TRIBUNKALTIM - 08 DESEMBER 2011

Page 1

Harga Eceran

THE BEST

Rp 2.000 Langganan: Rp 55.000/bulan (Luar Samarinda dan Balikpapan ditambah Ongkos Kirim)

kalimantan regional newspaper 2010-2011

Berlangganan Hub: 0542-7020151, 0541-202416

VERSI IPMA

No.212/Tahun 9

KAMIS, 8 DESEMBER 2011

e-mail: redaksi@tribunkaltim.co.id

join us: us: add tribunkaltim.co.id

follow us: @tribunkaltim

32

epaper.tribunkaltim.co.id

Halaman

Nazaruddin Buka Kartu SBY ■ Dituding Menutup-nutupi ■ Sudah Dilaporkan ke Cikeas ■ Rp 50 Miliar dari PT Adhi Karya “Saya mendengar perintah Bapak Anas Urbaningrum kepada Bapak Mahfud Suroso agar PT Adhi Karya menyerahkan uang Rp 50 miliar kepada saudari Yulianis untuk dibawa ke Bandung dalam rangka Kongres Partai Demokrat.”

MANTAN Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin mengaku buta dan kebingungan atas apa yang didakwakan JPU KPK terhadap dirinya. Ia pun menggelontorkan 13 pertanyaan yang membingungkannya dan diharapkan bisa dijawab oleh JPU KPK. “Saya memberikan beberapa point pertanyaan tentang hal-hal yang tidak saya mengerti yang saya sampaikan secara pribadi,” kata Nazaruddin dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/12). Berikut hal-hal yang membingungkannya seperti yang disampaikan

Muhammad Nazaruddin Terdakwa kasus suap pembangunan Wisma Atlet

JAKARTA, TRIBUN-Muhammad Nazaruddin, terdakwa kasus suap pembangunan Wisma Atlet, akhirnya buka kartu. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu (7/12), terdakwa mengajukan eksepsi atau nota keberatan. Penasihat hukum terdakwa, Rufinus Hutauruk saat membacakan eksepsi, menuding Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Soesilo Bambang Yudhoyono sengaja menutup-nutupi keterlibatan petinggi partai. Katanya, SBY sengaja menutupnutupi meski Nazar telah mengungkapkannya ● Bersambung Hal 9

● Bersambung Hal 9

Andi Bantah Beri Uang Angie Pertemuan Arcadia sama sekali MENTERI macam itu. Saya Pemuda dan dibilang Olahraga memberi uang Andi kepada Mallarangeng Angelina, tidak membantah ada itu, tidak eksepsi benar,” kata terdakwa M Andi yang Nazaruddin ditemui di Nusa dalam kasus ANT Andi Mallarangeng Dua, Bali, Rabu dugaan suap (7/12) malam. pembangunan Terkait tudingan yang wisma atlet, yang sudah kesekian kali menyebutkan dia disampaikan mantan memberikan uang Rp 9 Bendahara Partai miliar kepada Angelina Demokrat itu, Andi Sondakh. “Tidak benar. Tidak ada memilih menyerahkan

proses pengusutannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Saya serahkan semua kepada KPK. Silakan mengusutnya dengan tuntas. Segenap jajaran Kemenpora siap untuk membantu dan bekerja sama mengungkap tuntas kasus ini,” katanya. Ia pun menyatakan siap kapan pun di panggil ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk

PERSIDANGAN Nazaruddin kali ini mendapat perhatian publik. Nazar berani buka-bukaan. Bahkan, dalam sidang kemarin ia menyebut Anggelina Sondakh mengatur dan membuat anggaran khusus untuk proyek Hambalang. “Dalam pertemuan itu hanya dibicarakan soal proyek Hambalang. Untuk teknisnya Angelina Sondakh akan mengatur dan membuat anggaran khusus bagi departemen tersebut dengan teman-teman di Banggar DPR RI Komisi X,” kata Nazar. Nazar menceritakan awal pertemuannya dengan Anggelina Sondakh. Maret 2010 Nazar dan Menpora Andi Malarangeng akan mengadakan pertemuan di restoran di Arcadia pukul 22.00 WIB. “Saya lebih awal datang sekitar pukul 19.00 WIB karena ada pertemuan dengan anggota DPR lain,” katanya.

● Bersambung Hal 9

● Bersambung Hal 9

Tersangka Lebih Tiga Orang ● Ditemukan Dugaan Pidana Ambruknya Jembatan Kukar PENAJAM, TRIBUN Penyelidikan kasus runtuhnya Jembatan Kartanegara (Jembatan Tenggarong), Kutai Kartanegara segera memasuki babak baru. Polda Kaltim segera menetapkan tersangka yang terlibat dalam kasus

tersebut. Jumlah tersangka diperkirakan lebih dari tiga orang. Kapolda Kaltim Irjen Pol Bambang Widaryatmo mengatakan, penetapan tersangka dalam kasus runtuhnya Jembatan Kukar

dilakukan setelah melalui tahap penyelidikan serta pemeriksaan sejumlah saksi. “Tersangka lebih dari tiga orang, termasuk kontraktornya,” ungkap ● Bersambung Hal 9

Dibalik Keindahan Menjelajah Pulau Maratua (6)

Asbak itu Tiba-tiba Pecah

Otto Hasibuan Mundur SALAH satu kuasa hukum Muhammad Nazaruddin, terdakwa kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet, Otto Hasibuan mengundurkan diri dari tim pengacara. Hal itu terungkap dalam persidangan Nazaruddin di Pengadilan

Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu (7/12). Sebelum memulai persidangan, Ketua Majelis Hakim Darmawati Ningsih mengungkapkan telah menerima surat ● Bersambung Hal 9

KPPU Lapor ke Jakarta ● Tingginya Harga Semen di Balikpapan BALIKPAPAN, TRIBUN - Laporan Masyarakat Peduli Semen kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kalimantan KPD Balikpapan diterima, Rabu (7/ 12) di gedung BRI lantai 7. Karena masih ada beberapa berkas yang belum lengkap, KPPU menunggu Masyarakat Peduli Semen untuk menambahkan sejumlah berkas yang kurang. “Laporan yang akan kita kirimkan

ke Jakarta harus lengkap, supaya tidak kerja dua kali,” ujar Kepala KPPU Kalimantan Anang Triyono, kemarin. Ia mengatakan, laporan resmi yang nanti diterima KPPU akan langsung dikirim via faksimili ke Ketua KPPU. Selain lewat faksimili, laporan juga dikirim menggunakan jasa pengiriman paket. Setelah diterima, laporan akan

Jeratan Pasal Pasal 5 :Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya untuk menetapkan harga atas suatu barang dan atau jasa yang harus dibayar oleh konsumen atau pelanggan pada pasar bersangkutan yang sama. Pasal 11 :Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian, dengan pelaku usaha pesaingnya, yang bermaksud untuk mempengaruhi harga dengan mengatur produksi dan atau pemasaran suatu barang dan atau jasa, yang dapat ● Bersambung Hal 8

● Bersambung Hal 8

LAPORAN

Bakar Diri di Depan Istana

ACHMAD SUBECHI M WIKAN BASIR DAUD

JAKARTA, TRIBUN Seorang pria belum diketahui identitasnya melakukan aksi nekad membakar diri di depan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta,

MASIH menurut Basir Daud, malam itu ombak lautan semakin membesar. Speed boat yang mereka tumpangi kesulitan untuk mencari dermaga yang dekat dengan tempat penginapan di Pulau Derawan. ● Bersambung Hal 8

Speed boat yang kami tumpangi nyaris tenggelam dihantam gelombang saat menuju Berau dari Pulau Maratua.

Rabu (7/12). Tim identifikasi Polres Jakarta Pusat masih melakukan pemeriksaan di tempat kejadian aksi bakar diri tersebut. “Saya ada di lokasi

kejadian. Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo,” ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol ANTARA/KONTAN/MURADI

● Bersambung Hal 8

Bakar diri di depan Istana Negara.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.