Rujukan Informasi Terkini
SELASA 20 OKTOBER TAHUN 2015
Eceran Rp.5.750
HALAMAN 29
NARKOBA Pesta Sabu Digerebek Polisi 1 Polisi meringkus dua orang yang sedang nyabu di Perumahan Villa Sukowidi. Mereka adalah Wahyu Putra Wijaya, 45, dan Ika Arisandi, 40.
2
3
Penangkapan keduanya berawal dari pengembangan tertangkapnya tersangka Agus Suprianto. Wahyu dan Ika Arisandi merupakan jaringan pengedar di bawah kendali Supriyanto. RENDRA KURNIA/RABA
CIUM AROMA KOPI: Dua juri asing, Paul Dehan asal Belanda dan Mirella Cielek dari Jerman dihadirkan dalam kontes tingkat nasional di pendapa kemarin.
5 Iin mengaku mendapat pasokan sabu dari pria berinisial BD yang dikenalnya melalui facebook.
4 Supri mengaku asal sabu dari Iin Handayani, 32, warga Perum Mas Gading Permai Blok E-17 Desa Dadapan, Kecamatan Kabat.
Kontes Kopi
Nasional
GRAFIS: REZA FAIRUZ / RABA
Pesta Sabu di Villa Sukowidi BANYUWANGI - Penangkapan Agus Suprianto, 35, oleh tim Resnarkoba Polres Banyuwangi akhir pekan kemarin rupanya diikuti penangkapan jaringan di bawahnya. Dua pelaku lain, yakni Wahyu Putra Wijaya, 45, dan Ika Arisandi, 40, juga ikut mendekam di tahanan Mapolres Banyuwangi n Baca Pesta...Hal 39
PENDIDIKAN
RENDRA KURNIA/RABA
JURI: Pakar kopi internasional asal Banyuwangi, Setiawan Subekti (kiri), ikut menilai kontes kopi.
BANYUWANGI - Banyuwangi semakin menahbiskan diri sebagai Kota Kopi. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini terpilih sebagai tuan rumah Kontes Kopi Spesialti Indonesia VII. Ajang prestisius bagi para penggiat kopi nasional tersebut dilangsungkan di Pendapa Sabha Swagata Blambangan
FREDY RIZKI/RABA
LATIH KEPEKAAN: Beberapa guru SLB berlatih mengajari siswa tunanetra menggunakan tutup mata di sekitar Jalan Wijaya Kusuma kemarin (19/10).
Guru Peragakan Jadi Tunanetra
BANYUWANGI - Masa jabatan Abdullah Azwar Anas dan Yusuf Widyatmoko sebagai bupati dan wakil bupati (wabup) Banyuwangi periode 2010-2015 bakal berakhir hari ini (20/10). Lantaran bupati dan wakil bupati hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Banyuwangi
2015 baru akan dilantik Maret tahun depan, posisi orang nomor satu di lingkungan Pemkab Banyuwangi sementara akan ditempati penjabat (Pj) bupati. Informasi yang berhasil dikumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi, posisi Pj bupati tersebut bakal ditempati pejabat eselon dua Pemerintah Provinsi Jatim. Pejabat tersebut adalah Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas), Zarkasi.
ISTIMEWA
Zarkasi
Kepala Biro Humas Pemprov Jatim, Anom Surahno, tidak menampik Zarkasi merupakan kandidat Pj Bupati Banyuwangi. “Benar, Pak Zarkasi menjadi kandidat Pj bupati Banyuwangi,” ujarnya dikonfirmasi melalui sambungan telepon kemarin (19/10. Meski demikian, Anom menegaskan kepastian nama yang bakal menempati posisi strategis di Bumi Blambangan itu akan diketahui secara pasti setelah dilantik secara
Baca Guru...Hal 39
NGOPAI
Terkesan Kerukunan CHEN Chong Wie, cucu ke-19 Laksamana Muhammad Cheng Hoo, ini terkesan dengan keramahan masyarakat Banyuwangi. Hal itu dirasakannya saat menghadiri pengajian akbar Pondok Pesantren AlQuran Adz Dzikra Muhammad Cheng Hoo di Sumberrejo, Banyuwangi, Minggu kemarin (18/10) n Baca Terkesan... Hal 39 TOHA/RABA
definitif. “Kepastiannya (Pj bupati Banyuwangi) akan diketahui setelah dilantik secara definitif,” tegasnya. Anom menambahkan, pelantikan Pj bupati Banyuwangi bakal dilangsungkan di Gedung Grahadi, Surabaya, pada 1 November mendatang. Pelantikan Pj bupati Banyuwangi itu akan dilakukan bersamaan dengan pelantikan sembilan Pj bupati dan wali kota lain se-Jatim n Baca Zarkasi...Hal 39
ABG 14 Tahun Diganjar 19 Bulan Penjara
GIRI - Puluhan guru sekolah luar biasa (SLB) kemarin (19/10) berlatih cara mengajari siswa tunanetra di SDLB A, Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Giri. Mereka menggunakan penutup mata dan berjalan mengelilingi seputaran jalan dengan bimbingan guru lain n
RENDRA KURNIA/RABA
TEMU TEKNIK: Peserta mendengarkan penjelasan panitia lomba foto pengairan di kantor PU Pengairan Banyuwangi sore kemarin.
Peserta mulai Hunting Foto
BANYUWANGI - Antusiasme peserta lomba foto yang digelar Dinas PU Pengairan bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi tergolong tinggi. Total peserta mencapai 142 orang dari tiga kategori, yakni pelajar, mahasiswa, dan umum. Jumlah itu
meningkat 43 persen dibanding tahun lalu. Objek foto bisa terkait wisata air, konservasi, dan irigasi.Antusiasme peserta itu terlihat dalam temu teknik yang digelar di kantor PU Pengairan sore kemarin n Baca Peserta...Hal 39
BANYUWANGI - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi menjatuhkan hukuman setimpal kepada terdakwa yang masih di bawah umur. MWS, 14, anak baru gede (ABG) asal Desa Tapanrejo, Muncar, itu divonis hukuman satu tahun tujuh bulan karena terbukti bersalah berbuat asusila terhadap anak bawah umur. Selain hukuman satu tahun tujuh bulan, terdakwa juga dikenai denda Rp 2 juta subsider lima bulan mengikuti pelatihan kerja. Hukuman yang didok Ketua Majelis Hakim Achmad Rasyid itu lebih ringan daripada tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa menuntut MWS dengan hukuman tiga tahun penjara plus denda Rp 2 juta subsider lima bulan latihan kerja. Vonis 19 bulan itu diberikan agar memberikan efek jera kepada pelaku n Baca ABG...Hal 39
Aktivitas Pembuatan Pupuk Organik di Desa Sempu
Bahan Baku dari Warga, Tiap Rumah Sediakan Bak Sampah Pupuk organik memang kaya manfaat. Berkat pupuk organik, tanaman padi dan holtikultura tumbuh subur. Ternyata pengolahan pupuk organik bisa ditemukan di Desa/Kecamatan Sempu. ALI NURFATONI, Sempu TERIK matahari kian menyengat siang itu. Meski cuaca panas, tapi aktivitas warga tetap normal. Salah satunya adalah aktivitas di tempat pembuatan pupuk organik di bawah gumuk, Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu. Tumpukan sampah terlihat jelas di
http://www.radarbanyuwangi.co.id
Baca Kontes...Hal 39
Zarkasi Ditunjuk Jadi Pj Bupati Duet Anas-Yusuf Berakhir Hari Ini
KUCUR
kemarin (19/10). Sebanyak 137 sampel kopi asal berbagai daerah di tanah air diikutkan dalam kontes yang diselenggarakan Asosiasi Eksporter dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) tersebut n
ALI NURFATONI/RABA
MASIH BARU: Para pekerja tengah beraktivitas mengolah pupuk organik di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu, kemarin.
lokasi yang berdekatan dengan pemakaman umum itu. Sampah-sampah itu merupakan sampah warga desa setempat. Di setiap rumah telah disediakan bak sampah. Bak sampah itu disediakan pihak desa. Setiap pemilik rumah diminta Rp 10 ribu untuk mengganti bak sampah yang terbuat dari bambu itu. Selanjutnya, sampah-sampah rumah tangga itu diambil petugas setiap hari. Sebagai ganti kebersihan, warga dipungut biaya senilai Rp 20 ribu setiap bulan. Sebelumnya, sampah rumah tangga itu ditampung di lokasi penampungan sampah dengan tujuan diolah menjadi pupuk organik. Tentu saja, hal itu sangat bermanfaat n
Cabuli bocah, ABG diganjar 19 bulan Nikmat membawa sengsara! Zarkasi ditunjuk jadi Pj Bupati Jangan sampai terapkan aji mumpung ya!
Baca Bahan...Hal 39 email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com