24 Juni Web

Page 1

29

24 JUNI TAHUN 2012

KEBAKARAN

SIGIT HARIYADI/RaBa

UKURAN 60 Kg: Polisi memeriksa tabung oksigen yang meledak di Jalan Bawean, Lingkungan Sukowidi, Kamis lalu (21/6).

Penyebab Tabung Meledak Misterius KALIPURO - Polisi masih terus menyelidiki penyebab meledaknya tabung oksigen di salah satu pangkalan di Jalan Bawean, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, empat hari lalu (21/6). Hingga kemarin, penyebab meledaknya tabung gas berukuran 60 kg itu masih misterius. Ketika dimintai keterangan polisi, pemilik pangkalan tabung oksigen, Budiono mengaku tidak tahu-menahu penyebab meledaknya tabung gas tersebut. “Kita masih selidiki terus,” cetus Kapolsek Kalipuro AKP Sudarsono. Saat tabung gas itu meledak, yang ada di sekitar lokasi kejadian adalah Nurhayati, 45, bersama kedua anaknya Guntur Surya Ganga, 31, dan Khusnul Khotimah, 17. Mereka adalah istri dan anak Budiono. “Ketiga orang itu menjadi korban, mereka juga mengaku tidak tahu menahu,” kata Kapolsek ■ Baca Penyebab...Hal 35

HUT BHAYANGKARA

SIGIT HARIYADI/RaBa

TANPA PERLAWANAN: Petugas memasang papan penghentian aktivitas prostitusi di lokalisasi Padang Pasir, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, kemarin (23/6).

Padang Pasir Ditutup Satpol PP Pasang Plang Warna Merah R OGOJAMPI - Pemkab Banyuwangi tampaknya tidak main-main dalam mewujudkan rencana sterilisasi Bumi Blambangan dari praktik prostitusi. Kemarin

(23/6), petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mulai menghentikan aktivitas prostitusi di Padang Pasir, Kecamatan Rogojampi. Penghentian aktivitas prostitusi itu ditandai dengan pemasangan dua papan berwarna merah di pintu masuk tempat pelacuran yang berlokasi di Dusun Pan-

coran, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, tersebut. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, petugas tidak mendapat perlawanan berarti saat memasang plang peringatan tersebut. Namun, warga mengaku tidak akan bertanggung jawab jika sewaktu-waktu papan itu dirusak

orang-orang yang tidak terima dengan penghentian aktivitas di lokalisasi tersebut. Apalagi, sebelum penutupan dilakukan, perwakilan warga yang menggantungkan hidup di lokalisasi itu sudah berkirim surat kepada Bupati Abdullah Azwar Anas agar menangguhkan penutupan tersebut ■

Baca Padang...Hal 35

Hari Pertama Belum Antre

UJIAN: Pendaftar PPDB jalur mandiri menjalani tes wawancara di SMAN 1 Banyuwangi kemarin. GERDA SUKARNO/RaBa

BANYUWANGI - Sekolah menengah negeri baik SMPN maupun SMAN sederajat mulai melakukan seleksi pendaftaran peserta didik baru (PPDB) jalur mandiri sejak kemarin (23/6). Secara umum, pelaksanaan seleksi jalur mandiri pada hari pertama

cukup lancar tanpa antrean. PPDB jalur mandiri itu bertujuan memberikan kesempatan kepada siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu agar mendapat “bangku” di sekolah tujuan ■

Baca Hari...Hal 35

Saritem Terpaksa Out dari Sekolah Bocah Usia 8 Tahun Merasa Malu, Terpaksa Mengungsi ke Famili CLURING - Sudah jatuh tertimpa

GALIH COKRO BUWONO/RaBa

CEK KESEHATAN: Tim medis memeriksa kesehatan sopir bus di Terminal Karangente, kemarin.

Pengobatan Gratis untuk Sopir Angkutan BANYUWANGI - Seluruh sopir angkutan dan tukang ojek yang biasa mangkal di sekitar Terminal Karangente, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, diperiksa kesehatannya kemarin. Pemeriksaan dilakukan oleh tim medis dari Polres Banyuwangi. Tim medis juga memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi pemilik warung dan warga sekitar terminal. Secara bergantian, mereka diperiksa tensi darahnya dan dicek kesehatannya. “Kita mengobati sesuai keluhan yang dirasakan warga,” ujar anggota tim medis kesehatan Polres Banyuwangi, dr. Niken W. Aldian ■ Baca Pengobatan...Hal 35

BAGAIMANA INI...

tangga. Begitulah kira-kira nasib yang dialami Saritem ,17, korban pemerkosaan oleh bapak kandungnya sendiri. Lantaran kondisinya tengah hamil satu bulan, warga Dusun Rumping, Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, itu terpaksa harus out dari sekolah. Padahal, siswi kelas 1 SMK tersebut tergolong pelajar berprestasi. Bungsu dari dua saudara tersebut pernah mengharumkan nama sekolah. Selama duduk di bangku sekolah, Saritem berprestasi dalam olahraga bola voli. Namun, akibat ulah bejat bapak kandungnya sendiri, Saritem harus berhenti di tengah jalan. Sudah putus sekolah, dia juga harus menanggung aib keluarga. Bahkan, untuk menenangkan pikiran, kini Saritem terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya. “Kasihan benar anaknya itu, sekarang tinggal di rumah pakdenya di Purwoharjo,” ungkap Kapolsek Cluring, AKP Agung Setya Budi, kemarin. Beruntung, meski tengah berbadan dua, sang pacar ikhlas menerima kenyataan tersebut. Saking cintanya terhadap Saritem, sang pacar enggan meninggalkannya. Sementara itu, terkait prestasi Saritem di sekolah juga diakui Suyitno, bapak kandungnya. Menurut Su-

Tenggelam di Sungai

yitno, anaknya memang tergolong siswi berbakat. “Anak saya biasa ikut voli di GOR Tawang Alun, Banyuwangi,” cetus Suyitno. Selain itu, putrinya kerap tampil dalam berbagai kejuaraan di Banyuwangi. Melihat prestasi Saritem yang lumayan bagus, Suyitno mengaku menyesal telah merusak masa depan anaknya. ’’Saya benar-benar menyesal. Saya nggak tahu lagi harus bagaimana, saya pasrah,” sesalnya. Terkait proses hukum Suyitno, polisi masih terus melakukan penyidikan. Polisi sudah menyiapkan pasal berlapis untuk menjerat pria yang ditinggal istrinya bekerja di Malaysia selama lima tahun itu. Dalam perkara ini, Suyitno dijerat pasal 81 dan 82 Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya 12 tahun penjara,” tegas Kasi Humas Polsek Cluring, Aiptu Eko Laksono ■

SITUBONDO - Nasib malang menimpa Agus, 8 tahun. Anak pasangan Yudo, 47, dan Sriyani, 44, itu tewas mengenaskan setelah tenggelam di sungai Burnik pagi kemarin. Petaka itu berawal ketika Agus bermain bersama ibunya di rumahnya di Kelurahan Dawuhan. Ceritanya, melihat bapaknya hendak pergi ke sawah, Agus pun ikut pergi ke sawah. Sesampainya di sawah, Agus minta izin kepada bapaknya untuk mandi di sungai. Tanpa curiga, sang bapak mengizinkan permintaan putranya. Pada saat Yudo sibuk bekerja di sawah, Agus pun dengan asyiknya bermain air di sungai yang lokasinya tak jauh dari sawah. Rupanya, malang menimpa Agus. Saking asyiknya, bocah yang masih duduk di bangku kelas II sekolah dasar itu hanyut. Agus pun tenggelam bersama derasnya aliran sungai. Petaka yang dialami Agus itu tidak dilihat oleh Yudo. Ru-

Baca Saritem... Hal 35

PAKAI PENUTUP WAJAH: Suyitno masih ditahan di Mapolsek Cluring.

panya pria berusia 47 tahun itu lupa kalau anaknya lagi mandi di sungai. Takut terjadi sesuatu dengan anaknya, Yudo bergegas menuju sungai. Dia kaget bukan main ketika anaknya tidak ada di sungai. Yudo tambah panik setelah melihat pakaian Agus tercecer di pinggir sungai. Setelah menemukan pakaian anaknya, Yudo berusaha menelusuri sungai tersebut. Betapa terkejutnya Yudo, melihat tubuh Agus mengapung di sungai dengan kondisi sudah tak bernyawa. Agus pun berteriak minta tolong. Teriakan itu terdengar Sriyani (ibu Agus) yang pagi itu dudukduduk di rumahnya. Wanita itu berlari menuju sungai tempat Agus mandi. Begitu melihat anaknya sudah tidak bernyawa, Sriyani menangis histeris. Tak seberapa lama, warga berdatangan untuk membantu memberikan pertolongan. Dibantu warga, Yudo membawa jasad putranya ke RSUD Abdoer Rahem Situbondo ■ Baca Bocah...Hal 35

ALI NURFATONI/RaBa

Ketika Menteri BUMN Dahlan Iskan Bermalam di Blokagung (2-Habis)

Masuk Dapur Sambil Menenteng Piring NUR HARIRI/RaBa

BAHAYA: Pelajar SMP menumpang truk di lampu merah depan Polres Situbondo.

Pelajar Loncat ke Bak Truk SITUBONDO - Aksi yang tidak patut ditiru, seperti yang dilakukan beberapa pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini. Mereka nekat menaiki truk di lampu merah sebelah Mapolres Situbondo Kamis lalu (21/6). Aksi berbahaya itu bisa dilihat hampir setiap hari di sejumlah lampu merah di kota Situbondo, terutama di jam pulang sekolah. Mereka mengaku nekat melakukan aksi tersebut untuk mengirit ongkos pulang sekolah. Bagaimana ini? (mg1/c1/bay) http://www.radarbanyuwangi.co.id

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Dahlan Iskan tampak kerasan menjadi santri semalam di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. ABDUL AZIZ, Tegalsari KAMIS pagi usai menjalankan salat Subuh, Dahlan Iskan rencananya hanya mengisi kuliah tujuh menit (kultum), dan setelah itu langsung meluncur ke Pelabuhan Tanjung Wangi di Kecamatan

Kalipuro, Banyuwangi. Namun, suasana yang gayeng rupanya membuat Dahlan betah berada di dalam masjid. Dia terlihat asyik memberikan motivasi kepada para santri, bahkan setelah itu dia memberi kesempatan seluas-luasnya kepada para santri untuk menyampaikan pertanyaan. Sehingga, kegiatan di masjid kompleks pesantren pagi itu molor sampai sekitar satu jam lebih. Sampai-sampai, Gus HiABDUL AZIZ/RaBa syam Syafaat terlihat sung- MEMBAUR: Dahlan Iskan berjalan kaki keliling Ponpes Darussalam Blokagung. kan melihat Dahlan terlalu lama berada di pesantrennya. mikrofon dan mengakhiri acara dialog santri nggak usah salaman, biar jaUsai menjawab pertanyaan para san- tersebut. “Ini karena Pak Menteri sa- lannya nggak terhambat,” ujar Gus tri, Gus Hisyam langsung mengambil ngat sibuk dan dikejar waktu, santri- Hisyam ■ Baca Masuk...Hal 35

Kompleks Lokalisasi Padang Pasir ditutup

Penghuninya sudah kabur kena operasi badai gurun

Hari pertama seleksi PPBD jalur mandiri belum antre

Hari ke-100 dijamin lengang

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@jawapos.co.id


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.