Juni 2014
Apa adanya saja, karya yang berbicara
#Just #PERTIGAAN BCT Assalamualaikum sahabat Cerah sekali hari ini, tepatnya di bulan baru penuh kenangan yang bersyarat. Maaf kali ini ane telah posting #Just nya, Yach ada hal-hal yang harus aku kerjakan yang mungkin bisa dibilang memaksa. Oke Kali ini ada sebuah swett story dalam lembaran kusam ku. Sudah lama sih namun ingin sekeli aku jabarkn semuanya . Nah kejadian tragis itu bermula dari sebuah tikungan tajam yang tak terlihat. Sontak aku kaget bersama kawan2 yang lain, aku bicara dalam hati “ini jalan pernah aku lewati bersama keluarga dan sahabat ku dahulu, dan perlu kalian ketahui di tempat ini pula luka itu bermula! Parah kulihat kecelakaan itu terjadi, sampai2 merenggut nyawa seekor kucing yang terlihat lucu dengan poni di jidatnya “. Waktu ,menunjukkan jam 23.34 dan di tempat itu masih sangat ramai tak perlu aku rekam karena itu sangat menyakitkan untuk ku ingat. Yach pertigaan itu yang pernah membuat kami terjaruh dan merusak semua nya. Damai2 saja aku perhatikan setiap harinya, namun hati tak bsa dibohongi kawan. Trauma rasanya mengingat kejadian yang hampir merenggut nyawa kami itu. Bukit Cermai Tujuh singgkatan dari pertigaan depan kampus ku itu. Langit mungkin sudah mengisyaratkan padaku “ Jangan kau berjalan di bawahnya !! “ Namun... ahgg entah lah, ingatkanku hilang edisi Juni 2014
separuhh ! Lupa dengan semua nama2 kawan2 ku yang bisa di bilang sangat dekat. Dan hafalan Alquran serta hadis pun ikut terhanyut. Tak sadar sudah terjatuh ,masih saja tertimpa tangga, yach.. gerobak kami terlempar jauh kawan, bisa di bayangkan jaraknya dengan kami. Namun kuasa allah sahabat ,Ada banyak malaikat yg membantu dan menolong kami. Tak ada satupun barang dagangan kami yang hilang .Padahal kami sudah yakin ,bahwa barang berharga yang kami miliki akan hilang dengan sekejap. Pertigaan BCT akan memulai start perjuangan kami untuk mengais rejeki di kota dingin ini. Seorang enterpreneurship harus melalui semua tahap itu ,salah satunya kejadian indah ini. Sejatinya tak ada yg bisa kami lakukan ,secara objektive kami yang salah, Memang... Tapi dengan kecepatan tinggi seperti itu apakah layak di sebuah jalan sempit ? Tapi tak apa lah,, semua sudah berakhir sangat lama .. merekapun sudah berlalu, tinggal gerobak kecil kesayangan kami yang tersisa. Puji syukur selalu kami kirimkan padamu ya Raabi, Salam Damai Reffah
1