7
TOP ACEH
harian.topmetro@gmail.com
SENIN, 8 SEPTEMBER 2014
OKNUM LSM MENGAKU WARTAWAN
LINTAS NANGGROE
Teror & Peras Kasek di Aceh Utara ACEH UTARA - TOP METRO Sejumlah Kepala Sekolah (kepsek) di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe resah akibat teror dan pemerasan yang dilakukan oknum mengaku wartawan dan pengurus salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Aksi teror dan interogasi terhadap sejumlah kepala sekolah di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe itu dilakukan oknum berinitial GAC alias Chan. Keterangan dihimpun harian ini menyebutkan, GAC alias Chan kerap mendatangi para kepala sekolah dengan modus untuk membuat website di sekolah-sekolah. Anehnya biaya pembuatan website yang diwari oknum ini mencapai Rp 6 juta hingga Rp7,5 juta. Harga ini dinilai sangat tinggi bila dibandingkan dengan harga pasaran yang hanya Rp2 juta. Bila ada kepala sekolah yang menolak, maka oknum tak segan-segan mewawancarai dan mencari-cari kesalahan kepala sekolah. Oknum ini juga me-
ngancam akan membinasakan para kepala sekolah yang berani menolak permintaan tersebut. “Kepala sekolah akan saya bina, kalau bisa saya bina, tapi kalau tidak bisa saya bina akan saya binasakan," ujar Chan sebagaimana ditirukan salah seorang kepala sekolah kepada Top Metro, kemarin. Aksi teror dan pemerasan yang dilakukan Chan telah menyebar hampir ke seluruh kepala sekolah dalam kabupaten Aceh Utara, terutama daerah daerah pelosok kabupaten penghasil devisa negara terbesar itu. Bahkan Chan tak segan-segan menuduh para kepala sekolah telah menggelapkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan memperkaya diri sendiri dengan melakukan
Disdikpora tidak pernah memerintahkan kepsek untuk memasang Website di provider usaha ataupun LSM tertentu, sehingga tidak ada penekanan dan terserah kepsek mau memasang di provider mana saja. RAZALI SPD KADISDIKPORA ACEH UTARA
korupsi. Dalam aksinya, oknum Chan juga tak segan-segan mencatut nama Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Anas Adam dan juga mencatut nama salah satu LSM anti korupsi yang ada di Aceh. Namun ketika media ini mencoba mengkonfirmasi ke LSM tersebut, pengurus LSM itu tak pernah mengenal oknum yang
Pembunuh Kader PNA Dituntut Dua Tahun bersangkutan. Menurut catatan Top Metro, Chan sebelumnya sudah pernah dihukum 1,5 tahun pnejara dalam kasus pemerasan terhadap kepala SMA Negeri I Dewantara. Kadisdikpora Aceh Utara, Razali SPd melalui Kabid Dikmen, Drs Azhari, kepada Top Metro mengatakan, Disdikpora Aceh Utara tidak pernah melakukan kerjasama dengan LSM Gaspari untuk program pemasangan website atau internet di seluruh SMA di Aceh Utara.
“Disdikpora tidak pernah memerintahkan kepsek untuk memasang Website di provider usaha ataupun LSM tertentu, sehingga tidak ada penekanan dan terserah kepsek mau memasang di provider mana saja,“ tegas Azhari. Ia juga menyebutkan, jika ada unsur pemaksaan dan pemerasan dalam kegiatan itu, maka disarankan kepada kepala sekolah untuk melaporkan masalah itu kepada aparat penegak hukum. (rizal)
Malaysia Ingin Belajar Syariat Islam di Aceh BANDA ACEH - TOP METRO Menteri Agama Malaysia, Dato Seri Jamil Khir bin Baharom bersama istri dan rombongan yang berjumlah lebih dari 20 orang melakukan pertemuan dengan Gubernur dr Zaini Abdullah di Pendapa Gubernur Aceh, Rabu (3/9) siang. Dalam pertemuan itu, Menteri Agama Malaysia menyatakan, kunjungannya ke Aceh kemarin merupakan yang kedua kalinya. Delapan tahun lalu Dato Seri Jamil datang saat Aceh dalam masa rehabrekons pascatsunami. Kali ini ia datang untuk melihat kemajuan pembangunan, terutama
pelaksanaan syariat Islam, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Aceh. “Kami ingin mendengar langsung dari Gubernur Aceh dan pajabat terkait mengenai hal tersebut, sebagaimana kami sampaikan di awal pertemuan,” kata Menteri Agama Malaysia itu dalam pertemuan silaturahmi dengan gubernur dan pejabat teknis di jajaran Pemerintah Aceh. Gubernur Zaini Abdullah pun dengan penuh semangat menerangkan bahwa perkembangan pembangunan Aceh di berbagai bidang pascakonflik dan tsunami, sudah banyak kemajuannya. Apakah itu
pembangunan infrastruktur, pendidikan, ekonomi, maupun agama, terutama dalam penerapan pelaksanaan syariat Islam. “Fokus yang kita kedepankan dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh, tidak hanya hukuman bagi yang melanggarnya, tapi juga upaya memajukan pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang harus mengacu kepada asas islami,” kata Zaini Abdullah. Menurutnya, negara-negara donatur yang pernah membantu Aceh pada fase rehab-rekons delapan tahun lalu, banyak yang terkejut melihat perkem-
bangan pembangunan infrastruktur Aceh yang sangat pesat. Bahkan, beberapa di antara mereka datang kembali ke Aceh untuk belajar dan ingin mengetahui kebijakan dan kiat apa yang dilakukan Pemerintah Aceh bersama elemen masyarakatnya untuk membuat Aceh cepat bangkit dan terlihat lebih maju. Apakah itu di bidang perdamaian dan reintegrasi, maupun percepatan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lainnya. Kemajuan Aceh yang sangat pesat ini, ulas Gubernur Zaini, berkat bantuan dari berbagai negara di belahan dunia, ter-
Ahli Madya Angkatan ke XIX Akper Malahayati Medan diwisuda profesi yang diembannya. “Promosi harus terus ditingkatkan, supaya orang makin mengenal keberadaan Akademi keperawatan ini. Apabila promosi kurang banyak, tentu kita kurang meraih sukses ke depannya, Saya yakin para lulusan yang diwisuda hari ini sudah memiliki pengalaman untuk diterjunkan ke tengah-tengah masyarakat. Sehingga nantinya bila sudah mendapat peluang kerja jangan hanya bertugas menjadi pembuat kopi, karena ilmu keperawatannya yang kurang dan tidak profesional,” tegas Dian Armarto. Pada kesempatan
sebelumnya, Pudir II Akper Malahayati Devi Damanik S.Kep Ns pada laporannya menyebutkan, Ahli Madya Keperawatan Malahayati ke XIX Tahun Akademik 2013 2014 berjumlah 23 orang yang terdiri dari 15 pria dan 8 wanita. Lulusan terbaik kali ini diraih oleh Wirya Hadi dengan nilai terpuji 3,75, kemudian Riska Susanti dengan nilai terpuji 3,69 dan Agus Prasetio dengan nilai terpuji 3,64. Prosesi wisuda dilakukan oleh Dirut Akper Malahayati Medan, Dr Muhammad Fahdi, S.Pog, MSC, didampingi Pudir II Devi Damanik S.Kep Ns dan Pudir III, Hj Lily,SS,
S.Pd, M.Pd. Dirut Akper Malahayati, Muhammad Fahdi dalam sambutannya menyatakan ucapan terima kasih kepada semua orang tua wisudawan/i yang telah memberikan kerjasama serta dukungan kepada putera dan putrinya, sehingga mereka dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik. Ucapan yang sama juga disampaikan kepada Kopertis Wilayah I Sumut NAD, RS Malahayati dan sejumlah RS lainnya sebagai tempat praktek. “Ini merupakan langkah awal yang baik, sehingga ke depannya nanti para lulusan
bisa memberikan pelayanan yang baik dan bertanggungjawab untuk menjadi perawat sejati,”ujarnya. Sementara itu, Leman Fahbi S yang mewakili Ketua Yayasan RS Malahayati Medan, menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil dalam studinya. “Ilmu yang didapat nantinya diharapkan bisa memiliki peran dan dapat diterapkan di tengah masyarakat. Sebab perawat memiliki tanggungjawab mulia baik kepada masyarakat, bangsa dan negara,”ungkapnya.(Eddysta)
Abdi: 'Dengan Berjalan, Akan Menghasilkan Sesuatu' Abdi menambahkan, ada usaha, pasti ada hasil. Jangan mengharapkan sesuatu yang datang secara tiba-tiba maupun gratis karena setiap hal pasti dibarengi oleh usaha. "Makin banyak usaha yang kita lakukan, pasti ada sesuatu yang akan kita terima. Bekerjalah terlebih dahulu sebelum anda mengharapkan imbalan," katanya. Menurut dia, melakukan sesuatu pekerjaan tidak selamanya bisa sukses 100
persen. Terkadang hanya berhasil setengahnya saja. Walaupun sebuah pekerjaan hanya berhasil setengahnya saja, tetapi pengalaman yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut dapat digunakan untuk menunjang pekerjaan berikutnya, sehingga bisa menghasilkan pekerjaan yang lebih baik. "Kemudian carilah solusi dari sebuah masalah, bukan mencari masalah baru lagi. Prinsip ini menekankan kepada kita untuk berusaha
mencari solusi atas setiap masalah-masalah yang ada, dan bukannya berusaha mencari kambing hitam ataupun menyalahkan orang lain," tandasnya. "Misi manusia adalah belajar, mulai dari lahir, sampai tua, sampai meninggal, semua itu adalah proses yang membutuhkan pembelajaran. Bagi seorang manusia, belajar itu tidak akan pernah berakhir," imbuhnya lagi. Sementara itu, ketua panitia
yudisium, Wishnu Depha, menambahkan bahwa Unpri adalah universitas yang terbaik di Sumut, yang banyak menjadikan para alumninya berhasil dalam bidangnya. David Zoas mewakili alumni mengatakan, yudisium ini bukan hanya sebagai akhir dalam menuntut ilmu di Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer, melainkan sebagai momentum dan awal babak baru untuk menyongsong hari esok yang lebih baik.(bsk)
masuk Malaysia. Meski Aceh sudah mengalami perubahan dan kemajuan yang sangat pesat, kata Zaini, tapi kemajuan yang dicapai saat ini masih perlu terus ditingkatkan lagi. “Pemerintah Aceh bersama masyarakatnya, perlu bekerja lebih keras lagi, untuk mengatasi ketertinggalan pembangunannya dari daerah lainnya di Indonesia. Sebagai contoh, ketertinggalan Aceh dari provinsi tetangganya, Sumut, saja masih sangat jauh,” kata gubernur. (ser)
LHOKSUKON - TOP METRO Zulkifli alias Abu Dun (32), warga Desa Pulo Barat Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan terhadap M Yuaini (47), Ketua Partai Nasional (PNA) Kuta Makmur, Aceh Utara dituntut dua tahun penjara. Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dahnir SH dalam sidang lanjutan kasus itu di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (3/9) siang. Sidang tersebut dipimpin Abdul Aziz SH, didampingi dua hakim anggota, Teuku Almadyan dan Mustabsirah SH. Sedangkan terdakwa yang mengenakan baju tahanan warna merah dan peci putih hadir ke ruang sidang didampingi pengacaranya, Taufik M Nur SH. Dalam tuntutannya, jaksa tak lagi membacakan kronologis kejadian dan hasil pemeriksaan saksi sebelumnya. Sebab, jaksa sudah mendapat persetujuan dari terdakwa. Tapi, JPU langsung membacakan materi pokok tuntutan. Dalam tuntutannya, jaksa mengatakan, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHPidana tentang Penganiayaan. Karena itu, jaksa meminta majelis hakim menghukum terdakwa dua tahun penjara, dikurangi masa tahanan. Usai mendengar materi tuntutan, pengacara terdakwa, Taufik M Nur meminta hakim memberikan waktu sepekan ke depan untuk menyiapkan materi pleidoi (pembelaan) terdahap kliennya. “Mohon waktu seminggu majelis, karena kami akan menyampaikan pleidoi secara tertulis,” katanya. Lalu hakim menunda sidang tersebut hingga Rabu (10/9) mendatang. Sebagaimana diketahui, Yuaini, warga Desa Ceumeucet, Kecamatan Kuta Makmur tewas setelah dianiaya terdakwa pada 6 Februari 2014 di kawasan Desa Lam Kuta, kecamatan setempat. Sementara itu, Abu Dun ditangkap tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh, 16 Maret 2014 dalam mobil Avanza B 1922 KFQ di kawasan Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh. Kasus itu mulai disidangkan pada Juli 2014.(jef/ser)
Indonesia Belum Punya Kebijakan Cyber Security internet di Indonesia meningkat tajam. Sehingga ketergantungan akan internet sebagai media komunikasi juga semakin meningkat. Letjen TNI (Purn) DR Syarifuddin Tippe juga menambahkan, selain infrastruktur strategis nasional diperlukan pula pengamanan terhadap kepentingan masyarakat dan
pribadi. Pengamanan cyber tidak bisa dilakukan sebagai sebuah upaya yang bersifat sporadis dan kasuistik, namun harus dilakukan secara sistematis, terkoordinasi dan terintegrasi. Dekan FH Unpri DR Tommy Leonard, menyatakan tertarik dengan judul makalah Quo Vadis Hukum dalam
Gelar Lomba Komik Strip Faber Castell nantinya juga akan menerbitkan karya para pemenang dalam bentuk buku dan akan diikutsertakan dalam Pameran Komik 2015," katanya sambil tersenyum ramah. Lomba yang memperebutkan hadiah berupa uang tunai jutaan rupiah plus produk art and graphic Faber Castell ini, mengukuhkan enam orang
pemenang, dengan kriteria penilaian yang meliputi teknik, kualitas dan karakter gambar, juga kekuatan cerita yang membingkai keseluruhan gambar dengan keselarasan tema. Dewan juri yang melakukan penilaian terhadap seluruh karya peserta adalah Ketua Simpasri Budi Utama Siagian dan Wakil Ketua Pakarti Sumut Meddy Irawan.
melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMU Raksana. Akan tetapi yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Wakil Kepala Sekolah SMA Raksana, Siringo-Ringo, yang dihubungi melalui telepon seluler mengatakan, bahwa blanko ijazah baru satu minggu ini mereka terima. Sehingga ditargetkan seluruh ijazah baru akan siap dibagikan 20 September mendatang, terhitung tujuh belas hari ke depan. Di tempat terpisah, Kepala
Sekolah Madrasah Aliyah Negeri Model 2 (MAN 2 MODEL), Dr H Burhanuddin MPd, saat ditemui TOP METRO di ruangannya menanggapi keterlambatan tibanya blanko ijazah mengatakan, bahwa semua ijazah telah rampung dan siap dibagikan kepada para siswa alumni MAN 2 Model yang baru saja selesai. Lucunya, meskipun ijazah telah selesai diproses dan siap dibagikan, justru tak seorang siswa pun yang menjemput ijazah. Hal senada juga dilakukan
SMP Swasta Al-Azhar di Jalan Pintu Air IV Medan, yang telah menuntaskan proses pengisian balnko ijazah. "Blanko ijazah memang terlambat tiba di sekolahsekolah. Akan tetapi, begitu tiba segera kami kerjakan dan dibagikan kepada para siswa. Karena mereka kan sangat membutuhkan ijazah itu untuk melanjutkan pendidikannya atau mencari pekerjaan," ungkap Kepala Sekolah SMP Al-Azhar, Dr Agustono M.A, yang ditemui TOP METRO di ruangannya.(sany)
Adapun yang beruntung menjadi pemenang utama dari lomba tersebut adalah Ghea Ginting, siswi salah satu SMU di kota Pematangsiantar, Wiratama dan Tiffani Tantino masing-masing sebagai juara II dan III. Sementara harapan I, II dan III, masing-masing direbut oleh Kidung Kinanti, Gabby Mahdina dan M. Rizali.(RY)
TK/RA Di Deli Serdang Ikuti Perlombaan
Siswa SMU Raksana Merasa Dirugikan terlebih dahulu seluruh perwakilan siswa yang lulus test untuk wilayah Sumatera Utara akan menuju Bandung untuk dikarantinakan. Selama 2 bulan dikarantina, barulah seluruhnya mereka diberangkatkan ke Jepang, dengan seluruh biaya akan ditanggung oleh pemerintah. Setibanya di Jepang mereka akan segera ditempatkan di perusahaan yang telah bekerja sama dengan pemerintahan Indonesia. Menanggapi hal tersebut, TOP METRO berusaha
Perspektif Pertahanan yang disampaikan Dr Syarifudin Tippe MSi pada kuliah umum tersebut. Berbicara tentang Quo Vadis, kata Tommy Leonard, jelas bahwa hukum pada prinsipnya mengarah dan mengedepankan keadilan, yakni keadilan dalam prinsip moral dan humanis.(bsk)
Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars ketika menghadiri Lomba Antar TK/RA dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2014. menyiapkan anak-anak bangsa yang berkualitas, memiliki kemampuan intelektual yang tinggi serta keterampilan yang cukup dan siap bersaing. Karenanya untuk mewujudkan hal ini, kita tentu harus terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan kita, dengan mencurahkan segenap potensi dan kemampuan yang dimiliki melalui semangat
kebersamaan dengan mensinergikan seluruh kekuatan yang ada. Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para guru TK/ RA atas pengabdian yang diberikan secara ikhlas dan sabar dalam mendidik anakanak TK/RA untuk menjadi cikal bakal generasi yang berkualitas.
Sementara itu, Penasehat GOPTKI Deli Serdang Ny Hj Yunita Ashari Tambunan dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Ketua GOPTKI Hj Asdiana Zainuddin mengatakan, bahwa untuk menghadapi era globalisasi yang penuh dengan berbagai tantangan dan persaingan ketat justru dibutuhkan tumbuhnya individu dengan ciri pribadi unggul yang selain cerdas, kreatif dan disiplin, juga harus memiliki berbagai sifat sebagaimana tertuang dalam Asta Citra Anak Indonesia yaitu, iman dan taqwa, hormat kepada orang tua, jujur, optimis dan cinta tanah air. Ny Nur Amni Ilhamsyah selaku Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta lomba adalah anak-anak yang telah meraih juara I di masing masing jenis perlombaan yang telah dilaksanakan di tingkat kecamatan, dengan jenis lomba yaitu perlombaan menyanyi, mewarnai, puzzle, dacil, khotbah, TK/RA mandiri dan memasukkan belut ke dalam botol. (Ref)