Hal 11

Page 1

SENIN,8 SEPTEMBER 2014

11

Top Fakta SWIS S : (4-3-3) SWISS Sommer, Lichtsteiner, Djorou, Bergen, Rodriguez, Behrami, Inler, Shaqiri, Xhaka, Mehmedi, Drmic PELA TIH: VLADIMIR PLETCO VIC PELATIH: PLETCOVIC

INGGRIS : (4-3-1-2) Hart, Baines, Cahil, Jones, Stones, Sterling, Wilshere, Henderson, Chamberlain, Sturridge, Rooney PELA TIH: RO Y HODGSON PELATIH: ROY

Swiss

1

Swiss hanya pernah sekali mengalahkan Inggris dari 12 pertemuan di semua kompetisi, yakni pada Mei 1981 di kualifikasi Piala Dunia 1982 dimana Swiss mengalahkan Inggris 2-1.

2

Inggris selalu mengawali babak kualifikasi dengan kemenangan pada tiga kualifikasi EURO terakhir.

3

Yann Sommer dipastikan akan menjadi kiper utama Swiss pada laga ini, menggantikan Diego Benaglio yang pensiun dari timnas. Dua kiper Swiss lainnya, Roman Burki dan Marwin Hitz, berpotensi menjalani debut di timnas senior.

4

Dua pemain Swiss lainnya yang berpeluang menjalani debut di timnas senior adalah Loris Benito dan Silvan Widmer, keduanya sama-sama berposisi sebagai bek.

5

Hanya ada satu pemain di dalam skuad Swiss yang merumput di Premier League, yaitu Philippe Senderos bersama Aston Villa.

6

Striker Inggris Daniel Sturridge dipastikan absen pada laga ini karena mengalami cedera saat latihan. Sementara bek Gary Cahill diragukan tampil karena masalah kebugaran.

7

Saat ini Swiss duduk di peringkat-9 dunia, sementara Inggris di peringkat-20.

Inggris

Grup E kualifikasi Euro 2016 di buka dengan mempertemukan Swiss melawan Inggris. Secara head to head tim tamu memang lebih unggul dengan memenangkan empat dari lima kali pertemuan mereka dengan satu hasil lain berakhir imbang.

N

AMUN melihat performa kedua tim di Piala Dunia lalu, rasanya sulit mengatakan bahwa Inggris akan dengan mudah meneruskan trend positif mereka ketika menghadapi Swiss. Inggris boleh dibilang memiliki Liga yang kualitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Namun ketika berbicara mengenai timnas, beberapa tahun terakhir ini tidak

ada prestasi yang bisa dibanggakan. Rooney dkk bahkan gagal total di Piala Dunia 2014 yang lalu. Laga kualifikasi Euro 2016 grup E yang mempertemukan Inggris vs Swiss ini akan dilangsungkan pada hari Selasa, 9 September 2014, pukul 01.45 WIB, di St. Jakob-Park, Basel. Sepeninggal Steven Gerrard karena memutuskan untuk pensiun, maka lini tengah The Three Lions akan bergantung kepada kreatifitas Jack Wilshere Dan Jordan Henderson. Sedangkan lini depan, Rooney akan didampingi oleh salah satu dari Danny Welbeck atau Dani Sturridge. Jordan Henderson sempat tampil memukau bersama dengan klubnya Liverpool. Ia mencetak 2 assist dari 3 penampilannya bersama The Reds. Namun semua itu harus diuji karena Swiss yang akan mereka hadapi nanti memiliki palang pintu yang kuat. Sebelumnya, tim besutan Roy Hodgson itu baru saja memetik hasil positif saat berhadapan dengan Norwegia. Mereka menang 1-0 dalam laga di Wembley pada 3 September lalu berkat gol penalti dari Rooney. Hasil positif saat melawan Norwegia itu disebut Rooney akan berguna bagi Inggris saat melawan Swiss. Wazza juga menyebutkan

bahwa laga melawan Swiss akan berat. "Itu akan menjadi pertandingan berat, kami tahu itu, tapi kami harus fokus dan bekerja pada hal-hal yang kami pikir bisa mengekspose mereka," tutur Rooney di Sports Mole. "Kami harus bermain lebih baik dibandingkan saat melawan Norwegia untuk meraih hasil yang lebi bagus. Dan saya yakin kami akan belajar dari laga itu," imbuhnya. Kapten Inggris, Wayne Rooney pun menuntut hasil bagus dalam lawatan kualifikasi Piala Eropa 2016 melawan Swiss di Basel. Hanya kemenanganlah yang akan membuat Inggris kembali mendapatkan kepercayaan publik lagi. Selain itu, membangun kepercayaan diri untuk bermain dalam kualifikasi ini juga ditekankan sangat penting oleh kapten Man. United. 'Laga akan berjalan sulit tapi kami fokus pada diri kami sendiri,' papar Rooney. 'Jika kami mampu bermain lebih baik daripada kontra Norwegia kami bisa mendapatkan sesuatu. Inilah ujian kami yang sesungguhnya,' lanjutnya. Sementara itu, Swiss yang bertindak sebagai tuan rumah setelah menggeser pelatih mereka Ottmar Hitzfeld ke Vladimir Pletcovic juga patut untuk diuji kemampuannya. Walaupun

kemampuan Xherdan Shaqiri dan Admir Mehmedi adalah di atas rata-rata pemain lainnya. Namun jika tak melakukan banyak perubahan kemungkinan hanya posisi Johan Djourou yang kerap melakukan blunder yang akan berubah, Fabian Schar yang tampil menjanjikan bersama Basel bisa menjadi alternatif pilihan. Disisi lain Roy Hodgson sedang mengalami tekanan, meskipun menang 1-0 di ujicoba terakhir melawan Norwegia, media – media dan pengamat Inggris nampak menginginkan sesuatu yang lebih. Dengan pensiunnya Steven Gerrard Inggris bertumpu pada kreatifitas duo Jack Wilshere dengan Jordan Henderson. Nama terakhir bisa menjadi harapan setelah mampu mencetak dua assist dalam tiga laga Liverpool di liga Inggris.Di lini depan Danny Welbeck akan bersaing dengan Dani Sturridge untuk mendampingi sang kapten Wayne Rooney. Kedua tim akan memaksimalkan serangan dari sektor sayap, Swiss melalui Xherdan Shaqiri dan Admir Mehmedi sedangkan Inggris melalui Raheem Sterling serta Oxlade Chamberlain. Kekuatan Swiss di lini tengah dengan adanya trio Behrami, Inler dan Xhaka kemungkinan akan membuat mereka sedikit bisa menguasai permainan.(nets)

Alarm Buat Tim Unggulan PERHELATAN putaran final Piala Dunia 2014 sudah berakhir. Konsentrasi sudah tertuju kembali ke level kompetisi. Namun, khusus di kawasan Eropa, ranah Benua Biru ini kembali memanas. Pasalnya, mulai nanti malam, tersaji sederet pertandingan berkelas. Perjalanan panjang nan melelahkan memang kembali harus dirasakan negara yang berada di area ini. Yup, babak kualifikasi Piala Eropa 2016 sudah menanti bintang-bintang lapangan hijau yang akan membela negaranya masing-masing. Langkah untuk menuai gelar juara di Prancis 2016 ditandai dengan tiga partai pembuka,Minggu, yang memang terlebih dulu berjalan, yakni Denmark kontra Armenia di Stadion Parken, Copenhagen, lalu ada pertemuan Georgia kontra Republik Irlandia, di Boris Paichadze National Stadium, Tbilisi. Serta satu partai awal lagi adalah Hungaria yang menjamu Irlandia Utara. Tak pelak, perseteruan panas antarnegara tersebut menjadi bumbu yang

sangat menarik dalam rentang 1,5 tahun ke depan. Pasalnya, para pemain berkualitas tinggi harus memecah perhatian mereka, tidak hanya demi kejayaan klub, melainkan harus menjunjung tinggi nama negara mereka. Namun seperti halnya pertempuran para bintang, selalu saja ada pihak yang harus gigit jari. Walhasil, sangat menarik untuk menantikan siapa saja yang berstatus hanya sebagai penonton alias gagal melaju ke putaran final Euro 2016 mendatang. Titik paling menarik tentu saja melihat sekaligus menunggu aksi-aksi negara yang dianggap semenjana di dunia sepak bola, terutama di kawasan Eropa. Namun, jangan salah, lebih menarik lagi untuk menunggu kejutan apa yang akan terjadi, terutama seperti apa yang dilakukan Estonia, pada perhelatan kualifikasi Piala Eropa 2012. Saat itu, meski gagal di babak play-off karena takluk di tangan Republik Irlandia, mereka justru mengejutkan. Mereka

sanggup bersaing dengan Italia, dan menyingkirkan dua tim yang dianggap lebih pantas, karena memiliki kualitas pemain yang lebih variatif, yakni Serbia dan Slovenia. Tapi idiom bola itu bulat, benar-benar terjadi. Keajaiban seperti apa yang dilakukan Estonia, sangat menarik untuk ditunggu pada perhelatan tahun ini. Apalagi, kualitas dan persebaran pemain bintang di Eropa, sudah semakin merata. Memang, masih ada tim-tim yang diperkirakan

tetap menjadi lumbung gol tim-tim raksasa, di sisi lain ’sang korban’ terus memperbaiki diri. “Kami sadar berada di klub yang tak nyaman, karena ada Portugal, Denmark dan Serbia. Tapi setidaknya kami bisa memperkokoh pertahanan, dan bisa

mencuri poin. Saya pikir kualitas individu para pemainku sudah jauh lebih baik,” kata Bernard Challandes, Pelatih Armenia, di FourFourTwo, kemarin. Ucapan Bernard Challandes seolah mewakili ancaman yang siap dihunus deretan tim non-unggulan. Pengalaman periode lalu, apa yang dilakukan Turki dan Estonia menjadi hal yang patut diperhatikan. Lebih jauh lagi, tim bermaterikan pemain bintang seperti Belgia, juga tersingkir karena kalah bersaing dari Jerman serta Turki. Begitu juga dengan Swiss, yang notabene lebih matang, nyatanya tak bisa menandingi performa Montenegro. (syawal /dari berbagai sumber)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.