3
TOP KASUS
harian.topmetro@gmail.com
SENIN, 8 SEPTEMBER 2014
Pulang Beli Bakso
Kereta 'Disorong' Maling MED AN - TOP METRO MEDAN Kesal betul Dian (20). Mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Medan warga Jl Tani Asli, Tanjung Gusta Medan ini kehilangan kereta (sepeda motor) Jupiter MX BK 2235 XA. "Sial kali bang, keretaku hilang dari depan rumahku," ungkap Dian saat membuat laporan pengaduan
di Mapolsekta Medan Sunggal, Minggu (7/9). Menurut Dian, peristiwa tersebut terjadi Sabtu (6/9) sekira pukul 20.00 WIB. "Malam itu aku parkirkan kereta di depan rumah. Kebetulan aku baru saja beli bakso di kawasan Blok V Gaperta Medan," ucap anak kedua dari tiga bersaudara itu. Usai memarkirkan keretanya,
Dian bergegas mandi. "Pas aku keluar dari kamar mandi masih memakai handuk, kulihat kereta sudah tidak ada lagi di depan rumah," cetus Dian. Dengan kondisi panik, Dian pun bertanya kepada ayahnya, Ponijan (50). Sang ayah justru ikut kaget. "Kutanya sama bapak, nampak keretaku apa enggak? Tapi bapak ma-
lah kaget. Kami pun coba mencari, tapi tidak berhasil menemukan kereta itu. Malam itu juga kami buat laporan ke polisi. Tapi karena suratsurat kendaraan berada di Lubukpakam, kami pun baru bisa membuat pengaduan besoknya (Minggu)," ujar Rizal yang sangat berharap polisi bisa menemukan pelaku yang mencuri sepeda motornya. (rizal)
Pria Tua Tewas di Kamar Rumah MED AN DELI - TOP METRO MEDAN Beberapa hari tak kelihatan, alih-alih Darwin Karim ditemukan tewas. Jasad pria berusia 59 tahun itu membusuk di dalam kamar rumahnya di Jl Nusa Indah Kel Tanjung Mulia, Kec Medan Deli, Minggu (7/9). Penemuan mayat Darwin sontak menghebohkan warga seputaran Jl Nusa Indah, Tanjung Mulia. Tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubu korban. Diduga pria tua itu meninggal karena sakit. Sejumlah warga yang ditanyai kru Top Metro di lokasi menyebutkan, Darwin tinggal seorang diri di rumahnya. Beberapa terakhir,
Darwin memang tak kelihatan. "Makanya kami curiga waktu mencium bau tak sedap dari rumah korban," kata salah seorang warga. Tak mau menunggu lama, beberapa warga kemudian menghubungi keluarga korban. "Kami hubungi keluarganya. Gak lama adik perempuannya datang, langsung lah kami masuk dan memeriksa rumahnya. Ternyata korban dite-
mukan telah meninggal dunia dalam kondisi telah membusuk di kamarnya," imbuh warga. Mendapat laporan adanya temuan mayat, Kanit Reskrim Polsekta Medan Labuhan, Iptu Adi Haryono SH bersama beberapa anggota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Usai olah TKP, polisi menyerahkan jenazah korban kepada pihak
keluarga untuk dikebumikan tanpa dilakukan otopsi. Fendi, salah satu adik korban, meyakini jika abangnya meninggal karena sakit. "Abang kami iru mengidap sejumlah penyakit seperti diabetes, lever dan ginjal dan diyakini korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya tersebut," cetus Fendi. (tok)
Ditahan Karena SIM Tak Sesuai Dengan Jenis Mobil
Brigadir Andi menilang di kedai tuak MED AN - TOP METRO MEDAN Adi Syahputra (38) dibuat gerah. Pria warga Saentis itu dipaksa berurusan dengan seorang oknum polisi lalu lintas (polantas) yang tugas dipolsek Medan Helvetia. Dengan dalih 'tak sesuai SIM
dengan mobil' oknum berpangkat brigadir itu menahan mobilnya. Ceritanya, Sabtu (6/9) siang itu beberapa oknum polantas menggelar razia di kawasan Jl Kapten Sumarsono, Helvetia. Dalam razia
tanpa plang itu Adi yang mengemudi mobil Carry Pick-up BK 8050 MD bermuatan barang bekas berupa kertas semen (botot, red) distop oleh oknum petugas bernama Andi. Dengan sigap, Andi bahkan
merampas kunci kontak mobil. Adi yang merasa kebingungan lalu digiring ke kedai tuak yang tak jauh dari lokasi razia. Di kedai tuak itu, Adi
Asah
dicecar pertanyaan. "Mobil kau kutahan karena SIM tak sesuai dengan mobilnya," kata Andi menirukan Adi saat ditemui Top Metro di halaman Mapolsek Medan Helvetia. Sementara menurut UU RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 77 ayat (2) huruf a menyebut, setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan. SIM bagaimana dimaksud yakni SIM kendaraan bermotor perseorangan dan SIM bermotor umum. Sementara saat itu Adi mengantongi SIM A berlaku untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak lebih dari 3500 Kg. Dengan fakta itu, dalam menjalankan tugas Andi tak mengusai UU. Bayangkan saja mobil Carry Pick-up yang dibawa Adi beratnya adalah 890 Kg ditambah kertas semen 5- ...... Syahrir 7- ...... Salim
Brigjen Boy Rafli Amar
Mabes Polri Bantah Anggotanya Terlibat Jaringan Narkoba JAK AR TA - TOP METRO AKAR ART Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyatakan penangkapan AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka MH Harahap oleh polisi Malaysia membuktikan lemahnya pengawasan internal sehingga jaringan narkoba internasional dengan mudah memperalat anggota Polri sebagai budak narkoba. Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan, belum menemukan adanya sejumlah bukti terkait dengan
dugaan tersebut. "Belum ada bukti terkait dugaan tersebut," ujar Boy kepada wartawan, Minggu (7/9). Sebelumnya, Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menangkap dua anggota Polri yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba di Kuching, Malaysia. Anggota Polri yang ditangkap adalah perwira menengah dengan pangkat AKBP yang pernah bertugas sebagai Kepala Sub Direktorat III Direktorat Reserse Narkoba bernama Idha Endri Prastiono serta anggota Kepolisian Sektor Entikong, Bripka MH Harahap. (ozn)
Dukun Perlente Sodomi Pemuda Dijanjikan pekerjaan dan akan disekolahkan ke jenjang SMA usai lulus SMP, pemuda asal Cibarengkok, Bogor ini disodomi. Pelakunya tak lain seorang dukun yang kesehariannya berpenampilan perlente. Kabar pelecehan seksual JK alias Iyus, laki-laki paruh baya, setelah korban HP (22), membuat warga Kampung Cibarengkok, Desa Cipecang Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor berang. JK yang berpenampilan alim serta disegani, tiba-tiba jadi omelan warga. Didampingi LBH Bogor Timur, korban melaporkan perbuatan pelaku ke Polres Bogor. Dalam laporannya korban bercerita, jika dirinya sudah mengenal pelaku sejak usia 16 tahun. “Saya kenal saat masih usia 16 tahun. Sekarang saya sudah 22 tahun. Saya hanya lulusan SMP, lalu dijanjikan lanjut ke SMA. Setelah itu dijanjikan juga pekerjaan kalau sudah lulus SMA,” paparnya, Sabtu (6/9). Janji manis pelaku, ternyata hanya bualan. Ia memperdaya HP. Berkali-kali korban disodomi. Anehnya korban tidak memberitahu keluarganya, walau dia mengaku sodomi dilakukan pelaku dengan paksaan. ”Kalau
saya menolak, JK dibantu anak buahnya langsung memukul saya. Perbuatan sodomi itu sudah berlangsung 6 tahun. Sekarang saya dibantu orang yang mengerti hukum jadi saya berani mengadu ke polisi,” katanya. Korban menambahkan, tiap kali dirinya disodomi, pelaku yang biasa dipanggil dengan sapaan Ayah ini, berjanji ke dirinya, akan dibelikan sebidang tanah dengan luas 500 meter dan sepeda motor. ”Hingga saat saya lapor ke polisi sekarang, tidak ada yang ditepati pelaku. Mulai dari sekolah, tanah dan motor, semuanya bohong,” katanya. Untuk bisa sampai ke polisi, korban mengaku, meloloskan diri dari rumah pelaku. Namun pelaku terus mengejar. Saat pelaku datang, ia bahkan dipaksa kembali. Dirinya melawan, membuat pelaku marah. Ia lalu dipukul di depan orangtuanya. Tidak hanya itu, kata-kata fitnah dilontarkan pelaku. “Di depan orangtua san warga, dia tuduh saya telah menjual motornya. Saya menolak tuduhan itu. Sekarang saya didampingi LBH Bogor Timur dan lembaga lainnya. Saya minta Polres Bogor memberi hukuman bagi pelaku,” pintanya. (pkc) (yopi/yo)
560 Kg jadi jumlah keseluruhannya hanya 1450 Kg. Terkait tindakan anggotanya, Kasat Lantas Polresta Medan Kompol M Budi Hendrawan SIK yabf dikonfirmasi via pesan singkat (SMS)
mengarahkan agar menyampaikan langsung ke kapolsek bersangkutan. "Untuk unit lantas di polsek itu tanggungjawabnya ke kapolsek langsung," kilah Budi. (tok)
9- ...... Rudolf Supratman 12- ...... Janatin
14- ...... Iskandar Dinata 15- ...... Perdanakusumah
MENDATAR: 1- ...... Nyak Dien 3- ...... Yani 6- ...... Patimura 8- ...... Sartika 10- ...... Umar 11- ...... Suropati 13- ...... Sudarso 16- ...... Muis MENURUN: 2- ...... Imam Bonjol 3- ...... Frederik Lasut 4- ...... Ageng Serang
KRIING...!! KRIING...!! KRIING...!!
POLISI
POLRESTA MEDAN Polsekta Medan Area Polsekta Medan Kota Polsekta Medan Timur Polsekta Medan Barat Polsekta Medan Baru Polsekta Percut Sei Tuan Polsekta Patumbak Polsekta Delitua Polsekta Medan Sunggal Polsekta Medan Helvetia Polsekta Pancurbatu Polsekta Kutalimbaru
0614520348 0614556732 0617366770 0614550385 0616614776 0614523141 0617369110 0617867382 0617030376 0618469110 0618445176 0618360533 0618628079
Tim Pemburu Preman Polres Deliserdang Polres Tebingringgi Polres Sergai Polres Dairi Polres Pakpak Bharat Polres Karo Polres Labuhanbatu Polres Binjai Polres Tapanuli Utara Polres Humbahas Polres Tobasa Polres Samosir
08137667983 0617956129 062121127 0621442088 062721011 0627433020 062820460 062421130 0618821415 063320887 063342677 0632342111 062620252
Polres Nias Polres Nias Selatan Polres Tapanuli Tengah Polres Sibolga Polres Simalungun Polres Pematangsiantar Polres Asahan Polres Tanjungbalai Polres Tapanuli Selatan Polres Padangsidimpuan Polres Langkat Polres KP3 Belawan Polres Madina
063921124 06307321225 063121812 063121483 062221213 0622420667 062341541 062394188 063421007 063425469 0618912120 0616941585 0636320180
Layanan Publik Pemadam Kebakaran Medan Badan SAR Nasional Medan Kejaksaan Negeri Medan Kejaksaan Tinggi Medan Pengadilan Negeri Medan Pengadilan Tinggi Medan RSU Dr Pirngadi Medan RSUP H Adam Malik
0614515356 0614565777 0614569804 0614514290 0614515847 0614538659 0614536022 0618360381