17 JANUARI
TAHUN 2016
KUCUR
Eceran Rp 5.750 HALAMAN 25
Belasan Dermaga Nelayan Diawasi
NGOPAI
EKO SUMARYANTO
Rutin Gowes Bareng KESIBUKAN sebagai kepala Kantor Pos Banyuwangi tidak membuat Eko Sumaryanto lupa berolahraga. Saat ini olahraga yang dia tekuni adalah olahraga bersepeda. Setiap pekan dia selalu menyempatkan diri gowes keliling kota bersama rekan-rekan kantor. Hal itu dilakukan selain untuk menjaga kebugaran tubuh, juga untuk mempererat silaturahmi antar karyawan di Kantor Pos Banyuwangi. ”Hari Minggu pagi saya selalu gowes bareng karyawan. Sambil gowes biasanya juga sambil sebar brosur,” terang bapak dua anak itu lantas terkekeh. Selain olahraga, gowes juga untuk menghilangkan jenuh di waktu senggang selepas kerja. Eko juga selalu menyempatkan diri menyaksikan kesenian-kesenian daerah di Banyuwangi. Di sekitar tempat tinggalnya di Kecamatan Rogojampi bermacam kesenian, seperti kuntulan, janger, gandrung, dan sebagainya, sangat mudah dijumpai. Dia pun sangat gemar menyaksikan aneka kesenian daerah itu sekalipun bukan kelahiran Banyuwangi. ”Ya, suka sekali lihat kesenian-kesenian seperti itu. Itu juga bisa saya jadikan sarana r e f r e s h i n g ,” pungkas lelaki kelahiran Ngawi 9 September 1970 itu. (tfs/ c1/bay)
TAUFIK FERDIANSYAH/RABA
EKONOMI
Realisasi Kredit Capai Rp 5,41 T
FOTO-FOTO: RENDRA KURNIA/RABA
GELADI: Alat musik petik tradisional dari Nusa Tenggara Timur ikut meramaikan Festival Kampong Temenggungan, Banyuwangi, kemarin.
Seniman Asing Manggung di Kampong BANYUWANGI - Beberapa ruas jalan kampung di Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi, mendadak dijejali pengunjung sejak sore kemarin (16/1). Mereka datang ke ruas jalan itu untuk menyaksikan Festival Kampong Temenggungan yang dihelat sejak sore sampai hari ini (17/1). Dalam Festival Kampong Te-
BANYUWANGI - Pengamanan objek vital, seperti pelabuhan penyeberangan dan bandara, terus dilakukan aparat gabungan TNI dan Polri untuk mempersempit ruang gerak teroris hingga kemarin (16/1). Selain itu, aparat kepolisian juga turut mengawasi belasan pelabuhan nelayan yang berpotensi digunakan pelaku kejahatan dan teroris untuk menjalankan aksi. Guna menekan potensi kerawanan tersebut, Satpol Air Polres Banyuwangi meningkatkan kewaspadaan. Selain memperketat pengamanan di Selat Bali, petugas juga mengawasi beberapa pelabuhan nelayan di Banyuwangi. Pelabuhan nelayan dianggap salah satu titik rawan. Sebab, ada potensi pelabuhan kecil itu digunakan teroris untuk memulai aksi. Polisi pun menggandeng kelompok nelayan untuk bersama-sama menjaga keamanan di lingkungan masing-masing ■ Baca Belasan...Hal 31
menggungan itu, enam seniman mancanegara berkolaborasi dengan grup musik bambu (patrol) asli Banyuwangi. Selain seniman luar negeri, sebanyak 20 musisi kontemporer Indonesia juga akan meramaikan festival yang digelar untuk pertama kali di Kelurahan Temenggungan itu ■ Baca Seniman...Hal 31
TAUFIK FERDIANSYAH/RABA
BANYUWANGI - Realisasi kredit perbankan Banyuwangi meningkat 12 persen dari tahun lalu. Data Bank Indonesia (BI) perwakilan Jember hingga November 2015, jumlah kredit yang dikucurlam perbankan mencapai Rp 5,41 triliun. Kepala BI Perwakilan Jember, Achmad Bunyamin, melalui Kepala Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan, Gede Agus Wijaya, menyebutkan pertumbuhan sektor pengangkutan paling tinggi dibanding yang lain. “Pertumbuhannya memang paling tinggi dengan pangsa pasar hanya 2,56 persen. Capaian kredit pengangkutan pada November mencapai Rp 143 miliar,” katanya ■
TETAP SIAGA: Petugas kepolisian mengecek kendaraan di pintu masuk Pelabuhan ASDP Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin (16/1).
Baca Realisasi...Hal 31
SEMENTARA itu, pengamanan di pintu masuk menuju Pulau Bali, yakni Pelabuhan ASDP Ketapang, masih diperketat. Petugas kepolisian dan TNI masih melakukan penjagaan di pintu masuk pelabuhan dan melakukan pemeriksaan secara intensif kepada penumpang dan barang bawaan di dalam kendaraan yang menuju Bali. Tidak mau kecolongan, pihak Polres Banyuwangi setiap malam menambah satu peleton personel. Kabag Ops Polres Banyuwangi, Kompol Sujarwo, menegaskan pengamanan ekstraketat di pintu masuk Pelabuhan ASDP Ketapang itu masih terus diterapkan sampai kondisi benar-benar aman dan kondusif. Sejauh ini, pasca terjadinya teror di Jakarta, petugas kepolisian yang melakukan penjagaan di pelabuhan masih belum menemukan benda-benda mencurigakan yang dibawa penumpang menuju Bali. ”Mudah-mudahan tidak ada,” tegasnya. Sujarwo menambahkan, tambahan personel pada malam hari di areal pelabuhan memang perlu dilakukan. Hal itu karena pada malam hari penyelundupan barang-barang mencurigakan, seperti bahan peledak (handak), senjata tajam (sajam), dan minuman keras (miras), sangat rentan dilakukan. ”Setiap malam akan kita tambah personel satu peleton (30 personel) menyebar di areal pelabuhan,” terang Sujarwo. Mengingat jalur menuju Pulau Bali tidak hanya melalui Pelabuhan ASDP Ketapang, pihak kepolisian juga akan intensif melakukan pengawasan di pelabuhan-pelabuhan nelayan di Banyuwangi ■
Belum Temukan Barang yang Mencurigakan
BAGAIMANA INI... ALAT TIUP: Gilles Saisi asal Prancis memainkan clarinet sore kemarin.
DANCER: Mallory Eddy dari negara bagian Georgia, Amerika Serikat, beraksi di Kelurahan Temenggungan, Banyuwangi, kemarin.
Baca Belum...Hal 31
DEDY JUMHARDIYANTO/JPRG
TERBENGKALAI: Rambu di jembatan perbatasan Desa Gambor, Kecamatan Singojuruh, dan Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, dibiarkan rusak, kemarin (16/1).
Rambu Lalu Lintas Rusak Dibiarkan SINGOJURUH - Sebuah rambu lalu lintas di jembatan yang menjadi pembatas Desa Gambor, Kecamatan Singojuruh, dan Desa Parijatah wetan, Kecamatan Srono, sudah lama hilang dan rusak tapi tidak segera diperbaiki. Di sekitar jembatan itu sedikitnya ada tiga rambu lalu lintas berupa peringatan. Dari jumlah rambu itu ada yang hilang dan ada yang rusak. Padahal, rambu-rambu yang di antaranya pemberitahuan batas tonase kendaraan itu sangat penting. “Bahaya kalau tidak ada rambu-rambu,” cetus Solihin, 34, salah satu warga di sekitar jembatan. Pantauan Jawa Pos Radar Genteng, rambu lalu lintas di sekitar jembatan itu ada yang hilang dan kelihatannya dicuri. Sebagian besi rambu-rambu juga telah berkarat dan keropos. Satu rambu tertutup papan peringatan. (ddy/c1/abi) http://www.radarbanyuwangi.co.id
Meracik Temulawak dengan Lidah Buaya, Minuman Sehat yang Kaya Serat
Kurang Hati-hati Bisa Tertusuk Duri dan Gatal Kena Getah Minuman temulawak merupakan minuman herbal yang memiliki banyak manfaat. Dua sahabat, Angga, yang berstatus mahasiswa, dan Indah, mantan perawat, berkreasi menciptakan temulawak rasa lidah buaya. CHIEN JULLIEN, Banyuwangi MASYARAKAT Banyuwangi tidak asing dengan minuman temulawak. Bahkan, tidak sedikit warga yang mengonsumsinya sehari-hari. Kita bisa
menemui minuman temulawak di warung hingga restoran. Di warung, kemasan temulawak nyaris serupa, yakni botol kaca atau botol plastik ukuran 600 ml. Dengan tampilan sederhana tersebut, minuman temulawak hanya dikonsumsi oleh kalangan terbatas. Padahal, temulawak sebenarnya bersifat preventif terhadap penyakit. Itulah yang menyebabkan Indah Mutia Handayani, 40, tergerak mengubah wajah temulawak menjadi sedikit “premium”. Harapannya, temulawak semakin diminati anak muda. Kebetulan, Indah bertemu Aditya Rangga Wisnu, 28, yang memiliki usaha kecil minuman temulawak. Kemudian, mereka berdiskusi untuk menciptakan produk temulawak yang memiliki nilai plus ■ Baca Kurang...Hal 31
Polisi belum menemukan barang mencurigakan di Ketapang Kalau razia digeser ke rumah-rumah kos, pasti dapat
Selama latihan, pemain Persewangi dapat sangu Semoga bukan sangu doa semata
CHIEN JULLIEN/RABA
KREATIF: Aditya Rangga Wisnu dan Indah Mutia Handayani meracik temulawak lidah buaya di Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, kemarin. email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com