987

1 JULI 2015

“Allah Tepati Janji”

Rahman Sempat Diancam Parang Q Karantina Anak Putus Sekolah di Transito

BANJARMASIN POST GROUP/MURHAN

BEBERAPA remaja penghuni Transito bersantai di tempat tidur, Selasa (30/6).

DI tengah tengah padatnya Jalan A Yani, Banjarmasin, ada satu bangunan cukup tua mirip sekolah. Sejumlah anak rata-rata belasan tahun, terlihat modarmandir di area bangunan tersebut. Di depan pintu masuk jalan menuju bangunan itu ada tulisan PPA-PKH (Program Pengurangan Pekerja Anak- Program Keluarga Harapan). Keceriaan pun hadir di dalam lingkungan tersebut oleh anak-anak yang ada di sana. Ada dua ruangan besar di sana diisi belasan tempat

tidur. Satu ruangan untuk anak perempuan, dan lainnya untuk anak laki-laki. Sebagian dari mereka ada yang rebahan sambil main ponsel, BERSAMBUNG KE HAL 8

Hambali Langgar Peringatan Mama

AYAM TIREN

Q Ditangkap Mau Serahkan Zenith

DIJUAL BEBAS

BERSAMBUNG KE HAL 8 HAMBALI memperlihatkan bungkusan Zenith milinya.

Q Pedagang: Tak Ada Daging Celeng BANJARMASIN - Teliti dan waspada! Tingginya permintaan akan daging ayam dan sapi selama Ramadan tidak jarang ada oknum pedagang berbuat nakal demi mengeruk keuntungan. Itu sebabnya, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin melakukan pemeriksaan ke pasar-pasar tradisional. Selasa (30/6), tim dipimpin drh Anang Dwiatmiko

melakukan pemeriksaan di Pasar Antasari. Sejumlah pedagang di Pasar Antasari di blok penjualan ayam dan daging kaget saat para petugas Dinas Pertanian dan Perikanan Banjarmasin datang melakukan pemeriksaan. “Pemeriksaan lagi yak dok,” ujar salah satu pedagang ayam menyapa drh Anang yang merupakan tim pemeriksa keamanan pangan.

BANJARMASIN POST GROUP/ HARI WIDODO

Beli Rumah Gratis Alkah INGIN memiliki hunian berkualitas di kawasan Gambut? Kompleks perumahan Dinar Mas 1 bisa menjadi pilihan. Lokasi perumahan yang dikembangkan PT Rumah Anugerah Ilahi itu berada di Jalan BERSAMBUNG KE HAL 8

Ilustrasi

BANJARMASIN POST GROUP/MURHAN

PETUGAS Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin saat melakukan pemeriksaan terhadap ayam potong di Pasar Antasari, kemarin siang.

Para petugas menyisir puluhan pedagang ayam dan daging sapi. Saat melintas di kumpulan ayam yang dipajang, drh Anang mengambil satu ayam yang sudah berwarna agak kebiruan. Dia lantas memeriksa kekenyalan ayam tersebut. “Bu ayam ini kami beli ya. Ini ayam kemarin ya,” tanya Anang. Pedagang itu mengaku tak tahu karena ayam itu baru diambilnya. “Ayam ini saya ambil hari ini. Tapi saya tak tahu penjual menjual ayam lama atau baru,” aku penjual yang tak mau menyebut namanya itu. Petugas pun meyakini ayam itu masuk kategori tiren (mati kemarin). Anang membeli ayam dari pedagang itu dengan

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Banjarmasin, Doyo Punjadi mengatakan, stok daging sapi sampai lebaran nanti dijamin aman. Hal itu berdasar perhitungan stok dari rumah potong hewan (RPH) dan kebutuhan warga per hari sampai lebaran nanti. Demikian juga stok ayam, pihaknya sudah mendapat

TRIBUNNEWS/JEPRIMA

jaminan dari forum perunggasan rakyat di Banjarbaru. Mereka menjamin stok ayam ke Banjarmasin aman untuk memenuhi kebutuhan sampai lebaran mendatang. Mengantisipasi adanya peredaran daging celeng, daging sapi campur celeng, ayam mati BERSAMBUNG KE HAL 8

BERSAMBUNG KE HAL 8

Isnan Latih Pemain Barito

BERSAMBUNG KE HAL 8

Gandeng Tipikor JELANG datangnya Hari Raya Idulfitri permintaan akan daging, baik sapi maupun ayam diprediksi kian tinggi. Salah satu yang diwaspadai adalah beredarnya daging celeng di sejumlah pasar di Banjarmasin. Daging celeng bisa saja dijual satuan, atau dicampur dengan daging sapi untuk menyamarkannya.

Terry Putri

Isnan

BANJARMASIN POST GROUP/AYA SUGIANTO

MARTAPURA - Kalau saja tidak melanggar peringatan sang bunda, M Hambali (23) mungkin tidak akan berurusan dengan hukum. Namun, dia nekat tetap keluar malam itu, dan akhirnya dicokot polisi. Hambali disergap pada Selasa (30/6) dini hari saat hendak menyerahkan pesanan obat Zenith (Carnophen) kepada seseorang. Warga Jalan Martapura Lama, Desa Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, itu tak berkutik saat petugas menemu-

ARTIS asal Banjarmasin, Terry Putri (35) kini kian mantap berhijab. Padahal sebelumnya , pekerjaan menjadi alasan dia menunda menutup aurat secara syari. Sebelum 20 Mei 2015, Terry buka tutup jilbab. Saat dalam keseharian dia memakai hijab, namun ketika bekerja, presenter ini membukanya. Keadaan ini membuatnya merasa tak enak hati. Namun, kekhawatirannya terkait pekerjaan ternyata tak terbukti. Ketika dia berhijab, tawaran pekerjaan kepadanya justru semakin berlipat ganda. Ia pun membuktikan janji Allah dalam Alquran. “Alhamdulillah aku ditunjukkan kalau Allah enggak ingkar janji. Yang penting kita harus taat kepada Allah, berkah Allah luar biasa ya, aku emang meninggalkan pekerjaan, tapi digantikan berkali lipat,” ujar Terry. Saat ini, Terry masih menyibukkan diri untuk mendalami ilmu agama. Dia pun ingin terus memperbaiki diri dalam penampilan

MENGISI waktu luang karena tidak ada kompetisi, pemain-pemain top di liga sepak bola Tanah Air beramai-ramai tampil dalam turnamen antarkampung (tarkam) bertajuk Liga Ramadhan 2015 di Makassar, Sulsel. Kapten tim Martapura FC, Isnan Ali (35) juga ambil bagian dalam ajang yang digelar tiap bulan puasa itu. Pesepak bola yang berpengalaman memperkuat Timnas Ali Indonesia itu kali ini membela kesebelasan OTP 37. Tim itu dikelola oleh Febrianto Wijaya, seorang pemain bola dan kawan akrab Isnan. Menariknya, Isnan juga menjadi pelatih klub tersebut. “Jadi selain bermain, saya juga menyusun formasi dan mengatur strategi,” ujar Isnan kepada Metro melalui telepon, Selasa (30/6). Bukan perkara mudah. Karena, BERSAMBUNG KE HAL 8

0107/M1


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
Metro Banjar Rabu, 1 Juli 2015 by Harian Metro Banjar - Issuu