Rujukan Informasi Terkini
SENIN 23 NOVEMBER TAHUN 2015
Eceran Rp 5.750 HALAMAN 29
Pilkada; Panggung Negarawan atau Pecundang SEJARAH itu akan tercetak pada 21 Desember 2015. Sejarah bagi dua kabupaten sekaligus: Banyuwangi dan Situbondo. Sejarah itu berupa penetapan bupati-wakil bupati pertama dalam pilkada serentak di Indonesia. Masyarakat di dua kabupaten bertetangga itu tentunya ingin menjadi bagian dari sejarah tersebut.
MAN
Keinginan seperti itu wajar. Sebab, mereka memang terlibat langsung proses sejarah itu: sebagai pemilih. Ya, pada 21-22 Desember 2015 KPU Banyuwangi dan Situbondo akan menetapkan pasangan bupati-wakil bupati terpilih. Itu sesuai tahapan pilkada yang termaktub dalam PKPU (Peraturan
NAHNU
Oleh SAMSUDIN ADLAWI 40
"Berburu" PSK di Eks Lokalisasi 1
KUCUR
2
Seluruh lokalisasi PSK di Banyuwangi sudah ditutup sejak setahun lalu. Ada sebelas lokalisasi yang ditutup aparat.
Pasca-penutupan, eks lokalisasi itu terus dipantau Satpol PP. Sabtu malam kemarin (21/11) aparat gabungan menyisir empat lokalisasi. Sebab, ada informasi sebagian lokalisasi mulai bergeliat lagi.
3
Komisi Pemilihan Umum) Nomor 2 tahun 2015. Tidak ada yang bisa melanggar tahapan penting itu. Kecuali satu. Satu-satunya makhluk yang bisa membatalkan sejarah emas itu bernama: PHPU. Jika ada paslon (pasangan calon) yang kalah mengajukan permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU)
ke MK (Mahkamah Konstitusi). Batallah sejarah itu tercipta. Bukan batal sih. Tertunda. Tentunya, masyarakat tidak ingin sejarah emasnya tertunda sampai pada 12 Februari – 13 Maret 2016. Pascaputusan sidang MK. Terlalu lama. Sejarah yang tertunda tak begitu maknyus rasanya ■ Baca Pilkada;...Hal 39
4
Petugas menyisir eks lokalisasi Padang Pasir, Sumberloh, Bomo Waluyo, dan Gempol Porong. Di Padang Pasir, petugas dapat tiga PSK dan seorang pria hidung belang.
Mereka yang kena razia dibawa ke kantor Satpol PP Banyuwangi untuk diberikan pembinaan. Selanjutnya mereka dipulangkan ke ke rumah masing-masing.
NGOPAI
DEVI AYU PERMATASARI
Banting Setir Jadi Pendidik LAMA berkecimpung di dunia tarik suara tidak serta-merta membuat Devi Ayu Permatasari, 22, terlena. Meski boleh dibilang cukup nyaman dengan profesinya sebagai penyanyi, dara berzodiak Sagitarius itu akhirnya memilih melanjutkan cita-citanya sebagai seorang pendidik. Setelah bekerja di beberapa tempat, akhirnya alumnus SMAN 1 Banyuwangi itu memilih terjun ke dunia pendidikan sebagai pengajar ■
REZA FAIRUZ/RABA
Lokalisasi Bergeliat Lagi Satpol PP Jaring 3 PSK dan Pria Hidung Belang
Baca Banting... Hal 39
BANYUWANGI – Sejak resmi ditutup, seluruh lokalisasi pekerja seks komersial (PSK) di Banyuwangi seolah tiarap. Para mucikari dan pemilik wisma tidak berani beroperasi karena takut berurusan dengan aparat penegak hukum. Setelah sekian lama ditutup, diam-diam sejumlah eks lokalisasi mulai berani buka lagi. Untuk memberikan efek jera, Sabtu malam kemarin (21/11) Satpol PP kembali menyisir sejumlah eks lokalisasi. Hasilnya, Satpol PP berhasil menjaring tiga PSK dan satu pria hidung belang. Mereka terjaring razia di eks Lokalisasi Padang Pasir, Kecamatan Rogojampi. Mereka harus rela menginap di kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) lantaran kedapatan beroperasi di eks lokalisasi Padang Pasir ■
SIGIT HARIYADI/RABA
Baca Lokalisasi...Hal 39
JANGAN DIULANGI: Tiga PSK dan satu pria hidung belang menjalani pendataan dan pembinaan di kantor Satpol PP Banyuwangi dini hari kemarin.
FREDY RIZKI/RABA
ADA APA LAGI
FREDY RIZKI/RABA
TUNGGU EVAKUASI: Warga bergerombol di sekitar lokasi penemuan mayat Mbah Sum,75, di Dusun Banjarwaru, Desa Kelir, Kalipuro, sore kemarin.
Empat Hari Mbah Sum Membusuk di Jurang KALIPURO – Warga Dusun Banjarwaru, Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro sore kemarin (22/11) digegerkan insiden penemuan mayat perempuan tua yang membusuk di tengah jurang. Kondisi mayat yang sudah mengelupas sebagian kulitnya itu awalnya sempat membuat warga bingung karena tidak ada satupun yang mengenalinya. Setelah salah seorang warga mengaku kehilangan familinya, akhirnya mayat wanita yang dikenal dengan panggilan Mbah Sum itu diketahui ■ Baca Empat...Hal 39
Anas Panen Dukungan
GAYENG: Abdullah Azwar Anas (pegang mikrofon) didampingi istri berbincang santai dengan para netizen di kediaman pribadinya di Lingkungan Baluk, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi kemarin.
Netizen
SIGIT HARIYADI/RABA
Mengikuti Simposium Internasional Onkologi di Singapura (2)
Klinik dr Benjamin Dilengkapi Tea Set Maker Sebelum simposium internasional onkologi yang digagas Asian American Medical Group (AAMG) di RS Gleneagles dimulai, BAYU SAKSONO berkeliling di ‘’Medical City’’ Novena, Singapura, untuk bertemu beberapa pakar medis. Berikut laporannya. DARI Jen Hotel di kawasan Tanglin, saya langsung menuju ke Novena Cluster. Beberapa kalangan di Singapura menyebut Novena sebagai kampung medis alias medical city. Di kawasan ini memang
http://www.radarbanyuwangi.co.id
BANYUWANGI - Sekitar 200 masyarakat pengguna internet alias netizen asal seantero Banyuwangi berkumpul di kediaman calon bupati Abdullah Azwar Anas, Lingkungan Baluk, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, kemarin (22/11). Pada kesempatan ini, para netizen yang berasal dari berbagai latar belakang tersebut menyampaikan saran, masukan, dan unek-unek demi Banyuwangi ke depan yang lebih baik. Acara yang dikemas dengan tajuk Kopdar Netizen Bareng Dahsyat tersebut berlangsung gayeng ■ Baca Anas...Hal 39
BAYU SAKSONO/RABA
UNIK: Aneka tea set di ruang kerja dokter Benjamin Chua di klinik Vascular and Endovascular Surgery Centre lantai 7 gedung Novena Specialist Centre Singapura.
terdapat beberapa rumah sakit besar. Dari tahun ke tahun, beberapa rumah sakit terus membangun gedung baru dan menambah fasilitas. Banyak pula spesialis yang dulu membuka klinik di lokasi lain, kini mulai hijrah ke Novena. Khoo Teck Puat Hospital (KTPH) yang merupakan rumah sakit terbesar milik pemerintah Singapura juga berlokasi di Novena. Namun yang paling menarik perhatian kami adalah Novena Specialist Centre milik jaringan Mount Elizabeth Hospitals. Yang pertama kami datangi adalah WS Law Women’s Clinic and Laparoscopics Surgery Centre. Klinik ini milik dokter Law Wei Seng MBBS MRCOG, pakar pembedahan atau operasi dengan hanya satu lubang kecil (laparoskopi) ■
Garuda stop terbang, Disbudpar akan temui manajemen Jangan lupa disiapkan jurus rayuan maut!
Debat putaran pertama, Su-Si menyerang, Dahsyat beber prestasi Masyarakat bisa menilai, mana yang layak dipilih!
Baca Klinik...Hal 39 email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com